81 BAB IV HASIL PENELITIAN
Pada bab ini akan dijelaskan hasil penelitian yang diperoleh, namun sebelumnya peneliti akan menjelaskan terlebih dahulu mengenai penyusunan instrumen. Untuk keperluan pengumpulan data tentang perbandingan pengaruh
antara penggunaan metode (STAD) dengan
ceramah bervariasi, peneliti menyusun seperangkat tes sebanyak 30 butir soal. Soal diuji cobakan sebagai sampel uji coba instrument pada siswa sebanyak 20 peserta didik dan hasil analisis menggunakan program ITEMAN versi 3.00 adalah sebagai berikut: Mean sebesar 6; Variansi sebesar 4,4; Standar Deviasi (SD)sebesar 2,098; Skewness sebesar 0,423; Kurtosis sebesar -0,696;
Skor Minimum sebesar 2; Skor Maximum sebesar 10; Median sebesar 5; Alpha sebesar 0,226; SEM 1,846; Mean P sebesar 0,2; Mean Item Total sebesar 0,263;
dan Mean Biserial sebesar 0,365.
Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa instrument yang dibuat oleh peneliti telah memenuhi syarat untuk dijadikan instrument penelitian sebagai alat pengumpul data karena telah memiliki reliabilitas, daya pembeda (DP) =
, dan tingkat kesukaran (TK) =
(RDR) butir yang memadai. Lebih jelasnya hasil perhitungan di atas digambarkan dalam histogram berikut:
Gambar 4.1 Histogram Hasil Analisis Instrumen Penelitian
A. Deskripsi Data
Pada deskripsi data ini akan dijelaskan mengenai deskripsi lokasi tempat penelitian dan juga deskripsi data statistik.
1. Deskripsi Lokasi Penelitian
a. Sejarah Berdirinya SMA Negeri 2 Karanganyar
SMA Negeri 2 Karanganyar berdiri pada tahun 1992. Berdiri untuk pertama kalinya bergabung dengan SMA Negeri 1 Karanganyar dan pertama kalinya dikepalai oleh Bapak Winarno dan wakilnya Bapak Darto. Proses belajar mengajar SMA Negeri 2 Karanganyar dilakukan pada siang hari setelah proses kegiatan belajar mengajar SMA Negeri 1 Karanganyar selesai. Setahun kemudian, tahun 1993 SMA Negeri 2 Karanganyar membangun gedung baru di jalan Ronggowarsito, Bejen, Karanganyar. SK/ Ijin Pendirian sekolah dari Kanwil/ Disdik/ Depag (Nomor/ Tanggal SK) : 748/ 103.13/ M92/ 08-06-1992. Awal pembangunan, SMA Negeri 2 Karanganyar hanya memiliki empat kelas.
Setelah penjurusan, empat kelas tersebut dibagi menjadi Kelas Biologi 1,
Kelas Biologi 2, Kelas IPS 1, dan Kelas IPS 2. Seiring dengan itu, dari tahun ke tahun gedung sekolah mulai dilengkapi, baik dengan penambahan kelas atau fasilitas sekolah lainnya seperti laboratorium, perpustakaan, masjid, dan lain-lain. Pembangunan terakhir dilaksanakan pada akhir Agustus 2010 dengan merenovasi kelas XII IPS 1 – IPS 4.
SMA Negeri 2 Karanganyar memiliki status sekolah Negeri dan diklasifikasikan sekolah Mandiri, sekarang sudah SSN (tahun 2000 ke atas). SK terakhir status sekolah di SMA Negeri 2 Karanganyar:
076/103.E1/B.93/01-04-1993 dengan Akreditasi A. SK Akreditasi terakhir (Nomor/ Tanggal SK): Prop-03 MO-79/ 29-09-2007.
b. Lokasi SMA Negeri 2 Karanganyar
SMA Negeri 2 Karanganyar beralamat di jalan Ronggowarsito Bejen, Karanganyar. Telp (0271) 495795, Kode Pos 57716. Keliling bangunan seluruhnya 424 m (yang sudah dipagar permanen dan pagar hidup). Luas tanahnya (dalam sertifikat) 8950 m2. Digunakan untuk bangunan 5752 m2, untuk taman dan halaman 2198 m2, dan untuk lain- lain 1000 m2.
c. Struktur Organisasi SMA Negeri 2 Karanganyar
Sekolah merupakan suatu lembaga yang bergerak di bidang pendidikan. Suatulembaga pendidikan bertanggung jawab terhadap peningkatan pendidikan dan pembentukan generasi yang berbudi luhur.
Untuk memenuhi tuntutan-tuntutan tersebut suatu lembaga harus mempunyai strategi dalam penanganannya. Oleh sebab itu SMA Negeri 2 Karanganyar dalam pengeloalaannya memiliki struktur organisasi yaitu:
KEPALA SEKOLAH Drs. Bambang S Maladi,MM KOMITE
Sri Desto U.R.S, S.Sos, M.Si
WAKASEK SARPRAS
KEPALA TATA USAHA
Kardoyo
WAKASEK HUMAS
WAKASEK KURIKULUM
WAKASEK KESISWAAN
GURU-GURU
SISWA
Gambar 4.2 Struktur Organisasi SMA Negeri 2 Karanganyar
Tugas dan fungsi dari struktur organisasi adalah:
1. Sebagai unit pelaksana teknis, pendidikan jalur sekolah di lingkungan Depdiknas di bawah tanggung jawab kepala kantor Pendidikan Pemuda dan Olahraga kota Surakarta.
2. Melaksanakan pendidikan menengah umum di jalur sekolah bagian tamatan SMP.
3. Melaksanakan kurikulum yang berlaku.
4. Membina hubungan kerjasama dengan orang tua dan masyarakat.
5. Melaksanakan bimbingan konseling bagi siswa.
6. Melaksanakan urusan tata usaha dan rumah tangga sekolah.
2. Deskripsi Data Statistik
Deskripsi data merupakan gambaran hasil pengumpulan data dari variabel yang diteliti. Pada penelitian yang berjudul “Perbandingan Pengaruh Metode Student Teams Achievement Division (STAD) dengan Ceramah
bervariasi terhadap Prestasi Belajar Sosiologi Siswa IPS SMA Negeri 2 Karanganyar Tahun Pelajaran 2012/2013” ini memiliki tiga macam data, meliputi:
a. Perlakuan ( ) 1 = Metode ceramah bervariasi b. Perlakuan ( ) 2 = Metode STAD
c. Variabel terikat = Prestasi belajar sosiologi
Untuk memperoleh data dan menguji hipotesis yang telah dirumuskan sebelumnya, maka dalam mengumpulkan data digunakan teknik tes yang diisi oleh peserta didik IPS SMA Negeri 2 Karanganyar.Data yang diperoleh melalui teknik tes tersebut kemudian dinilai dengan skor komposit dan skor kategorikal menggunakan skala 11.Data-data tersebut akan dijelaskan dalam uraian di bawah ini:
a. Deskripsi Data Skor Komposit
Hasil pengumpulan data skor komposit hasil tes pada kelas kontrol (metode ceramah bervariasi) dan kelas eksperimen (metode STAD) di SMA Negeri 2 KaranganyarTahun Pelajaran 2012/2013 disajikan dalam tabel berikut:
Tabel 4.1 Perolehan Data Skor Komposit Kelas Kontrol kontrol (metode Ceramah Bervariasi) dan Kelas Eksperimen (Metode STAD)
Perlakuan n ΣX ΣX2 Rerata SB
Perlakuan A1 Perlakuan A2
33 34
652 718
13146 15374
19,758 21,118
2,873 2.532
Total 67 1370 28520 20,448 2,770
Berdasarkan hasil pengumpulan data skor tes SMA Negeri 2 Karanganyar disajikan berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan bantuan komputer Seri Program Statistik (SPS-2000) edisi Sutrisno Hadi dan Yuni Pamardiningsih Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, Indonesia.Data pada kelas kontrol (XI IPS 1) yang dikenai perlakuan A1
berupa penggunaan metode ceramah bervariasiyaitu jumlah peserta didik sebanyak 33 orang; skor ΣX sebesar 652; skor ΣX2sebesar 13146; rerata sebesar 19,758; dan simpangan baku sebesar 2,873. Selanjutnya untuk data pada kelas eksperimen (XI IPS 3) yang dikenai perlakuan A2 berupa penggunaan metode STAD yaitu jumlah peserta didik sebanyak 34 orang; skor ΣX sebesar 718; skor ΣX2sebesar 15374; rerata sebesar 21,118; dan simpangan baku sebesar 2,532. Jumlah keseluruhan total peserta didik yang mengikuti tes adalah sebanyak 67 orang; dengan skor ΣX sebesar 1370; skor ΣX2sebesar 28520; rerata sebesar 20,448; dan simpangan baku sebesar 2,770.
Pada perolehan data skor komposit ini ditemukan adanya skor maximum dan minimum pada masing-masing kelas yang diberikan perlakuan berbeda.Pada kelas kontrol (XI IPS 1) yang dikenai perlakuan A1 berupa penggunaan metode ceramah bervariasi diperoleh skor maximum sebesar 26; dan skor minimum sebesar 15.Selanjutnya pada kelas eksperimen (XI IPS 3) yang dikenai perlakuan A2 berupa penggunaan metode STAD diperoleh skor maximum sebesar 26; dan skor minimum sebesar 14. Lebih jelasnya digambarkan dalam histogram berikut:
Gambar 4.3 Histogram Hasil Data Skor Komposit dari Kelas yang Diberikan Perlakuan A1 dan Perlakuan A2
b. Deskripsi Data Skor Kategorikal
Hasil pengumpulan data skor komposit hasil tes pada kelas kontrol (metode ceramah bervariasi) dan kelas eksperimen (metode STAD) di SMA Negeri 2 KaranganyarTahun Pelajaran 2012/2013 disajikan dalam tabel berikut :
Tabel 4.2 Perolehan Data Skor Kategorikal Kelas kontrol (Metode Ceramah bervariasi) dan Kelas Eksperimen (Metode STAD)
Perlakuan n ΣX ΣX2 Rerata SB
Perlakuan A1 Perlakuan A2
33 34
226 258
1592 1984
6,848 7,588
1,176 0,892
Total 67 484 3576 7,224 1,098
Berdasarkan hasil pengumpulan data skor tes SMA Negeri 2 Karanganyar dapat disajikan berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan bantuan komputer Seri Program Statistik (SPS-2000) edisi Sutrisno Hadi dan Yuni Pamardiningsih Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, Indonesia. Data pada kelas kontrol (XI IPS 1) yang dikenai perlakuan A1 berupa penggunaan metode ceramah bervariasi yaitu jumlah peserta didik sebanyak 33 orang; skor ΣX sebesar 226; skor ΣX2sebesar 1592; rerata sebesar 6,848; dan simpangan baku sebesar 1,176. Selanjutnya untuk data pada kelas eksperimen (XI IPS 3) yang dikenai perlakuan A2 berupa penggunaan metode STAD yaitu jumlah peserta didik sebanyak 34 orang; skor ΣX sebesar 258; skor ΣX2sebesar 1984; rerata sebesar 7,588;
dan simpangan baku sebesar 0,892. Jumlah keseluruhan total peserta didik yang mengikuti tes adalah sebanyak 67 orang; dengan skor ΣX sebesar 484;
skor ΣX2sebesar 3576; rerata sebesar 7,224; dan simpangan baku sebesar 1,098.
Pada perolehan data skor kategorikal ini ditemukan adanya skor maximum dan minimum pada masing-masing kelas yang diberikan perlakuan berbeda.Pada kelas kontrol (XI IPS 1) yang dikenai perlakuan A1 berupa penggunaan metode ceramah bervariasi diperoleh skor
maximum sebesar 9; dan skor minimum sebesar 5.Selanjutnya pada kelas eksperimen (XI IPS 3) yang dikenai perlakuan A2 berupa penggunaan metode STAD diperoleh skor maximum sebesar 9; dan skor minimum sebesar 6. Lebih jelasnya digambarkan dalam histogram berikut:
Gambar 4.4Histogram Hasil Data Skor Kategorikal dari Kelas yang Diberikan Perlakuan A1 dan Perlakuan A2
B. Pengujian Persyaratan Analisis
Uji persyaratan analisis pada penelitian ini dilakukan dengan uji statistik menggunakan komputer Seri Program Statistik (SPS-2000) yang meliputi tiga macam, yaitu uji normalitas, linieritas, dan homogenitas.
1. Uji Normalitas
Hasil uji normalitas digunakan untuk menunjukkan apakah data yang dianalisis mempunyai sebaran normal atau tidak.
a. Uji Normalitas Skor Komposit Prestasi Belajar Siswa
Pada uji normalitas variabel X1skor komposit prestasi belajar siswa, Langkah pertama yang dilakukan adalah membuat tabel rangkuman variabel X1. Kemudian dilakukan perhitungan dengan rumus sebagai berikut :
Tabel 4.3 Hasil Uji Normalitas Skor Komposit Prestasi Belajar (X1)
Kelas fo fh fo- fh (fo- fh)2 10
9 8 7 6 5 4 3 2 1
0 2 6 9 17 15 8 7 3 0
0,55 1,86 5,31 10,67 15,12 15,12 10,67 5,31 1,86 0,55
0,55 0,14 0,69 1,67 1,88 0,12 2,67 1,69 1,14 0,55
0,30 0,02 0,48 2,78 3,53 0,01 7,11 2,87 1,31 0,30
0,55 0,01 0,09 0,26 0,23 0,00 0,67 0,54 0,71 0,55
Total 67 67,00 0,00 - 3,61
Rerata = 20,448 S. B = 2,770
Kai Kuadrat = 3,608 db = 9 ρ = 0,935
Berdasarkan perhitungan tabel uji normalitas sebaran variabel X1di atas maka dapat diperoleh sebagai berikut :
χ2= 3,608 ρ = 0,935
Hasil tersebut menunjukkan bahwa ρ > 0,05yaitu 0,935> 0,05 maka Ho diterima. Dengan demikian disimpulkan bahwa sampel yang diambil dari populasi tersebut sebarannya normal.Hal ini sesuai dengan kaidah ρ >
0.05 kesimpulannya normal.
b. Uji Normalitas Skor Kategorikal Prestasi Belajar Siswa
Pada uji normalitas variabel X2 skor kategorikal prestasi belajar siswa.Langkah pertama yang dilakukan adalah membuat tabel rangkuman variabel X2. Kemudian dilakukan perhitungan dengan rumus sebagai berikut :
Tabel 4.4 Hasil Uji Normalitas Skor Kategorikal Prestasi Belajar (X2)
Kelas fo fh fo- fh (fo- fh)2 4
3 2 1
7 23 32 5
4,48 29,02 29,02 4,48
2,52 -6,02
2,98 0,52
6,37 36,29
8,85 0,27
1,42 1,25 0,31 0,06
Total 67 67,00 0,00 - 3,04
Rerata = 7,224 S. B = 1,098
Kai Kuadrat = 3,041 db = 3 ρ = 0,385
Berdasarkan perhitungan tabel uji normalitas sebaran variabel X2di atas maka dapat diperoleh sebagai berikut :
χ2= 3,041 ρ = 0,385
Hasil tersebut menunjukkan bahwa ρ > 0,05 yaitu 0,385 > 0,05 maka Ho diterima. Dengan demikian disimpulkan bahwa sampel yang diambil dari populasi tersebut sebarannya normal. Hal ini sesuai dengan kaidah ρ >
0,05 kesimpulannya normal.
2. Uji Linieritas
Dengan adanya hasil uji linieritas maka diketahui apakah ada hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Adapun deskripsi datanya antara lain sebagai berikut :
a. Variabel Bebas X1 :Skor komposit prestasi
belajar siswa
b. Variabel Bebas X2 : Skor kategorikal prestasi belajar siswa
c. Variabel Tergantung Y :Metode
pembelajaran:ceramah bervariasi (1) dan STAD (2)
Dalam hal ini pengujian linieritas pada data di atas meliputi sebagai berikut:
a. Kriteria Pengujian Persyaratan Linieritas
Sebelum menguji linieritas dari masing-masing variabel, perlu membuat kriteria persyaratan linieritas sebagai berikut :
Ho: bentuk hubungan variabel bebas dan variabel taut adalah linier Ha : bentuk hubungan variabel bebas dan variabel terikat adalah tidak linier.
Untuk menetapkan linier atau tidaknya hubungan data digunakan kriteria sebagai berikut :
Jika ρ > 0,05 korelasinya linier, maka Hoditerima.
Jika ρ < 0,05 korelasinya tidak linier, maka Hoditolak
b. Uji Linieritas X1dengan X3
Langkah pertama yang dilakukan untuk mengetahui uji linieritas X1
dengan X3 adalah membuat tabel rangkuman analisis linieritas sebagai berikut:
Tabel 4.5 Rangkuman Analisis Linieritas X1dan X3
Sumber Derajat R2 db Var F ρ
Regresi
Residu Ke1
0,061 0,939
1 65
0,061 0,014
4,234 -
0,041 - Regresi
Beda Residu
Ke2
Ke2-Ke1
0,071 0,010 0,929
2 1 64
0,035 0,010 0,015
2,433 0,655
-
0,094 0,573
- Korelasinya Linier
Berdasarkan hasil uji linieritas antara X1 dengan X3, diperoleh F = 0,655 dengan ρ = 0,573 karena ρ > 0,05 maka Ho diterima. Dengan demikian diambil kesimpulan bahwa X1 dengan X3 mempunyai korelasi yang linier.
c. Uji Linieritas X2dengan X3
Langkah pertama yang dilakukan untuk mengetahui uji linieritas X2
dengan X3 adalah membuat tabel rangkuman analisis linieritas sebagai berikut:
Tabel 4.6 Rangkuman Analisis Linieritas X2dan X3
Sumber Derajat R2 db Var F ρ
Regresi
Residu Ke1
0,115 0,885
1 65
0,115 0,014
8,452 -
0,005 - Regresi
Beda Residu
Ke2
Ke2-Ke1
0,129 0,014 0,871
2 1 64
0,065 0,014 0,014
4,753 1,049
-
0,012 0,310
- Korelasinya Linier
Berdasarkan hasil uji linieritas antara X1 dengan X3, diperoleh F = 1,049 dengan ρ = 0,310 karena ρ > 0,05 maka Ho diterima. Dengan demikian diambil kesimpulan bahwa X2 dengan X3 mempunyai korelasi yang linier.
3. Uji Homogenitas
Syarat lain dari uji-t adalah data yang digunakan adalah data yang homogen. Homogen berarti bahwa data antar kelompok eksperimen dan kontrol mempunyai variansi yang sama atau homogen. Dalam hal ini pengujian homogenitas variansi dua jalur meliputi:
a. Kriteria Pengujian Persyaratan Homogenitas
Sebelum menguji homogenitas dari masing-masing variabel, perlu membuat kriteria persyaratan homogenitas sebagai berikut:
H0dinyatakan bahwa tiap kelas memiliki variansi yang sama (Homogen), Hadinyatakan bahwa tiap kelas tidak memiliki variansi yang sama.
Untuk menetapkan homogen atau tidaknya hubungan data menggunakan kriteriasebagai berikut:
Jika nilai dari uji homogenitas lebih besar dari α ( >α) maka H0
diterima sehingga dapat dikatakan bahwa data homogen
Jika nilai dari uji homogenitas lebih kecil dari α ( <α) maka H0ditolak.
b. Uji Homogenitas Skor Komposit dan Kategorikal Prestasi Belajar Siswa Langkah pertama yang dilakukan untuk mengetahui uji homogenitas adalah membuat tabel rangkuman analisis homogenitas sebagai berikut:
Tabel 4.7 Uji Homogenitas
Variabel Kai Kuadrat Db ρ Status
X1
X2
0,510 2,425
1 1
0,457 0,119
Homogen Homogen
Berdasarkan hasil uji homogenitas skor komposit dan kategorikal prestasi belajar siswamenunjukkan nilai >0,05 sehingga H0 diterima.
Berdasarkan uji homogenitas yang telah dilakukan maka diketahui bahwa masing-masing data homogen.
C. Pengujian Hipotesis
Setelah syarat-syarat tersebut terpenuhi, selanjutnya dapat dilakukan analisis data untuk mengetahui apakah hipotesis yang telah dirumuskan sebelumnya diterima atau ditolak. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Uji-t komparasi ganda menggunakan komputer seri SPS program analisis dataedisi: Proff Sutrisno Hadi danYuni Pamardiningsih UGM Yogyakarta tahun 2004 versi IBM/IN.
Untuk keperluan pengambilan keputusan menerima atau menolak hipotesis, peneliti menggunakan Kaidah Uji Hipotesis Penelitian (KUHP) komputer yang disusun oleh Prof. Surtisno Hadi (2004:115), sebagai berikut:
1. Jika ρ hitung < 0,01 = sangat signifikan 2. Jika ρ hitung < 0,05 = signifikan 3. Jika ρ hitung < 0,15 = cukup signifikan 4. Jika ρ hitung < 0,30 = kurang signifikan 5. Jika ρ hitung > 0,30 = tidak signifikan
Berdasarkan perhitungan uji hipotesis diperoleh hasil sebagai berikut:
1. Hipotesis Pertama
Berdasarkan perhitungan uji regresi diperoleh hasil R2sebesar 0,187 atau 18,7% dengan F sebesar 7,353 dan signifikansi 0,002 maka ρ < 0,01sehingga memiliki tingkat signifikansi yang sangat signifikan. Dengan demikian disimpulkan bahwa ada pengaruh penggunaan kedua metode tersebut (STAD dan ceramah bervariasi) yang sangat signifikanterhadap prestasi belajar sosiologi peserta didik IPS di SMA N 2 Karanganyar Tahun Pelajaran 2012/2013.
2. Hipotesis Kedua
Perbedaan prestasi belajar sosiologi disebabkan oleh penggunaan metode pembelajaran yang berbeda pula, yaitu
(STAD) dan ceramah bervariasi.Perbedaan prestasi belajar sosiologi pada penelitian iniditinjauberdasarkan hasil perolehan skor komposit maupunskor kategorikal skala 11.
a. Perolehan Skor Komposit
Pada kelas eksperimen yang diberikan perlakuan ( ) berupa penggunaan metode
(STAD)diperoleh hasil rata-rata skor komposit sebesar 21,118dengan besar simpangan baku 2,532 sedangkan kelas kontrol (pembanding) yang diberikan perlakuan ( ) berupa penggunaan metode ceramah bervariasi diperoleh hasil rata-rata skor komposit sebesar 19,758 dengan besar simpangan baku 2,873. Berdasarkan hasil perhitungan anava 1 jalur diperoleh harga F sebesar 4,234 dan R2 sebesar 0,061.Setelah dibandingkan menggunakan uji t komparasi ganda dari scheffe diperoleh
perbedaan harga t antara penggunaan metode
(STAD) dan ceramah bervariasi sebesar 2,058 dengan hasil ρ sebesar 0,041 maka ρ<0,05 sehingga memiliki tingkat signifikansi yang signifikan.
Dengan demikian disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan dalam hal nilai rata-rata skor komposit peserta didik yang diberikan perlakuan ( ) berupa penggunaan metode
(STAD) dibandingkan dengan peserta didik yang diberikan perlakuan ( ) berupa penggunaan metode ceramah bervariasi, di mana penggunaan metode
(STAD) di dalam proses pembelajaran lebih baik dibandingkan dengan penggunaan metode ceramah bervariasi.
b. Perolehan Skor Kategorikal Skala 11
Pada kelas eksperimen yang diberikan perlakuan ( )
berupa penggunaan metode (STAD)
diperoleh hasil rata-rata skor kategorikal sebesar 7,588 dengan besar simpangan baku 0,892 sedangkan kelas kontrol (pembanding) yang diberikan perlakuan ( ) berupa penggunaan metode ceramah bervariasi diperoleh hasil rata-rata skor kategorikal sebesar 6,848 dengan besar simpangan baku 1,176. Berdasarkan hasil perhitungan anava 1 jalur diperoleh harga F sebesar 8,452 dan R2sebesar 0,115.Setelah dibandingkan dengan menggunakan uji tkomparasi ganda dari scheffe diperoleh perbedaan harga t antara penggunaan metode STAD danceramah bervariasi sebesar 2,907 dengan hasil ρ sebesar 0,005maka ρ< 0,01 sehingga memiliki tingkat signifikansi yang sangat signifikan.
Dengan demikian disimpulkan bahwa ada perbedaan yang sangat signifikan dalam hal nilai rata-rata skor kategorikal peserta didik yang diberikan perlakuan ( ) berupa penggunaan metode
(STAD) dibandingkan dengan peserta didik yang diberikan perlakuan ( ) berupa penggunaan metode ceramah bervariasi,di mana penggunaan metode
(STAD) di dalam proses pembelajaran lebih baik dibandingkan dengan penggunaan metode ceramah bervariasi.
Dari hasil perhitungan tersebut maka disimpulkan bahwa ditinjau dari perolehan skor komposit maupunskor kategorikal skal 11 kedua metode tersebut memiliki perbedaan pengaruh terhadap prestasi belajar sosiologi.
3. Hipotesis Ketiga
Berdasarkan perhitungan nilai skor komposit, perolehan nilai rata- rata peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran kooperatif
tipe (STAD) adalah 21,118 sedangkan
nilai rata-rata peserta didik yang diajar menggunakan metode ceramah bervariasi adalah 19,758. Dengan demikian perolehan nilai rata-rata peserta didik apabila ditinjau dari skor komposit, maka nilai rata-rata peserta didik yang diajar menggunakan metode STAD lebih tinggi daripada peserta didik yang diajar menggunakan metode ceramah bervariasi. Kedua perbedaan ini dilihat dari harga F sebesar 4.234 dengan tingkat signifikansi 0,041 maka ρ <
0,05 sehingga memiliki tingkat signifikansi yang signifikan. Dengan demikian disimpulkan ada perbedaan rerata skor yang signifikan apabila ditinjau dari perolehan skor komposit antara penggunaan metode
(STAD) dengan ceramah bervariasi, di mana perolehan
rata-rata menggunakan metode (STAD)
lebih besar daripada metode ceramah bervariasi.
Selanjutnnya berdasarkan perhitungan nilai skor kategorikal skala 11, perolehan nilai rata-rata peserta didik yang diajar menggunakan model
pembelajaran kooperatif tipe (STAD)
adalah 7,588 sedangkan nilai rata-rata peserta didik yang diajar menggunakan metode ceramah bervariasi adalah 6,848. Dengan demikian perolehan nilai rata-rata peserta didik apabila ditinjau dari skor kategorikal, maka nilai rata- rata peserta didik yang diajar menggunakan metode
(STAD) lebih tinggi daripada peserta didik yang diajar menggunakan metode ceramah bervariasi. Kedua perbedaan ini dilihat dari
harga F sebesar 8,452 dengan tingkat signifikansi 0,005 maka ρ<0,01 sehingga memiliki tingkat signifikansi yang sangat signifikan. Dengan demikian disimpulkan ada perbedaan rerata skor yang signifikan apabila ditinjau dari perolehan skor kategorikal antara penggunaan metode
(STAD) dengan ceramah bervariasi, di mana perolehan
rata-rata menggunakan metode (STAD)
lebih besar daripada metode ceramah bervariasi.
Dari hasil perhitungan tersebut maka disimpulkan bahwa ditinjau dari perolehan skor komposit maupun skor kategorikal skal 11, penggunaan
metode (STAD) memberikan pengaruh
lebih besar terhadap prestasi belajar sosiologi daripada metode ceramah bervariasi.
4. Hipotesis Keempat
Berdasarkan hasil uji regresi dihitung dengan skor komposit kedua metode (STAD dan ceramah bervariasi) memberikan pengaruh terhadap prestasi belajar sebesar 7,178% sedangkan dengan perhitungan data skor kategorikal skala 11 kedua metode tersebut (STAD dan ceramah bervariasi) memberikan pengaruh terhadap prestasi belajar sebesar 11,507%. Secara keseluruhan diyakini bahwa metode
(STAD) dan ceramah bervariasi memberikan pengaruh terhadap prestasi belajar sebesar 18,685% sehingga memberikan pengaruh sangat berarti terhadap prestasi belajar sedangkan yang selebihnya sekitar 81,315%
merupakan pengaruh dari variabel-variabel lain yang tidak diteliti oleh peneliti.
D. Pembahasan Hasil Analisis Data
Setelah dilakukan analisis data untuk pengujian hipotesis kemudian dilakukan pembahasan analisis data. Pembahasan hasil analisis data adalah sebagai berikut:
1. Pengaruh Penggunaan Metode STAD dan Ceramah Bervariasiterhadap Prestasi belajar
Hasil penelitian in menunjukkan bahwa “ada pengaruh penggunaan
metode pembelajaran (STAD) dan
ceramah bervariasi terhadap prestasi belajar sosiologi peserta didik IPS di SMA Negeri 2 Karanganyar Tahun Pelajaran 20112/2013” diterima karena berdasarkan perhitungan uji regresi diperoleh hasil R2 sebesar 0,187 atau 18,7% dengan F sebesar 7,353 dan signifikansi 0,002. Dengan ρ < 0,01 maka menunjukkan ada pengaruh yang sangat kuat terhadap prestasi belajar sosiologi peserta didik IPS di SMA Negeri 2 Karanganyar Tahun Pelajaran 20112/2013.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, penggunaan metode
pembelajaran (STAD) dan ceramah
bervariasisangat berpengaruh terhadap perolehan prestasi belajar peserta didik.
Pada dasarnya metode pembelajaran merupakan cara guru untuk menyampaikan materi pelajaran. Oleh karena itu, dengan menggunakan metode pembelajaran yang tepat guru mampu menciptakan kondisi kelas yang kondusif demi tercapainya tujuan pembelajaran. Semakin bervariasi metode pembelajaran yang digunakan guru maka peserta didik akan semakin tertarik untuk mengikuti setiap kegiatan belajar di kelas dengan aktif, sehingga peserta didik mampu meraih prestasi belajar yang maksimal.
2. Perbedaan Pengaruh Antara Penggunaan Metode STAD denganCeramah Bervariasi Terhadap Prestasi Belajar
Perbedaan prestasi belajar ini dilihat dari perolehan skor komposit dan kategorikal. Apabila perbedaan prestasi belajar sosiologi tesebut dilihat skor komposit maka diperoleh nilai t = 2,058 dan ρ = 0,041 dengan ρ < 0,05 maka menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara penggunaan metode (STAD) dengan ceramah bervariasi dilihat dari prestasi belajar yang terwujud dalam skor komposit. Selanjutnya Apabila perbedaan prestasi belajar sosiologi tesebut dilihat skor kategorikal
maka diperoleh nilai t = 2,907 dan ρ = 0,005dengan ρ < 0,01, maka menunjukkan ada perbedaan yang sangat signifikan antara penggunaan
metode (STAD) dengan ceramah
bervariasi dilihat dari prestasi belajar yang terwujud dalam skor kategorikal.
Selain itu perbedaan prestasi belajar juga terlihat dengan adanya perolehan nilai rata-rata kelas XI IPS 3 (metode STAD) sebagai kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas XI IPS 1 (metode ceramah bervariasi) sebagai kelas kontrol yaitu 20,448/19,758 (skor komposit) dan 7,588/6,848 (skor kategorikal).Dengan demikian maka hipotesis yang berbunyi “ada perbedaan pengaruh antara metode pembelajaran
(STAD) dengan ceramah bervariasi terhadap prestasi belajar sosiologi peserta didik IPS di SMA N 2 Karanganyar Tahun Pelajaran 2012/2013” diterima.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, terlihat bahwa metode
(STAD) dan ceramah bervariasi memberikan pengaruh yang berbeda terhadap prestasi peserta didik, baik dilihat dari skor komposit maupun skor kategorikal karena masing-masing metode tersebut memiliki karakteristik, kelebihan, maupun kekurangan masing-masing.
3. Perbedaan Rata-Rata Prestasi Belajar Peserta Didik yang Diajar Menggunakan Metode STAD dan Ceramah Bervariasi
Hasil penelitian ini menunjukkan penggunaan metode
(STAD) memberikan hasil rata-rata prestasi belajar peserta didik sebesar 21,118 (ditinjau dari skor komposit) dan 7,588 (ditinjau dari skor kategorikal skala 11).Sedangkan penggunaan metodeceramah bervariasi memberikan hasil rata-rata prestasi belajar peserta didik sebesar 19,758 (ditinjau dari skor komposit) dan 6,848 (ditinjau dari skor kategorikal skala 11).Dengan demikian dalam hal ini terdapat perbedaan perolehan rata- rata prestasi belajar peserta didik yang diajar menggunakan metode
(STAD) dengan ceramah bervariasi baik ditinjau dari skor komposit maupun skor kategorikal, di mana penggunaan metode (STAD) memberikan pengaruh lebih
besar terhadap prestasi belajar sosiologi daripada metode ceramah bervariasi.
Oleh karena itu hipotesis yang berbunyi “ada salah satu metode yang memberikan pengaruh lebih besar daripada metode lain terhadap prestasi belajar sosiologi peserta didik IPS di SMA N 2 Karanganyar Tahun Pelajaran 2012/2013” diterima.
Peserta didik yang diajar menggunakan metode
STAD mampu meraih prestasi belajar yang lebih tinggi daripada peserta didik yang diajar menggunakan metode ceramah bervariasi karena dengan menggunakan metode
(STAD) di dalam proses pembelajaran lebih efektif daripada menggunakan metode ceramah bervariasi. Hal ini disebabkan oleh adanya
kelebihan metode (STAD) yang tidak
dimiliki oleh metode ceramah bervariasi, yaitu berorientasi pada keaktifan siswa; dapat menciptakan interaksi positif antar siswa dan antara guru dengan siswa, sehingga iklim pembelajaran menjadi lebih kondusif; membantu meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa; memberikan kesempatan terhadap siswa untuk menemukan konsep sendiri dengan cara memecahkan masalah; serta memberikan kesempatan kepada siswa untuk menciptakan kreatifitas dalam melakukan komunikasi dengan teman sekelompoknya.
4. Besarnya Pengaruh Penggunaan Metode STAD dan Ceramah Bervariasi terhadap Prestasi Belajar
Hasil penelitian ini menunjukkan penggunaan metode
(STAD) dan ceramah bervariasi memberikan pengaruh terhadap prestasi belajar siswa ditinjau dari perolehan skor komposit sebesar 7,178% sedangkan penggunaan metode
(STAD) dan ceramah bervariasi memberikan pengaruh terhadap prestasi belajar siswa ditinjau dari perolehan skor kategorikal skala 11 sebesar 11,507%. Secara keseluruhan diyakini bahwa metode
(STAD) dan ceramah bervariasi memberikan pengaruh terhadap prestasi belajar sebesar 18,685% sehingga memberikan pengaruh
sangat berarti terhadap prestasi belajar sedangkan yang selebihnya sekitar 81,315% merupakan pengaruh dari variabel-variabel lain yang tidak diteliti oleh peneliti.Oleh karena itu, hipotesis yang berbunyi “metode pembelajaran STAD dan ceramah bervariasi memberikan besar pengaruh yang berarti terhadap prestasi belajar belajar sosiologi peserta didik IPS di SMA Negeri 2 Karanganyar Tahun Pelajaran 2012/2013” diterima.
Jadi 18,685% keberhasilan peserta didik dalam meraih prestasi belajar dipengaruhi oleh penggunaan metode pembelajaran.Selebihnya prestasi belajar dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang berasal dari dalam maupun luar diri peserta didik. Menurut Azwar (1999:185) faktor internal yang mempengaruhi prestasi belajar adalah: panca indera; kondisi fisik umum; minat; motivasi; kepribadian; bakat; dan intelegensi, sedangkan eksternal yang mempengaruhi prestasi belajar adalah: kondisi tempat belajar;
sarana dan perlengkapan belajar; materi pelajaran; kondisi lingkungan belajar;
dukungan sosial; dan pengaruh budaya. Dengan demikian demi tercapainya perolehan tingkat prestasi yang maksimal agar menghasilkan lulusan berkualitas maka guru perlu memperhatikan pemilihan metode pembelajaran dan faktor-faktor lainnya.