PROPERTY INSIDE – Bakat bisnis telah tertanam sejak dini dalam diri Samuel Jason. Didikan orang tuanya yang cukup disiplin, memberi ruang yang sangat luas bagi Samuel Jason untuk beradaptasi dengan keadaan tersulit sekalipun.
Kedisiplinan ini kemudian semakin menumbuhkan jiwa entrepreneur pada diri pria yang akrab dipanggil Jason ini.
Tak heran kemudian dirinya menjadi seseorang yang memiliki problem solving skill yang kemudian dituangkannya dalam konsep bisnis di Central Group. Di perusahaan developer kawakan yang berbasis di Batam ini, Jason memegang peran penting sebagai Direktur Sales & Marketing, sebuah jabatan penting dengan tanggung jawab yang sangat besar.
Bukan hal mudah bagi Jason untuk mencapai posisi penting ini meski dirinya adalah generasi ketiga penerus tongkat estafet Central Group. Sejak kecil Jason tidak diperlakukan manja bahkan dididik sangat disiplin dan prihatin.
“Sedari kecil saya dididik disiplin dan prihatin, sehingga saya dapat berpikir lebih luas dan kritikal. Saya tidak pernah dimanja oleh orang tua, uang jajan saya waktu kecil dalam sebulan hanya Rp 40 ribu. Bahkan ketika kuliah, uang saku saya hanya SGD 400, yang mana jumlah itu jelas tidak mencukupi untuk hidup di Singapura,”
jelas Jason.
Dengan kondisi demikian tentu saja Jason harus memutar otak bagaimana bisa bertahan hidup di negeri orang.
Namun, Jason mengakui dari sanalah dia mulai terpacu untuk dapat menjadi pribadi yang memiliki problem solving skill.
Bagi Jason, kemampuan menyelesaikan masalah juga harus dibarengi dengan disiplin diri yang kuat agar dapat sukses menjadi seorang entrepreneur. Dan disiplin juga sudah menjadi makanan sehari-hari bagi atlet Tae Kwon Do peraih medali perunggu di PON Papua XX tahun 2021 lalu.
“Sejak usia 5 tahun saya sudah ikut pelatihan bela diri Tae Kwon Do yang tujuannya memupuk disiplin bagi
www.propertyinside.id melintang di kompetisi nasional dan internasional ini.
Jason menilai banyak filosopi bisnis yang berkaitan erat dengan tempaan orang tuanya, tidak hanya sebatas disiplin dan problem solving, tempaan menjadi pribadi yang menyenangkan dan juga bermanfaat bagi orang banyak tentunya sangat bermanfaat bagi dirinya di bisnis properti.
“Bicara industri properti tentu saja kita bicara tentang kepuasan konsumen, customer satisfaction, ketika kita ingin mendapat kepuasan pelanggan tentu kita harus dapat memberi added value atau nilai tambah yang dramatis bagi konsumen kita.”
“Di sinilah visi dan misi Central Group yang sangat mengutamakan kepuasan konsumen diterapkan, bahkan sejak pra-penjualan hingga pelayanan purna jual,” jelas jebolan University College Dublin, Singapura ini.
Menurut Jason, ketika konsumen sudah sangat puas akan pelayan yang diberikan maka apapun produk yang kemudian diluncurkan akan terserap pasar dengan sangat baik. “Itu karena kita tidak hanya menyediakan apa yang konsumen butuhkan, tetapi juga menjadi solusi bagi mereka.”
Lebih lanjut Jason menjelaskan bahwa era teknologi 4.0 yang berbasis digital saat ini telah menjadi solusi bagi konsumen sekaligus menjadi peluang tersendiri bagi developer. Di satu sisi, developer dapat memanfaatkan strategi marketing sales lebih tepat sasaran, di sisi lainnya para konsumen dapat memilih kebutuhan secara langsung.
“Shifting digital tentu saja memberi kemudahan bagi kami untuk memasarkan produk dan membangun brand image lebih luas, saat ini strategi pemasaran kami melalui digital marketing cukup besar dan ini menjadi salah
satu penggerak terbesar Central Group. Dengan digital campaign ini , konsumen dapat memilih kebutuhan huniannya hanya lewat instagram, facebook, atau media sosial lainnya,” jelas Jason.
Tak hanya soal pemasaran, Central Group juga sudah mulai menyiapkan sistem automation “Central Connect”
yang di dalamnya menyediakan 3S (Smart Home, Smart Cluster & Smart Community), dimana aplikasi ini bertujuan untuk memberi kemudahan bagi penghuni, mulai dari penyediaan tukang untuk renovasi rumah,
service AC hingga untuk pelayanan pembayaran iuran pengelolaan lingkungan (IPL).
www.propertyinside.id
www.propertyinside.id Jeli Melihat Peluang
Jason juga menjelaskan, kepuasan konsumen dan image positif yang telah terbangun selama ini memang menjadi modal besar bagi Central Group dalam memasarkan proyek-proyek baru mereka. Namun selain itu, kemampuan melihat peluang dalam berbagai masalah juga membuat Central Group berkembang sangat pesat.
Terbukti kapal besar Central Group mampu mengarungi badai pandemi Covid-19 melanda dunia. Bahkan mereka bertumbuh pesat justru di saat-saat sulit dimana banyak pengembang lain tiarap dan menunggu badai berlalu.
“Dengan modal kepercayaan konsumen dan nilai tambah yang kami berikan selama ini ke konsumen, kami yakin bahwa peluang dan pasar tetap ada. Saat pandemi, kami melihat oportunity ada di sana. Ketika para developer lain wait & see, Central Group bahkan bergerak dan memulai proyek-proyek besarnya,” jelas Jason.
Pada September 2020, Central Group menggandeng Afiliasi Alam Sutera untuk mengembangkan proyek Central Hills. Di proyek ini hanya dalam 1 hari pengembang mampu membukukan penjualan sebanyak 35 unit di hari launching. Hingga pertengahan tahun 2022, sebanyak 75 persen dari total unit Central Hills yang dipasarkan sudah terjual.
Kemudian, pada Januari 2021 Central Group mencatatkan kerjasama dengan TDW Property yang digawangi Motivator no 1 Indonesia, Tung Desem Waringin, dengan menggarap The Icon Central dan sold out hanya dalam waktu 6 bulan.
Saat ini, kerjasama berlanjut untuk proyek Serenity Central klaster Hillside yang merupakan proyek kedua Central Group dengan TDW Property. Serenity Central klaster Hillside adalah proyek Villa & Resort kelas internasional yang hanya dibanderol Rp 500 jutaan sampai Rp 1,5 miliar.
“Terbukti di masa pandemi ini Central Group justru mengalami peningkatan penjualan sebanyak 13 kali lipat.
Sementara untuk proyek bertumbuh 100 persen, sebelum pandemi kami memiliki 5 proyek pengembangan, dan
saat ini sudah bertumbuh menjadi total 10 proyek,” jelas Jason.
Jason melihat bahwa Batam sebagai kawasan ekonomi khusus memiliki peluang yang masih sangat besar.
Banyak proyek-proyek besar dan infrastruktur yang akan berkembang pesat di Kota Batam.
“Tentunya Batam kita lihat saat ini telah menjadi kota destinasi, bukan lagi hanya sebagai kota transit. Ini yang membuat kami optimis bahwa demand properti, baik hunian maupun kebutuhan investasi seperti villa & resort akan tinggi,” pungkas Jason.