RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN LURING
Sekolah : SMA Negeri 1 Malingping Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas/Semester : X/1
Materi pokok : Teks Anekdot
Alokasi Waktu : 2 JP 1 x Pertemuan (2 x 35 menit) Tahun Pelajaran : 2021/ 2022
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi 4.6 Menciptakan kembali teks
anekdot dengan memerhatikan struktur dan kebahasaan baik lisan maupun tulisan.
4.6.1 Menceritakan kembali isi anekdot dengan pola penyajian yang berbeda
4.6.1 Mempresentasikan teks anekdot yang telah disusun
A. Tujuan Pembelajaran
Melalui pendekatan pembelajaran saintifik-TPACK dengan model pembelajaran Problem Based Learning,
1. Setelah membaca teks anekdot yang disajikan, peserta didik mampu menceritakan kembali isi anekdot dengan pola penyajian yang berbeda dengan tepat
2. Setelah membaca teks anekdot yang disajikan, peserta didik mampu mempresentasikan teks anekdot yang telah disusun dengan tepat
B. Materi Pembelajaran
Faktual : Analisis teks anekdot Konsep : 1. Struktur teks anekdot
2. Kaidah kebahasaan teks anekdot 3. Mendesain teks anekdot
C. Metode Pembelajaran
1. Model : Problem Basic Learning (PBL)
2. Pembelajaran Abad 21 : 4C (Creative, Critical Thingking, Collaboration, Communication) D. Media Pembelajaran
Media : Salindia, LKPD, dan Google Formulir Alat : Laptop, Infokus, Papan tulis, dan Spidol E. Sumber Belajar
1. Buku Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas X Revisi, Kemendikbud 2013 2. Modul Materi Ajar
F. Langkah-Langkah Pembelajaran
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Waktu
Pendahuluan Orientasi
1. Pendidik membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama
2. Pendidik mengondisikan peserta didik untuk siap belajar dengan tertib dan memeriksa kehadiran peserta didik.
3. Pendidik mengaitkan materi pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman belajar pada pertemuan sebelumnya.
15 Menit
4. Pendidik motivasi untuk peserta didik
5. Pendidik menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran tentang menciptakan kembali teks anekdot.
Menjelaskan mekanisme langkah-langkah pembelajaran serta menyampaikan bentuk penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang akan digunakan.
Inti Fase 1 Mengorientasi pada Masalah
1. Peserta didik mengamati video dalam yang ditampilkan pada salindia.
2. Pendidik memberikan rangsangan yang menarik minat peserta didik untuk terlibat aktif dalam pembelajaran
3. Pendidik membagikan karton dan LKPD
4. Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menanyakan mengenai tata cara pengisian LKPD .
5. Peserta didik kelompokan menjadi 4 kelompok
10 Menit
10 menit
10 menit
10 menit
30 menit Fase 2 Mengorganisasikan Peserta Didik Belajar
1. Peserta didik mendiskusikan permasalahan pada LKPD dan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya apabila ada kesulitan.
2. Pendidik memantau keterlibatan siswa dalam kegiatan berdiskusi.
Fase 3 Membimbing penyelidikan individu dan kelompok
1. Peserta didik mengumpulkan informasi dari bahan ajar maupun internet untuk menyelesaikan masalah dalam LKPD.
2. Pendidik meminta peserta didik mendiskusikan cara menceritakan ulang isi teks anekdot dengan pola penyajian yang berbeda.
3. Peserta didik bertukar pendapat, pendidik melakukan penilaian sikap
Fase 4 Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
1. Peserta didik menyiapkan hasil diskusi kelompok secara rapi dan sistematis.
2. Pendidik mencermati dan membimbing dalam penulisan hasil diskusi melalui karton dan LKPD sehingga siap untuk dipresentasikan.
3. Pendidik meminta ketua kelas untuk mengumpulkan hasil diskusi tiap kelompok
Fase 5 Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah 1. Perwakilan peserta didik menyajikan hasil diskusinya.
2. Peserta didik lainnya memberikan tanggapan atau saran untuk mengevaluasi hasil kerja temannya.
3. Guru bersama peserta didik menyimpulkan hasil yang diperoleh dari proses yang dilakukan
4. Pendidik memberikan kuis sebagai tes formatif melalui link Google formulir.
Penutup 1. Guru bersama peserta didik melakukan refeksi tentang kegiatan pembelajaran
2. Guru merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk tugas kelompok/ perseorangan (jika diperlukan)
3. Guru dan peserta didik berdoa lalu menutup pembelajaran.
5 Menit
G. Penilaian Proses dan Hasil Belajar 1. Penilaian sikap
Teknik penilaian : observasi
Bentuk Penilaian : lembar pengamatan 2. Penilaian pengetahuan
Teknik penilaian : penugasan
Bentuk Penilaian : lembar penugasan 3. Penilaian keterampilan
Teknik penilaian : penugasan
Bentuk Penilaian : lembar penugasan
Mengetahui, Lebak, 19 April 2022
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
MURSIDI , S.Pd. Leli Purnamasari, S.Pd,
NIP. 19660919199601 1 001
Instrumen Penilaian A. Instrumen Penilaian Sikap 1. Penilaian Sikap Spiritual
a. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
Kompetensi Dasar (KD) Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) 1.1 Sikap Spiritual 1.1.1 Berdoa sesuai ajaran agama yang dianut
dengan tertib dan sungguh-sungguh.
1.1.2 Selalu mengucap syukur kepada Tuhan yang Maha Esa.
b. Kisi-kisi :
No Aspek yang dinilai Kode Sikap
1 Berdoa dengan tertib dan sungguh-sungguh. Berdo’a 2 Bersyukur kepada Tuhan yang Maha Esa. Bersyukur
c. Rubrik penskoran dan instrument penilaian sikap spiritual Petunjuk Pengisian Skor
Lembaran ini diisi oleh guru/teman untuk menilai sikap religius peserta didik.
Berilah skor sesuai sikap yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut :
Muncul = 1 Tidak muncul = 0 Deskriptor:
Muncul = peserta didik menunjukkan sikap berdoa dengan tertib dan bersungguh- sungguh.
Tidak muncul = peserta didik tidak menunjukkan sikap berdoa yang tertib, dan tidak bersungguh-sungguh
Instrumen penilaian sikap spiritual
No. Nama Peserta Didik Skor per item Jumlah
Skor Kriteria Berdoa Bersyukur
1 2 3 4 Dst
Kriteria:
Sangat Baik : apabila memperoleh jumlah skor 2 Baik : apabila memperoleh jumlah skor 1 Cukup : apabila memperoleh jumlah skor 0 2. Penilaian Sikap Sosial
a. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
Kompetensi Dasar (KD) Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
2.1 Sikap Sosial
2.1.1 Menunjukkan sikap disiplin yang baik dalam pengumpulan tugas atau latihan
2.1.2 Menunjukkan sikap tanggungjawab dalam mengerjakan setiap langkah pada LKPD.
b. Kisi-kisi
No Aspek yang Dinilai Bentuk Instrumen
1 Disiplin Lembar Observasi
2 Tanggung jawab Lembar Observasi
c. Rubrik Penskoran Penilaian Sikap Sosial
No Aspek yang
Dinilai Rubrik Penskoran
1 Disiplin
Skor 3
Menunjukkan usaha tepat waktu dalam pengumpulan tugas dengan bersungguh- sungguh
Skor 2 Menunjukkan ada usaha untuk tepat waktu dalam pengumpulan tugas
Skor 1 Tidak menunjukkan usaha untuk tepat waktu dalam pengumpulan tugas
2. Tanggung jawab
Skor 3 Menunjukkan ada tanggung jawab secara konsisten.
Skor 2 Menunjukkan ada tanggung jawab namun belum konsisten.
Skor 1 Sama sekali tidak menunjukkan adanya tanggung jawab.
d. Instrumen Penilaian Petunjuk pengisian skor
Lembar observasi ini diisi oleh guru untuk menilai sikap sosial peserta didik.
Berilah skor pada salah satu pilihan untuk setiap aspek sikap yang dinilai sesuai dengan rubrik yang telah ditetapkan.
No Nama Peserta Didik
Aspek yang dinilai
Total Skor
Skor
Sikap Kategori Disiplin tanggung
jawab
1
2
3
4
5
6
Kategori:
(SB) Sangat Baik : apabila memperoleh total skor 5 - 6 (B) Baik : apabila memperoleh total skor 4 (C) Cukup : apabila memperoleh total skor 3 (D) Kurang : apabila memperoleh total skor 2 3. Instrumen Penilaian Produk
Kisi kisi Kompetensi
dasar
IPK Materi
pokok
stimulus Indikator soal No soal 4.6Menciptakan
kembali teks anekdot dengan memerhatikan struktur dan kebahasaan baik lisan maupun tulisan.
4.6.1
Menceritakan kembali isi anekdot dengan pola penyajian yang berbeda
Isi teks anekdot
Teks anekdot Disajikan sebuah teks anekdot, siswa menceritakan kembali isi teks anekdot dengan pola penyajian yang berbeda
1
Tes Tertulis
Bacalah teks anekdot di bawah ini dengan cermat!
Stimulus 1
Di kantin sebuah universitas, Udin dan Tono dua orang mahasiswa sedang berbincang-bincang.
“Saya heran dosen ilmu politik, kalau mengajar selalu duduk, tidak pernah mau berdiri,”
kata Tono kepada Udin. Udin ogak-ogahan menjawab pertanyaan Tono. Udin beranggapan bahwa masalah yang dibicarakan Tono itu tidak penting.
Namun, Tono tetap meminta agar Udin mau menerka teka-tekinya.
“Barangkali saja, beliau capek atau kakinya tidak kuat berdiri,” jawab Udin merasa jengah.
Ternyata jawaban Udin masih juga salah. Menurut Tono, dosen yang juga pejabat itu tidak bersedia berdiri sebab takut kursinya diambil orang lain.” Mendengar pernyataan Tono, Udin menanyakan apa hubungan antara dosen dan pejabat.
“Ya, kalau dia berdiri, takut kursinya diduduki orang lain,” ungkap Tono. Mendengar alasan Tono, Udin pun merasa kebingungan.
Pertanyaan
Tulislah kembali teks anekdot di atas yang telah kalian baca kemudian ubahlah teks tersebut ke dalam bentuk dialog!
Jawaban
Dosen yang juga Menjadi Pejabat
Di kantin sebuah universitas, Udin dan Tono dua orang mahasiswa sedang berbincang- bincang.
Tono : “Saya heran dengan dosen ilmu politik, kalau mengajar selalu duduk, tidak pernah mau berdiri.”
Udin : "Ah... begitu saja diperhatikan Ton."
Tono : "Ya, Udin tau sebabnya?"
Udin : “Barangkali saja, beliau capek atau kakinya tidak kuat berdiri.”
Tono : “Bukan itu sebabnya, Din. Sebab dia juga seorang pejabat.”
Udin : “Loh, apa hubungannya?”
Tono : “Ya, kalau berdiri, takut kursinya diduduki orang lain.”
Udin : "???"
4. Instrumen penilaian keterampilan
a. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi.
Kompetensi Dasar (KD) Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
4.6 Menciptakan kembali teks anekdot dengan memerhatikan struktur dan kebahasaan baik lisan maupun tulisan.
4.6.2 Mempresentasikan teks anekdot yang disusun
b. Kisi-kisi:
No Materi Indikator Soal Level
Kognitif Bentuk soal Ket
1. Teks anekdot Mempresentasikan teks anekdot yang disusun
P5 Demonstrasi Masalah 1 pada LKPD
c. Rubrik Penskoran unjuk kinerja Kisi-kisi
Presentasi Aspek yang Dinilai Skor
1
Peserta didik sangat baik dari segi ekspresi dalam menceritakan kembali hasil tugas kelompok
4
Peserta didik baik dari segi ekspresi dalam menceritakan kembali dalam penyampaian hasil tugas kelompok
3
Peserta didik kurang baik dari segi ekspresi dalam menceritakan kembali dalam penyampaian hasil tugas kelompok
2 Peserta didik tidak baik dari segi ekspresi dalam menceritakan
kembali dalam penyampaian hasil tugas kelompok
1
2
Peserta didik sangat sesuai dan sangat sistematis dalam penyampaian hasil kelompok
4
Peserta didik sesuai dan sistematis dalam penyampaian hasil kelompok
3
Peserta didik kurang sesuai dan kurang sistematis dalam penyampaian hasil kelompok
2
Peserta didik tidak sesuai dan tidak sistematis dalam penyampaian hasil kelompok
1
3 Peserta didik sangat sesuai dalam menggunakan intonasi 4 Peserta didik sesuai dalam menggunakan intonasi 3 Peserta didik kurang sesuai dalam menggunakan intonasi 2 Peserta didik tidak sesuai dalam menggunakan intonasi 1
d. Instrumen penilaian keterampilan (unjuk kinerja)
No. Nama Peserta Didik
Skor per item indikator Jumlah Skor
Nilai Keterampilan Kt1 Kt2 Kt3 Kt4
1 2 3 4 5 Dst
Nilai keterampilan di peroleh dengan rumus:
Nilai keterampilan = 100 maksimum skor
skor jumlah
A. KOMPETENSI DASAR
B. TUJUAN PEMBELAJARAN
C. NAMA ANGGOTA KELOMPOK:
1. ………
2. ………
3. ………
4. ………
5. ………
D. PETUNJUK
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
4.6 Menciptakan kembali teks anekdot dengan memerhatikan struktur dan kebahasaan baik lisan maupun tulisan.
Indikator Pencapaian Kompetensi
4.6.1 Menceritakan kembali isi teks anekdot dengan pola penyajian yang berbeda
4.6.2 Mempresentasikan teks anekdot yang disusun
1. Setelah membaca teks anekdot yang disajikan, peserta didik mampu menceritakan kembali teks anekdot dengan pola penyajian yang berbeda dengan tepat.
2. Setelah membaca teks anekdot yang disajikan, peserta didik mampu mempresentasikan anekdot yang telah disusun dengan tepat
Petunjuk Mengerjakan LKPD
1. Bacalah teks anekdot berjudul “Dosen Yang Juga Menjadi Pejabat”
dengan cermat!
2. Ceritakan kembali isi teks anekdot dengan pola penyajian bentuk yang berbeda yaitu berupa dialog!
3. Presentasikan teks anekdot yang telah disusun di depan teman- temanmu!
E. PERTANYAAN
Tulislah kembali teks anekdot di atas yang telah kalian baca kemudian ubahlah teks tersebut ke dalam bentuk dialog!
F. JAWABAN
Bacalah teks anekdot di bawah ini dengan cermat!
Stimulus 1
Di kantin sebuah universitas, Udin dan Tono dua orang mahasiswa sedang berbincang-bincang.
“Saya heran dosen ilmu politik, kalau mengajar selalu duduk, tidak pernah mau berdiri,” kata Tono kepada Udin. Udin ogak-ogahan menjawab pertanyaan Tono. Udin beranggapan bahwa masalah yang dibicarakan Tono itu tidak penting.
Namun, Tono tetap meminta agar Udin mau menerka teka-tekinya.
“Barangkali saja, beliau capek atau kakinya tidak kuat berdiri,” jawab Udin merasa jengah. Ternyata jawaban Udin masih juga salah. Menurut Tono, dosen yang juga pejabat itu tidak bersedia berdiri sebab takut kursinya diambil orang lain.” Mendengar pernyataan Tono, Udin menanyakan apa hubungan antara dosen dan pejabat.
“Ya, kalau dia berdiri, takut kursinya diduduki orang lain,” ungkap Tono.
Mendengar alasan Tono, Udin pun merasa kebingungan.