1 DINAS LINGKUNGAN HIDUP PROVINSI JAMBI
RINGKASAN EKSEKUTIF
Provinsi Jambi merupakan wilayah yang memiliki kondisi ekosistem beragam, berupa variasi ketinggian wilayah yang terbagi menjadi dataran tinggi, sedang, dan rendah dengan luas wilayahnya sebesar 53.435,92 km2, yang terdiri atas luas daratan 48.989,98 km2 dan luas perairan 4.445,94 km2. Di Provinsi Jambi terdapat Kawasan DAS Provinsi Jambi yang secara garis besar di bagi menjadi 4 kawasan DAS yakni DAS Batanghari, DAS Mendahara, DAS Betara Pengabuan dan DAS Air Hitam. Daerah Aliran Sungai Batanghari Provinsi Jambi termasuk salah satu kawasan aliran sungai yang paling kritis di Indonesia.
Provinsi Jambi juga memiliki 4 (empat) taman nasional yakni Taman Nasional Kerinci Seblat, Taman Nasional Berbak, Taman Nasional Bukit Dua Belas dan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh. Dengan rincian kawasan hutan seluas ± 2.098.535 Ha (41,61 %) dan luas areal penggunaan lain (APL) adalah seluas ± 2.977.435 Ha (58,38 %) dimana lahan seluas ± 536.370 Ha merupakan lahan gambut. Sedangkan potensi lahan gambut di Provinsi Jambi ± 900.000 Ha.
Kerusakan sumber daya alam dan lingkungan dinyatakan dengan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH).
Secara umum kondisi lingkungan hidup Provinsi Jambi saat ini dapat dilihat dari nilai IKLH Provinsi Jambi tahun 2016 yaitu sebesar 71,15. Angka ini berdasarkan rentang nilai IKLH menunjukkan bahwa Provinsi Jambi termasuk kategori cukup. Nilai ini di atas nilai IKLH Nasional yaitu 64,84.
IKLH Provinsi Jambi ini diperoleh dari nilai 3 indikator yaitu Indeks Pencemaran Air (IPA) sebesar 66,63, Indeks pencemaran Udara (IPU) sebesar 99,27, dan Indeks Tutupan Lahan (ITH) sebesar 53,47. Nilai IKLH Provinsi Jambi saat ini cukup baik karena sangat baiknya kualitas udara yang dapat dilihat dari nilai IPU 99,27 ini termasuk kategori unggul. Jika dilihat dari IPA maka kualitas lingkungan hidup masih termasuk kategori cukup. Hal ini disebabkan karena cukup tingginya tekanan terhadap sungai seperti dari aktivitas masyarakat yang membuang limbah domestiknya ke sungai. Nilai ITH termasuk kategori
2 DINAS LINGKUNGAN HIDUP PROVINSI JAMBI
sangat kurang, memberi sinyal bahwa tekanan terhadap hutan sangat tinggi di Provinsi Jambi.
Dengan kondisi IKLH yang ada di Provinsi Jambi tersebut maka isu prioritas daerah yang diangkat adalah (1). Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Batanghari, (2). Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, (3).
Pengendalian Alih Fungsi Lahan. Upaya yang telah dilaksanakan oleh Provinsi Jambi dalam mengatasi Isu Pengelolaan DAS Batanghari adalah dengan membentuk Satuan Tugas Pencegahan dan Penanggulangan Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di Provinsi Jambi, mengoptimalkan Forum DAS Batanghari, dan membentuk Satgas Illegal Logging.
Satgas pencegahan dan penanggulangan PETI ini bertugas untuk: (a).
menyusun rencana aksi terpadu penanggulangan pertambangan tanpa izin (PETI) tingkat provinsi Jambi dengan melaksanakan pencegahan, penghentian/
penyelesaian akar masalah, dan pemulihan lahan bekas PETI, (b). meningkatkan efektifitas penanganan pencegahan dan penaggulangan Pertambangan Tanpa Izin (PETI) secara terpadu, sesuai dengan tugas fungsi dan kewenangan masing- masing berdasarkan peraturan perundangan-undangan, kemudian melakukan upaya-upaya pencegahan dengan merespon secara cepat dan tepat seluruh potensi yang mengarah pada kegiatan PETI, (c). melanjutkan proses hukum dan mengambil langkah-langkah cepat, tepat, tegas, dan proposional berdasarkan Peraturan Perundang-undangan dan menghormati nilai-nilai hak azasi manusia untuk menghentikan aktivitas PETI, melakukan koordinasi, perencanaan, program dan pelaksanaan pencegahan dan penaggulangan PETI dengan Pemerintah kabupaten/kota, mengkoordinasikan, mengendalikan, mengarahkan dan mengawasi pelaksanaan efektivitas pelaksanaan pencegahan dan penanggulangan PETI, (d). melaporkan pelaksanaan tugas kepada Gubernur Jambi melalui Sekretaris Daerah secara berkala dan/ atau insendentil. Satgas ini terdiri atas Gubernur beserta jajaran Pemerintah Provinsi Jambi, Jajaran Polisi Dearah Jambi ( Polda Jambi ), Jajaran Komando Militer (Korem) 042 Garuda Putih, Perguruan Tinggi (Lembaga Penelitian Universitas Jambi dan Universitas Batanghari), Pengurus Lembaga Adat Masyarakat Jambi, Lembaga Swadaya Masyarakat
3 DINAS LINGKUNGAN HIDUP PROVINSI JAMBI
Wahana Lingkungan Indoensia ( Walhi), Jajaran Kejaksaan Tinggi Jambi, Kepala Depot PT. Pertamina Jambi dan Ketua DPC Hiswana Migas Provinsi Jambi.
Forum DAS Batanghari dibentuk dengan Surat Keputusan Kepala Balai Pengelolaaan DAS dan Hutan Lindung Batanghari Nomor.
SK.218/BPDASHL/2016. Dalam pengelolaan DAS Batanghari, Provinsi Jambi telah menerbitkan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Provinsi Jambi. Forum DAS terdiri atas pemangku kepentingan lintas sektoral dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Perguruan Tinggi, Lembaga Swadaya Masyarakat. Satgas Illegal Logging merupakan upaya pencegahan dan penanganan perambahan hutan (illegal logging) di Provinsi Jambi dilaksanakan dengan cara optimalisasi kinerja Polisi Kehutanan dan razia kendaraan.
Pengendalian yang dilakukan berkaitan dengan Isu Kebakaran Hutan dan Lahan dengan: (a). membentuk Tim Restorasi Gambut Daerah (TRGD) Provinsi Jambi. Tim ini dibentuk dan bertanggungjawab kepada Gubernur Jambi dengan tugas yaitu membantu Badan Restorasi Gambut (BRG) di daerah dalam hal koordinasi, perencanaan, monitoring, dan evaluasi; operasi dan pemeliharaan;
sosialisasi, partisipasi, dan kemitraan; pemulihan melalui revegetasi dan budidaya;
dan pelaporan. Susunan keanggotaan TRGD ini terdiri atas Gubernur beserta jajaran Pemerintah Provinsi Jambi, Jajaran Polisi Dearah Jambi ( Polda Jambi ), Jajaran Komando Militer ( Korem) 042 Garuda Putih, Perguruan Tinggi (Lembaga Penelitian Universitas Jambi dan Universitas Batanghari ), Pengurus Lembaga Adat Massyarakat Jambi, Lembaga Swadaya Masyarakat Wahana Lingkungan Indonesia (WALHI), Zoological Society of London (ZSL), Perkumpulan Pencinta Alam Gita Buana, Mitra Aksi, Yayasan Pinang Sebatang, Yayasan Setara. KKI Warsi, Jajaran Kejaksaan Tinggi Jambi, Jajaran Pemerintah Kabupaten Ma.Jambi, Tanjjabar dan Tanjjabtim, Badan Wilayah Sungai (BWS) Jambi, Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia ( GAPKI), Masyarakat Konservasi Tanah dan Air Indoensia Cabang Jambi ; (b).Tim Satuan Tugas Pencegahan Dan Penanggulangan Kebakaran Hutan Dan Lahan dibentuk dengan Surat Keputusan
4 DINAS LINGKUNGAN HIDUP PROVINSI JAMBI
Gubernur Nomor 261/Kep.Gub/BPBD.2.2/III/2016. Tim ini bekerja dengan berpedoman pada Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2016 Tanggal 27 Desember 2015 Tentang Pencegahan Dan Pengendalian Kebakaran Hutan Dan Lahan dan Peraturan Gubernur Jambi Nomor 31 Tahun 2016 tanggal 23 Desember 2016 Tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2016 Tentang Pencegahan Dan Pengendalian Kebakaran Hutan Dan Lahan ; (c).
Maklumat FORKOMPINDA Provinsi Jambi tentang sanksi pidanan bagi pelaku pembakaran hutan, lahan dan kebun tanggal 10 Maret 2016; (d). Rapat/kordinasi terkait pengorganisasian posko pencegahan kebakaran hutan dan lahan melakukan kegiatan seperti rakor, briefing rutin, patroli wilayah, apel siaga, latihan gabungan (latgab), pemadaman dini, groundcheck hotspot, pemantauan hotspot, media center, aktivasi posko lapangan, deteksi dini, dan pembuatan menara pantau api, rewetting/ pembasahan lahan dilakukan dengan pembuatan sumur bor/hidrant,
pembuatan embung, pantau level air, sekat kanal, pompanisasi, dan tata kelola air dan revitalisasi melalui kegiatan simulasi pemadaman, sosialisasi, penegakan hukum/inspeksi, pengecekan peralatan, penguatan pokmas peduli api, dan penghijauan; (e) Peningkatan Kapasitas Personil antisipasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan telah dilakukan melalui Rapat koordinasi FORKOMPINDA Provinsi Jambi, FORKOMPINDA Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi dan dinas instansi terkait se-Provinsi Jambi tentang penanggulangan permasalahan Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di Provinsi Jambi yang dipimpin oleh Gubernur Jambi pada tanggal 18 April 2016, rapat 25 april 2016 di ruang utama kantor Gubernur Jambi, rapat dipimpin oleh staf ahli gubernur bidang hukum dan politik yang dihadiri dinas/instansi terkait, briefing secara rutin terhadap satgas penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. apel siaga sebagai kesiapan satgas penanggulangan kebakaran hutan dan lahan dalam mengantisipasi kebakaran sedini mungkin, latihan gabungan anggota satgas yang terdiri dari : unsur Polda Jambi, Korem Garuda Putih 042 dan jajaran Pemda Jambi beserta Masyarakat Jambi, media Center terhadap informasi kebakaran hutan dan lahan, media ini berupa whatsapp (wa) grup yang terdiri dari : semua jajaran yang terlibat dalam keanggotaan Satgas Karhutla, aktivasi Posko Lapangan: satgas
5 DINAS LINGKUNGAN HIDUP PROVINSI JAMBI
membentuk posko-posko dilapangan sebagai antisipasi pendektesi kebakaran secara dini, groundchek Hotspot dimaksudkan untuk memastikan informasi data satelit yang diterima sesuai dengan kondisi lapangan; (f) Pengembangan Jejaring Kerja Untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan maka Pemerintah Provinsi Jambi membangun kerjasama dengan Badan Restorasi Gambut (BRG). BRG mempunyai tugas mengkoordinasikan dan memfasilitasi restorasi gambut pada Provinsi Riau, Provinsi Jambi, Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Kalimantan Barat, Provinsi Kalimantan Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan dan Provinsi Papua. Lembaga Pendanaan Asing Salah satu penyandang dana asing yang memberikan hibah adalah MILLENNIUM CHALLENGE ACCOUNT- INDONESIA (MCAI). MCA-Indonesia resmi dibentuk sebagai lembaga wali amanat pengelola Hibah Compact pada 2 April 2013, berdasarkan Peraturan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Nomor 2 Tahun 2012. Di Provinsi Jambi, MCAI melaksanakan Proyek Kemakmuran Hijau yaitu Meningkatkan produktivitas dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dengan memperluas penggunaan energi terbarukan. Mengurangi emisi gas rumah kaca berbasis pengelolaan lahan, dengan memperbaiki praktik penggunaan lahan dan pengelolaan sumber daya alam. Mitra kerja MCAI dalam pengejaan Proyek Kemakmuran Hijau antara lain Universitas Jambi, Yayasan Mitra Aksi, Perkumpulan Gita Buana dan Perkumpulan Walestra. Di tahun 2016, MCAI telah memberikan dana hibah untuk pembuatan sekat kanal dan Green Knowledge (Pengetahuan Hijau). Salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat yang terlibat yaitu WWF, di mana WWF mendapat dana hibah dari MCAI untuk melaksanakan Program Kemakmuran Hijau untuk Restorasi Gambut di Tahura Sekitar Tanjung yaitu pembuatan sekat kanal pada areal gambut seluas 200 ha di Londerang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. LAPAN mendukung dalam informasi sebaran titik api berupa peta sebaran titik api di Provinsi Jambi. Perguruan Tinggi yang menjadi mitra dengan Pemprov. Jambi adalah Universitas Jambi (Unja) dan Universitas Batang Hari (Unbari) merupakan perguruan tinggi di Provinsi Jambi yang menjadi partner kerja Pemerintah Provinsi Jambi dalam pengelolaan
6 DINAS LINGKUNGAN HIDUP PROVINSI JAMBI
lingkungan hidup. Beberapa dosen dari Unja dan Unbari menjadi anggota Tim Penanggungan PETI, Tim Penanggulangan Karhutla dan Tim Pokja Lingkungan.
Masyarakat Provinsi Jambi secara keseluruhan telah menjadi bagian dari pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup di Provinsi Jambi dengan melibatkan masyarakat.
Inisiatif yang dikembangkan masyarakat Provinsi Jambi juga ikut serta dalam pengelolaan lingkungan hidup di Provinsi Jambi dengan dibentuknya: (a).
Kelompok Masyarakat Peduli DAS Batanghari (POKDURI) merupakan kelompok masyarakat yang peduli terhadap DAS Batanghari yang dibentuk untuk menjaga kebersihan Sungai Batanghari. POKDURI dibentuk bersamaan dengan Gerakan Batang Hari Bersih pada tahun 2012. (b). Kelompok Masyarakat Yang Terlibat dalam Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Sesuai dengan amanat Peraturan Daerah Nomor 2 tahun 2016 tentang Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan serta Peraturan Gubernur Nomor 31 Tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 2 tahun 2016 tentang Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, maka masyarakat juga memiliki peran serta dalam pencegahan dan pengendalian karhutla baik secara perorangan maupun kelompok.
Kelompok masyarakat yang telah ada di Provinsi Jambi adalah sebagai berikut: (a). Masyarakat Peduli Api (MPA) dibentuk sebagai garda terdepan untuk menanggulangi kebakaran karena merupakan kelompok masyarakat di sekitar wilayah hutan dan lahan yang rawan terjadinya kebakaran ; (b). Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) merupakan kelompok petani yang memiliki lahan pertanian dan perkebunan yang masuk dalam wilayah rawan kebakaran; (c). Kerjasama Perusahaan dan Pemerintah dalam pencegahan dan pengendalian kebakaran.
Pihak perusahaan yang memiliki usaha dan kegiatan di atas lahan gambut dan atau berbatasan langsung dengan kawasan gambut, sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 2 tahun 2016 tentang Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan. Kerjasama Perusahaan dan masyarakat dalam pencegahan dan pengendalian kebakaran Perusahaan melibatkan masyarakat sekitar areal usaha
7 DINAS LINGKUNGAN HIDUP PROVINSI JAMBI
dengan cara memberikan bantuan sarana dan prasarana pemadam kebakaran, pelatihan, sosialisasi dan penyuluhan tentang bahaya dan dampak karhutla.
Inisiatif Terkait Dengan Isu Perubahan Iklim adalah (a). Pembentukkan Kelompok Kerja Rencana Aksi Daerah Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (Pokja RAD GRK) Provinsi Jambi dibentuk oleh Gubernur Jambi yang mempunyai tugas untuk merumuskan Rencana Aksi Daerah Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca dan melaksanakan Pemantauan, Evaluasi dan Pelaporan terhadap pelaksanaan RAD GRK Provinsi Jambi. RAD GRK Provinsi Jambi tertuang dalam Peraturan Gubernur Jambi Nomor 36 tahun 2012 dengan target penurunan emisi sebesar 26
% pada tahun 2020. Penurunan emisi gas rumah kaca meliputi sektor energi, sektor limbah dan sektor lahan ; (b). Pembentukkan Dan Pembinaan Masyarakat Penjaga Hutan. Hutan Desa yang sudah ditetapkan yaitu di Lubuk Beringin, Kecamatan Bathin III Ulu Kabupaten Bungo seluas 2.356 ha sesuai SK.109/Menhut-II/2009 tanggal 17 maret 2009 ; (c). Menurunkan emisi sektor limbah dengan membangun TPA sanitary landfill yang menangkap gas metan;
(c). Pembangunan TPA Sanitary Landfill telah mulai dilaksanakan dengan oleh beberapa Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi yaitu Kota Sungai Penuh, Kota Jambi, Kabupaten Bungo, Kabupaten Merangin, Kabupaten Batang Hari, Kabupaten Tanjung Jabung Timur ; (d). Mendorong pembangunan pembangkit listrik dari energi baru terbarukan. Di Provinsi Jambi telah dilakukan pembangunan pembangkit listrik dengan bahan bakar selain fosil. Bahan bakar dimaksud yaitu: Limbah Cair Kelapa Sawit / Palm Oil Mill Effluen (POME).
POME merupakan salah satu penghasil Gas Rumah Kaca (GRK) yakni gas metana (CH4). Dengan memanfaatkan gas metana yang berasal dari POME menjadi bahan bakar pembangkit listrik, maka emisi GRK dapat diturunkan secara signifikan dan potensi yang dihasilkan dari pemanfaatan POME sebesar 547.459 MW. PT. Dasa Anugerah Sejahtera Kabupaten Tanjung Jabung Barat merupakan salah satu perusahaan kelapa sawit yang telah memanfaatkan POME sebagai bahan bakar pembangkit listrik berkapasitas 2MW dengan menggunakan teknologi modern dari Jepang. Selain perusahaan tersebut, PT. Kresna Duta Agro Plakar Kabupaten Sarolangun juga telah melakukan hal yang sama, dengan
8 DINAS LINGKUNGAN HIDUP PROVINSI JAMBI
teknologi yang lebih sederhana. Selain POME dibangun juga Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa. Salah satu limbah dari proses pengolahan kelapa sawit yaitu cangkang sawit. Cangkang ini bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar. PT. Rimba Palma Sejahtera Lestari merupakan salah satu perusahaan kelapa sawit yang akan memanfaatkan biomassa sebagai bahan bakar pembangkit listrik (PLTU Biomassa) berkapasitas 2x15MW. Sumber energi Gas Bumi telah memanfaatkan gas alam sebagai bahan bakar, dan hal ini dapat meminimalisir efek gas rumah kaca.
PT. PLN telah memanfaatkan gas alam sebagai sumber bahan bakar pembangkit listrik dengan membangun PLTG berkapasitas 2x5MW, PLTG/PLTMG 120MW di Sungai Gelam Kabupaten Muaro Jambi, dan PLTG/PLTMG 110MW di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Energi Panas Bumi di Provinsi Jambi. PT. PLN membangun Pembangkit Listrik Tenaga Panas (PLTP) kapasitas 2x55MW di Kabupaten Kerinci dan PLTP kapasitas 2x55MW di Kota Sungai Penuh. Energi Sumber Daya Air di Provinsi Jambi, PLTA yang dibangun oleh PT. Kerinci Merangin Hidro yang berlokasi di Kabupaten Kerinci memanfaatkan aliran sungai Merangin sebagai pemutar turbin dan dilengkapi dengan 2 (dua) tampungan yaitu Danau kerinci sebagai tampungan musiman dan bendungan (Dam) sebagai tampungan harian. PLTA ini mampu menghasilkan energi listrik sebesar 350MW.
Pemerintah Provinsi Jambi juga telah membentuk Pokja Lingkungan.
Dengan adanya Pokja Lingkungan maka mendorong instrumen pencegahan kerusakan lingkungan dari mulai perencanaan dengan mengarahkan pada Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) pada setiap pemrumusan Kebijakan, Rencana dan Program (KRP) yang strategis termasuk RPJMD dan RTRW dan kebijakan strategis lainnya. Program yang dikembangkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan maka Pemerintah Provinsi Jambi membentuk Program Kampung Iklim (ProKlim). ProKlim ini merupakan program berlingkup nasional yang dikembangkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dan seluruh pihak dalam melaksanakan aksi lokal untuk meningkatkan ketahanan terhadap
9 DINAS LINGKUNGAN HIDUP PROVINSI JAMBI
dampak perubahan iklim dan pengurangan emisi GRK. ProKlim di Provinsi Jambi terdapat di beberapa lokasi yaitu; (a). Desa Talang Lindung Kecamatan Sungai Bungkal, Kota Sungai Penuh; (b). RT. 09 Kelurahan Mudung Laut Kecamatan Pelayangan, Kota Jambi; (c). Dusun Margo Mulyo Desa Jernih Jaya Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci. (d). 14 lokasi diusulkan oleh PT.
WKS di Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Untuk meningkatkan akuntabilitas kepada masyarakat maka telah di rilis Website Lingkungan Hidup Pemerintah Provinsi Jambi yang berisi tentang informasi dan isu yang berkaitan dengan lingkungan hidup dalam Provinsi Jambi.
Website tersebut dikelola langsung oleh Dinas Lingkungan Hidup dengan alamat www.blhdprovjambi.co.id.
Dalam rangka perbaikan kualitas lingkungan di Provinsi Jambi maka telah di susun Program Pembangunan Rendah Emisi pada sektor limbah, sektor berbasis lahan dan sektor energi dan transportasi, pembuatan Master Plan Pemulihan Ekosistem DAS Batanghari dan Master Plan Pemulihan Ekosistem Danau Kerinci sebagai Danau Prioritas Nasional.
Pada saat ini Pemerintah Provinsi Jambi bertekad untuk meningkatkan nilai IKLH ke depan menjadi kategori BAIK (> 74) pada tahun 2021, melalui program- program antara lain ; (a). Penurunan beban pencemaran di DAS Batanghari dan sungai-sungai lainnya. Hal ini dilakukan melalui koordinasi SKPD terkait untuk melakukan normalisasi sungai dan sosialisasi pemeliharaan sungai kepada masyarakat ; (b). Penambahan luasan RTH melalui kegiatan penanaman pohon di sempadan sungai dan danau dan lahan-lahan kritis, serta mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan ; (c). Pencegahan dan pemulihan kerusakan lingkungan; (d). Peningkatan edukasi untuk mewujudkan perilaku masyarakat yang peduli dan berbudaya lingkungan melalui kegiatan sosialisasi.