Jenis Pajak : PPh Badan
Tahun Pajak : 2005
Pokok Sengketa : nilai sengketa terbukti dalam sengketa banding ini adalah sebesar Rp597.774.153,00, dengan pokok sengketa sebagai berikut :
1. Koreksi HPP Biaya Penyusutan
Rp 399.774.153,00 2. Koreksi Biaya
Usaha – Biaya Institusi
Kesehatan yang terdiri dari:
- biaya standarisasi
Rp 167.000.000,00 - biaya pembelian
stand
Rp 31.000.000,00 Rp 198.000.000,00
Jumlah Rp 597.774.153,00
1. Koreksi Biaya Penyusutan sebesar Rp399.774.153,00
Menurut Terbanding : bahwa Terbanding melakukan koreksi atas dasar pengelompokan aktiva sesuai dengan ketentuan Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 138/KMK.03/2002;
Menurut Pemohon Banding
: bahwa aktiva tersebut bukan merupakan mesin produksi melainkan peralatan dan perlengkapan dari logam dan sejenisnya yang termasuk dalam kelompok II sesuai Lampiran KMK- 138/KMK.03/2002 tanggal 8 April 2002;
Dokumen ini diketik ulang dan diperuntukan secara eksklusif untuk www.ortax.org dan TaxBase, 2022
Menurut Majelis : bahwa berdasarkan penelitian dan pemeriksaan Majelis atas berkas Surat Banding Pemohon Banding, Surat Uraian Banding Terbanding dan Surat Bantahan Pemohon Banding serta data dan fakta yang ditemukan selama persidangan dapat dikemukakan hal-hal sebagai berikut:
bahwa Terbanding melakukan koreksi biaya penyusutan sebesar Rp399.744.153,00, dengan mengelompokkan aktiva yang disusutkan oleh Pemohon Banding ke dalam kelompok III berdasarkan ketentuan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor:
138/KMK.03/2002;
bahwa Pemohon Banding tidak setuju dengan koreksi Terbanding tersebut dan menyatakan bahwa aktiva yang disusutkan tersebut bukan merupakan mesin produksi melainkan peralatan dan perlengkapan dari logam dan sejenisnya yang termasuk dalam kelompok II sesuai Lampiran KMK-138/KMK.03/2002 tanggal 8 April 2002
bahwa dalam persidangan Pemohon Banding menyampaikan daftar aktiva yang dikoreksi oleh Terbanding tersebut sebagai berikut :
No Description Keterangan Pemohon Banding
1. Dush Collector Dust Collector berfunsi sebagai Alat Pengisap. Definisi Alat Pengisap menurut kamus Besar Bahasa Indonesia adalah “Mesin untuk mengisap (air, debu, kotoran, udara, dsb)”, sehingga dapat disimpulkan merupakan alat pengatur udara & sejenisnya dan masuk Kelompok II KMK 138/KMK.03/2002
2. Glatt (Dush Collector)
3. Pembuatan dan pemasangan duct
4. Barcode scanner & acces po Merupakan alat scanner yang masuk kelompok I sesuai Lampiran I KMK 138/KMK.03/2002
5. Atlas copco air cooled oil fr
Atlas copco berfungsi sebagai Alat Pendingin (AC).
Definisi Alat Pendingin menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah “Mesin untuk mendinginkan”, sehingga merupakan Alat Pengatur Udara & sejenisnya dan masuk kelompok II sesuai Lampiran II KMK 138/KMK.03/2002
6. Atlas copco air cooled oil fr 7. Trane air cooled screw chiller 8. Trane air cooled screw chiller 9. Atlas copco after filter 10. Atlas copco after filter 11. Atlas copco adsorption dryer 12. Atlas copco adsorption dryer
13. Hoken steam boiler Boiler dan Genset adalah peralatan yang terbuat dari logam yang bukan merupakan mesin peralatan yang mengolah/menghasilkan obat seperti yang dimaksud pada lampiran III Nomor urut 4 Industri Kimia. Oleh karenanya dapat disimpulkan bahwa aktiva boiler dan genset masuk kelompok II sesuai kelompok II sesuai lampiran IIKMK-138/KMK.03/2002
14. Hoken steam boiler 15. Steam header
16. Deutz engine tbd (genset) 17. Deutz engine tbd (genset)
18. Pmpc (powered pump) Pompa besar yang bukan merupakan mesin peralatan yang mengolah/menghasilkan obat, tetapi merupakan peralatan yang terbuat dari logam yang masuk kelompok II sesuai Lampiran II KMK 138/KMK.03/2002
19. Electric fire pump 20. Diesel fire pump 21. Jockey pump
22. Generator control panel Panel untuk mengoperasikan genset yang merupakan bagian dari genset dan masuk kelompok II sesuai Lampiran II KMK 138/KMK.03/2002
23. Komponen cooling tower Bagian dari Atlas Copco yang berfungsi sebagai Alat Pendingin (AC). Definisi Alat Pendingin menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah “Mesin untuk mendinginkan”, sehingga merupakan Alat Pengatur Udara & sejenisnya dan masuk kelompok II sesuai Lampiran II KMK 138/KMK.03/2002
24. Osmotron 1500 ph Alat RnD yang berfungsi sebagai pembuatan Purified Water, Softened Water, pengatur kelembaban dan filter penyaring yang bukan merupakan mesin peralatan yang mengolah/menghasilkan obat, tetapi merupakan peralatan yang terbuat dari logam dan masuk kelompok II sesuai Lampiran II KMK 138/KMK.03/2002
25. Rondomat duo 26. Disk filter
27. Dehumidifier ml 270
28. Apv rhe Alat untuk menurunkan suhu pada cooling system.
Definisi Alat Pendingin menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah “Mesin untuk mendinginkan”, sehingga merupakan Alat Pengatur Udara & sejenisnya dan masuk kelompok II sesuai Lampiran II KMK 138/KMK.03/2002
29. Pembuatan dan pemasangan puls
Alat listrik berupa Stop Kontak. Definisi Alat listrik menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah
“perlengkapan listrik seperti kabel, sakelar, stopkontak, sekering, transformator”, sehingga merupakan peralatan yang terbuat dari logam dan masuk kelompok II sesuai Lampiran II KMK 138/KMK.03/2002
30. Pembuatan dan pemasangan puls
31. Ultra filtration ultima ms 63 Alat RnD yang berfungsi sebagai pembuatan Purified Water, Softened Water, pengatur kelembaban dan filter penyaring yang bukan merupakan mesin peralatan yang mengolah/menghasilkan obat, tetapi merupakan peralatan yang terbuat dari logam dan masuk kelompok II sesuai Lampiran II KMK 138/KMK.03/2002
32. Ro destilator type psg 200 bt
33. Ironing press Alat Setrika, mesin cuci dan mesin pengering baju yang bukan merupakan mesin peralatan yang mengolah/menghasilkan obat, tetapi merupakan peralatan yang terbuat dari logam sesuai Lampiran II KMK 138/KMK.03/2002
34. Tumbler dryer 35. Washer extractor
36. Traveling crane Merupakan alat angkut seperti forklift (mobil, bus, truck, traktor, speedboat dan sejenisnya), sehingga termasuk kelompok II sesuai lampiran II KMK 138/KMK.03/2002
bahwa dalam surat bantahannya, Pemohon Banding juga menyampaikan foto-foto dari aktiva dimaksud;
bahwa setelah Majelis mempelajari data dan keterangan baik yang disampaikan oleh Pemohon Banding maupun Terbanding dalam persidangan dapat dikemukakan hal-hal sebagai berikut:
bahwa Pemohon Banding mengelompokkan aktiva yang dimilikinya ke dalam kelompok II berdasarkan ketentuan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor:
138/KMK.03/2002 tanggal 8 April 2002, yaitu pada Lampiran II nomor urut 1 untuk semua jenis usaha yang terdiri dari:
a. Mebel dan peralatan dari logam termasuk meja, bangku, kursi, almari, dan sejenisnya yang bukan merupakan bagian dari bangunan. Alat pengatur udara seperti AC, kipas angin dan sejenisnya;
b. Mobil, bus, truk, speed boat, dan sejenisnya;
c. Container dan sejenisnya;
bahwa menurut pendapat Majelis, yang dimaksud dengan peralatan dari logam dalam ketentuan tersebut di atas adalah peralatan logam yang berhubungan dengan mebel atau benda yang fungsinya berkaitan dengan fungsi mebel, sehingga tidak semua benda yang merupakan peralatan dari logam dimasukkan ke dalam kategori tersebut;
bahwa peralatan penghisap udara sebagaimana dimaksud oleh Pemohon Banding bukanlah penghisap udara sebagaimana yg dimaksud dalam ketentuan tersebut, karena menurut Majelis yang dimaksudkan dalam ketentuan tersebut adalah alat pengatur udara yang diletakkan di ruangan bukan mesin penghisap udara sebagaimana yang dimiliki oleh Pemohon Banding;
bahwa Majelis juga berpendapat bahwa penggolongan traveling crane yang yang oleh Pemohon Banding dimasukkan alat angkut seperti mobil, bus, truk, speed boat, juga tidak tepat karena yang dimaksud alat angkut di sini adalah alat angkut penumpang umum bukan kendaraan yang memiliki spesifikasi dan kegunaan khusus sebagaimana traveling crane yang dimiliki oleh Pemohon Banding ini;
bahwa dengan demikian Majelis berpendapat bahwa pengelompokkan aktiva yang dimiliki oleh Pemohon Banding ke dalam kelompok II berdasarkan ketentuan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor: 138/KMK.03/2002 tanggal 8 April 2002, yaitu pada Lampiran II nomor urut 1 untuk semua jenis usaha adalah tidak tepat karena spesifikasi aktiva yang dimiliki oleh Pemohon Banding tidak sesuai dengan kelompok barang yang dimaksudkan dalam ketentuan tersebut;
bahwa dalam Lampiran-lampiran Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor:
138/KMK.03/2002 tanggal 8 April 2002 tersebut tidak diketemukan kelompok barang yang cocok atau sesuai dengan spesifikasi aktiva yang dimiliki oleh Pemohon Banding, oleh karenanya sesuai dengan Pasal 1 Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor:
138/KMK.03/2002 tanggal 8 April 2002, aktiva-aktiva yang dimiliki oleh Pemohon Banding tersebut dimasukkan ke dalam kelompok III;
bahwa dengan demikian, Majelis berkesimpulan bahwa koreksi Terbanding atas biaya penyusutan dengan menetapkan Aktiva Pemohon Banding ke dalam kelompok III sesuai ketentuan Pasal 1 Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor: 138/KMK.03/2002 tanggal 8 April 2002 telah benar dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku;
bahwa oleh karenanya, koreksi Terbanding atas biaya penyusutan sebesar Rp399.744.153,00 tetap dipertahankan;
2. Koreksi biaya Institusi Kesehatan – Biaya Standarisasi sebesar Rp167.000.000,00
Dokumen ini diketik ulang dan diperuntukan secara eksklusif untuk www.ortax.org dan TaxBase, 2022
sehingga Pemeriksa tetap mempertahankan jumlah yang dikoreksi;
Menurut Pemohon Banding
: bahwa biaya tersebut merupakan biaya untuk mendapatkan, menagih dan memelihara penghasilan sesuai Pasal 6 ayat (1A) undang-undang Nomor 17 Tahun 2000 tentang pajak penghasilan;
Dokumen ini diketik ulang dan diperuntukan secara eksklusif untuk www.ortax.org dan TaxBase, 2022
Menurut Majelis : bahwa berdasarkan penelitian dan pemeriksaan Majelis atas berkas Surat Banding Pemohon Banding, Surat Uraian Banding Terbanding dan Surat Bantahan Pemohon Banding serta data dan fakta yang ditemukan selama persidangan dapat dikemukakan hal-hal sebagai berikut:
bahwa Terbanding melakukan koreksi biaya Standarisasi sebesar Rp167.000.000,00 dengan alasan bahwa bantuan atau sumbangan (antara lain berupa perbaikan fasilitas rumah sakit) yang diberikan dalam rangka promosi, sesuai dengan maksud 9 ayat (1) huruf g Undang-undang PPh, merupakan biaya yang tidak dapat dikurangkan dalam menghitung Penghasilan Kena Pajak;
bahwa Pemohon Banding tidak setuju dengan koreksi Terbanding tersebut dan berpendapat bahwa biaya tersebut merupakan biaya untuk mendapatkan, menagih dan memelihara penghasilan sesuai Pasal 6 ayat (1A) undang-undang Nomor 17 Tahun 2000 tentang Pajak Penghasilan sehingga dapat dikurangkan dari penghasilan bruto;
bahwa Pemohon Banding menyatakan bahwa biaya standarisasi tersebut merupakan prasyarat dari Rumah Sakit untuk dapat mensuplai obat-obatan ke rumah sakit tersebut sehingga pada dasarnya hal tersebut berkaitan dengan kelangsungan usaha Pemohon Banding;
bahwa dalam berkas bandingnya Pemohon Banding menyampaikan bukti-bukti yang dapat mendukung alasan permohonan bandingnya sebagai berikut:
- Bukti setor ke rekening PT YYY AAA Fatmawati sejumlah Rp167.000.000,00;
- Nota Debet Nomor : 001/III/05/FIN-DXM tanggal 31 Maret 2005 dari PT YYY sejumlah Rp167.000.000,00;
- Kuitansi Nomor : 010305-DXM tanggal 31 Maret 2005 dengan penerima PT YYY untuk pembayaran sebagai biaya Standarisasi sesuai Debit Note Nomor : 001/III/05/FIN-DXM sejumlah Rp167.000.000,00;
- Bukti Transfer ke rekening PT BBB (RS CCC) tanggal 27 Januari 2005 sejumlah Rp200.000.000,00 dimana sejumlah Rp40.000.000,00 merupakan beban Pemohon Banding;
- Bukti Transfer ke rekening PT. DDD (RS CCC Bekasi) tanggal 27 Januari 2005 sejumlah Rp100.000.000,00 dimana sejumlah Rp37.000.000,00 merupakan beban Pemohon Banding;
- Bukti Transfer ke rekening PT. FFF (RS CCC Kemayoran) tanggal 3 Februari 2005 sejumlah Rp300.000.000,00 dimana sejumlah Rp40.000.000,00 merupakan beban Pemohon Banding;
- Bukti Transfer ke rekening PT. GGG (RS CCC Kelapa Gading) tanggal 7 Februari 2005 sejumlah Rp200.000.000,00 dimana sejumlah Rp50.000.000,00 merupakan beban Pemohon Banding;
bahwa Terbanding tidak dapat meyakini bukti dan dokumen pendukung biaya standarisasi yang disampaikan oleh Pemohon Banding tersebut karena:
- Tidak ada dokumen berupa perjanjian/kontrak/aturan resmi dari Rumah Sakit mengenai biaya ini;
- Pembayaran kepada PT YYY, bukan kepada pihak Rumah Sakit;
bahwa Pemohon Banding dalam persidangan mengemukakan bahwa telah meminta dokumen- dokumen yang dimintakan oleh Terbanding berupa kwitansi pembayaran dari pihak rumah sakit kepada PT YYY selaku pihak yang membayarkan biaya standarisasi tersebut, namun karena transaksinya terjadi di tahun 2005, pihak PT YYY kesulitan untuk mengumpulkan bukti- buktinya;
bahwa Pemohon Banding menyampaikan data tambahan berupa Surat Kesepakatan pembagian biaya antara PT YYY dengan Pemohon Banding berikut perhitungan alokasi biaya yang berdasarkan persentase penjualan di masing-masing Rumah Sakit dengan PT YYY;
bahwa Majelis setelah memeriksa dan meneliti bukti-bukti yang disampaikan oleh Pemohon Banding Majelis berpendapat bahwa terdapat arus uang pembayaran kepada PT. YYY yang dibayarkan kepada pihak rumah sakit;
bahwa Majelis juga dapat meyakini bukti-bukti yang disampaikan oleh Pemohon Banding tersebut merupakan pembayaran dalam rangka standarisasi yang dibayarkan bersama-sama dengan PT. YYY;
bahwa berdasarkan uraian di atas serta berdasarkan hasil penelitian atas bukti-bukti yang disampaikan selama proses persidangan Majelis berkesimpulan bahwa koreksi Terbanding atas biaya standarisasi sebesar Rp167.000.000,00 tidak dapat dipertahankan dan harus dibatalkan;
3. Koreksi Biaya Institusi Kesehatan – Biaya Pembelian Stand sebesar Rp31.000.000,00
Dokumen ini diketik ulang dan diperuntukan secara eksklusif untuk www.ortax.org dan TaxBase, 2022
Menurut Pemohon Banding
: bahwa biaya tersebut merupakan biaya untuk mendapatkan, menagih dan memelihara penghasilan sesuai Pasal 6 ayat (1A) undang-undang Nomor 17 Tahun 2000 tentang pajak penghasilan;
Dokumen ini diketik ulang dan diperuntukan secara eksklusif untuk www.ortax.org dan TaxBase, 2022
Menurut Majelis : bahwa berdasarkan penelitian dan pemeriksaan Majelis atas berkas Surat Banding Pemohon Banding, Surat Uraian Banding Terbanding dan Surat Bantahan Pemohon Banding serta data dan fakta yang ditemukan selama persidangan dapat dikemukakan hal-hal sebagai berikut:
bahwa Terbanding melakukan koreksi biaya pembelian stand sebesar Rp31.000.000,00 karena merupakan biaya yang tidak dapat dikurangkan dari penghasilan bruto sesuai dengan maksud 9 ayat (1) huruf g Undang-undang Pajak Penghasilan;
bahwa Pemohon Banding tidak setuju dengan koreksi tersebut karena biaya tersebut merupakan pengeluaran untuk pembelian stand untuk promosi perusahaan Pemohon Banding yang merupakan biaya untuk mendapatkan, menagih dan memelihara penghasilan sesuai Pasal 6 ayat (1A) undang-undang Nomor 17 Tahun 2000 tentang pajak penghasilan;
bahwa menurut Pemohon Banding, biaya tersebut untuk pembelian stand/both dalam event- event tertentu yang sifatnya sekali pakai selama berlangsungnya event tersebut;
bahwa dalam persidangan, Pemohon Banding menyampaikan bukti-bukti untuk mendukung pengeluaran pembelian stand/both tersebut berupa:
1. a. Permohonan keuangan promosi nomor voucher: 20039367 sebesar Rp3.000.000,00;
b. Proposal dari Panitia Perhimpunan Ilmiah Tahunan IX PAPDI;
c. Bukti Transfer melalui AAA sebesar Rp3.000.000,00 tanggal 1 Juli 2005;
2. a. Permohonan keuangan promosi nomor voucher: 20037451 sebesar Rp18.000.000,00
b. Proposal dari Panitia IKABDI;
c. Bukti Transfer melalui AAA sebesar Rp18.000.000,00 tanggal 23 Mei 2005;
3. a. Permohonan keuangan promosi nomor voucher: 20640562 sebesar Rp7.500.000,00
b. Proposal dari Panitia Perhimpunan Dokter Paru Indonesia;
c. Bukti Transfer melalui AAA sebesar Rp7.500.000,00 tanggal 20 Juli 2005;
4. a. Permohonan keuangan promosi nomor voucher: 20038076 sebesar Rp5.000.000,00
b. Proposal dari Panitia Konas II PPI;
c. Bukti Payment Register dari AAA sebesar Rp5.000.000,00 tanggal 6 Maret 2005;
bahwa Majelis dalam persidangan meminta kepada Terbanding untuk memeriksa dan meneliti bukti-bukti yang disampaikan oleh Pemohon Banding tersebut;
bahwa setelah memeriksa dan meneliti bukti-bukti yang disampaikan oleh Pemohon Banding dalam persidangan tersebut, Terbanding tetap tidak dapat meyakini kebenaran pengeluaran biaya tersebut dan tetap berpendapat bahwa biaya tersebut merupakan sumbangan yang tidak dapat dikurangkan dari penghasilan bruto;
bahwa selanjutnya Majelis meneliti bukti-bukti yang disampaikan oleh Pemohon Banding tersebut, dan berdasarkan hasil penelitian Majelis tersebut, dapat diyakini bahwa pengeluaran tersebut merupakan pengeluaran untuk pembayaran stand dalam rangka promosi Pemohon Banding yang dikeluarkan kepada pihak ketiga;
bahwa Majelis juga berpendapat bahwa biaya tersebut dikeluarkan dalam rangka promosi yang merupakan biaya untuk mendapatkan, menagih dan memelihara penghasilan sesuai Pasal 6 ayat (1A) undang-undang Nomor 17 Tahun 2000 tentang Pajak Penghasilan;
bahwa berdasarkan uraian tersebut di atas, Majelis berkesimpulan bahwa koreksi Terbanding atas biaya pembelian stand sebesar Rp31.000.000,00 tidak dapat dipertahankan dan harus dibatalkan;
Menimbang : bahwa dalam sengketa banding ini tidak terdapat sengketa mengenai Tarif Pajak;
Dokumen ini diketik ulang dan diperuntukan secara eksklusif untuk www.ortax.org dan TaxBase, 2022
Menimbang : bahwa atas hasil pemeriksaan dalam persidangan, Majelis berkesimpulan untuk mengabulkan sebagian permohonan banding Pemohon Banding, sehingga Penghasilan Netto Pemohon Banding untuk Tahun Pajak 2005 dihitung kembali menjadi sebagai berikut:
Penghasilan netto menurut Keputusan Terbanding
Rp11.727.857.815,00
Koreksi yang tidak dapat dipertahankan:
1. Koreksi biaya Standarisasi
Rp 167.000.000,00 2. Koreksi biaya
pembelian stand
Rp 31.000.000,00 Jumlah koreksi yang
tidak dapat dipertahankan
Rp 198.000.000,00
Penghasilan Netto menurut Majelis
Rp11.529.857.815,00
Mengingat : Undang-undang Nomor 14 Tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak, dan ketentuan perundang- undangan lainnya serta peraturan hukum yang berlaku dan yang berkaitan dengan perkara ini;
Memutuskan : Mengabulkan sebagian permohonan banding Pemohon Banding terhadap Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor: KEP-978/WPJ.22/BD.06/2009 tanggal 3 Agustus 2009, tentang keberatan atas Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Pajak Penghasilan Badan Tahun Pajak 2005 Nomor : 00041/206/05/431/08 tanggal 4 Agustus 2008, atas nama PT. XXX, dengan perhitungan sebagai berikut:
Penghasilan/(rugi) Netto Rp11.529.857.815,00 Kompensasi Kerugian Rp 0,00 Penghasilan Kena Pajak Rp11.529.857.000,00 Pajak Penghasilan yang
terutang
Rp 3.441.457.100,00 Kredit pajak Rp 2.625.242.600,00 Pajak penghasilan yang
kurang dibayar
Rp 816.214.500,00 Sanksi Administrasi Rp 391.782.960,00 Jumlah yang masih harus
dibayar
Rp 1.207.997.460,00