• Tidak ada hasil yang ditemukan

KATA PENGANTAR. Wonogiri, Desember 2020 Kepala Dinas Kominfo Kab. Wonogiri. HERU NUR ISWANTORO, S.Sos, MM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "KATA PENGANTAR. Wonogiri, Desember 2020 Kepala Dinas Kominfo Kab. Wonogiri. HERU NUR ISWANTORO, S.Sos, MM"

Copied!
87
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

KATA PENGANTAR

Publikasi Statistik Sektor Peternakan Kabupaten Wonogiri 2020 merupakan publikasi yang memuat informasi penting mulai dari data populasia hean ternak maupun unggas, data jumlah RPH/TPH/TPU yang dikelola pemerintah maupun bukan pemerintah/Swasta. Data mengenai Produksi Daging maupun telur sampai dengan Data Daging Di jual di Pasar, yang mana data tersebut diperoleh dari Publikasi Badan Pusata Statistik Kab.

Wonogiri dan laporan dari Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Kabupaten Wonogiri.

Kami menyadari bahwa Buku Statistik Sektpr Peternakan Kab. Wonogiri 2020 ini masih belum sempurna, oleh karena itu saran dan kritik demi penyempurnaan selanjutnya sangat kami harapkan. Harapan kami semoga publikasi ini ada manfaatnya.

Ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan bantuan sehingga publikasi ini dapat terwujud. Semoga publikasi ini bermanfaat.

Wonogiri, Desember 2020 Kepala Dinas Kominfo Kab. Wonogiri

HERU NUR ISWANTORO, S.Sos, MM

(3)

DAFTAR ISI

Kata Pengantar Daftar isi

Daftar Grafik

A. PENDAHULUAN B. TUJUAN

C. ISTILAH DAN DEFINISI

D. JUMLAH RUMAH POTONG HEWAN (RPH), TEMPAT PEMOTONGAN HEWAN (TPH) DAN TEMPAT PEMOTONGAN UNGGAS (TPU).

E. POPULASI HEWAN DI KAB. WONOGIRI F. PEMOTONGAN TERNAK

G. PENINGKATAN PRODUKSI DAGING SAPI H. PENINGKATAN PRODUKSI TELUR

I. JUMLAH PELAKU PERDAGANGAN DAGING DI PASAR WONOGIRI TAHUN 2019

J. PASARAN HEWAN DI KABUPATEN WONOGIRI K. PENUTUP

(4)

DAFTAR GRAFIK

GRAFIK I. Jumlah RPH, TPH DAN TPU di Kabupaten Wonogiri Per Kecamatan GRAFIK. II Jumlah Populasi Ternak Sapi Potong

di Kab. Wonogiri (ekor)

GRAFIK. III Jumlah Populasi Ternak Kerbau di Kab. Wonogiri (ekor)

GRAFIK. IV Jumlah Populasi Ternak Kambing di Kab. Wonogiri (ekor)

GRAFIK. V Jumlah Populasi Ternak Domba di Kab. Wonogiri (ekor)

GRAFIK. VI Jumlah Populasi Unggas (Ayam Kampung) di Kab. Wonogiri (ekor) GRAFIK. VII Jumlah Populasi Unggas (Ayam

Petelur) di Kab. Wonogiri (ekor)

GRAFIK. VIII Jumlah Populasi Unggas (Ayam Pedaging) di Kab. Wonogiri (ekor)

GRAFIK. IX Jumlah Populasi Unggas (Itik/Itik Manila) di Kab. Wonogiri (ekor)

GRAFIK. X Persentase Ternak Sapi yang Dipotong di Rumah Potong Hewan (RPH) Tempat Potong Hewan (TPH) dan Tempat Pemotongan Umum (TPU) yang Dilaporkan menurut Triwulan di Kabupaten Wonogiri Tahun 2018 - 2019

GRAFIK. XI Persentase Ternak Kambing yang Dipotong di Rumah Potong Hewan (RPH) Tempat Potong Hewan (TPH) dan Tempat Pemotongan Umum (TPU) yang

(5)

Dilaporkan menurut Triwulan di Kabupaten Wonogiri Tahun 2018- 2019

GRAFIK. XII Persentase Ternak Domba yang Dipotong di Rumah Potong Hewan (RPH) Tempat Potong Hewan (TPH) dan Tempat Pemotongan Umum (TPU) yang Dilaporkan menurut Triwulan di Kabupaten Wonogiri Tahun 2019

GRAFIK. XIII Persentase Ternak Babi yang Dipotong di Rumah Potong Hewan (RPH) Tempat Potong Hewan (TPH) dan Tempat Pemotongan Umum (TPU) yang Dilaporkan menurut Triwulan di Kabupaten Wonogiri Tahun 2019

GRAFIK. XIV Produksi Daging Sapi Potong di Kab.

Wonogiri Tahun 2019

GRAFIK. XV Produksi Daging Kambing di Kab.

Wonogiri Tahun 2019

GRAFIK. XVI Produksi Daging Domba di Kab.

Wonogiri Tahun 2019

GRAFIK. XVII Produksi Daging Ayam Ras di Kab.

Wonogiri Tahun 2019

GRAFIK. XVII Produksi Daging Ayam Buras di Kab.

Wonogiri Tahun 2019

GRAFIK. XIX Produksi Telur Menurut Bulan dan Jenis Unggas Di Kab. Wonogiri (Kg), 2019

GRAFIK. XX Produksi Telur Menurut Bulan dan Jenis Unggas di Kab. Wonogiri (Kg), 2019

GRAFIK. XXI Produksi Telur Menurut Bulan dan

(6)

Jenis UnggasDi Kab. Wonogiri (Kg), 2019

GRAFIK. XXII Produksi Telur Menurut Bulan dan Jenis Unggas Di Kab. Wonogiri (Kg), 2019

GRAFIK. XXIII Pedagang Daging Sapi di Kab. Wonogiri 2019

GRAFIK. XXIV Pedagang Daging Kambing di Kab.

Wonogiri 2019

GRAFIK. XXV Pedagang Daging Ayam di Kab.

Wonogiri 2019

GRAFIK. XXVI Pedagang Telor di Kab. Wonogiri 2019

(7)

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Rumah Pemotongan Hewan (RPH) adalah suatu bangunan atau kompleks bangunan dengan desain tertentu yang digunakan sebagai tempat pemotongan hewan selain unggas bagi konsumsi masyarakat umum (Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia, 2010).

Rumah Pemotongan Hewan (RPH) memiliki peranan penting sebagai mata rantai untuk memperoleh kualitas daging yang baik. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menerapkan animal welfare pada setiap RPH.

Animal welfare merupakan suatu usaha kepedulian yang dilakukan oleh manusia untuk memberikan kenyamanan kehidupan terhadap hewan.

Manusia sebaiknya mampu bertanggung jawab terhadap seluruh hewan yang hidup dipelihara maupun hidup liar.

Selayaknya manusia, hewan juga mempunyai perasaan kebosanan, kenyamanan, kesenangan, atau penderitaan (Eccleston, 2009). Dengan kata lain segala urusan yang berhubungan dengan keadaan fisik dan mental hewan

(8)

menurut ukurang perilaku alami hewan yang perlu diterapkan dan ditegakan untuk melindungi hewan dari perlakuan setiap orang yang tidak layak terhadap hewan yang dimanfaatkan manusia atau sering disebut sebagai kesejahteraan hewan.

Dalam konsep animal welfare terdapat lima aspek kebebasan hewan yang telah diterapkan untuk meningkatkan kualitas hidup bagi semua hewan yakni kebebasan dari kelaparan dan kehausan, kebebasan dari ketidaknyamanan, kebebasan dari kesakitan, cedera, dan penyakit, kebebasan untuk mengeks-presikan tingkah laku secara alamiah, kebebasan dari ketakutan dan stres (Main, 2003)

Pemotongan Hewan adalah serangkaian kegiatan di rumah potong Hewan yang meliputi penerimaan Hewan, pengistirahatan, pemeriksaan kesehatan Hewan sebelum dipotong, pemotongan/ penyembelihan, pemeriksaan kesehatan jeroan dan karkas setelah Hewan dipotong, dengan memperha-tikan Higiene dan Sanitasi, Kesejahteraan Hewan, serta kehalalan bagi yang dipersyaratkan.

(9)

B. TUJUAN

Tujuan penyusunan Publikasi Statistik Peternakan Kabupaten Wonogiri tahun 2020 untuk menyajikan data pemotongan ternak yang dilakukan di dalam Rumah Potong Hewan (RPH), Tempat Potong Hewan (TPH), Tempat Pemotongan Unggas (TPU) dan data – data lain berkaitan dengan bidang peternakan yang dilaporkan di Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Kab. Wonogiri dan hasil publikasi Badan Pusata Statistik Kab. Wonogiri selama kurun waktu satu tahun.

C. ISTILAH DAN DEFINISI

1. RPH adalah semua tempat pemotongan hewan/ternak yang mempunyai bangunan permanen atau semi permanen yang khusus digunakan untuk tempat pemotongan hewan/ ternak yang telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai RPH/TPH.

2. TPH adalah semua tempat pemotongan hewan/ternak yang mempunyai bangunan maupun tidak yang biasanya digunakan sebagai tempat pemotongan hewan/ternak dan biasanya terdapat

(10)

pencatatan pemotongan.

3. TPU adalah kompleks bangunan dengan desain dan konstruksi khusus yang memenuhi persyaratan teknis dan higiene tertentu serta digunakan sebagai tempat memotong unggas bagi konsumsi masyarakat umum

(11)

JUMLAH RUMAH POTONG HEWAN (RPH), TEMPAT PEMOTONGAN HEWAN (TPH) DAN TEMPAT

PEMOTONGAN UNGGAS (TPU).

Kondisi pertanian pangan di Indonesia baik secara kuantitas maupun kualitas ternyata belum mampu mencukupi kebutuhan pangan sendiri bahkanakhir-akhir ini kita cenderung semakin tergantung pada impor produk pangan dariluar negeri, seperti produk hasil peternakan. Selayaknya Indonesia mampu untukmemenuhi kebutu-han pangan asal ternak sendiri dan malahan berpotensi menjadinegara pengekspor produk peternakan seperti daging, susu, dan telur yangmemiliki gizi protein hewani yang tinggi.

Manfaat protein untuk tubuh sangat besar, kandungan protein dalamtubuh manusia mencapai 1/6 dari berat tubuh manusia. Protein sangat penting untuk perkembangan setiap sel dalam tubuh dan juga untuk menjaga kekebalantubuh. Protein hewani yang berasal dari daging, telur dan susu mampu membuat pertumbuhan sel – sel organ tubuh dengan baik.

(12)

Diantara sumber protein hewani yang berasal dari hewan ternak yaitu daging. Daging sebagai salah satu bahan makanan yang hampir sempurna, karena mengandung gizi yang lengkap dan dibutuhkan oleh tubuh, yaitu protein hewani, energi, air, mineral dan vitamin. Disamping itu, daging memiliki rasa dan aroma yang enak, sehingga disukai oleh hampir semua orang.

Daging itu sendiri merupakan sumber protein hewani yang bermutu tinggi dan perlu dikosumsi oleh masyarakat, namum daging yang kita konsumsi haruslah daging yang baik dan sehat.

Daging yang dihasilkan dari tempat pemotongan he-wan, baik tempat pemotongan sederhana sampai rumah potong hewan pabrik sebelum dipasarkan terlebih dahulu harus diperiksa untuk mencegah hal-hal yang dapat merugikan konsumen dan mencegah penularan penyakit diantara ternak,maka dilakukan pemeriksaan.

Di RPH ini hewan disembelih dan terjadi perubah an (konversi) dari otot (hewan hidup) ke daging, serta dapat terjadi pencemaran mikroorganisme terhadap daging, terutama pada tahap eviserasi (pengelua-

(13)

ran jeroan).

Rumah potong hewan sendiri adalah suatu bangu nan atau kompleks bangunan dengan disain tertentu yan g digunakan sebagai tempat memotonghewan selain unggas bagi konsumsi masyarakat luas (Manual Kesmavet, 1993).

RPH merupakan unit pelayanan masyarakat dalam penyediaan daging yang aman,sehat, utuh dan halal serta berfungsi sebagai sarana untuk melaksanakan :

1. Pemotongan hewan secara benar (sesuai dengan persyaratan kesehatan masyarakat veteriner, kesejahteraan hewan dan syariah agama);

2. Tempat melaksanakan pemeriksaan hewan sebelum dipotong (ante-mortem inspection), pemeriksa- an karkas dan jeroan ( post-mortem inspection) untuk mence-gah penularan penyakit zoonosa ke manusia.

3. Tempat pemantauan dan surveilans penyakit hewan dan zoonosis yang ditemukan pada pemeriksaan ante- mortem dan post-mortem guna pencegahan, pengendalian, dan pemberantasan penyakit hewan

(14)

menular dan zoonosis di daerah asal hewan;

4. Melaksanakan seleksi ndan pengendalian pemotongan hewan besar betina bertanduk yang masih produktif

A. JUMLAH RPH TPH DAN TPU PERKECAMATAN

Berdasarkan pendataan yang dilakukan oleh Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Kab.

Wonogiri masih terlihat bahwa banyak rumah potong hewan yang ada di Kab. Wonogiri yang masih belum layak karena kualitas dan kuantitasnya masih minim.

Permasalahan rumah potong hewan yang tidak berkualitas dan tidak layak tersebut tersebar diseluruh rumah potong hewan yang ada di kecamatan.

Di Kabupaten Wonogiri sendiri hanya memiliki 1 (satu) Rumah Potong Hewan (RPH) milik pemerintah yang terletak di Desa Ngaglik Kecamatan Bulukerto.

Untuk Tempat Potong Hewan (TPH) sebanyak 51 tempat yang tersebar di 17 kecamatan, dimana TPH merupakan suatu tempat pemotongan yang tidak memiliki persyaratan yang kompleks seperti RPH.

Sedangkan Tempat Pemotongan Unggas (TPU) di Kab.

(15)

Wonogiri sejumlah 143 TPU yang tersebar di 25 kecamatan.

1. KECAMATAN WONOGIRI Jumlah RPH : 0 Lokasi Jumlah TPU : 9 Lokasi Jumlah TPH : 6 Lokasi NO NAMA

PEMILIK ALAMAT JENIS

USAHA

1 Waridi Cubluk 1 TPU

2 Rian Cubluk 1 TPU

3 Prapti Cubluk 1 TPU

4 Samino Johokidul 1 TPU

5 Juwanto Kajen 1 TPU

6 Slamet Sukorejo 1 TPU

7 Widodo Donoharjo 1 TPU

8 Mino Wonoboyo 1 TPU

9 Larti Manjung 1 TPU

10 Andri Cubluk 1 TPH

11 Jaman Giripurwo 1 TPH

12 Budi Wonoboyo 1 TPH

13 Narno Wonokarto 1 TPH

14 Saimo Giritirto 1 TPH

15 Harno Wonokarto 1 TPH

(16)

2. KECAMATAN SELOGIRI Jumlah RPH : 0 Lokasi Jumlah TPU : 5 Lokasi Jumlah TPH : 0 Lokasi

NO NAMA PEMILIK ALAMAT JENIS USAHA 1 Edi Sriwaluyo Jendi 1 TPU

2 Sugiman Jendi 1 TPU

3 Sumarni Brajan 1 TPU

4 Mulyani krisak kulon 1 TPU 5 Sri Rapmini Garon 1 TPU 3. KECAMATAN NGADIROJO

Jumlah RPH : 0 Lokasi Jumlah TPU : 12 Lokasi Jumlah TPH : 2 Lokasi

NO NAMA PEMILIK ALAMAT JENIS USAHA

1 Widodo Manggis 1 TPH

2 Parsini Ngemplak 1 TPU

3 Eni Pondok 1 TPU

4 Triyanti Pondok 1 TPU

5 Sri Mulyani Pondok 1 TPU

6 Suyatni Pondok 1 TPU

7 Parni Ngreco, Nga Kid 1 TPU

8 Marmi/Muji Sidokriyo 1 1 TPH / TPU

(17)

9 Sarmin Sidokriyo 1 TPU

10 Desi Sidokriyo 1 TPU

11 Tukimin Ngadirojo 1 TPU 12 Sumiyem Jatimerto 1 TPU

13 Widodo Ngadirojo 1 TPU

14 Didik Kenteng 1 TPU

4. KECAMATAN SIDOHARJO Jumlah RPH : 0 Lokasi Jumlah TPU : 11 Lokasi Jumlah TPH : 2 Lokasi

NO NAMA PEMILIK ALAMAT JENIS USAHA

1 Ita Jarum 1 TPU

2 Sri Lestari Keron lor 1 TPU

3 Nita Keron lor 1 TPU

4 Triyanto Keron lor 1 TPU

5 Wachid Kayuloko 1 TPH

6 Dwi Prihono/Sati Kayuloko 1 TPH

7 Suyadi Bakalan etan 1 TPU

8 Yono Keron lor 1 TPU

9 Larni Semanding 1 TPU

10 Suyan Gempol Kayuloko 1 TPU 11 Sum Keden Sidoharjo 1 TPU

12 Sumiyem Jatimarto 1 TPU

13 Yanti Bakalan kulon 1 TPU

(18)

5. KECAMATAN WURYANTORO Jumlah RPH : 0 Lokasi Jumlah TPU : 4 Lokasi Jumlah TPH : 2 Lokasi NO NAMA

PEMILIK ALAMAT JENIS

USAHA

1 Suryani Putuksari 1 TPH

2 Eka Purwanta Wuryantoro 1 TPU

3 Sukimin Mlopoharjo 1 TPU

4 Samin Wuryantoro kidul 1 TPU

5 Sumini Wuryantoro 1 TPU

6 Suryadi Sumberejokulon 1 TPH

6. KECAMATAN MANYARAN Jumlah RPH : 0 Lokasi Jumlah TPU : 5 Lokasi Jumlah TPH : 1 Lokasi NO NAMA

PEMILIK ALAMAT JENIS

USAHA

1 Suryanto Karanglor 1 TPU

2 Suyat Kepuhsari 1 TPU

3 Warno Karanglor 1 TPH

4 Sri Sunarsih Karanglor 1 TPU

5 Nyoto Karanglor 1 TPU

6 Warni Punduhsari 1 TPU

(19)

7. KECAMATAN EROMOKO Jumlah RPH : 0 Lokasi Jumlah TPU : 13 Lokasi Jumlah TPH : 2 Lokasi NO NAMA

PEMILIK ALAMAT JENIS

USAHA

1 Sri Wahyuni Sumber 1 TPU

2 Sarikem Panekan 1 TPU

3 Yayuk Panekan 1 TPU

4 Sri Lestari Sumberwatu 1 TPU

5 Yati Sumberwatu 1 TPU

6 Kuneng Panekan 1 TPH

7 Warni Puloharjo 1 TPU

8 Wahyuni Puloharjo 1 TPU

9 Tukino/yani Sindukarto 1 TPH

10 Kardi Watulembu 1 TPU

11 Ngatinem Watulembu 1 TPU

12 Winarni Parangjoho 1 TPU

13 Dardi Parangjoho 1 TPU

14 Ari Talang 1 TPU

15 Suli Dampit 1 TPU

8. KECAMATAN PRACIMANTORO Jumlah RPH : 0 Lokasi Jumlah TPU : 5 Lokasi Jumlah TPH : 4 Lokasi

(20)

NO NAMA

PEMILIK ALAMAT JENIS

USAHA 1 Harmini Gedung, Pule 1 TPH 2 Paimin Lestari Tubokarto 1 TPH

3 Teguh Ngulu Tengah 1 TPH

4 Prodong Blindas 1 TPH

5 Tinem Ngululor 1 TPU

6 Misti Gedong, Pule 1 TPU

7 Sutinem Mululor 1 TPU

8 Tiah / Loso Godang 1 TPU

9 Winarsih Pelem 1 TPU

9. KECAMATAN GIRITONTRO Jumlah RPH : 0 Lokasi Jumlah TPU : 6 Lokasi Jumlah TPH : 6 Lokasi NO NAMA

PEMILIK ALAMAT JENIS

USAHA 1 Indriyani Giritontrokidul 1 TPU 2 Joko Warsito Mandeyan 1 TPH

3 Karsiyem Mandeyan 1 TPH

4 Setiyawan Mandeyan 1 TPH

5 Wagimin Banjar 1 TPH

6 Maridi Mandeyan 1 TPU

7 Suryani Mandeyan 1 TPU

8 Sutarno Giritontrokidul 1 TPU

9 Suratno Dungklepu 1 TPH

10 Putri Mumpuni Mandeyan 1 TPH

(21)

11 Puji Ketonggo 1 TPU

12 Giyarto Ngujug 1 TPU

10. KECAMATAN PARANGGUPITO Jumlah RPH : 0 Lokasi

Jumlah TPU : 2 Lokasi Jumlah TPH : 0 Lokasi NO NAMA

PEMILIK ALAMAT JENIS

USAHA

1 Sumanto Johonut 1 TPU

2 Purwanto Gebang 1 TPU

11. KECAMATAN GIRIWOYO Jumlah RPH : 0 Lokasi Jumlah TPU : 2 Lokasi Jumlah TPH : 2 Lokasi NO NAMA

PEMILIK ALAMAT JENIS

USAHA 1 Rini/Anto Girikikis 1 TPU

2 Lestari Sejati 1 TPU

(22)

12. KECAMATAN BATURETNO Jumlah RPH : 0 Lokasi Jumlah TPU : 11 Lokasi Jumlah TPH : 2 Lokasi

NO NAMA PEMILIK ALAMAT JENIS USAHA

1 Ervina Setrorejo 1 TPU

2 Hartini Temon 1 TPU

3 Kristianti Batu kidul 1 TPU 4 Joko Samudro Baturetno 1 TPU

5 Witri Baturetno 1 TPU

6 Marmi Saraddan 1 TPU

7 Wito Saraddan 1 TPU

8 Ngatun Saraddan 1 TPU

9 Witri Saraddan 1 TPU

10 Kusnadi Patuk lor 1 TPU

11 Udin Talunombo 1 TPU

12 Katno Batu kidul 1 TPH

13 Mami Batu kidul 1 TPH

13. KECAMATAN BATUWARNO Jumlah RPH : 0 Lokasi Jumlah TPU : 0 Lokasi Jumlah TPH : 3 Lokasi

(23)

NO NAMA

PEMILIK ALAMAT JENIS

USAHA 1 Siti Suprihatin Batuwarno 1 TPU

2 Mulyono Tegiri 1 TPU

3 Darwanto Batuwarno 1 TPU

14. KECAMATAN NGUNTORONADI Jumlah RPH : 0 Lokasi Jumlah TPU : 1 Lokasi Jumlah TPH : 1 Lokasi NO NAMA

PEMILIK ALAMAT JENIS

USAHA

1 H. Soekiman Nadi 1 TPH

2 Rina Kurniawati Ngadipiro 1 TPU

15. KECAMATAN TIRTOMOYO Jumlah RPH : 0 Lokasi Jumlah TPU : 4 Lokasi Jumlah TPH : 3 Lokasi NO NAMA

PEMILIK ALAMAT JENIS

USAHA

1 Hadi Wiyoto Dlepih 1 TPH

2 Daryanto / Ayu Ngemplak 1 1 TPU/

TPH

3 Supartinah Hargantoro 1 TPH

4 Tutik Ploso, Hargantoro 1 TPU

(24)

5 Sulistiono Sembung 1 TPU

6 Nanik Tanjungsari 1 TPU

7 Ndaru Ngarjosari 1 TPU

16. KECAMATAN KARANGTENGAH Jumlah RPH : 0 Lokasi

Jumlah TPU : 2 Lokasi Jumlah TPH : 0 Lokasi NO NAMA

PEMILIK ALAMAT JENIS

USAHA 1 Sri Suyatno Temboro 1 TPU 2 Erlantina Timbangan 1 TPU 17. KECAMATAN JATIROTO

Jumlah RPH : 0 Lokasi Jumlah TPU : 4 Lokasi Jumlah TPH : 0 Lokasi NO NAMA

PEMILIK ALAMAT JENIS

USAHA 1 Sutarto Pondok,

Mojopuro 1 TPU

2 Yarmi Pesido 1 TPU

3 Sutardi / Karti Sanggrong 1 TPU

4 Sujiati Pesido 1 TPU

(25)

18. KECAMATAN JATISRONO Jumlah RPH : 0 Lokasi Jumlah TPU : 7 Lokasi Jumlah TPH : 4 Lokasi

NO NAMA

PEMILIK ALAMAT JENIS

USAHA

1 Kamto Gunungsari 1 TPH

2 Tarno / Tari Gunungsari 1 TPH 3 Totok Nugroho Gunungsari 1 TPU

4 Sadiyem Gunungsari 1 TPU

5 Saptomo Gunungsari 1 TPU

6 Sido Jatisrono 1 TPU

7 Daryanti Kenteng Jatisari 1 TPU

8 Darmini Kenteng 1 TPU

9 Miyarsi Kenteng 1 TPU

10 Wagiyo Mami Kenteng 1 TPH

11 Candep Ngrandu 1 TPH

19. KECAMATAN JATIPURNO Jumlah RPH : 0 Lokasi Jumlah TPU : 6 Lokasi Jumlah TPH : 0 Lokasi

(26)

NO NAMA

PEMILIK ALAMAT JENIS

USAHA

1 Sarjanto Jeporo 1 TPU

2 Ermi C Jeporo 1 TPU

3 Tarni/Siti Jeporo 1 TPU

4 Kardi Jeporo 1 TPU

5 Daryatni Jeporo 1 TPU

6 Harsono Jeporo 1 TPU

20. KECAMATAN GIRIMARTO Jumlah RPH : 0 Lokasi Jumlah TPU : 5 Lokasi Jumlah TPH : 0 Lokasi

NO NAMA

PEMILIK ALAMAT JENIS

USAHA

1 Tarwini Jatirejo 1 TPU

2 Paryadi/Sartini Sidokarto 1 TPU 3 Yuli Asih Sidokarto 1 TPU

4 Parsi Semagar 1 TPU

5 Saimin Jatirejo 1 TPU

21. KECAMATAN PURWANTORO Jumlah RPH : 0 Lokasi Jumlah TPU : 1 Lokasi Jumlah TPH : 2 Lokasi

(27)

NO NAMA

PEMILIK ALAMAT JENIS USAHA 1 Sugiarti Kenteng - Ploso 1 TPH

2 Paryadi Ploso 1 TPH

3 Sri saryati Dangkrang 1 TPU 22. KECAMATAN SLOGOHIMO

Jumlah RPH : 0 Lokasi Jumlah TPU : 10 Lokasi Jumlah TPH : 1 Lokasi NO NAMA

PEMILIK ALAMAT JENIS

USAHA

1 Suyadi bondalem 1 TPH

2 Narni bondalem 1 TPU

3 Wiyono bondalem 1 TPU

4 Trini bondalem 1 TPU

5 Ningsih bondalem 1 TPU

6 Narti bondalem 1 TPU

7 Ruki bondalem 1 TPU

8 Karti bondalem 1 TPU

9 Santi bondalem 1 TPU

10 Heru Klunggen 1 TPU

11 Yanto Koripan 1 TPU

(28)

23. KECAMATAN KISMANTORO Jumlah RPH : 0 Lokasi Jumlah TPU : 1 Lokasi Jumlah TPH : 0 Lokasi

NO NAMA

PEMILIK ALAMAT JENIS

USAHA

1 Riyani Plosorejo 1 TPU

24. KECAMATAN BULUKERTO Jumlah RPH : 1 Lokasi Jumlah TPU : 15 Lokasi Jumlah TPH : 10 Lokasi

NO NAMA

PEMILIK ALAMAT JENIS

USAHA

1 Pemerintah Ngaglik 1 RPH

2 Yanto /

Paryanti Ngaglik 1 TPH

3 Kasmo Ngaglik 1 TPH

4 Sumi Ngaglik 1 TPH

5 Harnoto Ngaglik 1 TPH

6 Tatang Ngaglik 1 TPH

7 Paryanto Bulurejo 1 TPH

8 Hartutik Ngaglik 1 TPU

9 Parmin Ngaglik 1 TPU

10 Purwanti Ngaglik 1 TPU

(29)

11 Siti Ngaglik 1 TPU

12 Tarti Ngaglik 1 TPU

13 Supari Ngaglik 1 TPU

14 Iswanti Ngaglik 1 TPU

15 Sisri Ngaglik 1 TPU

16 Tanti Ngaglik 1 TPU

17 Nani Ngaglik 1 TPU

18 Erni Ngaglik 1 TPU

19 Alan Bulurejo 1 TPU

20 Wahyuni Bulurejo 1 TPU

21 Wiwik Wates, Ngaglik 1 TPU 22 Yuli Wates, Ngaglik 1 TPU

23 Mino Bulurejo 1 TPH

24 Darmi Ngaglik 1 TPH

25 Panem Ngaglik 1 TPH

26 Imam S Ngaglik 1 TPH

25. KECAMATAN PUHPELEM Jumlah RPH : 0 Lokasi Jumlah TPU : 2 Lokasi Jumlah TPH : 0 Lokasi

NO NAMA

PEMILIK ALAMAT JENIS

USAHA

1 Parni Ploso 1 TPU

2 Yatni Giriharjo 1 TPU

(30)

TOTAL JUMLAH RPH, TPU DAN TPH DI KAB. WONOGIRI

NO KECAMATAN JUMLAH

RPH TPU TPH

1 Wonogiri 0 9 6

2 Selogiri 0 5 0

3 Ngadirojo 0 12 2

4 Sidoharjo 0 11 2

5 Wuryantoro 0 4 2

6 Manyaran 0 5 1

7 Eromoko 0 13 2

8 Pracimantoro 0 5 4

9 Giritontro 0 6 6

10 Paranggupito 0 2 0

11 Giriwoyo 0 2 0

12 Baturetno 0 11 2

13 Batuwarno 0 0 3

14 Nguntoronadi 0 1 1

15 Tirtomoyo 0 4 3

16 Karangtengah 0 2 0

17 Jatiroto 0 4 0

18 Jatisrono 0 7 4

19 Jatipurno 0 6 0

20 Girimarto 0 5 0

21 Slogohimo 0 10 1

22 Purwantoro 0 1 2

(31)

23 Kismantoro 0 1 0

24 Bulukerto 1 15 10

25 Puhpelem 0 2 0

JUMLAH 1 143 51

(32)

GRAFIK. I

Jumlah RPH, TPH DAN TPU di Kabupaten Wonogiri Per Kecamatan

0 2 4 6 8 10 12 14 16

Wonogiri Selogiri Ngadirojo Sidoharjo Wuryantoro Manyaran Eromoko Pracimantoro Giritontro Paranggupito Giriwoyo Baturetno Batuwarno Nguntoronadi

Tirtomoyo Karangtengah Jatiroto Jatisrono Jatipurno Girimarto Slogohimo Purwantoro Kismantoro Bulukerto Puhpelem

TPH TPU RPH

(33)

POPULASI HEWAN DI KAB. WONOGIRI

Wonogiri merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang memiliki banyak potensi untuk dikembangkan. Salah satunya yaitu potensi di bidang subsektor ternak sapi potong. Potensi ini didukung dengan tersedianya pakan ternak sapi (hijauan) yang melimpah dan terjangkau. Hal ini disebabkan di Kabupaten Wonogiri terdapat Waduk Gajah Mungkur yang mengairi ladang perkebunan dan persawahan di sekitarnya. Selain itu, sebagian besar masyarakat Wonogiri memelihara sapi secara tradisional sehingga mendorong kemajuan subsektor ternak sapi.

Upaya yang Dilakukan Pemerintah untuk Mengoptimalkan Potensi Ternak Sapi Menyikapi fenomena tersebut, pemerintah tentu memandang hal ini sebagai sebuah peluang yang harus dimanfaatkan.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengatakan bahwa Kabupaten Wonogiri akan dijadikan sentra peternakan sapi rakyat di Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, Wonogiri juga akan dijadikan model pengembangan

(34)

Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus peternakan rakyat.

Pemberian KUR ini merupakan implementasi dari kebijakan pemerataan.

Selain itu, pemerintah provinsi juga menjalin kerjasama dengan Australia tentang bagaimana cara memelihara sapi, memberi pakan, manajemen, dan pemasaran yang baik. Untuk meningkatkan angka kelahiran sapi, pemerintah membuat pos inseminasi buatan (IB) dan kandang komunal organik. Pemerintah juga melarang pemotongan sapi betina yang masih produktif. Harapannya peningkatan angka kelahiran sapi dapat meningkatkan jumlah populasi ternak sapi di Wonogiri.

Di sisi pengelolaan, pemerintah juga melakukan perbaikan manajemen pengelolaan usaha peternakan dan peningkatan hijauan makanan ternak. Apakah upaya itu berhasil? Berdasarkan publikasi yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah, data terakhir menunjukkan bahwa pada tahun 2019 Kabupaten Wonogiri menjadi Kabupaten dengan populasi ternak sapi potong terbanyak nomor tiga di

30

(35)

Jawa Tengah setelah Kabupaten Blora dan Grobogan.

Populasi ternak sapi potong di Kabupaten Wonogiri tahun 2019 sebesar 160. 409 ekor yang sebelemnya sebesar 159.446 ekor. Berdasarkan data dari Wonogiri Dalam Angka 2020, populasi ternak sapi potong di Kabupaten Wonogiri dari Tahun 2009 sampai dengan Tahun 2019, terus meningkat. Bahkan pada tahun 2012 populasi ternak sapi potong menyentuh angka 202.438 ekor. Kemudian pada tahun 2013 menurun cukup drastis menjadi 156.148 ekor. Namun pada tahun 2014- 2018 populasi ternak sapi potong terus meningkat secara perlahan. Pada tahun 2019 populasi ternak sapi potong meningkat 0,603% atau 963 ekor dari tahun sebelumnya. Sehingga bisa dikatakan bahwa upaya yang dilakukan pemerintah cukup berhasil dapat meningkatkan populasi ternak sapi potong namun masih dirasa kurang signifikan.

(36)
(37)

GRAFIK. II

Jumlah Populasi Ternak Sapi Potong di Kab. Wonogiri (ekor)

13,240 3,193

4,341

9,509 4,437

7,063 6,114 4,932

6,442

13,283 6,361

7,518 3,919

3,901

8,056 4,685

4,788 5,561

7,633

9,612 6,006

6,609 4,137

4,777 4,292

Pracimantoro Paranggupito Giritontro Giriwoyo Batuwarno Karangtengah Tirtomoyo Nguntoronadi Baturetno Eromoko Wuryantoro Manyaran Selogiri Wonogiri Ngdirojo Sidoharjo Jatiroto Kismantoro Purwantoro Bulukerto Puhpelem Slogohimo Jatisrono Jatipurno Girimarto

(38)

GRAFIK. III

Jumlah Populasi Ternak Kerbau di Kab. Wonogiri (ekor)

5 4

6

Pracimantoro Paranggupito Giritontro Giriwoyo Batuwarno Karangtengah Tirtomoyo Nguntoronadi Baturetno Eromoko Wuryantoro Manyaran Selogiri Wonogiri Ngdirojo Sidoharjo Jatiroto Kismantoro Purwantoro Bulukerto Puhpelem Slogohimo Jatisrono Jatipurno Girimarto

(39)

GRAFIK. IV

Jumlah Populasi Ternak Kambing di Kab. Wonogiri (ekor)

39,930 12,088

16,829 14,037

15,174 6,161

15,911 10,288 9,470

31,731 14,102

10,536 5,648

11,766 15,439 11,293

14,391

25,823 23,686 7,028

14,279

21,532 14,478

11,737 12,755

Pracimantoro Paranggupito Giritontro Giriwoyo Batuwarno Karangtengah Tirtomoyo Nguntoronadi Baturetno Eromoko Wuryantoro Manyaran Selogiri Wonogiri Ngdirojo Sidoharjo Jatiroto Kismantoro Purwantoro Bulukerto Puhpelem Slogohimo Jatisrono Jatipurno Girimarto

(40)

GRAFIK. V

Jumlah Populasi Ternak Domba di Kab. Wonogiri (ekor)

5,267 635

3,052

6,991 4,368

3,964

6,914 3,867

8,825

11,831 4,925

5,451 6,964 5,356 4,792 3,871

4,307

8,232 5,726

5,149 3,198

6,391 3,713

6,168 4,288

Pracimantoro Paranggupito Giritontro Giriwoyo Batuwarno Karangtengah Tirtomoyo Nguntoronadi Baturetno Eromoko Wuryantoro Manyaran Selogiri Wonogiri Ngdirojo Sidoharjo Jatiroto Kismantoro Purwantoro Bulukerto Puhpelem Slogohimo Jatisrono Jatipurno Girimarto

(41)

GRAFIK. VI

Jumlah Populasi Unggas (Ayam Kampung) di Kab.

Wonogiri (ekor)

103,495 71,710

125,312 95,098 57,848

80,262 67,431 65,592

71,845

188,709 75,480

78,681 89,949 58,635

65,660 59,447 59,252

71,364

145,668 81,529

100,198

244,699 59,210

102,073 67,524

Pracimantoro Paranggupito Giritontro Giriwoyo Batuwarno Karangtengah Tirtomoyo Nguntoronadi Baturetno Eromoko Wuryantoro Manyaran Selogiri Wonogiri Ngdirojo Sidoharjo Jatiroto Kismantoro Purwantoro Bulukerto Puhpelem Slogohimo Jatisrono Jatipurno Girimarto

(42)

GRAFIK. VII

Jumlah Populasi Unggas (Ayam Petelur) di Kab.

Wonogiri (ekor)

2,000 2,000

8,500 2,700 2,000

2,588

10,500 5,200 2,750 500

50,000 3,000

2,700 8,000

15,400

Pracimantoro Paranggupito Giritontro Giriwoyo Batuwarno Karangtengah Tirtomoyo Nguntoronadi Baturetno Eromoko Wuryantoro Manyaran Selogiri Wonogiri Ngdirojo Sidoharjo Jatiroto Kismantoro Purwantoro Bulukerto Puhpelem Slogohimo Jatisrono Jatipurno Girimarto

(43)

GRAFIK. VIII

Jumlah Populasi Unggas (Ayam Pedaging) di Kab.

Wonogiri (ekor)

58,300

232,000 77,200

71,600

224,000 56,000

80,000

262,600

588,800 324,000

62,000

276,000 340,000

1,028,400 536,000

350,000 36,800

184,000 268,000 226,800 98,000

812,800

Pracimantoro Paranggupito Giritontro Giriwoyo Batuwarno Karangtengah Tirtomoyo Nguntoronadi Baturetno Eromoko Wuryantoro Manyaran Selogiri Wonogiri Ngdirojo Sidoharjo Jatiroto Kismantoro Purwantoro Bulukerto Puhpelem Slogohimo Jatisrono Jatipurno Girimarto

(44)

GRAFIK. IX

Jumlah Populasi Unggas (Itik/Itik Manila) di Kab.

Wonogiri (ekor)

4,261 150

905 1,291

2,940 2,128

1,233

4,602 968

756

2,030

3,512 1,929

2,138

3,204 1,901

102

1,558 1,042

3,803 942

Pracimantoro Paranggupito Giritontro Giriwoyo Batuwarno Karangtengah Tirtomoyo Nguntoronadi Baturetno Eromoko Wuryantoro Manyaran Selogiri Wonogiri Ngdirojo Sidoharjo Jatiroto Kismantoro Purwantoro Bulukerto Puhpelem Slogohimo Jatisrono Jatipurno Girimarto

(45)

PEMOTONGAN TERNAK

Masalah yang menghambat pengoptimalan potensi ternak sapi potong adalah kurang optimalnya pengelolaan peternakan sapi secara modern. Sebagian peternak di Kab. Wonogiri masih menggunakan cara konvensional dan belum menggunakan terknologi canggih yang dapat mengefisienkan pekerjaan peternak.

Jika peternak bisa mengefisienkan pekerjaannya, peternak bisa merawat sapi dalam jumlah yang lebih banyak dan penjualannya meningkat.

Masalah lainnya adalah kegiatan peternakan ini umumnya dikerjakan oleh penduduk usia tua.

Peternak yang sudah tua memiliki produktivitas yang kurang. Hal ini menyebabkan hasil peternakan sapi potong menjadi kurang maksimal. Dari sisi ekonomi, penjualan sapi yang dilakukan peternak sapi di Wonogiri adalah jual sapi hidup. Padahal apabila sapi tersebut dijual dalam bentuk daging potong, daging tersebut memiliki nilai jual yang jauh lebih tinggi dibandingkan dijual dalam keadaan sapi hidup.

(46)

Solusi untuk Mengatasi Masalah Pengoptimalan Potensi Ternak Sapi Untuk mengatasi berbagai permasalah di atas, perlu adanya peran dari generasi muda. Generasi muda perlu melakukan inovasi-inovasi dan menciptakan teknologi baru yang dapat mengefisienkan pekerjaan peternak sapi sehingga hasil yang didapat bisa meningkat. Begitupun dengan peternak lainnya harus secara perlahan meninggalkan cara-cara tradisional dan mulai memanfaatkan teknologi yang ada sebaik-baiknya.

Selain itu, generasi muda juga perlu mening- katkan kreativitasnya dalam mengelola daging sapi.

Pengelolaan tersebut tentang bagaimana cara agar daging potong yang dikirim ke lokasi yang jauh tidak busuk di perjalanan serta menciptakan trobosan baru olahan daging sapi. Olahan sapi yang yang dijual ini merupakan barang setengah jadi atau barang jadi sehingga nilai jual sapi bisa lebih tinggi dibandingkan dijual hidup. Potensi ternak sapi potong yang dimiliki oleh peternak di Kabupaten Wonogiri tentu harus terus dikembangkan supaya bisa mendongkrak perekonomian

37

(47)

masyarakat.

Pada tahun 2019 pemotongan sapi mencapai 19.937 ekor, jumlah tersebut cenderung stabil dibanding-kan dengan kondisi pada tahun 2018 yang mencapai 19.936 ekor. Pada tahun 2019 pemotongan sapi tertinggi terjadi pada triwulan III yaitu sebanyak 7.243 ekor (36,33%), pada triwulan I sebanyak 4.466 ekor (22,40%) dan pada triwulan II sebanyak 4.447 ekor (22,31%). Sedangkan untuk pemotongan ternak sapi tahun 2019 paling rendah terjadi pada triwulan IV yaitu sebanyak 3.781 ekor (18,96%).

Pemotongan ternak Kambing pada tahun 2019 mencapai 55.891 ekor, turun sebanyak 2,04 % dibanding tahun 2018 sebanyak 54.749 ekor.

Pemotongan kambing tertinggi terjadi pada triwulan III sebanyak 25.992 ekor atau sebesar 46,81 %, dan terendah terjadi pada triwulan I yaitu sebanyak 9.145 ekor atau 16,47%.

Pemotongan ternak domba pada tahun 2019 mencapai 20,72 ribu ekor turun sebanyak 0,59 persen dibanding tahun 2018 sebanyak 20,84 ribu ekor.

Pemotongan domba tertinggi terjadi pada triwulan II

(48)

Triwulan I 23%

Triwulan II 22%

Triwulan III 36%

Triwulan IV 19%

2018

Triwulan I 23%

Triwulan II Triwulan III 22%

36%

Triwulan IV 19%

2019

sebanyak 6,08 ribu ekor, terendah terjadi pada triwulan III yaitu sebanyak 5,22 ribu ekor.

Pemotongan ternak babi pada tahun 2019 mencapai 18,84 ribu ekor naik sebanyak 3,46 persen dibanding tahun 2018 sebanyak 18,21 ribu ekor.

Pemotongan babi tertinggi terjadi pada triwulan IV sebanyak 4,81 ribu ekor dan terendah pada triwulan III sebesar 4,61 ribu ekor.

GRAFIK. X

Persentase Ternak Sapi yang Dipotong di Rumah Potong Hewan (RPH) Tempat Potong Hewan (TPH) dan Tempat

Pemotongan Umum (TPU) yang Dilaporkan menurut Triwulan di Kabupaten Wonogiri Tahun 2018 -2019

(49)

Triwulan I 17%

Triwulan II 18%

Triwulan III 47%

Triwulan IV 18%

2018

Triwulan I 24%

Triwulan II 26%

Triwulan III 26%

Triwulan IV 24%

2018

Triwulan I 16%

Triwulan II 20%

Triwulan III 47%

Triwulan IV 17%

2019

Triwulan I 24%

Triwulan II 25%

Triwulan III 26%

Triwulan IV 25%

2019 GRAFIK. XI

Persentase Ternak Kambing yang Dipotong di Rumah Potong Hewan (RPH) Tempat Potong Hewan (TPH) dan

Tempat Pemotongan Umum (TPU) yang Dilaporkan menurut Triwulan di Kabupaten Wonogiri Tahun 2018-

2019

GRAFIK. XII

Persentase Ternak Domba yang Dipotong di Rumah Potong Hewan (RPH) Tempat Potong Hewan (TPH) dan

Tempat Pemotongan Umum (TPU) yang Dilaporkan menurut Triwulan di Kabupaten Wonogiri Tahun 2019

(50)

Triwulan I 25%

Triwulan II 25%

Triwulan III 25%

Triwulan IV 25%

2018

Triwulan I 0 %

Triwulan II 0 % Triwulan

III 0 % Triwulan

IV 0 %

2019 GRAFIK. XIII

Persentase Ternak Babi yang Dipotong di Rumah Potong Hewan (RPH) Tempat Potong Hewan (TPH) dan Tempat

Pemotongan Umum (TPU) yang Dilaporkan menurut Triwulan di Kabupaten Wonogiri Tahun 2019

(51)

PENINGKATAN PRODUKSI DAGING SAPI

Menurut data Organisation for Economic Co- operation and Development (OECD) yang dirilis pada 2018, konsumsi daging pada masyarakat Indonesia pada 2017 baru mencapai rata-rata 1,8 kg untuk daging sapi, 0,4 kg daging kambing dan 7 kg daging ayam.

Rata-rata tingkat konsumsi daging di Indonesia juga masih jauh di bawah rata-rata tingkat konsumsi dunia yang mencapai 6,4 kg daging sapi, 14 kg daging ayam, 12,2 daging babi, dan 1,7 kg daging kambing. Tentu saja dengan rendahnya tingkat konsumsi daging ini juga berpengaruh pada rendahnya tingkat asupan protein hewani pada masyarakat Indonesia, terutama untuk golongan ekonomi menengah ke bawah.

Data Food and Agriculture Organiza-tion (FAO) menyebutkan bahwa tingkat konsumsi protein hewani masyarakat Indonesia pada 2017 masih tertinggal dari negara-negara maju bahkan dengan beberapa negara ASEAN. Dari total konsumsi protein, konsumsi protein hewani Indonesia baru mencapai 8 persen, sementara

(52)

Malaysia mencapai 30 persen, Thailand 24 persen, dan Filipina mencapai 21 persen. Padahal protein hewani merupakan sumber pangan yang sangat baik untuk masa pertumbuhan dan perkembangan anak-anak karena kandungan asam aminonya yang lengkap.

Kendala utama penyebab rendahnya tingkat konsumsi daging secara umum adalah daya beli masyarakat yang rendah, dan daging selama ini masih menjadi komoditas pangan yang mewah dengan harga yang relatif mahal. Ini dua hal yang saling terkait dan pengaruhnya besar terhadap konsumsi daging karena secara umum tidak semua masyarakat Indonesia mempunyai pendapatan yang memadai untuk membeli komoditas daging.

Kemudian kendala berikutnya adalah adanya pertambahan jumlah penduduk Indonesia dari tahun ke tahun dan sekaligus bertambahnya kelompok masyarakat dengan tingkat pendapatan yang lebih tinggi. Hal ini tentu menyebabkan pola konsumsi terhadap komoditas daging juga mengalami perubahan, yang salah satu indikatornya adalah kebutuhan atau permintaan terhadap daging meningkat dari waktu ke

(53)

waktu. Namun demikian, tingginya permintaan daging ini belum bisa diimbangi dengan kecukupan produksi daging, khususnya daging sapi yang berasal dari ternak dalam negeri.

Dengan berbagai kondisi tersebut, untuk mencukupkan konsumsi daging salah satu hal yang bisa kita lakukan adalah melirik dan mengoptimalkan kembali peternakan rakyat. Ternak-ternak kecil seperti peternakan kelinci, marmut, ayam kampung, dan semacamnya yang dulu pernah menjadi penopang kebutuhan daging di tingkat rumah tangga perlu lebih dioptimalkan. Tidak perlu berpikir jauh untuk kepentingan ekonomi ataupun bisnis, meskipun itu memungkinkan.

Setidaknya ternak-ternak kecil seperti ini jika diberdayakan secara serentak dan massal akan mampu untuk mencukupi kebutuhan daging di tingkat ruma tangga, bahkan nasional yang dari tahun ke tahun kebutuhannya terus meningkat. Dengan cara itu pula, maka ketergantungan terhadap ternak besar ataupun ternak unggas yang diproduksi dengan input produksi yang sebagian besar impor dapat dikurangi.

(54)

Selama ini peternakan rakyat dengan ternak hewan kecil umumnya tidak menggunakan input- input produksi yang mahal dan apalagi impor. Terutama di desa, semua bahan-bahan tersedia berlimpah dan murah. Secara ekologi pun ternak-ternak kecil lebih ramah lingkungan dibanding misalnya sapi yang selama ini ditengarai menimbulkan dampak yang kurang baik terhadap lingkungan.

Oleh karena itu, kita perlu terus menggalakkan peternakan-peternakan seperti ini untuk bisa tumbuh di masyarakat. Kita harus mampu menciptakan ketahanan pangan (daging) dan terutama pemenuhan protein hewani tanpa biaya tinggi. Cara murah dan mudah dapat dimulai dari lingkungan kita sendiri dengan lebih memberdayakan sumberdaya- sumberdaya yang ada di masyarakat.

(55)

Produksi Daging menurut bulan dan jenis ternak di kab Wonogiri (Kg) , 2019

NO BULAN SAPI KAMBING DOMBA AYAM

RAS AYAM

BURAS

1 Januari

259.350

52.953

19.380

210.496 128.128

2 Februari

262.325

60.173

18.840

210.470 123.360

3 Maret

261.975

60.021

19.275

210.483 121.752

4 April

261.275

62.092

19.185

210.535 121.703

5 Mei

244.825

62.130

19.275

213.135 123.040

6 Juni

271.425

66.994

21.675

211.835 136.103

7 Juli

256.550

63.308

19.830

210.535 136.103

8 Agustus

767.550

367.498

21.945

210.535 128.103 9 September

241.325

62.738

20.445

210.535 128.103

10 Oktober

240.975

63.574

22.020

210.535 128.103 11 November

208.775

59.964

17.625

210.535 122.000 12 Desember

212.450

59.964

17.964

210.535 122.000

JUMLAH

3.488.800

1.041.409

237.459

2.530.164

1.518.498

(56)

GRAFIK. XIV

Produksi Daging Sapi Potong di Kab. Wonogiri Tahun 2019

GRAFIK. XV

Produksi Daging Kambing di Kab. Wonogiri Tahun 2019

SAPI POTONG

KAMBING

(57)

GRAFIK. XVI

Produksi Daging Domba di Kab. Wonogiri Tahun 2019

GRAFIK. XVII

Produksi Daging Ayam Ras di Kab. Wonogiri Tahun 2019

DOMBA

AYAM RAS

(58)

GRAFIK. XVII

Produksi Daging Ayam Buras di Kab. Wonogiri Tahun 2019

PENINGKATAN PRODUKSI TELUR

Produk peternakan yang mengandung protein tinggi yaitu daging, telur, dan susu. Diantara ketiga produk peternakan tersebut, telur merupakan salah satu produk peternakan yang sering dikonsumsi karena harganya relatif murah dibandingkan produk peternakan lainnya, mudah didapat serta mudah

AYAM BURAS

(59)

diolah menjadi berbagai makanan, sehingga telur senantiasa dibutuhkan oleh berbagai konsumen.

Beberapa jenis telur yang biasa dikonsumsi dan diperdagangkan oleh manusia yaitu telur ayam ras, telur ayam kampung, telur puyuh dan telur itik.

Telur ayam kampung biasa dijual dengan harga lebih mahal cenderung hanya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan terbatas saja, misalnya untuk konsumsi anggota rumah tangga saja, pelengkap minum jamu, atau pelengkap acara adat. Telur ayam ras yang paling banyak dikonsumsi dan diminati konsumen. Hal ini disebabkan cara mendapatkan telur ini mudah karena ketersediannya di pasar selalu ada, harganya murah sehingga terjangkau oleh setiap lapisan masyarakat serta mempunyai produksi yang terbanyak.

Sejalan dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk, meningkatnya tingkat pendidikan, dan pendapatan penduduk yang sangat berpengaruh terhadap tingkat kebutuhan telur, maka perlu memprediksikan data kebutuhan permintaan telur di Kota Padang sejalan dengan penyediaan produksi

(60)

telur. Hal ini dilakukan dalam upaya untuk menjaga keseimbangan kebutuhan konsumen yang berasal dari telur dengan jumlah penduduk setiap tahun untuk masa yang akan datang.

Telur burung puyuh ukurannya lebih kecil dibandingkan telur lainnya. Selain harganya murah, telur puyuh juga mudah didapat dimana saja dibanyak tempat di Indonesia. Seperti halnya telur lainnya, telur puyuh juga tidak boleh dianggap remeh kandungan nutrisinya. Kandungan protein telur puyuh sebesar 13,1%, sedangkan kandungan protein telur ayam ras yaitu 12,7% (Herlina dan Mulyantono, 2002) . Telur puyuh yang kecil memiliki berat 10 gram hingga 12 gram, dan menyediakan banyak unsur yang dibutuhkan oleh tubuh kita agar menjadi sehat.

(61)

Produksi Telur Menurut Bulan dan Jenis Unggas di Kab. Wonogiri (Kg), 2019

BULAN AYAM

RAS AYAM

BURAS ITIK PUYUH

Januari

78.060

37.440

17.035 1.462

Februari

78.050

37.440

17.035

1.460

Maret

78.039

37.440

17.035 1.458

April

92.669

37.440

17.035

1.523

Mei

92.648

37.440

17.035 1.520

Juni

92.637

37.440

17.035 1.518

Juli

92.627

37.420

17.035 1.516

Agustus

92.616

37.344

17.035

1.514

September

92.605

37.443

17.035 1.597

Oktober

92.595

98.906

17.035

1.596

November

92.584

99.427

17.035 1.594

Desember

92.573

99.125

17.035 1.592

Jumlah

1.067.703

634.305

204.420 18.350

(62)

Ayam Ras

Ayam Buras

GRAFIK. XIX

Produksi Telur Menurut Bulan dan Jenis Unggas Di Kab. Wonogiri (Kg), 2019

GRAFIK. XX

Produksi Telur Menurut Bulan dan Jenis Unggas Di Kab. Wonogiri (Kg), 2019

(63)

Itik

Puyuh

GRAFIK. XXI

Produksi Telur Menurut Bulan dan Jenis Unggas Di Kab. Wonogiri (Kg), 2019

GRAFIK. XXII

Produksi Telur Menurut Bulan dan Jenis Unggas Di Kab. Wonogiri (Kg), 2019

(64)

JUMLAH PELAKU PERDAGANGAN DAGING DI PASAR WONOGIRI TAHUN 2019 1. KECAMATAN WONOGIRI

Kios Daging Sapi : 9 Pedagang Kios Daging Kambing : 0 Pedagang Kios Daging Ayam : 13 Pedagang Kios Telur : 2 Pedagang

NAMA

PEDAGANG ALAMAT KIOS

DAGING

SAPI DAGING

KAMBING DAGING

AYAM TELUR

Prapti Cubluk 1

Saliyo Manjung 1

Joko Sukoharjo 1

Jamilah Sukoharjo 1

Daliyem Sukoharjo 1

Sri Wahyuni Sukoharjo 1

Karsi Cubluk 1

Yatmi Donoharjo 1

Mino Banaran 1

Sukini Joho 1

Sukiyati Bauresan 1

Yatni Wonokarto 1

Parni Kajen 1

Beti Boyolali 1

Endang Wonokarto 1

(65)

Tukinem Pracimantoro 1

H. Kawit Pokohkidul 1

Sri Manyaran 1

Katini Gerdu 1

Pardi Sukorejo,

Giritirto 1

Heru Kerdukepik 1

Parjo Kerdukepik 1

Tuminah Jatirejo 1

Saniyem Banaran 1

2. KECAMATAN WURYANTORO

Kios Daging Sapi : 2 Pedagang Kios Daging Kambing : 1 Pedagang Kios Daging Ayam : 10 Pedagang Kios Telur : 2 Pedagang

NAMA

PEDAGANG ALAMAT KIOS

DAGING

SAPI DAGING

KAMBING DAGING

AYAM TELU R

Samin Wuryantoro 1

Yanti Watulembu

Eromoko 1

Watik Betek,

Wuryantoro 1

Ngatinem Watulembu,

Eromoko 1

Kuning Eromoko 1

Suryani Wuryantoro 1

Warno Wuryantoro 1

Sumiyati Cakaran 1

(66)

Dewi Pudak,

Wuryantoro 1

Sumini Mlopoharjo,

Wuryantoro 1

Abdul

Mursid Manyaran 1

Sri Sulasti Sumberwatu,

Eromoko 1

Haryati Eromoko 1

Sarno Cengkal,

Wuryantoro 1

Wartini Sumbergede,

Mlopo 1

3. KECAMATAN SLOGOHIMO

Kios Daging Sapi : 5 Pedagang Kios Daging Kambing : 2 Pedagang Kios Daging Ayam : 20 Pedagang Kios Telur : 3 Pedagang

NAMA

PEDAGANG ALAMAT KIOS

DAGING

SAPI DAGING

KAMBING DAGING AYAM TELU R

Marni Sambi 1

Parmin Slogohimo 1

Giyatmi Bulukerto 1

Mariyem Bondalem 1

Karni Bondalem 1 1

Prapti Bulusari 1

Yanti Bondalem 1

Yanti Bulukerto 1

Paryanti Bondalem 1

Referensi

Dokumen terkait

• Pasar modal dan pasar ekuitas (saham) syariah yang berkembang pesat dan didominasi oleh surat berharga jual beli, jangka pendek/panjang namun di –trading dalam jangka pendek

Penyimpulan kasil penelitian nantinya mengacu pada spesifikasi tegangan pada beban penuh, nilai efesiensi daya dan tegangan riak keluaran dan hasil komparasi dengan

penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan ekonomi, upah riil dan investasi terhadap penyerapan tenaga kerja di Kota Semarang.. Peranan pertumbuhan

Menurut Chen ( 1975 ) faktor yang berpengaruh pada proses mengembang tanah lempung ekspansif dapat dilihat dari dua kondisi proses, yaitu kondisi di laboratorium dan kondisi

Dengan adanya penelitian ini, diharapkan dapat menambah sumber belajar bagi peserta didik sebagai acuan dalam mempelajari biologi pada umumnya serta dapat menambah

Sebelum melaksanakan PPL, mahasiswa peserta PPL melakukan serangkaian observasi untuk mengetahui dan mengenal lebih dekat SMA Negeri 2 Sleman. Hal ini dimaksudkan agar peserta

Tetapi kita harus bisa menata pola tidur kita yang baik supaya tidur bisa tepat waktu dan juga kan menyehatkan tubuh kita.. Sebenarnya pola hidup yang benar tidaklah susah akan