• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. LATAR BELAKANG BAB I PENDAHULUAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "A. LATAR BELAKANG BAB I PENDAHULUAN"

Copied!
38
0
0

Teks penuh

(1)

(2)

2 BAB I

PENDAHULUAN

Salah satu pilar dalam mewujudkan good governance adalah akuntabilitas instansi pemerintah yang dalam pelaksanaannya diwujudkan dalam bentuk Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP).

Sebagai sebuah entitas pemerintahan Lapas Kelas IIB Muaro Sijunjung dalam penyelenggaraan tugas pokok dan fungsinya juga berusaha mengedepankan prinsip good governance dalam setiap kegiatan dan pengelolaan sumber daya yang dituangkan dalam LKIP.

Sebagai bentuk pengukuran kinerja atas pelaksanaan setiap kegiatan dan pengelolaan sumber daya, maka dalam LKIP Lapas Kelas IIB Muaro Sijunjung akan disajikan capaian-capaian kinerja, keberhasilan maupun hambatan yang dihadapi sebagai bahan dalam meningkatkan kinerja di masa mendatang.

Dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya, Lapas Kelas IIB Muaro Sijunjung telah dibekali dengan berbagai sumber daya seperti dana (anggaran), personil, sarana dan prasarana kerja. Kajian tentang sejauh mana efektivitas dan efisiensi pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya serta pengelolaan sumber daya harus dapat dijelaskan kepada stakeholder. LKIP ini disusun dalam rangka menyiapkan informasi, baik bagi para pejabat maupun para pemangku kepentingan Lapas Kelas IIB Muaro Sijunjung.

LKIP juga merupakan sumber data bagi penyusunan LKIP Lapas Kelas IIB Muaro Sijunjung secara keseluruhan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut maka LKIP disusun mengacu pada Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tanggal 20 November 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.

Laporan kinerja dimaksudkan berguna untuk mengkomunikasikan capaian kinerja Lembaga Pemasyarakatan dalam satu tahun anggaran, baik berkaitan dengan proses pencapaian tujuan dan sasaran maupun menjelaskan keberhasilan dan kegagalan tingkat kinerja yang di capai.

A. LATAR BELAKANG

(3)

1. Maksud.

Untuk meningkatkan kinerja organisasi serta ketatalaksanaannya berdasarkan perencanaan yang matang baik menyangkut administrasi maupun tugas-tugas pokok organisasi yang menyangkut pelayanan/ perawatan tahanan maupun pembinaan Narapidana.

2. Tujuan.

Adapun tujuan dari dibuatnya LKIP yaitu sebagai media pertanggungjawaban pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Lapas Kelas IIB Muaro Sijunjung dalam penyelenggaraan pemasyarakatan di daerah selama 1 (satu) tahun.

Yang menjadi dasar hukum penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Unit Pelaksana Teknis Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Muaro Sijunjung adalah sebagai berikut :

1. Undang-Undang RI Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme;

2. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.

3. Peraturan Presiden Nomor 29 tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;

4. Peraturan Menteri Pendayagunaan Apatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor : PER/9/M.PAN/5/2007 tentang Pedoman Umum Penetapan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Instansi Pemerintah;

5. Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 6 Tahun 2016 tentang Perubahan Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 29 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Hukum dan HAM;

6. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 249/ PMK.02/2011 tentang Pengukuran dan Evaluasi Kinerja Atas Pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara /Lembaga;

7. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah;

8. Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor : M.HH- 04.PR.03.01 Tahun 2015 tanggal 6 Oktober 2015 tentang Pedoman Penyusunan Laporan Kinerja Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia.

C. Dasar Hukum B. Maksud dan Tujuan

(4)

4 Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) merupakan suatu bentuk format pertanggung-jawaban instansi pemerintah yang berisi informasi seputar capaian dan hambatan pelaksanaan rencana kerja.

LKIP adalah Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan dan merupakan produk akhir SAKIP yang mengambarkan kinerja yang dicapai oleh suatu instansi Pemerintah atas pelaksanaan program dan kegiatan yang dibiayai oleh APBN/APBD.

Penyusunan LKIP berdasarkan siklus anggran yang berjalan selama satu tahun dan dalam pembuatan LKIP instansi Pemerintah harus dapat menentukan besaran kinerja yang dihasilkan secara kuantitatif yaitu besaran dalam satuan jumlah atau persentase.

LKIP Lapas Kelas IIB Muaro Sijunjung disajikan dalam empat bab, yaitu Pendahuluan, Perencanaan Kinerja, Akuntabilitas Kinerja, dan Penutup dengan rincian sebagai berikut:

- Ikhtisar Eksekutif;

- Bab I – Pendahuluan, menyajikan secara ringkas latar belakang, maksud dan tujuan, dasar hukum, pengertian, dan sistematika penulisan;

- Bab II – Perencanaan Kinerja, menyajikan Rencana Strategis tahun 2020 – 2024 dan perjanjian kinerja 2021;

- Bab III – Akuntabilitas Kinerja, menyajikan capaian kinerja organisasi berupa pengukuran kinerja dan pengelola data kinerja dan realisasi anggaran 2021;

- Bab IV – Penutup, menyajikan simpulan dari kinerja tahun 2021 dan penyempurnaan yang dapat dilakukan;

- Lampiran-lampiran.

E. Sistematika Penulisan D. PENGERTIAN

(5)

BAB II

PERENCANAAN KINERJA

Sebagai pijakan, setiap tahun Lapas Kelas IIB Muaro Sijunjung menetapkan target kinerja yang merupakan kontrak kinerja dengan Kementerian Hukum dan HAM RI. Penetapan target kinerja Lapas Kelas IIB Muaro Sijunjung tahun 2021 mengacu kepada rencana strategis Lapas Kelas IIB Muaro Sijunjung Tahun 2020-2024 (misalnya) dengan menginduk kepada Rencana Strategis Kementerian Hukum dan HAM RI Tahun 2020- 2024 sesuai dengan Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor 33 Tahun 2020 tanggal 23 Desember 2020 tentang perubahan Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor 9 Tahun 2016 Tanggal 26 Februari 2016 Tentang Rencana Strategis Tahun 2015-2019.

Dengan berjalannya waktu dan merujuk pada Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, Lapas Kelas IIB Muaro Sijunjung melakukan penajaman tujuan dan sasaran strategis dan merekonstruksi Indikator Kinerja Utama, sampai dapat disajikan akuntabilitas pencapaian sasaran strategis.

Tahapan perencanaan kinerja pada Lapas Kelas IIB Muaro Sijunjung dimulai dengan penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Lapas Kelas IIB Muaro Sijunjung 2020-2024 yang pada hakikatnya merupakan pernyataan komitmen bersama mengenai upaya terencana dan sistematis untuk meningkatkan kinerja. Dalam rangka memberikan arah dan sasaran yang jelas serta sebagai pedoman dan tolok ukur kinerja dalam pelaksanaan tugas yang diselaraskan dengan arah kebijakan dan program pembangunan nasional yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) 2005-2025 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2020-2024, Lapas Kelas IIB Muaro Sijunjung menetapkan Rencana Strategis 2020-2024 sebagai dasar acuan penyusunan kebijakan, program, dan kegiatan, serta sebagai pedoman dan pengendalian kinerja dalam pelaksanaan program dan kegiatan Lapas Kelas IIB Muaro Sijunjung dalam pencapaian visi dan misi serta tujuan organisasi pada 2020-2024.

Dalam pelaksanaan tugas dan fungsi, Lapas Kelas IIB Muaro Sijunjung senantiasa bertumpu pada nilai-nilai luhur yang telah disepakati dan ditetapkan dalam rumusan nilai luhur Lapas Kelas IIB Muaro Sijunjung

1. Pernyataan Visi

Sesuai arahan Presiden, hal terpenting yang harus dicapai dalam kurun waktu lima tahun kedepan adalah menjadikan peningkatan produktivitas sebagai prioritas. Pelaksanaan pekerjaan tidak lagi kerja berorientasi proses, tapi harus berorientasi pada hasil-hasil. Tugas Pemerintah bukan hanya membuat dan melaksanakan kebijakan, tetapi juga harus memastikan bahwa masyarakat menikmati pelayanan serta hasil pembangunan. Dengan A. Rencana Strategis 2020-2024

(6)

6 kata lain tugas birokrasi adalah making delivered, menjamin agar manfaat program dirasakan oleh masyarakat. Terdapat 5 (lima) hal yang menjadi arahan dan pedoman dalam pelaksanaan tugas pemerintahan kedepan, yaitu:

1. Pembangunan SDM agar menjadi pekerja keras, dinamis, terampil, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi;

2. Pembangunan infrastruktur yang menghubungkan kawasan produksi dengan kawasan distribusi, mempermudah akses ke kawasan wisata, mendongkrak lapangan kerja baru, dan mengakselerasi nilai tambah perekonomian rakyat;

3. Penyederhanaan dan pemangkasan segala bentuk kendala regulasi yang menghambat penciptaan lapangan kerja dan pengembangan UMKM;

4. Penyederhanaan birokrasi sehingga efektif dan efisien; dan 5. Transformasi ekonomi.

Mendasarkan pada hal tersebut dan dengan mempertimbangkan masalah pokok bangsa, tantangan pembangunan yang dihadapi dan capaian pembangunan selama ini, maka visi pembangunan nasional untuk tahun 2020-2024 adalah : “Terwujudnya Indonesia maju yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong royong” Upaya untuk mewujudkan visi tersebut adalah melalui 9 Misi Pembangunan yaitu:

1. Peningkatan kualitas manusia Indonesia.

2. Struktur ekonomi yang produktif, mandiri, dan berdaya saing.

3. Pembangunan yang merata dan berkeadilan.

4. Mencapai lingkungan hidup yang berkelanjutan.

5. Kemajuan budaya yang mencerminkan kepribadian bangsa.

6. Penegakan sistem hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya.

7. Perlindungan bagi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada setiap warga.

8. Pengelolaan pemerintahan yang bersih, efektif dan terpercaya.

9. Sinergi pemerintah daerah dalam kerangka negarakesatuan.

Sejalan dengan arahan Presiden terkait pelaksanaan visi dan misi tersebut di lingkungan Kementerian/LPNK, maka untuk kurun waktu 2020-2024 ditetapkan visi Kementerian Hukum dan HAM adalah : “Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia yang Andal, Profesional, Inovatif, dan Berintegritas dalam Pelayanan Kepada Presiden dan Wakil Presiden untuk Mewujudkan Visi dan Misi Presiden dan Wakil Presiden: Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong”.

(7)

2. Pernyataan Misi

Kementerian Hukum dan HAM melaksanakan Misi Presiden dan Wakil Presiden No. 6, 7 dan 8 dengan uraian sebagai berikut :

 Misi ke-6 : Penegakan sistem hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya. Dukungan Kementerian Hukum.

 Misi ke-7 : Perlindungan bagi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada setiap warga.

 Misi ke-8 : Pengelolaan pemerintahan yang bersih, efektif dan terpercaya.

Misi Kementerian Hukum dan HAM

a. Membentuk peraturan perundang-undangan yang berkualitas dan melindungi kepentingan nasional

Kementerian Hukum dan HAM sebagai salah satu Kementerian yang bertanggungjawab terhadap perumusan, penetapan dan pelaksanaan kebijakan di bidang peraturan perundang- undangan akan berupaya seoptimal mungkin untuk mewujudkan peraturan perundang-undangan yang berkualitas dan melindungi kepentingan nasional. Makna kualitas dalam misi ini adalah peraturan perundang- undangan yang dihasilkan harus sesuai dengan asas pembentukan peraturan perundang-undangan.

Tidak hanya itu, dalam misi ini juga terkandung peran strategis Kementerian Hukum dan HAM yaitu melakukan pembinaan hukum nasional sehingga produk hukum yang dihasilkan dilaksanakan sesuai norma dan aturan dan mampu menciptakan kondisi yang aman, tertib, dan damai dalam kerangka Pancasila dan Undang- undang Dasar NRI Tahun 1945.

b. Menyelenggarakan pelayanan publik dibidang hukum yang berkualitas

Kementerian Hukum dan HAM bertanggung jawab memberikan layanan kepada seluruh masyarakat secara adil dan berkepastian hukum, khususnya dibidang administrasi hukum umum, kekayaan inteletual, keimigrasian, pemasyarakatan, dan pemberian bantuan hukum secara prima sesuai asas pelayanan publik yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan. Selain untuk mencegah praktik korupsi dibidang pelayanan publik, terjaganya kualitas layanan publik akan mampu memberikan kontribusi positif pada upaya perbaikan peringkat kemudahan berusaha (easy of doing business/EODB) Indonesia di dunia internasional serta untuk meningkatkan investasi di bidang perekonomian.

(8)

8

c. Mendukung Penegakan hukum di bidang kekayaan intelektual, keimigrasian, administrasi hukum umum dan pemasyarakatan yang bebas dari korupsi, bermartabat dan terpercaya.

Penegakan hukum yang dilakukan Kementerian Hukum dan HAM selain harus adil dan berkepastian hukum, tentunya harus memenuhi kemanfaatan. Beberapa dukungan dalam penegakan hukum yang dilakukan Kementerian Hukum dan HAM, yaitu :

1) Di bidang kekayaan intelektual dilakukan untuk melindungi hak kekayaan intelektual yang ada di negara kesatuan Republik Indonesia. Dengan terlindunginya hak kekayaan intelektual tersebut, diharapkan mampu mendorong inovasi dan kreativitas anak bangsa di negeri ini dan mampu mengkontribusi peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional.

2) Di bidang keimigrasian diarahkan untuk menjaga stabilitas keamanan negara melalui penindakan atas pelanggaran dokumen keimigrasian sekaligus melindungi kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui pengawasan lalu lintas manusia di perbatasan.

3) Di bidang pemasyarakatan selain diarahkan untuk menjaga stabilitas keamanan negara dengan cara menjaga kondisi Lapas/Rutan selalu aman dan tertib, juga diarahkan untuk menciptakan manusia mandiri yang mampu bekerja dan menghasilkan pendapatan sehingga memingkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Proses ini akan dilakukan melalui program revitalisasi pemasyarakatan dan akan dilaksanakan secara berkesinambungan.

4) Di bidang administrasi hukum umum.

d. Melaksanakan Penghormatan, Perlindungan dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia Yang Berkelanjutan

Kementerian Hukum dan HAM menjadi salah satu Kementerian yang merumuskan, menetapkan dan melaksanakan kebijakan di bidang pembudayaan kesadaran hukum masyarakat dan hak asasi manusia, tentunya harus mampu meningkatkan kesadaran hukum masyarakat, memberikan perlindungan dan pemenuhan HAM sebagai bentuk dari penghormatan HAM. Keberhasilan dari misi ini dapat dilihat dari meningkatnya kesadaran hukum dan HAM serta menurunnya tingkat pelanggaran hukum dan HAM serta dilihat dari meningkatnya partisipatif pemerintah pusat dan daerah dalam mengimplementasikan Rencana Aksi Nasional HAM.

e. Meningkatkan kesadaran hukum masyarakat

f. Ikut serta menjaga stabilitas keamanan melalui peran keimigrasian dan pemasyarakatan g. Melaksanakan tata laksana pemerintahan yang baik melalui reformasi birokrasi dan

kelembagaan.

Hal ini dilaksanakan untuk memastikan bahwa pelaksanaan tugas fungsi teknis dalam menjalankan mewujudkan visi dan misi berjalan sesuai target, tepat sasaran, dan dilaksanakan secara efektif dan efisien. Misi ini diarahkan agar seluruh kinerja Kementerian Hukum dan HAM baik di

(9)

pusat dan daerah sesuai dengan prinsip- prinsip tata kelola pemerintahan yang baik. Hal ini akan dilakukan melalui pengelolaan manajerial dengan pendekatan men, money, materials, machines, and methods (5M) secara terukur, dimana Man merujuk pada sumber daya manusia yang dimiliki oleh organisasi. Dalam manajemen, faktor manusia adalah yang paling menentukan. Manusia yang membuat tujuan dan manusia pula yang melakukan proses untuk mencapai tujuan. Money atau Uang merupakan salah satu unsur yang tidak dapat diabaikan. Uang merupakan alat tukar dan alat pengukur nilai. Besar- kecilnya hasil kegiatan dapat diukur dari jumlah uang yang digunakan dalam organisasi. Materials terdiri dari bahan yang akan diolah menjadi suatu kinerja. Untuk mencapai hasil yang lebih baik, selain manusia yang ahli dalam bidangnya juga harus dapat menggunakan bahan/materi-materi sebagai salah satu sarana. Sebab tanpa adanya materi yang jelas maka manusia tidak akan bisa bekerja terarah dan tidak akan tercapai hasil yang dikehendaki.

Machine atau mesin digunakan untuk memberi kemudahan atau menghasilkan keuntungan yang lebih besar serta menciptakan efisiensi kerja. Dalam hal ini adalah sarana prasarana yang dibutuhkan.

Kementerian Hukum dan HAM untuk menunjang pelaksanaan tugas fungsinya. Sedangkan methods adalah suatu tata cara kerja yang memperlancar jalannya pekerjaan Sebuah metode adalah penetapan cara pelaksanaan kerja suatu tugas dengan memberikan berbagai pertimbangan- pertimbangan kepada sasaran, fasilitas-fasilitas yang tersedia dan penggunaan waktu, serta anggaran dan kegiatan. Misi ini akan dilaksanakan dengan koridor reformasi birokrasi melalui penataan 8 (delapan) area perubahan secara berkelanjutan.

3. Tujuan dan Sasaran Strategis Kementerian Hukum dan HAM a. Tujuan

Tujuan merupakan penjabaran dari visi dan misi dan juga merupakan hal yang akan dicapai atau dihasilkan oleh organisasi. Berdasarkan visi, misi serta memperhatikan tata nilai yang ditetapkan, maka tujuan yang hendak dicapai oleh Kementerian Hukum dan HAM dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya selama tahun 2020-2024 sesuai misinya adalah sebagai berikut:

• Misi membentuk peraturan perundang-undangan yang berkualitas dan melindungi kepentingan nasional, bertujuan untuk mewujudkan peraturan perundang-undangan yang harmonis yang sejalan dengan kebutuhan hukum masyarakat dan kebijakan pemerintah; dan terciptanya ketertiban dan keamanan dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

• Misi menyelenggarakan pelayanan publik dibidang hukum yang berkualitas, bertujuan untuk mewujudkan layanan Kementerian Hukum dan HAM yang Prima.

• Misi mendukung penegakan hukum di bidang kekayaan intelektual, keimigrasian, administrasi hukum umum dan pemasyarakatan yang bebas dari korupsi, bermartabat dan

(10)

10 terpercaya, bertujuan untuk mendorong inovasi kreativitas masyarakat melalui peningkatan permohonan kekayaan intelektual, meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional melalui kemudahan pemberian ijin pendirian badan usaha, sekaligus memenuhi hak-hak warga binaan pemasyarakatan serta membentuk Warga Binaan Pemasyarakatan agar menjadi manusia seutuhnya, menyadari kesalahan, memperbaiki diri, tidak mengulangi tindak pidana sehingga dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat, dapat aktif berperan dalam pembangunan dan dapat hidup secara wajar sebagai warga negara yang baik dan bertanggung jawab serta Memberikan jaminan perlindungan hak asasi tahanan yang ditahan serta keselamatan dan keamanan benda-benda yang disita untuk keperluan barang bukti dan benda-benda yang dinyatakan dirampas untuk negara dan mencegah penyalahgunaan dokumen keimigrasian oleh WNI dan WNA yang melintas dan tinggal di Indonesia.

• Misi melaksanakan penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak asasi manusia yang berkelanjutan, bertujuan untuk terlindunginya hak asasi manusia.

• Misi melaksanakan peningkatan kesadaran hukum masyarakat, bertujuan untuk meningkatkan nilai-nilai dan sikap kesadaran hukum masyarakat serta akses keadilan.

• Misi ikut serta menjaga stabilitas keamanan melalui peran kemigrasian dan pemasyarakatan, bertujuan untuk menciptakan wilayah perbatasan yang aman dari perlintasan WNA/WNI yang tidak mempunyai dokumen sesuai prosedur dan menciptakan keamanan dan ketertiban di seluruh Lapas/Rutan.

• Misi melaksanakan tata laksana pemerintahan yang baik melalui reformasi birokrasi dan kelembagaan, bertujuan untuk mewujudkan ASN Kementerian Hukum dan HAM yang kompeten dan terlaksananya reformasi Birokrasi di Kementerian Hukum dan HAM.

4. Sasaran Strategis Kementerian Hukum dan HAM

Sasaran strategis adalah pembangunan hukum sesuai dengan tugas dan fungsi Kementerian Hukum dan HAM merupakan kondisi yang diinginkan dapat dicapai oleh Kementerian Hukum dan HAM sebagai suatu outcome/impact dari beberapa program yang dilaksanakan. Gambaran dari sasaran strategis tersebut dapat dicermati dari peta stratagis yang didalamnya dikelompokan berdasarkan perspektif kepentingannya, yaitu prespektif eksternal stakeholder, internal business, learning and growth dan budget discipline.

SS 1 - Terpenuhinya peraturan perundang-undangan yang sesuai dengan azas pembentukan peraturan perundang-undangan

SS 2 - Mengoptimalkan peran dalam penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan HAM SS 3 - Memastikan pelayanan publik di bidang hukum sesuai dengan asas penyelenggaraan pelayanan publik

(11)

SS 4 - Memastikan penegakan hukum yang mampu menjadi pendorong inovasi dan kreatifitas dalam pertumbuhan ekonomi nasional.

SS 5 - Ikut berperan serta dalam menjaga stabilitas keamanan dan kedaulatan NKRI. SS 6 - Meningkatkan kesadaran hukum masyarakat

SS 7 - Meningkatkan kompetensi strategis Sumber Daya Manusia Kementerian Hukum dan HAM

SS 8 - Membangun budaya kerja yang berorientasi kinerja organisasi yang berintegritas, efektif dan efisien

5. Indikator Kinerja Utama

Table 2.1. Indikator Kinerja Utama

NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA UTAMA

1. Meningkatnya Pelayanan Publik di Bidang Hukum Sesuai Dengan Asas Penyelenggaraan Pelayanan Publik

Indeks Kepuasan Masyarakat Terhadap Layanan Publik Bidang Hukum

2. Memastikan Penegakan Hukum yang Mampu Menjadi Pendorong Inovasi dan Kreatifitas Dalam Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

1 .Persentase Klien Pemasyarakatan yang Produktif, Mandiri dan Berdayaguna 2 .Persentase Benda Sitaan dan Barang Rampasan yang Terjaga Kuantitas (jumlah) dan Kualitasnya (nilai)

3. Persentase Menurunnya Residivis 4 .Persentase Tahanan yang Mendapatkan Perlindungan dan Perawatan

3. Ikut Berperan Serta Dalam Menjaga Stabilitas Keamanan dan Kedaulatan NKRI

Indeks Keamanan dan Ketertiban UPT Pemasyarakatan

(12)

12 Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, pada tahun 2021 Kepala Lapas Kelas IIB Muaro Sijunjung telah menandatangani Penetapan Kinerja yang merupakan komitmen seluruh unsur Lapas Kelas IIB Muaro Sijunjung untuk memenuhi target kinerja yang telah ditetapkan dan sebagai bagian dari upaya memenuhi misi organisasi. Tarkin yang telah disetujui oleh Kementerian Hukum dan HAM RI ini merupakan Performance Agreement antara Lapas Kelas IIB Muaro Sijunjung dengan Kementerian Hukum dan HAM RI Penetapan Kinerja ini menjadi acuan pelaksanaan kegiatan, dalam proses manajemen kinerja sehingga dapat menyelenggarakan kegiatan dengan lebih baik dan dapat mendorong peningkatan kinerja.

Pada tahun 2021, perjanjian kinerja disesuaikan dengan Renstra yang telah dimodifikasi, perjanjian kinerja atau dokumen Penetapan Kinerja yang memuat 8 indikator kinerja utama yang digunakan untuk mengukur tercapainya lima sasaran strategis. Perjanjian Kinerja pada UPT Pemasyarakatan merupakan tekad dan janji rencana kinerja tahunan yang akan dicapai antara pimpinan UPT Pemasyarakatan yang menerima amanah/tanggungjawab/kinerja dengan Direktur Jenderal Pemasyarakatan sebagai pihak yang memberikan amanah/tanggungjawab/kinerja. Dengan demikian, Perjanjian Kinerja ini merupakan suatu janji kinerja yang akan diwujudkan oleh seorang pejabat penerima amanah kepada atasan langsungnya.

Perjanjian Kinerja ini akan menggambarkan capaian kinerja yang akan diwujudkan oleh UPT Pemasyarakatan dalam kurun waktu satu tahun dengan mempertimbangkan sumber daya yang dikelolanya. Berikut akan diuraikan target kinerja tahun 2020 sesuai dengan indikator setiap sasaran serta kegiatan yang dilakukan dalam upaya mencapai target kinerja yang telah ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja Tahun 2021.

B. Perjanjian Kinerja Tahun 2021

(13)

Tabel 2.2

Perjanjian Kinerja Th. 2021 Terkait Outcome

No. Uraian Satuan Target

Sasaran Strategis :

1. Meningkatnya persentase Narapidana 100% Persentase narapidana yang mendapatkan pembinaan kepribadian sesuai standart

dan Tahanan yang mendapatkan

pelayanan pembinaan

narapidana/tahanan di Lapas sesuai standart guna meningkatkan Indeks

Kepuasan Masyarakat dan mendukung

pelaksanaan sistem Pemasyarakatan 100% Persentase Narapidana yang mendapatkan pelayanan administrasi narapidana sesuai standar

100% Persentase Narapidana yang mendapatkan pelayanan integrasi (Asimilasi, PB, CB, CMB) dan

pendayagunaan TPP sesuai standar

100% Persentase Narapidana yang mendapatkan latihan keterampilan dan kegiatan kerja produk sesuai standar

(14)

14 2 Meningkatnya persentase Narapidana 100% Persentase

Narapidana/Tahanan yang mendapatkan pelayanan kebutuhan dasar dan kesehatan lingkungan sesuai standart

dan Tahanan yang mendapatkan

pelayanan Perawatan

narapidana/tahanan di Lapas sesuai standart guna meningkatkan Indeks Kepuasan Masyarakat dan mendukung

pelaksanaan sistem Pemasyarakatan.

100% Persentase narapidana/

Tahanan yang mendapatkan

pelayanan perawatan kesehatan dasar, lanjutan dan

penyuluhan kesehatan sesuai Standar

100% Persentase Narapidana/

tahanan yang mendapatkan

pelayanan perawatan kesehatan khusus dan rehabilitasi sesuai standart

3 Meningkatnya persentase Narapidana dan Tahanan yang mendapatkan pelayanan Keamanan dan Ketertiban di

Lapas sesuai standart guna

100% Persentase pengaduan yang ditindaklanjuti sesuai standart

meningkatkan Indeks Kepuasan Masyarakat dan mendukung pelaksanaan sistem Pemasyarakatan

100% Persentase pencegahan gangguan keamanan dan pemeliharaan keamanan sesuai standart

(15)

100% Persentase gangguan keamanan yang ditindaklanjuti dan penanggulangan sesuai standart

4 Meningkatnya persentase Layanan Internal (Overhead). Tersusunnya Dokumen

Pelaporan yang akuntanbel dan tepat waktu 1

Dokumen

Tersusunnya dokumen rencana kerja, anggaran UPT Pemasyarakatan dan pelaporan yang akuntabel dan tepat waktu

5 Jumlah Layanan Perkantoran 1

Dokumen

Meningkatnya persentase layanan Perkantoran yang sesuai standart

Tabel 2.3

Perjanjian Kinerja Th 2021 Terkait Output

No. Uraian Satuan Target TAPKIN

Program :

Sasaran Strategis :

1. Meningkatnya persentase Narapidana 100% Persentase narapidana yang mendapatkan pembinaan kepribadian sesuai standart

dan Tahanan yang mendapatkan Pelayanan pembinaan

narapidana/tahanan di Lapas sesuai standart guna meningkatkan Indeks

Kepuasan Masyarakat dan mendukung

pelaksanaan sistem Pemasyarakatan 100% Persentase Narapidana yang mendapatkan pelayanan administrasi Narapidana sesuai

(16)

16 standar

100% Persentase Narapidana yang mendapatkan pelayanan integrasi (Asimilasi, PB, CB, CMB) dan

pendayagunaan TPP sesuai standar

100% Persentase Narapidana yang mendapatkan pelayanan administrasi narapidana sesuai standar

2 Meningkatnya persentase Narapidana 100% Persentase

Narapidana/Tahanan yang mendapatkan pelayanan kebutuhan dasar dan kesehatan lingkungan sesuai standart

Dan Tahanan yang mendapatkan Pelayanan Perawatan

narapidana/tahanan di Lapas sesuai standart guna meningkatkan Indeks Kepuasan Masyarakat dan mendukung pelaksanaan sistem Pemasyarakatan.

100% Persentase narapidana/

Tahanan yang mendapatkan

pelayanan perawatan kesehatan dasar, lanjutan dan

penyuluhan kesehatan sesuai Standar

100% Persentase

Narapidana/ tahanan yang mendapatkan

(17)

17 pelayanan perawatan kesehatan khusus dan rehabilitasi sesuai standart

3 Meningkatnya persentase Narapidana dan Tahanan yang mendapatkan pelayanan Keamanan dan Ketertiban di Lapas sesuai standart guna

100% Persentase pengaduan yang ditindaklanjuti sesuai standart

meningkatkan Indeks Kepuasan Masyarakat dan mendukung pelaksanaan sistem

Pemasyarakatan

100% Persentase pencegahan gangguan keamanan dan pemeliharaan keamanan sesuai standart

100% Persentase gangguan keamanan yang ditindaklanjuti dan penanggulangan sesuai standart

4 Meningkatnya persentase Layanan Internal (Overhead). Tersusunnya Dokumen Pelaporan yang akuntanbel dan tepat waktu

1

Dokumen

Tersusunnya dokumen rencana kerja, anggaran UPT Pemasyarakatan dan pelaporan yang akuntabel dan tepat waktu

5 Jumlah Layanan Perkantoran 1

Dokumen

Meningkatnya persentase layanan Perkantoran yang sesuai standart

(18)

18 BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

Kinerja (performance) adalah gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan/ program/ kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, misi dan visi organisasi yang tertuang dalam strategic planning suatu organisasi. Istilah kinerja sering digunakan untuk menyebut prestasi atau tingkat keberhasilan individu maupun kelompok/individu. Kinerja bisa diketahui hanya jika individu atau kelompok invidu tersebut mempunyai kriteria keberhasilan yang telah ditetapkan. Kriteria keberhasilan ini berupa tujuan-tujuan atau target-target tertentu yang hendak dicapai. Tanpa ada tujuan atau target, kinerja seseorang atau organisasi tidak mungkin dapat diketahui karena tidak ada tolak ukurnya.

Sedangkan pengukuran kinerja (performance measurement) adalah suatu metode atau alat yang digunakan untuk mencatat dan menilai pencapaian pelaksanaan kegiatanberdasarkan tujuan, sasaran, dan strategi sehingga dapat diketahui kemajuan organisasi serta meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan akuntabilitas. Untuk itu diperlukan indikator kinerja yang jelas, dapat dihitung, diukur, dan dapat digunakan sebagai dasar untuk menilai tingkat kinerja yang baik.

Pengukuran capaian kinerja Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Suliki tahun 2020, dilakukan dengan cara membandingkan antara target (rencana) dan realisasi indikator kinerja pada masing-masing sasaran kegiatan. Pencatatan dan pengukuran kinerja dilakukan pada aspek kinerja keuangan dan non keuangan sebagai indikator untuk mengukur keberhasilan suatu organisasi yang terintegrasi dalam sistem manajemen organisasi.

 Uraian capaian Kinerja sesuai denga Perjanjian Kinerja Tahun 2021 , dengan penjelasan capaian pada setiap indikator kegiatan serta perbandingan dengan Tahun 2020.

SASARAN

INDIKATOR KINERJA TAHUN 2021 INDIKATOR KINERJA TAHUN

2020

URAIAN TARG

ET REALISASI % REALISASI %

Pembinaan dan

penyelenggar aan

pemasyaraka tan

Jumlah layanan pembinaan narapidana

100 %

Kegiatan layanan pembinaan narapidana yang cepat, tepat dan professional

100

%

pembinaan narapidana yang cepat, tepat dan professional.

95%

A. Capaian Kinerja Organisasi

(19)

19 Jumlah

layanan perawatan pembinaan narapidana/

tahanan

100%

kegiatan layanan perawatan pembinaan narapidana/t ahanan ditindakanjuti secara cepat dan tepat

100

%

kegiatan layanan perawatan pembinaan narapidana/taha nan

ditindakanjuti secara cepat dan tepat

95%

Jumlah layanan

100% kegiatan layanan

100

%

kegiatan layanan keamanan dan

95%

keamanan dan ketertiban

keamanan dan ketertiban ditindakanjuti secara cepat dan tepat

ketertiban ditindakanjuti secara cepat dan tepat.

Layanan internal (overhead )

1 Doku men

Kegiatan Layanan internal (overhead ditindaklanjuti secara cepat, tepat dan professiona

100

%

Kegiatan Layanan internal (overhead ditindaklanju ti secara cepat, tepat dan

professional

96%

Layanan perkantoran

1 Doku men

Kegiatan layanan perkantoran ditindaklanjuti secara cepat, tepat dan professional

100

%

Kegiatan layanan perkantoran ditindaklanju ti secara cepat, tepat dan

professional

98%

(20)

20

 Uraian setiap indikator Kegiatan dilengkapi dengan data capaian output pelaksanaan tugas dan fungsi.

SASARAN INDIKATOR KEGIATAN

DATA CAPAIAN OUTPUT KEGIATAN

REALISASI

Jumlah layanan pembinaan

narapidana

Layanan Pembinaan

kepribadian dan layanan integrasi narapidana

Program

Pembinaan diikuti oleh seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan

Terjadi Perubahan Perilaku disiplin, aktif

dan tidak melanggar peraturan

Pembinaan administrasi narapidana

Narapidana dan tahanan terintegrasi dan terklasifikasi secara tepat Waktu dan akuntabel

Warga Binaan Pemasyarakatan mendapatkan kepastian hukum

Layanan integrasi dan TPP

SK Asimilasi, PB, CB dan CMB tepat waktu

Warga Binaan

Pemasyarakatan kembali aktif dan produktif ditengah tengah masyarakat dan

menurunnya tingkat hunian Lapas

Pembinaan keterampilan dan kegiatan kerja produksi

Narapidana yang mengikuti pelatihan menjadi lebih produktif dan berinovasi serta mampu menghasilka n produk

Narapidana mampu berinovasi dan menghasilkan produk sehingga mendapatkan premi tambahan untuk membiayai kebutuhan sehari- hari. Serta bisa berwirausaha untuk mendapatkan penghasilan.

(21)

21 Jumlah layanan

perawatan pembinaan narapidana/tahanan

layanan kebutuhan dasar dan kesehatan lingkungan

layanan kebutuhan dasar dan kesehatan lingkungan sesuai standar

Narapidana/tahanan terpenuhi kebutuhan dasar dan lebih sehat dan mengikuti program pembinaan

Layanan perawatan kesehatan dasar, lanjutan dan penyuluhan kesehatan lingkungan

Layanan perawatan kesehatan dasar, lanjutan dan penyuluhan kesehatan

lingkungan sesuai standar

Narapidana/tahanan menjadi lebih sehat dan

dapat mengikuti program pembinaan

Layanan perawatan kesehatan khusus

dan rehabilitasi

Layanan perawatan kesehatan khusus

dan rehabilitasi sesuai standar

Narapidana/tahanan menjadi lebih sehat dan

menurunnya tingkat ketergantungan adiksi

Jumlah layanan keamanan dan ketertiban

layanan pengaduan ditindaklanjuti sesuai standar

Penanganan pengaduan ditindak lanjuti secara cepat dan sesuai prosedur

Pengguna layanan puas terhadap layanan yang diberikan

Pencegahan gangguan keamanan dan pemeliharaan keamanan sesuai standar

Pencegahan gangguan dan pemeliharaan keamanan ditindaklanjuti sesuai standar

Lapas aman dan tertib

Layanan penanganan gangguan keamanan dan ketertiban

Gangguan keamanan yang ditindaklanjuti sesuai standar

Lapas aman dan tertib

(22)

22 Layanan internal

(overhead )

penyusunan dokumen rencana anggaran, anggaran UPT

Pemasyarakatan dan pelaporan

tersusunnya dokumen rencana kerja berbasis kinerja yang akuntabel dan tepat waktu

Dokumen rencana kerja berbasis

Kinerja yang akuntabel dan tepat waktu

Yang akuntabel dan tepat waktu

Tersusunnya dokumen

Pengelolaan BMN dan

Kerumahtanggaan yang sesuai standar

Pelaksanaan pengelolaan BMN dilakukan dengan akuntabel dan tepat waktu

Dokumen pengelolaan BMN yang akuntabel dan tepat waktu

Tersusunnya dokumen pelaksana anggaran dan laporan keuangan yang akuntabel dan tepat waktu

Pelaksanaan anggaran dan laporan keuangan dilakukan dengan akuntabel dan tepat waktu

Pelaksanaan Anggaran dan laporan keuangan yang akuntabel dan tepat waktu.

Layanan Perkantoran

Meningkatnya prosentase layanan perkantoran yang sesuai standart

Pelaporan dilakukan dengan akuntabel dan tepat waktu

Dokumen pelaporan yang akuntabel dan tepat waktu

(23)

23

 Perbandingan antara Realisasi Kinerja serta Capaian Kinerja Semester II Tahun 2020 dan Semester II Tahun 2021 adalah sebagai berikut :

PROGRAM KEGIATAN

REALISASI [%]

SEMESTER II TAHUN 2020

REALISASI [%]

SEMESTER II TAHUN 2021 Layanan pembinaan

narapidana

97% 100%

Layanan perawatan pembinaan narapidana/tahanan

98% 100%

layanan keamanan dan ketertiban

95% 100%

Layanan internal (overhead) 96% 100%

Layanan perkantoran 100% 100%

(24)

 Perbandingan Realisasi Anggaran Tahun 2020 dan 2021

LAPORAN REALISASI ANGGARAN SATUAN KERJA UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (DALAM RUPIAH)

No URAIAN

2021 2020

ANGGARAN REALISASI

REALISASI DI ATAS (BAWAH)

ANGGARAN

% REAL.

ANGG. ANGGARAN REALISASI

REALISASI DI ATAS (BAWAH)

ANGGARAN

% REAL.

ANGG.

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

A A.I.1 A.I.1.a A.I.1.b A.I.2

PENDAPATAN NEGARA DAN HIBAH PENERIMAAN NEGARA

Penerimaan Perpajakan Penerimaan Negara Bukan Pajak HIBAH

0 0 0 0

13,287,536 0 13,287,536 0

13,287,536 0 13,287,536 0

0.00 0.00 0.00 0.00

0 0 0 0

15,511,814 0 15,511,814 0

15,511,814 0 15,511,814 0

0.00 0.00 0.00 0.00

JUMLAH PENDAPATAN DAN HIBAH 0 13,287,536 13,287,536 0.00 0 15,511,814 15,511,814 0.00

B B.I.1 B.I.1.a B.I.1.b B.I.1.c B.I.1.d B.I.1.e B.I.1.f B.I.1.g B.I.1.h B.I.2 B.I.2.a B.I.2.b B.I.2.c B.I.2.d B.I.2.e B.I.2.f B.I.2.g B.I.2.h

BELANJA NEGARA Rupiah Murni

Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Modal

Pembayaran Bunga Utang Subsidi

Hibah Bantuan Sosial Belanja Lain-lain Pinjaman dan Hibah Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Modal

Pembayaran Bunga Utang Subsidi

Hibah Bantuan Sosial Belanja Lain-lain

5,553,088,000 2,875,281,000 2,677,807,000 0

0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

5,553,052,742 2,875,260,987 2,677,791,755 0

0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

( 35,258)

( 20,013)

( 15,245)

0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

100.00 100.00 100.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00

5,298,071,000 3,003,289,000 2,294,782,000 0

0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

4,957,015,642 2,795,074,883 2,161,940,759 0

0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

( 341,055,358) ( 208,214,117) ( 132,841,241) 0

0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

93.56 93.07 94.21 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00

JUMLAH BELANJA 5,553,088,000 5,553,052,742 ( 35,258) 100.00 5,298,071,000 4,957,015,642 ( 341,055,358) 93.56

C C.I C.I.1 C.I.2 C.II

PEMBIAYAAN

PEMBIAYAAN DALAM NEGERI (NETO) Perbankan Dalam Negeri

Non Perbankan Dalam Negeri (Neto) PEMBIAYAAN LUAR NEGERI (NETO)

0 0 0 0

0 0 0 0

0 0 0 0

0.00 0.00 0.00 0.00

0 0 0 0

0 0 0 0

0 0 0

0.00 0.00 0.00

0 0.00

(25)

No URAIAN

2021 2020

ANGGARAN REALISASI

REALISASI DI ATAS (BAWAH)

ANGGARAN

% REAL.

ANGG. ANGGARAN REALISASI

REALISASI DI ATAS (BAWAH)

ANGGARAN

% REAL.

ANGG.

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

C.II.1 C.II.1

Penarikan Pinjaman Luar Negeri

Pembayaran Cicilan Pokok Utang Luar Negeri

0 0

0 0

0 0

0.00 0.00

0 0

0 0

0 0

0.00 0.00

JUMLAH PEMBIAYAAN 0 0 0 0.00 0 0 0 0.00

(26)

26

 Sasaran Strategis

NAMA SS JUMLAH

IKU NILAI SS KETERANGAN

Meningkatkan Pelayanan Kepribadian dan

Penanganan Narapidana Resiko Tinggi

7 100% Selesai

Meningkatnya Pelayanan Keamanan dan Ketertiban

4 100% Selesai

Meningkatnya Pelayanan Perawatan

Narapidana/Tahanan Pengendalian Penyakit Menular dan Peningkatan Kualitas Hidup Narapidana Peserta Rehabilitasi Narkotika

7 100% Selesai

Meningkatnya Dukungan Layanan Manajemen Satker

7 100% Selesai

(27)

27 2. Pengelola Data Kinerja

1. Analisis penyebab keberhasilan atau peningkatan atau penurunan kinerja serta alternative solusi.

INDIKATOR CAPAIAN

HASIL

KINERJA PENYEBAB ALTERNATIF

SOLUSI layanan pembinaan

narapidana

Peningkatan  Terjadi perubahan perilaku, disiplin, aktif dan tidak melanggar peraturan

 Warga Binaan Pemasyarakatan mendapatkan kepastian hukum.

 Warga Binaan Pemasyarakatan kembali aktif dan produktif

ditengahtengah masyarakat dan menurunnya tingkat hunian Lapas

 Narapidana mampu berinovasi dan menghasilkan produk

sehingga mendapatkan premi tambahan untuk membiayai kebutuhan

sehari- hari . Serta bisa berwirausaha untuk mendapatkan penghasilan

 Program Pembinaan diikuti oleh seluruh Warga Binaan

Pemasyarakata n

 Narapidana dan tahanan teregistrasi dan terklasifikasi secara tepat

waktu dan

akuntabel

 SK Asimilasi, PB, CB dan CMB tepat waktu

 Mengadakan MOU dengan

pihak ke-3 terkait pengadaan pelatihan

keterampilan bagi Warga Binaan Pemasyarakata n

agar lebih produktif dan berinovasi serta mampu

menghasilkan produk

(28)

28 layanan perawatan

pembinaan

narapidana/tahanan

Peningkatan  Narapidana/tahanan menjadi lebih sehat dan dapat mengikuti program pembinaan dengan adanya layanan kebutuhan dasar dan kesehatan yang sesuai standar.

 Narapidana/tahanan menjadi lebih sehat dan dapat mengikuti program pembinaan dengan adanya layananan perawatan kesehatan dasar, lanjutan dan penyuluhan kesehatan lingkungan yang sesuai standar.

 Narapidana/tahanan menjadi lebih sehat dan dapat mengikuti program pembinaan dengan adanya layanan perawatan khusus dan rehabilitasi

 Layanan kebutuhan dasar dan kesehatan lingkungan sesuai standar

 Layanan perawatan kesehatan dasar, lanjutan dan

penyuluhan kesehatan lingkungan sesuai standar

 Layanan perawatan kesehatan khusus dan rehabilitasi sesuai standar

layanan keamanan dan ketertiban

Peningkatan  Pengguna layanan puas terhadap layanan yang diberikan karena penanganan

pengaduan yang ditindaklanjuti secara cepat, tepat dan sesuai prosedur

 Lapas aman dan tertib dengan adanya pencegahan gangguan dan pemeliharaan

keamanan yang

 Penanganan pengaduan ditindak lanjuti secara cepat, tepat dan sesuai prosedur

 Pencegahan gangguan dan pemeliharaan keamanan ditindak lanjuti sesuai standar

 Gangguan keamanan

(29)

29 sesuai standar

 Lapas aman dan tertib dengan adanya pencegahan gangguan keamanan

yang sesuai standa

yang ditindaklanjuti sesuai standar

 Pelatihan peningkatan kemampuan dan kecakapan Sumber Daya Manusia/Petug as Pengamana

Layanan internal (overhead)

Peningk atan

 Dokumen rencana kerja berbasis kinerja yang akuntabel dan tepat waktu

 Dokumen pengelolaan BMN yang akuntabel dan tepat waktu

 Pelaksanaan anggaran dan laporan keuangan yang akuntabel dan tepat waktu

 Tersusunnya dokumen rencana kerja berbasis kinerja yang akuntabel dan tepat waktu

 Pelaksanaan pengelolaan BMN dilakukan dengan akuntabel dan tepat waktu

 Pelaksanaan anggaran dan laporan keuangan dilakukan dengan akuntabel dan tepat waktu

Layanan perkantoran

Peningk atan

Dokumen Pelaporan yang akuntabel dan tepat waktu

Pelaporan dilakukan dengan akuntabel dan tepat waktu

(30)

30 Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Muaro Sijunjung memiliki pagu anggaran pada tahun 2021 sebesar Rp. 5.553.088.000,-. Realisasi anggaran per 31 Desember 2021 adalah sebesar Rp.

5.553.052.742,- atau sebesar 100 %, dengan perincian sebagai berikut :

No

URAIAN ANGGARAN REALISASI

REALISASI DI ATAS (BAWAH)

ANGGARAN

% REALISASI ANGGARAN

1 2 3 4 5 6

A PENDAPATAN NEGARA DAN HIBAH 1. PENERIMAAN DALAM NEGERI

a. Penerimaan Perpajakan b. Penerimaan Negara Bukan Pajak 2. HIBAH

0 0 0 0

13,287,536 0 13,287,536 0

13,287,536 0 13,287,536 0

0.00 0.00 0.00 0.00

JUMLAH PENDAPATAN DAN HIBAH 0 13,287,536 13,287,536 0.00

B BELANJA Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Modal

Pembayaran Bunga Utang Subsidi

Hibah Bantuan Sosial Belanja Lain- lain

2,875,281,000 2,677,807,000 0

0 0 0 0 0

2,875,260,987 2,677,791,755 0

0 0 0 0 0

( 20,013)

( 15,245)

0 0 0 0 0 0

100.00 100.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00

JUMLAH BELANJA 5,553,088,000 5,553,052,742 ( 35,258) 100.00

C PEMBIAYAAN

1. PEMBIAYAAN DALAM NEGERI (NETO) a. Perbankan Dalam Negeri

b. Non Perbankan Dalam Negeri (Neto) 2. PEMBIAYAAN LUAR NEGERI (NETO)

a. Penarikan Pinjaman Luar Negeri

b. Pembayaran Cicilan Pokok Utang Luar Negeri 0 0 0 0 0 0

0 0 0 0 0 0

0 0 0 0 0 0

0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00

JUMLAH PEMBIAYAAN 0 0 0 0.00

B. Realisasi Anggaran

(31)

31 BAB IV

P E N U T U P

Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Tahun 2021 Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Muaro Sijunjung adalah dalam rangka pertanggung jawaban pelaksanaan program dan anggaran tahun 2021. Hal ini sejalan dengan Instruksi Presiden Nomer 7 Tahun 1999 tentang Aktualisasi Instansi Pemerintah dan Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2014 tentang percepatan pemberantasan korupsi.

LKIP ini diharapkan berperan selain sebagai alat kendali, tetapi juga dapat digunakan sebagai alat penilai kualitas kinerja, serta sebagai alat pendorong demi terwujudnya kepemerintahan yang bersih dan berwibawa (Good Governance).

Pada keseluruhan uraian yang telah disampaikan pada bab-bab sebelumnya, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Muaro Sijunjung telah berupaya melaksanakan seluruh program yang telah ditetapkan.

Pencapaian kinerja pada program-program tertentu menunjukan adanya keberhasilan pencapaian sesuai yang telah diharapkan. Namun demikian ada juga beberapa kegiatan pada program-program tersebut belum menunjukan hasil yang diinginkan. Kegiatan yang belum dapat direalisasikan akan dijadikan prioritas kegiatan tahun berikutnya yang menutupi kekurangan atau kesenjangan antar target dan pencapaian kinerja tersebut.

Mengacu pada permasalahan yang terjadi di tahun 2021 tersebut, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Muaro Sijunjung akan tetap secara konsisten melaksanakan berbagai kegiatan sebagai fungsi pelayanan masyarakat, keamanan/penegakan hukum serta fasilitator pembagngunan ekonomi. LKIP tahun 2021 ini diharapkan selain untuk memenuhi kewajiban akuntabilitas, dapat juga bermanfaat baik untuk penyusunan perencanaan program sekaligus menjadi sumber informasi dalam pengambilan keputusan guna peningkatan kinerja Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Muaro Sijunjung.

(32)

32 Kiranya LKIP tahun 2021 ini dapat memenuhi kewajiban akuntabilitas dan sekaligus menjadi sumber informasi penting dalam pengambilan keputusan guna peningkatan kinerja.

Bagi Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Muaro Sijunjung, LKIP ini merupakan salah satu bahan acuan penting dalam penyusunan dan impelementasi : Rencana Kerja (Operational Plan), dan Rencana Anggaran (Financial Plan) pada masa-masa mendatang.

Muaro Sijunjung, Desember 2021 Kepala Lembaga Pemasyarakatan

Kelas IIB Muaro Sijunjung,

YORDANI,A.Md,IP,S.Sos,MH NIP. 19730105 199203 1 001

(33)

33

L A M

P

I

R

A

N

(34)

34

Dokumentasi Perjanjian Kinerja Tahun 2021

(35)

35

(36)

PERJANJhN KINERJA TA}IUN 2021

KEPALA LEMBAGA PEMASYARAKATAT{ KELAS IIB MUARO SUUNJUNG DENGAN KEPALA DIVISI PEiIASYARAKATAN

KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM SUMATERA BARAT

Dalam rangka mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan dan akuntabel serta berorientasi pada hasil, kami yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama :

BISTOK OLOAN SITUNGKIR

Jabatan :

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas llB Muaro Sijuniung Selanjutnya disebut pihak pertama

Nama

: BUDI ARGAP SITUNGKIR

Jabatan

: Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Barat

Selaku atasan pihak pertama, selanjutnya disebut pihak kedua

Pihak pertama berjanji akan mewujudkan target kinerja yang seharusnya, sesuai lampiran perianjian

ini,

dalam rangka mencapai target kinerja jangka menengah seperti yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan. Keberhasilan dan kegagalan pencapaian target kinerja tersebut menjadi tanggung jawab kami.

Pihak kedua akan melakukan supervisi yang diperlukan serta akan melakukan evaluasi terhadap capaian kinerja dad perjanjian

ini dan

mengambil tindakan yang dipedukan dalam rangka pemberian penghargaan dan sanksi.

Padang, 29 Januan 2O21 Pihak Kedua,

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Barat

Pihak Pertama,

Kepala syarakatan

unlung

BUDI ARGAP SITUNGKIR NlP. 1975't021 199803 1 001

SITUNGKIR NI 7 199503 1 001

m

(37)

PERJANJIAT{ KINERJA TAHUN 2021

KEPALA LE}IBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIB TTUARO SUUNJUNG DENGAT{ KEPALA DMIS! PEilIASYARAKATAN

KAT.ITOR WILAYAH KEilIENTER]AN HUKUM DAN HAi, SUMATERA BARAT

NO SASARAN KEGIATAN INDIKATOR KINERJA TARGET

I Meningkatnya Pelayanan Pembinaan Kepribadian, Dan Penanganan Narapidana Resiko Tinggi

Persentase Narapkiana

Yang

Memperoleh Nilai Baik

Dengan

Predikat Memuaskan Pada lnstrument Penilaian Kepribadian

600/o

Persentase Narapidana Resiko Tinggi

Yang Berubah Perilakunya Menjadi Sadar, Patuh Dan Dispilin

13o/o

persentase

narapidana mendapatkan hak remisi

yang

persentass narapidana yang

mendapatkan hak inteqrasi 7 5o/o persentas€ narapidana yang

mendapatkan hak Pendidikan

7 5o/o

Persentase narapidana yang memperoleh pelatihan vokasi bersertifikasi

25Yo

Persentase narapkJana yang bekerja dan produktif

2 Meningkatnya Pelayanan Keamanan Dan Ketertiban

Persentase Pengaduan Yang

Ditindaklaniuti Sesuai Standar 7 5o/o Persentase Gangguan Kamtib Yang

Dapat Diceoah 60%

Persentase Kepatuhan Dan Disiplin Terhadap Tata Tertib Olsh

Tahanan/Narapidana/Anak Pelaku Gangguan Kamtib

7 5o/o

Persentas6 Pemulihan Kondisi Keamanan Pasca Gangguan Kamtib Secara Tuntas

60%

3 Meningkatnya Pelayanan Perawatan Narapidana/Tahanan/Anak,

Pengendalian Penyakit Menular dan P€ningkatan Kualitas Hidup

Narapidana Peserta Rshabilitasi Na*okita

Persentase pemenuhan layanan makanan bagi Tahanan

/Narapidana/Anak sesuai dengan standar

7'.lo/o

Persentase Tahanan

/Narapidana/Anak mendapatkan layanan kesehatan (preventiO secara berkualhas

92o/o

Persentase

Tahanan/Narapidana/Anak yang mongalami gangguan menlal dapat tertangani

60%

97Yo

620/o

(38)

7 5o/o

Persentase tahanan/narapidana/anak berkebutuhan khusus (Disabilitas) yang mendapatkan layanan kesehatan sesuai standar

7 5Yo

Persentase keberhasilan penanganan penyakit menular HIV-AIDS (ditekan jumlah virusnya) dan TB Positif

(berhasil sembuh)

60%

23Yo

4 Meningkatnya Dukungan Layanan Manajemen Satker

Tersusunnya dokumen rencana kerja, anggaran UPT Pemasyarakatan dan pelaporan yang akuntabel tepat waktu

l

Layanan

Tersusunnya dokumen pengelolaan

BMN dan Kerumah tanggaan

l

Layanan

Terpenuhinya data dan peningkatan

kompetensi pegawai pemasyarakatan

l

Layanan Tersusunnya Dokumen Pelaksanaan

Anggaran dan laporan keuangan yang akuntabel dan tepat waktu

l

Layanan

Jumlah Layanan Perkantoran

l

Layanan 100

NiIaiSMART 100

NO KEGIATAN ANGGARAN

1 Penyelenggaraan Pemasyarakatan di Wilayah Rp. 5.189.912.000,- JUMLAH Rp. 5.189.912.000,-

Pihak Kedua,

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Barat

BUDI ARGAP SITUNGKIR NtP. 1975'1021 199803 1 001

Pihak Pertama,

Kepala Pemasyarakatan S|JunJung

ITUNGKIR NIP. 7199503 1 001 Persentase tahanan/narapidana lansia yang mendapatkan layanan kesehatan sesuai standar

Persentase perubahan kualitas hidup pecandu/penyalahguna/korban

penyalahgunaan narkotika

Nilai IKPA

Padang, 29 Januan 2021

Referensi

Dokumen terkait

Memedomani ketentuan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Perjanjian Kinerja dan Review

8.Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara

yang tersedia, sesuai Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan

Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata

Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan

Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara

Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara