KEMENTERIAN DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA
EVALUASI PROGRAM
PELAKSANAAN TAHUN 2021
DIREKTORAT POLITIK DALAM NEGERI
Drs. SYARMADANI, M.Si
DIREKTUR POLDAGRI
JAKARTA, 12 JULI 2021
CAPAIAN PELAKSANAAN PROGRAM KEGIATAN
T.A. 2021 SUBDIT IMPLEMENTASI KEBIJAKAN POLITIK
KEGIATAN DIALOG TENTANG REFEKSI DAN PROYEKSI DINAMIKA POLITIK TAHUN 2020 S.D. 2021
Pelaksanaan kegiatan dialog tentang refeksi dan proyeksi dinamika politik tahun 2020 s.d. 2021 telah dilaksanakan pada bulan April 2021 bertempat di Jakarta. Kegiatan dialog melibatkan peneliti, ahli dan pakar politik yang berasal dari LIPI, LSM Lingkar Madani, Peneliti Sindikasi Pemilu dan Demokrasi, KPU Pusat serta pejabat di lingkungan Direktorat Politik Dalam Negeri, Ditjen Polpum Kemendagri.
•Kegiatan Dialog Tentang Refeksi Dan Proyeksi Dinamika Politik Tahun 2020 S.D. 2021 menghasilkan kesimpulan antara lain :
•Perlunya komitmen dari pemerintah untuk membuka dialog dan mengembangkan demokrasi liberatif dengan lebih banyak lagi mengajak berbagai kalangan untuk terlibat untuk menekan kebijakan yang elitis dan pro-oligark
•Perlu meluaskan semangat freedom of speech
•memfasilitasi eksistensi dan performa lembaga-lembaga demokrasi khususnya partai politik hingga dapat memainkan peran maksimal dalam mengawal kualitas kehidupan demokrasi, termasuk dalam soal ideologisasi, kaderisasi dan kemandirian finansial partai
•Mempertimbangkan kembali aturan-aturan dalam kehidupan politik yang berpotensi memberikan celah praktik oligarki, biaya politik tinggi, polarisasi politik masyarakat dan terhambatnya keberagaman aspirasi masyarakat serta kedaulatan rakyat
•menjadikan masyarakat sebagai salah satu sentral pembuatan kebijakan yang utama dengan pelibatan yang lebih komprehensif, terutama dalam proses pembuatan kebijakan
A.
B. KEGIATAN SELEKSI PENYELENGGARA PEMILU
(SELEKSI CALON ANGGOTA KPU RI & BAWASLU RI PERIODE TAHUN 2022 – 2027)
LANJUTAN...
DASAR HUKUM SELEKSI CALON ANGGOTA KPU RI dan BAWASLU RI;
•Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum
•Pasal 22 ayat 8 berbunyi ”Pembentukan tim seleksi ditetapkan dengan keputusan Presiden dalam waktu paling lama 6 bulan sebelum berakhirnya masa keanggotaan KPU dan Bawaslu” (masa keanggotaan KPU RI & Bawaslu RI periode Tahun 2017 -2022 berakhir pada tanggal 12 April 2022)
•Pasal 22 ayat 1 berbunyi “Presiden membentuk keanggotaan tim seleksi yang berjumlah paling banyak 11 orang anggota dengan memperhatikan keterwakilan perempuan paling sedikit 30%
•Tim seleksi sebagaimana dimaksud pada pasal 22 ayat 3 terdiri atas : a.Tiga orang unsur pemerintah
b.Empat orang unsur akademisi
c.Empat orang unsur masyarakat Ditjen Polpum, telah menyampaikan usulan nama-nama
calon Tim Seleksi kepada Mendagri, untuk selanjutnya
diserahkan kepada presiden dan ditetapkan dalam
putusan presiden
TAHAPAN
SELEKSI CALON ANGGOTA KPU DAN BAWASLU
1 2 3 4
5
6 7
PENDAFTARA
N
Pengumuman melalui media massa nasionalPENERIMAAN
PENDAFTARAN
pemanfaatan teknologi informasi, Saat ini sedang dipersiapkan metode daring (online) berbasis web untuk pendaftaran bakal calon anggota KPU & BawasluSELEKSI
ADMINISTRASI
•Pengumpulan berkas•Administrasi calon anggota
TES
TERTULIS
PENGETAHUAN DAN KESETIAAN PANCASILA, UUD 1945, BHINNEKA TUNGGAL IKA SERTA PEMILU,KETATANEGARAAN DAN KEPARTAIAN
TES
PSIKOLOGI
UNTUK MENGUKUR INTELEGENSI, SIKAP KERJA DAN KEPRIBADIANTES
KESEHATA
N
PENGUJIAN KESEHATAN ORGAN-ORGAN DALAMTES
WAWANCARA
MATERI PENYELENGGARAAN PEMILU DAN KLARIFIKASI TANGGAPAN DAN MASUKAN MASYARAKAT: 14 ORANG
: 10 ORANG
PRESIDEN DPR
PRESIDEN
MENGAJUKAN KE DPR
DPR MENYAMPAIKAN NAMA - NAMA TERPILIH KEPADA
PRESIDEN
PRESIDEN MELANTIK NAMA-NAMA TERPILIH
1.
2.
3.
TAHAPAN AKHIR
: 7 ORANG
: 5 ORANG
1.
2.
3.
1.
Lanjutan Seleksi Anggota Kpu & Bawaslu RI T.A. 2022 meliputi ,Tes Psikologi, tes Kesehatan, tes wawancara dengan materi Penyelenggaraan Pemilu dan melakukan klarifikasi atas tanggapan dan masukan masyarakat, serta menetapkan 14 nama calon anggota KPU &10 nama calon Bawaslu KEMUDIAN diserahkan kepada Presiden
2.
Kampanye Publik Iklan Layanan masyarakat untuk meningkatkan Gerakan Partisipasi Masyarakat Guna Sukses Pemilu Serentak Tahun 2024.Dalam UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, menyebutkan Pileg yang terdiri dari pemilihan Anggota DPR RI dan DPD RI, pemilihan presiden & wakil presiden (Pilpres) serta Pemilu kepala daerah (Pilkada) serentak di 524 daerah akan dilaksanakan bersamaan pada tahun 2024.
3.
Pembentukan dan Operasionalisasi Tim Pemantauan dan Monev, Penyelenggaraaan dan Tahapan Pemilu Serentak Tahun 2024 (Desk Pemilu) antara lain:1) Mengadakan Simulasi Pemilu
2) Membentuk Tim Posko Khusus sebagai pusat informasi Pemantauan Situasi Politik di Daerah.
3) Pemantauan langsung ke daerah dalam rangka mendukung kelancaran pelaksanaan Pemilihan Umum.
4) Pemantauan perkembangan politik dalam rangka Pemilihan Umum Serentak Tahun 2024.
5) Evaluasi pelaksanaan Pemilihan Umum Serentak.
6) Pengawalan terjadinya konflik sebagai dampak politik Pemilihan Umum Serentak;
Dipandang perlu dilakukan kegiatan Sosialisasi Iklan Layanan Masyarakat melalui media elektronik (televisi), media online, maupun media sosial dengan melibatkan influencer.
Guna mensosialisasikan kepada masyarakat terkait waktu pelaksanaan Pemilu Serentak Tahun 2024, ajakan kepada masyarakat untuk datang ke TPS menggunakan hak pilihnya
dan mengantisipasi/menghimbau masyarakat agar tidak termakan isu hoax
SINKRONISASI PROGRAM KEGIATAN TAHUN 2022 S.D. 2024
PROGRAM DAN KEGIATAN SESUAI DIPA TAHUN ANGGARAN 2021 PENGUATAN DEMOKRASI DI DAERAH
FASILITASI PENDAMPINGAN KUNJUNGAN KERJA LEMBAGA PERWAKILAN
KEGIATAN RAPAT KOORDINASI PEMBENTUKAN KELOMPOK KERJA INDEKS DEMIOKRASI INDONESIA TAHUN 2021 DENGAN LOKUS JAWA TENGAH TELAH DILAKSANAKAN PADA 4MARET 2021
KEGIATAN FASILITASI PENDAMPINGAN KUNJUNGAN KERJA KOMISI II KE 7 DAERAH, YAITU:
• Kota Cilegon Provinsi Banten
• Provinsi Jawa Barat
• Provinsi Kepulauan Riau.
• Panja Administrasi Kependudukan Komisi II DPR RI ke Provinsi D.I. Yogyakarta
• Panja Administrasi Kependudukan Komisi II DPR RI ke Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat
• Provinsi Kalimantan Tengah.
• Pansus RUU Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua
KEGIATAN FASILITASI RAPAT KERJA/RAPAT DENGAR PENDAPAT KOMISI II DPR RI, DAN PANSUS DPR RI DENGAN KEMENTERIAN DALAM NEGERI:
• RapatKerja Komisi II DPR RI dengan agenda penjelasan/keterangan DPR RI atas RUU tentang Perubahan Atas UU Nomor 5Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara dan pengantar/pandangan Pemerintah atas RUU tentang Perubahan Atas UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara
• Rapat Dengar Pendapat Komisi II DPR RI dengan agenda evaluasi pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2020
• Rapat Kerja / Rapat Dengar Pendapat Komisi II DPR RI dengan agenda “Persiapan Penyelenggaraan Pemilihan Umum Tahun 2024
• Rapat Kerja Tingkat 1 Komisi II DPR RI dengan agenda Pandangan Pemerintah atas Penjelasan DPR RI, Penyerahan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) dan Pembentukan Panja RUU tentang ASN.
• Rapat Kerja Komisi V dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Menteri Desa PDT dan Transmigrasi, Menteri ATR/Kepala BPN, Menteri Perhubungan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan dan Menteri Hukum dan HAM.
• Rapat Kerja Komisi V dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Menteri Desa PDT dan Transmigrasi, Menteri ATR/Kepala BPN, Menteri Perhubungan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan dan Menteri Hukum dan HAM.
• Membahas pemulangan 7.300 PMI dari Malaysia dan lain-lain;
KEMENTERIAN DALAM NEGERI MELALUI DITJEN
POLPUM MENDORONG PEMBENTUKAN DAN PENGUATAN POKJA IDI DI
DAERAH.
MENDORONG RILIS IDI DI AWAL TAHUN
• Pembahasan Evaluasi Pelaksanaan Anggaran TA. 2021, serta Pembicaraan Pendahuluan Pembahasan RAPBN TA. 2022 dan RKP Tahun 2022.
• Rapat Dengar Pendapat (Konsinering) Komisi II DPR RI dengan Menteri Dalam Negeri RI, Kepala BNPP dan Ketua DKPP dalam Pembahasan RAPBN Tahun 2022.
• Rapat Kerja Pansus tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua.
• Rapat Kerja Pansus tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua.
• Rapat Panja RUU tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua,
• Rapat Panja RUU tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua
• Konsinyering Rapat Panja RUU Tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 21 Tahun 2001 Tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua
• Konsinyering Rapat Timus/TimsinRUU Tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 21 Tahun 2001 Tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua
CAPAIAN PROGRAM DAN KEGIATAN
SUBDIT FASILITASI KELEMBAGAAN PEMERINTAH DAN PERWAKILAN TAHUN 2021
11
PROGRAM DAN KEGIATAN SESUAI DIPA TAHUN ANGGARAN 2021
PROGRAM DAN KEGIATAN SESUAI TUGAS DAN FUNGSI
TAHUN 2021
FASILITASI VERIFIKASI KEABSAHAN DAN KELENGKAPAN ADMINISTRASI PENGAJUAN BANTUAN KEUANGAN PARTAI POLITIK
PENYALURAN BANTUAN KEUANGAN KEUANGAN KEPADA PARTAI POLITIK
EVALUASI PENGGUNAAN BANTUAN KEUANGAN KEPADA PARTAI POLITIK
PENYUSUNAN KEBIJAKAN BIDANG POLITIK
KURSUS SINGKAT PENGURUS PARTAI POLITIK DALAM RANGKA PENGUATAN IDEOLOGI KEBANGSAAN DAN WAWASAN KEBANGSAAN MELALUI KERJASAMA LEMBAGA KETAHANAN NASIONAL
TAHAPAN YANG HARUS DILAKSANAKAN SEBELUM DISALURKANNYA BANTUAN KEUANGAN PARPOL, TELAH DILAKSANAKAN PADA 15 DAN 20 APRIL 2021
PENYALURAN BANTUAN KEUANGAN KE MASING-MASING REKENING PARPOL TELAH DILAKSANAKAN PADA 3 MEI 2021 KEGIATAN EVALUASI PENGGUNAAN BANPOL DENGAN LOKUS JAWA BARAT TELAH DILAKSANAKAN PADA 15 MARET 2021
DILAKSANAKAN FGD REVIEW PERATURAN TERKAIT PARTAI POLITIK PADA 19 MARET 2021 DI JAKARTA GUNA MENJARING MASUKAN DARI PAKAR POLITIK
KEGIATAN KURSUS SINGKAT PENGURUS PARPOL BEKERJASAMA DENGAN LEMHANNAS TERDAPAT 2 LOKUS:
1) JAWA BARAT DENGAN PESERTA 70 ORANG (RENCANA AWAL AKAN DILAKSANAKAN PADA JULI 2021 NAMUN TERTUNDA AKIBAT SITUASI DARURAT PANDEMI COVID-19)
2) YOGYAKARTA DENGAN PESERTA 70 ORANG RENCANA AKAN DILAKSANAKAN BULAN AGUSTUS 2021
PENILAIAN PERMOHONAN USULAN KENAIKAN BANTUAN PARPOL PEMERINTAH DAERAH PROVINSI
SILATURAHMI DAN PENANDATANGANAN BERITA ACARA BANTUAN PARPOL TA. 2021
TERHITUNG HINGGA BULAN JULI 2021 TELAH DITERIMA, DIPROSES DAN DIBERIKAN PERSETUJUAN ATAS USULAN KENAIKAN BANPOL PEMERINTAH DAERAH PROVINSI DKI JAKARTA, JAWA BARAT, BALI, BANGKA BELITUNG, KALTENG, KALSEL, DAN ACEH.
DITJEN POLPUM TELAH MELAKSANAKAN SILATURAHMI DAN PENANDATANGANAN BERITA ACARA BANPOL TA.
2021 DENGAN 7 PARPOL YAITU PDI-P, PKB, PPP, NasDem, PKS, PAN, DEMOKRAT. SELANJUTNYA UNTUK GERINDRA DAN GOLKAR MASIH MENUNGGU KONFIRMASI JADWAL PIHAK PENGURUS DPP PARPOL TERKAIT
SURAT MENTERI DALAM NEGERI MELALUI DIRJEN POLPUM NO. 213/3334/POLPUM
TGL 18 MEI 2021 TENTANG PELAKSANAAN SILATURAHMI DAN PENANDATANGANAN BERITA ACARA
BANPOL TA. 2021
SURAT MENTERI DALAM NEGERI MELALUI DIRJEN POLPUM NO. 900/2309/POLPUM DAN 900/2310/POLPUM TGL 6 APRIL 2021
TENTANG PERMOHONAN BANTUAN FASILITASI KENAIKAN BANPOL KEMENTERIAN DALAM NEGERI MELALUI
DITJEN POLPUM TENGAH MENDORONG PENINGKATAN BANTUAN KEUANGAN
PARPOL UNTUK TINGKAT PUSAT.
NILAI BANTUAN PARPOL DIUSULKAN NAIK DARI NILAI SEMULA Rp 1.000,- MENJADI Rp 5.400,- SEBAGAIMANA SURAT YANG TELAH KAMI KIRIMKAN KEPADA KEMENTERIAN KEUANGAN DAN
KEMENTERIAN PPN/BAPPENAS RI, PROSES SAAT INI PEMBAHASAN BERSAMA DPR DAN K/L TERKAIT.
KEMENDAGRI TERUS BERUPAYA UNTUK MENDORONG PENINGKATAN BANTUAN
KEUANGAN PARPOL KARENA KEPADA PARPOL HARAPAN BESAR TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS DEMOKRASI
INDONESIA YANG SEHAT DAPAT TERWUJUD.
CAPAIAN PROGRAM DAN KEGIATAN
SUBDIT FASILITASI KELEMBAGAAN PARTAI POLITIK TAHUN 2021
Rp 13.570.097.000
Rp 17.594.839.000
Rp 27.053.961.000
Rp 17.229.789.000
Rp 12.661.792.000
Rp 11.493.663.000
Rp 6.323.147.000
Rp 9.572.623.000
Rp 10.876.507.000
“Berdasarkan SK KPU RI Nomor 1409/PL.01.9-Kpt/06/KPU/X/2019 tentang Perubahan Atas Keputusan KPU Nomor: 1316/PL.01.9Kpt/06/KPU/VIII/2019 tertanggal 21 Oktober 2019 tentang Penetapan Ambang Batas Perolehan Suara
Sah secara Nasional dan Penetapan Partai Politik Peserta Pemilihan Umum Tahun 2019 yang Memenuhi dan Tidak Memenuhi Ambang Batas Perolehan Suara Sah secara Nasional Dalam Penentuan Perolehan Kursi Anggota Dewan
Perwakilan Rakyat Dalam Pemilihan Umum Tahun 2019 dengan total suara
126.376.418 dan total bantuan Partai Politik Rp 126.376.418.000,- yang telahdisalurkan pada 3 Mei 2021.
“PENYALURAN BANTUAN KEUANGAN
PARTAI POLITIK TA. 2021
PEMANTAUAN &
EVALUASI SERTA PELAPORAN
PENDIDIKAN POLITIK BAGI PARTAI POLITIK
BANTUAN KEUANGAN PARTAI POLITIK
USULAN DUKUNGAN PEMILU SERENTAK 2024:
PENINGKATAN PERAN &
DUKUNGAN PARTAI POLITIK
DALAM MENSUKSESKAN AGENDA DEMOKRASI TAHUN 2024
DITJEN POLITIK DAN PEMERINTAHAN UMUM MENGUSULKAN KENAIKAN SEBESAR Rp 6.000,- PER SUARA SAH DARI NILAI SEMULA Rp 1.000,-
HAL INI SESUAI TARGET YANG TERTUANG DALAM RPJMN 2020 -2024 DENGAN RENCANA ANGGARAN SEBESAR 7,679 TRILIUN 1. FASILITASI VERIFIKASI KEABSAHAN DAN KELENGKAPAN
ADMINISTRASI
2. EVALUASI PENGGUNAAN BANTUAN KEUANGAN PARTAI POLITIK
1. PENDIDIKAN POLITIK BAGI KADER PARTAI POLITIK
2. KURSUS SINGKAT PENGURUS PARTAI POLITIK DALAM RANGKA PENGUATAN IDEOLOGI KEBANGSAAN DAN WAWASAN KEBANGSAAN MELALUI KERJASAMA LEMBAGA KETAHANAN NASIONAL
3. PENINGKATAN KAPASITAS KELEMBAGAAN PARPOL
1. PENINGKATAN BANTUAN KEUANGAN PARPOL SESUAI RPJMN 2020 - 2024 2. PENYUSUNAN SISTEM TATA KELOLA BANPOL SESUAI REKOMENDASI SIPP
KPK-LIPI
3. PODCAST “NGOPI (NGOBROL PINTAR) POLPUM BERSAMA PARPOL”
MEMBAHAS ISU-ISU MENARIK DAN TERKINI TERKAIT PELAKSANAAN AGENDA POLITIK PEMILU SERENTAK 2024
4. GERAKAN SUKSES PEMILU SERENTAK 2024 BERSAMA PARPOL MELALUI PENYELENGGARAAN RAPAT KOORDINASI BERSAMA PARTAI POLITIK DI TIAP PROVINSI GUNA TERWUJUDNYA PEMILU YANG AMAN DAN TERTIB
KOMPONEN PROGRAM/ KEGIATAN PROGRAM/ KEGIATAN
RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN
SUBDIT FASILITASI KELEMBAGAAN PARTAI POLITIK TAHUN 2022-2024
1 2 3
4
Pendidikan Politik Masyarakat
1 Pelaksanaan kegiatan pendidikan politik dilakukan melalui media Podcast
2 Media Podcast ditempuh karena secara efektif dan efisien dapat menjangkau secara masif dan cepat
3 Dgn keterbatasan anggaran (refocusing dan realokasi ) media Podcast mrpkn pilihan yg memadai utk
memaksimalkan jangkauan pendidikan politik
4 PPKM Darurat menjadi kendala dalam pelaksanaan taping Podcast. Sudah tayang 9 episode dari 16 episode
podcast6
CAPAIAN
Output: 1.000
Capaian saat ini: 4.000
400%
5 https://www.youtube.com/channel/UC8-nt2ya
fne_hy6j06p8HPA
Pendidikan Politik Masyarakat
1 Pelaksanaan kegiatan pendidikan politik dilakukan melalui media Podcast
2 Media Podcast ditempuh karena secara efektif dan efisien dapat menjangkau secara masif dan cepat
3 Dgn keterbatasan anggaran (refocusing dan realokasi ) media Podcast mrpkn pilihan yg memadai utk
memaksimalkan jangkauan pendidikan politik
4 PPKM Darurat menjadi kendala dalam pelaksanaan taping Podcast. Sudah tayang 9 episode dari 16 episode
podcast6
CAPAIAN
Output: 1.000
Capaian saat ini: 4.000
400%
5 https://www.youtube.com/channel/UC8-nt2ya
fne_hy6j06p8HPA
DASAR HUKUM PELAKSANAAN PEMILU DAN PILKADA TAHUN 2024
UNDANG-UNDANG NO 7 TAHUN 2017
tentang Pemilihan Umum
UNDANG-UNDANG NO 1 TAHUN 2015
Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2OI4 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati,
dan Walikota Menjadi Undang-Undang UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA
REPUBLIK INDONESIA Tahun 1945 Pasal 2 ayat (1), pasal 6, pasal 6A, pasal 18 ayat (3) dan ayat (4), Pasal 19 ayat (1),
pasal 22C ayat (1), dan Pasal 22E;
A
UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu
Pasal 167 ayat (2) : “ Hari, tanggal, dan waktu pemungutan suara Pemilu ditetapkan dengan Keputusan KPU”
Pasal 167 ayat (3) : “ Pemungutan suara dilaksanakan secara serentak pada hari libur atau hari yang diliburkan secara nasional”
Pasal 167 ayat (6) : “Tahapan Penyelenggaraan Pemilu sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dimulai paling lambat 20 (dua puluh) bulan sebelum hari pemungutan suara”
Pasal 167 ayat (7) : “Penetapan Pasangan Calon terpilih paling lambat 14 (empat belas) hari sebelum berakhirnya masa jabatan Presiden dan Wakil Presiden”
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2016 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG PENETAPAN PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA MENJADI
UNDANG-UNDANG
Pasal 201 ayat (8) : “Pemungutan suara serentak nasional dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati,serta Walikota dan Wakil Walikota di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dilaksanakan pada bulan November 2024”
PELAKSANAAN PEMILU DAN
PILKADA TAHUN 2024
PEMILU DAN PILKADA TAHUN 2024
2024
INDONESIA
Kontestasi Pemilu dan Pemilihan tahun 2024
Pemilu 2024
Pemilihan Kepala Daerah
November 2024
1 Oktober Pelantikan DPR RI dan DPD RI
Pencalonan Pemilu
Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, DPR RI, DPD RI, DPRD Prov dan DPRD Kab/Kota
Gugatan hasil di Mahkamah Konstitusi
20 Oktober Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih
Serentak 2 Kotak Suara
Serentak 5 Kotak Suara
Februari / Maret 2024
Pemilu tahun 2024 akan memilih Presiden dan Wakil Presiden, DPR RI, DPD RI, DPRD Prov dan DPRD Kab/Kota pada bulan Februari atau Maret dan memilih kepala daerah di 514 Kab/Kota dan 33 Provinsi pada bulan November 2024
Pasal 167 ayat (7) : “Penetapan Pasangan Calon
terpilih paling lambat 14 (empat belas) hari
sebelum berakhirnya masa jabatan Presiden
dan Wakil Presiden”
AKTOR SUKSES PELAKSANAAN PEMILU DAN PEMILIHAN SERENTAK TAHUN 2024
MASYARAKAT PEMERINTAH
PESERTA PEMILIHAN
PENYELENGGARA PEMILIHAN
KPU, Bawaslu dan DKPP :
Harus on the track pada tugas, fungsi dan kewenangannya;
Bertindak netral dan berintegritas; dan Menjamin hak pilih setiap masyarakat.
Partai Politik, Caleg, dan Paslon:
Mendeklarasikan taat prosedur dan mekanisme Pemilihan;
Mengikuti proses pemilihan dgn baik, siap menang dan siap kalah; dan
Menjauhi politik uang, black campaign, hoaks dan kecurangan lainnya.
Memberikan dukungan penyelenggaraan;
Menjamin ketersediaan anggaran; dan Memberikan fasilitasi bagi penyelenggara, peserta dan masyarakat sebagaimana yang diatur dalam perundang-undangan.
Selaku pemilih harus mejadi aktor utama terwujudnya Pemilihan yang bebas dari politik uang;
mendorong terwujudnya suasana Pilkada kondusif, aman, damai, tertib dan lancar Masyarakat harus datang ke TPS, karena kesadarannya terhadap pembangunan daerah, bukan karena iming-iming uang atau hadiah
TINGKAT PARTISIPASI POLITIK DALAM PEMILU DAN PILKADA
Tingkat Partisipasi Pemilu 2019
Tingkat Partisipasi Pemilih 2020
2014 2015 2017 2018 2019 2020
❑ Pemilu Presiden dan Wakil
Presiden (71,31%)
❑ Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD
(75,11%) Tingkat Partisipasi Pemilu 2014
69,35%
Tingkat Partisipasi Pemilihan 2015
74,89%
Tingkat Partisipasi Pemilihan 2017
74,92%
Tingkat Partisipasi Pemilihan 2018
❑ Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (81,97%)
❑ Pemilu
Anggota DPR (81,69%)
❑ Pemilu Anggota DPD (82,52%)
76,09%
PERAN PEMERINTAH DAN PEMDA
1
PERAN PEMERINTAH DAN PEMDA BENTUK BANTUAN DAN FASILITASI
Penyusunan Data Kependudukan Pasal 201, 202, 204 dan 208
1
Menyiapkan Data Kependudukan DAK2 dan DP4 memberikan hak akses secara penuh ke KPU Melakukan jemput bola perekaman KTP-el Pelaksanaan Kampanye Pasal 3062
Memberikan perlindungan hukum & keamanan pada saat kampanye Dilarang melakukan tindakan yg menguntungkan atau merugikan pelaksana kampanyePercetakan dan Distribusi Logistik Pasal 341 dan 345
3
bantuan distribusi logistikbantuan kendaraan operasional Peran Linmas Pasal 351
4
Penanganan trantib dan keamananPenugasan personil sebanyak 2 personil / TPS Pemantauan Pelaksanaan Pasal 440
5
Menjamin Kelancaran Pelaksanaan Pemilu Mendukung penyelenggaraNetralitas ASN/PNS Pasal 9, dan Pasal 87 UU No. 5 th 2014
6
Menjamin netralitas dari ASN/PNSASN harus bebas dari pengaruh dan intervensi semua golongan dan partai politik
(Pasal 434 ayat (2) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017)
Penugasan personel pada Sekretariat PPK, Panwaslu Kecamatan dan PPS1
Penyediaan Sarana Ruangan Sekretariat PPK, Panwaslu Kecamatan dan PPS
2
Pelaksanaan sosialisasi
3
Pelaksanaan Pendidikan Politik
4
Kelancaran transportasi pengiriman logistik
5
Pemantauan kelancaran penyelenggaraan pemilu
6
Kegiatan lain sesuai kebutuhan pelaksanaan pemilu
7
DUKUNGAN PEMERINTAH
2
1 Dukungan
ANGGARAN yang bersumber dari APBD untuk pemenuhan kebutuhankelengkapan protokol Kesehatan pada pemilihan tahun 2024 sejak tahun 2023
2 Cipta Kondisi Masyarakat, Giat Dikpol dan partisipasi masyarakat melalui pelibatan unsur dari masyarakat baik tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat serta pelibatan forum kemitraan baik FKDM, FKUB, FPK dan lainnya
3 Pengembangan teknologi, peningkatan kualitas dan peningkatan SDM aparatur Kesbangpol pusat dan daerah untuk memberikan dukungan sukses pemilu dan pilkada serantan 2024
4 Kesiapan aparat Intelijen dan Keamanan TNI Polri dalam setiap tahapan dan penegakan hukum terhadap prokes serta pelanggaran pemilu ataupun pemilihan
5 Kesiapan dukungan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Kesehatan untuk pengadaan alat Kesehatan dan dukungan terhadap penerapan prokes jika tahun 2023 dan 2024 pandemi covid-19 masih terjadi
6 Kesiapan Partai Politik dalam setiap
tahapan baik di level pusat sampai ke level cabang di daerah untuk mengingatkan kepada setiap kadernyaDUKUNGAN PEMERINTAH DAN PEMERINTAH DAERAH
Pelaksanaan pemantauan oleh Tim Pemantauan Perkembangan Situasi Politik di Daerah dengan memotret dinamika sosial politik di daerah, kesiapan partai politik, pelaksanaan Pendidikan politik oleh partai politik, ormas, penyelenggara pemilihan, dan kelompok kepemiluan lainnya yang ada di daerah serta melakukan upaya deteksi dini dan cegah dini guna meminimalisir terjadinya konflik sehingga stabilitas politik tetap terjaga.
Pemantauan perkembangan situasi politik di
daerah secara langsung
Target pemantauan di daerah
Perkembangan situasi politik di daerah melalui monitoring di
media baik itu media mainstream maupun melalui media sosial
di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten/Kota PEMANTAUAN
PERKEMBANGAN POLITIK
3
14
RAPAT KOORDINASI LINTAS SEKTOR
4
Rapat koordinasi dengan stake holderterkait di tingkat K/L guna membangun sinergitas secara lebih luas dengan tinjauan dari berbagai aspek, baik itu dari aspek keamanan, kesehatan, bencana, ancaman, dan aspek lainnya sehingga Ditjen Politik dan PUM akan membangun koordinasi dengan mengundang berbagai pihak dan meminta tanggapan sesuai dengan aspek yang ada agar persiapan terencana dapat matang lebih awal dan baik dengan
terjalinnya soliditas dan sinergi antara pemerintah dan penyelenggara
Membangun konsolidasi utamanya terkait dengan kesiapan anggaran dan pendukung lainnya guna mensukseskan pelaksanaan pemilu dan pemilihan serentak tahun 2024 yang akan dilaksanakan untuk pertama kalinya di Indonesia sejak kemerdekaan
pemerintah bukanlah penyelenggara namun pemerintah bertanggung jawab penuh terhadap agenda besar yang akan dihadapi kedepan ini sehingga pemerintah akan memberikan dukungan penuh kepada penyelenggara untuk menjamin suksesnya pelaksanaan tahapan pemilu dan pemilihan serentak tahun 2024. Pemerintah juga menjamin bahwa penyelenggara dalam melaksanakan tugasnya secara bebas, mandiri dan berintegritas.
Ditjen Politik dan PUM akan menjadwalkan secara rutin kepada seluruh jajaran Kesbangpol di tingkat Provinsi sampai ke tingkat Kabupaten/Kota untuk berkoordinasi secara langsung maupun melalui rapat virtual melalui aplikasi zoom meeting sehingga seluruh jajaran Kesbangpol dapat mengambil langkah strategis untuk mendukung sukses pelaksanaan pemilu dan pemilihan serentak tahun 2024.
1 2
3 4
2021 2022 2023 2024
Penyusunan Peraturan KPU
agar dilakukan sebelum tahapan perencanaan dan anggaran sehingga perumusan kebijakkan oleh KPU bisa dilakukan sejak awal.
Inventarisir Aturan Teknis
Peraturan KPU dan Bawaslu untuk Pemilu dan Pemilihan harus di lakukan inventarisir dan pendataan sejak awal agar lebih mudah di identifikasi peraturan yang bisa disederhanakan.
Sosialisasi
Sosialisasi keserentakan Pemilu dan Pemilihan harus ditingkatkan tidak hanya di penyelenggara namun di pemangku kepentingan lainnya terutama Parpol, sehingga perlu dukungan penuh dari setiap stakeholder terkait baik ditingkat pusat sampai ke daerah.
Data Kependudukan
Pembahasan data pemilih harus dilakukan sejak awal, hal ini perlu dilakukan untuk menghindari permasalahan perbedaan dalam pemutakhiran data pemilih yang terjadi pada setiap pemilihan
Jumlah Pemilih di TPS
pertimbangan paling banyak 300 orang pemilih dan diatur waktu kehadiran pemilih di TPS, pengalaman baik penerapan kehadiran pemilih pada Pilkada Tahun 2020 dapat diterapkan kembali.
1 2 3
6
Masa kerja PPK dan PPSPemilu dan Pemilihan Tahun 2024 yg berhimpitan agar dapat diperpanjang, sehingga tidak dilakukan seleksi baru terhadap penyelenggara ad hoc guna efisiensi anggaran.
Pembagian Masa kampanye
Pembagian masa kampanye bagi parpol di tingkat Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota dengan Presiden dan Wakil Presiden harus ditetapkan polanya agar tidak terjadi lagi pengalaman Pemilu 2019.
Anggaran Alat Pelindung Diri dan Prokes
Penambahan penganggaran dan pencermatan kembali untuk kebutuhan alat pelindung diri dalam protokol kesehatan bagi masyarakat pada umumnya dan penyelenggara khususnya.
Kebutuhan SDM Sekretariat
Pendataan Sekretariat bagi badan ad hoc (PPK dan PPS) perlu dilakukan dari awal yakni, sehingga akan diketahui kebutuhan SDM untuk pendukung PPK dan PPS.
Kesiapan Pemilu di Luar Negeri