• Tidak ada hasil yang ditemukan

BIDANG KEGIATAN: PKM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BIDANG KEGIATAN: PKM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

i JUDUL PROGRAM

MARILAS (MANISAN KERING LABU SIAM) :

UPAYA DIVERSIFIKASI PANGAN LOKAL MENGOPTIMALKAN POTENSI LABU SIAM DI DESA SENDEN, KECAMATAN SELO, KABUPATEN

BOYOLALI BIDANG KEGIATAN:

PKM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

Diusulkan oleh:

Ria Farikhah Al Khurmain H0813153/ 2013

Arsyah Avikana H0813024/ 2013

Nur Hajriyani Fajarwati H0910051/ 2010 Retno Fatma Pradhika H0813151/ 2013 Sukma Dewi Desvani H0713179/ 2013

UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

2014

i

(2)
(3)

iii

Daftar Tabel ... iv

Daftar Gambar ... v

Ringkasan ... vi

BAB 1. PENDAHULUAN ... 1

BAB 2. GAMBARAN UMUM MASYARAKAT SASARAN ... 4

BAB 3. METODE PELAKSANAAN ... 5

BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN ... 10

4.1. Anggaran Biaya ... 10

4.2. Jadwal Kegiatan ... 10

LAMPIRAN-LAMPIRAN ... 11

(4)

iv

(5)

v

(6)

vi hijau. Produksi labu siam di daerah Selo, Boyolali pada tahun 2010 mencapai 4,65 ton.

Berlimpahnya produksi labu siam di daerah tersebut mengakibatkan harga jualnya menjadi sangat rendah bahkan pernah menyentuh harga Rp 100/kg. Labu siam merupakan produk hasil pertanian dengan umur simpan yang pendek sehingga ketika hasil panen melimpah dan tidak segera diolah maka buah akan busuk dan petani rugi.

Selama ini petani hanya menjual hasil panennya dalam keadaan segar, tidak ada pengelolaan pasca panen seperti pengolahan menjadi produk yang baru sehingga meningkatkan nilai jual dari labu siam.

Salah satu alternatif pengolahan labu siam adalah dengan mengolahnya menjadi MARILAS. “MARILAS” merupakan produk manisan labu siam yang dibuat dengan sirup rosella sebagai pemanis alami sehingga tidak hanya memiliki rasa manis saja namun juga rasa asam khas rosella. Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat Desa Senden, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali terutama yang belum memperoleh pekerjaan sehingga dapat mengurangi angka pengangguran di desa tersebut.

Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan beberapa kegiatan diantaranya adalah pelatihan pembuatan manisan labu siam, pelatihan Good Manufacturing Practice, pelatihan pengemasan produk, pelatihan kewirausahaan dan pemasaran, mendapatkan ijin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), serta adanya pengawasan, evaluasi, dan pelaporan.

Pemasaran MARILAS ini didukung dengan banyaknya turis lokal maupun asing yang berkunjung ke Selo, Boyolali karena kawasan ini kaya akan obyek wisata sehingga diharapkan MARILAS dapat menjadi oleh-oleh khas Boyolali. Luaran yang diharapkan adalah keberadaan produk ini mampu menjadi sumber mata pencaharian yang baru bagi masyarakat di Desa Senden, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali.

Program Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk memanfaatkan potensi labu siam yang berlimpah di Desa Senden, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, meningkatkan nilai ekonomis dan umur simpannya, meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan petani mengenai pengolahan labu siam yang inovatif melalui pengolahan labu siam menjadi produk baru sebagai oleh-oleh khas Boyolali sehingga dapat mendorong penduduk setempat untuk memproduksi produk hasil pertanian menjadi produk baru dengan nilai ekonomis yang jauh lebih tinggi dan diharapkan program ini dapat mengangkat perekonomian masyarakat di Desa Senden, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali.

Kata kunci: Labu siam, Rosella, MARILAS

(7)

vii BAB 1. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Labu siam atau Sechium edule (bahasa jawa: jipang atau jepan, bahasa sunda: lèjèt, bahasa inggris: chayote) merupakan salah satu jenis tanaman yang masuk ke dalam suku labu-labuan (Cucurbitaceae). Kulit labu siam berwarna hijau muda sampai hijau semu tua dan berbentuk seperti buah pir besar dengan berat yang bervariasi mulai dari 50gr sampai 2kg. Masa tanam labu siam cukup singkat, hanya dalam kurun waktu kurang lebih 3 bulan tanaman ini sudah siap dipanen dan untuk selanjutnya tanaman ini dapat dipanen setiap 7 sampai 10 hari sekali. Labu siam memiliki kandungan vitamin B kompleks, seperti asam folat yang berperan sangat penting dalam pembelahan sel dan pembentukan DNA. Mengkonsumsi labu siam dalam jumlah cukup sebelum atau selama awal kehamilan bisa membantu mencegah cacat tabung saraf pada bayi. Selain itu, dalam 100 gram labu siam segar, terkandung sekitar 125 mg kalium yang bermanfaat untuk melawan efek sodium.

Daerah Selo, Boyolali merupakan salah satu daerah penghasil labu siam dengan jumlah yang melimpah. Pada tahun 2010, produksi labu siam di daerah Selo, Boyolali pada tahun 2010 mencapai 4,65 ton[1]. Begitu berlimpahnya produksi labu siam di daerah tersebut hingga mengakibatkan harga jual sering jatuh dan pernah menyentuh harga Rp 100/kg. Petani di Desa Senden hanya menjual hasil panennya dalam keadaan segar, tidak ada pengelolaan pasca panen seperti pengolahan menjadi produk yang baru sehingga meningkatkan nilai jual dari labu siam. Ketika harga jatuh dan pemborong tidak datang untuk membeli hasil panen petani, maka labu siam biasanya akan digunakan untuk dikonsumsi sendiri atau sebagai pakan ternak. Di Desa Senden seringkali ketika panen labu siam dibiarkan begitu saja oleh pemiliknya hingga membusuk tanpa dimanfaatkan sama sekali.

Selama ini mayoritas masyarakat hanya memanfaatkan labu siam sebagai makanan ternak ataupun pelengkap masakan sayur seperti sayur asem dan sayur lodeh, dikarenakan rasa labu siam yang cenderung hambar. Salah satu alternatif pengolahan labu siam yang berbeda adalah dengan mengolahnya menjadi MARILAS. MARILAS merupakan manisan labu siam yang dibuat dengan sirup rosella sebagai pemanis alami sehingga memiliki rasa, warna dan tampilan yang menarik. Pengolahan labu siam menjadi manisan tentu akan meningkatkan nilai jualnya menjadi berkali-kali lipat dibandingkan dengan menjualnya dalam bentuk buah segar sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani labu siam.

Pembuatan manisan labu siam ini menggunakan sirup rosella yang diolah dari perpaduan rosella ungu kering dengan air, asam sitrat (C6H8O7) dan gula. Ada tiga segi yang diperhatikan sebagai dasar dalam pemilihan sirup rosella sebagai sirup perasa. Pertama, dilihat dari segi kandungan nutrisi rosella dikenal sebagai tanaman dengan kandungan antioksidan yang tinggi sehingga bermanfaat

[1]Suprihati, Model Budidaya Pertanian Desa Berbasis Local Wisdom & Local Knowledge di Jawa Tengah: Upaya Adaptasi terhadap Perubahan Iklim (Yogyakarta: Universitas Kristen Satya Wacana, 2013), h.46.

(8)

viii untuk menghilangkan efek dari radikal bebas yang bersifat merusak sel sehat.

Kedua, dari segi rasa manisan dengan pemanis sirup rosella akan memiliki rasa yang tidak sekedar manis namun juga sedikit masam sehingga terasa segar di mulut. Ketiga dari segi warna, penggunaan pemanis sirup rosella akan menghasilkan manisan dengan warna ungu kemerahan sehingga menarik apabila dipasarkan.

Kecamatan Selo terletak di Kabupaten Boyolali. Lokasinya yang berada di tengah-tengah antara Gunung Merapi dan Merbabu menjadikan Selo sebagai pintu gerbang bagi para pendaki yang hendak melakukan pendakian baik di Gunung Merapi maupun Merbabu. Berada pada ketinggian 1600 hingga 1800 mdpl membuat Selo memiliki hawa yang sejuk dan dingin. Daerah Selo dikenal sebagai penghasil sayur-sayuran seperti kubis, labu siam, wortel, seledri, sayur adas, dan sebagainya. Daerah Selo pun masuk sebagai salah satu daerah pencanangan wisata berbasis ekosistem alam di wilayah Jawa Tengah bagian selatan, yang dikenal sebagai SSB (Solo, Selo dan Borobudur). Ada berbagai macam potensi wisata di Kecamatan Selo, diantaranya ialah Goa Lowo dan Goa Song, Sumber Mata Air Tuk Babon, Joglo Mandala Wisata atau Joglo Merapi I, Gardu Pandang New Selo, dan sebagainya. Potensi wisata yang begitu besar telah berhasil menarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara untuk berkunjung ke Selo. Para wisatawan berkunjung ke Selo untuk menikmati panorama keindahan Selo dan kesenian lokalnya seperti Tari Keprajuritan dan Tari Soreng. Kuliner khas dari daerah ini ialah jadah bakar, susu segar, lentho, sambel lethok, dan marning jagung.

Sebagai daerah penghasil sayur-sayuran yang melimpah, Selo belum memiliki produk olahan sayur maupun buah-buahan sebagai oleh-oleh khas Selo, Boyolali. Selain itu, berdasarkan survei pendahuluan yang dilakukan tim, diketahui bahwa sebagian besar warga bermata pencaharian sebagai petani sayuran dan sekitar 30% warga Desa Senden belum memiliki pekerjaan (pengangguran). Oleh karenanya perlu ada alternatif pekerjaan untuk mengurangi angka pengangguran di desa ini dan meningkatkan penghasilan masyarakat setempat. Mengingat potensi wisata, geografis dan hasil buminya, maka pelatihan pembuatan MARILAS sebagai oleh-oleh khas Selo diharapkan mampu meningkatkan nilai jual labu siam dan mengurangi angka pengangguran di wilayah tersebut.

1.2. Perumusan Masalah

Produksi labu siam di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, cukup melimpah yaitu mencapai 4,65 ton di tahun 2010[2]. Akan tetapi belum ada pengolahan lebih lanjut terhadap produk labu siam tersebut. Karena ketersediaan labu siam yang banyak menyebabkan harga jual labu siam menjadi rendah, pemasaran cukup susah dan umur simpan tidak panjang. Hal ini mengakibatkan petani sering mengalami kerugian. Oleh karena itu perlu adanya proses pengolahan lebih lanjut

[1]Loc. Cit.

(9)

ix yang dapat meningkatkan nilai jual labu siam dan umur simpannya sehingga petani setempat dapat memperoleh keuntungan yang lebih daripada menjual produk segar.

Hal ini juga dapat mendorong petani setempat untuk mengolah produk pangan menjadi beragam produk yang lebih inovatif. Oleh karena itu dengan adanya pelatihan ini akan memberikan ketrampilan tambahan sehingga dapat memberikan alternatif pekerjaan bagi warga Desa Senden.

1.3. Tujuan

Tujuan dari Program Kreativitas Mahasiswa ini adalah di antaranya:

a. Memanfaatkan potensi labu siam yang melimpah untuk meningkatkan nilai ekonomis dan umur simpan produk.

b. Meningkatkan pendapatan petani setempat dengan cara pengolahan produk segar menjadi produk olahan dengan harga ekonomis yang lebih tinggi.

c. Meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan penduduk setempat mengenai pengolahan pangan yang inovatif sehingga akan mendorong penduduk setempat untuk memproduksi produk olahan pangan yang dapat mendatangkan keuntungan lebih tinggi.

1.4. Luaran yang Diharapkan

Luaran yang diharapkan dari Program Kreativitas Mahasiswa ini adalah:

a. Inovasi produk dan diversifikasi produk berbahan baku labu siam dengan rosella ungu menjadi “MARILAS” sebagai oleh-oleh khas Selo, Boyolali.

b. Produk “MARILAS” yang enak, berkualitas dan menyehatkan serta menjadi kesukaan banyak kalangan.

c. Ketrampilan masyarakat setempat dalam mengolah labu siam menjadi

“MARILAS” dan memasarkannya sebagai salah satu wirausaha.

1.5. Manfaat

Kegunaan dari Program Kreativitas Mahasiswa ini adalah diantaranya:

a. Pemerintah dapat menjadikan program kreativitas mahasiswa ini sebagai salah satu alternatif pengembangan ketrampilan masyarakat setempat yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

b. Masyarakat setempat dapat menjadikan program kreativitas mahasiswa ini sebagai salah satu sarana untuk menggali ilmu pengetahuan dan mengasah ketrampilan terutama dalam bidang pengolahan pangan inovatif yang mampu meningkatkan nilai ekonomis dan umur simpan bahan hasil pertanian.

c. Mahasiswa dapat menjadikan program kreativitas mahasiswa ini sebagai sarana berlatih untuk mengabdi kepada masyarakat dan turut serta dalam pengembangan ekonomi kemasyarakatan untuk Indonesia yang lebih baik.

(10)

x BAB 2. GAMBARAN UMUM MASYARAKAT SASARAN

Desa Senden merupakan satu dari sepuluh desa yang ada di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Diperlukan waktu kurang lebih satu jam untuk mencapai Desa ini dari pusat Kabupaten Boyolali. Desa ini sangat dekat dengan Gunung Merbabu yakni terletak pada radius 3-4 km dari puncak Merbabu.

Penduduknya sejumlah 2.339 jiwa terdiri atas 1.555 laki-laki dan 1.184 perempuan dimana 535 kepala keluarga di Desa Senden bermata pencaharian sebagai petani.

Berdasarkan survey pendahuluan diketahui bahwa sekitar 30% warga Desa Senden tidak memiliki pekerjaan (pengangguran)

Jalan yang ditempuh untuk menuju Desa Senden amatlah berkelok karena letaknya yang berada di lereng gunung. Di sisi kanan dan kiri jalan akan tersuguh panorama yang eksotis nan indah khas dataran tinggi. Berada pada ketinggian ±1600 mdpl membuat Senden memiliki hawa yang sejuk dan dingin. Lahan di daerah ini pun masuk dalam kategori lahan yang subur dengan iklim yang sangat baik sehingga cocok untuk pertanian terutama sayur-mayur dan memang Senden terkenal akan hasil pertaniannya seperti labu siam, kubis, sawi, cabe, tomat, wortel, seledri, sayur adas, dan lain sebagainya. Sayur-sayuran tersebut biasanya dijual ke Pasar Sayur Cepogo untuk selanjutnya dikirim ke berbagai pasar di daerah lain, seperti Solo, Karanganyar, Klaten, bahkan sampai Jakarta. Selain dijual, biasanya hasil panen dimanfaatkan oleh petani sebagai sayur untuk dikonsumsi sendiri atau sebagai pakan ternak.

Para petani yang ada di Desa Senden memiliki kehidupan yang sangat sederhana.

Dengan pengetahuan seadanya mereka mengusahakan budidaya sayuran untuk kemudian dijual agar dapat menyambung hidup di era yang serba modern ini. Ketika masa panen tiba, seringkali berbagai masalah muncul seperti hasil panen yang dibeli dengan harga murah sampai tidak datangnya pemborong sayuran sehingga hasil panen para petani ini pun banyak yang terbuang dan dibiarkan busuk. Pengetahuan seadanya menyebabkan petani hanya tahu menanam dan menjual hasil panennya dalam keadaan segar. Tidak ada inisiatif pengelolaan pasca panen untuk mengolah produk hasil pertanian menjadi sesuatu yang baru dengan harga yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi sehingga akan meningkatkan pendapatan mereka. Memang telah ada beberapa organisai masyarakat seperti PKK, Karang Taruna, dan Kelompok Tani. Namun, organisasi-organisasi masyarakat tersebut tidak berjalan dengan baik sehingga masyarakat perlu pendampingan yang intensif untuk mengoptimalkan kegiatan-kegiatan yang seharusnya dilakukan dalam kelompok-kelompok masyarakat tersebut. Tanpa adanya pendampingan, maka desa tersebut tidak akan mencapai kemajuan yang berarti untuk ke depannya. Dengan pendidikan masyarakatnya yang relatif rendah, perlu adanya pelatihan dan pendampingan suatu keterampilan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

(11)

xi BAB 3. METODE PELAKSANAAN

A. Tempat dan Waktu Pelaksanaan

Kegiatan ini akan dilaksanakan di Desa Senden, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali selama 3 bulan.

B. Bahan dan Alat

Bahan yang digunakan untuk program ini adalah labu siam, rosella ungu, gula pasir, kalsium karbonat, asam sitrat, dan air.

Alat yang digunakan adalah Panci, ember, baskom, sotil, irus, telenan, pisau, centong plastic, nampan, timbangan, gelas ukur, saringan santan, blender, tabung gas, regulator dan selang, kompor, sealer plastik, sarung tangan plastik, masker, laptop, dan LCD.

C. Tata Laksana

1. Survei (sudah dilakukan) a. Survei desa sasaran

Survei desa sasaran diperlukan dengan tujuan untuk mengetahui kondisi desa sasaran baik sumber daya alamnya maupun sumber daya manusianya.

b. Survei penyedia alat dan bahan yang dibutuhkan

Survei penyediaan alat dan bahan yang dibutuhkan dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tempat yang menyediakan alat dan bahan yang diperlukan dalam pembuatan “MARILAS”. Selain itu survei alat dan bahan yang diperlukan dilakukan untuk kepentingan anggaran dana yang diperlukan.

2. Persiapan Pelaksanaan

a. Perizinan kegiatan (sudah dilakukan)

Perizinan kegiatan ini diperlukan untuk mengetahui kesediaan masyarakat, yang dalam hal ini diwakili oleh tokoh masyarakat setempat, dalam menerima inovasi yang kami berikan. Selain itu, perizinan ini juga diperlukan untuk mengetahui kesediaan masyarakat untuk ikut serta dalam pengolahan

“MARILAS”

b. Pembuatan modul pelatihan

Pembuatan modul pelatihan yang berisi langkah-langkah dalam pembuatan

“MARILAS” diperlukan agar memudahkan masyarakat sasaran penyuluhan dalam pelaksanaan pembuatan “MARILAS” sehingga pelaksanaan kegiatan dapat berjalan dengan lancar.

c. Peminjaman peralatan

Dalam pelaksanaan kegiatan ini diperlukan beberapa alat yang digunakan pada saat penyuluhan sampai dengan kegiatan pelatihan pengolahan

“MARILAS”.

d. Pembelian alat dan bahan yang digunakan

Kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan alat dan bahan yang diperlukan pada saat kegiatan berlangsung.

(12)

xii e. Pembuatan undangan peserta

Pembuatan undangan peserta diperlukan karena dalam kegiatan penyuluhan, pelatihan budidaya, pelatihan pengolahan maupun pelatihan pemasaran mengundang warga Desa Senden, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali.

f. Pembuatan Susunan Acara

Kegiatan ini bertujuan untuk membuat rancangan acara dari kegiatan penyuluhan sampai pengolahan “MARILAS” agar semua kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan baik.

3. Pelaksanaan

Pelatihan pengolahan “MARILAS” dilaksanakan sebanyak satu kali yaitu dengan metode penyuluhan sekaligus praktik langsung dengan satu contoh serta penyuluhan mengenai pengolahan “MARILAS”.

a. Praktek Teknik Pengolahan Manisan Labu Siam

Kegiatan praktek teknik pengolahan manisan labu siam dilakukan di rumah salah seorang warga desa. Di dalam kegiatan tersebut, warga akan diberitahukan mengenai cara pengolahan manisan labu siam ini sehingga warga dapat ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Kegiatan ini dilakukan sebanyak 4 kali, dengan tujuan agar masyarkat benar-benar menguasai proses pengolahan “MARILAS” ini. Selain pengolahan, masyarakat juga akan dilatih bagaimana mengemas produk dengan baik dan benar.

Pembuatan “MARILAS” ini adalah sebagai berikut:

i) Persiapan Bahan Baku

Persiapan bahan baku manisan labu siam dimulai dengan memilih labu siam dengan warna kulit hijau muda dikupas kemudian dipotong memanjang. Labu siam yang telah dipotong memanjang kemudian direndam dalam air kapur selama satu jam untuk membuat labu siam menjadi keras dan menghilangkan getah dari labu siam. Setelah ditiriskan labu siam direndam dalam larutan asam sitrat selama satu jam kemudian ditiriskan. Perendaman dalam asam sitrat dimaksudkan untuk memperbaiki rasa pada labu siam. Labu siam selanjutnya direbus dalam air mendidih.

Tujuan dari perebusan ini ialah untuk membersihkan labu siam dari kotoran serta menghilangkan bau pada labu siam. Setelah warna labu siam menjadi bening kemudian diangkat dan didinginkan.

ii) Pembuatan Sirup Perendaman

Pembuatan sirup perendam yaitu menghancurkan rosella ungu menjadi berukuran lebih kecil supaya ekstrak dari rosella lebih mudah keluar.

Kemudian rosella ungu dicampur dengan gula dan dimasukkan ke dalam air 1 liter. Selanjutnya campuran dari air, gula, serta rosella direbus hingga mendidih dan sirup rosella ungu siap digunakan.

(13)

xiii iii) Pembuatan Manisan Labu Siam

Pembuatan manisan labu siam dilakukan dengan merendam labu siam dalam sirup rosella ungu, setelah 8 jam labu siam ditiriskan. Selanjutnya labu siam dicuci dengan air panas secara cepat dan langkah terakhir adalah dikeringkan di bawah sinar matahari. Jadilah manisan labu siam yang memiliki rasa segar dan berwarna cantik.

Gambar 3.1. Tahapan-Tahapan Dalam Pembuatan Manisan Labu Siam b. Pelatihan Good Manufacturing Practice (GMP)

Good Manufacturing Practice (GMP) atau cara memproduksi yang baik adalah tuntunan bagi pelaku usaha dalam melakukan produksi produknya.

Penerapan GMP ini dilaksanakan untuk menghasilkan produk dengan kualitas terbaik dan dengan proses produksi yang efektif dan efisien. Hal ini akan dapat meningkatkan keuntungan bagi produsen selain itu akan lebih menjamin keamanan produk.

Pelatihan GMP dilakukan dengan presentasi mengenai hal-hal penting dalam proses produksi yang perlu diperhatikan untuk dapat diterapkan. Dengan melakukan sosialisasi mengenai GMP kepada masyarakat sasaran diharapkan masyarakat mengetahui dan memahami konsep GMP sehingga kualitas produknya terjamin.

c. Pelatihan Pengemasan Produk

Pengemasan adalah salah satu faktor yang penting untuk diperhatikan. Selain berpengaruh terhadap umur simpan produk, pengemasan juga akan mempengaruhi penerimaan konsumen. Kemasan yang baik dan menarik akan meningkatkan daya beli konsumen sehingga produk akan lebih mudah dipasarkan. Oleh karena itu, pelatihan mengenai bagaimana cara mengemas produk yang baik dan benar perlu dilaksanakan. Produk manisan dikemas langsung menggunakan plastik kemudian dimasukkan dalam kemasan kotak Labu siam

dipotong

Rendam air kapur 1 jam

Rendam asam sitrat

1 jam

Rebus 1

menit Ditiriskan

Rosella ungu dihancurkan Ditambahkan

gula Direbus hingga

mendidih Labu siam

direndam dalam sirup 8 jam

Ditiriskan

Dikeringkan di bawah sinar

matahari

(14)

xiv karton yang dibuat sedemikian rupa sehingga menarik minat pembeli untuk membeli produk manisan ini. Produk manisan dikemas menggunakan kantong plastik yang memiliki sifat kedap udara dan air kemudian dimasukkan dalam kemasan kotak karton yang dibuat sedemikian rupa agar menjadi menarik.

Gambar 3.2. Desain Label Kemasan “MARILAS”

d. Pelatihan Kewirausahaan dan Pemasaran

Kegiatan ini dilakukan dengan penjelasan mengenai teknik-teknik pemasaran yang efektif dan efisien sehingga masyarakat setempat akan memiliki ketrampilan dalam memasarkan produk yang dihasilkannya. Harapannya pasca kegiatan pelatihan produksi “MARILAS”ini selesai, masyarakat dapat melanjutkan produksi “MARILAS” dan mampu untuk memasarkannya dengan baik. Hal ini penting dilakukan karena harapannya produksi

“MARILAS”di Desa Senden ini tidak hanya terbatas pada saat pelatihan ini saja tetapi bisa berlanjut dan menjadi mata pencaharian tambahan bagi sebagian masyarakat desa Senden.

e. Pendampingan Pengurusan Perjinan P-IRT

PIRT merupakan ijin edar produk makanan, oleh karena itu dalam rangka mendukung usaha produksi “MARILAS”, ijin PIRT menjadi penting dan harus diusahakan. PIRT diperoleh dari dinas kesehatan kabupaten setempat.

4. Pengawasan

Merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mendampingi para peserta pelatihan untuk membahas permasalahan dan hambatan yang dihadapi selama pengolahan manisan labu siam ini. Melalui kegiatan ini diharapkan masalah yang dihadapi warga terkait dengan pelatihan dapat dicari solusinya agar tujuan dari kegiatan ini dapat tercapai.

(15)

xv 5. Evaluasi dan Pelaporan

Merupakan suatu kegiatan monitoring yang dilaksanakan oleh tim pelaksana untuk mengetahui sejauh mana kelanjutan pengolahan manisan labu siam.

Harapannya manisan labu siam ini dapat menjadi produk unggulan di Desa Senden, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Kegiatan tersebut akan menjadi dasar dalam pembuatan laporan PKM ini.

(16)

xvi BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

4.1 Anggaran Biaya

Tabel 4.1 Ringkasan Anggaran Biaya PKM-M

No Jenis Pengeluaran Biaya (Rp)

1 Peralatan penunjang 3.125.000

2 Bahan habis pakai 5.000.000

3 Perjalanan 3.125.000

4 Lain-lain 1.250.000

Jumlah 12.500.000

5.2. Jadwal Kegiatan

Tabel 4.2 Jadwal Kegiatan Pelaksanaan Program Kreatifitas Mahasiswa No Jenis Kegiatan

Pra

Kegiatan Bulan 1 Bulan 2 Bulan 3 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 Persiapan 1

(sudah dilakukan) Survey desa sasaran

Survey penyediaan alat dan bahan yang dibutuhkan 2

Persiapan 2 (Pembuatan dan Pengajuan Proposal)

(sudah dilakukan) 3 Persiapan 3

Perizinan Kegiatan (sudah dilakukan)

Pembuatan Modul Pelatihan Peminjaman Peralatan Pembelian Alat dan Bahan Pembuatan dan Penyebaran Undangan Peserta

Pembuatan Susunan Acara 4 Pelaksanaan

5 Pengawasan

6 Evaluasi dan Pelaporan

(17)

xvii Lampiran 1.Biodata Ketua, Anggota, Dosen Pembimbing

BIODATA KETUA KELOMPOK A. Identitas Diri

1 Nama Lengkap Ria Farikhah Al Khurmain 2 Jenis Kelamin Perempuan

3 Program Studi Agribisnis

4 NIM H0813153

5 Tempat dan Tanggal Lahir Surakarta, 15 April 1995

6 Email [email protected]

7 Nomor Telepon/ HP 087712343549 B. Riwayat Pendidikan

SD SMP SMA

Nama Institusi

SD Muhammadiyah

16 Surakarta

SMP Negeri 2 Surakarta

SMA Negeri 4 Surakarta

Jurusan - - IPA

Tahun Masuk-Lulus 2001-2007 2007-2010 2010-2013 C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)

No Nama Pertemuan

Ilmiah / Seminar Judul Artikel Ilmiah Waktu dan Tempat

D. Penghargaan dalam 10 Tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi, atau institusi lainnya)

No Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Penghargaan Tahun 1

2 3

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.

Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM-M.

(18)

xviii BIODATA ANGGOTA 1

A. Identitas Diri

1 Nama Lengkap Arsyah Avikana 2 Jenis Kelamin Laki-laki

3 Program Studi Agribisnis

4 NIM H0813024

5 Tempat dan Tanggal Lahir Klaten, 10 Juni 1995

6 Email [email protected]

7 Nomor Telepon/ HP 085875306095 B. Riwayat Pendidikan

SD SMP SMA

Nama Institusi

SD Negeri Karangasem 2

Surakarta

SMP Negeri 2 Surakarta

SMA Negeri 4 Surakarta

Jurusan IPA

Tahun Masuk-Lulus 2001-2007 2007-2010 2010-2013 C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)

No Nama Pertemuan

Ilmiah / Seminar Judul Artikel Ilmiah Waktu dan Tempat

D. Penghargaan dalam 10 Tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi, atau institusi lainnya)

No Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Penghargaan Tahun 1

2 3

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.

Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM-M.

(19)

xix BIODATA ANGGOTA 2

E. Identitas Diri

1 Nama Lengkap Nur Hajriyani Fajarwati 2 Jenis Kelamin Perempuan

3 Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan

4 NIM H0910051

5 Tempat dan Tanggal Lahir Karanganyar, 24 Juli 1992

6 Email [email protected]

7 Nomor Telepon/ HP 08995328848 F. Riwayat Pendidikan

SD SMP SMA

Nama Institusi

SD Negeri Kaliboto 2 Karanganyar

SMP Negeri 1 Karanganyar

SMA Negeri 1 Karanganyar

Jurusan IPA

Tahun Masuk-Lulus 1998-2004 2004-2007 2007-2010 G. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)

No Nama Pertemuan

Ilmiah / Seminar Judul Artikel Ilmiah Waktu dan Tempat

H. Penghargaan dalam 10 Tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi, atau institusi lainnya)

No Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Penghargaan Tahun 1

2 3

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.

Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM-M.

(20)

xx BIODATA ANGGOTA 3

A. Identitas Diri

1 Nama Lengkap Retno Fatma Pradhika 2 Jenis Kelamin Perempuan

3 Program Studi Agribisnis

4 NIM H0813151

5 Tempat dan Tanggal Lahir Blora, 18 Juli 1995

6 Email [email protected]

7 Nomor Telepon/ HP 085641017944 B. Riwayat Pendidikan

SD SMP SMA

Nama Institusi SD Negeri 5 Depok

SMP Negeri 2 Jepon

SMA Negeri 1 Blora

Jurusan IPA

Tahun Masuk-Lulus 2001-2007 2007-2010 2010-2013 C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)

No Nama Pertemuan

Ilmiah / Seminar Judul Artikel Ilmiah Waktu dan Tempat

D. Penghargaan dalam 10 Tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi, atau institusi lainnya)

No Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Penghargaan Tahun 1

2 3

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.

Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM-M.

(21)

xxi BIODATA ANGGOTA 4

A. Identitas Diri

1 Nama Lengkap Sukma Dewi Desvani 2 Jenis Kelamin Perempuan

3 Program Studi Agroteknologi

4 NIM/ NIDN H0713179

5 Tempat dan Tanggal Lahir Sragen, 22 Desember 1995

6 Email [email protected]

7 Nomor Telepon/ HP 087835010587 B. Riwayat Pendidikan

SD SMP SMA

Nama Institusi

SD Negeri Jetiskarangpung

1 Kalijambe

SMP Negeri 1 Kalijambe

SMK Negeri 1 Kalijambe Jurusan

Tahun Masuk-Lulus 2001-2007 2007-2010 2010-2013 C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)

No Nama Pertemuan

Ilmiah / Seminar Judul Artikel Ilmiah Waktu dan Tempat

D. Penghargaan dalam 10 Tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi, atau institusi lainnya)

No Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Penghargaan Tahun 1

2 3

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.

Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM-M.

(22)

xxii BIODATA DOSEN PEMBIMBING

A. Identitas Diri

1 Nama Lengkap R. Kunto Adi, SP, MP 2 Jenis Kelamin Laki-laki

3 Program Studi Agribisnis

4 NIDN 0017107305

5 Tempat dan Tanggal Lahir Yogyakarta, 17 Oktober 1973

6 Email [email protected]

7 Nomor Telepon/ HP 081578765732 B. Riwayat Pendidikan

S1 S2 S3

Nama Institusi UNS UGM

Jurusan Sosial Ekonomi

Pertanian

Ekonomi Pertanian Tahun Masuk-Lulus 1992-1997 1999-2003 C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)

No Nama Pertemuan

Ilmiah / Seminar Judul Artikel Ilmiah Waktu dan Tempat

1

Seminar Nasional Hasil Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian

Strategi Pengembangan agribisnis Melalui Agribusiness Development Center dalam Membangun

Kemitraan Agribisnis (Studi Pada Pengembangan Sentra Usaha Peternakan Sapi Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo)

UGM, 2011

2

Seminar Nasional Revitalisasi Peran UMKM Dalam Pembangunan Melalui Penguatan Sektor Agroindustri

Model Pengembangan Agribisnis Melalui Pendekatan Klaster (Kajian Pada Pengembangan Sentra Pertanian Organik di Kabupaten Sukoharjo)

UNS, 2011

3

Seminar Nasional Menuju Masyarakat Madani dan Lestari, Universitas Islam Indonesia

Penguatan Sosial Ekonomi Peternak Sapi Potong Melalui Adopsi Teknologi Pengolahan Limbah Peternakan Menjadi Pupuk Granule

UII, 2013

(23)

xxiii D. Penghargaan dalam 10 Tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi, atau

institusi lainnya)

No Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Penghargaan Tahun

1 Sertifikasi Pendidik/ Dosen DIKTI 2012

2 3

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.

Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM-M.

(24)

xxiv Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan

1. Peralatan Penunjang

Material Justifikasi Pemakaian Kuantitas

Harga Satuan (Rp)

Jumlah (Rp) Panci

Alumunium Besar

Untuk wadah rosella sebelum menjadi sirup, wadah pembuatan sirup rosella,wadah air kapur, wadah asam sitrat dan wadah untuk labu siam sebelum dicuci, sesudah dicuci, sebelum dikupas, setelah dikupas, saat direbus, saat di rendam

5 25.000 125.000

Ember 5 15.000 75.000

Baskom plastik 6 9000 54.000

Sotil Untuk memindahkan labu siam setelah dipotong, setelah, direbus, mengaduk sirup saat pembuatan,

memindahkan labu siam setelah direndam

4 9.000 36.000

Irus 4 14.000 56.000

Centong

Plastik 4 4500 18.000

Pisau Untuk mengupas labu

siam 10 10.000 100.000

Telenan Kayu Untuk alas saat

mengupas labu siam 10 11.500 115.000 Pisau

Gelombang

Untuk memotong labu siam menjadi irisan- irisan kecil

10 10.000 100.000

Nampan jumbo

Sebagai wadah labu siam saat dijemur di bawah sinar matahari

12 13.000 156.000

Timbangan

Untuk menimbang berat labu siam sebelum dipotong, setelah dipotong, dan sebelum dikemas

2 80.000 160.000

Gelas Ukur Plastik

Untuk mengukur jumlah air (air campuran

kalsium karbonat, air campuran asam sitrat, air untuk membuat sirup, air perendam)

2 10.500 21.000

(25)

xxv Saringan

Santan

Untuk menyaring sirup rosella yang baru saja direbus agar ampas rosella setelah perebusan dapat tersaring

4 5.500 22.000

Tabung Gas

untuk merebus labu siam dan pembuatan sirup rosella

4 125.000 500.000 Regulator dan

Selang Kompor Gas

2 70.000 140.000

Kompor Gas 2 250.000 500.000

Sealer Plastik

Untuk mengepress plastic yang telah diisi manisan labu siam sebelum dikemas dalam karton kemasan

1 240.000 240.000

Almari

Sebagai wadah untuk menyimpan peralatan pembuatan MARILAS

1 600.000 600.000

Stempel Trodat (Expire Date)

Untuk memberikan keterangan tanggal kadaluarsa pada kemasan MARILAS

1 90.000 90.000

Masker

Satu pack masker berisi 50pcs harga 12.000, jumlah peserta 50 orang

1 12.000 12.000

Sarung Tangan

Satu pack sarung tangan plastik berisi 50pcs, jumlah peserta 50 orang

1 5.000 5.000

SUB TOTAL (Rp) 3.125.000 Catatan : Harga Satuan yang tertera merupakan harga berdasarkan hasil survey harga Alat di Toko Manis Jaya, Solo Baru. Peralatan yang tersebut di atas digunakan dalam usaha pengolahan manisan labu siam MARILAS mulai dari penyiapan bahan baku sampai menjadi produk manisan labu siam. Peralatan-peralatan ini nantinya akan menjadi modal awal dalam usaha produksi MARILAS

(26)

xxvi 2. Bahan Habis Pakai

Material Justifikasi Pemakaian Kuantitas

Harga Satuan

(Rp)

Jumlah (Rp) Labu Siam

Sebagai bahan baku dalam pembuatan MARILAS, bahan ini digunakan dalam pelatihan dan perintisan usaha produksi

“MARILAS”

120 2500 300.000

Rosella

kering 25 20.000 500.000

Gula Pasir 90 11.000 990.000

Kalsium

Karbonat 1 40.000 40.000

Asam Sitrat 1 20.000 20.000

Dus Kemasan Digunakan dalam pengemasan produk MARILAS sebelum dipasarkan

500 1.400 700.000

Plastik

Kemasan 10 45.000 450.000

Konsumsi

Untuk biaya konsumsi 8 kali pertemuan, setiap pertemuan dihadiri oleh 50 orang, sehingga total 8X50 = 400

400 5000 2.000.000

SUB TOTAL (Rp) 5.000.000 Catatan : Harga bahan yang tertera merupakan harga berdasarkan hasil survey di Pasar Gedhe, Solo

3. Perjalanan

Material Justifikasi Perjalanan Kuantitas

Harga Satuan (Rp)

Jumlah (Rp) Perjalanan dari

UNS ke Pasar Gede PP

Untuk pembelian bahan yang akan digunakan dalam pelatihan

4 15.000 60.000

Perjalanan dari UNS ke Desa Senden PP

Untuk pelaksanaan kegiatan mulai dari persiapan hingga pendampingan

12 160.000 1.920.000 Perjalanan dari

UNS ke Kabupaten Boyolali PP

Untuk pengurusan

perijinan produk ke dinas terkait

5 80.000 400.000

Perjalanan dari UNS ke Toko Peralatan di Solo Baru PP

Untuk pembelian peralatan yang akan digunakan dalam pelatihan

1 20.000 20.000

Perjalanan dari Toko Peralatan

Untuk biaya transport

peralatan yang telah 1 600.000 600.000

(27)

xxvii di Solo Baru

ke Desa Senden

dibeli dari toko peralatan ke Desa Senden

Perjalanan dari UNS ke

Percetakan PP

Untuk keperluan pencetakan banner, kemasan, dan sebagainya

5 20.000 100.000

Perjalanan dari UNS ke pusat fotocopy dan penjilidan

Untuk keperluan

administrasi, pembuatan modul, dan sebagainya

5 5.000 25.000

SUB TOTAL (Rp) 3.125.000 Catatan: keseluruhan biaya perjalanan disesuaikan dengan tarif kendaraan umum untuk 4 orang

4. Lain-lain

Material Justifikasi Pemakaian Kuantitas

Harga Satuan (Rp)

Jumlah (Rp) Standing

Banner Sebagai media promosi dan background saat acara

2 85.000 170.000

Spanduk 1 50.000 50.000

Backdrop 1 155.000 155.000

Administrasi

Keperluan administrasi 1 100.000 100.000

Alat Tulis 1 125.000 125.000

Uji

Laboratorium

Sebagai Prasyarat

perijinan P-IRT 1 300.000 300.000

Perijinan Memperoleh ijin edar dari

Dinas Kesehatan 1 200.000 200.000

Modul

Untuk dibagikan kepada peserta agar lebih mudah dalam memahami

pelatihan

50 2.000 100.000

Laporan Biaya cetak laporan 1 50.000 50.000

SUB TOTAL (Rp) 1.250.000 Total (Keseluruhan) 12.500.000

(28)

xxviii Lampiran 3.Susunan Organisasi Tim dan Pembagian Tugas

No Nama /

NIM Program Studi Bidang Ilmu

Alokasi Waktu

(jam/

minggu)

Uraian Tugas

1 Ria Farikhah Al

Khurmain / H0813153

Agribisnis Agribisnis 8 Design Kemasan, Manajerial

2

Arsyah Avikana / H0813024

Agribisnis Agribisnis 8

Perijinan, Penyedia Perlengkapan dan Bahan Baku 3

Nur Hajriyani Fajarwati / H0910051

Ilmu dan Teknologi Pangan

Ilmu dan Teknologi Pangan

8 Penyuluh

4

Retno Fatma Pradhika / H0813151

Agribisnis Agribisnis 8

Konsep Acara, Pengembangan Produk

5

Sukma Dewi Desvani / H0713179

Agroteknologi Agroteknologi 8

Dokumentasi, Promosi, publikasi via media sosial

(29)

xxix Lampiran 4. Surat Pernyataan Ketua Pelaksana

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

FAKULTAS PERTANIAN

Jalan Ir. Sutami 36 A Surakarta 57126 Telp./ Fax (0271) 637457

SURAT PERNYATAAN KETUA PELAKSANA Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Ria Farikhah Al Khurmain

NIM : H0813153

Program Studi : Agribisnis Fakultas : Pertanian

Dengan ini menyatakan bahwa usulan PKM-M saya dengan judul:

MARILAS (MANISAN KERING LABU SIAM) : UPAYA DIVERSIFIKASI PANGAN LOKAL MENGOPTIMALKAN POTENSI LABU SIAM DI DESA SENDEN, KECAMATAN SELO, KABUPATEN BOYOLALI

yang diusulkan untuk tahun anggaran 2014bersifat original dan belum pernah dibiayai oleh lembaga atau sumber dana lain.

Bilamana di kemudian hari ditemukan ketidaksesuaian dengan pernyataan ini, maka saya bersedia dituntut dan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan mengembalikan seluruh biaya penelitian yang sudah diterima ke kas negara.

Demikian pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya dan dengan sebenar-benarnya.

(30)

xxx Lampiran 5.Surat Pernyataan Kesediaan dari Mitra

SURAT PERNYATAAN KESEDIAAN KERJASAMA DARI MITRA USAHA DALAM PELAKSANAAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

Yang bertandatangan dibawah ini,

Nama : Puryanto

Pimpinan : Kelompok Tani Krida Sekar Ayu Bidang Usaha : Pertanian

Alamat : Pasah RT 03/ 01 Senden, Selo, Boyolali

Dengan ini menyatakan Bersedia untuk Bekerjasama dengan Pelaksana Kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa – Pengabdian Masyarakat

Nama Ketua Tim Pengusul : Ria Farikhah Al Khurmain Nomor Induk Mahasiswa : H0813153

Program Studi : Agribisnis

Nama Dosen Pembimbing : R. Kunto Adi, SP, MP

Perguruan Tinggi : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Guna menerapkan dan/atau mengembangkan IPTEKS pada tempat usaha kami.

Bersama ini pula kami nyatakan dengan sebenarnya bahwa di antara pihak mitra usaha dan pelaksana kegiatan program tidak terdapat ikatan kekeluargaan dan ikatan usaha dalam wujud apapun juga.

Demikian Surat Pernyataan ini dibuat dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab tanpa ada unsur pemaksaan di dalam pembuatannya untuk dapat digunakan sebagaimana mestinya.

(31)

xxxi Lampiran 6

Denah Detail Lokasi Mitra Kerja

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian tersebut tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Anggi Meiliawati (2016) yang dalam penelitiannya menunjukkan bahwa model Springate dan

Persyaratan pengangkatan PNS dalam jabatan fungsional pengawas sekolah/madrasah diatur dalam Permenneg PAN & RB Nomor 21 Tahun 2010, sebagaimana yang telah diubah dalam

Berkaitan dengan hal tersebut maka penilaian ini penting dilakukan agar dapat mengetahui nilai ekonomi jasa lingkungan hutan berupa air melalui penghitungan nilai ekonomi air

Aplikasi ini juga mampu membuat dan menyajikan komponen biaya tetap dan biaya variable, mencatat bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, biaya overhead pabrik,

Upaya yang dilakukannya yaitu memberikan dan melakukan pendampingan pembelajaran terhadap para guru dan siswa untuk melakukan proses kegiatan belajar mengajar (KBM)

Dari masalah tersebut, kami ingin memberikan sebuah solusi dengan pemanfaatan limbah bulu ayam tersebut dan memberikan nilai ekonomis yang bermanfaat

menyusun teks hortatory exposition lisan dan tulis, terkait isu aktual, dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan, secara benar dan

Sejak berlakunya Surat Keputusan ini, maka Surat Keputusan Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan Nomor : 85 /SK/DPW/C/III/2016 tanggal 21 Maret 2016,