• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKIP)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKIP)"

Copied!
64
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN KINERJA

INSTANSI PEMERINTAH (LKIP)

DINAS PERHUBUNGAN KOTA BEKASI

TAHUN 2020

(2)

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, kami sampaikan Puji Syukur kepada Allah SWT, atas berkah dan rahmat-Nya, Laporan Kinerja Dinas Perhubungan Kota Bekasi Tahun 2020 ini dapat diselesaikan.

Penyusunan Laporan Kinerja Dinas Perhubungan Kota Bekasi Tahun 2020 ini untuk memenuhi Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 Tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri PAN dan RB Nomor 53 Tahun 2014 Tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. Laporan ini merupakan Laporan Penyelenggaraan Dinas Perhubungan Kota Bekasi Tahun 2020 dalam memenuhi kewajiban pertanggungjawaban keberhasilan dan kegagalan organisasi dalam mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan sesuai dengan Tujuan dan Sasaran yang terdapat dalam Rencana Strategis (Renstra) Dinas Perhubungan Kota Bekasi Tahun 2018-2023.

Kami menyadari Laporan Kinerja Dinas Perhubungan Kota Bekasi Tahun 2020 ini masih terdapat keterbatasan, untuk itu saran perbaikan dari semua pihak sangat kami harapkan guna kesempurnaan pada masa- masa yang akan datang berdasarkan kesadaran, komitmen dan ketulusan serta keinginan yang terbaik bagi Dinas Perhubungan Kota Bekasi.

Harapan kami, laporan ini dapat menjadi media pertanggungjawaban kinerja serta peningkatan kinerja di masa mendatang bagi seluruh pejabat dan staf di lingkungan Dinas Perhubungan Kota Bekasi. Demikian kiranya, untuk dapat dimaklumi dan terima kasih.

Bekasi, 04 Januari 2021

KEPALA DINAS PERHUBUNGAN KOTA BEKASI,

Pembina Utama Muda

NIP. 19630307 19830701 1 001

(3)

DAFTAR ISI

Hal

Kata Pengantar... ii

Daftar Isi ... iii

Ikhtisar eksekutif ... iv

BAB I Pendahuluan ... 1

1.1. Latar belakang... 1

1.2. Tugas, Fungsi Dan Wewenang Organisasi... 5

1.3. Aspek Strategis Organisasi... 8

1.4. Kegiatan dan Layanan Produk Organisasi... 9

1.5. Sistematika Penyajian... 13

BAB II Perencanaan Kinerja ... 16

2.1. Rencana Strategis ... 16

2.1.1. Tujuan dan Sasaran Perangkat Daerah... 16

2.1.2. Indikator Kinerja Utama... 18

2.2. Perjanjian Kinerja... 20

BAB III Akuntabilitas Kinerja ... 25

3.1. Capaian Kinerja Organisasi... 25

3.2. Analisis Capaian Indikator Kinerja Utama ……... 27

3.3. Realisasi Anggaran... 50

BAB IV Penutup ... ... 55 Lampiran ...

- Perjanjian Kinerja ...

- Pengukuran Kinerja ...

- SK Penyusun LKIP...

(4)

RINGKASAN EKSEKUTIF

Rencana Strategis Dinas Perhubungan, Kota Bekasi 2018-2023 menetapkan bahwa tujuan Dinas Perhubungan Kota Bekasi adalah 1) Meningkatkan ketersediaan prasarana dan sarana perhubungan yang terintegrasi; 2) Mewujudkan pelayanan publik yang prima dan akuntabilitas kinerja yang akuntable.

Sasaran Strategis Dinas Perhubungan Kota Bekasi adalah Meningkatnya penanganan kemacetan (2) Meningkatnya ketersediaan sarana layanan angkutan umum massal perkotaan (3) Tersedianya prasarana transportasi yang terintegrasi (4) Meningkatnya kualitas pelayanan publik dan akuntabilitas kinerja.

Terkait dengan Laporan Kinerja Dinas Perhubungan Kota Bekasi Tahun 2020, pengukuran kinerja dilakukan terhadap sasaran (1), (2) dan (3). Persentase rata-rata capaian kinerja untuk sasaran (1) adalah 50%, Persentase rata-rata capaian kinerja untuk sasaran (2) adalah 51,95%

Persentase rata-rata capaian kinerja untuk sasaran (3) adalah 0%.

Berdasarkan angka persentase capaian kinerja dan akuntabilitas keuangan Dinas Perhubungan Kota Bekasi pada sasaran 1 memiliki target 4 titik kemacetan dan hanya tercapai 2 titik kemacetan, pada sasaran 2 memiliki dua indikator yang salah satunya tidak tercapai karena tidak memiliki target pada tahun ini, pada sasaran 3 terdapat kegiatan yang belum terealisasikan pada tahun ini dikarenakan anggaran kegiatan yang mendukung dialokasikan untuk penanganan Covid-19.

Pengukuran Kinerja Dinas Perhubungan Kota Bekasi dilakukan dengan membandingkan antara Rencana Kinerja (Performance Plan) dengan Realisasi Kinerja (Performance Result) yang dicapai oleh Dinas Perhubungan Kota Bekasi. Selisih antara Performance Plan dengan Performance Result merupakan kesenjangan kinerja (Performance Gap).

Selanjutnya dilakukan analisis tentang penyebab terjadinya kesenjangan kinerja ini serta tindakan koreksi yang diperlukan guna perbaikan di masa yang mendatang. Metode pengukuran ini berguna kepada pihak-pihak eksternal tentang pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program, kebijakan, sasaran, tujuan yang telah ditetapkan untuk mewujudkan Visi, Misi Organisasi Dinas Perhubungan Kota Bekasi.

(5)

Secara umum Dinas Perhubungan Kota Bekasi merupakan Unsur Pelaksana Pemerintah Daerah di Bidang Perhubungan yang berdasarkan Peraturan Wali Kota Bekasi Nomor 20 Tahun 2019 tanggal 22 Januari 2019 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas Pokok dan Fungsi serta Tata Kerja pada Dinas Perhubungan Kota Bekasi, serta mempunyai tugas melaksanakan urusan Pemerintah Kabupaten di bidang Perhubungan, berdasarkan azas otonomi dan tugas pembantuan. Dari 9 program mencakup 38 kegiatan yang dilaksanakan telah dapat terlaksana dengan cukup baik.

(6)

BAB

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Otonomi Daerah telah bergulir sejalan terbitnya Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah yang kemudian diubah dengan UU Nomor 9 Tahun 2015. Definisi otonomi daerah sebagai berikut: “Otonomi daerah adalah hak, wewenang, dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan”. Upaya berpartisipasi mewujudkan pemerintahan yang baik (good governance) menjadi hal yang sangat penting. Sebagai pelayan masyarakat, Pemerintah khususnya Dinas Perhubungan dituntut untuk senantiasa berkembang seiring perubahan zaman, baik dalam hal pemikiran maupun tindakan sekaligus mampu melebur dalam berbagai akivitasnya.

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, bahwa Dinas Perhubungan Kota Bekasi menyusun Laporan Kinerja tahunan dan menyampaikan ke Wali Kota Bekasi. Laporan akuntabilitas ini memberikan gambaran suatu tingkat ketaatan kepada peraturan yang berlaku, kemampuan untuk mengevaluasi kinerja, keterbukaan dalam pembuatan keputusan, mengacu pada jadwal yang telah ditetapkan, menerapkan efisiensi, dan efektivitas pengeluaran biaya.

Menyikapi kondisi tersebut, perlu diupayakan beberapa langkah strategis dan tindakan operasional untuk merealisasikannya. Salah

1

(7)

satu langkah yang perlu dan harus dikembangkan adalah mewujudkan suatu pemerintahan yang baik (good governance), yang memiliki elemen dasar yaitu : transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas.

Sebagai Kota Penyangga Ibu Kota Negara Republik Indonesia, Kota Bekasi mengemban berbagai fungsi sebagai pusat dari berbagai kegiatan seperti pusat perdagangan, industri dan tempat tinggal serta adanya pelaksanaan proyek nasional yang dilaksanakan di Kota Bekasi antara lain pembangunan lanjutan Jalan Tol Becakayu, pembangunan LRT/Light Rail Transit dan Pembangunan DDT/Double- Double Track lintasan kereta api dan lain sebagainya yang berpengaruh terhadap kondisi transportasi dan lalu lintas di Kota Bekasi.

Tantangan yang dihadapi oleh Dinas Perhubungan dalam implementasi program pembangunan bidang perhubungan dan menjalankan tugas pokok dan fungsinya sebagai Satuan Kerja Pemerintah Daerah sangat beragam. Melalui Dinas Perhubungan harus berbenah dalam sistem pelayanan kepada masyarakat dan pembangunan sarana dan prasarana perhubungan untuk mengoptimalkan pelayanan.

Penyusunan LKIP Dinas Perhubungan Kota Bekasi Tahun 2020 dimaksudkan untuk menyajikan capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Dinas Perhubungan Kota Bekasi dalam satu tahun anggaran yang terdapat dalam Rencana Strategis (Renstra) Dinas Perhubungan Kota Bekasi Tahun 2018-2023 mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bekasi maupun sasaran yang ada pada renstra Dinas Perhubungan Kota Bekasi Tahun 2018- 2023 sebagai berikut :

1. Indikator kinerja utama Dinas Perhubungan Kota Bekasi yang pertama adalah persentase titik kemacetan yang tertangani.

Indikator kinerja utama ini dipergunakan sebagai alat ukur untuk melihat sasaran renstra Dinas Perhubungan Kota Bekasi yaitu meningkatnya penanganan kemacetan lalu lintas.

Penetapan sasaran strategis ini untuk menunjang pencapaian misi II RPJMD Kota Bekasi 2018-2023 yaitu Membangun,

(8)

meningkatkan dan mengembangkan prasarana dan sarana kota yang maju dan memadai terutama dalam mencapai indikator indeks prasarana wilayah.

2. Indikator kinerja utama Dinas Perhubungan Kota Bekasi yang kedua adalah persentase peningkatan layanan angkutan umum massal dan persentase angkutan jalan yang memenuhi standar keselamatan. Kedua indikator kinerja utama ini dipergunakan sebagai alat ukur untuk melihat sasaran renstra Dinas Perhubungan Kota Bekasi yaitu meningkatnya ketersediaan sarana layanan angkutan umum massal perkotaan. Penetapan sasaran strategis ini untuk menunjang pencapaian misi II RPJMD Kota Bekasi 2018-2023 yaitu Membangun, meningkatkan dan mengembangkan prasarana dan sarana kota yang maju dan memadai terutama dalam mencapai indikator indeks sarana wilayah.

3. Indikator kinerja utama Dinas Perhubungan Kota Bekasi yang ketiga adalah persentase penyediaan sarana prasarana pendukung transportasi. Indikator kinerja utama ini dipergunakan sebagai alat ukur untuk melihat sasaran renstra Dinas Perhubungan Kota Bekasi yaitu meningkatnya tersedianya prasarana transportasi yang terintegrasi.

Penetapan sasaran strategis ini untuk menunjang pencapaian misi II RPJMD Kota Bekasi 2018-2023 yaitu Membangun, meningkatkan dan mengembangkan prasarana dan sarana kota yang maju dan memadai terutama dalam mencapai indikator indeks prasarana wilayah.

Jika melihat capaian indikator kinerja utama Dinas Perhubungan Kota Bekasi pada Tahun 2019 dimana indikator persentase titik kemacetan yang tertangani memperoleh capaian kinerja sebesar 75 persen, indikator persentase peningkatan layanan angkutan umum massal memperoleh capaian kinerja sebesar 100 persen, indikator persentase angkutan jalan yang memenuhi standar keselamatan memperoleh capaian kinerja sebesar 100 persen dan indikator persentase penyediaan sarana prasarana pendukung transportasi

(9)

memperoleh capaian kinerja sebesar 100 persen.

Maka pada tahun 2020 Dinas Perhubungan Kota Bekasi harus bisa meningkatkan kinerja baik terhadap indikator kinerja yang tidak tercapai pada Tahun 2019 maupun target yang telah ditetapkan dalam Renstra pada Tahun 2020. Adapun rincian kinerja yang harus ditingkatkan pada tahun ini adalah sebagai berikut :

1. Untuk Indikator persentase titik kemacetan yang tertangani memperoleh capaian kinerja sebesar 75 persen, capaian kinerja ini diperoleh dari realisasi sebesar 9,99 persen dibandingkan dengan target yang telah ditetapkan sebesar 13,33 persen pada tahun 2019. Sementara target kinerja yang harus dicapai pada tahun 2020 adalah sebesar 26,66 persen, maka tantangan yang harus dihadapi oleh Dinas Perhubungan Kota Bekasi memastikan minimal meningkat sebesar 16,67 persen. Adapun upaya yang akan dilakukan di Tahun 2020 adalah pemasangan rambu lalu lintas, perbaikan APILL, dan penambahan petugas pengatur lalu lintas.

2. Untuk Indikator persentase peningkatan layanan angkutan umum massal memperoleh capaian kinerja sebesar 100 persen, capaian kinerja ini diperoleh dari realisasi sebesar 6,5 persen.

3. Untuk Indikator persentase angkutan jalan yang memenuhi standar keselamatan memperoleh capaian kinerja sebesar 134 persen, capaian kinerja ini diperoleh dari realisasi sebesar 100,78 persen.

4. Untuk Indikator persentase penyediaan sarana prasarana pendukung transportasi memperoleh capaian kinerja sebesar 100 persen, capaian kinerja ini diperoleh dari realisasi sebesar 5 persen.

Berdasarkan latar belakang diatas, untuk melakukan pembahasan lebih lanjut secara komprehensif mengenai kinerja Dinas Perhubungan Kota Bekasi pada Tahun 202 sesuai dengan perjanjian kinerja yang telah dibuat akan kami bahas pada Bab III (Akuntabilitas

(10)

Kinerja) pada Laporan Kinerja Dinas Perhubungan Kota Bekasi Tahun 2020 ini.

1.2. Tugas, Fungsi dan Wewenang Organisasi

Kewenangan Dinas Perhubungan Kota Bekasi melaksanakan urusan Pemerintah di bidang Perhubungan, berdasarkan azas otonomi dan tugas pembantuan.

Dalam Undang-Undang No 22 Tahun 2009, salah satunya diatur mengenai kewenangan petugas Dinas Perhubungan, dan dijelaskan bahwa fungsi-fungsi seperti pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli Lalu Lintas secara umum hanya dilaksanakan di Terminal dan/atau tempat alat penimbangan yang dipasang secara tetap.

Meskipun demikian dalam keadaan tertentu kewenangan tersebut dapat dilaksanakan di jalan namun harus berkoordinasi dan didampingi oleh petugas dari kepolisian.

Dinas Perhubungan Kota Bekasi dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya mengacu kepada Peraturan Wali Kota Bekasi Nomor 20 Tahun 2019 tanggal 22 Januari 2019 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas Pokok dan Fungsi serta Tata Kerja pada Dinas Perhubungan Kota Bekasi.

Dinas Perhubungan Kota Bekasi merupakan Unsur SKPD Pemerintah Kota Bekasi yang dipimpin oleh seorang Kepala Dinas yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Wali Kota melalui Sekretaris Daerah.

Dinas Perhubungan mempunyai tugas pokok melaksanakan urusan pemerintahan daerah bidang perhubungan berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan meliputi lalu lintas, angkutan dan sarana prasarana serta pengendalian dan operasional. Dinas Perhubungan Kota Bekasi menyelenggarakan fungsi sebagai berikut :

a. Perumusan kebijakan Lalu Lintas dan angkutan jalan di daerah

b. Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang perhubungan, sesuai dengan lingkup tugasnya

(11)

c. Pembinaan dan pelaksanaan tugas teknis operasional di bidangnya meliputi lalu lintas, angkutan dan sarana prasarana serta pengendalian dan operasional.

d. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh walikota sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Dalam melaksanakan tugasnya, Dinas Perhubungan Kota Bekasi dibantu oleh Sekretaris, Kepala Bidang, Kepala Seksi dan Pejabat Struktural. Adapun sturktur organisasi Dinas Perhubungan Kota Bekasi sebagai berikut :

a

(12)

Gambar 1. Bagan Struktur Organisasi Dinas Perhubungan

SEKSI MANAJEMEN LALU LINTAS

SEKSI REKAYASA LALU LINTAS

SEKSI PENGEMBANGAN LALU LINTAS

SEKSI ANGKUTAN DALAM TRAYEK penguji kendaraan bermotor

(Penyelia) BIDANG PENGENDALIAN DAN

OPERASIONAL

BAGAN STRUKTUR ORGANISASI DINAS PERHUBUNGAN KOTA BEKASI

SEKRETARIS DINAS

SUB BAGIAN UMUM DAN KEPEGAWAIAN SUB BAGIAN KEUANGAN

SEKSI PENINDAKAN LLAJ

SEKSI PEMBINAAN KESELAMATAN LALU LINTAS

SEKSI PENGENDALIAN LALU LINTAS penguji kendaraan bermotor

(Pelaksana) penguji kendaraan bermotor

(Pemula)

BIDANG LALU LINTAS BIDANG ANGKUTAN DAN TERMINAL BIDANG PRASARANA

JABATAN FUNGSIONAL

UPTD LALU LINTAS, ANGKUTAN DAN PARKIR KEPALA DINAS

SEKSI ANGKUTAN TIDAK DALAM TRAYEK

SEKSI PEMBINAAN TERMINAL

SEKSI PRASARANA TRANSPORTASI

SEKSI PENGUJIAN PRASARANA

SEKSI BINA PERPARKIRAN SUB BAGIAN PERENCANAAN

Sumber : Peraturan Wali Kota Nomor 20 Tahun 2019 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, Serta Tata Kerja Dinas Perhubungan

(13)

1.3. Aspek Strategis Organisasi

Kota Bekasi secara geografis berada pada posisi 106°48’28”- 107°27’29” Bujur Timur dan 6°10’6”- 6030’6” Lintang Selatan. Luas wilayah administrasi Kota Bekasi mencapai 210,49 km2 yang terhampar dari arah Utara dan Timur yang berbatasan dengan Kabupaten Bekasi, arah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Bogor dan Kota Depok, hingga ke arah Barat yang berbatasan langsung dengan Provinsi DKI Jakarta.

Kondisi Kota Bekasi berupa daratan yang relatif datar dan berada di jalur DAS tiga sungai utama, yaitu Sungai Cakung, Sungai Bekasi dan Sungai Sunter. Wilayah Kota Bekasi berupa daratan yang diapit oleh wilayah Kota Depok dan Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, dan Provinsi Jakarta. Kondisi ini mempengaruhi potensi daerah dan arah perkembangan Kota Bekasi.

Pemerintah memegang peran sebagai penyelenggara negara yaitu menjadi penggerak (fasilitator dan dinamisator) perwujudan tujuan nasional tersebut. Dalam penyelenggaraan pembangunan, pemerintah bertindak mewakili kepentingan seluruh lapisan masyarakat. Pembangunan dilaksanakan sendiri oleh masyarakat terdiri dari: tingkat mikro individu atau pribadi rakyat, tingkat agregat nasional dimulai dari tingkat kelompok masyarakat, desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten-kota, provinsi sampai nasional dan tingkat global-internasional pembangunan antar negara dan bangsa.

Dinas Perhubungan Kota Bekasi mempunyai peranan penting sebagai Penyelenggara urusan pemerintahan di bidang perhubungan yang meliputi lalu lintas, angkutan dan sarana, prasarana serta pengembangan perhubungan, dikarenakan ada korelasi dan kesesuaian Tugas Pokok dan Fungsinya dalam pencapaian target pada pelaksanaan Program dan Kegiatannya.

Bidang Lalu Lintas meliputi manajemen lalu lintas jalan rekayasa lalu lintas jalan serta pengendalian dan keselamatan, Bidang Angkutan Dan Sarana meliputi angkutan dalam trayek, angkutan tidak dalam trayek serta pengujian sarana, Bidang Prasarana meliputi perencanaan dan pembangunan prasarana, pengoperasian prasarana

(14)

serta perawatan prasarana, dan Bidang Pengembangan Perhubungan yang meliputi pemaduan moda, lingkungan perhubungan serta teknologi perhubungan.

Dengan adanya otonomi daerah, Pemerintah Kota Bekasi memiliki wewenang lebih luas di dalam merencanakan dan melaksanakan setiap kebijakan di tingkat daerah kecuali urusan yang ditetapkan menjadi kewenangan pusat dan propinsi (UU No. 23/2014).

Prinsip-prinsip dasar yang terdapat dalam UU No. 23/2014 ini meliputi:

demokrasi, peran serta masyarakat, pemerataan dan keadilan serta keragaman dan potensi daerah.

Dari prinsip-prinsip dasar tersebut di atas, jelas terlihat bahwa semua tindakan kebijakan yang terimplementasi pada era otonomi yang diorientasikan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakatdengan mengoptimalkan potensi dan sumber daya lokal.

Kesejahteraan rakyat pada hakikatnya dapat diwujudkan melalui pencapaian hasil kegiatan pembangunan yang dilakukan secara berkesinambungan yang sekurang-kurangnya harus meliputi aspek pertumbuhan ekonomi yang tinggi, distribusi pendapatan yang relatif merata, peningkatan kesempatan kerja, serta peningkatan tingkat pendidikan dan kesehatan masyarakat.

Upaya untuk mendorong pembangunan di Kota Bekasi adalah suatu hal yang sangat kompleks dan tidak mungkin dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan manajemen yang parsial dan sektoral. Untuk mendorong pembangunan di Kota Bekasi dibutuhkan suatu pendekatan yang sistemik dan sistematis yang lebih menekankan perhatian pada aspek-aspek yang fundamental dan strategis, Dengan demikian diharapkan seluruh elemen masyarakat Kota Bekasi akan mendapatkan kesempatan dan peluang dasar yang sama untuk dapat berperan aktif dalam kegiatan pembangunan untuk mewujudkan visi Kota Bekasi yaitu : “Kota Bekasi Cerdas, Kreatif, Maju, Sejahtera dan Ihsan “

1.4. Kegiatan dan Layanan Produk Organisasi

Kegiatan yang dilaksanakan Dinas Perhubungan pada tahun 2020 terdiri dari:

(15)

I. BELANJA LANGSUNG URUSAN

1. PROGRAM PELENGKAPAN JALAN terdiri dari 5 kegiatan yaitu:

a. Pengadaan dan Pemasangan Fasilitas Lalu Lintas;

b. Pemeliharaan Sarana Prasarana Fasilitas Lalu Lintas;

c. Pemeliharaan Traffic Light dan ATCS;

d. Pemeliharaan Jalur Sepeda;

e. Pengadaan dan Pemasangan Perlengkapan Jalan.

2. PROGRAM PENGELOLAAN DAN REKAYASA LALU LINTAS terdiri dari 8 kegiatan yaitu:

a. Pengamanan Hari-hari Besar Daerah dan Nasional;

b. Penunjangan operasional kegiatan Korps Musik Pemkot Bekasi;

c. Pengadaan Kendaraan Operasional Truck Pengendalian Operasional Perhubungan Kota Bekasi;

d. Pengendalian dan Pengaturan Lalu Lintas Dampak Penutupan Jalan di Wilayah Kota Bekasi;

e. Penyelenggaraan Kegiatan Operasi Gabungan di Kota Bekasi;

f. Pengadaan Kegiatan Sistem Pusat Pengendalian Operasional Petugas Lalu Lintas (PUSDALOPS) di Kota Bekasi;

g. Pengadaan Sistem Perlengkapan Otomatic Traffic Counting;

h. Pengadaan Double Cabin Pengendalian Operasional Perhubungan.

3. PROGRAM PENGELOLAAN ANGKUTAN UMUM terdiri dari 5 kegiatan yaitu:

a. Penunjang Dewan Transportasi kota Bekasi;

b. Evaluasi BRT Transpatriot;

c. Kajian Bus Sekolah dan Bus BRT Transportasi Koridor 2 dan 3;

d. FS Rute Transportasi City Tourism;

e. Studi Asal Tujuan Perjalanan Transportasi Kota Bekasi.

(16)

4. PROGRAM PENGENDALIAN UJI KENDARAAN BERMOTOR terdiri dari 2 kegiatan yaitu:

a. Pengadaan Barang Logistik Pengujian Kendaraan Bermotor;

b. Perubahan Perda Retribusi Pengujian.

5. PROGRAM PENGELOLAAN KAWASAN PERKOTAAN UNTUK PELAYANAN ANGKUTAN UMUM terdiri dari 2 kegiatan yaitu:

a. Pembangunan, pemeliharaan dan Pengoperasian penunjang terminal;

b. Pembangunan, Pemeliharaan Halte dan Penyediaan Bike Sharing serta Sarana Disabilitas.

6. PROGRAM PENGENDALIAN FASILITAS PARKIR terdiri dari 1 kegiatan yaitu:

a. Kajian Park and Ride pada kawasan TOD di Kota Bekasi meliputi FS DED, Amdall dan andalalin serta krk dan pra site plan.

II. BELANJA LANGSUNG PENUNJANG URUSAN

1. PROGRAM PELAYANAN ADMINISTRASI PERKANTORAN terdiri dari 11 kegiatan yaitu :

a. Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik;

b. Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor;

c. Penyediaan Alat Tulis Kantor;

d. Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan;

e. Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/Penerangan Bangunan Kantor;

f. Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang- undangan;

g. Penyediaan Makanan dan Minuman;

h. Rapat-Rapat Koordinasi dan Konsultasi Ke Luar Daerah;

i. Penyediaan Jasa Tenaga Administrasi/Teknis Perkantoran;

j. Penyebarluasan Informasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah;

k. Penataan Arsip.

(17)

2. PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA APARATUR terdiri dari 3 kegiatan yaitu :

a. Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung Kantor;

b. Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraan Dinas/Operasional;

c. Pemeliharaan Rutin/Berkala Peralatan Gedung Kantor.

3. PROGRAM PENINGKATAN KAPASITAS SUMBER DAYA APARATUR terdiri dari 1 kegiatan yaitu :

a. Pendidikan dan Pelatihan Formal.

III. Retribusi

Kegiatan yang dilaksanakan Dinas Perhubungan pada tahun 2019 terdiri dari:

1. Retribusi pengujian kendaraan bermotor

2. Retribusi pemakaian kekayaan daerah MCK terminal

3. Retribusi terminal 4. Retribusi ijin trayek

5. Pendapatan denda retribusi

Secara umum layanan organisasi Dinas Perhubungan menjalankan 4 (empat) fungsi utama, yaitu perencanaan, koordinasi, pengendalian dan evaluasi.

Perencanaan yang dimaksud adalah perencanaan strategis untuk menggalang dan mengarahkan upaya menuju pencapaian visi dan misi Kota Bekasi.

Koordinasi yang dilakukan mencakup antar PD, antar daerah dengan kelembagaan provinsi dan pusat, dan dengan kelompok/lembaga swadaya masyarakat.

Pengendalian yang dilakukan meliputi monitoring perkembangan program dan kegiatan upaya mengendalikan agar realisasi/pelaksanaan program sesuai rencana baik waktu, kualitas, dan sasaran.

Evaluasi yang dilakukan meliputi evaluasi versus rencana dan evaluasi relevansi terhadap visi Kota Bekasi.

Layanan dari masing-masing bidang yang ada di Dinas Perhubungan yaitu:

(18)

1. Bidang Lalu Lintas, mengkoordinasikan perumusan kebijakan teknis dan pelaksanaan urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Dinas yang meliputi manajemen lalu lintas jalan, rekayasa lalu lintas jalan

2. Bidang Angkutan dan Terminal, mengkoordinasikan perumusan kebijakan teknis dan pelaksanaan urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Dinas yang meliputi angkutan dalam trayek, angkutan tidak dalam trayek serta pembinaan terminal untuk mencapai pelaksanaan teknis urusan di bidangnya.

3. Bidang Prasarana, mengkoordinasikan perumusan kebijakan teknis dan pelaksanaan urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Dinas yang meliputi perencanaan dan pembangunan prasarana, pengoperasian prasarana serta perawatan prasarana.

4. Bidang Pengendalian Operasional, mengkoordinasikan perumusan kebijakan teknis dan pelaksanaan urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Dinas yang meliputi penindakan lalu lintas dan angkutan jalan (LLAJ), pembinaan keselamatan lalu lintas serta pengendalian lalu lintas untuk mencapai pelaksanaan teknis urusan di bidangnya.

1.5. Sistematika Penyajian

Sistematika penyajian LKIP Dinas Perhubungan mengacu pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja Dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, dengan susunan sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini menyajikan latar belakang; tugas, fungsi dan wewenang organisasi; aspek strategis organisasi; kegiatan dan layanan produk organisasi; serta sistematika penyajian

(19)

BAB II PERENCANAAN KINERJA

Bab ini menguraikan ringkasan dokumen perencanaan strategis organisasi dan Perjanjian Kinerja tahun yang bersangkutan.

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA A. Capaian Kinerja Organisasi

Sub bab ini menyajikan capaian kinerja organisasi secara umum

B.

C.

Analisis Capaian Indikator Kinerja Utama

Bab ini menyajikan analisis capaian indikator kinerja utama; analisis dan evaluasi apaian kinerja yang menjelaskan untuk setiap Pernyataan Kinerja/Sasaran Strategis dengan menganalisis capaian kinerja sebagai berikut:

1) Membandingkan antara target dan realisasi kinerja tahun ini;

2) Membandingkan antara capaian kinerja tahun ini dengan tahun lalu atau beberapa tahun terakhir;

3) Membandingkan realisasi kerja sampai dengan tahun ini dengan target jangka menengah yang terdapat dalam Dokumen Rencana Strategis.

4) Membandingkan kinerja tahun ini dengan standar nasional (jika ada);

5) Analisis penyebab keberhasilan/kegagalan atau peningkatan/penurunan kinerja serta alternatif solusi yang telah dilakukan;

6) Analisis atas efisiensi penggunaan sumber daya;

7) Analisis program/kegiatan yang menunjang keberhasilan ataupun keggalan pencapaian kinerja.

Akuntabilitas Anggaran

Akuntabilitas keuangan dengan menguraikan realisasi anggaran yang digunakan untuk mewujudkan kinerja organisasi sesuai dengan dokumen Kontrak Kinerja.

(20)

BAB IV PENUTUP

Bab ini menguraikan simpulan umum atas capaian kinerja organisasi serta langkah di masa mendatang yang akan dilakukan organisasi untuk meningkatkan kinerjanya.

(21)

2

BAB

PERENCANAAN KINERJA 2.1 Rencana Strategis

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bekasi 2018-2023 memberi mandat bahwa arah kebijakan peningkatan tata kelola pemerintahan meliputi penataan kelembagaan, administrasi pemerintahan dan penyediaan sarana prasarana dilakukan untuk meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Berkaitan dengan hal tersebut dalam visi Kota Bekasi dirumuskan 5 misi Kota Bekasi yang diantaranya terkait langsung dengan tugas dan fungsi Dinas Perhubungan Kota Bekasi yaitu “Membangun, meningkatkan dan mengembangkan prasarana dan sarana kota yang maju dan memadai”. Berdasarkan RPJMD tersebut Dinas Perhubungan Kota Bekasi menyusun Rencana Strategis (Renstra) 2018-2023.

2.1.1. Tujuan dan Sasaran Perangkat Daerah

Tujuan merupakan tahap yang utama dalam menentukan sebuah perencanaan strategis, sehingga dalam pelaksanaanya akan terarah sesuai yang diinginkan, sedangkan sasaran menggambarkan hal yang ingin dicapai melalui tindakan - tindakan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan sebuah perencanaan.

Tujuan diatas akan dilaksanakan Dinas Perhubungan Kota Bekasi sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya dengan merumuskan tujuan, yang mana tujuan adalah pernyataan yang berisi mengenai hal-hal yang perlu dilakukan guna dapat memecahkan masalah dan menangani isu - isu strategis yang ada.

Selaras dengan arah kebijakan nasional dan kebijakan daerah di bidang perhubungan maka tujuan yang hendak dicapai oleh Dinas

(22)

Perhubungan Kota Bekasi dapat dirumuskan sebagai berikut :

1. Meningkatkan ketersediaan prasarana dan sarana perhubungan yang terintegrasi.

2. Mewujudkan pelayanan publik yang prima dan akuntabilitas kinerja yang akuntable.

Sasaran merupakan penjabaran dari tujuan secara terukur, yang merupakan suatu yang akan dicapai secara nyata oleh organisasi dalam jangka waktu tahunan, semesteran, triwulanan dan bulanan.

Adapun sasaran yang ingin dicapai oleh Dinas Perhubungan Kota Bekasi adalah :

➢ Sasaran untuk tujuan 1 adalah :

1. Meningkatnya penanganan kemacetan lalu lintas;

2. Meningkatnya ketersediaan sarana layanan angkutan umum massal perkotaan;

3. Tersedianya prasarana transportasi yang terintegrasi.

➢ Sasaran untuk tujuan 2 adalah Meningkatnya kualitas pelayanan publik dan akuntabilitas kinerja

Dengan memperhatikan tujuan tersebut kemudian dirumuskan sasaran Dinas Perhubungan yang merupakan gambaran dari hasil yang ingin dicapai selama 5 (lima) tahun kedepan dapat dilihat sebagaimana table dibawah ini.

Tabel 2.1

Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan Dinas Perhubungan

No. Tujuan Sasaran Indikator

Tujuan/Sasaran

Target Kinerja Sasaran Pada Tahun Ke

2019 2020 2021 2022 2023

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)

1. Meningkatkan ketersediaan prasarana dan sarana perhubungan yang terintegrasi

Persentase

Peningkatan Prasarana dan Sarana

Perhubungan

60% 70% 80% 90% 100%

Meningkatnya Penanganan kemacetan lalu lintas

1 Persentase titik kemacetan yang tertangani

13,33%

(4 titik)

26,66%

(4 titik)

43,33%

(5 titik)

60%

(5 titik) 80%

(6 titik)

Meningkatnya ketersediaan sarana layanan angkutan umum massal perkotaan

2 Persentase Peningkatan layanan angkutan umum massal

6,5% 6,5% 7,84% 7,84% 8,96%

3 Persentase Angkutan Jalan Yang Memenuhi

75% 76% 77% 78% 80%

(23)

No. Tujuan Sasaran Indikator Tujuan/Sasaran

Target Kinerja Sasaran Pada Tahun Ke

2019 2020 2021 2022 2023

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)

Standar Keselamatan Tersedianya

prasarana transportasi yang terintegrasi

4 Persentase Penyediaan Sarana Prasarana Pendukung Transportasi

5% 5% 5% 20% 25%

2. Mewujudkan pelayanan publik yang prima dan akuntabilitas kinerja yang akuntable

Meningkatnya nilai Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah

BB BB BB A A

Meningkatny a kualitas pelayanan publik dan akuntabilitas kinerja

5 Indek kepuasan masyarakat (%)

80 81 82 83 84

6 Persentase pengaduan yang ditindaklanjuti

100% 100% 100% 100% 100%

7 Nilai Evaluasi AKIP

BB BB BB A A

Sumber Renstra Dinas Perhubungan, 2018 – 2023

2.1.2. Indikator Kinerja Utama

Salah satu upaya untuk memperkuat akuntabilitas dalam penerapan tata pemerintahan yang baik di Indonesia diterbitkannya peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor:

PER/09/M.PAN/5/2007 tentang Pedoman Umum Penetapan Indikator Kinerja Utama (IKU) di Lingkungan Instansi Pemerintah.

Indikator Kinerja Utama (IKU) merupakan ukuran keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuan dan merupakan ikhtisar hasil berbagai program dan kegiatan sebagai penjabaran tugas dan fungsi organisasi. Adapun indikator utama kinerja yang ingin dicapai oleh Dinas Perhubungan Kota Bekasi adalah :

Tabel 2.2

Sasaran dan Indikator Kinerja Utama Dinas Perhubungan Tahun 2020

NO SASARAN

STRATEGIS

INDIKATOR KINERJA UTAMA

ALASAN FORMULASI / CARA

PENGUKURAN

TARGET TAHUN 2020

1 Meningkatnya penanganan kemacetan lalu lintas

1 Persentase Titik Kemacetan yang Tertangani

Tingkat kelancaran lalu lintas yang belum tertangani secara maksimal bahkan bertambah akibat dari pertumbuhan kota

Jumlah titik kemacetan yang sudah tertangani dibagi jumlah titik kemacetan dikali 100%

26,66%

(4 titik)

(24)

NO SASARAN STRATEGIS

INDIKATOR KINERJA UTAMA

ALASAN FORMULASI / CARA

PENGUKURAN

TARGET TAHUN 2020 2 Meningkatnya

ketersediaan sarana layanan angkutan umum massal perkotaan

2 Persentase Peningkatan layanan angkutan umum massal

Pelayanan angkutan yang baik, aman dan nyaman dapat membuat masyarakat berpindah moda transportasi dari memakai kendaraan pribadi ke pemakaian sarana transportasi umum

Jumlah Armada Bus yang tersedia dikali Target Capaian dibagi Jumlah Armada yang dibutuhkan

6,50%

3 Persentase Angkutan Jalan Yang Memenuhi Standar Keselamatan

Keselamatan dalam berkendaraan dan mengurangi jumlah kecelakaan salah satu faktor pentingnya adalah kendaraan yang laik jalan sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan

Jumlah angkutan yang telah lulus uji dibagi dengan jumlah angkutan yang wajib uji dikali 100%

76%

3 Tersedianya prasarana transportasi yang terintegrasi

4 Persentase Peningkatan Sarana Prasarana Pendukung Transportasi yang terintegrasi

Adanya fasilitas sarana perhubungan (terminal, halte, park and ride, TOD dan lainnya) dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan transportasi untuk mengatasi kemacetan yang ada sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan

Jumlah fasilitas prasarana

perhubungan yang ada dibagi jumlah prasarana yang dibutuhkan dikali 100%

15%

4 Meningkatnya kualitas pelayanan publik dan

akuntabilitas kinerja

5 Indek kepuasan masyarakat (%)

Berdasarkan Undang- undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik bahwa perlu upaya untuk

meningkatkan kualitas dan menjamin penyediaan pelayanan publik untuk memberi perlindungan bagi setiap warga negara dari penyalahgunaan wewenang pelayanan publik. Untuk mengetahui tingkat kinerja unit pelayanan perlu diukur melalui IKM.

IKM dihitung berdasarkan hasil Survey Pelayanan Publik melalui kuesioner yang terdiri dari pertanyaan terkait kinerja dan aparatur organisasi dalam memberikan pelayanan yang diisi oleh penerima layanan sebagai responden.

Penerima layanan Dinas Perhubungan adalah Masyarakat yang melaksanakan pelayanan Pengujian Kendaraan Bermotor.

Oleh karena itu, Masyarakat sebagai responden dalam Survey Pelayanan Publik Dinas Perhubungan.

81

6 Persentase

pengaduan yang ditindaklanjuti

Berdasarkan Undang- undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik bahwa

masyarakat berhak menyampaikan pengaduan atas penyelenggaraan pelayanan publik.

Persentase pengaduan yang ditindaklanjuti dibagi Jumlah pengaduan yang disampaikan dikali 100

%

100%

(25)

NO SASARAN STRATEGIS

INDIKATOR KINERJA UTAMA

ALASAN FORMULASI / CARA

PENGUKURAN

TARGET TAHUN 2020

7 Nilai Evaluasi

AKIP

Berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 Tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan bahwa dalam rangka

peningkatan kinerja dan penguatan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah, perlu dilakukan evaluasi AKIP untuk mrngetahui sejauh mana implementasi SAKIP suatu instansi/unit kerja. Hasil evaluasi AKIP ini dinyatakan dalam suatu Nilai peringkat.

NIlai AKIP dihitung berdasarkan hasil nilai dan bobot dari setiap komponen AKIP. NIilai AKIP dinyatakan dalam predikat AA (>90-100), A (>80-90), BB (>70- 80), B (>60-70), CC (>50-60), C (>30-50), dan D (0-30).

BB

Sumber Dinas Perhubungan, 2020

2.2 Perjanjian Kinerja

Dalam rangka mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel serta berorientasi pada hasil Dinas Perhubungan Kota Bekasi membuat dokumen Perjanjian Kinerja Tahun 2020 Berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, bahwa dalam penyeragaman penyusunan istilah maka Penetapan Kinerja (Tapkin) diganti dengan Perjanjian Kinerja.

Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) menjadi dasar dalam penyusunan Perjanjian Kinerja dan dengan mencantumkan indikator kinerja dan target kinerja. Dokumen Perjanjian Kinerja merupakan suatu dokumen pernyataan kinerja atau perjanjian kinerja antara Bupati dan Kepala SKPD untuk mewujudkan target kinerja berdasarkan pada sumber daya yang dimilikioleh instansi. Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi yang ditindaklanjuti dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara, Permenpan 53/2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, pada dasarnya adalah pernyataan komitmen yang merepresentasikan tekad dan janji untuk mencapai kinerja yang jelas dan terukur dalam rentang waktu satu tahun dengan mempertimbangkan sumber daya yang dikelolanya.

Tujuan khusus Perjanjian Kinerja antara lain adalah untuk

(26)

meningkatkan akuntabilitas, transparansi, dan kinerja aparatur sebagai wujud nyata komitmen antara penerima amanah dengan pemberi amanah, sebagai dasar penilaian keberhasilan/kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran organisasi, menciptakan tolok ukur kinerja sebagai dasar evaluasi kinerja aparatur dan sebagai dasar pemberian reward atau penghargaan dan sanksi.

Dinas Perhubungan Kota Bekasi telah membuat Perjanjian Kinerja tahun 2020 sesuai dengan kedudukan, tugas dan fungsi yang ada dan mengacu pada Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014.

Perjanjian Kinerja Tahun 2020 Dinas Perhubungan Kota Bekasi sebagai berikut:

Tabel 2.3

Perjanjian Kinerja Tahun 2020

NO SASARAN STRATEGIS

INDIKATOR KINERJA

SATUAN TARGET

TAHUNAN TRIWULAN TARGET

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1 Meningkatnya Penanganan Kemacetan Lalu Lintas

1 Presentase titik

kemacetan yang teratasi

% 13.33 Triwulan I 3.3325 Triwulan II 3.3325 Triwulan III 3.3325 Triwulan IV 3.3325 2 Meningkatnya

ketersediaan sarana layanan angkutan umum massal

perkotaan

2 Persentase wilayah yang

tersambung/terlayani sarana transportasi

% 6.5 Triwulan I -

Triwulan II 3.25 Triwulan III 3.25 Triwulan IV - 3 Persentase angkutan

jalan yang memenuhi standar keselamatan

% 75 Triwulan I 18.75

Triwulan II 18.75 Triwulan III 18.75 Triwulan IV 18.75 3 Tersedianya

prasarana transportasi yanng terintegrasi

4 Persentase penyediaan sarana prasarana pendukung transportasi

% 5 Triwulan I -

Triwulan II 2.5 Triwulan III 2.5 Triwulan IV -

4 Meningkatnya kualitas pelayanan publik dan akuntabilitas kinerja

5 Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM)

Indek 80 Triwulan I -

Triwulan II 80 Triwulan III - Triwulan IV 80 6 Persentase pengaduan

yang ditingaklanjuti

% 100 Triwulan I 100

Triwulan II 100 Triwulan III 100 Triwulan IV 100 7 Nilai Evaluasi (AKIP) Nilai BB Triwulan I -

Triwulan II - Triwulan III - Triwulan IV BB Sumber : Perkin Esselon II Dinas Perhubungan, 2020

(27)

Adapun Alokasi Anggaran pada lampiran perjanjian kinerja Dinas Perhubungan adalah sebagai berikut :

Tabel 2.4

Alokasi Anggaran Per Triwulan Tahun Anggaran 2020 No Nama Kegiatan Pagu

Kegiatan

Alokasi Triwulan

Ket

I II III IV

1 2 3 4 5 6 7 8

I

Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

64.333.800.000 15.942.734.000 16.548.290.000 16.002.389.000 15.840.387.000

1

Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik

575.000.000 173.751.000 173.751.000 173.750.000 53.748.000

2 Penyediaan Jasa

Kebersihan Kantor 300.000.000 69.600.000 91.200.000 69.600.000 69.600.000

3 Penyediaan Alat Tulis

Kantor 230.000.000 - 230000000 - -

4 Penyediaan Barang

Cetakan dan Pengadaan 200.000.000 13.700.000 156.300.000 20.000.000 10.000.000

5

Penyediaan Komponen Instalasi

Listrik/Penerangan Bangunan Kantor

15.000.000 - 15.000.000 - -

6

Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang-Undangan

75.000.000 18.750.000 18.750.000 18.750.000 18.750.000

7 Penyediaan Makanan

dan Minuman 75.000.000 21.750.000 17.750.000 17.750.000 17.750.000

8

Rapat- rapat Koordinasi dan Konsultasi Ke Luar Daerah

200.000.000 64.000.000 68.000.000 50.000.000 18.000.000

9

Penyediaan Jasa Tenaga Administrasi/

Teknis Perkantoran

62.488.800.000 15.531.183.000 15.652.539.000 15.652.539.000 15.652.539.000

10

Penyebarluasan Informasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah

100.000.000 50.000.000 50.000.000

11 Penataan Arsip 75.000.000 - 75.000.000 - -

II

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

1.126.250.000 306.842.000 490.295.400 175.302.000 153.810.600

12 Pemeliharaan Rutin

Berkala Gedung Kantor 200.000.000 - 199.992.400 - 7.600

13

Pemeliharaan Rutin Berkala Kendaraan Dinas/ Operasional

840.000.000 263.742.000 268.753.000 153.752.000 153.753.000

14

Pemeliharaan

Rutin/Berkala Peralatan Gedung Kantor

86.250.000 43.100.000 21.550.000 21.550.000 50.000

(28)

No Nama Kegiatan Pagu Kegiatan

Alokasi Triwulan

Ket

I II III IV

III

Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur

100.000.000 0 50.000.000 50.000.000 0

15 Pendidikan dan

Pelatihan Formal 100.000.000 - 50.000.000 50.000.000 -

IV Program Perlengkapan

Jalan 1.218.294.000 77.900.000 855.762.500 284.005.000 626.500

16 Pemeliharaan Traffic

Light dan ATCS 168.294.000 - 167.667.500 626.500

17

Pengadaan dan Pemasangan Fasilitas Lalu Lintas

500.000.000 77.900.000 338.095.000 84.005.000 -

18

Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Fasilitas Lalu Lintas

350.000.000 - 350.000.000 - -

19 Pemeliharaan Jalur

Sepeda 200.000.000 - - 200.000.000 -

V Program Pengelolaan

Angkutan Umum 1.603.600.000 0 604.108.000 202.110.000 797.382.000

21 Penunjang Dewan

Transportasi Kota Bekasi 103.600.000 - - - 103.600.000

22 Evaluasi BRT

Transpatriot 200.000.000 - 197494000 2.506.000 -

23

Kajian Bus Sekolah dan Bus BRT Transpatriot Koridor 2 dan 3

200.000.000 - - 199.604.000 396.000

24 FS Rute Transportasi

City Tourism 500.000.000 - 406.614.000 - 93.386.000

25

Studi Asal Tujuan Perjalanan Transportasi Kota Bekasi

600.000.000 - - - 600.000.000

VI

Program Pengelolaan dan Rekayasa Lalu Lintas

2.050.000.000 120.151.000 757.498.800 284.965.200 887.385.000

26

Penunjang Operasional Kegiatan Korp Musik Pemkot Kota Bekasi

150.000.000 36.000.000 61.970.000 51.770.000 260.000

27

Pengadaan Kendaraan Operasional Truck Pengendalian Operasional Perhubungan Kota Bekasi

400.000.000 - - - 400.000.000

28

Pengamanan Hari-Hari Besar Daerah dan Nasional

200.000.000 9.000.000 166.050.000 4.500.000 20.450.000

29

Pengendalian dan Pengaturan Lalu Lintas Dampak Penutupan Jalan di Wilayah Kota Bekasi

200.000.000 63.401.000 34.139.000 58.524.000 43.936.000

(29)

No Nama Kegiatan Pagu Kegiatan

Alokasi Triwulan

Ket

I II III IV

30

Penyelenggaraan Kegiatan Operasi Gabungan di Kota Bekasi

100.000.000 11.750.000 42.825.000 23.500.000 21.925.000

31

Pengadaan Kegiatan Sistem Pengendalian Operasional Petugas Lalu Lintas

(PUSDALOPS) di Kota Bekasi

300.000.000 - 174.128.800 125.071.200 800.000

32

Pengadaan Sistem Perlengkapan Otomatic Traffic Counting

300.000.000 278.386.000 21.600.000 14.000

33

Pengadaan Double Cabin Pengendalian Operasional Perhubungan

400.000.000 - - - 400.000.000

VII

Program Pengendalian Uji Kendaraan Bermotor

1.200.000.000 1.196.459.500 0 0 3.540.500

34

Pengadaan Barang Logistik Pengujian Kendaraan Bermotor

1.100.000.000 1.099.742.500 - - 257.500

35

Perubahan Perda Pengujian Kendaraan Bermotor

100.000.000 96.717.000 - - 3.283.000

VIII Program Pengendalian

Fasilitas Parkir 500.000.000 0 500.000.000 0 0

36

Kajian Park And Ride pada kawasan TOD di Kota Bekasi meliputi FS DED, Amdall dan andalalin serta krk dan pra site plan

500.000.000 - 500.000.000 - -

IX

Program Pengelolaan Kawasan Perkotaan Untuk Pelayanan

350.000.000 0 0 197.101.895 152.898.105

37

Pembangunan, Pemeliharaan dan Pengoperasian Penunjang Terminal

150.000.000 - - - 150.000.000

38

Pembangunan, Pemeliharaan Halte dan Penyediaan Bike Sharing serta Sarana Disabilitas

200.000.000 - - 197.101.895 2.898.105

(30)

3

BAB

AKUNTABILITAS KINERJA

Pada Bab Akuntabilitas Kinerja, dipaparkan tentang Capaian Kinerja Organisasi pengukuran kinerja Dinas Perhubungan Kota Bekasi Tahun 2020, untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan dalam pencapaian sasaran dan tujuan serta pewujudan visi dan misi yang telah ditetapkan. Evaluasi dan analisis akuntabilitas kinerja menguraikan secara sistematis keberhasilan dan kegagalan, hambatan dan/kendala, dan permasalahan yang dihadapi dalam pencapaian target-target kinerja yang telah ditetapkan serta langkah-langkah antisipatif yang akan diambil untuk perbaikan dan peningkatan kinerja organisasi di tahun berikutnya secara berkelanjutan.

Pengukuran tingkat capaian kinerja Dinas Perhubungan Kota Bekasi tahun 2020 dilakukan dengan cara membandingkan antara target dengan realisasi masing-masing indikator kinerja sasaran.

Selanjutnya akan dilakukan analisis terhadap penyebab terjadinya celah kinerja (performance gap) yang terjadi serta tindakan perbaikan yang diperlukan di masa mendatang.

Pengukuran tingkat capaian kinerja Dinas Perhubungan Kota Bekasi Tahun 2020 dilakukan dengan cara membandingkan target setiap indikator kinerja dengan realisasinya. Setelah dilakukan perhitungan akan diketahui selisih atau celah kinerja. Kemudian berdasarkan selisih kinerja tersebut dilakukan evaluasi guna mendapatkan strategi yang tepat untuk peningkatan kinerja dimasa yang akan datang.

3.1. Capaian Kinerja Organisasi

Secara umum terdapat beberapa keberhasilan pencapaian sasaran strategis berikut indikator kinerjanya, namun demikian juga terdapat beberapa sasaran strategis yang tidak berhasil diwujudkan

(31)

pada tahun 2020.

Pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) di Dinas Perhubungan Kota Bekasi, diuraikan sebagai berikut :

Tabel 3.1

Capaian Kinerja Sasaran Dinas Perhubungan Kota Bekasi Tahun 2020 No Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian

Kinerja (%)

1 2 3 4 5

A. Sasaran 1 Meningkatnya Penanganan Kemacetan Lalu Lintas

1 Persentase titik kemacetan yang tertangani 26,66% 13,33% 50 B. Sasaran 2 Meningkatnya ketersediaan sarana layanan angkutan umum

massal perkotaan

1 Persentase peningkatan layanan angkutan umum massal

6,5% 0% 0

2 Persentase angkutan jalan yang memenuhi standar keselamatan

76% 79% 103,9

C. Tersedianya prasarana transportasi yang terintegrasi 1 Persentase Peningkatan Sarana Prasarana

Pendukung Transportasi yang Terintegrasi

15% 0% 0

Pengukuran kinerja terhadap indikator kinerja yang telah dicapai pada tahun 2020 dengan membandingkan antara target dan realisasi pada indikator sasaran dari 2 (dua) sasaran strategis dan 4 (empat) indikator kinerja yang telah ditetapkan dalam Renstra Dinas Perhubungan Kota Bekasi tahun 2018-2023. Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa untuk mencapai sasaran startegis pertama yaitu Meningkatnya Penanganan Kemacetan Lalu Lintas, diukur melalui 1 (satu) indikator yaitu : Persentase titik kemacetan yang tertangani dengan capaian kinerja sebesar 50 persen (belum tercapai), maka dapat dikatakan bahwa sasaran strategis Dinas Perhubungan Kota Bekasi Meningkatnya Penanganan Kemacetan Lalu Lintas belum tercapai.

Untuk mencapai sasaran strategis kedua yaitu Meningkatnya

(32)

ketersediaan sarana layanan angkutan umum massal perkotaan Dinas Perhubungan Kota Bekasi telah menetapkan 2 (dua) indikator yaitu : Pertama Persentase peningkatan layanan angkutan umum massal dengan capaian kinerja 0 persen (belum tercapai), kedua Persentase angkutan jalan yang memenuhi standar keselamatan dengan capaian kinerja sebesar 103,9 persen (terlampaui), maka dapat dikatakan bahwa sasaran strategis Dinas Perhubungan Kota Bekasi Meningkatnya ketersediaan sarana layanan angkutan umum massal perkotaan belum tercapai.

Untuk mencapai sasaran strategis ketiga yaitu Tersedianya prasarana transportasi yang terintegrasi Dinas Perhubungan Kota Bekasi telah menetapkan 1 (satu) indikator yaitu : Persentase Peningkatan Sarana Prasarana Pendukung Transportasi yang Terintegrasi dengan capaian kinerja 0 persen (belum tercapai), maka dapat dikatakan bahwa sasaran strategis Dinas Perhubungan Kota Bekasi Tersedianya prasarana transportasi yang terintegrasi belum tercapai.

3.2. Analisis Capaian Indikator Kinerja Utama

Sasaran Strategis 1 : Meningkatnya Penanganan Kemacetan Lalu Lintas 1. Indikator Sasaran Persentase titik kemacetan yang teratasi

Sebagai Kota Penyangga Ibu Kota Negara Republik Indonesia, Kota Bekasi mengemban berbagai fungsi sebagai pusat dari berbagai kegiatan seperti pusat perdagangan, industri dan tempat tinggal serta adanya pelaksanaan proyek nasional yang dilaksanakan di Kota Bekasi antara lain pembangunan jalan Tol Jakarta Cikampek Jalur Selatan, Pembangunan lanjutan Jalan Tol Becakayu, Pembangunan LRT/Light Rail Transit dan Pembangunan DDT/Double-Double Track lintasan kereta api dan lain sebagainya yang berpengaruh terhadap kondisi transportasi dan lalu lintas di Kota Bekasi. Kemacetan lalu lintas masih menjadi isu strategis yang dipengaruhi oleh tingkat pelayanan jaringan jalan (Level of Service/LOS) cukup rendah masih terdapat 24 titik kemacetan prioritas yang menjadi target penanganan dalam Renstra Dinas Perhubungan Tahun 2018-2023.

Indikator ini mendukung keberhasilan dalam pencapaian titik

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Peristiwa pembiasan menyebabkan adanya penyimpangan arah cahaya dan pada prisma akan mengalami dispersi cahaya, karena n bervariasi dengan

Sesuai tabel 2, semakin besar ketidakseimbangan beban pada trafo tiang maka arus netral yang mengalir ke tanah (IG) dan losses trafo tiang semakin besar. Salah satu cara mengatasi

Trans 7 (Analisis Tema Authentic Halal Greek Food Yunani) karya Umrotul Fadilah mahasiswa jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Islam Negeri Walisongo

Dari data yang ada dilanjutkan dengan perhitungan proporsi metode pengadaan barang, dimana sesuai prinsip pareto bertujuan untuk mengetahui metode mana yang mempunyai

$emoga dengan tersusunnya #anduan Triase #asien di 2uang tindakan ini, maka unit ruang tindakan #uskesmas 6ebang dapat memiliki acuan untuk menetapkan

1.4.1 Pedoman Umum Penyelenggaraan Sertifikasi Profesi Penanggulangan Bencana berisikan prinsip, persyaratan dan proses uji sertifikasi kompetensi yang mencakup mengajukan

yang pada umumnya tidak mengatur masalah penarikan diri (withdrawal). Oleh karena itu, penelitian mengenai “Konsekuensi Pembatalan Undang-Undang Ratifikasi terhadap

Risk collision yang menunjukkan peluang kapal tersebut akan menubruk kapal lain dihitung dengan parameter Closest Point of Approach (DCPA) dan Time to Closest Point of Approach