KATA PENGANTAR
Publikasi Statistik Sektor Peternakan Kabupaten Wonogiri 2020 merupakan publikasi yang memuat informasi penting mulai dari data populasia hean ternak maupun unggas, data jumlah RPH/TPH/TPU yang dikelola pemerintah maupun bukan pemerintah/Swasta. Data mengenai Produksi Daging maupun telur sampai dengan Data Daging Di jual di Pasar, yang mana data tersebut diperoleh dari Publikasi Badan Pusata Statistik Kab.
Wonogiri dan laporan dari Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Kabupaten Wonogiri.
Kami menyadari bahwa Buku Statistik Sektpr Peternakan Kab. Wonogiri 2020 ini masih belum sempurna, oleh karena itu saran dan kritik demi penyempurnaan selanjutnya sangat kami harapkan. Harapan kami semoga publikasi ini ada manfaatnya.
Ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan bantuan sehingga publikasi ini dapat terwujud. Semoga publikasi ini bermanfaat.
Wonogiri, Desember 2020 Kepala Dinas Kominfo Kab. Wonogiri
HERU NUR ISWANTORO, S.Sos, MM
DAFTAR ISI
Kata Pengantar Daftar isi
Daftar Grafik
A. PENDAHULUAN B. TUJUAN
C. ISTILAH DAN DEFINISI
D. JUMLAH RUMAH POTONG HEWAN (RPH), TEMPAT PEMOTONGAN HEWAN (TPH) DAN TEMPAT PEMOTONGAN UNGGAS (TPU).
E. POPULASI HEWAN DI KAB. WONOGIRI F. PEMOTONGAN TERNAK
G. PENINGKATAN PRODUKSI DAGING SAPI H. PENINGKATAN PRODUKSI TELUR
I. JUMLAH PELAKU PERDAGANGAN DAGING DI PASAR WONOGIRI TAHUN 2019
J. PASARAN HEWAN DI KABUPATEN WONOGIRI K. PENUTUP
DAFTAR GRAFIK
GRAFIK I. Jumlah RPH, TPH DAN TPU di Kabupaten Wonogiri Per Kecamatan GRAFIK. II Jumlah Populasi Ternak Sapi Potong
di Kab. Wonogiri (ekor)
GRAFIK. III Jumlah Populasi Ternak Kerbau di Kab. Wonogiri (ekor)
GRAFIK. IV Jumlah Populasi Ternak Kambing di Kab. Wonogiri (ekor)
GRAFIK. V Jumlah Populasi Ternak Domba di Kab. Wonogiri (ekor)
GRAFIK. VI Jumlah Populasi Unggas (Ayam Kampung) di Kab. Wonogiri (ekor) GRAFIK. VII Jumlah Populasi Unggas (Ayam
Petelur) di Kab. Wonogiri (ekor)
GRAFIK. VIII Jumlah Populasi Unggas (Ayam Pedaging) di Kab. Wonogiri (ekor)
GRAFIK. IX Jumlah Populasi Unggas (Itik/Itik Manila) di Kab. Wonogiri (ekor)
GRAFIK. X Persentase Ternak Sapi yang Dipotong di Rumah Potong Hewan (RPH) Tempat Potong Hewan (TPH) dan Tempat Pemotongan Umum (TPU) yang Dilaporkan menurut Triwulan di Kabupaten Wonogiri Tahun 2018 - 2019
GRAFIK. XI Persentase Ternak Kambing yang Dipotong di Rumah Potong Hewan (RPH) Tempat Potong Hewan (TPH) dan Tempat Pemotongan Umum (TPU) yang
Dilaporkan menurut Triwulan di Kabupaten Wonogiri Tahun 2018- 2019
GRAFIK. XII Persentase Ternak Domba yang Dipotong di Rumah Potong Hewan (RPH) Tempat Potong Hewan (TPH) dan Tempat Pemotongan Umum (TPU) yang Dilaporkan menurut Triwulan di Kabupaten Wonogiri Tahun 2019
GRAFIK. XIII Persentase Ternak Babi yang Dipotong di Rumah Potong Hewan (RPH) Tempat Potong Hewan (TPH) dan Tempat Pemotongan Umum (TPU) yang Dilaporkan menurut Triwulan di Kabupaten Wonogiri Tahun 2019
GRAFIK. XIV Produksi Daging Sapi Potong di Kab.
Wonogiri Tahun 2019
GRAFIK. XV Produksi Daging Kambing di Kab.
Wonogiri Tahun 2019
GRAFIK. XVI Produksi Daging Domba di Kab.
Wonogiri Tahun 2019
GRAFIK. XVII Produksi Daging Ayam Ras di Kab.
Wonogiri Tahun 2019
GRAFIK. XVII Produksi Daging Ayam Buras di Kab.
Wonogiri Tahun 2019
GRAFIK. XIX Produksi Telur Menurut Bulan dan Jenis Unggas Di Kab. Wonogiri (Kg), 2019
GRAFIK. XX Produksi Telur Menurut Bulan dan Jenis Unggas di Kab. Wonogiri (Kg), 2019
GRAFIK. XXI Produksi Telur Menurut Bulan dan
Jenis UnggasDi Kab. Wonogiri (Kg), 2019
GRAFIK. XXII Produksi Telur Menurut Bulan dan Jenis Unggas Di Kab. Wonogiri (Kg), 2019
GRAFIK. XXIII Pedagang Daging Sapi di Kab. Wonogiri 2019
GRAFIK. XXIV Pedagang Daging Kambing di Kab.
Wonogiri 2019
GRAFIK. XXV Pedagang Daging Ayam di Kab.
Wonogiri 2019
GRAFIK. XXVI Pedagang Telor di Kab. Wonogiri 2019
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Rumah Pemotongan Hewan (RPH) adalah suatu bangunan atau kompleks bangunan dengan desain tertentu yang digunakan sebagai tempat pemotongan hewan selain unggas bagi konsumsi masyarakat umum (Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia, 2010).
Rumah Pemotongan Hewan (RPH) memiliki peranan penting sebagai mata rantai untuk memperoleh kualitas daging yang baik. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menerapkan animal welfare pada setiap RPH.
Animal welfare merupakan suatu usaha kepedulian yang dilakukan oleh manusia untuk memberikan kenyamanan kehidupan terhadap hewan.
Manusia sebaiknya mampu bertanggung jawab terhadap seluruh hewan yang hidup dipelihara maupun hidup liar.
Selayaknya manusia, hewan juga mempunyai perasaan kebosanan, kenyamanan, kesenangan, atau penderitaan (Eccleston, 2009). Dengan kata lain segala urusan yang berhubungan dengan keadaan fisik dan mental hewan
menurut ukurang perilaku alami hewan yang perlu diterapkan dan ditegakan untuk melindungi hewan dari perlakuan setiap orang yang tidak layak terhadap hewan yang dimanfaatkan manusia atau sering disebut sebagai kesejahteraan hewan.
Dalam konsep animal welfare terdapat lima aspek kebebasan hewan yang telah diterapkan untuk meningkatkan kualitas hidup bagi semua hewan yakni kebebasan dari kelaparan dan kehausan, kebebasan dari ketidaknyamanan, kebebasan dari kesakitan, cedera, dan penyakit, kebebasan untuk mengeks-presikan tingkah laku secara alamiah, kebebasan dari ketakutan dan stres (Main, 2003)
Pemotongan Hewan adalah serangkaian kegiatan di rumah potong Hewan yang meliputi penerimaan Hewan, pengistirahatan, pemeriksaan kesehatan Hewan sebelum dipotong, pemotongan/ penyembelihan, pemeriksaan kesehatan jeroan dan karkas setelah Hewan dipotong, dengan memperha-tikan Higiene dan Sanitasi, Kesejahteraan Hewan, serta kehalalan bagi yang dipersyaratkan.
B. TUJUAN
Tujuan penyusunan Publikasi Statistik Peternakan Kabupaten Wonogiri tahun 2020 untuk menyajikan data pemotongan ternak yang dilakukan di dalam Rumah Potong Hewan (RPH), Tempat Potong Hewan (TPH), Tempat Pemotongan Unggas (TPU) dan data – data lain berkaitan dengan bidang peternakan yang dilaporkan di Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Kab. Wonogiri dan hasil publikasi Badan Pusata Statistik Kab. Wonogiri selama kurun waktu satu tahun.
C. ISTILAH DAN DEFINISI
1. RPH adalah semua tempat pemotongan hewan/ternak yang mempunyai bangunan permanen atau semi permanen yang khusus digunakan untuk tempat pemotongan hewan/ ternak yang telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai RPH/TPH.
2. TPH adalah semua tempat pemotongan hewan/ternak yang mempunyai bangunan maupun tidak yang biasanya digunakan sebagai tempat pemotongan hewan/ternak dan biasanya terdapat
pencatatan pemotongan.
3. TPU adalah kompleks bangunan dengan desain dan konstruksi khusus yang memenuhi persyaratan teknis dan higiene tertentu serta digunakan sebagai tempat memotong unggas bagi konsumsi masyarakat umum
JUMLAH RUMAH POTONG HEWAN (RPH), TEMPAT PEMOTONGAN HEWAN (TPH) DAN TEMPAT
PEMOTONGAN UNGGAS (TPU).
Kondisi pertanian pangan di Indonesia baik secara kuantitas maupun kualitas ternyata belum mampu mencukupi kebutuhan pangan sendiri bahkanakhir-akhir ini kita cenderung semakin tergantung pada impor produk pangan dariluar negeri, seperti produk hasil peternakan. Selayaknya Indonesia mampu untukmemenuhi kebutu-han pangan asal ternak sendiri dan malahan berpotensi menjadinegara pengekspor produk peternakan seperti daging, susu, dan telur yangmemiliki gizi protein hewani yang tinggi.
Manfaat protein untuk tubuh sangat besar, kandungan protein dalamtubuh manusia mencapai 1/6 dari berat tubuh manusia. Protein sangat penting untuk perkembangan setiap sel dalam tubuh dan juga untuk menjaga kekebalantubuh. Protein hewani yang berasal dari daging, telur dan susu mampu membuat pertumbuhan sel – sel organ tubuh dengan baik.
Diantara sumber protein hewani yang berasal dari hewan ternak yaitu daging. Daging sebagai salah satu bahan makanan yang hampir sempurna, karena mengandung gizi yang lengkap dan dibutuhkan oleh tubuh, yaitu protein hewani, energi, air, mineral dan vitamin. Disamping itu, daging memiliki rasa dan aroma yang enak, sehingga disukai oleh hampir semua orang.
Daging itu sendiri merupakan sumber protein hewani yang bermutu tinggi dan perlu dikosumsi oleh masyarakat, namum daging yang kita konsumsi haruslah daging yang baik dan sehat.
Daging yang dihasilkan dari tempat pemotongan he-wan, baik tempat pemotongan sederhana sampai rumah potong hewan pabrik sebelum dipasarkan terlebih dahulu harus diperiksa untuk mencegah hal-hal yang dapat merugikan konsumen dan mencegah penularan penyakit diantara ternak,maka dilakukan pemeriksaan.
Di RPH ini hewan disembelih dan terjadi perubah an (konversi) dari otot (hewan hidup) ke daging, serta dapat terjadi pencemaran mikroorganisme terhadap daging, terutama pada tahap eviserasi (pengelua-
ran jeroan).
Rumah potong hewan sendiri adalah suatu bangu nan atau kompleks bangunan dengan disain tertentu yan g digunakan sebagai tempat memotonghewan selain unggas bagi konsumsi masyarakat luas (Manual Kesmavet, 1993).
RPH merupakan unit pelayanan masyarakat dalam penyediaan daging yang aman,sehat, utuh dan halal serta berfungsi sebagai sarana untuk melaksanakan :
1. Pemotongan hewan secara benar (sesuai dengan persyaratan kesehatan masyarakat veteriner, kesejahteraan hewan dan syariah agama);
2. Tempat melaksanakan pemeriksaan hewan sebelum dipotong (ante-mortem inspection), pemeriksa- an karkas dan jeroan ( post-mortem inspection) untuk mence-gah penularan penyakit zoonosa ke manusia.
3. Tempat pemantauan dan surveilans penyakit hewan dan zoonosis yang ditemukan pada pemeriksaan ante- mortem dan post-mortem guna pencegahan, pengendalian, dan pemberantasan penyakit hewan
menular dan zoonosis di daerah asal hewan;
4. Melaksanakan seleksi ndan pengendalian pemotongan hewan besar betina bertanduk yang masih produktif
A. JUMLAH RPH TPH DAN TPU PERKECAMATAN
Berdasarkan pendataan yang dilakukan oleh Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Kab.
Wonogiri masih terlihat bahwa banyak rumah potong hewan yang ada di Kab. Wonogiri yang masih belum layak karena kualitas dan kuantitasnya masih minim.
Permasalahan rumah potong hewan yang tidak berkualitas dan tidak layak tersebut tersebar diseluruh rumah potong hewan yang ada di kecamatan.
Di Kabupaten Wonogiri sendiri hanya memiliki 1 (satu) Rumah Potong Hewan (RPH) milik pemerintah yang terletak di Desa Ngaglik Kecamatan Bulukerto.
Untuk Tempat Potong Hewan (TPH) sebanyak 51 tempat yang tersebar di 17 kecamatan, dimana TPH merupakan suatu tempat pemotongan yang tidak memiliki persyaratan yang kompleks seperti RPH.
Sedangkan Tempat Pemotongan Unggas (TPU) di Kab.
Wonogiri sejumlah 143 TPU yang tersebar di 25 kecamatan.
1. KECAMATAN WONOGIRI Jumlah RPH : 0 Lokasi Jumlah TPU : 9 Lokasi Jumlah TPH : 6 Lokasi NO NAMA
PEMILIK ALAMAT JENIS
USAHA
1 Waridi Cubluk 1 TPU
2 Rian Cubluk 1 TPU
3 Prapti Cubluk 1 TPU
4 Samino Johokidul 1 TPU
5 Juwanto Kajen 1 TPU
6 Slamet Sukorejo 1 TPU
7 Widodo Donoharjo 1 TPU
8 Mino Wonoboyo 1 TPU
9 Larti Manjung 1 TPU
10 Andri Cubluk 1 TPH
11 Jaman Giripurwo 1 TPH
12 Budi Wonoboyo 1 TPH
13 Narno Wonokarto 1 TPH
14 Saimo Giritirto 1 TPH
15 Harno Wonokarto 1 TPH
2. KECAMATAN SELOGIRI Jumlah RPH : 0 Lokasi Jumlah TPU : 5 Lokasi Jumlah TPH : 0 Lokasi
NO NAMA PEMILIK ALAMAT JENIS USAHA 1 Edi Sriwaluyo Jendi 1 TPU
2 Sugiman Jendi 1 TPU
3 Sumarni Brajan 1 TPU
4 Mulyani krisak kulon 1 TPU 5 Sri Rapmini Garon 1 TPU 3. KECAMATAN NGADIROJO
Jumlah RPH : 0 Lokasi Jumlah TPU : 12 Lokasi Jumlah TPH : 2 Lokasi
NO NAMA PEMILIK ALAMAT JENIS USAHA
1 Widodo Manggis 1 TPH
2 Parsini Ngemplak 1 TPU
3 Eni Pondok 1 TPU
4 Triyanti Pondok 1 TPU
5 Sri Mulyani Pondok 1 TPU
6 Suyatni Pondok 1 TPU
7 Parni Ngreco, Nga Kid 1 TPU
8 Marmi/Muji Sidokriyo 1 1 TPH / TPU
9 Sarmin Sidokriyo 1 TPU
10 Desi Sidokriyo 1 TPU
11 Tukimin Ngadirojo 1 TPU 12 Sumiyem Jatimerto 1 TPU
13 Widodo Ngadirojo 1 TPU
14 Didik Kenteng 1 TPU
4. KECAMATAN SIDOHARJO Jumlah RPH : 0 Lokasi Jumlah TPU : 11 Lokasi Jumlah TPH : 2 Lokasi
NO NAMA PEMILIK ALAMAT JENIS USAHA
1 Ita Jarum 1 TPU
2 Sri Lestari Keron lor 1 TPU
3 Nita Keron lor 1 TPU
4 Triyanto Keron lor 1 TPU
5 Wachid Kayuloko 1 TPH
6 Dwi Prihono/Sati Kayuloko 1 TPH
7 Suyadi Bakalan etan 1 TPU
8 Yono Keron lor 1 TPU
9 Larni Semanding 1 TPU
10 Suyan Gempol Kayuloko 1 TPU 11 Sum Keden Sidoharjo 1 TPU
12 Sumiyem Jatimarto 1 TPU
13 Yanti Bakalan kulon 1 TPU
5. KECAMATAN WURYANTORO Jumlah RPH : 0 Lokasi Jumlah TPU : 4 Lokasi Jumlah TPH : 2 Lokasi NO NAMA
PEMILIK ALAMAT JENIS
USAHA
1 Suryani Putuksari 1 TPH
2 Eka Purwanta Wuryantoro 1 TPU
3 Sukimin Mlopoharjo 1 TPU
4 Samin Wuryantoro kidul 1 TPU
5 Sumini Wuryantoro 1 TPU
6 Suryadi Sumberejokulon 1 TPH
6. KECAMATAN MANYARAN Jumlah RPH : 0 Lokasi Jumlah TPU : 5 Lokasi Jumlah TPH : 1 Lokasi NO NAMA
PEMILIK ALAMAT JENIS
USAHA
1 Suryanto Karanglor 1 TPU
2 Suyat Kepuhsari 1 TPU
3 Warno Karanglor 1 TPH
4 Sri Sunarsih Karanglor 1 TPU
5 Nyoto Karanglor 1 TPU
6 Warni Punduhsari 1 TPU
7. KECAMATAN EROMOKO Jumlah RPH : 0 Lokasi Jumlah TPU : 13 Lokasi Jumlah TPH : 2 Lokasi NO NAMA
PEMILIK ALAMAT JENIS
USAHA
1 Sri Wahyuni Sumber 1 TPU
2 Sarikem Panekan 1 TPU
3 Yayuk Panekan 1 TPU
4 Sri Lestari Sumberwatu 1 TPU
5 Yati Sumberwatu 1 TPU
6 Kuneng Panekan 1 TPH
7 Warni Puloharjo 1 TPU
8 Wahyuni Puloharjo 1 TPU
9 Tukino/yani Sindukarto 1 TPH
10 Kardi Watulembu 1 TPU
11 Ngatinem Watulembu 1 TPU
12 Winarni Parangjoho 1 TPU
13 Dardi Parangjoho 1 TPU
14 Ari Talang 1 TPU
15 Suli Dampit 1 TPU
8. KECAMATAN PRACIMANTORO Jumlah RPH : 0 Lokasi Jumlah TPU : 5 Lokasi Jumlah TPH : 4 Lokasi
NO NAMA
PEMILIK ALAMAT JENIS
USAHA 1 Harmini Gedung, Pule 1 TPH 2 Paimin Lestari Tubokarto 1 TPH
3 Teguh Ngulu Tengah 1 TPH
4 Prodong Blindas 1 TPH
5 Tinem Ngululor 1 TPU
6 Misti Gedong, Pule 1 TPU
7 Sutinem Mululor 1 TPU
8 Tiah / Loso Godang 1 TPU
9 Winarsih Pelem 1 TPU
9. KECAMATAN GIRITONTRO Jumlah RPH : 0 Lokasi Jumlah TPU : 6 Lokasi Jumlah TPH : 6 Lokasi NO NAMA
PEMILIK ALAMAT JENIS
USAHA 1 Indriyani Giritontrokidul 1 TPU 2 Joko Warsito Mandeyan 1 TPH
3 Karsiyem Mandeyan 1 TPH
4 Setiyawan Mandeyan 1 TPH
5 Wagimin Banjar 1 TPH
6 Maridi Mandeyan 1 TPU
7 Suryani Mandeyan 1 TPU
8 Sutarno Giritontrokidul 1 TPU
9 Suratno Dungklepu 1 TPH
10 Putri Mumpuni Mandeyan 1 TPH
11 Puji Ketonggo 1 TPU
12 Giyarto Ngujug 1 TPU
10. KECAMATAN PARANGGUPITO Jumlah RPH : 0 Lokasi
Jumlah TPU : 2 Lokasi Jumlah TPH : 0 Lokasi NO NAMA
PEMILIK ALAMAT JENIS
USAHA
1 Sumanto Johonut 1 TPU
2 Purwanto Gebang 1 TPU
11. KECAMATAN GIRIWOYO Jumlah RPH : 0 Lokasi Jumlah TPU : 2 Lokasi Jumlah TPH : 2 Lokasi NO NAMA
PEMILIK ALAMAT JENIS
USAHA 1 Rini/Anto Girikikis 1 TPU
2 Lestari Sejati 1 TPU
12. KECAMATAN BATURETNO Jumlah RPH : 0 Lokasi Jumlah TPU : 11 Lokasi Jumlah TPH : 2 Lokasi
NO NAMA PEMILIK ALAMAT JENIS USAHA
1 Ervina Setrorejo 1 TPU
2 Hartini Temon 1 TPU
3 Kristianti Batu kidul 1 TPU 4 Joko Samudro Baturetno 1 TPU
5 Witri Baturetno 1 TPU
6 Marmi Saraddan 1 TPU
7 Wito Saraddan 1 TPU
8 Ngatun Saraddan 1 TPU
9 Witri Saraddan 1 TPU
10 Kusnadi Patuk lor 1 TPU
11 Udin Talunombo 1 TPU
12 Katno Batu kidul 1 TPH
13 Mami Batu kidul 1 TPH
13. KECAMATAN BATUWARNO Jumlah RPH : 0 Lokasi Jumlah TPU : 0 Lokasi Jumlah TPH : 3 Lokasi
NO NAMA
PEMILIK ALAMAT JENIS
USAHA 1 Siti Suprihatin Batuwarno 1 TPU
2 Mulyono Tegiri 1 TPU
3 Darwanto Batuwarno 1 TPU
14. KECAMATAN NGUNTORONADI Jumlah RPH : 0 Lokasi Jumlah TPU : 1 Lokasi Jumlah TPH : 1 Lokasi NO NAMA
PEMILIK ALAMAT JENIS
USAHA
1 H. Soekiman Nadi 1 TPH
2 Rina Kurniawati Ngadipiro 1 TPU
15. KECAMATAN TIRTOMOYO Jumlah RPH : 0 Lokasi Jumlah TPU : 4 Lokasi Jumlah TPH : 3 Lokasi NO NAMA
PEMILIK ALAMAT JENIS
USAHA
1 Hadi Wiyoto Dlepih 1 TPH
2 Daryanto / Ayu Ngemplak 1 1 TPU/
TPH
3 Supartinah Hargantoro 1 TPH
4 Tutik Ploso, Hargantoro 1 TPU
5 Sulistiono Sembung 1 TPU
6 Nanik Tanjungsari 1 TPU
7 Ndaru Ngarjosari 1 TPU
16. KECAMATAN KARANGTENGAH Jumlah RPH : 0 Lokasi
Jumlah TPU : 2 Lokasi Jumlah TPH : 0 Lokasi NO NAMA
PEMILIK ALAMAT JENIS
USAHA 1 Sri Suyatno Temboro 1 TPU 2 Erlantina Timbangan 1 TPU 17. KECAMATAN JATIROTO
Jumlah RPH : 0 Lokasi Jumlah TPU : 4 Lokasi Jumlah TPH : 0 Lokasi NO NAMA
PEMILIK ALAMAT JENIS
USAHA 1 Sutarto Pondok,
Mojopuro 1 TPU
2 Yarmi Pesido 1 TPU
3 Sutardi / Karti Sanggrong 1 TPU
4 Sujiati Pesido 1 TPU
18. KECAMATAN JATISRONO Jumlah RPH : 0 Lokasi Jumlah TPU : 7 Lokasi Jumlah TPH : 4 Lokasi
NO NAMA
PEMILIK ALAMAT JENIS
USAHA
1 Kamto Gunungsari 1 TPH
2 Tarno / Tari Gunungsari 1 TPH 3 Totok Nugroho Gunungsari 1 TPU
4 Sadiyem Gunungsari 1 TPU
5 Saptomo Gunungsari 1 TPU
6 Sido Jatisrono 1 TPU
7 Daryanti Kenteng Jatisari 1 TPU
8 Darmini Kenteng 1 TPU
9 Miyarsi Kenteng 1 TPU
10 Wagiyo Mami Kenteng 1 TPH
11 Candep Ngrandu 1 TPH
19. KECAMATAN JATIPURNO Jumlah RPH : 0 Lokasi Jumlah TPU : 6 Lokasi Jumlah TPH : 0 Lokasi
NO NAMA
PEMILIK ALAMAT JENIS
USAHA
1 Sarjanto Jeporo 1 TPU
2 Ermi C Jeporo 1 TPU
3 Tarni/Siti Jeporo 1 TPU
4 Kardi Jeporo 1 TPU
5 Daryatni Jeporo 1 TPU
6 Harsono Jeporo 1 TPU
20. KECAMATAN GIRIMARTO Jumlah RPH : 0 Lokasi Jumlah TPU : 5 Lokasi Jumlah TPH : 0 Lokasi
NO NAMA
PEMILIK ALAMAT JENIS
USAHA
1 Tarwini Jatirejo 1 TPU
2 Paryadi/Sartini Sidokarto 1 TPU 3 Yuli Asih Sidokarto 1 TPU
4 Parsi Semagar 1 TPU
5 Saimin Jatirejo 1 TPU
21. KECAMATAN PURWANTORO Jumlah RPH : 0 Lokasi Jumlah TPU : 1 Lokasi Jumlah TPH : 2 Lokasi
NO NAMA
PEMILIK ALAMAT JENIS USAHA 1 Sugiarti Kenteng - Ploso 1 TPH
2 Paryadi Ploso 1 TPH
3 Sri saryati Dangkrang 1 TPU 22. KECAMATAN SLOGOHIMO
Jumlah RPH : 0 Lokasi Jumlah TPU : 10 Lokasi Jumlah TPH : 1 Lokasi NO NAMA
PEMILIK ALAMAT JENIS
USAHA
1 Suyadi bondalem 1 TPH
2 Narni bondalem 1 TPU
3 Wiyono bondalem 1 TPU
4 Trini bondalem 1 TPU
5 Ningsih bondalem 1 TPU
6 Narti bondalem 1 TPU
7 Ruki bondalem 1 TPU
8 Karti bondalem 1 TPU
9 Santi bondalem 1 TPU
10 Heru Klunggen 1 TPU
11 Yanto Koripan 1 TPU
23. KECAMATAN KISMANTORO Jumlah RPH : 0 Lokasi Jumlah TPU : 1 Lokasi Jumlah TPH : 0 Lokasi
NO NAMA
PEMILIK ALAMAT JENIS
USAHA
1 Riyani Plosorejo 1 TPU
24. KECAMATAN BULUKERTO Jumlah RPH : 1 Lokasi Jumlah TPU : 15 Lokasi Jumlah TPH : 10 Lokasi
NO NAMA
PEMILIK ALAMAT JENIS
USAHA
1 Pemerintah Ngaglik 1 RPH
2 Yanto /
Paryanti Ngaglik 1 TPH
3 Kasmo Ngaglik 1 TPH
4 Sumi Ngaglik 1 TPH
5 Harnoto Ngaglik 1 TPH
6 Tatang Ngaglik 1 TPH
7 Paryanto Bulurejo 1 TPH
8 Hartutik Ngaglik 1 TPU
9 Parmin Ngaglik 1 TPU
10 Purwanti Ngaglik 1 TPU
11 Siti Ngaglik 1 TPU
12 Tarti Ngaglik 1 TPU
13 Supari Ngaglik 1 TPU
14 Iswanti Ngaglik 1 TPU
15 Sisri Ngaglik 1 TPU
16 Tanti Ngaglik 1 TPU
17 Nani Ngaglik 1 TPU
18 Erni Ngaglik 1 TPU
19 Alan Bulurejo 1 TPU
20 Wahyuni Bulurejo 1 TPU
21 Wiwik Wates, Ngaglik 1 TPU 22 Yuli Wates, Ngaglik 1 TPU
23 Mino Bulurejo 1 TPH
24 Darmi Ngaglik 1 TPH
25 Panem Ngaglik 1 TPH
26 Imam S Ngaglik 1 TPH
25. KECAMATAN PUHPELEM Jumlah RPH : 0 Lokasi Jumlah TPU : 2 Lokasi Jumlah TPH : 0 Lokasi
NO NAMA
PEMILIK ALAMAT JENIS
USAHA
1 Parni Ploso 1 TPU
2 Yatni Giriharjo 1 TPU
TOTAL JUMLAH RPH, TPU DAN TPH DI KAB. WONOGIRI
NO KECAMATAN JUMLAH
RPH TPU TPH
1 Wonogiri 0 9 6
2 Selogiri 0 5 0
3 Ngadirojo 0 12 2
4 Sidoharjo 0 11 2
5 Wuryantoro 0 4 2
6 Manyaran 0 5 1
7 Eromoko 0 13 2
8 Pracimantoro 0 5 4
9 Giritontro 0 6 6
10 Paranggupito 0 2 0
11 Giriwoyo 0 2 0
12 Baturetno 0 11 2
13 Batuwarno 0 0 3
14 Nguntoronadi 0 1 1
15 Tirtomoyo 0 4 3
16 Karangtengah 0 2 0
17 Jatiroto 0 4 0
18 Jatisrono 0 7 4
19 Jatipurno 0 6 0
20 Girimarto 0 5 0
21 Slogohimo 0 10 1
22 Purwantoro 0 1 2
23 Kismantoro 0 1 0
24 Bulukerto 1 15 10
25 Puhpelem 0 2 0
JUMLAH 1 143 51
GRAFIK. I
Jumlah RPH, TPH DAN TPU di Kabupaten Wonogiri Per Kecamatan
0 2 4 6 8 10 12 14 16
Wonogiri Selogiri Ngadirojo Sidoharjo Wuryantoro Manyaran Eromoko Pracimantoro Giritontro Paranggupito Giriwoyo Baturetno Batuwarno Nguntoronadi
Tirtomoyo Karangtengah Jatiroto Jatisrono Jatipurno Girimarto Slogohimo Purwantoro Kismantoro Bulukerto Puhpelem
TPH TPU RPH
POPULASI HEWAN DI KAB. WONOGIRI
Wonogiri merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang memiliki banyak potensi untuk dikembangkan. Salah satunya yaitu potensi di bidang subsektor ternak sapi potong. Potensi ini didukung dengan tersedianya pakan ternak sapi (hijauan) yang melimpah dan terjangkau. Hal ini disebabkan di Kabupaten Wonogiri terdapat Waduk Gajah Mungkur yang mengairi ladang perkebunan dan persawahan di sekitarnya. Selain itu, sebagian besar masyarakat Wonogiri memelihara sapi secara tradisional sehingga mendorong kemajuan subsektor ternak sapi.
Upaya yang Dilakukan Pemerintah untuk Mengoptimalkan Potensi Ternak Sapi Menyikapi fenomena tersebut, pemerintah tentu memandang hal ini sebagai sebuah peluang yang harus dimanfaatkan.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengatakan bahwa Kabupaten Wonogiri akan dijadikan sentra peternakan sapi rakyat di Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, Wonogiri juga akan dijadikan model pengembangan
Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus peternakan rakyat.
Pemberian KUR ini merupakan implementasi dari kebijakan pemerataan.
Selain itu, pemerintah provinsi juga menjalin kerjasama dengan Australia tentang bagaimana cara memelihara sapi, memberi pakan, manajemen, dan pemasaran yang baik. Untuk meningkatkan angka kelahiran sapi, pemerintah membuat pos inseminasi buatan (IB) dan kandang komunal organik. Pemerintah juga melarang pemotongan sapi betina yang masih produktif. Harapannya peningkatan angka kelahiran sapi dapat meningkatkan jumlah populasi ternak sapi di Wonogiri.
Di sisi pengelolaan, pemerintah juga melakukan perbaikan manajemen pengelolaan usaha peternakan dan peningkatan hijauan makanan ternak. Apakah upaya itu berhasil? Berdasarkan publikasi yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah, data terakhir menunjukkan bahwa pada tahun 2019 Kabupaten Wonogiri menjadi Kabupaten dengan populasi ternak sapi potong terbanyak nomor tiga di
30
Jawa Tengah setelah Kabupaten Blora dan Grobogan.
Populasi ternak sapi potong di Kabupaten Wonogiri tahun 2019 sebesar 160. 409 ekor yang sebelemnya sebesar 159.446 ekor. Berdasarkan data dari Wonogiri Dalam Angka 2020, populasi ternak sapi potong di Kabupaten Wonogiri dari Tahun 2009 sampai dengan Tahun 2019, terus meningkat. Bahkan pada tahun 2012 populasi ternak sapi potong menyentuh angka 202.438 ekor. Kemudian pada tahun 2013 menurun cukup drastis menjadi 156.148 ekor. Namun pada tahun 2014- 2018 populasi ternak sapi potong terus meningkat secara perlahan. Pada tahun 2019 populasi ternak sapi potong meningkat 0,603% atau 963 ekor dari tahun sebelumnya. Sehingga bisa dikatakan bahwa upaya yang dilakukan pemerintah cukup berhasil dapat meningkatkan populasi ternak sapi potong namun masih dirasa kurang signifikan.
GRAFIK. II
Jumlah Populasi Ternak Sapi Potong di Kab. Wonogiri (ekor)
13,240 3,193
4,341
9,509 4,437
7,063 6,114 4,932
6,442
13,283 6,361
7,518 3,919
3,901
8,056 4,685
4,788 5,561
7,633
9,612 6,006
6,609 4,137
4,777 4,292
Pracimantoro Paranggupito Giritontro Giriwoyo Batuwarno Karangtengah Tirtomoyo Nguntoronadi Baturetno Eromoko Wuryantoro Manyaran Selogiri Wonogiri Ngdirojo Sidoharjo Jatiroto Kismantoro Purwantoro Bulukerto Puhpelem Slogohimo Jatisrono Jatipurno Girimarto
GRAFIK. III
Jumlah Populasi Ternak Kerbau di Kab. Wonogiri (ekor)
5 4
6
Pracimantoro Paranggupito Giritontro Giriwoyo Batuwarno Karangtengah Tirtomoyo Nguntoronadi Baturetno Eromoko Wuryantoro Manyaran Selogiri Wonogiri Ngdirojo Sidoharjo Jatiroto Kismantoro Purwantoro Bulukerto Puhpelem Slogohimo Jatisrono Jatipurno Girimarto
GRAFIK. IV
Jumlah Populasi Ternak Kambing di Kab. Wonogiri (ekor)
39,930 12,088
16,829 14,037
15,174 6,161
15,911 10,288 9,470
31,731 14,102
10,536 5,648
11,766 15,439 11,293
14,391
25,823 23,686 7,028
14,279
21,532 14,478
11,737 12,755
Pracimantoro Paranggupito Giritontro Giriwoyo Batuwarno Karangtengah Tirtomoyo Nguntoronadi Baturetno Eromoko Wuryantoro Manyaran Selogiri Wonogiri Ngdirojo Sidoharjo Jatiroto Kismantoro Purwantoro Bulukerto Puhpelem Slogohimo Jatisrono Jatipurno Girimarto
GRAFIK. V
Jumlah Populasi Ternak Domba di Kab. Wonogiri (ekor)
5,267 635
3,052
6,991 4,368
3,964
6,914 3,867
8,825
11,831 4,925
5,451 6,964 5,356 4,792 3,871
4,307
8,232 5,726
5,149 3,198
6,391 3,713
6,168 4,288
Pracimantoro Paranggupito Giritontro Giriwoyo Batuwarno Karangtengah Tirtomoyo Nguntoronadi Baturetno Eromoko Wuryantoro Manyaran Selogiri Wonogiri Ngdirojo Sidoharjo Jatiroto Kismantoro Purwantoro Bulukerto Puhpelem Slogohimo Jatisrono Jatipurno Girimarto
GRAFIK. VI
Jumlah Populasi Unggas (Ayam Kampung) di Kab.
Wonogiri (ekor)
103,495 71,710
125,312 95,098 57,848
80,262 67,431 65,592
71,845
188,709 75,480
78,681 89,949 58,635
65,660 59,447 59,252
71,364
145,668 81,529
100,198
244,699 59,210
102,073 67,524
Pracimantoro Paranggupito Giritontro Giriwoyo Batuwarno Karangtengah Tirtomoyo Nguntoronadi Baturetno Eromoko Wuryantoro Manyaran Selogiri Wonogiri Ngdirojo Sidoharjo Jatiroto Kismantoro Purwantoro Bulukerto Puhpelem Slogohimo Jatisrono Jatipurno Girimarto
GRAFIK. VII
Jumlah Populasi Unggas (Ayam Petelur) di Kab.
Wonogiri (ekor)
2,000 2,000
8,500 2,700 2,000
2,588
10,500 5,200 2,750 500
50,000 3,000
2,700 8,000
15,400
Pracimantoro Paranggupito Giritontro Giriwoyo Batuwarno Karangtengah Tirtomoyo Nguntoronadi Baturetno Eromoko Wuryantoro Manyaran Selogiri Wonogiri Ngdirojo Sidoharjo Jatiroto Kismantoro Purwantoro Bulukerto Puhpelem Slogohimo Jatisrono Jatipurno Girimarto
GRAFIK. VIII
Jumlah Populasi Unggas (Ayam Pedaging) di Kab.
Wonogiri (ekor)
58,300
232,000 77,200
71,600
224,000 56,000
80,000
262,600
588,800 324,000
62,000
276,000 340,000
1,028,400 536,000
350,000 36,800
184,000 268,000 226,800 98,000
812,800
Pracimantoro Paranggupito Giritontro Giriwoyo Batuwarno Karangtengah Tirtomoyo Nguntoronadi Baturetno Eromoko Wuryantoro Manyaran Selogiri Wonogiri Ngdirojo Sidoharjo Jatiroto Kismantoro Purwantoro Bulukerto Puhpelem Slogohimo Jatisrono Jatipurno Girimarto
GRAFIK. IX
Jumlah Populasi Unggas (Itik/Itik Manila) di Kab.
Wonogiri (ekor)
4,261 150
905 1,291
2,940 2,128
1,233
4,602 968
756
2,030
3,512 1,929
2,138
3,204 1,901
102
1,558 1,042
3,803 942
Pracimantoro Paranggupito Giritontro Giriwoyo Batuwarno Karangtengah Tirtomoyo Nguntoronadi Baturetno Eromoko Wuryantoro Manyaran Selogiri Wonogiri Ngdirojo Sidoharjo Jatiroto Kismantoro Purwantoro Bulukerto Puhpelem Slogohimo Jatisrono Jatipurno Girimarto
PEMOTONGAN TERNAK
Masalah yang menghambat pengoptimalan potensi ternak sapi potong adalah kurang optimalnya pengelolaan peternakan sapi secara modern. Sebagian peternak di Kab. Wonogiri masih menggunakan cara konvensional dan belum menggunakan terknologi canggih yang dapat mengefisienkan pekerjaan peternak.
Jika peternak bisa mengefisienkan pekerjaannya, peternak bisa merawat sapi dalam jumlah yang lebih banyak dan penjualannya meningkat.
Masalah lainnya adalah kegiatan peternakan ini umumnya dikerjakan oleh penduduk usia tua.
Peternak yang sudah tua memiliki produktivitas yang kurang. Hal ini menyebabkan hasil peternakan sapi potong menjadi kurang maksimal. Dari sisi ekonomi, penjualan sapi yang dilakukan peternak sapi di Wonogiri adalah jual sapi hidup. Padahal apabila sapi tersebut dijual dalam bentuk daging potong, daging tersebut memiliki nilai jual yang jauh lebih tinggi dibandingkan dijual dalam keadaan sapi hidup.
Solusi untuk Mengatasi Masalah Pengoptimalan Potensi Ternak Sapi Untuk mengatasi berbagai permasalah di atas, perlu adanya peran dari generasi muda. Generasi muda perlu melakukan inovasi-inovasi dan menciptakan teknologi baru yang dapat mengefisienkan pekerjaan peternak sapi sehingga hasil yang didapat bisa meningkat. Begitupun dengan peternak lainnya harus secara perlahan meninggalkan cara-cara tradisional dan mulai memanfaatkan teknologi yang ada sebaik-baiknya.
Selain itu, generasi muda juga perlu mening- katkan kreativitasnya dalam mengelola daging sapi.
Pengelolaan tersebut tentang bagaimana cara agar daging potong yang dikirim ke lokasi yang jauh tidak busuk di perjalanan serta menciptakan trobosan baru olahan daging sapi. Olahan sapi yang yang dijual ini merupakan barang setengah jadi atau barang jadi sehingga nilai jual sapi bisa lebih tinggi dibandingkan dijual hidup. Potensi ternak sapi potong yang dimiliki oleh peternak di Kabupaten Wonogiri tentu harus terus dikembangkan supaya bisa mendongkrak perekonomian
37
masyarakat.
Pada tahun 2019 pemotongan sapi mencapai 19.937 ekor, jumlah tersebut cenderung stabil dibanding-kan dengan kondisi pada tahun 2018 yang mencapai 19.936 ekor. Pada tahun 2019 pemotongan sapi tertinggi terjadi pada triwulan III yaitu sebanyak 7.243 ekor (36,33%), pada triwulan I sebanyak 4.466 ekor (22,40%) dan pada triwulan II sebanyak 4.447 ekor (22,31%). Sedangkan untuk pemotongan ternak sapi tahun 2019 paling rendah terjadi pada triwulan IV yaitu sebanyak 3.781 ekor (18,96%).
Pemotongan ternak Kambing pada tahun 2019 mencapai 55.891 ekor, turun sebanyak 2,04 % dibanding tahun 2018 sebanyak 54.749 ekor.
Pemotongan kambing tertinggi terjadi pada triwulan III sebanyak 25.992 ekor atau sebesar 46,81 %, dan terendah terjadi pada triwulan I yaitu sebanyak 9.145 ekor atau 16,47%.
Pemotongan ternak domba pada tahun 2019 mencapai 20,72 ribu ekor turun sebanyak 0,59 persen dibanding tahun 2018 sebanyak 20,84 ribu ekor.
Pemotongan domba tertinggi terjadi pada triwulan II
Triwulan I 23%
Triwulan II 22%
Triwulan III 36%
Triwulan IV 19%
2018
Triwulan I 23%
Triwulan II Triwulan III 22%
36%
Triwulan IV 19%
2019
sebanyak 6,08 ribu ekor, terendah terjadi pada triwulan III yaitu sebanyak 5,22 ribu ekor.
Pemotongan ternak babi pada tahun 2019 mencapai 18,84 ribu ekor naik sebanyak 3,46 persen dibanding tahun 2018 sebanyak 18,21 ribu ekor.
Pemotongan babi tertinggi terjadi pada triwulan IV sebanyak 4,81 ribu ekor dan terendah pada triwulan III sebesar 4,61 ribu ekor.
GRAFIK. X
Persentase Ternak Sapi yang Dipotong di Rumah Potong Hewan (RPH) Tempat Potong Hewan (TPH) dan Tempat
Pemotongan Umum (TPU) yang Dilaporkan menurut Triwulan di Kabupaten Wonogiri Tahun 2018 -2019
Triwulan I 17%
Triwulan II 18%
Triwulan III 47%
Triwulan IV 18%
2018
Triwulan I 24%
Triwulan II 26%
Triwulan III 26%
Triwulan IV 24%
2018
Triwulan I 16%
Triwulan II 20%
Triwulan III 47%
Triwulan IV 17%
2019
Triwulan I 24%
Triwulan II 25%
Triwulan III 26%
Triwulan IV 25%
2019 GRAFIK. XI
Persentase Ternak Kambing yang Dipotong di Rumah Potong Hewan (RPH) Tempat Potong Hewan (TPH) dan
Tempat Pemotongan Umum (TPU) yang Dilaporkan menurut Triwulan di Kabupaten Wonogiri Tahun 2018-
2019
GRAFIK. XII
Persentase Ternak Domba yang Dipotong di Rumah Potong Hewan (RPH) Tempat Potong Hewan (TPH) dan
Tempat Pemotongan Umum (TPU) yang Dilaporkan menurut Triwulan di Kabupaten Wonogiri Tahun 2019
Triwulan I 25%
Triwulan II 25%
Triwulan III 25%
Triwulan IV 25%
2018
Triwulan I 0 %
Triwulan II 0 % Triwulan
III 0 % Triwulan
IV 0 %
2019 GRAFIK. XIII
Persentase Ternak Babi yang Dipotong di Rumah Potong Hewan (RPH) Tempat Potong Hewan (TPH) dan Tempat
Pemotongan Umum (TPU) yang Dilaporkan menurut Triwulan di Kabupaten Wonogiri Tahun 2019
PENINGKATAN PRODUKSI DAGING SAPI
Menurut data Organisation for Economic Co- operation and Development (OECD) yang dirilis pada 2018, konsumsi daging pada masyarakat Indonesia pada 2017 baru mencapai rata-rata 1,8 kg untuk daging sapi, 0,4 kg daging kambing dan 7 kg daging ayam.
Rata-rata tingkat konsumsi daging di Indonesia juga masih jauh di bawah rata-rata tingkat konsumsi dunia yang mencapai 6,4 kg daging sapi, 14 kg daging ayam, 12,2 daging babi, dan 1,7 kg daging kambing. Tentu saja dengan rendahnya tingkat konsumsi daging ini juga berpengaruh pada rendahnya tingkat asupan protein hewani pada masyarakat Indonesia, terutama untuk golongan ekonomi menengah ke bawah.
Data Food and Agriculture Organiza-tion (FAO) menyebutkan bahwa tingkat konsumsi protein hewani masyarakat Indonesia pada 2017 masih tertinggal dari negara-negara maju bahkan dengan beberapa negara ASEAN. Dari total konsumsi protein, konsumsi protein hewani Indonesia baru mencapai 8 persen, sementara
Malaysia mencapai 30 persen, Thailand 24 persen, dan Filipina mencapai 21 persen. Padahal protein hewani merupakan sumber pangan yang sangat baik untuk masa pertumbuhan dan perkembangan anak-anak karena kandungan asam aminonya yang lengkap.
Kendala utama penyebab rendahnya tingkat konsumsi daging secara umum adalah daya beli masyarakat yang rendah, dan daging selama ini masih menjadi komoditas pangan yang mewah dengan harga yang relatif mahal. Ini dua hal yang saling terkait dan pengaruhnya besar terhadap konsumsi daging karena secara umum tidak semua masyarakat Indonesia mempunyai pendapatan yang memadai untuk membeli komoditas daging.
Kemudian kendala berikutnya adalah adanya pertambahan jumlah penduduk Indonesia dari tahun ke tahun dan sekaligus bertambahnya kelompok masyarakat dengan tingkat pendapatan yang lebih tinggi. Hal ini tentu menyebabkan pola konsumsi terhadap komoditas daging juga mengalami perubahan, yang salah satu indikatornya adalah kebutuhan atau permintaan terhadap daging meningkat dari waktu ke
waktu. Namun demikian, tingginya permintaan daging ini belum bisa diimbangi dengan kecukupan produksi daging, khususnya daging sapi yang berasal dari ternak dalam negeri.
Dengan berbagai kondisi tersebut, untuk mencukupkan konsumsi daging salah satu hal yang bisa kita lakukan adalah melirik dan mengoptimalkan kembali peternakan rakyat. Ternak-ternak kecil seperti peternakan kelinci, marmut, ayam kampung, dan semacamnya yang dulu pernah menjadi penopang kebutuhan daging di tingkat rumah tangga perlu lebih dioptimalkan. Tidak perlu berpikir jauh untuk kepentingan ekonomi ataupun bisnis, meskipun itu memungkinkan.
Setidaknya ternak-ternak kecil seperti ini jika diberdayakan secara serentak dan massal akan mampu untuk mencukupi kebutuhan daging di tingkat ruma tangga, bahkan nasional yang dari tahun ke tahun kebutuhannya terus meningkat. Dengan cara itu pula, maka ketergantungan terhadap ternak besar ataupun ternak unggas yang diproduksi dengan input produksi yang sebagian besar impor dapat dikurangi.
Selama ini peternakan rakyat dengan ternak hewan kecil umumnya tidak menggunakan input- input produksi yang mahal dan apalagi impor. Terutama di desa, semua bahan-bahan tersedia berlimpah dan murah. Secara ekologi pun ternak-ternak kecil lebih ramah lingkungan dibanding misalnya sapi yang selama ini ditengarai menimbulkan dampak yang kurang baik terhadap lingkungan.
Oleh karena itu, kita perlu terus menggalakkan peternakan-peternakan seperti ini untuk bisa tumbuh di masyarakat. Kita harus mampu menciptakan ketahanan pangan (daging) dan terutama pemenuhan protein hewani tanpa biaya tinggi. Cara murah dan mudah dapat dimulai dari lingkungan kita sendiri dengan lebih memberdayakan sumberdaya- sumberdaya yang ada di masyarakat.
Produksi Daging menurut bulan dan jenis ternak di kab Wonogiri (Kg) , 2019
NO BULAN SAPI KAMBING DOMBA AYAM
RAS AYAM
BURAS
1 Januari
259.350
52.953
19.380
210.496 128.128
2 Februari
262.325
60.173
18.840
210.470 123.360
3 Maret
261.975
60.021
19.275
210.483 121.752
4 April
261.275
62.092
19.185
210.535 121.703
5 Mei
244.825
62.130
19.275
213.135 123.040
6 Juni
271.425
66.994
21.675
211.835 136.103
7 Juli
256.550
63.308
19.830
210.535 136.103
8 Agustus
767.550
367.498
21.945
210.535 128.103 9 September
241.325
62.738
20.445
210.535 128.103
10 Oktober
240.975
63.574
22.020
210.535 128.103 11 November
208.775
59.964
17.625
210.535 122.000 12 Desember
212.450
59.964
17.964
210.535 122.000
JUMLAH
3.488.800
1.041.409
237.459
2.530.164
1.518.498
GRAFIK. XIV
Produksi Daging Sapi Potong di Kab. Wonogiri Tahun 2019
GRAFIK. XV
Produksi Daging Kambing di Kab. Wonogiri Tahun 2019
SAPI POTONG
KAMBING
GRAFIK. XVI
Produksi Daging Domba di Kab. Wonogiri Tahun 2019
GRAFIK. XVII
Produksi Daging Ayam Ras di Kab. Wonogiri Tahun 2019
DOMBA
AYAM RAS
GRAFIK. XVII
Produksi Daging Ayam Buras di Kab. Wonogiri Tahun 2019
PENINGKATAN PRODUKSI TELUR
Produk peternakan yang mengandung protein tinggi yaitu daging, telur, dan susu. Diantara ketiga produk peternakan tersebut, telur merupakan salah satu produk peternakan yang sering dikonsumsi karena harganya relatif murah dibandingkan produk peternakan lainnya, mudah didapat serta mudah
AYAM BURAS
diolah menjadi berbagai makanan, sehingga telur senantiasa dibutuhkan oleh berbagai konsumen.
Beberapa jenis telur yang biasa dikonsumsi dan diperdagangkan oleh manusia yaitu telur ayam ras, telur ayam kampung, telur puyuh dan telur itik.
Telur ayam kampung biasa dijual dengan harga lebih mahal cenderung hanya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan terbatas saja, misalnya untuk konsumsi anggota rumah tangga saja, pelengkap minum jamu, atau pelengkap acara adat. Telur ayam ras yang paling banyak dikonsumsi dan diminati konsumen. Hal ini disebabkan cara mendapatkan telur ini mudah karena ketersediannya di pasar selalu ada, harganya murah sehingga terjangkau oleh setiap lapisan masyarakat serta mempunyai produksi yang terbanyak.
Sejalan dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk, meningkatnya tingkat pendidikan, dan pendapatan penduduk yang sangat berpengaruh terhadap tingkat kebutuhan telur, maka perlu memprediksikan data kebutuhan permintaan telur di Kota Padang sejalan dengan penyediaan produksi
telur. Hal ini dilakukan dalam upaya untuk menjaga keseimbangan kebutuhan konsumen yang berasal dari telur dengan jumlah penduduk setiap tahun untuk masa yang akan datang.
Telur burung puyuh ukurannya lebih kecil dibandingkan telur lainnya. Selain harganya murah, telur puyuh juga mudah didapat dimana saja dibanyak tempat di Indonesia. Seperti halnya telur lainnya, telur puyuh juga tidak boleh dianggap remeh kandungan nutrisinya. Kandungan protein telur puyuh sebesar 13,1%, sedangkan kandungan protein telur ayam ras yaitu 12,7% (Herlina dan Mulyantono, 2002) . Telur puyuh yang kecil memiliki berat 10 gram hingga 12 gram, dan menyediakan banyak unsur yang dibutuhkan oleh tubuh kita agar menjadi sehat.
Produksi Telur Menurut Bulan dan Jenis Unggas di Kab. Wonogiri (Kg), 2019
BULAN AYAM
RAS AYAM
BURAS ITIK PUYUH
Januari
78.060
37.440
17.035 1.462
Februari
78.050
37.440
17.035
1.460
Maret
78.039
37.440
17.035 1.458
April
92.669
37.440
17.035
1.523
Mei
92.648
37.440
17.035 1.520
Juni
92.637
37.440
17.035 1.518
Juli
92.627
37.420
17.035 1.516
Agustus
92.616
37.344
17.035
1.514
September
92.605
37.443
17.035 1.597
Oktober
92.595
98.906
17.035
1.596
November
92.584
99.427
17.035 1.594
Desember
92.573
99.125
17.035 1.592
Jumlah
1.067.703
634.305
204.420 18.350
Ayam Ras
Ayam Buras
GRAFIK. XIX
Produksi Telur Menurut Bulan dan Jenis Unggas Di Kab. Wonogiri (Kg), 2019
GRAFIK. XX
Produksi Telur Menurut Bulan dan Jenis Unggas Di Kab. Wonogiri (Kg), 2019
Itik
Puyuh
GRAFIK. XXI
Produksi Telur Menurut Bulan dan Jenis Unggas Di Kab. Wonogiri (Kg), 2019
GRAFIK. XXII
Produksi Telur Menurut Bulan dan Jenis Unggas Di Kab. Wonogiri (Kg), 2019
JUMLAH PELAKU PERDAGANGAN DAGING DI PASAR WONOGIRI TAHUN 2019 1. KECAMATAN WONOGIRI
Kios Daging Sapi : 9 Pedagang Kios Daging Kambing : 0 Pedagang Kios Daging Ayam : 13 Pedagang Kios Telur : 2 Pedagang
NAMA
PEDAGANG ALAMAT KIOS
DAGING
SAPI DAGING
KAMBING DAGING
AYAM TELUR
Prapti Cubluk 1
Saliyo Manjung 1
Joko Sukoharjo 1
Jamilah Sukoharjo 1
Daliyem Sukoharjo 1
Sri Wahyuni Sukoharjo 1
Karsi Cubluk 1
Yatmi Donoharjo 1
Mino Banaran 1
Sukini Joho 1
Sukiyati Bauresan 1
Yatni Wonokarto 1
Parni Kajen 1
Beti Boyolali 1
Endang Wonokarto 1
Tukinem Pracimantoro 1
H. Kawit Pokohkidul 1
Sri Manyaran 1
Katini Gerdu 1
Pardi Sukorejo,
Giritirto 1
Heru Kerdukepik 1
Parjo Kerdukepik 1
Tuminah Jatirejo 1
Saniyem Banaran 1
2. KECAMATAN WURYANTORO
Kios Daging Sapi : 2 Pedagang Kios Daging Kambing : 1 Pedagang Kios Daging Ayam : 10 Pedagang Kios Telur : 2 Pedagang
NAMA
PEDAGANG ALAMAT KIOS
DAGING
SAPI DAGING
KAMBING DAGING
AYAM TELU R
Samin Wuryantoro 1
Yanti Watulembu
Eromoko 1
Watik Betek,
Wuryantoro 1
Ngatinem Watulembu,
Eromoko 1
Kuning Eromoko 1
Suryani Wuryantoro 1
Warno Wuryantoro 1
Sumiyati Cakaran 1
Dewi Pudak,
Wuryantoro 1
Sumini Mlopoharjo,
Wuryantoro 1
Abdul
Mursid Manyaran 1
Sri Sulasti Sumberwatu,
Eromoko 1
Haryati Eromoko 1
Sarno Cengkal,
Wuryantoro 1
Wartini Sumbergede,
Mlopo 1
3. KECAMATAN SLOGOHIMO
Kios Daging Sapi : 5 Pedagang Kios Daging Kambing : 2 Pedagang Kios Daging Ayam : 20 Pedagang Kios Telur : 3 Pedagang
NAMA
PEDAGANG ALAMAT KIOS
DAGING
SAPI DAGING
KAMBING DAGING AYAM TELU R
Marni Sambi 1
Parmin Slogohimo 1
Giyatmi Bulukerto 1
Mariyem Bondalem 1
Karni Bondalem 1 1
Prapti Bulusari 1
Yanti Bondalem 1
Yanti Bulukerto 1
Paryanti Bondalem 1