• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KERANGKA ACUAN KERJA (TERMS OF REFERENCE / TOR)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KERANGKA ACUAN KERJA (TERMS OF REFERENCE / TOR)"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN

KERANGKA ACUAN KERJA (TERMS OF REFERENCE / TOR)

KEGIATAN SOSIALISASI

PENCADANGAN KAWASAN KONSERVASI DI KABUPATEN TEGAL, JEPARA DAN REMBANG

TAHUN ANGGARAN 2021

(2)

1 KEGIATAN SOSIALISASI PENCADANGAN KAWASAN KONSERVASI

DI KABUPATEN TEGAL, JEPARA DAN REMBANG

1. Latar Belakang

Kawasan Konservasi Perairan, Pesisir Dan Pulau-Pulau Kecil (KKP3K) merupakan mandat dari Undang-Undang No 31 tahun 2014 Juncto Undang-Undang No. 45 tahun 2007 dan Undang- Undang no 1 tahun 2014. Jenis KKP3K dan kategori berdasarkan maksud dan tujuan dari pembentukan kawasan konservasi disesuaikan dengan kondisi sumberdaya ikan, sosial dan budaya dari kawasan tersebut. Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan diatur dengan sistem Zonasi. Sedikitnya ada 4 (empat) pembagian zona yang dapat dikembangkan di dalam KKP yakni: zona inti, zona perikanan berkelanjutan, zona pemanfaatan dan zona lainnya (Pasal 9 ayat (1) Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 30 Tahun 2010 tentang Rencana Pengelolaan dan Zonasi Kawasan Konservasi Perairan).

Penetapan Kawasan konservasi perairan merupakan salah satu upaya konservasi ekosistem yang dapat dilakukan terhadap satu atau beberapa tipe ekosistem penting untuk dikonservasi berdasarkan kriteria ekologis, sosial budaya dan ekonomis.

Konservasi saat ini telah menjadi tuntutan dan kebutuhan yang harus dipenuhi sebagai harmonisasi atas kebutuhan ekonomi masyarakat dan keinginan untuk terus melestarikan sumberdaya yang ada bagi masa depan. Data direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan (KKJI) menyebutkan hingga akhir tahun 2019 Indonesia memiliki 23,14 juta hektar kawasan konservasi perairan.

Dimana target pada akhir tahun 2030 terdapat kawasan konservasi seluas 32,5 hektar. Sebagaimana diatur peraturan perundangan tersebut di atas, pemerintah daerah diberi kewenangan dalam mengelola kawasan konservasi di wilayahnya. Dalam hal ini, fungsi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) adalah memfasilitasi daerah untuk mengembangkan potensi daerahnya sesuai dengan peraturan perundangan yang ada.

Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2018 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (Perda RZWP-3-K) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018-2038, ditetapkan 33 Kawasan Konservasi yang terdiri dari 19 Kawasan Konservasi Perairan yang didalamnya terdapat terumbu karang dan 1 Kawasan Konservasi Rajungan di pantura Jawa Tengah, 4 Kawasan Konservasi segara anakan di Kabupaten Cilacap dan 9 Kawasan Konservasi pendaratan penyu di Pansela Jawa Tengah.

Dari 19 Kawasan Konservasi Perairan hanya 1 yang sudah ditetapkan melalui SK Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor : Kep.29/MEN/2012, yaitu Kawasan Konservasi Taman Pesisir

(3)

2 Ujung Negoro Roban di Kabupaten Batang dan 2 ditetapkan melalui SK Bupati yaitu Kawasan Konservasi Perairan Karang Jeruk Kabupaten Tegal melalui SK Bupati Nomor : 523/448/2010 dan Kawasan Konservasi Taman Pulau Kecil Pulau Panjang Kabupaten Jepara melalui SK Bupati Nomor : 522.5.2/728/2013.

Dengan terbitnya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pmerintahan Daerah, Pasal 27 ayat (3) menyebutkan bahwa Kewenangan Daerah provinsi untuk mengelola sumber daya alam di laut sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling jauh 12 (dua belas) mil laut diukur dari garis pantai ke arah laut lepas dan/atau ke arah perairan kepulauan, sehingga membawa konsekuensi pencadangan Kawasan Konservasi tidak lagi oleh Bupati/Walikota tetapi oleh Gubernur.

Sehubungan dengan hal tersebut, dalam rangka melaksanakan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 pencadangan Kawasan Konservasi Perairan ditetapkan melalui SK Gubernur, sehingga dipandang perlu untuk dilakukan kegiatan kajian pencadangan Kawasan Konservasi Perairan Desa Betahwalang Kecamatan Bonang di Kabupaten Demak, untuk mendapatkan data dan rekomendasi pembentukan Kawasan Konservasi Perairan Karang Bokor Kabupaten Jepara.

2. Maksud dan Tujuan

Kegiatan ini dimaksudkan untuk melakukan Sosialisasi Pencadangan Kawasan Konservasi Perairan di Kabupaten Tegal, Jepara dan Rembang sesuai dengan hasil kajian pencadangan kawasan konservasi yang telah dilaksanakan pada tahun 2019.

Tujuan yang hendak dicapai pada kegiatan ini adalah :

1. Memberikan informasi tentang rencana penetapan kawasan konservasi perairan di wilayah karang Jeruk Kab. Tegal, wilayah perairan Pulau Panjang Kab. Jepara dan perairan Karang Jahe Kab. Rembang

2. Memberikan pemahaman kepada masyarakat dan stakeholder lain tentang manfaat dan ketentuan yang harus ditaati di wilayah kawasan konservasi

3. Mendorong tumbuhnya peran serta masyarakat dalam menjaga dan memelihara kawasan konservasi

3. Sasaran Adanya pengetahuan dan pemahaman bersama dari seluruh masyarakat dan stakeholder tentang :

1) Kawasan Konservasi perairan

2) Luasan zona inti, zona pemanfaatan terbatas dan zona lain sesuai peruntukan

3) Kegiatan yang diperbolehkan, diperbolehkan dan diperbolehkan dengan syarat pada masing-masing zona dan sub zona

4) Target konservasi yang harus dicapai dan tertuang dalam rencana jangka panjang, menengah dan rencana kerja tahunan

(4)

3 5) Kegiatan lain yang terkait dengan pengelolaan kawasan konserasi

perairan

4. Lokasi Kegiatan

Kabupaten Tegal, Jepara dan Rembang.

5. Sumber Pendanaan

Anggaran untuk pelaksanaan kegiatan ini dibebankan pada APBD Provinsi Jawa Tengah Tahun 2021 di Kegiatan Pengelolaan Kawasan Konservasi di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Berdasarkan Penetapan dari Pemerintah Pusat pada Program Pengelolaan Ruang Pesisir dan Laut sebesar Rp. 50.275.000,- (Lima puluh juta dua ratus tujuh puluh lima ribu rupiah)

6. Nama Kuasa Pengguna Anggaran dan Organisasi

Nama Pejabat Kuasa Pengguna Anggaran: Ir. Lilik Harnadi, M.Si.MSc.

Kepala Bidang Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah

7. Referensi Hukum

1) Undang-Undang No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan;

2) Undang-Undang Nomor 27 tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil;

3) Undang-Undang No. 45 Tahun 2009 Perubahan atas Undang- Undang No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan

4) Undang-Undang Nomor 01 Tahun 2014 Perubahan atas Undang- Undang Nomor 27 tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil;

5) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah;

6) Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2007 tentang Konservasi Sumberdaya Ikan;

7) Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2018 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018-2038;

8) Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor PER.02/MEN/2009 tentang Tata Cara Penetapan Kawasan Konservasi;

9) Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor PER.31/MEN/2020 tentang Pengelolaan Kawasan Konservasi;

10) Pedoman Penilaian Efektifitas Kawasan Konservasi di Indonesia (dikeluarkan oleh Direktorat Kawasan Konservasi – KLHK Tahun 2017);

11) Suplemen Panduan identifikasi, inventarisasi dan pencadangan kawasan konservasi perairan pesisir dan pulau-pulau kecil (dikeluarkan oleh Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan – KKP Tahun 2014).

(5)

4 8. Lingkup

Kegiatan

1. Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan dilaksanakan selama 1 (satu) hari kerja di Kabupaten Tegal, Jepara dan Rembang.

2. Cakupan Kegiatan

Pertemuan sosialisasi melalui pemaparan narasumber yang dilanjutkan dengan diskusi, yang meliputi :

a. Substansi teknis terkait rencana pengusulan penetapan kawasan konservasi perairan.

b. Aspek hukum pengelolaan kawasan konservasi perairan.

c. Manfaat serta dampak adanya kawasan konservasi perairan d. Peran serta masyarakat dalam pengawasan pelaksanaan

pengelolaan kawasan konservasi perairan

9. Keluaran 1. Indikator Keluaran

Adanya pengetahuan dan pemahaman masyarakat dan stakehoders di Kabupaten Tegal, Jepara dan Rembang terkait dengan manfaat dan dampak penetapan kawasan konservasi perairan bagi pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan.

2. Keluaran

Terselenggaranya kegiatan Sosialisasi Pencadangan Kawasan Konservasi Perairan sebagaimana persyaratan dalam Permen KP Nomor PER.02/MEN/2009 tentang Tata Cara Penetapam Kawasan Konservasi Perairan di Kabupaten Tegal, Jepara dan Rembang melalui dana APBD Provinsi Jawa Tengah.

10. Peralatan, Material, dan Personil.

1. Ruang Pertemuan.

2. Personil pendamping.

3. Narasumber terdiri dari : Akademisi dan pejabat lainya di luar DKP Provinsi Jawa Tengah yang berkompeten.

4. Peserta 25 orang yang terdiri dari : perwakilan masyarakat, Stakeholders Kelautan dan Perikanan dan OPD di Kabupaten Demak dan Rembang dan Cabang Dinas Kelautan lingkup DKP Provinsi Jawa Tengah.

(6)

5 5. Seminar Kit yang terdiri dari : Flashdisk, blocknote, Pulpen, Hand

Sanitizer.

11. Jadwal Pelaksanaan

Bulan Juni, Juli dan Agustus 2021 (Jadwal dan susunan acara tentative terlampir)

12. Penutup Demikian KAK ini dibuat untuk dijadikan sebagai acuan dalam pelaksanaan kegiatan ini serta dapat dijadikan pedoman oleh pelaksana kegiatan untuk pencapaian hasil yang optimal.

Semarang, Maret 2020 Kuasa Pengguna Anggaran

Kepala Bidang Kelautan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Dinas Kelautan dan Perikanan

Provinsi Jawa Tengah

Ir. Lilik Harnadi, M.Si. MSc.

NIP. 19690211 199403 1 004

(7)

6 JADWAL TENTATIVE SOSIALISASI

PENCADANGAN KAWASAN KONSERVASI DI KABUPATEN DEMAK DAN REMBANG

TAHUN 2021

No. Kab./Kota BULAN

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 Tegal

Jepara 2 Rembang

(8)

7 SUSUNAN ACARA SOSIALISASI

PENCADANGAN KAWASAN KONSERVASI DI KABUPATEN DEMAK DAN REMBANG

TAHUN 2021

NO. HARI/TGL WAKTU URAIAN KET.

1. 09.00 – 09.15 Registrasi Peserta Panitia (waktu di sesuaikan dengan lokasi

Kabupaten/Kota) 2. 09.15 – 09.45 Pembukaan (Laporan

Panitia, Sambutan dan Pembacaan Doa)

Panitia

3. 09.45 – 10.00 Coffe break

4. 10.00 – 12.00 Paparan Narasumber secara Panel

Moderator

5. 12.00 – 12.30 Diskusi Moderator

6. 12.30 – 13.00 Perumusan Panitia

7. 13.00 – 13.15 Penutupan Panitia

8. 13.15 –

selesai

Makan siang

Referensi

Dokumen terkait

Anda tidak bisa menambahkan produk yang sudah habis, sedang, atau akan mengikuti Flash Sale Shopee, atau produk yang tidak sesuai dengan kriteria. Anda bisa mengecek kriteria utama

Adanya pengetahuan dan pemahaman masyarakat dan stakehoders di 18 Kab./Kota di wilayah pesisir Jawa Tengah terkait dengan Perda Nomor 13 Tahun 2018 tentang Rencana

Rencana Strategis ( RENSTRA ) Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2013-2018 13 Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang

Data yang digunakan dalam penelitian mengenai tingkat kepuasan konsumen terdap pelayanan dan jenis produk yang disediakan Toko Rejo Mulyo adalah data primer..

12.Lingkungan kerja kantor ini bisa meningkatkan kinerja pegawai untuk menjalankan pekerjaan, hal ini dapat di lihat dari hasil taubulasi kuesioner (pertannyaan

untuk mendukung Rencana Zonasi Wilayah Pesisir Pulau-Pulau Kecil (RZWP-3-K), terdiri dari 13 dataset

Jika salah satu pemain mengatakan suatu angka, pemain lain harus mengatakan angka yang lebih besar 1 hingga 10 angka dari angka tersebut. Dan begitu seterusnya hingga

Saran yang dapat diberikan adalah metode perbaikan tanah dengan metode preloading dan PVD sangat disarankan untuk memperbaiki tanah dasar di lokasi jalan Pakuwon