BAB IV
HASIL PENELITIAN
1. Simbol-simbol yang digunakan dalam penggambaran wanitta pada iklan Lux versi Bunga Citra Lestari di televisi.
Dalam penelitian ini peneliti ingin membaca simbol-simbol yang terdapat dalam iklan lux versi Bunga Citra Lestari ini melalui komunikasi nonverbal, peneliti ingin menggali berbagai pesan yang disuguhkan oleh iklan lux melalui studi komunikasi nonverbal sehingga seluruh pesan dalam iklan lux dapat dibuktikan secara ilmiah dan dapat dikategorikan dalam berbagai kategori isyarat komunikasi nonverbal. Dalam penelitian ini penulis akan meneliti diantaranya yaitu simbol warna, juga komunikasi nonverbal secara body movement, clothing and body adornment, space, territory, artifactual communication, touch, paralinguistik, time, smell dan lainnya.
1.1. Kategori Keketigaan : Pesan Artifactual Communication Representament
(Sign) : Legisign simbol bunga yang dijadikan
background botol lux menampilkan bentuk bunga asli.
Color Communication : kemewahan dan feminim (Shot 1. Detik ke 00:01)
Object : Simbol. Bunga mekar simbol dari keharuman.
Kemasan baru lux soft touch dengan background bunga berwarna merah muda. Simbol bunga menampilkan bentuk bunga asli.
Interpretant : Argumen
Shot ini ingin menunjukkan kesan keharuman produk lux.
Dengan kemasan berwarna gold, putih dan pink. Memberikan kesan mewah, harum dan lembut pada varian baru lux tersebut.
Tabel 4.1. Analisis Semiotika Iklan Lux
Pada shot 1 detik ke 00:01, sebenarnya objek utama yang ingin diperkenalkan ialah sebuah botol kemasan baru sabun lux, namun jika hanya sebuah botol saja yang disajikan dalam gambar tentu tidak akan menarik. Dalam periklanan bangaimana mengenamas konsep sebuah produk yang biasa saja menjadi sebuah produk yang menarik itulah sangat penting.
Unsur-unsur yang menjadi daya tarik dalam shot ini untuk menjadi bahan analisis ialah dari segi warna. Bunga yang dijadikan simbol bagi produk yang dikonotasikan khusus bagi wanita. Bukan hanya pada apa saja atribut yang menempel pada botol tetapi terdapat pula pada latar belakang botol yaitu adanya sebuah background bunga mekar.
Pemilihan warna gold, putih dan pink adalah perpaduan warna dengan karakter gold sebagai perlambangan kemewahan. Putih untuk perlambangan bersih dan pink adalah lambang dari kelembutan. Perpaduan warna dalam kemasan lux varian baru tersebut tentu berbeda dengan varian sebelumnya dan membawa karakter yang lebih kuat dan berbeda.
Selain itu perlambangan dengan background bunga memberikan kesan feminim dan anggun, karna bunga selalu dikonotasikan dengan wanita yang feminim dan anggun atau wanita yang menyukai bunga biasanya memiliki karakter yang feminim, anggun dan lembut.
1.2. Kategori Kepertamaan : Pesan Artifactual Communication and Smell Communication
Representament (Sign) : Qualisign dari
kemewahan. Unsur yang ditonjolkan dalam shot ini adalah adegan wanita yang sedang mandi. Setting kamar mandi yang luas dan background gedung- gedung sebagai penegas kemewahan.
Space Decoration : Kemewahan (Scene 1. Shot 3. Detik ke: 00:04)
Attraction Messages : Keharuman dan Rileksasi (Scene 1. Shot 4. Detik ke: 00:05)
Object : ikon Ikon : kaluasan kamar madi sebagai perwakilan kemewahan produk lux.
Interpretasi : Rhema Setting kamar mandi dengan latar belakang gedung-gedung menekankan kesan kemewahan lokasi dalam iklan lux karna produk ini ingin mencitrakan diri sebagai produk yang mewah.
Tabel. 4.2. Analisis Semiotika Iklan Lux
Dari gambar adegan iklan lux diatas dapat kita ketahui konsep utama dalam iklan Lux tersebut ialah Modern, dimana kamar mandi dalam adegan BCL yang sedang mengenakan sabun Lux adalah berkonsep kamar mandi dengan dekorasi warna cat serba putih dan terdapat bunga berwarna merah muda di hadapan dinding. Warna putih sering bermakna positif, seperti suci, murni atau bersih. Dalam unsur-unsur desain grafis, penentuan warna memberikan makna seperti kemasan pada sabun Lux berwarna merah muda. Warna merah muda atau pink bermakna warna yang disukai banyak wanita ini menyiratkan sesuatu yang lembut dan menenangkan, cinta, kasih sayang, feminim.
Space decoration dalam pengambilan gambar ini ingin menyampaikan kesan kemewahan, kamar mandi pada umumnya biasanya sebentuk ruangan kecil dengan bak penampungan air atau bisa terdapat pula shower, namun dalam iklan lux memberikan unsur yang berbeda dimana Bunga mandi pada bathup dan disekeliling bunga terdapat space yang besar pemisah antara bathup dan dinding kamar mandi dengan angle pengambilan gambar posisi Bunga berada disamping atau dekat dengan frame kiri dan terdapat ruang pada frame kanan untuk memberikan kesan ruangan yang luas. Penekanan ekspresi baru disuguhkan pada attraction messages dimana bunga mencium tangannya yang penuh busa. Sebagai penegas bahwa wanita dalam iklan tersebut sangat menikmati waktu privasinya atau saat mandi.
1.3. Kategori Kekeduaan : Pesan Body Movement.
Representament (Sign) : Sinsign dari Bunga.
wanita yang mengenakan gaun mengurai membentuk seperti kelopak bunga yang mekar.
Illustrator : Keharumah dan Kecantikan bunga yang mekar Scene 2. Shot 5. Detik ke 00:06
Object : Indeks Gaun yang mengurai sebagai indeks bunga yang mekar.
Interpretant : Dicisign Diinterpretasikan, setelah menggunakan sabun lux soft touch varian baru, akan membuat anda memancarkan seperti keharuman bunga yang mekar, penekanan kesan ditandai dengan gerakan tangan bunga mengelus lengan tangannya.
Tabel 4.3. Analisis Semiotika Iklan Lux
Pada iklan Lux terlihat seorang wanita menggunakan gaun mengurai berwana merah muda membentuk kelopak bunga yang mekar. Sudut pengambilan gambar adalah high angle.
Sudut pengambilan gambar inilah yang membentuk kesan gaun mengurai seperti bunga mekar. Bunga adalah perlambangan romantis. Di Indonesia, warna merah muda adalah warna feminim konon juga warna romantis yang disukai orang jatuh cinta.
Dengan menggunakan sudut pengambilan gambar tertentu efek dramatis yang igin disajikan oleh iklan akan semakin terdukung, disini wanita seringkali dikonotasikan dengan karakter feminim, yang menyukai keindahan, kelembutan, bunga dan sesuatu yang cerah atau manis. Bunga mekar yang diberikan atas efek gaun mengurai yang dikenakan Bunga dapat pula dimakanai sebagai keharuman yang memancar dan semerbak, siapapun wanita yang mengenakan sabun lux akan wangi dan segar seperti bunga yang mekar.
1.4. Kategori Kekeduaan : Pesan Body Movement and Proxemics Representament (Sign) :
Sinsign rangkulan shot 7 ini adalah sebagi tanda hubunga yang dekat dan harmonis.
Pelukan pada shot 8 juga menekankan kemesraan atau hubungan yang dekat dan harmonis.
Hubungan yang dekat dan harmonis adalah sign (tanda) dari rasa cinta.
Alter Adaptors : Kemesraan atau Sentuhan Sayang.
(Scene 3. Shot 7. Detik ke 00:08)
Intimate Distance : Kemesraan (Scene 3. Shot 8. Detik ke 00:09)
Object : Indeks sentuhan dan pelukan indeks akan rasa cinta.
Interpretant : Dicisign Setuhan dan pelukan yang dilakukan Asraf dan Bunga diruang pesta menandakan efek setelah menggunakan produk lux adalah semakin mempererat hubungan pada pasangan.
Tabel. 4.4 Analisis Semiotika Iklan Lux
gaun panjang berwarna merah dengan bagian punggung terbuka adalah Busana pesta malam gala, busana pesta yang dipakai pada malam hari untuk kesempatan pesta, dengan ciri- ciri mode terbuka, glamour, mewah. Misalnya : Backlees (punggung terbuka), busty look (dada terbuka), decolette look (leher terbuka). Jas hitam yang dikenakan asraf adalah setelan Suit jenis Setelan jas dan pantalon dengan bahan dan warna yang sama. Posisi wajah dan tangan bunga yang menggandeng lengan asraf memberikan unsur keintiman. Kedekatan dan kemesraan terus ditunjukkan Bunga dan Asraf diruang pesta. Kesan mewah terlihat dari
dekorasi ruangan dengan langit-langit yang tinggi memberi unsur pesta yang mewah. Pada shot 7 sudut pengambilan gambar adalah cover.
Intimate distance adalah salah satu hasil setelah pemeran utama dalam iklan yaitu Bunga Citra Lestari mengenakan sabun lux. Adegan ini adalah suguhan cerita dari serangkaian beberapa adegan pa scene 1 dan scene 2. Scene 3 ini mulai mengangkat cerita mengenai kedekatan suami istri yang semakin dekat dan intim karna sang istri mengenakan sabun lux yang menjadikan kulitnya semakin wangi, lembut dan bersinar.
1.5. Kategori Kekeduaan : Pesan Proksemik Distance and Touch Communication Representament
(Sign) : Sinsign Shot 10 sebagai penegas dari setting pesta yang ramai.
Dan shot 11 adalah penegas dari
kelembutan. dimana Asraf melepaskan tangan Bunga dengan perlahan dan
berekspresi tidak rela untuk ditinggalkan.
Social Distance: Interaksi Sosial (Scene 4. Shot 10. Detik ke 00:11)
touch communicate positive feelings : Rasa Tidak Rela (Scene 4. Shot 11. Detik ke 00:12)
Object : Indeks Dalam Scene 4 Shot 11 indeks akan rasa ketidak relaan Interpretant :
Dicisign
Pesta adalah tempat ramai dimana orang-orang bersosialisasi namun keharuman lux membuat pasangan tidak rela terpisahkan.
Tabel. 4.5. Analisis Semiotika Iklan Lux
Pada shot 10 jarak antara Asraf, Bunga dan Teman-temen Bunga lebih renggang atau dalam kategori Social Distance, karna pada pesta terlihat Asraf dan Bunga asik berdua.
Sehingga teman-teman Bunga mengajak Bunga pergi untuk berbaur dengan tamu undangan yang lain. Simbol lain yang terlihatdalam iklan tersebut juga diantaranya adalah warna kostum pemeran lain yang seluruhnya hitam. Pada shot 11 meskipun membiarkan Bunga pergi, Asraf nampak tidak rela sepenuhnya, terbukti dengan uangkapan tangan Asraf yang dengan perlahan melepaskan tangan Bunga. Adegan tersebut selain dimaknai ketidak relaan juga dapat dimaknai kelembutan dan touch communicate positive feelings atau penyampaian perasaan melalui sentuhan.
1.6. Kategori Kekeduaan : Pesan Eye Communication Representament
(Sign) : Sinsign Shot 12 bunga pergi dengan teman- temannya dan Asraf menatap punggung Bunga, shot 13 Bunga menengok ke arah Asraf dan memandang wajah Asraf. Shot 14 Asraf tersenyum seolah mengerti pesan dari tatapan mata Bunga. ketiga shot tersebut memiliki satu makna yaitu berjanji untuk bertemu kembali dan meminta Asraf menunggu.
Eye Contact : Ekspresi Tidak Rela.
(Scene 5. Shot 12. Detik ke 00:13)
Eye Contact : Pesan tersirat Bunga pergi dan segera kembali (Scene 5. Shot 13. Detik ke 00:14)
Eye Contact: Pesan tersirat Asraf Menanti Bunga (Scene 5. Shot 14. Detik ke 00:15)
Object : Indeks Tatapan mata antara Bunga dan Asraf sebagai indeks bahwa mereka sama-sama ingin tetap berduaan kembali
Interpretant : Dicisign
Bunga dan kedua temannya pergi tampak ekpresi ketidak relaan pada Asraf. Dari rangkaian ketiga gambar tersebut nampak ketidak relaan Asraf dan Bunga harus berpisah. Dengan menggunakan Lux maka akan membuat pasangan berat untuk terpisahkan.
Tabel 4.6. Analisis Semiotika Iklan Lux
Pada adegan dimana bunga dan temannya pergi, selintas Bunga menengok kearah Asraf dan pada shot ke 14 Asraf pun memandangi Bunga, disana dapat ditangkap suatu komunikasi antarpribadi. Setiap tindakan komunikasi termasuk komunikasi antar pribadi selalu ditandai umpan balik. Kita berbicara dengan orang lain. Kita selalu mengharapkan agar jawaban orang itu menggambarkan bahwa dia bisa mengetahui pikiran, perasaan dan bisa melaksanakan apa yang kita maksudkan. Kalau harapan-harapan itu terpenuhi, maka komunikasi antarpribadi telah berhasil karena umpan balik yang ditampilkan orang itu telah membuat kita saling mengerti. Umpan balik antarpribadi selalu mengacu pada respons verbal maupun nonverbal. Eye contact disini memberi kesan terjadinya komunikasi antar dua individu yang meski dalam jarak fisik mereka berjauhan serta mereka dalam lingkup temannya masing-masing.
Teknik pengambilan gambar pada scene5 adalah one scene three shot continuity direction. dimana Bunga dan Asraf sedang bersama teman mereka masing-masing tetapi tidak berkomunikasi dengan temannya, justru komunikasi yang terjadi adalah komunikasi antar Bunga dan Asraf meskipun mereka berjauhan, disini dapat ditarik makna bahwa kelembutan dan keharuman Lux soft touch membuat pasangan akan sulit terpisahkan walau sejenak.
1.7. Kategori Kekeduaan : Pesan Body Movement Representament
(Sign) : Sinsign Bunga mengelus punggungnya yang terlihat terbuka karna mengenakan gaun backless.
Asraf duduk di bar pesta seraya memperhatikan gerakan tubuh Bunga.
Bunga kembali menggoda Asraf dengan kembali mengelus lengan tangannya ke arah atas dengan wajah tersenyum. sentuhan yang dilakukan Bunga pada dirinya sendiri adalah sign dari kelembutan menggoda.
Self Adaptor : Sentuhan Menggoda Asraf (Scene 6. Shot 15. Detik ke 00:16)
Regulator : Ketertarikan dan Asraf Memperhatikan (Scene 6. Shot 16. Detik ke 00:17)
Self Adaptors : Sentuhan Menggoda Asraf (Scene 6. Shot 17. Detik ke 00:18)
Object : Indeks Bahasa tubuh Bunga mengelus kulitnya sendiri dan dengan munculnya shot Asraf memperhatikan sebagai indeks rasa atau gairah ingin kembali berdua.
Interpretant : Dari ketiga rangkaian gambar tersebut terlihat Bungalah yang banyak
Decisign memberikan sinyal atau komunikasi melalui bahasa nonverbal pada asraf. Gerakan tersebut mengisyaratkan ajakan dan kelembutan dalam sentuhan. Sabun Lux menawarkan sensasi kelembutan dalam setiap sentuhan. Kelembutan yang selalu menarik pasangan untuk selalu dekat.
Tabel. 4.7. Analisis Semiotika Iklan Lux
Pada adegan scene 6 terlihat tokoh dominan dalam mengirimkan isyarat komunikasi adalah Bunga Citra Lestari kepada Asraf Sinclair. Dimana bahasa tubuh Bunga seperti mengelus pundaknya dan mengelus lengan tangannya adalah isyarat untuk menggoda Asraf.
Hal ini ditunjang dengan munculnya gambar dimana Asraf menatap dari kejauhan. Gaun pesta dengan bagian punggung dan tangan terbuka semakin memberikan kesan elegant dan sexi pada Bunga. Dengan teknik Pengambilan gambar pada adegan ini adalah one scene three shot continuity direction memberi pesan bahwa gerakan yang dilakukan Bunga bertujuan khusus menggoda Asraf.
1.8. Kategori Keketigaan : Pesan Touch Communication Representament
(Sign) : Legisign Bunga menyentuh punggung Asraf dari belakang.
Dan Bunga menarik tangan Asraf
menuju suatu sudut ruang pesta.
Asraf mengelus lengan tangan Bunga dengan perlahan terlihat Asraf mengenakan cincin pernikahan.
Tiga adegan dalam
Touch Communicates positive feelings : Sentuhan Menggoda Asraf (Scene 7. Shot 18. Detik ke 00:19)
Touch Communicates positive feelings: Sentuhan Mengajak (Scene 7. Shot 19. Detik ke 00:21)
shot tersebut adalah legisign dari
romantisme cinta, yang terjadi pada pasangan Bunga dan Asraf.
Touch Communicates positive feelings : Keintiman dan Kelembutan (Scene 7. Shot 20. Detik ke 00:21)
Object : Symbol Sentuhan merupakan simbol dari romantisme pasangan.
Interpretant : Argument
Bunga menghampiri Asraf dan menarik pada salah satu sudut ruangan untuk kembali berdua. Dengan memakai produk Lux akan membuat pasangan semakin romantis.
Tabel. 4.8. Analisis Semiotika Iklan Lux
Pada shot 18 memperlihatkan ekpresi Bunga dan Asraf. Teknik pengambilan gambar adalah extreme close up yang bertujuan untuk memfokuskan penonton pada jari manis Asraf yang menggunakan cincin pernikahan. Pada shot 19 Bunga menarik Asraf menuju salah satu sudut ruang pesta menggunakan teknik pengambilan gambar medium long shot. Tujuan pengambilan gambar ini adalah memperlihatkan gerakan 2 objek dalam satu shot atau frame gambar, dimana pada adegan ini menunjukkan Bunga lah yang menarik tangan Asraf. Hal ini dapat dimaknai tindakan agresif.
Pada shot ke 20 Asraf mengelus lengan tangan Bunga kearah atas, terlihat cincin di jari manis Asraf. Cincin pernikahan menunjukkan pelaku dalam adegan ini adalah berstatus menikah. Hubungan suami istri ditandai dengan gaya cinta yang akrab dan intim. Cinta yang akrab itu masih perlu ditambah dengan suatu tanda atau simbol keintiman relasi. seperti adegan sentuhan yang dilakukan Asraf dengan menggunakan teknik pengambilan gambar
adalah extreme close up yang bertujuan untuk memfokuskan penonton pada jari manis Asraf yang menggunakan cincin pernikahan.
1.9. Kategori Kekeduaan : Pesan Proxemics and Smell Communication Representament
(Sign) : Sinsign Pada shot 21 Bunga merangkul Asraf dan asraf membalas rangkulan tangan Bunga dengan mengelus lengan tangan Bunga.
Shot 22 Asraf
memeluk bunga yang bersender pada dinding ruangan.
Shot 23
memperlihatkan Asraf mencium aroma harum yang ada pada kulit leher Bunga dan terlihat Bunga tersenyum.
Tiga shot tersbut adalah sign (tanda) dari kemesraan dan cinta.
Intimate Distance : Sentuhan Menggoda dan Kemesraan (Scene 8. Shot 21. Detik ke 00:22)
Intimate Distance : Kedekatan dan Kemesraan (Scene 8. Shot 22. Detik ke 00:23)
Memory Messages : Kemesraan dan Keharuman (Scene 8. Shot 23. Detik ke 00:23)
Object : Index Rangkulan, pelukan dan penciuman merupakan indeks dari rasa
cinta.
Interpretant : Dicisign
Kemesraan, sentuhan dan ciuman. Menjadikan kedekatan dengan pasangan tercipta dimanapun meski diruang pesta sekalipun. Karna kelembutan dan keharuman Lux soft touch membuat pasangan slalu ingin semakin dekat.
Tabel. 4.9. Analisis Semiotika Iklan Lux
Pada scene 8 shot 21 Bunga menaruh tangannya pada pundak Asraf dengan wajah tersenyum menunduk. Asraf tersenyum menatap Bunga. Adegan ini menggukan teknik pengambilan gambar close-up. Sebagai penekanan terhadap jarak kedekatan dan ekspresi Bunga dan Asraf. Pada shot 22 Asraf dan Bunga saling menatap, terlihat dari kejauhan badan Bunga menyender pada dinding. Dengan teknik pengambilan gambar medium long shot. Pada shot ini menggunakan teknik pengambilan gambar medium long shot. Sehingga dapat terlihat jelas keberadaan mereka pada suatu sudut ruang pesta untuk dapat berdua terpisah dari ramainya acara pesta serta para tamu undangan lain yang akan memisahkan mereka.
Pada scene 8 shot 23 Asraf mencium leher Bunga. Pada adegan ini teknik pengambilan gambar berupa gambar close-up. Sudut pengambilan gambar ini dapat menekankan pesan secara lebih kuat melalui ekpresi dan gerak tubuh antara Asraf dan Bunga.
Pada shot ini jelas memperlihatkan ekspresi senyum Bunga dan gerak tubuh asraf yaitu hidung Aasraf yang mencium aroma sabun Lux pada leher Bunga. Sebagai penekanan komunikasi nonverbal kategori smell atau penciuman. Dapat juga berupa penggambaran kedekatan atau keintiman.
1.10. Kategori Kepertamaan : Pesan Space Communication and Body Movement Representament
(Sign) : Qualisign Saat bunga dan asraf bermesraan di sudut ruang pesta terlihat samar sosok pelayan memperhatikan mereka.
Pada shot 25 baru
Intimate Distance : Hanyut Dalam Kemesraan dan Perhatian Publik (Scene 9. Shot 24. Detik ke 00:24)
terlihat pelayan berseragam dengan membawa nampan dan gelas tersenyum memperhatikan kemesraan Asraf dan Bunga.
Shot 26 Bunga terkejut erasa diperhatikan.
Qualisign dari tiga shot ini adalah unsur kemewahan yang menampilkan sosok pelayan berseragam.
Regulator : Perhatian Publik (Scene 9. Shot 25. Detik ke 00:25)
Facial Communication : Terkejut Scene 9. Shot 26. Detik ke 00:26
Object : Icon Waiters yang mengenakan seragam dan melihat saat Bunga dan Asraf bermesraan disudut pesta adalah Ikon kemewahan. Dimana seragam pelayan dan dresscode tamu pesta telah diatur.
Interpretant : Rhema Waiters menunjukan kesan pesta yang mewah dengan adanya pelayan profesional berseragam. Sensasi kelembutan dan keharuman Lux membuat pasangan tersebut lupa akan suasana sekitar sehingga tidak menyadari ada yang memperhatikan dari kejauhan.
Tabel. 4.10. Analisis Semiotika Iklan Lux
Dalam shot 24 dan shot 25 dapat dijelaskan Bunga dan Asraf terlarut akan kemesraan mereka disudut pesta sehingga tidak menyadari ada seorang pelayan pesta yang memperhatikan kemesraan mereka, pelayan pesta yang memperhatikan dapat diinterpretasikan pula sebagai respon ketertarikan atau kekaguman akan aura kecantikan Bunga dan kemesraan antara Asraf dan Bunga.
Pada shot 25 seorang weiters melihat Asraf dan Bunga dari kejauhan sedang berpelukan dan saling memandang. Teknik pengambilan gambar pada adegan ini ialah long shot, weiters tersebut tersenyum sambil berjalan membawa penampan dan gelas. Teknik Pengambilan pada adegan ini ialah Medium close up. Pada shot 26 Bunga tersadar ada yang memperhatikan kemesraannya dengan Asraf. Tangan Asraf masih memeluk pinggang Bunga dengan tangan Bunga berada pada dada Asraf. Angle kamera pada adegan ini ialah very long shot (VLS) dimana penekanan gambar ini adalah aktifitas antara Bunga dan Asraf dilihat oleh waiters dari kejauhan.
1.11. Kategori Kepertamaan : Pesan Paralinguistik dan Artifactual Communication Representament (Sign)
: Qualisign Bunga menatap kamera dengan jarak wajah yang masih sangat dekat dengan wajah asraf lalu mengucapkan kata
“Just a Little lux”
dengan nada suara desah.
Kemudian muncul gambar kemasan baru sabun lux.
Qualisign dari adegan ini ialah dialog yang di ucapkan oleh bunga adalah ajakan untuk menggunakan produk lux, jika ingin
merasakan kedekatan dan keintiman dengan pasangan seperti
Paralanguage : Ajakan (Scene 10. Shot 27. Detik ke 00:27)
Collor Communication : Kemewahan dan Feminim.
(Scene 10. Shot 28. Detik ke 00:28)
antara Bunga dan Asraf.
Object : Icon Bunga mekar sebagai latar belakang dari kemasan lux sebagai ikon dari keharuman yang memancar. Kalimat yang diucapkan Bunga adalah simbol ajakan mengenakan lux.
Interpretant : Rhema Bunga menatap kamera dan mengucapkan “just e little Lux” dengan interpretasi bahwa dengan menggunakan sedikit produk Lux akan memerikan keintiman kepada anda seperti dalam moment pesta tersebut.
Muncul kemasan produk Lux bersanding dengan parfum mewah dan background bungan mawar yang besar dan mekar menunjukkan keharuman segar yang semerbak mewangi.
Tabel. 4.11. Analisis Semiotika Iklan Lux
Pada shot 27 menekankan pasan kepada seluruh penonton untuk mengenakan Lux soft Touch jika ingin meransakan sensasi kelembutan, kecantikan dan keintiman cinta dengan pasangan. Hanya mengenakan sedikit sabun Lux akan semakin memancarkan aura penuh cinta anda. Bunga memandang kamera. Wajah Asraf memandang bunga sangat dekat. Bunga mengucapkan “just a little Lux” dengan teknik pengambilan gambar close-up. Kemudian muncullah beberapa botolkemasan baru lux soft touch untuk menjelaskan bahwa inilah kemasan baru lux.
2. Makna pesan yang tersirat pada iklan Lux terhadap kecenderungan pesan yang bias gender
Dalam menganalisis pesan bias gender yang tersirat pada iklan lux versi Bunga Citra Lestari ini penulis akan membagi iklan kedalam tiga bagian iklan yaitu pembuka iklan, isi iklan dan penutup iklan, pembagian iklan dilakukan berdasarkan materi dari sajian gambar yang ditampilkan dalam iklan, seperti penyuguhan kemasan baru sabun lux yaitu desain baru botol lux pada yaitu gambar yang pertama kali muncul dalam iklan. Kedua adalah isi iklan dimana konsep cerita yang di usung dalam iklan yaitu adegan yang diperankan pasangan suami istri Bunga Citra Lestari dan Asraf Sinclair yang menghadiri sebuah undangan pesta.
Analisis yang ketiga adalah membedah penutup iklan berupa sajian gambar kemasan sabun
lux dan simbol-simbol yang melengkapinya sepeti background bunga yang berada dibelakang kemasan sabun lux dan properti lain yang terdapat di dalamnya.
2.1. Pembuka Iklan
2.1.1. Shot 1 : Tidak Bias Gender Interpretant : Qualisign
shot ini memperlihatkan kemasan baru sabun lux.
Dengan background bunga yang mekar berwarna merah muda. Warna pada kemasan adalah gold, putih dan merah muda pada gambar bunga dikemasan sabun lux.
Produk lux adalah sebuah produk yang di citrakan sebagai produk khusus untuk perempuan maka segala simbol yang melekat di dalamnya adalah seolah
menggambarkan
perwakilan atas ikon dari perempuan.
Color Communication : kemewahan dan feminim (Shot 1. Detik ke 00:01)
Objek : Ikon : Bunga kerap di jadikan sebagai perlambangan wanita.
Bunga mekar simbol dari keharuman. Indeks bunga menampilkan bentuk bunga asli.
Interpretant : Rhema Bunga di jadikan sebagai salah satu ikon penegas citra dalam iklan ini karna di anggap sebagai perwakilan atas karakter yang dilekatkan pada jenis kelamin perempuan yaitu karakter feminim. Dimana sifat-sifat yang melekat pada karakter tersebut diantaranya lemah lembut, penyabar, dan lainnya. Atas pelabelan
tersebut kerapkali wanita harus siap menerima stigma masyarakat yang menyatakan perempuan adalah mahluk lemah maka harus lah di lindungi oleh janis kelamin yang lebih kuat yaitu laki-laki. seperti bunga juga merupakan benda yang sensitif mudah rusak mudah layu tetapi memiliki keindahan. Kecantikan wanita juga kerap dikonotasikan dengan keindahan bunga.
Shot ini ingin menunjukkan kesan keharuman produk lux.
Warna pada kemasan sabun lux ingin memberikan kesan : warna gold simbol kemewahan, putih dan merah muda memberikan kesan bersih dan lembut.
Tabel 4.12. Analisis Semiotika Iklan Lux 2.2. Isi Iklan
2.2.1. Scene 1 : Gender dan Kekerasan unsur kekerasan dalam bentuk pornografi Representament :
Sinsign wanita yang sedang mandi dalam kamar mandi mewah dan mencium aroma keharuman sabun lux ditangannya. Dalam shot ini adegan wanita yang tegah mandi diperlihatkan seolah
Space Decoration : Kemewahan (Scene 1. Shot 3. Detik ke: 00:04)
tidak mengenakan pakaian, dapat kita lihat dibeberapa iklan sabun lux sebelumnya ketika adegan wanita mandi pasti
menggunakan trik kamera yang seolah memvisualisasikan tubuh wanita yang mandi dalam kondisi telanjang.
Attraction Messages : Keharuman dan Rileksasi (Scene 1. Shot 4. Detik ke: 00:05)
Objek Indeks : wanita mandi yang divisualisasikan telanjang adalah indeks sensualitas. adegan saat Bunga mencium tangannya dijadikan sebagai ikon keharuman . kamar madi yang luas sebagai simbol kemewahan produk lux.
Simbol : Dicisign Adegan saat bunga mandi adalah duduk dalam bathup kamar mandinya yang memberikan kesan wanita itu telanjang, bagian tangan dan dada atas bunga tereksplor karna mengenakan pakaian tanpa lengan, bahkan kesan tidak berbusana juga dapat dilihat pada shot berikutnya saat Bunga mencium aroma sabun ditangannya.
Penulis mengkategorikan ini sebagai bentuk kekerasan pornografi karna menggunakan tubuh perempuan sebagai alat periklanan dimana fungsinya menekankan citra dan kualitas produk. Kulit putih mulus dan bersinar menjadi alat periklanan demi keuntungan pihak pengiklan. Unsur lainnya yang penulis lihat pada iklan ini ialah kemewahan dimana setting kamar mandi dengan latar belakang gedung-gedung menekankan kesan kemewahan lokasi dalam iklan lux karna produk ini ingin mencitrakan diri sebagai produk yang mewah. Simbol atas kemewahan produk.
Tabel 4.13. Analisis Semiotika Iklan Lux
2.2.2. Scene 2 : Tidak Bias Gender Representament :
Sinsign dalam shot ini memperlihatkan wanita yang mengenakan gaun mengurai seperti bunga mekar. Dengan teknik pengambilan gambar low anggle semakin memperkokoh kesan gaun seperti bunga yang mekar.
Illustrator : Keharumah dan Kecantikan bunga yang mekar Scene 2. Shot 5. Detik ke 00:06
Objek Indeks :Gaun yang mengurai sebagai indeks denotasi dari bunga yang mekar.
Interpretant : Dicisign Fisik wanita yang kerapkali dianggap kuang kuat membuat wanita selalu di labeli sebagai mahluk dengan sifat feminim dimana sifat feminim indikator diantaranya ialah halus, lemah lembut, penyabar dan penyayang. Bunga dengan keindahan warna-warna dan keindahan bentuknya kerap di konotasikan dengan wanita, kebanyakan wanita juga sangat menyukai bunga.
Tabel 4.14. Analisis Semiotika Iklan Lux
2.2.3. Scene 3 : Tidak Bias Gender Representament :
Qualisign shot ini berisi adegan dimana seorang wanita menghadiri sebuah pesta dengan
menggandeng mesra seorang laki-laki. gaun
Alter Adaptors : Kemesraan atau Sentuhan Sayang.
(Scene 3. Shot 7. Detik ke 00:08)
panjang dengan backless atau punggu terbuka dan berwarna merah memberikan unsur kemewahan.
Intimate Distance : Kemesraan (Scene 3. Shot 8. Detik ke 00:09)
Objek Ikon : Laki-laki berjas ikon dari karakter maskulin dan wanita mengenakan gaun sebagai ikon karakter feminim.
Interpretant : Rhema Jas dalam iklan ini adalah simbol dari karakter maskulin yang diperankan oleh Asraf. Dimana jas menjadi perlambangan sebagai laki-laki yang kuat, gagah dan melindungi. Sedangkan gaun dalam iklan ini adalah simbol dari karakter feminim yang diperankan oleh Bunga Citra Lestari. Dimana sifat yang disadarkannya ialah sifat lemah, lembut, dan anggun.
Tabel 4.15. Analisis Semiotika Iklan Lux 2.2.4. Scene 4 : tidak Bias Gender
Representament : Sinsign dalam shot ini pasangan Bunga dan Asraf harus terpisah karna Bunga diajak untuk
bergabung dengan teman-temannya yang juga telah ada diruang pesta.
Terlihat Asraf enggan melepaskan
Social Distance: Interaksi Sosial (Scene 4. Shot 10. Detik ke 00:11)
touch communicate positive feelings : Rasa Tidak Rela (Scene 4. Shot 11. Detik ke 00:12)
tangan Bunga untuk pergi.
Objek Indeks : Shot tangan Asraf melepas perlahan tangan Bunga untuk pergi adalah indeks akan rasa ketidak relaan
Interpretant : Dicisign
Pesta adalah tempat ramai dimana orang-orang bersosialisasi namun keharuman lux membuat pasangan tidak rela terpisahkan. Simbol atas kedekatan yang tak rela untuk terpisahkan.
Tabel 4.16. Analisis Semiotika Iklan Lux 2.2.5. Scene 5 : Tidak Bias Gender
Representament : Legisign dalam scene ini antara Bunga dan Asraf terlihat sama-sama saling menatap menyiratkan sesuatu diantara tatapan keduanya. Bunga yang berjalan dengan temannya terlihat memandang Asraf.
Begitu pun dengan Asraf yang sedang dengan temannya justru terus
memandangi Bunga.
Eye Contact : Ekspresi Tidak Rela.
(Scene 5. Shot 12. Detik ke 00:13)
Eye Contact : Pesan tersirat Bunga pergi dan segera kembali (Scene 5. Shot 13. Detik ke 00:14)
Eye Contact: Pesan tersirat Asraf Menanti Bunga (Scene 5. Shot 14. Detik ke 00:15)
Objek Simbol : Tatapan mata antara Bunga dan Asraf sebagai indeks bahwa mereka sama-sama ingin tetap berduaan kembali. Hal ini berlaku umum bagi pasangan siapa pun ketika mereka harus berpisah kemudian saling menatap, pasangan tersebut pasti mengerti akan arti tatapan yang yang keduanya lakukan.
Interpretant : Argument
Bunga dan kedua temannya pergi tampak ekpresi ketidak relaan pada Asraf. Dari rangkaian ketiga gambar tersebut nampak ketidak relaan Asraf dan Bunga harus berpisah. Dengan menggunakan Lux maka akan membuat pasangan berat untuk terpisahkan.
Tabel 4.17. Analisis Semiotika Iklan Lux 2.2.6. Scene 6 : Gender dan Stereotipe
Representament : Qualisign Bunga mengelus
punggungnya yang terlihat terbuka karna mengenakan gaun backless.
Asraf duduk di bar pesta seraya memperhatikan gerakan tubuh Bunga.
Bunga kembali
Self Adaptor : Sentuhan Menggoda Asraf (Scene 6. Shot 15. Detik ke 00:16)
Regulator : Ketertarikan dan Asraf Memperhatikan (Scene 6. Shot 16. Detik ke 00:17)
menggoda Asraf dengan kembali mengelus lengan tangannya ke arah atas dengan wajah
tersenyum. sentuhan yang dilakukan Bunga pada dirinya sendiri adalah sign dari kelembutan
menggoda. Perempuan bersolek kerapkali di stigmakan oleh masyarakat sebagai tanda untuk mengguda lawan jenis yaitu laki- laki.
Self Adaptors : Sentuhan Menggoda Asraf (Scene 6. Shot 17. Detik ke 00:18)
Objek Ikon : Bunga yang mengelus kulitnya dengan diperhatikan oleh Asraf adalah konotasi akan sensasi kelembutan atau sensualitas.
Interpretant : Rhema Dari ketiga rangkaian gambar tersebut terlihat Bungalah yang banyak memberikan sinyal atau komunikasi melalui bahasa nonverbal pada asraf. Gerakan tersebut mengisyaratkan ajakan dan kelembutan dalam sentuhan. Sabun Lux menawarkan sensasi kelembutan dalam setiap sentuhan. Kelembutan yang selalu menarik pasangan untuk selalu dekat. Sosok wanita dalam iklan ini di karakterkan sebagai sosok yang agresif karna menggoda terlebih dahulu pada lawan jenisnya atau pada suaminya.
Tabel 4.18. Analisis Semiotika Iklan Lux 2.2.7. Scene 7 : Tidak Bias Gender
Representament : Legisign
Bunga menyentuh
Touch Communicates positive feelings : Sentuhan Menggoda Asraf (Scene 7. Shot 18. Detik ke 00:19)
punggung Asraf dari belakang.
Dan Bunga menarik tangan Asraf
menuju suatu sudut ruang pesta.
Asraf mengelus lengan tangan Bunga dengan perlahan terlihat Asraf mengenakan cincin pernikahan.
Touch Communicates positive feelings: Sentuhan Mengajak (Scene 7. Shot 19. Detik ke 00:21)
Touch Communicates positive feelings : Keintiman dan Kelembutan (Scene 7. Shot 20. Detik ke 00:21)
Objek Indeks : sentuhan tangan Bunga pada punggung Asraf dan tarikan tangan Bunga pada Asraf adalah indeks dari ajakan.
Simbol : Sentuhan merupakan simbol dari romantisme pasangan.
Interpretant : Argument
Bunga menghampiri Asraf dan menariknya pada salah satu sudut ruangan untuk kembali berdua. Dengan memakai produk Lux akan membuat pasangan semakin romantis.
Tabel 4.19. Analisis Semiotika Iklan Lux
2.2.8. Scene 8 : tidak Bias Gender Representament :
Qualisig sentuhan pada pasangan Bunga dan Asraf dalam shot ini didominasi oleh sentuhan yang dilakukan olah Asraf pada Bunga. adegan ketika Asraf mengelus tangan Bunga. adegan ketika Asraf memeluk bunga dan merapat pada dinding ruangan pesta. Diperkuat dengan adengan saat Asraf mencium aroma keharuman pada leher Bunga.
Intimate Distance : Sentuhan Menggoda dan Kemesraan (Scene 8. Shot 21. Detik ke 00:22)
Intimate Distance : Kedekatan dan Kemesraan (Scene 8. Shot 22. Detik ke 00:23)
Memory Messages : Kemesraan dan Keharuman (Scene 8. Shot 23. Detik ke 00:23)
Objek Ikon : Rangkulan, pelukan dan penciuman menjadi ikon dari kemesraan.
Indeks : sentuhan dan, pelukan dan penciuman merupakan indeks akan adanya rasa cinta.
Interpretant : Rhema Kemesraan, sentuhan dan ciuman. Menjadikan kedekatan dengan pasangan tercipta dimanapun meski diruang pesta sekalipun. Karna kelembutan dan keharuman Lux soft touch membuat pasangan slalu ingin semakin dekat.
Tabel 4.20. Analisis Semiotika Iklan Lux 2.2.9. Scene 9 : tidak Bias Gender
Representament : Legisign Bunga dan Asraf sedang bermesraan di sudut ruang pesta, mereka terbuai akan sensai kelembutan dan keharuman sabun lux.
Menyiratkan pesan hanyut akan sensasi kelembutan dan keharuman lux.
Terlihat seorang pelayan laki-laki membawa penampan dengan gelas minum pesta lewat
tersenyum memperhatikan kemesraan Asraf dan Bunga menyiratkan pesan romantisme yang di tawarkan oleh lux mampu menyedot perhatian publik.
Bunga terkejut karna merasa kemesraan mereka diperhatikan oleh orang lain. di perhatikan oleh orang lain menyiratkan pesan keterkejutan karna tidak menyangka
Intimate Distance : Hanyut Dalam Kemesraan dan Perhatian Publik
(Scene 9. Shot 24. Detik ke 00:24)
Regulator : Perhatian Publik (Scene 9. Shot 25. Detik ke 00:25)
Facial Communication : Terkejut Scene 9. Shot 26. Detik ke 00:26
romantisme mereka menyedot perhatian publik sekitar.
Objek Simbol : Waiters yang mengenakan seragam dan melihat saat Bunga dan Asraf bermesraan disudut pesta adalah simbol kemewahan. Dimana seragam pelayan dan dresscode tamu pesta telah diatur.
Interpretant : Argument Waiters menunjukan kesan pesta yang mewah dengan adanya pelayan profesional berseragam. Sensasi kelembutan dan keharuman Lux membuat pasangan tersebut lupa akan suasana sekitar sehingga tidak menyadari ada yang memperhatikan dari kejauhan.
Tabel 4.21. Analisis Semiotika Iklan Lux 2.3. Penutup Iklan
2.3.1. Scene 10 : Gender dan Stereotipe Representament :
Qualisign Bunga menatap pada arah kamera dan mengatakan
“just a little lux” dengan terdapat shot sebagian wajah Asraf yang sangat dekat dengan wajah Bunga. menyiratkan pesan jika ingin merasakan kemesraan seperti dalam adegan iklan maka gunakanlah
Paralanguage : Ajakan (Scene 10. Shot 27. Detik ke 00:27)
Collor Communication : Kemewahan dan Feminim.
(Scene 10. Shot 28. Detik ke 00:28)
sabun lux. Shot
berikutnya ialah muncul kemasan baru sabun lux dengan background bungamekar berwarna merah muda dan disaming kemasan sabun lux terdapat parfum mewah sebagai tanda wangi yang mewah.
Objek Ikon : Suara desah Bunga sebagai ikon dari kelembutan. nada desah juga diartikan sebagai bentuk sensualitas yang dikonotasikan dalam adegan ini sebagai unsur menggoda.
Interpetant : Rhema Bunga menatap kamera dan mengucapkan “just a little Lux”
dengan interpretasi bahwa dengan menggunakan sedikit produk Lux akan memerikan keintiman kepada anda seperti dalam moment pesta tersebut. nada desah juga diartikan sebagai bentuk sensualitas yang dikonotasikan dalam adegan ini sebagai unsur menggoda.
Muncul kemasan produk Lux bersanding dengan parfum mewah dan background bungan mawar yang besar dan mekar menunjukkan keharuman segar yang semerbak mewangi.
Tabel 4.22. Analisis Semiotika Iklan Lux