BAB III
METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Top cell Jombang B. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskripif. Jenis penelitian ini kuantitatif merupakan salah satu jenis penelitian yang spesifikasinya adalah sistematis, terentcana dan terstruktur dengan jelas sejak awal hingga pembuatan desain penelitiannya. Menurut Sugiyono (2018:13), metode penelitian kuantitaif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meniliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistic dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan tujuan untuk mendiskripsikan objek penelitian ataupun hasil penelitian. Adapun pengertian deskriptif menurut Sugiyono (2082:12) adalah metode yang berfungsi untuk mendiskripsikan atau memberi gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data atau sampel yang telah terkumpul sebagaimana adanya, tanpa melakukan analisis dan membuat kesimpulan yang berlaku umum.
C. Populasi dan Sampel 1. Populasi
Populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya Sugiyono (2018:80).
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat Jombang yang menggunakan handphone Iphone 7 Plus di Jombang dalam jumlah yang banyak (tersebar dan sulit diketahui secara pasti), maka dilakukan pengambilan sampel untuk penelitian ini.
2. Sampel
Sampel adalah sejumlah karakteristik yang dimiliki oleh populasi yang digunakan untuk penelitian. Bila populasi besar, peneliti tidak mungkin mengambil semua untuk penelitian misalnya karena terbatasnya dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu Sugiono (2018:120).
Menurut Sugiono (2016:81) teknik sampling adalah teknik pengambilan sampel, untuk menentukan sampel yang akan digunakan dalam penelitian terdapat berbagai teknik sampling yang digunakan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode non probability. Non probability adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang atau kesempatan sama bagi
setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel Sugiono (2018:82).
Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik non probability sampling dengan pendekatan purposive sampling yaitu peneliti memilih sampel purposif secara subyektif (Ferdinand, 2012). Pemilihan sampel bertujuan ini dilakukan karena mungkin saja peneliti telah memahami bahwa informasi yang dibutuhkan dapat diperoleh dari satu kelompok sasaran tertentu yang mampu memberikan informasi yang dikehendaki karena mereka memang memiliki informasi seperti itu dan mereka memenuhi kriteria yang ditentukan oleh peneliti.
Calon responden harus memiliki kriteria tertentu, yaitu responden yang dipilih merupakan konsumen iPhone Iphone 7 Plus dan konsumen di Jombang.
Pada penelitian ini untuk menghitung sampel digunakan rumus Cochran sebagai berikut (Sugiyono, 2019):
n = 𝑧2𝑝𝑞 𝑒² Dimana:
n = jumlah sampel yang diperlukan
z = harga dalam kurv normal untuk simpangan 5%, dengan nilai 1,96 p = peluang benar 50% = 0,5
q = peluang salah 50% = 0,5
e = tingkat kesalahan sampel (sampling error), 10% = 0,1
Maka perhitungan dalam menentukan jumlah sampel adalah sebagai berikut:
n = (1,96)2(0,5)(0,5) (0,1)²
n = 3,8416 𝑋 0,25 0,01
n = 0,9604 0,01 n = 96,04
n = 96,04 dibulatkan menjadi 96. Jadi dapat ditarik kesimulan bahwa sampel yang digunakan berjumlah 96 orang
D. Definisi Operasional Variabel
Definisi operasional menjelaskan bagaimana suatu variable akan diukur serta alat ukur apa yang digunakan untuk mengukurnya. Definisi ini mempunyai implikasi praktis dalam proses pengumpulan data.
Tabel 3.1 Operasionalisasi Variabel
Variabel Dimensi Indikator Skala
Citra Merek, adalah bagaimana pelanggan dan orang lain
memandang suatu merek.
Reputation (nama baik), yaitu suatu tingkat atau status yang cukup tinggi bagi sebuah brand karena mempunyai track record yang baik (nama/logo) konsumen pengguna Handphone Iphone 7 Plus di Jombang
• Keunggulan produk
• Teknologi yang tinggi
Likert
Recognition (keterkenalan), yaitu tingkat dikenalnya sebuah brand oleh konsumen (pengakuan/pengenalan) konsumen pengguna Handphone Iphone 7 Plus di Jombang
• Produk yang mewah
• Mudah diingat
Likert
Affinity (hubungan emosional), yaitu hubungan emosional
• Kesesuaian merek dengan harapan
Likert
yang terjadi antara brand dengan konsumen (ketertarikan) konsumen pengguna Handphone Iphone 7 Plus di Jombang
• kebanggaan
Brand loyalty (kesetiaan merek), yaitu derajat/kesetiaan pelenggan menggunakan produk atau jasa perusahaan konsumen pengguna Handphone Iphone 7 Plus di Jombang
• Setia
menggunakan merek
• Merekomendasika n merek
• Kembali menggunakan merek dilain kesempatan
Likert
Kualitas Produk adalah kemampuan suatu barang untuk memberikan hasil atau kinerja yang sesuai bahkan melebihi dari apa yang diinginkan konsumen
persepsi konsumen tentang kualitas produk dalam menjalankan fungsinya yang dapat memenuhi keinginan atau kebutuhan konsumen konsumen pengguna Handphone Iphone 7 Plus di Jombang
• Kemudahan Penggunaan
• Daya tahan
• Keragaman ukuran produk
Likert
Kepuasan Pelanggan perbedaan antara harapan dan kinerja atau hasil yang dirasakan oleh pelanggan konsumen pengguna Handphone Iphone 7 Plus di Jombang
• Perasaan puas (dalam arti puas akan produk dan pelayanannya)
• Melakukan membeli produk kembali
• merekomendasika n kepada orang lain
• Terpenuhinya harapan
pelanggan setelah membeli produk
Likert
Minat beli ulang adalah kegiatan pembelian yang dilakukan lebih dari satu kali atau beberapa kali.
minat beli ulang (repurchase
intention) adalah
kecenderungan sikap pembelian
konsumen terhadap produk yang dilakukan berulang-ulang dalam jangka waktu tertentu ysng didasarkan pada pengalaman di masa lalu konsumen pengguna
• Minat transaksional
• Minat Referensial
• Minat preferensial
• Minat Eksploratif ( Menurut Ferdinand, 2002:129)
Likert
Handphone Iphone 7 Plus di Jombang
E. Skala Pengukuran
Menurut Sugiono (2017) skala pengukuran adalah kesepakatan yang dilakukan untuk menentukan panjang pendeknya interval yang ada di dalam alat ukur sehingga nantinya akan dapat menghasilkan dalat kuantitatif.
Skala yang digunakan pada penelitian ini adalah skala likert, dengan skala likert maka penelitian ini untuk memberikan jawaban pada setiap item-item pertanyaan atau peryataan Sugiono (2014). Diharapkan nanti responden mengisi daftar pertanyaan atau penyataan dengan jumlah lima kategori dan semua jawaban responden dihitung dengan menggunakan tabel skor sebagai berikut :
Tabel 3.2 Skala Likert
Kategori Skor/Nilai
Sangat Setuju(SS) 5
Setuju (S) 4
Netral (N) 3
Tidak Setuju (TS) 2
Sangat Tidak Setuju (STS) 1
Sumber : Sugiono 2018
F. Sumber Data dan Jenis Data
Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari data primer adalah data yang secara khusus dikumpulkan untuk kebutuhan riset yang sedang berjalan Sugiono (2017).
Data primer dalam penelitian ini diperoleh dari konsumen yang telah menggunakan
Handphone dan responden, dengan menyebarkan kuisioner kepada seluruh konsumen yang menggunakan Handphone Iphone 7 Plus.
G. Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu : 1. Kuisioner
Kuisioner digunakan sebagai alat untuk pengumpulan data. Kemudian diyakini lagi menurut Sugiono (2018:14), yaitu kuisioner merupakan teknik pengambilan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pernyataan tertutis kepada responden untuk dijawabnya. Dalam penelitian ini, penyebaran kuisioner akan diberikan kepada konsumen yang menggunakan Handphone Iphone 7 Plus.
H. Uji Instrumen Penelitian 1. Uji Validitas
Validitas menurut Sugiyono (2018:177) menunjukkan derajat ketepatan antara data yang sesungguhnya terjadi pada objek dengan data yang dikumpulkan oleh peneliti untuk mencari validitas sebuah item, kita mengkorelasikan skor item dengan total item-item tersebut. Jika koefisien antara item dengan total item sama atau diatas 0,3 maka item tersebut dinyaakan valid, tetapi jika nilai korelasinya dibawah 0,3 maka item tersebut dinyatakan tidak valid.
Uji validitas dapat menggunakan rumus Pearson Product Moment.
Rumus :
( )( )
( ) ( )
−
−
−
= 2 2 2 2
y y
n x x
n
y x xy
r n
Keterangan : r = korelasi
x = variabel independen y = variabel dependen
Perhitungan rumus tersebut menggunakan bantuan SPSS versi 22.0. Bila hasil uji kemaknaan untuk r menunjukkan r-hitung > 0,3 maka instrumen dinyatakan valid (Sugiyono, 2017).
2. Uji Reliabilitas
Uji Realibilitas adalah merupakan alat untuk menguji kekonsistenan jawaban responden atas pertanyaan di kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan reliabel jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu (Ghozali, 2013: 47).
Untuk mengukur reliabilitas dari instrumen penelitian ini dilakukan dengan Cronbach’s Alpha. Uji reliabilitas dilakukan dengan metode one shot dimana pengukuran dilakukan hanya satu kali dan kemudian hasilnya dibandingkan dengan pertanyaan lain atau mengukur korelasi antar jawaban. Dalam pengukurannya one shot akan dilakukan dengan analisis Cronbach’s Alpha. (Ghozali 2013:238) mengklasifikasikan nilai cronbach’s alpha sebagai berikut:
a. Nilai Cronbach’s Alpha antara 0,00 - 0,20 dikatakan kurang reliabel;
b. Nilai Cronbach’s Alpha antara 0,21 - 0,40 dikatakan agak reliabel;
c. Nilai Cronbach’s Alpha antara 0,41 - 0,60 dikatakan cukup reliabel;
d. Nilai Cronbach’s Alpha antara 0,61 - 0,80 dikategorikan reliabel;
e. Nilai Cronbach’s Alpha antara 0,81 – 1,00 dikatakan sangat reliabel.
I. Teknik Analisis Data 1. Rentang sekala
Teknik analisis adalah statistik deskriptif. Statistik deskriptif merupakan statistik yang digunakan untuk menganalisa data dengan cara menggambarkan data atau mendiskripsikan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. Analisis statistik deskriptif peneliti menggunakan analisis rentang skala. Adapun rumus rentang skala sebagai berikut:
RS = 𝑛 (𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑡𝑒𝑟𝑏𝑒𝑠𝑎𝑟−𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑡𝑒𝑟𝑘𝑒𝑐𝑖𝑙) 𝑘𝑒𝑙𝑎𝑠 𝑖𝑛𝑡𝑒𝑟𝑣𝑎𝑙
= 96(5−1) 5
= 77
Nilai rentang skala sebesar 77 digunakan untuk menentukan rentang skala keputusan. Berikut ini merupakan tabel rentang skala :
- 96 – 179 = Rendah sekali - 173 – 249 = rendah
- 250 – 328 = Cukup
- 327 – 403 = Tinggi
- 404 – 500 = Sangat Tinggi 2. Analisis PLS (Parttial Least Square)
Menurut Jugianto (2009:11) analisis data dengan metode Partial Least Square (PLS). PLS adalah teknik statistika multivariate yang melakukan pembandingan antara variable dependen berganda dan variabel independen berganda. PLS adalah salah satu metode statistika SEM berbasis varian yang didesain untuk menyelesaikan regresi berganda ketika terjadi permasalahan spesifik pada data, seperti ukuran sampel penelitian kecil, adanya data yang hilang multikolonieritas.
Pemilihan metode PLS didasarkan pada pertimbangan bahwa dalam penelitian ini terbagi tiga variabel latenOyangOdibentuk dengan indicator formative dan membentuk efek moderating. Model formative mengasumsikan bahwa konstruk atau variabel laten mempengaruhi Indikator atau manifest Ghozali (2006). Lebih lanjut Ghozali (2006) menyatakan bahwa modelOformatif mengasumsikan bahwa indikator-indikator mempengaruhi konstruk, dimana arah hubungan kausalias dari indikator ke konstruk.
Pendekatan PLS didasarkanOpada pergeesaran analisis dari pengukuran estimasi parameter model menjadi pengukuran prediksiOyang elevan. Sehingga fokus analisis bergeser dari hanya estimasi dan penafsiran signifikan parameter menjadi validitas dan akurasi prediksi.
3. Uji Outer Model
Analisis outer model menurut Cooper dan Schindler (2006), menyatakan bahwa Model pengukuran (outer model) digunakan untuk menguji validitas konstruk dan reliabilitas instrument. Uji validitas dilakukan untuk mengetahui kemampuan instrument penelitian mengukur apa yang seharusnya diukur.
Sedangkan uji reliablitas digunakan untuk mengukur konsistensi alat ukur dalam mengukur suatu konsep atau dapat juga digunakan untuk mengukur konsistensi responden dalam menjawab item pernyataan dalam kuesioner atau instrument penelitian. Convergent validity dan measurement model dapat dilihat dari kolerasi antara skor indikator dengan skor variabelnya. Indikator dianggap valid jika memiliki nilai AVE diatas 0,5 atau memperlihatkan seluruh outer loading dimensi variabel memiliki nilai loading > 0,5 sehingga dapat disimpulkan bahwa pengukuran tersebut memenuhi kriteria validitas konvergen (Chin 1995).
Sedangkan menurut Vincenzo (2010) uji outer dilakukan syarat sebagai berikut :
a Convergent Validity. Nilai convergen validity adalah nilai loading faktor pada variabel laten dengan indikator-indikatornya. Nilai yang diharapkan >0.5.
b Discriminant Validity. Nilai ini merupakan nilai cross loading faktor yang berguna untuk mengetahui apakah konstruk memiliki diskriminan yang memadai yaitu dengan cara membandingkan nilai loading pada konstruk yang dituju harus lebih besar dibandingkan dengan nilai loading dengan konstruk yang lain.
c Composite Reliability. Data yang memiliki composite reliability>0.7 mempunyai reliabilitas yang tinggi.
d Average Variance Extracted (AVE). Nilai AVE yang diharapkan >0.5.
e Cronbach Alpha. Uji reliabilitas diperkuat dengan Cronbach Alpha atau Composite Reliability. Nilai diharapkan >0.7 untuk semua konstruk.
4. Uji InnerOModelO(GoodnessOof Fit )
OUjiOinnerOmodelOatauOmodelOstructuralOdigunakanOuntukOmemprediksi OhubunganOantaraOkausalitasOantarOvariabelOlaten.OdenganOmelaluiOproses
brootstrapping., parameter uji T-statistic yang diperoleh untuk memprediksi adanya hubungan kausalitas. Model Struktural (inner model) dievaluasi dengan melihat varian presentase yag dijelaskan oleh R² untuk variabel dependen dengan menggunakan ukuran Stone-Geisser. Q-square test (Stone, 1974; Geisser, 1975) dan juga melihat besarnyakoefisien jalur struktural. Model persamaanya dapat ditulis seperti dibawah ini.
struktural. Goodness of Fit Model diukur dengan menggunakan R-square variabel laten dependen dengan interpretasi yang sama dengan regresi; Q-Square predictive relevance untuk model struktural, mengukur seberapa baik nilai observasi dihasilkan oleh model dan juga estimasi parameternya. Nilai Q-square > 0 menunjukkan model memilki predictive relevance; sebaliknya jika niali Q-square ≤ 0 menunjukkan model kurang memilki predictive relevance. Perhitungan Qsquare dilakukan dengan rumus:
= 1 – ( 1- R 1 2 ) ( 1 – R 2 2 ) ... ( 1- R p 2 )
Dimana :
R 1 2 , R 2 2 ... R p 2 adalah R-square variabel endogen dalam model persamaan. Besaran Q 2 memilki nilai dengan rentang 0 < Q 2 < 1, dimana semakin mendekati 1 berarti model semakin baik. Besaran 2 ini setara dengan koefisein determinasi total pada analisis jalur (path analysis).
5. Uji Hipotesis
ODalamOpengujianOhipotesisOdenganOanalisisOSEMOyaituOdengan
OmenggunakanOprogramOalatOanalisisOWarpPLS.OHipotesOiniOdiujiOpada OtingkatOsignifikanO0,05.OUntukOmengetahuiOpengambilanOkeputusanOuji Ohipotesis,OmakaOdilakukanOdenganOcaraOmembandingkanOtingkat
OsignifikanOdanOalphaO(0,05),OdenganOketentuanOsebagaiOberikut:
a. Apabila signifikan < 0,05 berarti H0 ditolak dan Ha diterima, jadi variabel bebas secara parsial memiliki pengaruh nyata terhadap variabel terikat.
b. Apabila signifikan > 0,05 berarti H0 diterima dan Ha ditolak, jadi variabel bebas secara parsial tidak memiliki pengaruh nyata terhadap variabel terikat.
6. UjiOMediasi
Menurut Baron dan Kenny (1986) suatu variabel disebut variabel mediasi jika variabel tersebut ikut mempengaruhi hubungan antara variable independen dan variable dependen. Adanya Partial Mediation menunjukkan bahwa Z bukan satu-satunya pemediasi hubungan X terhadap Y namun terdapat faktor pemediasi lain. Sedangkan Full Mediation menunjukkan bahwa Z memediasi sepenuhnya hubungan antara X terhadap Y.
Gambar 3.1
Hubungan antar Variabel Independen dan Dependen dengan pengaruh mediator.