• Tidak ada hasil yang ditemukan

46 46

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "46 46"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

46 BAB III PROSEDUR PENELITIAN A. Metode Penelitian

Dalam melaksanakan sebuah penelitian kita harus memilih metode yang akan digunakan. Menurut Heryadi (2010:42), “Metode penelitian adalah cara melakukan penelitian yang telah direncanakan berdasarkan pendekatan yang dianut.” Metode yang diigunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen, dengan tujuan ingin mengetahui efektif atau tidaknya model pembelajaran Think Pair and Share terhadap kemampuan mengidentifikasi unsur-unsur dan menceritakan kembali

isi teks cerita fantasi. Metode penelitian ekperimen menurut Heryadi (2010:48-49) menjelaskan,

Metode eksperimen adalah metode penelitian yang di gunakan untuk menyelidiki hubungan sebab akibat (hubungan pengaruh) antara variabel yang diteliti. Untuk mengetahui bahwa variabel X menjadi sebab atau pengaruh terhadap varibel Y dapat dilakukan dengan men-treatment-kan varibel X terhadap kelompok sampel sebagai kelompok eksperimen, kemudian dilakukan pengukuran variabel Y terhadap kelompok sampel tersebut untuk diketahui pengaruh perlakuan X terhadap Y.

Berdasarkan pendapat tersebut, penulis melakukan penelitian ini pada dua kelas. Satu kelas sebagai kelas eksperimen dan satu kelas sebagai kelas kontrol.

Dalam kelas eksperimen penulis memberi pembelajaran tentang mengidentifikasi unsur-unsur teks cerita fantasi dengan model Think Pair and Share. Sedangkan pada kelas kontrol penulis memberi pembelajaran tentang mengidentifikasi unsur-unsur teks cerita fantasi dengan model pembelajaran Direct Intruction.

(2)

B. Variabel Penelitian

Terdapat objek atau variabel yang akan diteliti pada penelitian ini. Dalam mendefinisikan variabel penelitian Heryadi (2010:124) mengemukakan, “Variabel penelitian atau fokus penelitian adalah bagian yang menjadi objek kajian dalam masalah penelitian.” Sejalan dengan pengertian tersebut, ada dua variabel dalam penelitian, yaitu variabel bebas dan variabel terikat. “Variabel bebas adalah variabel yang diduga memberi efek terhadap variabel lain. Sedangkan variabel terikat adalah respon yang ditimbulkan oleh variabel bebas,” (Heryadi, 2010:125).

Berdasarkan pendapat tersebut, penulis menentukan variabel bebas dalam penelitian ini adalah model pembelajaran Think Pair and Share, sedangkan variabel terikatnya adalah kemampuan peserta didik dalam mengidentifikasi unsur-unsur dan menceritakan kembali isi teks cerita fantasi.

C. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan cara mendapatkan informasi-informasi berupa data yang diperlukan dalam penelitian. Heryadi (2010:106) menjelaskan,

“Pengumpulan data yaitu upaya yang dilakukan peneliti dalam menyerap informasi yang diperlukan dari sumber data.” Pada penelitian ini penulis memilih beberapa teknik pengumpulan data diantaranya adalah teknik observasi sebagai tahap awal, teknik tes yang meliputi tes awal (pretest) dan tes akhir (posttest), dan teknik wawancara kepada guru sebelum penelitian dan peserta didik setelah selesai menyelesaikan kegiatan pembelajaran.

(3)

1. Teknik Observasi

Teknik observasi adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan secara langsung oleh peneliti dalam mengamati suatu peristiwa atau kejadian, Heryadi (2010:84). Teknik observasi ini penulis lakukan untuk memperoleh informasi yang faktual tentang tingkah laku peserta didik kelas VII MTs Nahdlatul Ulama Kota Tasikmalaya tahun ajaran 2021/2022. Perilaku yang diamati meliputi keaktifan, kerja sama, santun, dan bertanggungjawab pada saat melaksanakan kegiatan pembelajaran.

2. Teknik Wawancara

Heryadi (2010:74) mengemukakan, “Teknik wawancara atau interview adalah teknik pengumpulan data melalui dialog sistematik berdasarkan tujuan penelitian antara peneliti (interviewer) dengan orang yang diwawancara (interviewee).”

Berdasarkan pendapat tersebut, penulis melakukan wawancara kepada guru mata pelajaran bahasa Indonesia dan wawancara kepada peserta didik.

Wawancara kepada guru bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai fenomena atau permasalahan dan potensi yang harus diteliti di sekolah dengan cara mewawancarai guru bahasa Indonesia kelas VII. Sedangkan wawancara kepada peserta didik dilakukan setelah melaksanakan pembelajaran. Informasi yang diperoleh dari peserta didik yaitu mengenai kesan yang dirasakan oleh peserta didik setelah melakukan pembelajaran dengan menggunakan model Think Pair Share.

3. Teknik Tes

Penulis memilih teknik tes untuk mengukur kemampuan yang dimiliki oleh peserta didik. Heryadi (2010:90) mengemukakan, “Teknik tes adalah teknik

(4)

pengumpulan data yang dilakukan dengan melalui tes/pengujian atau pengukuran kepada suatu objek (manusia atau benda).” Pada penelitian ini, teknis tes yang penulis gunakan yaitu tes pengetahuan dan tes keterampilan. Tes pengetahuan berkaitan dengan KD 3.3 yaitu mengidentifikasi unsur-unsur teks narasi (cerita fantasi) yang dibaca dan didengar. Tes keterampilan berkaitan dengan KD 4.3 yaitu menceritakan kembali isi teks narasi (cerita fantasi) yang dibaca dan didengar. Tes tersebut penulis laksanakan dengan cara melakukan tes awal (pretest) dan tes akhir (posttest).

a. Tes Awal (pretest)

Tes awal (pretest) dalam penelitian ini dilakukan untuk memperoleh suatu data awal. Tujuannya yaitu sebagai alat untuk mengukur kemampuan peserta didik dalam mengidentifikasi unsur-unsur dan menceritakan kembali teks narasi (cerita fantasi) yang dibaca dan didengar sebelum pembelajaran dilakukan.

b. Tes Akhir (posttest)

Tes akhir (posttest) dalam penelitian ini digunakan untuk mendapatkan nilai akhir setelah peserta didik melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan model Think Pair and Share. Data dari tes awal dan tes akhir akan diolah untuk

mengukur efektif atau tidaknya model pembelajaran Think Pair and Share terhadap kemampuan mengidentifikasi unsur-unsur dan menceritakan kembali isi teks narasi (cerita fantasi) yang dibaca dan didengar yang disajikan dalam bentuk tulis.

(5)

D. Desain Penelitian

Desain penelitian dalam metode eksperimen terbagi menjadi dua, yaitu desain eksperimen semu dan desain eksperimen sungguhan. Desain ekperimen semu pada dasarnya belum menghasilkan hasil penelitian yang jelas atau masih bias, maka dari itu penulis memutuskan untuk menggunakan desain ekperimen sungguhan. Metode eksperimen sungguhan menurut Heryadi (2010:52-53),

Metode eksperimen sungguhan merupakan metode penelitian yang menuntut peneliti melakukan kontrol yang ketat terhadap variabel-variabel berpengaruh yang dimiliki kelompok sampel yang dieksperimen. Untuk melakukan kontrol peneliti diharuskan memiliki kelompok-kelompok sampel lain sebagai pembanding (minimal satu kelompok sampel). Kelompok-kelompok sampel demikian disebut kelompok kontrol. Jadi dalam penelitian menggunakan ekperimen sungguhan, peneliti sekurang-kurangnya memiliki dua kelompok sampel penelitian, satu kelompok sebagai kelompok eksperimen dan satu kelompok lagi sebagai kelompok kontrol.

Dalam penelitian ini penulis menggunakan dua kelas penelitian, satu kelas sebagai kelas kontrol dan satu kelas sebagai kelas eksperimen. Heryadi (2010:53-54) mengemukakan salah satu jenis pola rancangan penelitian yang sekaligus akan digunakan dalam penelitian ini, pola tersebut yaitu:

Kelas Eksperimen

Kelas Kontrol

Keterangan:

T

= Tes awal pada kedua kelompok sampel

T

X T

₂(

Y)

T

O T

₂(

Y)

(6)

X = Melakukan eksperimen (perlakuan) variabel X pada sampel kelompok eksperimen dengan model Think Pair and Share

O = Melakukan eksperimen variabel X pada sampel kelompok kontrol dengan model pengajaran langsung atau Direct Instruction

T

₂(

Y) = Tes akhir sebagai dampak (variabel Y) E. Sumber Data

Sumber data dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VII MTs Nahdlatul Ulama Kota Tasikmalaya tahun ajaran 2021/2022. Khususnya kelas VII B dan VII C sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol yang masing-masing berjumlah 23 peserta didik.

1. Populasi

Dalam sebuah penelitian, peneliti harus memilih populasi yang akan diteliti.

Arikunto (2013:173) berpendapat bahwa “Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian.” Pendapat ini sejalan dengan yang dikemukakan Surahmad (1989, dalam Heryadi (2010:93)) bahwa populasi adalah keseluruhan subjek baik manusia, gejala, benda, atau peristiwa. Berdasarkan pendapat para ahli tersebut, dalam penelitian ini penulis menetapkan populasi penelitian ini adalah peserta didik kelas VII MTs Nahdlatul Ulama Kota Tasikmalaya tahun ajaran 2021/2022.

(7)

Tabel 3.1

Data Populasi Kelas VII MTs Nahdlatul Ulama Kota Tasikmalaya Tahun Ajaran 2021/2022

No Kelas Jumlah Peserta Didik

1 VII A 21

2 VII B 23

3 VII C 23

2. Sampel

Setelah menentukan populasi, selanjutnya penulis memilih sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini. Menurut Surahmad (1989) dalam Heryadi (2010:93)), “Sampel adalah sebagian dari populasi yang langsung dikenai penelitian sebagai bahan generalisasi untuk populasi.” Sedangkan menurut Arikunto (2013:174)

“Sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang diteliti.”

Berdasarkan pendapat para ahli tersebut, penulis akan memilih sampel sebanyak 2 kelas yaitu satu kelas sebagai kelas ekperimen dan satu kelas sebagai kelas kontrol. Sampel dipilih melalui metode random sederhana karena anggota populasi atau kelas homogen. Hal ini sejalan dengan pendapat Heryadi (2010:98),

“Metode random atau metode acak adalah cara pengambilan sampel dari populasi berdasar pada pertimbangan bahwa secara anggota yang ada pada populasi memiliki hak yang sama untuk dijadikan sampel.”

Dalam menentukan sampel dengan metode random ini penulis menggunakan teknik random sederhana melalui model undian. Setelah melakukan pemilihan sampel secara acak dengan teknik random sederhana berupa undian, diperoleh dua kelas yang menjadi sampel dalam penelitian ini. Sampel penelitian ini adalah kelas VII B dan

(8)

kelas VII C yang masing-masing berjumlah 23 orang yang dijadikan sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol. Berikut adalah kelas, jumlah siswa, dan nama siswa yang dijadikan sampel penelitian.

Tabel 3.2

Daftar Peserta Didik Kelas VII B (Kelas Eksperimen)

No Nama Peserta Didik Jenis Kelamin

1. Ahmad Kausar L

2. Akbar Ramdani L

3. Annisa Nurul Muslimah P

4. Astri Thrya Zahra G P

5. Aulia Pratama Putri P

6. Cinta Diana Nur A P

7. Denis Fauzan Nazib L

8. Edis Rihnaul Hoiri L

9. Husna Ramdan M L

10. Karissa Adelia Karin P

11. Keyla P

12. Mohammad Rizky Faizal L

13. Muhammad Fardan N L

14. Muhammad Nur Hasbulloh L

15. Neni Suryani P

16. Raihan Ahmad R L

17. Reva Aulia Agustin P

18. Salman Abdulloh L

19. Sandra Pamungkas L

20. Sarah Amelia P

21. Siti Saila P

22. Tasya Medina Agistina P

23. Zahra Auliana Azhar P

Tabel 3.3

Daftar Peserta Didik Kelas VII C (Kelas Kontrol)

No Nama Peserta Didik Jenis Kelamin

1. Amanda Citra Apriyani P

2. Andra Malik Maulana L

3. Asep Marwan Saeful Fatah L

4. Diana Herlina P

(9)

5. Fadlan Fathulloh Aliyudin L

6. Farizal L

7. Ferdy Herdiansyah S L

8. Jajang Setiawan L

9. Julianti P Pamungkas P

10. Lilis Suryani P

11. Marsha P

12. M Pahri Gunawan P

13. Mohammad Mulyadi L

14. Muhamad Fazar Ihsan L

15. Nazwa Aulia Nasyfa L

16. Reno Sumarno L

17. Rifki L

18. Rosa Amelia P

19. Salsabila Cahya R P

20. Sendi Saputra L

21. Suci Putri Ramdani P

22. Vina Nurhelani P

23. Windi Septiani Wulandari P

F. Instrumen Penelitian

Penelitian ini menggunakan beberapa instrumen penelitian. Menurut Sugiyono (2016:102) “Instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati. Secara spesifik semua ini disebut variabel penelitian.” Instrumen penelitian yang telah disiapkan oleh penulis dalam penelitian ini adalah pedoman observasi, pedoman wawancara, silabus, dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

1. Pedoman Observasi

Observasi pada penelitian ini dilakukan untuk memperoleh data tentang proses belajar peserta didik dalam pembelajaran mengidentifikasi unsur-unsur teks cerita fantasi. Selain itu, pedoman observasi ini juga digunakan oleh penulis untuk

(10)

memperoleh data mengenai perilaku peserta didik dalam proses pembelajaran, fenomena/permasalahan, dan potensi yang harus diteliti berdasarkan pengamatan.

Pedoman observasi tersebut diuraikan sebagai berikut.

Tabel 3.4

Pengamatan Kegiatan Belajar Peserta Didik No Nama

Siswa

Keaktifan (1-3)

Tanggung jawab (1-3)

Santun (1-3)

Kerja sama

(1-3) Skor 1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

Dst.

Kategori:

1 : Tidak Baik 2 : Kurang 3 : Baik

Skor : Jumlah perolehan angka seluruh aspek Keterangan :

Keaktifan : Aktif dalam proses pembelajaran

Tanggung jawab : Tanggung jawab dalam mengerjakan tugas Santun : Santun dalam bersikap dan berbicara Kerja sama : Bekerja sama dalam mengerjakan tugas

(11)

2. Pedoman Wawancara

Tabel 3.5

Pedoman Wawancara Guru

No Pertanyaan yang diajukan Penjelasan/alasan 1. Apa permasalahan yang biasa

ditemukan dalam pembelajaran bahasa Indonesia?

2. Apa model pembelajaran yang biasa digunakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia?

3. Apakah anda pernah mengenal model pembelajaran Think Pair and Share?

4. Pernahkan anda menggunakan model pembelajaran Think Pair and Share dalam pembelajaran mengidentifikasi unsur-unsur dan menceritakan kembali isi teks cerita fantasi?

Tabel 3.6

Pedoman Peserta Didik

No Pertanyaan yang diajukan Penjelasan/alasan 1. Apakah kamu pernah melaksanakan

pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Think Pair and Share?

2. Apakah kamu merasa senang dalam melaksanakan pembelajaran mengidentifikasi unsur-unsur dan menceritakan kembali isi teks cerita fantasi dengan menggunakan model pembelajaran Think Pair and Share?

3. Apakah model pembelajaran Think Pair and Share menarik dan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu kalian terhadap materi pembelajaran?

4. Apakah kamu merasa mudah

(12)

mengikuti pembelajaran dengan menggunalan model pembelajaran Think Pair and Share?

3. Silabus

Seperti yang sudah dipaparkan dalam Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah menjelaskan bahwa silabus adalah acuan penyusunana kerangka pembelajaran untuk setiap bahan kajian mata pelajaran. Berdasarkan hal tersebut, penulis melampirkan silabus pembelajaran SMP/MTs kelas VII yakni KD 3.3 Mengidentifikasi unsur-unsur teks narasi (cerita fantasi) yang dibaca dan didengar dan 3.4 Menceritakan kembali isi teks narasi (cerita fantasi) yang dibaca dan didengar dalam lampiran B1.

4. RPP

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah,

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai kompetensi dasar (KD). Seriap pendidik dalam satuan pendidikan berkewajiban menyususn RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, efesien, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreatifitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik sera psikologis peserta didik. RPP disusun berdasarkan KD atau sub tema yang dilaksanakan satu kali pertemuan atau lebih.

Berdasarkan hal tersebut, penulis melampirkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) untuk sekolah menengah SMP/MTs kelas VII yaitu mengenai kompetensi dasar mengidentifikasi unsur-unsur dan menceritakan kembali isi teks

(13)

narasi (cerita fantasi) yang dibaca dan didengar. RPP ini adalah perangkat pembelajaran yang akan penulis gunakan dalam penelitian di MTs Nahdlatul Ulama kelas VII. Terdapat dua RPP yang penulis lampirkan yaitu RPP kelas ekperimen dan RPP kelas kontrol dalam lampiran B2.

5. Tes

Penelitian ini juga menggunakan instrumen tes tulis pada peserta didik.

Menurut Heryadi (2010:90), “Teknik tes adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan melalui tes/pengujian atau pengukuran kepada suatu objek (manusia atau benda).” Tes yang penulis laksanakan pada penelitian ini adalah tes pengetahuan dan tes keterampilan. Tes pengetahuan penulis gunakan untuk mengukur kemampuan peserta didik dalam mengidentifikasi unsur-unsur teks narasi (cerita fantasi), sedangkan tes keterampilan penulis gunakan untuk mengukur kemampuan peserta didik dalam menulis kemudian menceritakan kembali isi teks cerita fantasi.

Tes pengetahuan dan keterampilan tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan kisi-kisi instrumen. Kisi-kisi instrumen penelitian penulis paparkan dalam tabel berikut.

Tabel 3.7

Kisi-kisi Alat Tes Kemampuan Mengidentifikasi Unsur-Unsur dan Menceritakan Kembali Isi Teks Cerita Fantasi

Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi

No.

Soal

Bentuk Soal PG Uraian 3.3 Mengidentifikasi

unsur-unsur teks narasi (cerita fantasi)

3.3.1 Menjelaskan secara tepat tema dalam teks cerita fantasi yang dibaca.

1 

(14)

yang dibaca dan didengar.

3.3.2 Menjelaskan secara tepat tokoh dan penokohan dalam teks cerita fantasi yang dibaca.

2 

 3.3.3 Menjelaskan secara tepat

latar dalam teks cerita fantasi yang dibaca.

3 

3.3.4 Menjelaskan secara tepat alur dalam teks cerita fantasi yang dibaca.1

4 

3.3.5 Menjelaskan secara tepat sudut pandang dalam teks cerita fantasi yang dibaca.

5 

3.3.6 Menjelaskan secara tepat amanat dalam teks cerita fantasi yang dibaca.

6 

4.3 Menceritakan kembali isi teks narasi (cerita fantasi) yang dibaca dan didengar.

4.3.1 Menceritakan kembali isi teks cerita fantasi sesuai dengan tema dalam teks cerita fantasi yang dibaca.

7 

4.3.2 Menceritakan kembali isi teks cerita fantasi sesuai dengan tokoh dan penokohan dalam teks cerita fantasi yang dibaca.

8 

4.3.3 Menceritakan kembali isi teks cerita fantasi sesuai dengan latar dalam teks cerita fantasi yang dibaca.

9 

4.3.4 Menceritakan kembali isi teks cerita fantasi sesuai dengan alur dalam teks cerita fantasi yang dibaca.

10 

4.3.5 Menceritakan kembali isi teks cerita fantasi sesuai dengan sudut pandang dalam teks cerita fantasi yang dibaca.

11 

4.3.6 Menceritakan kembali isi teks cerita fantasi sesuai dengan amanat dalam teks

12 

(15)

cerita fantasi yang dibaca.

Keterangan:

Soal nomor 1 = Jelaskan tema dalam teks cerita fantasi!

Soal nomor 2 = Jelaskan tokoh dan penokohan dalam teks cerita fantasi!

Soal nomor 3 = Jelaskan latar dalam teks cerita fantasi!

Soal nomor 4 = Jelaskan alur dalam teks cerita fantasi!

Soal nomor 5 = Jelaskan sudut pandang dalam teks cerita fantasi!

Soal nomor 6 = Kemukakan amanat dalam teks cerita fantasi!

Soal nomor 7 = Tulislah dan ceritakan kembali tema dalam teks cerita fantasi!

Soal nomor 8 = Tulislah dan ceritakan kembali tokoh dan penokohan dalam teks cerita fantasi!

Soal nomor 9 = Tulislah dan ceritakan kembali latar dalam teks cerita fantasi!

Soal nomor 10 = Tulislah dan ceritakan kembali alur dalam teks cerita fantasi!

Soal nomor 11 = Tulislah dan ceritakan kembali sudut pandang dalam teks cerita fantasi!

Soal nomor 12 = Tulislah dan ceritakan kembali amanat dalam teks cerita fantasi!

6. Uji Validitas Soal

Uji validitas merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menentukan valid tidaknya suatu alat evaluasi. Widianingsih (2015:2) menyatakan,

“Suatu alur evaluasi disebut valid (absah atau sahih) apabila alat tersebut mampu mengevaluasi apa yang seharusnya dievaluasi”. Instrumen soal yang digunakan dalam penelitian ini berbentuk soal uraian (essay). Pengujian validitas butir soal

(16)

dilakukan dengan metode corrected item-total correlation. Menurut Priyatno dalam Rahayu (2013) “Uji validitas dengan metode corrected item-total correlation dilakukan dengan cara mengkorelasikan masing-masing skor item dengan skor total item dan melakukan korelasi terhadap efek spurious overlap…”.

Setiap butir soal yang digunakan dalam penelitian diuji dengan menggunakan program SPSS Versi 25. Kaidah keputusannya dengan cara melihat output yang dapat diketahui nilai korelasi antara masing-masing item dengan skor total item yang sudah dikorelasi. Nilai korelasi tersebut kemudian dibandingkan dengan r tabel product moment. Jika nilai korelasi item lebih besar daripada r tabel, product moment maka soal tersebut valid.

Hal tersebut sejalan dengan pendapat Ridwan dan Sunarto dalam Rahayu (2013), “Untuk mengetahui tingkat validitas perhatikan angka pada corrected item- total correlation yang merupakan korelasi antara item dengan skor total item (nilai r

hitung) dibandingkan dengan nilai r tabel. Jika nilai r hitung lebih besar dari r tabel atau nilai r hitung ˃ dari r tabel, maka item tersebut adalah valid.” Hasil perhitungan uji validitas, penulis lampirkan pada bagian lampiran B4.

7. Uji Reliabilitas

Suatu alat evaluasi atau instrumen penelitian dikatakan reliabilitas jika dapat memberikan hasil yang tetap sama (konsisten). Artinya, hasil pengukuran itu harus tetap sama (relatif sama) jika diberikan pada subjek yang sama walaupun oleh orang yang berbeda dan pada tempat yang berbeda pula. Hal ini sejalan dengan pendapat Sugiyono (2014:121) menyatakan, “Reliabel adalah instrumen yang bila digunakan

(17)

beberapa kali untuk mengukur objek yang sama, akan menghasilkan data yang sama.”

Uji reliabilitas diperlukan untuk melengkapi syarat validnya sebuah alat evaluasi.

Untuk mengetahuai sebuah tes reliabilitasnya tinggi, sedang atau rendah dilihat dari nilai koefisien reliabilitasnya.

Dalam penelitian ini, instrumen tes berbentuk uraian, maka koefisien reliabilitas tes didapat dengan menggunakan rumus Cronbach Alpha. Pengujian reliabilitas tes menggunakan metode corrected item-total correlation berbantuan program SPSS Versi 25. Adapun dasar pengambilan keputusan dalam uji reliabilitas menurut Arikunto (2006:171) adalah sebagai berikut :

1. Jika nilai Cronbach’s alpha > 0,60 maka reliabel.

2. Jika nilai Cronbach’s alpha < 0,60 maka tidak reliabel.

Arikunto dalam Sunarti dan Selly Rahmawati (2014:99) mengklasifikasikan tingkat reliabilitas berdasarkan interpretasi indeks reliabilitas sebagai berikut.

No Koefisien Reliabilitas Tingkat Reliabilitas

1 0,800-1,000 Sangat tinggi

2 0,600-0,700 Tinggi

3 0,400-0,599 Cukup

4 0,200-0,399 Rendah

5 0,00-0,199 Sangat rendah

Hasil perhitungan uji validitas, penulis lampirkan pada bagian lampiran B4.

G. Prosedur Penelitian

Setiap penelitian harus dilaksanakan sesuai prosedur penelitian. Langkah- langkah penelitian yang penulis laksanakan yaitu:

(18)

1. Melakukan observasi/wawancara kepada salah satu guru bahasa Indonesia untuk mencari permasalahan yang dihadapi oleh peserta didik kelas VII MTs Nahdlatul Ulama Kota Tasikmalaya Tahun ajaran 2021/2022.

2. Membuat rencana penelitian yaitu dengan menggunakan metode eksperimen.

Dalam penelitian ini penulis akan mengujicobakan model pembelajaran Think Pair and Share terhadap kemampuan mengidentifikasi unsur-unsur dan

menceritakan kembali isi teks cerita fantasi yang dibaca.

3. Melakukan uji homogenitas untuk menentukan sampel yang akan dipilih dalam penelitian.

4. Menyusun instrumen penelitian berupa pedoman wawancara, pedoman observasi, dan soal tes pretest dan postest. Selain itu, penulis juga menggunakan instrumen Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol.

5. Melakukan uji validitas dan reliabilitas untuk mengetahui ketepatan antara indikator pencapaian kompetensi dengan alat tes (soal yang diberikan kepada peserta didik kelas eksperimen dan kelas kontrol).

6. Melakukan pretest untuk memperoleh data awal atau mengukur kemampuan awal peserta didik sebelum pembelajaran dilaksanakan di kelas eksperimen dan kelas kontrol.

7. Mengekspresikan atau mengujicobakan model pembelajaran Think Pair and Share pada sampel yang telah dipilih, yaitu kelas eksperimen pada peserta didik kelas VII B. Sedangkan kelas kontrol pada peserta didik kelas VII C dengan

(19)

menggunakan model pembelajaran Direct Instruction atau pembelajaran langsung.

8. Melakukan posttest untuk memperoleh data akhir atau setelah peserta didik melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran di kelas eksperimen dan kelas kontrol.

9. Mengumpulkan data sebagai hasil hasil kemampuan peserta didik dalam kemampuan mengidentifikasi unsur-unsur dan menceritakan kembali isi teks cerita fantasi.

10. Menganalisis data dengan menggunakan teknik statistik yang relevan yaitu dengan uji normalitas data dan uji perbedaan data. Jika data berdistribusi normal, maka dilanjutkan dengan uji t. Sedangkan, jika data tidak berdistribusi normal maka dilanjutkan dengan uji wilcoxon.

11. Merumuskan simpulan sesuai dengan penelitian yang penulis laksanakan.

Langkah-langkah penelitian yang penulis laksanakan mengacu sesuai dengan yang dijelaskan oleh Heryadi (2010:50) yaitu,

1) Memiliki permasalahan yang cocok dipecahkan dengan metode eksperimen;

2) Membangun kerangka pikir penelitian;

3) Mengeksperimenkan variabel X pada sampel yang telah dipilih;

4) Mengumpulkan data (variabel Y) sebagai dampak dari eksperimen;

5) Menganalisis data;

6) Merumuskan simpulan.

H. Teknik Pengolahan dan Analisis Data

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data statistik deskriptif. Menurut Heryadi (2021:03) “Statistik deskriptif

(20)

adalah statistik yang berkenaan dengan penyusunan, penyajian, penyimpulan, serta perhitungan data yang fungsinya tidak lebih daripada memberikan gambaran hasil pengukuran sebagaimana adanya”. Data penelitian yang diperoleh kemudian diolah dan dianalisis. Hal ini dilakukan untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis yang telah dirumuskan. Berikut adalah langkah-langkah yang dilakukan dalam menganalisis data.

1. Uji Prasyarat Analisis Data a. Uji Normalitas Data

Uji normalitas dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui normal atau tidaknya sebaran data penelitian. Pada penelitian ini pengujian normalitas data menggunakan program SPSS versi 25. Untuk menentukan normalitas data dapat dilakukan dengan uji Kolmogorov-Smirnov atau Shapiro-Wilk. Hal ini didasarkan pada jumlah sampel yang akan diuji. Apabila sampel yang digunakan > 50 maka menggunakan Kolmogorov-Smirnov, namun bila sampel yang digunakan < 50 maka digunakan Shapiro-Wilk (Dahlan dalam Ramlan, 2004). Dikarenakan sampel dalam penelitian ini < 50 maka digunakan uji Shapiro-Wilk.

Sujarweni (2021:53) menjelaskan langkah-langkah uji normalitas data dengan uji Shapiro-Wilk, sebagai berikut:

1. Buka lembar kerja baru klik File – New – Data

2. Lanjut pada variabel view untuk mempersiapkan pemasukan nama dan properti variabel.

3. Mengisi data. Setelah nama variabel didefinisikan, langkah selanjutnya mengisi data yang sudah dipersiapkan di Microsoft Exel.

4. Mengolah data. Ketik Analyze – Descriptive Statistic – Explore.

5. Masukan variabel yang dilakukan pengujian normalitas pada jendela Explore.

(21)

6. Klik Plots, pada jendela Explore dan centang Normality plots with tests.

7. Klik Continue lalu klik OK. Hasil pengujian ditampilkan pada jendela output.

Dasar pengambilan keputusan uji normalitas menurut Sujarweni (2021:55) dengan taraf signifikansi 0,05 (5%), yaitu:

a. Jika sig > 0,05 maka data berdistribusi normal.

b. Jika sig < 0,05 maka data tidak berdistribusi normal.

Perhitungan lebih lengkapnya terkait hasil uji normalitas, penulis lampirkan pada bagian lampiran C2.

b. Uji Homogenitas Data

Uji homogenitas digunakan untuk memperlihatkan bahwa dua atau lebih kelompok data sampel berasal dari populasi yang memiliki varian yang sama atau tidak. Uji homogenitas dilakukan untuk menunjukkan bahwa perbedaan yang terjadi pada uji statistik parametrik (misalnya uji t, Anava, Anacova ) benar-benar terjadi akibat adanya perbedaan antar kelompok, bukan sebagai akibat perbedaan dalam kelompok. Berikut di bawah ini langkah-langkah perhitungan uji homogenitas menggunakan SPSS menurut Kasmadi dalam Ikhlas (2020:140) sebagai berikut:

1. Buka program SPSS. Klik open, atau masukan daftar tabel skor 2. Klik menu Analyze - pilih Compare Mean - klik One-Way ANOVA.

3. Masukkan semua variable X1 dan X2 ke dalam kolom Dependent List, dan variable Y ke dalam kolom Factor melalui tombol ►

4. Klik tombol option, kemudian pilih kotak homogeneity of variance test

5. Beri tanda (√). Klik Continue-OK, sehingga anda akan memperoleh output SPSS.

6. Kesimpulan. Berdasarkan hasil perhitungan Levene test dilihat nilai p value sig. seluruh variabel jika lebih besar dari 0,05 maka H1 diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa varians seluruh variabel bersifat homogen.

(22)

Perhitungan lebih lengkapnya terkait hasil uji normalitas, penulis lampirkan pada bagian lampiran C1.

2. Uji Hipotesis

Setelah mengetahui data normal atau tidak, langkah selanjutnya yaitu uji perbedaan data. Hal ini dilakukan untuk menentukan pengaruh suatu perlakuan yang dilaksanakan dan menentukan keberartian perbedaan dari kelompok sampel yang dibandingkan. Jika hasil data berdistribusi normal, maka dilanjutkan dengan uji t.

Sedangkan jika hasil data berdistribusi tidak normal, maka dilanjutkan dengan uji wilcoxon.

Pendapat tersebut sejalan dengan yang dikemukakan Paramesti (2014:24) bahwa uji data menghasilkan data yang berdistribusi normal , maka alat analisa yang digunakan adalah uji statistik parametrik, yaitu pengujian dua sampel berpasangan (paired sample t-test), data tidak berdistribusi normal maka alat analisa yang digunakan adalah uji statistik non parametrik (Wilcoxon Signed Rank Test).

a. Uji t

Menurut Pramana (2012:39) “Uji beda digunakan untuk mengevaluasi perlakuan (treatment) tertentu pada satu sampel yang sama pada dua periode pengamatan yang berbeda”. Paired sample t-test digunakan apabila data berdistribusi normal. Sujarweni (2021:102) menjelaskan langkah-langkah perhitungan uji t:

1. Buka lembar kerja baru klik File-New-Data. Menampilkan variabel view untuk mempersiapkan pemasukan nama dan properti variabel.

2. Setelah nama variabel didefinisikan, langkah selanjutnya adalah mengisi data pada bagian Data View.

3. Kemudian klik Analyze - Compare Means - Paired-Sample T Test.

(23)

4. Masukan variabel pada kotak Paired Variables.

5. Menyimpan hasil Output.

6. Klik OK sehingga, outpus SPSS akan keluar.

7. Kesimpulan. Jika Sig > 0,05 maka Ho diterima, namun jika Sig < 0,05 maka Ho ditolak.

b. Uji Wilcoxon

Wilcoxon signed rank test (SPSS 25) merupakan uji non parametrik yang digunakan untuk menganalisis data berpasangan karena adanya dua perlakuan yang berbeda. Wilcoxon signed rank test digunakan apabila data berdistribusi tidak normal (Pramana, 2012:39). Uji wilcoxon dapat dilakukan melalui tahapan berikut ini:

1. Buka lembar kerja baru klik File-New-Data. Menampilkan variabel view untuk mempersiapkan pemasukan nama dan properti variabel.

2. Setelah nama variabel didefinisikan, langkah selanjutnya adalah mengisi data pada bagian Data View.

3. Kemudian klik Analyze – Non Parametrik Test – 2 Related Samples.

4. Masukan variabel secara bersamaan pada kotak Test Pair (S) List.

5. Pada Test type pilih Wilcoxon.

6. Klik OK, untuk menyimpan hasil output.

Dasar pengambilan keputusan menurut Sujarweni (2021:180) pada uji wilcoxon signed rank test adalah sebagai berikut:

1. Jika nilai asymp sig. (2-tailed) < 0,05 maka terdapat perbedaan yang signifikan (Ho ditolak Ha diterima).

2. Jika nilai asymp sig. (2-tailed) > 0,05 maka tidak terdapat perbedaan yang signifikan (Ho ditolak Ha diterima).

c. Uji Peningkatan (N-Gain)

Uji peningkatan hasil belajar (gain) dilakukan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik dari masing-masing kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas

(24)

kontrol. Perhitungan ini akan memperlihatkan nilai rata-rata peningkatan setiap kelas dari nilai gain yang dihasilkan. Gain ternormalisasi dihitung dengan menggunakan rumus:

gain = 𝑝𝑜𝑠𝑡𝑒𝑠𝑡−𝑝𝑟𝑒𝑡𝑒𝑠𝑡 𝑠𝑘𝑜𝑟 max − 𝑝𝑟𝑒𝑡𝑒𝑠𝑡

Kategori Perolehan Nilai N-Gain Score

NILAI N-GAIN KATEGORI

g > 0,7 Tinggi

0,3 ≤ g ≤ 0,7 Sedang

g < 0,3 Rendah

I. Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di MTs Nahdlatul Ulama Kota Tasikmalaya pada peserta didik kelas VII tahun ajaran 2021/2022 mulai November 2021 sampai dengan September 2022.

Referensi

Dokumen terkait

Diketahui bahwa pada kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran Discovery Learning berbasis Think Pair Share dan pada kelas kontrol menggunakan model

Berdasarkan perhitungan effect size tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menentukan KPK dan FPB dengan menerapkan model kooperatif think pair share memberikan

Model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share melatih siswa bagaimana mengutarakan pendapat, belajar menghargai pendapat orang lain dan dapat meningkatkan kemampuan siswa

Kesimpulan dari artikel tentang metode pembelajaran Think Pair Share ini adalah; metode pembelajaran Think Pair Share merupakan tipe model pembelajaran kooperatif yaitu

Untuk mengetahui manakah yang lebih baik/unggul antara model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dengan bantuan alat peraga dan model pembelajaran

Berdasarkan pendapat tersebut, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : Bagaimanakah Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS)

Jadi kesimpulan dari langkah-langkah kolaborasi model pembelajaran Think Pair Share dan Talking Stick adalah di awali dengan Sintaks model pembelajaran Think Pair

Untuk hasil respon siswa yang bertujuan untuk mengetahui pendapat siswa setelah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think- Pair-Share pada materi pokok