• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PEMBAHASAN. tidak spesifik; b. Limbah B3 dari B3 kadaluarsa, B3 yang tumpah, B3

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB V PEMBAHASAN. tidak spesifik; b. Limbah B3 dari B3 kadaluarsa, B3 yang tumpah, B3"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

commit to user 48 BAB V PEMBAHASAN

A. Penetapan Limbah B3 1. Identifikasi Limbah B3

Limbah B3 di PT DIC Astra Chemicals Jakarta Timur berasal dari berbagai departemen yang ada di perusahaan. Penetapan atau identifikasi limbah B3 di PT DIC Astra Chemical sudah dikelompok menjadi limbah B3 sumber spesifik, limbah B3 sumber tidak spesifik, dan limbah B3 dari sumber lain. Hal ini, sudah sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Pasal 3 ayat (3) yang berbunyi bahwa “Limbah B3 sebagaimana yang dimaksud pada ayat (2) berdasarkan sumbernya terdiri atas : a. Limbah B3 dari sumber tidak spesifik; b. Limbah B3 dari B3 kadaluarsa, B3 yang tumpah, B3 yang tidak memenuhi spesifikasi produk yang akan dibuang, dan bekas kemasan B3; dan c. Limbah B3 dari sumber Spesifik. Di PT DIC Astra Chemical limbah B3 juga sudah mengidentifikasi limbah B3 berdasarkan karakteristik sifatnya yang berupa mudah meledak (explosive), mudah teroksidasi (oxidizing), mudah menyala (flammable), mengandung racun (toxic), berbahaya (harmful) bersifat korosif (corrosive) menyebabkan iritasi (irritant) dan berbahaya bagi lingkungan (dangerous to the environment), atau menimbulkan gejala- gejala kesehatan seperti karsinogenik, mutagenic, dan lain sebagainya.

(2)

Di PT DIC Astra Chemicals juga sudah mengidenfikasi limbah B3 menurut karakteristik sifat limbah B3. Hal ini sudah sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 101 Tahun 2014 Pasal 5 ayat (2) yang berbunyi limbah B yang dimaksud pada ayat (1) meliputi : a. Mudah meledak; b. Mudah menyala; c. Reaktif; d.

Infeksius; e. Korosif; dan/atau f. Beracun.

2. Perijinan Pengelolaan Limbah B3

Pengelolaan limbah B3 di PT DIC Astra Chemicals berupa kegiatan penyimpanan sementara. Tempat penyimpanan sementara di PT DIC Astra Chemicals sudah mendapat izin dari Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi DKI Jakarta Nomor : 34/K.5.1/31/-1.774.15/2017 Tentang Izin Penyimpanan Sementara Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun (B3). Hal ini sudah sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 101 tahun 2014 pasal 12 ayat (3) yang berbunyi “Untuk dapat melakukan penyimpanan limbah B3, setiap orang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib memiliki izin pengelolaan limbah B3 untuk kegiatan penyimpanan limbah B3”.

B. Pengelolaan Limbah B3

Proses pengelolaan limbah B3 di PT DIC Astra Chemicals sebagai berikut:

(3)

commit to user 1. Reduksi

Untuk program reduksi atau pengurangan limbah B3 di PT DIC Astra Chemicals belum menerapkan program untuk mereduksi limbah B3. Hal ini belum sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 101 tahun 2014 pasal 10 ayat 1 yang berbunyi “Setiap orang yang menghasilkan limbah B3 wajib melakukan kegiatan pengurangan (reduksi) limbah B3”.

2. Pengemasan Limbah B3

Kemasan limbah B3 di PT DIC Astra Chemicals dalam kondisi baik, bebas karat, tidak rusak, dan tidak bocor. Kemasan yang digunakan untuk mengemas limbah B3 ialah jumbo bag 1000 kg, drum 200 liter, drum besi dan kantong-kantong plastik. Kemasan limbah B3 sudah disesuaikan karakteristik dan sifatnya. Hal ini sudah sesuai dengan Keputusan Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Nomor KEP-01/BAPEDAL/09/1995 tentang Tata Cara Dan Persyaratan Teknis Penyimpanan Dan pengumpulan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun yang pada lampirannya mencantumtan syarat-syarat pengemasan limbah B3, syarat-syarat tersebut ialah :

1) Kemasan untuk limbah B3 harus dalam kondisi baik, tidak rusak, dan bebas dari pengkaratan serta kebocoran.

2) Bentuk, ukuran dan bahan kemasan limbah B3 disesuaikan

(4)

dengan karakteristik limbah B3 yang akan dikemasnya dengan mempertimbangkan segi keamanan dan kemudahan dalam penanganannya.

3) Kemasan dapat terbuat dari bahan plastik (HDPE, PP atau PVC) atau bahan logam (teflon, baja karbon, SS304, SS316 atau SS440) dengan syarat bahan kemasan yang dipergunakan tersebut tidak bereaksi dengan limbah B3 yang disimpannya.

3. Pemasangan Simbol dan Label B3

Simbol B3 di PT DIC Astra Chemicals berbentuk bujur sangkar dengan dasar putih dan garis tepi berwarna merah. Bahan simbol B3 terbuat dari bahan yang kedap air dan menempel dengan baik pada kemasan. Pemasangan simbol sudah sesuai dengan karakteristik bahan yang ada pada kemasan dan simbol terpasang pada bagian yang tidak terhalang oleh kemasan lain. Hal ini sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2013 Tentang simbol dan Label Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun. Namun, pada kemasan kosong yang telah dicuci dan yang akan digunakan kembali belum diberi label “KOSONG” Hal ini belum sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2013 Tentang simbol dan Label Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun yang mengharuskan untuk wadah B3 yang kosong diberi label “KOSONG”.

(5)

commit to user

Label B3 merupakan setiap keterangan mengenai limbah B3 yang berbentuk tulisan yang berisi informasi penghasil, alamat penghasil, waktu pengemasan, jumlah dan karakteristik limbah B3.

Untuk label B3 di PT DIC Astra Chemicals sudah mencantumkan beberapa informasi diantaranya penghasil, alamat, telepon, nomor penghasil, kode Limbah, jenis limbah, jumlah limbah serta sifat limbah. Hal ini sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2013 Tentang simbol dan Label Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun.

4. Penyimpanan Limbah Sementara

1) Bangunan Tempat Penyimpanan Sementara Limbah B3

Tempat penyimpanan sementara limbah B3 di PT DIC Astra Chemicals berukuran 8,00 m x 6,00m x 4,13 m. Atap bangunan berbahan asbes yang merupakan bahan yang tidak mudah terbakar dan dapat melindungi dari masuknya air hujan baik secara langsung maupun tidak langsung. Dinding bangunan terbuat dari bahan fiber glass, memiliki penerangan yang cukup dengan penerangan alami dan penerangan buatan dengan 2 lampu TL didalam tempat penyimpanan sementara serta memiliki ventilasi yang cukup. Lantai terbuat dari bahan yang kedap air, tidak bergelombang dan melandai mengarah ke kontrol PIT. Pada dibagian depan tempat penyimpanan sementara limbah B3 terdapat simbol jelas yang menunjukkan

(6)

bahwa bangunan tersebut merupakan tempat penyimpanan sementara limbah B3. Bangunan penyimpanan limbah sementara di PT DIC Astra Chemicals sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 30 Tahun 2009 tentang Tata Laksana Perizinan Dan Pengawasan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun Serta Pengawasan Pemulihan Akibat Pencemaran Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Oleh Pemerintah Daerah yang didalam lampirannya mencantumkan persyaratan bangunan tempat penyimpanan sementara limbah B3. Persyaratan tersebut ialah :

1) Memiliki rancang bangunan dan luas ruang penyimpanan yang sesuai dengan jenis, karakteristik dan jumlah limbah B3 yang disimpan.

2) Bangunan beratap dari bahan yang tidak mudah terbakar, dan memiliki ventilasi udara yang memadai.

3) Terlindung dari masuknya air hujan baik secara langsung maupun tidak langsung.

4) Memiliki sistem penerangan (lampu/cahaya matahari) yang memadai.

5) Lantai harus kedap air, tidak bergelombang, kuat dan tidak retak.

6) Bangunan dilengkapi dengan simbol.

7) Dilengkapi dengan penangkal petir jika perlu.

(7)

commit to user

Di tempat penyimpanan sementara limbah B3 di PT DIC Astra Chemicals tidak dilengkapi dengan penyalur petir. Hal ini dikarenakan tempat penyimpanan sementara limbah B3 tingginya tidak melebihi bangunan disekitarnya.

Untuk fasilitas yang ada di tempat penyimpanan limbah sementara di PT DIC Astra Chemicals hanya dilengkapi dengan APAR dan kotak P3K namun isi dari kotak P3K di PT DIC Astra Chemicals kosong. Hal ini tidak sesuai dengan Keputusan Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan No. KEP-01/BAPEDAL/09/1995 tentang Tata Cara Dan Persyaratan Teknis Penyimpanan Dan Pengumpulan Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun yang mengharuskan di tempat penyimpanan sementara limbah B3 harus dilengkapi dengan sarana pendukung seperti peralatan dan sistem pemadam kebakaran, pagar pengaman, eye wash, kotak P3K, peralatan komunikasi dan alarm kebakaran.

2) Penyimpanan sementara limbah B3

Karena tidak dapat mengolah limbah B3 sendiri, PT DIC Astra Chemicals hanya melakukan pengelolaan limbah B3 dengan cara penyimpanan sementara limbah diarea khusus B3.

Menurut Keputusan Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Nomor : KEP-01/BAPEDAL/09/1995 tentang Tata Cara dan Persyaratan dan Pengumpulan Limbah Bahan

(8)

Berbahaya dan Beracun. Untuk penyimpanan limbah di tempat penyimpanan sementara di PT DIC Astra Chemicals kurang dari 90 hari sudah diangkut ke pengolahan selanjutnya atau pihak ketiga. Hal ini sudah sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 101 tahun 2014 Pasal 28 (b) yamg berbunyi “melakukan penyimpanan limbah B3 paling lama : 1.

90 (sembilan puluh) hari sejak limbah B3 dihasilkan, untuk limbah B3 yang dihasilkan sebesar 50 Kg (lima puluh kilogram) perhari atau lebih”.

5. Pengumpulan Limbah B3

Untuk pengumpulan limbah B3 di PT DIC Astra Chemicals bersifat Intern, sehingga limbah B3 yang dihasilkan dikumpulkan ke tempat penyimpanan sementara untuk selanjutnya diolah oleh pihak ketiga. Hal ini sudah sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 18 tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah Bebahaya dan Beracun. Dan Peraturan Pemerintah Nomor 85 tahun 1999 yang selama ini mengaruskan penghasil limbah yang bila tidak memenuhi syarat sebagai pengolahan dan penimbungan maka harus diserahkan pada pihak lain yang telah diakui oleh pemerintah.

6. Pengangkutan Limbah

Perusahaan mempunyai prosedur bahwa setiap pengangkut limbah B3 dari tempat penyimpanan sementara limbah B3 di PT

(9)

commit to user

DIC Astra Chemicals wajib disertai dengan dokumen B3 dan memiliki izin operasi dari Departemen Perhubungan. PT DIC Astra Chemicals bekerja sama dengan PT Aneka Karya Lestari dan PT Prasadha Pamunah Limbah Industri sebagai transporter pengangkut limbah B3. PT Aneka Karya Lestari sudah mempunyai izin dari Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat sebagai penyelenggaraan angkutan barang khusus untuk mengangkut barang berbahaya dan sudah mendapat izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia sebagai pengelola limbah Bahan Berbahaya dan Beracu (B3) untuk kegiatan pengumpulan limbah B3. Sedangkan untuk PT Prasada Pamunah Limbah Industri (PPLI) sudah mendapat izin dari Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup (BAPEDAL) sebagai transporter dan pemanfaatan limbah B3 selain itu juga mendapat izin dari Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia sebagai penyimpan dan pengumpul limbah B3. Hal ini sudah sesuai dengan Peraturan Pemerintah 101 tahun 2014 pasal 48 pasal ayat (1) dan (2) yang berbunyi :

(1) Pengangkutan Limbah B3 wajib memiliki : a. Rekomendasi Pengangkutan Limbah B3; dan

b. Izin pengelolaan limbah B3 untuk kegiatan pengangkutan limbah B3.

(10)

(2) Rekomendasi pengangkutan limbah B3 sebagaimana dimaksut pada ayat (1) huruf a menjadi dasar diterbitkannya izin pengelolaan limbah B3 untuk kegiatan pengangkutan limbah B3.

Dalam proses pengangkutan terdapat dokumen yang harus disimpan yaitu manifest limbah B3 sebagai bukti bahwa limbah B3 benar-benar sudah diangkat oleh pihak ketiga. Dokumen ini berisi jumlah alat angkut, sumber limbah B3, nama dan karakteristik limbah B3. Hal ini sudah sesuai dengan Peraturan Pemerintah No.

101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Berbahaya dan Beracun (B3) pasal 48 (3) poin e yang menyatakan bahwa : Dokumen pengangkutan limbah B3 memuat jenis dan jumlah alat angkut, sumber, nama dan karakteristik limbah dan prosedur penanganan limbah.

7. Pemanfaatan Limbah B3

Dalam kegiatan yang dilakukan di PT DIC Astra Chemicals limbah B3 diserahkan pada pihak ketiga untuk dimanfaatkan. PT DIC Astra Chemicals bekerja sama dengan Prasada Pamunah Limbah Industri (PPLI) sebagai pihak ketiga. PT PPLI selain menjadi pengangkut juga sebagai pemanfaat limbah B3 dan sudah mendapatkan izin dari BAPEDAL untuk kegiatan melakukan Landfill, stabilisasi, dan penggunaan B3 sebagai bahan Tanur Semen untuk PT Semen Cibinong. Hal ini sudah sesuai dengan

(11)

commit to user

Peraturan Pemerintah No. 101 Tahun 2014 pasal 1 ayat 22 yang berbunyi “ Pemanfatan limbah B3 adalah kegiatan penggunaan kembali limbah B3 menjadi produk yang dapat dugunakan sebagai produk subsitusi bahan baku, bahan penolong/atau bahan bakar yang aman bagi kesehatan manusia dan lingkungan hidup.”

8. Rekapitulasi Data Limbah B3

Untuk mempermudah Proses pelaporan limbah B3 maka penanggung jawab tempat penyimpanan sementara limbah B3 harus mencatat dan mengisi setiap limbah B3 yang keluar dan masuk di tempak penyimpanan sementara dengan cara mengisi logbook yang disediakan pada saat serah terima limbah B3 yang

keluar dan masuk tempat penyimpanan sementara limbah B3.

Didalam logbook terdapat informasi berupa jenis limbah B3, karateristik limbah B3, jumlah dan waktu limbah B3 keluar masuk TPS. Hal ini juga sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 101 Tahun 2014 pasal 26 poin b yang berbunyi “ melakukan pencatatan nama dan jumlah limbah B3”.

9. Reporting Limbah

Pelaporan data tentang limbah B3 dilakukan oleh pihak EHS kepihak intern perusahaan dan eksternal perusahaan. PT DIC Astra Chemicals melaporkan ke pihak internal pada saat Rapat Manajemen Review (MR) serta pihak ekstenal kepada Kementerian Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI

(12)

commit to user

Jakarta, dan Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur.

Pencatatan limbah B3 ini dipergunakan untuk inventaris jumlah limbah yang dihasilkan dan sebagai bahan evaluasi dalam rangka penetapan kebijakan dalam pengelolaan limbah B3. Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 101 Tahun 2014 pasal 28 ayat (2) yang berbunyi “pelaporan penyimpanan limbah B3 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c paling sedikit memuat:

a. Sumber, nama, jumlah dan karakteristik Limbah B3;

b. Pelaksanaan penyimpanan Limbah B3; dan

c. Pemanfaatan limbah B3, pengolahan limbah B3, dan/atau penimbunan limbah B3 yang dilakukan sendiri oleh pemegang izin dan/atau penyerahan limbah B3 kepada pengumpul limbah B3, pemanfaatan limbah B3, pengolah limbah B3, dan/atau penimbunan limbah B3. Di DIC Astra chemicals pelaporan limbah B3 dibuat 3 bulan sekali atau laporan triwulanan. Hal sudah sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2014 pasal 28 ayat (3) berbunyi “laporan penyimpanan limbah B3 sebagaimana yang dimaksud pada ayat (2) disampaikan kepada bupati/walikota dan ditembuskan kepada Menteri paling sedikit 1 kali dalam 3 bulan sejak izin diterbitakan.

(13)

commit to user C. Sistem Tanggap Darurat Terhadap B3

PT DIC Astra Chemicals sudah memiliki sistem tanggap darurat yang berupa perencanaan keadaan darurat dengan mengidentifikasi potensi keadaan darurat yang dapat ditimbulkan oleh limbah B3, pembuatan SOP bila terjadi keadaan darurat yang ditimbulkan limbah B3, dilakukannya simuliasi keadaan darurat terhadap limbah B3 yang dilakukan setiap satu kali dalam satu tahun dan disediakan fasilitas APK. Hal ini sudah sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 101 tahun 2014 BAB XIV pasal 217 yang berbunyi “setiap orang yang yang menghasilkan limbah B3, pengumpul limbah B3, pemanfaat limbah B3, pengangkut imbah B3, pengolah limbah B3, dan/atau penimbun limbah B3 wajib memiliki sistem tanggap darurat. Namun untuk peralatan atau fasilitas penanggulangan keadaan darurat belum sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2014 pasal 17 yang mengharuskan disediakan APAR yang mempunyai keadaan baik dan tidak expired serta adanya perlengkapan emergency seperti fire alarm.

Referensi

Dokumen terkait

Pengolahan secara termal dilakukan oleh Penghasil Limbah B3 yang memiliki Izin Pengelolaan Limbah B3 untuk kegiatan Pengolahan Limbah B3; atau Pengolah Limbah B3

(2) Bila limbah B3 yang dihasilkan kurang dari 50 (lima puluh) kilogram per hari, penghasil limbah B3 dapat menyimpan limbah B3 yang dihasilkannya lebih dari

Yang dimaksud dengan “pencampuran Limbah B3” adalah pencampuran Limbah B3 dengan media lingkungan, bahan, Limbah, dan/atau Limbah B3 lainnya, termasuk pengenceran dengan

(2) Apabila pengolahan limbah B3 dilakukan oleh penghasil limbah B3 di lokasi kegiatan utamanya, maka hanya rencana pengelolaan lingkungan dan rencana pemantauan lingkungan

Menetapkan Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup Pengawasan dapat mendelegasikan kewenangannya dalam melakukan pengawasan kepada pejabat/instansi teknis yang bertanggung jawab

Dalam pengawasan pengelolaan limbah B3, pengawas tidak hanya cukup melihat data manifes limbah B3 dari pihak penghasil limbah saja tetapi juga harus mencocokan keakuratan

 Setiap Orang yang menghasilkan Limbah B3 dilarang melakukan Pemanfaatan Limbah B3 terhadap Limbah B3 dari sumber spesifik dan sumber tidak spesifik yang

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi yang