1 BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Mie instan merupakan produk makanan utama yang tidak sulit untuk ditemui, saat ini mie instan tidak ubahnya merupakan panganan pokok lain selain beras, jagung, ubi dan lain-lain. Mie instan sudah mengalami perkembangan hingga menjadi bahan makanan yang difavoritkan berkat kepraktisan dan inovasinya. Mie instan bisa dikonsumsi oleh siapapun dan sudah memiliki berbagai macam merek dan rasa yang diproduksi oleh beberapa pabrikan pembuatan mie instan.
Seiring berkembangnya teknologi dan inovasi yang diberikan masing- masing produsen, sekarang sudah banyak beredar berbagai macam mie instan baik kemasan cup, bowl, kemasan mini, maupun kemasan plastik pada umumnya. Beberapa merek mie istan terkenal yang beredar di pasaran indonesia antara lain : Supermie, Mie Sedaap, Mie Suksess, Mie Gaga 100, Nissin Mie, Pop Mie, Sarimi, dan masih banyak yang lainnya.
Salah satu perusahaan mie instan terkemuka di indonesia adalah PT Indofood CBP Sukses Makmur. Salah satu produk yang diproduksi oleh PT Indofood CBP Sukses Makmur adalah mie instan merek Indomie. Indomie diketahui menjadi satu-satunya brand Indonesia yang masuk ke dalam top 10 Global Brand 2017 versi Brand Footprint Kantar World Panel, lembaga riset dari WPP Group, jaringan agensi komunikasi dan marketing terkemuka di dunia.
Menurut riset yang dirilis Kantar Indonesia pada akhir Mei itu, Indomie menempati peringkat kedelapan merek yang paling sering dibeli oleh rumah tangga di seluruh dunia. Mie instan merek Indomie pertama kali diperkenalkan pada tahun 1982 melalui varian Indomie Rasa Kaldu Ayam, yang saat itu sesuai dengan selera lidah masyarakat Indonesia. Seiring berjalannya waktu, inovasi rasa Indomie pun berkembang dengan hadirnya berbagai macam varian rasa baru, yaitu varian rasa Ayam Bawang, varian Mie Goreng, varian Chatz Mie, varian Soto, varian Jumbo, varian My
2
Noodlez, varian Kuliner Indonesia, varian Real Meat, varian Premium Collection, varian Taste of Asia, serta varian yang terbaru adalah varian
HypeAbis,
Semakin bertambahnya kompetitor dibidang pembuatan mie instan, perusahaan pun berlomba merebut hati konsumen. Keputusan konsumen merupakan keputusan terencana yang mempertimbangkan berbagai macam aspek terkait keunggulan, keunikan dan ciri khas yang ditawarkan masing- masing produk. Dengan kondisi demikian, perusahaan harus mampu menggali informasi guna mendapatkan apa yang konsumen inginkan sehingga konsumen memilih untuk membeli produk mereka. Produk yang dipasarkan juga harus mampu bersaing dengan kualitas yang mampu diandalkan.
Menurut Schiffman dan Kanuk (2014), “keputusan pembelian didefinisikan sebagai sebuah pilihan dari dua atau lebih alternatif pilihan”.
Selain itu, menurut Tjiptono (2012), “faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian pelanggan adalah ikatan emosional yang terjalin antara pelanggan dan produsen setelah pelanggan menggunakan produk atau jasa tersebut memberi nilai tambah”.
Dalam proses pengambilan keputusan pembelian, bauran pemasaran memiliki peran yang sangat penting dalam tercapainya keputusan pembelian barang atau jasa yang ditawarkan pasar. Salah satu variabelnya adalah price atau harga. Setiap produk dan jasa yang beredar di pasaran pasti memiliki harga sebagai identitas, sama halnya dengan mie instan merek Indomie. Mie instan merek Indnomie tentunya memiliki harga yang berbeda sesuai varian yang ditawarkan.
Tabel 1. 1 Daftar Harga Mie Instan Merek Indomie Mei 2021
No Varian/Rasa Harga (Per Dus)
1 Indomie Goreng Jumbo Rp. 78.000
2 Indomie Goreng Jumbo Ayam Panggang Rp. 78.000 3 Indomie Mi Keriting Goreng Spesial Rp. 81.700
3
No Varian/Rasa Harga (Per Dus)
4 Indomie Mi Keriting Ayam Panggang Rp. 81.700 5 Indomie Salted Egg (1 karton isi 20) Rp. 85.000
6 Indomie Kuah Kaldu Ayam Rp. 93.200
7 Indomie Kuah Ayam Bawang Rp. 96.000
8 Indomie Goreng Sambal Matah Rp. 100.000
9 Indomie Goreng Spesial Rp. 100.000
10 Indomie Goreng Dendeng Balado RP. 100.500
11 Indomie Goreng Rendang Rp. 100.500
12 Indomie Goreng Smbal Rica-Rica RP. 102.000 13 Indomie Real Meat Ayam Jamur Rp. 102.200 14 Indomie Real Meat Ayam Lada Rp. 102.200
15 Indomie Kuah Soto Mie Rp. 102.900
16 Indomie Kuah Soto Special Rp. 102.900
17 Indomie HypeAbis Rasa Seblak Hot Jeletot Rp. 102.900
18 Indomie Kuah Soto Lamongan Rp. 104.000
19 Indomie Goreng Aceh Rp. 108.900
20 Indomie Goreng Iga Penyet Rp. 108.900
21 Indomie Kuah Ayam Special Rp. 113.000
22 Indomie Kuah Kari Ayam Rp. 120.500
Sumber : https://harga.co.id
Menurut Andi (2015:128) Harga merupakan faktor primer yang bisa mempengaruhi pilihan pembeli, harga memegang peranan krusial dalam menentukan pembelian konsumen, untuk itu sebelum menetapkan harga sebaiknya perusahaan melihat beberapa harga acuan untuk suatu produk yang dinilai relatif tinggi penjualannya.
Harga adalah elemen bauran pemasaran yang dapat menghasilkan pendapatan melalui penjualan. Oleh karena itu, perusahaan harus dapat menetapkan harga produknya dengan baik dan tepat sehingga konsumen tertarik dan mau membeli produk yang ditawarkan agar perusahaan
4
mendapatkan keuntungan. Apabila harga yang ditawarkan terlalu tinggi dan tidak sebanding dengan nilai manfaat yang diterima konsumen, maka konsumen akaan memilih membeli produk lain yang memiliki harga yang sebanding dengan nilai manfaat yang diterima.
Faktor berikutnya yang juga mempengaruhi keputusan pembelian yaitu citra merek. Menurut Schiffman dan Kanuk (2007), Citra merek adalah sekumpulan asosiasi mengenai suatu merek yang tersimpan dalam benak atau ingatan konsumen. Citra adalah cara masyarakat menganggap merek secara aktual. Agar citra merek dapat tertanam di fikiran konsumen, maka pemasar hendaknya membuat simbol, logo, dan nama yang semenarik mungkin sehingga mudah diingat. Selain itu, merek dapat dikenal pula melalui pesan dan cara dimana produk dikemas dan disajikan kepada para konsumen yang disebut trade dress.
Komunikasi yang intensif, suatu bentuk produk khusus dapat menarik perhatian dan mudah dikenali oleh konsumen. Bagi perusahaan citra berarti persepsi masyarakat terhadap jati diri perusahaan. Persepsi ini didasarkan pada apa yang masyarakat ketahui atau kira tentang perusahaan yang bersangkutan. Reputasi merek yang baik akan semakin mempengaruhi konsumen untuk melakukan keputusan pembelian.
Tabel 1. 2 Brand Indeks produk Mie Instan periode 2015-2020
Merek 2015 2016 2017 2018 2019 2020
Indomie 79.9% 78.7% 80.0% 77.8% 71.7% 70.5%
Sarimie 2.2% 3.6% 3.4% 4.4% 3.7% 3.8%
Sedaap 15.9% 12.5% 10.8% 10.2% 17.6% 16.0%
Supermie 2.7% 3.3% 3.2% 4.1% 3.3% 2.3%
Sumber : https://www.topbrand-award.com
Faktor lain yang juga berpengaruh terhadap kepusan pembelian yaitu desain produk. Desain produk merupakan sebuah konsep ide-ide yang efektif dan efisien yang mampu mempengaruhi tampilan, fungsi, dan cita rasa sesuai yang dibutuhkan pasar. Pengertian desain produk menurut Ulrich & Eppinger
5
(2008: 190) adalah layanan profesional dalam membangun serta mengembangkan konsep dan spesifikasi yang mengoptimalkan fungsi, nilai, serta tampilan produk ke dalam sistem sehingga produk lebih menguntungkan bagi pembeli dan penjual.
Desain kemasan Indomie yang diedarkan di Indonesia memiliki warna yang bergam sesuai dengan varian rasa masing-masing. Logo Indomie berbentuk sebendera yang berkibar yang merupakan gabungan 3 warna utama yaitu merah pada bagian atas, kuning bagian tengah, dan hijau pada bagian bawah beserta tulisan Indomie berwarna biru yang mendominasi bagian warna merah. dan tulisan Mie Instan pada bagian warna hijau. Foto dari mie instan hampir medominasi seluruh bagian kemasan, dengan teknik fotografi yang menampilkan mie instan dengan tambahan telur mata sapi, kacang polong, irisan cabai pada mie intant indomie variasi Mie Goreng.
Mie varian Soto umumnya menampilkan Mie Instan yang dihidangkan dengan potongan telur rebus, irisan jeruk nipis dan irisan tomat. Berbeda lagi dengan Mie kuah varian Ayam yang ditampilkan dengan tambahan paha ayam, irisan jamur, potongan telur rebus dan lain-lain. Posisi layout dengan desain horizontal yang terdapat pada produk Indomie varian Mie Goreng yang diluncurkan sekitar tahun 80-an merupakan pelopor layout serupa yang ada pada produk-produk kompetitor yang dipasarkan sekarang ini.
Perihal desain produk, inilah salah satu faktor yang harus diperhatikan secara serius oleh produsen, karena konsumen juga mulai kritis terhadap desain produk yang mampu memenuhi kebutuhan dan permintaan konsumen.
Desain produk selalu berkembang seiring berkembangnya jaman kehidupan masyarakat yang berubah dinamis. Oleh karena itu, produsen harus senantiasa memikirkan Desain produk yang sesuai dengan selera jaman sehingga mampu menarik minat konsumen untuk membeli.
Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pelita Bangsa yang pernah mengkonsumsi mie Instan merek Indomie pada keseharian mereka. Beberapa faktor yang diteliti yang mempengaruhi keputusan pembelian meliputi : 1) Harga, yaitu jumlah harga
6
yang ditetapkan kepada konsumen untuk dapat menikmati produk mie instan merek Indomie. 2) Citra merek, yaitu penggambaran atau asumsi yang dilakukan oleh konsumen terhadap mie instan merek Indomie. 3) Desain Produk, yaitu penilaian konsumen yang didasarkan pada rasa puas mengenai varian dan kemasan pada mie instan merek Indomie.
Dengan penelitian yang dilakukan pada Mahasiswa Pelita Bangsa yang berdomisili di Cikarang dan sekitarnya yang merupakan area kawasan industri, peran mie instan sangat berpengaruh terhadap para pekerja untuk mempersingkat waktu pembuatan makanan. Kepraktisan yang ditawarkan mie instan sangat diandalkan ketika sedang malas membuat sarapan ataupun pada kondisi tanggal tua. Dari latar belakang yang telah dijabarkan, maka penulis tertarik untuk mengangkat tema dengan judul “ Analisis Pengaruh Harga, Citra Merek, dan Desain Produk Terhadap Keputusan Pembelian Mie Instan Merek Indomie di Cikarang (Studi Kasus Mahasiswa Pelita Bangsa)’.
1.2 Rumusan Masalah
Produk dapat mendatangkan manfaat dan nilai terhadap konsumen.
Keputusan pembelian yang dilakukan oleh konsumen merupakan pertimbangan terencana yang mempertimbangkan keunggulan pada masing- masing produk yang dipasarkan. Dalam upaya peningkatan nilai pembelian, oleh karena itu dibutuhkan kemampuan untuk meningkatkan strategi dalam program marketing, baik itu dalam penciptaan tagline pada varian baru maupun ide kemasan yang harus selalu berkembang.
Beberapa penelitian terdahulu yang ditujukan ke konsumen, diketahui citra merek dan desain produk berpengaruh besar terhadap keputusan pembelian pada suatu produk. Selain itu harga juga berpengaruh cukup signifikan terhadap proses pengambilan keputusan pembelian suatu produk.
Oleh sebab itu penulis semakin berkeinginan untuk medalami apa yang dilakukan pada penelitian sebelumnya.
7
Penelitian ini terdapat empat variabel yaitu harga, citra merek, desain produk, dan keputusan pembelian. Penelitian ini dilakukan secara menyeluruh kepada konsumen mie instan dengan cakupan sampel penelitian berada pada lingkup area kampus Universitas Pelita Bangsa.
Rumusan masalah yang diuraikan diatas, maka mampu ditarik pernyataan payung sebagai berikut : Apakah variabel harga, citra merek, dan desain produk dapat berpengaruh signifikan terhadap variabel keputusan pembelian?
Dari pernyataan payung tersebut, maka dapat ditarik rumusan masalah sebagai berikut :
1. Adakah pengaruh yang signifikan pada variabel harga terhadap variable keputusan pembelian mie instan merek Indomie?
2. Adakah pengaruh yang signifikan pada variabel citra merek terhadap variabel keputusan pembelian mie instan merek Indomie?
3. Adakah pengaruh yang signifikan pada variabel desain produk terhadap variabel keputusan pembelian mie instan merek Indomie?
4. Adakah pengaruh yang signifikan pada variabel harga, citra merek, dan desain produk terhadap variabel keputusan pembelian mie instan merek Indomie?
1.3 Tujuan Penelitian
Penelitian yang dilakukan penulis memiliki tujuan sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui pengaruh harga terhadap keputusan pembelian mie instan merek Indomie di Cikarang
2. Untuk mengetahui pengaruh citra merek terhadap keputusan pembelian mie instan merek Indomie di Cikarang
3. Untuk mengetahui pengaruh desain produk terhadap keputusan pembelian mie instan merek Indomie di Cikarang
4. Untuk mengetahui pengaruh secara bersama-sama harga, citra merek, dan desain produk terhadap keputusan pembelian mie instan merek Indomie di Cikarang.
8 1.4 Manfaat Penelitian
1. Bagi penulis, penelitian ini sebagai syarat menyelesaikan pendidikan Strata 1, selain itu penelitian ini sebagai tambahan pengetahuan dari dunia praktisi sekaligus malihat kecocokan fakta yang terjadi di lapangan dengan ilmu yang didapatkan di dunia perkuliahan.
2. Hasil penelitian penulis diharapkan mampu menambah ilmu dan informasi bagi pembaca sekaligus sebagai referensi acuan pada penelitian berikutnya.
1.5 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan skripsi yang dibuat oleh penulis sesuai pada aturan yang ditetapkan oleh Program Studi Manajemen Universitas Pelita Bangsa, yang secara umum penelitian ini akan dimuat dalam 5 bab, yaitu : BAB I : Pendahuluan
Memuat uraian mengenai latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penulisan.
BAB II : Tinjauan Pustaka
Memuat uraian mengenai landasan teori yang mendukung penelitian, seperti pengertian harga, citra merek, dan desain produk. Dilanjutkan dengan penjelasan mengenai penelitian terdahulu yang relevan, dan kemudian penjelasan mengenai hipotesis dan variabel.
BAB III : Metode Penelitian
Memuat uraian mengenai jenis penelitian, lokasi penelitian, judul penelitian, kerangka konsep meliputi desain penelitian dan definisi operasional variabel penelitian. Berikutnya membahas tentang populasi dan penelitian sampel, metode pengumpulan data dan metode analisa databerikut pengolahan data dan instrumen penguji penelitian.
9
BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN BAHASAN
Berisi uraian tentang hasil analisis data yang meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, uji regresi berganda, deskripsi dan hasil tanggapan responden, serta interpretasi data BAB V : PENUTUP
Berisi kesimpulan hasil penelitian, saran bagi perusahaan terkait, dan saran penelitian untuk yang akan datang.