1. eJenis-Jenis Gastropoda
Tabel 1. Jenis jenis gastropoda yang ditemukan pada lokasi penelitian
No Famili Genus Spesies
2. Kelimpahan (K)
N=
¿A
Keterangan:N = Kelimpahan
ni= Jumlah individu spesies gastropoda A= Luas total(m2)
Tabel 2. Kelimpahan gastropoda di kawasan mangrove pada Stasiun I,II,III,IV,V, VI, VII.
Nama Spesies K (Ind/M) KR (%)
3. Kelimpahan relative Kr
N=
¿A x 100
Keterangan:N = Kelimpahan
ni= Jumlah individu spesies gastropoda A= Luas total(m2)
Tabel 3. Kelimpahan gastropoda di kawasan mangrove pada Stasiun I,II,III,IV,V, VI, VII.
Nama Spesies K (Ind/M) KR (%)
4. Indeks Keanekaragaman (H’)
Indeks keanekaragaman (H´) dihitung dengan menggunakan indeks ShannonWiener[ CITATION Ard18 \l 1033 ], berikut:
H
'=−∑
i−1 s
pi∈pi
Keterangan:H´= indeks keanekaragaman Shannon-Wiener Pi = peluang kepentingan untuk tiap jenis (ni/N)
ni = nilai kepentingan tiap jenis (jumlah individu tiap jenis) N = nilai kepentingan total (jumlah total semua individu) Pi = Proporsi individu spesies ke i
i = 1, 2, 3……….., s S = Jumlah genera
Tabel 4. Indeks Keanekaragaman gastropoda dalam Tiap Stasiun di Teluk Pangpang
Stasiun Hʹ Makna
Stasiun I Stasiun II Stasiun III Stasiun IV Stasiun V Stasiun VI Stasiun VII
5. Indeks Keseragaman (E)
Indeks keseragaman (Evenness index) yang digunakan berdasarkan fungsi Shannon- Wiener (Fachrul, 2007).
E= H '
H max
=H '
InS
Keterangan:E = Indeks Kemerataan H’ = Indeks Keanekaragaman H max = ln S
S = Jumlah spesies
Tabel 5. Indeks Keseragaman gastropoda dalam Tiap Stasiun di Teluk Pangpang Indeks Keseragaman Pada Tiap Stasiun Nilai
Stasiun I Stasiun II Stasiun III Stasiun IV Stasiun V Stasiun VI Stasiun VII 6. Indeks Dominansi (D)
Dominasi dapat dinyatakan dalam indeks dominansi Simpson dalam Brower (1989):
D= ∑
i=0 n
[ N¿ ]
2 Keterangan:
D = Indeks dominansi Simpson ni = Jumlah individu jenis ke-i
N = Jumlah total individu seluruh jenis
Tabel 6. Indeks Dominasi gastropoda dalam Tiap Stasiun di Teluk Pangpang Indeks Dominasi Pada Tiap
Stasiun
Nilai Stasiun I
Stasiun II Stasiun III Stasiun IV Stasiun V Stasiun VI Stasiun VII 7. Dominansi relative
D= ∑
i=0 n
[ N¿ ]
2x 100
Keterangan:
D = Indeks dominansi Simpson ni = Jumlah individu jenis ke-i
N = Jumlah total individu seluruh jenis
Tabel 7. Indeks Dominasi relative gastropoda dalam Tiap Stasiun di Teluk Pangpang Indeks Dominasi Pada Tiap
Stasiun
Nilai Stasiun I
Stasiun II
Stasiun III Stasiun IV Stasiun V Stasiun VI Stasiun VII
8. Frekuensi (F)
F
i=P
I∑
t =1 nP
iA
Keterangan :Fi = Frekuensi spesies ke i
ni = Jumlah petak contoh dimana ditemukan spesies ke i
Tabel 8. Frekuensi relative gastropoda dalam Tiap Stasiun di Teluk Pangpang
Frekuensi Pada Tiap Stasiun Nilai
Stasiun I Stasiun II Stasiun III Stasiun IV Stasiun V Stasiun VI Stasiun VII 9. Frekuensi (Fr)
Keterangan :
RFi = Frekuensi relatif spesies ke i Fi = Frekuensi spesies ke i
Tabel 9. Frekuensi relatif
10. Indeks Nilai Penting ( the important value) menurut Bengen (2004)
Indeks Nilai Penting ( the important value) menurut Bengen (2004), yaitu seperti berikut:
INP = KRi + FRi + DRi
Nilai penting ini memberikan suatu gambaran mengenai pengaruh atau peranan suatu jenis tumbuhan mangrove dalam komunitas. Indeks nilai penting merupakan penjumlahan dari nilai kerapatan relatif n jenis-i (DRi), frekuensi relatif jenis (FRi) dan dominasi relatif jenis-i (DRi).
Tabel 10. Ideks Nilai Penting (INP)
No Nama Kr Fr Dr INP
11. Kepadatan dan Pola Distribusi
Rumus kepadatan
Dapat dihitung dengan menggunakan rumus (Soegianto, 1994) sebagai berikut:
Keterangan :
D= n
A
D = kepadatan individu n = jumlah total individuA = luas total habitat yang disampling
Pola Sebaran Gastropoada
Analisis Pola Sebaran dari Gastropoda menggunkan rumus Indeks Morisita (1962) dalam Krebs (1989) dengan model matematis sebagai berikut :
xi
∑
¿2−∑ xi
¿¿
Id=n x ∑ xi
2−∑ xi
¿
Dimana:
Id = Indeks morisita
N = Jumlah kuadrat pengambilan jenis ke-i xi = Jumlah individu pada kuadrat jenis ke-i Dengan ketentuan :
Id = 1 , Pola sebaran acak Id < 1 , Pola sebaran seragam Id > 1, Pola sebaran mengelompok
Tabel 11. Hasil analisis Indeks Sebaran Morisita
No Stasiun Nilai Indeks
Morisita Pola sebaran Kepadatan (ind/m2 )
12. Distribusi Ukuran
Untuk mendapatkan kelas ukuran panjang T. palustris yang ditemukan, maka dibuat kelas interval menurut Nugroho et al. (2009), dengan rumus :
k = 1 + 3,322 log n Keterangan : k = banyak kelas n = banyak data
Sampel yang di kumpulkan diukur panjangnya di laboratorium.
Gambar 1. Distribusi ukuran gastropoda pada setiap 7 stasiun pengamatan dengan GIS.
2. Pengambilan data Parameter lingkungan yang digunakan yaitu:
Pengukuran pH air dengan menggunakan pH meter.
Pengukuran suhu air dengan menggunakan termometer.
Pengukuran salinitas air dengan menggunakan refraktometer [ CITATION Ulf18 \l 1033 ]
mengetahui tipe substrat dengan menancapkan pipa PVC sedalam 15cm/ lebih (subtrat) lalu di tes di laboratorium [ CITATION Shi20 \l 1033 ].
Tabel 12. Nilai parameter lingkungan di kawasan mangrove
Stasiun Suhu (°C) pH Salinitas ‰ Substrat
3. Terdapat juga data lain yang akan di ambil berupa data biofisik antar lain yaitu sebagai berikut:
Klasifikasi penutupan lahan
Pada pengambilan data ini menggunakan citra satelit Quickbird tahun 2009. Citra satelit ini juga dapat digunakan untuk intrusi air laut, vegetasi, dan salinitas air dan pembuatan buffering lokasi pasang surut.
Pengamatan lapangan
Pengamatan lapangan dilakukan untuk mengambil data-data yang dibutuhkan pada penelitian, yang fungsi untuk mengetahui kondisi aktual lokasi.
Tanah, jangkauan pasang surut, tingkat abrasi, intrusi dan salinitas air laut berdasarkan penelitian [ CITATION Lut12 \l 1033 ].
Parameter dalam penetapan jalur hijau
Habitat, Vegetasi, Dampak kerusakan alam, Keadaan masyarakat