• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB IV METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

29

BAB IV

METODOLOGI PENELITIAN

4.1 Rancangan Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metodologi penelitian eksperimental.

Untuk mengetahui aktivitas dan efektivitas dari sediaan sheet mask serum dengan konsentrasi bahan aktif 3%, 4%, dan 5% terhadap uji karakteristik fisika kimia dan stabilitas pada sediaan sheet mask serum.

4.2 Variabel Penelitian 4.2.1 Variabel Bebas

Variabel bebas dalam penelitian ini adalah variasi kadar bahan aktif ekstrak etanol biji alpukat (Persea americana Mill.) dengan konsentrasi 3%, 4%, dan 5%.

4.2.2 Variabel Tergantung

Variabel tergantung pada penelitian ini adalah karakteristik fisika kimia (organoleptis, homogenitas, viskositas, daya sebar, dan pengukuran pH sediaan) dan stabilitas sediaan dengan metode Freeze thaw cycling.

4.3 Tempat Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Teknologi Sediaan Farmasi Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang.

4.4 Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret - September 2021.

4.5 Alat

Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini meliputi peralatan uji viskositas (Brookfield), Peralatan uji daya sebar, pH meter Basic, steroglass hot plate, neraca analitik digital, objeck glass, cawan petri, mortir, stamper, batang pengaduk, gelas ukur, beaker glass dan aluminium foil.

4.6 Bahan

4.6.1 Bahan Aktif

Bahan aktif yang digunakan adalah biji alpukat (Persea americana Mill.) yang diperoleh dari petani buah alpukat di Tulungagung.

4.6.2 Bahan Formula

Bahan yang digunakan dalam membuat formulasi sediaan sheet mask serum yaitu : ekstrak biji alpukat, propilenglikol, gliserin, PEG 400, tween 80, Na EDTA,

(2)

nipagin, natrium metabisulfit, dimetikon, gliseril stearat dan aquadest.

4.7 Metode Kerja

Dalam penelitian ini terlebih dahulu dilakukan uji karakteristik dari bahan aktif ekstrak etanol biji alpukat. Pengujian ini dilakukan dengan cara mengamati organoleptis dari sediaan sheet mask serum meliputi warna, bau, homogenitas, viskositas, daya sebar, dan pengukuran pH sediaan.

Pembuatan sediaan sheet mask serum dari ekstrak etanol biji alpukat sebagai antioksidan yang baik untuk melembabkan dan mencerahkan kulit wajah dengan kadar 3%, 4%, dan 5%. Terdapat 3 formula sediaan yang akan diuji karakteristik fisika kimia (organoleptis, homogenitas, viskositas, daya sebar, dan pengukuran pH sediaan) dan uji stabilitas. Formula 1 (F1) mengandung konsentrasi ekstrak etanol biji alpukat 3%, Formula 2 (F2) mengandung konsentrasi ekstrak etanol biji alpukat 4%, dan Formula 3 (F3) mengandung konsentrasi ekstrak etanol biji alpukat 5%.

Masing-masing formula akan dilakukan replikasi 3 kali dengan bobot sediaan 180 gram. Setelah itu dilakukan pengujian karakteristik fisika kimia dan uji stabilitas pada sediaan sheet mask serum.

(3)

4.8 Skema Kerja

Gambar 4. 1 Metode Kerja Analisis Data

Identifikasi karakteristik sheet mask serum ekstrak etanol biji alpukat (Persea americana Mill.) dengan pengujian karakteristik fisika kimia dan uji stabilitas.

Pembuatan sheet mask serum ekstrak etanol biji alpukat (Persea americana Mill.) dengan kadar 3%, 4%, dan 5%.

Formula 1 dengan kadar ekstrak etanol biji alpukat

3%.

Formula 2 dengan kadar ekstrak etanol biji alpukat

4%.

Formula 3 dengan kadar ekstrak etanol biji alpukat

5%.

Evaluasi Sediaan

Uji karakteristik fisika kimia sediaan :

 Organoleptis (warna, bau, dan tekstur)

 Homogenitas

 Viskositas

 Daya Sebar

 Pengukuran pH Sediaan

Uji Stabilitas (Freeze thaw cycling) sediaan :

 Organoleptis (warna, bau, dan tekstur)

 Homogenitas

 Viskositas

 Pengukuran pH Sediaan

(4)

4.9 Rancangan Formulasi

Pada penelitian ini terdapat 3 formula sheet mask serum dengan bahan aktif ekstrak etanol biji alpukat dengan variasi kadar 3%, 4%, dan 5% seperti pada tabel 4.1

Tabel IV. 1 Rancangan Formula

Bahan Fungsi % Rentang

Penggunaan Formula (%)

I II III

Ekstrak Biji Alpukat

Bahan aktif

- 3 4 5

Propilenglikol Humektan ≈ 15 15 15 15

Gliserin Emollient ≤30 15 15 15

PEG 400 Co-

solvent

≤30 15 15 15

Tween 80 Solubilizing agent

2,5 2,5 2,5

Dimetikon Antifoam 0,1 0,1 0,1

Natrium Metabisulfit

Antioksidan 0,1 0,1 0,1

Na EDTA Chelating agent

0,01-0,1 0,01 0,01 0,01

Nipagin Pengawet 0,1 0,1 0,1

Gliseril Stearat Pearlescent agent

2 2 2

Aquadest Pelarut - Ad

100

Ad 100

Ad 100

4.9.1 Cara Pembuatan Ekstrak Biji Alpukat (Persea americana Mill.)

Serbuk biji alpukat ditimbang dan direndam dalam etanol 96% didalam beaker glass selama 24 jam. Kemudian dilakukan penyaringan dengan kertas saring atau kain saring. Perlakuan dilakukan sebanyak 2 kali. Filtrat disatukan di beaker glass. Evaporasi ekstrak dengan menggunakan rotary evaporator pada suhu 40- 50°C, kemudian dinginkan didalam desikator.

4.9.2 Skrining Senyawa Flavonoid Ekstrak Etanol Biji Alpukat

Uji kualitatif yang dilakukan yaitu pemeriksaan flavonoid ekstrak etanol biji alpukat (Persea americana Mill.) dengan menggunakan pereaksi Wilstater dengan cara ekstrak biji alpukat sebanyak 2 g dan ditambahkan 5 ml etanol panas kemudiandisaring dan diambil filtratnya. Filtrat ditambah 3 tetes HCL 2 N dan

(5)

ditambah Mg sebanyak 0,2 g. Terbentuknya warna jingga-merah menunjukkan positif flavonoid.

4.9.3 Cara Pembuatan Serum

Pembuatan sediaan sheet mask serum dari ekstrak etanol biji alpukat dimulai dengan menimbang semua bahan dan menyiapkan alat yang akan digunakan.

Pertama masukkan Tween80, Glyceryl stearat dan Dimetikon kedalam cawan porselen lalu dipanaskan (wadah 1) sambil menunggu disiapkan beaker glass (wadah 2) masukkan Propilenglikol, Gliserin dan PEG 400 aduk ad homogen, masukan wadah 1 ke dalam wadah 2 diatas hot plate, aduk ad homogen, kemudian turunkan dari hot plate dan masukkan ekstrak biji alpukat, Na metabisulfat, Nipagin, dan Na.EDTA aduk ad homogen, lalu tambahkan aquadest ad 180 g.

Gambar 4. 2 Skema Pembuatan Serum 4.9.4 Evaluasi Sediaan Sheet Mask Serum

Dilakukan percobaan sheet mask direndam dengan sediaan serum, hal ini bertujuan untuk mengetahui berapa lama sediaan serum menyerap pada sheet mask.

Yang perlu disiapkan pada percobaan ini yaitu ; sediaan serum sebanyak 20 gram, sheet mask baru dan stopwatch. Untuk hasil akhir dari sediaan sheet mask serum kemudian dikemas dengan tahapan, dilipat masker sheet kosong sesuai ukuran

Disiapkan bahan yg sudah ditimbang dan alat yang digunakan pada proses pembuatan sediaan, siapkan beaker glass.

Panaskan Tween 80, Glyceryl stearat dan Dimetikon (Wadah 1).

Sambil menunggu panas masukkan Propilenglikol, Gliserin, PEG 400 kedalam beaker glass (Wadah 2).

Satukan campuran dari (wadah 1) ke (wadah 2) sambil dilakukan sedikit pemanasan hingga homogen.

Ditambahkan esktrak biji alpukat, Na metabisulfat, Nipagin, dan Na.EDTA aduk ad homogen, lalu tambahkan aquadest ad 180 g, aduk ad homogen.

(6)

kemasan dan dimasukkan ke dalam foil bag. Ditimbang 20 gram serum dan dituang kedalam foil bag. disegel kemasan foil bag dengan alat penyegel.

4.10 Spesifikasi Sediaan

Tabel IV. 2 Spesifikasi Sediaan Serum

4.11 Evaluasi Sediaan

4.11.1 Evaluasi Fisika Sediaan 1. Organoleptis

Organoleptis dilakukan dengan cara pengamatan secara visual terhadap suatu sediaan yang dinilai dari bentuk fisik meliputi perubahan warna, bentuk dan bau (Nurlinayanti et al., 2019).

2. Homogenitas

Pengamatan dilakukan untuk mengetahui homogen tidaknya suatu sediaan yang dilakukan menggunakan gelas objek. Pengujian dilakukan dengan cara sediaan dioleskan pada gelas objek kemudian diamati ada tidaknya butiran kasar secara visual (Zulfa, 2018).

3. Viskositas

Sediaan dimasukkan kedalam cup, kemudian dipasang spindel no 1 dan diatur rotor dengan kecepatan 12 rpm, 30 rpm dan 60 rpm. Setelah viscometer Brookfield dijalankan viskositas akan terbaca (Azkiya et al., 2017).

4. Daya Sebar

Uji daya sebar dilakukan dengan meletakkan sediaan sebanyak 0,5 g ditengah cawan petri yang telah diberi skala, kemudian tutup dengan kaca sebagai beban awal, diamkan selama 1 menit dan catat diameter daya sebarnya.

Selanjutnya beban ditambah 50 g diamkan selama 1 menit dan lakukan pengukuran yang sama setiap penambahan 50 g beban sampai 250 g (Azzahra et al., 2019).

Organoleptis Warna : Coklat Bau : Khas Alpukat Tekstur : Cair Homogenitas Homogen

Viskositas 230-1150 cPs (Mardhiani et al., 2018) Daya Sebar 5-7 cm (Mardhiani et al., 2018) pH 4,5-6,5 (Sulimar et al., 2020) Stabilitas Sediaan Stabil

(7)

4.11.2 Evaluasi Kimia Sediaan 1. Pemeriksaan pH

Pengukuran pH dengan menggunakan pH meter dengan cara mencelupkan indikator pH kedalam sediaan, kemudian didiamkan sampai alat menunjukkan angka pH yang didapat (Zulfa, 2018)

4.12 Uji Stabilitas 1. Freeze Thaw Cycling

Dilakukan uji stabilitas dengan metode freeze thaw cycling yang dilakukan dengan 6 siklus. Satu siklus berlangsung selama dua hari pada masing-masing suhu, penyimpanan dilakukan selama kurang lebih 30 hari dengan suhu yang berbeda- beda yaitu 4°C dan 40°C. Pengujian dilakukan dengan menimbang ± 2 gram sediaan lalu dimasukkan ke dalam vial. Kemudian sampel disimpan dalam lemari es dengan suhu 4°C selama 2 hari, lalu dilanjutkan disimpan dalam climatic chamber dengan suhu 40°C pada waktu yang sama. Satu siklus meliputi penyimpanan dalam lemari es dan climatic chamber selama 2 hari. Parameter yang diperiksa pada pengujian ini adalah organoleptis, homogenitas, viskositas, daya sebar, pengukuran pH sediaan dan pemisahan fase (Darijanto & Mauluddin, 2016).

4.13 Analisis Data

Analisa data dari hasil penelitian karakteristik dianalisis dengan menggunakan metode one-way anova melalui program SPSS (Statistical Product and Service Solution). Uji one-way anova dilakukan untuk membuktikan adanya perbedaan yang bermakna antara kontrol dengan kelompok yang diberikan sampel.

Dari hasil data yang diperoleh dilakukan Analisa statistik dengan derajat kepercayaan α = 0,05. Untuk mengetahui formula yang memiliki perbedaan yang bermakna dapat dilihat dari nilai p hitung dan α. Jika hasil yang diperoleh p hitung

< α (derajat kemaknaan), menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna, kemudian dilanjutkan dengan uji Least Significant Difference (LSD) untuk mengetahui data mana saja yang berbeda. Dengan menggunakan hipotesis;

 HO : Tidak ada perbedaan yang bermakna antara peningkatan konsentrasi bahan aktif ekstrak etanol biji alpukat (Persea americana Mill.) dengan hasil karakterisasi sheet mask serum, HO diterima jika signifikan > 0,05.

 H1 : Ada perbedaan yang bermakna antara peningkatan konsentrasi bahan

(8)

aktif ekstrak etanol biji alpukat (Persea americana Mill.) dengan hasil karakterisasi sheet mask serum, H1 diterima jika signifikan < 0,05.

Analisa data stabilitas dengan metode Freeze Thaw Cycling dilakukan dengan analisis metode two-way anova. Uji ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh peningkatan konsentrasi ekstrak etanol biji alpukat dalam formula sheet mask serum (Faktor A), perlakuan sebelum dan sesudah stabilitas sediaan sheet mask serum (Faktor B), dan interaksi keduanya. Dengan menggunakan hipotesis;

 H01 : Tidak ada perbedaan yang bermakna terhadap pengaruh peningkatan konsentrasi ekstrak etanol biji alpukat (Persea americana Mill.) dalam formula sheet mask serum, H01 diterima jika signifikan > 0,05.

 H02 : Tidak ada perbedaan yang bermakna antara perlakuan sebelum dan sesudah stabilitas sediaan sheet mask serum, H02 diterima jika signifikan >

0,05.

 H03 : Tidak ada interaksi antara pengaruh peningkatan konsentrasi ekstrak etanol biji alpukat dalam formula sheet mask serum dengan perlakuan sebelum dan sesudah stabilitas sediaan sheet mask serum, H03 diterima jika signifikan > 0,05.

 H1 : Ada perbedaan yang bermakna terhadap pengaruh peningkatan konsentrasi ekstrak etanol biji alpukat (Persea americana Mill.) dalam formula sheet mask serum, H1 diterima jika signifikan < 0,05.

 H2 : Ada perbedaan yang bermakna antara perlakuan sebelum dan sesudah stabilitas sediaan sheet mask serum, H2 diterima jika signifikan < 0,05.

 H3 : Ada interaksi antara pengaruh peningkatan konsentrasi ekstrak etanol biji alpukat dalam formula sheet mask serum dengan perlakuan sebelum dan sesudah stabilitas sediaan sheet mask serum , H3 diterima jika signifikan <

0,05.

Gambar

Gambar 4. 1 Metode Kerja Analisis Data
Tabel IV. 1 Rancangan Formula
Gambar 4. 2 Skema Pembuatan Serum  4.9.4 Evaluasi Sediaan Sheet Mask Serum

Referensi

Dokumen terkait

Surat konfirmasi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di negara yang dituju dan surat dari pihak luar negeri yang menyatakan bahwa pihak Pemerintah Daerah telah diterima

Sebelum dikenakan tindakan, siswa diberikan tes awal dengan memberikan soal pilihan ganda sebanyak 20 butir.Tes awal tersebut untuk mengetahui pen- guasaan siswa

Petikan keputusan - keputusan Jawatankuasa Tetap Kewangan (JKTK) UPSI ini disusun bermula daripada keputusan mesyuarat yang terawal iaitu pada tahun 1998

Service Transition dan Service Operation di Pemerintah Kota Bandung ini adalah data primer yang terdiri dari kondisi layanan eksisting dan target, yang akan digunakan

Sedangkan Quraish Shihab mendefinisikannya dengan lebih spesifik; bahwa yang dimaksud dengan metode komparasi ialah membandingkan ayat-ayat al-Quran yang memiliki

Berdasarkan Peraturan MENP AN-RB Nomor 21 Tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya, dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 143

Ruan g lin gkup petun juk tekn is in i m eliputi keten tuan um um , tujuan pen ggun aan Ban tuan Operasion al Pon dok Pesan tren , pem beri Ban tuan Operasion al Pon dok Pesan

[r]