PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK TPS (THINK PAIR SHARE) DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA PADA POKOK BAHASAN PELUANG DIKELAS VII-3 SMP NEGERI 12 BINJAI T.A 2013/2014.

25  Download (0)

Teks penuh

(1)

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK TPS (THINK PAIR SHARE) DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN

PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA PADA POKOK BAHASAN PELUANG DIKELAS VII-3

SMP NEGERI 12 BINJAI T.A 2013/2014

Oleh : Siska Juliani NIM. 4103111074

Program Studi Pendidikan Matematika

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

JURUSAN MATEMATIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)

iv

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa , atas

segala kasih karuniaNya yang telah memberikan kesehatan kepada penulis

sehingga skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik sesuai dengan waktu yang

direncanakan.

Skripsi berjudul “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Teknik TPS

(Think Pair Share) Dalam Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah

Matematika Siswa Pada Pokok Bahasan Peluang Dikelas VII SMP Negeri 12

Binjai Tahun Ajaran 2013/2014”. Disusun untuk memperoleh gelar Sarjana

Pendidikan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

UNIMED.

Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada Ibu Dra.Ida

Karnasih,M.Sc,Ph.D, sebagai dosen pembimbing skripsi yang telah banyak

memberikan bimbingan dan saran-saran kepada penulis sejak awal rencana

penelitian sampai dengan selesainya penulisan skripsi ini. Ucapan terima kasih

juga disampaikan kepada Bapak Mulyono, S.Si., M.Si, Bapak Drs. Zul Amry,

M.Si.,Ph.D dan Bapak Drs. Marojahan Panjaitan, M.Pd selaku dosen penguji yang

telah memberikan masukan dan saran dalam penyusunan skripsi ini. Ucapan

terima kasih juga disampaikan kepada Bapak Prof. Dr.Bornok Sinaga, M.Pd

selaku dosen pembimbing akademik, Bapak Prof. Dr. Ibnu Hajar Damanik, M.Si

selaku Rektor UNIMED, Bapak Prof. Drs. Motlan, M.Sc., Ph.D selaku Dekan

FMIPA UNIMED, Bapak Dr. Edy Surya, M.Si selaku ketua Jurusan Matematika,

Bapak Drs. Zul Amry, M.Si., Ph.D selaku ketua Program Studi Pendidikan

Matematika, dan seluruh Bapak, Ibu Dosen beserta Staf Pegawai Jurusan

Matematika FMIPA UNIMED yang sudah membantu penulis.

Penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Kepala Sekolah

SMP Negeri 12Binjai Bapak Drs. Zulkarnain dan Ibu Sinta Ngena, S.Pd sebagai

guru bidang studi matematika dan seluruh Bapak/ Ibu guru beserta Staf Pegawai

(4)

v

Teristimewa penulis ucapkan terima kasih kepada kedua orang tua penulis

Ayahnda Ramli Rambertus Sitohang dan Ibunda Ria Sagala tercinta yang selalu

memberikan limpahan kasih sayang, doa, dorongan, semangat dan pengorbanan

yang tak ternilai selama pendidikan sampai selesainya skripsi ini. Tidak lupa pula

penulis ucapkan terima kasih kepada Darwin Sitohang, S.Tp, Lina Sitohang S.Pd,

Maria, Morgan, Raven beserta seluruh keluargaku yang tercinta yang telah

memberikan semangat dan dukungan kepada penulis. Buatsahabat-sahabat penulis

Nanda, Renata, Tetra, Puji, Vera, Priska, Rista, Zita, Ria, Santika dan seluruh

teman-teman seperjuangan angkatan 2010 khususnya kelas Dik C yang telah

banyak membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

Penulis telah berusaha semaksimal mungkin dalam menyelesaikan skripsi

ini, namun penulis menyadari masih banyak kelemahan dan kekurangan baik dari

segi isi maupun tata bahasa. Untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik

yang sifatnya membangun dari pembaca demi sempurnanya skripsi ini. Penulis

berharap isi skripsi ini dapat bermanfaat dalam memperkaya ilmu pendidikan.

Medan, Januari 2015 Penulis

(5)

vi

DAFTAR ISI

Halaman

LembarPengesahan i

RiwayatHidup ii

Abstrak iii

Kata Pengantar iv

Daftar Isi vi

Daftar Tabel ix

Daftar Gambar xi

DaftarLampiran xii

BAB I PENDAHULUAN 1

1.1. Latar Belakang Masalah 1

1.2. Identifikasi Masalah 7

1.3. Batasan Masalah 8

1.4. Rumusan Masalah 8

1.5. Tujuan Penelitian 9

1.6. Manfaat Penelitian 9

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1KerangkaTeoritis 10

2.1.1. Belajar dan Pembelajaran matematika 10

2.1.2. Masalah dalam Matematika 15

2.1.3. Pemecahan Masalah Matematika 16

2.1.4. Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika 20

2.1.5. Model Pembelajaran 22

2.1.6. Model Pembelajaran Kooperatif 24

2.1.7. Teknik Think-Pair-Share (TPS) 27

(6)

vii

2.1.9. Teori Belajar Yang Mendukung 31

2.1.10.Kurikulum 2013 Pada Matematika 33

2.1.11.Materi Pembelajaran Peluang 39

2.2 KerangkaKonseptual 47

2.3 HipotesisTindakan 49

BAB III METODE PENELITIAN 50

Jenis Penelitian 50

3.1. Lokasi dan Waktu Penelitian 50

3.2. Subjek dan Objek Penelitian 50

3.3. Definisi Operasional 51

3.4. Prosedur Penelitian 51

3.5. Analisis Data 66

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 70

4.1. HasilPenelitianPadaSiklus I 70

4.1.1.Deskripsi Hasil Tes Diagnostik 70

4.1.2.PelaksanaanTindakan I 71

4.1.3.Deskripsi HasilTes Kemampuan Pemecahan Masalah I 72

4.1.4.Deskripsi Hasil Observasi 75

4.1.5.Hasil Refleksi I 78

4.2. Deskripsi Hasil Penelitian Pada Siklus II 81

4.2.1.Deskripsi Hasil Tes Kemampuan Pemecahan Masalah II 81

4.2.2.PelaksanaanTindakan II 82

4.2.3.Deskripsi Hasil Observasi 86

4.2.4.Hasil Refleksi II 89

4.3. Pembahasan Hasil Penelitian 90

4.3.1.Pembahasan Hasil Observasi 93

(7)

viii

BAB V SIMPULAN DAN SARAN 102

5.1. Simpulan 102

5.2. Saran 102

(8)

ix

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 1 :Langkah-LangkahPembelajaranKooperatif

TeknikThink Pair Share 27

Tabel 4.1: DeskripsiTingkat Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa

Berdasarkan HasilTesDiagnostikAwal 71

Tabel 4.2: Tingkat KemampuanSiswaMemahamiMasalah

PadaTesDiagnostikPemecahanMasalah I 73

Tabel 4.3: Tingkat KemampuanSiswaMerencanakan

PemecahanMasalahPada TDPM I 73

Tabel 4.4: Tingkat KemampuanSiswaMelaksanakan

PemecahanMasalahPadaTDPM I 74

Tabel 4.5: Tingkat Kemampuan Siswa Memeriksa Kembali

PemecahanMasalah Pada TDPM I 74

Tabel 4.6: DeskripsiHasilObservasi Guru Melakukan

PembelajaranPadaSiklus I 75

Tabel 4.7: DeskripsiHasilObservasiSiswaMelakukan

PembelajaranPadaSiklus I 77

Tabel 4.8: Tingkat KemampuanSiswaMemahamiMasalah

PadaTesDiagnostikPemecahanMasalah II 83

Tabel 4.9: Tingkat KemampuanSiswaMerencanakanPemecahan

MasalahPadaTesDiagnostikPemecahanMasalah II 84

Tabel 4.10: Tingkat Kemampuan Siswa MelaksanakanPemecahan

Masalah Pada Tes Diagnostik Pemecahan Masalah II 84

Tabel 4.11: Tingkat Kemampuan Siswa Memeriksa Kembali

Hasil Diperoleh Pada TDPM II 85

Tabel 4.12: DeskripsiHasilObservasi Guru Melakukan

(9)

x

Tabel 4.13: DeskripsiHasilObservasiSiswaMelakukan

PembelajaranPadaSiklus II 87

Tabel 4.14: HasilTesDiagnostik Pemecahan Masalah I 90

Tabel 4.15: HasilTesDiagnostik Pemecahan Masalah II 91

Tabel 4.16: DeskripsiObservasiKegiatan Guru siklus I danSiklus II 93

Tabel 4.17: DeskripsiObservasiKegiatasnSiswaPadaSiklus I dan II 94

Tabel 4.18: Desripsi Model PembelajaranTPS (Think Pair Share)

(10)

xi

DAFTAR GAMBAR

Halaman

(11)

xii

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran 1 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 1 (Siklus 1) 105

Lampiran 2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 2 (Siklus 1) 112

Lampiran 3 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 3 (SiklusII) 118

Lampiran 4 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 4 (SiklusII) 131

Lampiran5 Kisi-KisiTes Diagnostik 132

Lampiran6 Kisi-KisiTDPM I 134

Lampiran 7 Kisi-Kisi TDPM II 136

Lampiran 8 Aspek Observasi Guru Dalam Pengelolaan Pembelajaran 139

Lampiran 9 Aspek Yang DiobservasiSiswa 140

Lampiran 10 Kisi-Kisi Instrumen Observasi Guru Pada Pelaksanaan 141 Pembelajaran Siklus I(Pertemuan I)

Lampiran 11 Kisi-Kisi InstrumenObservasi Guru Pada Pelaksanaan 142 Pembelajaran Siklus I (Pertemuan II)

Lampiran 12 Kisi-Kisi InstrumenObservasi Guru Pada Pelaksanaan 143 Pembelajaran Siklus II (Pertemuan I)

Lampiran 13 Kisi-Kisi InstrumenObservasi Guru Pada Pelaksanaan 144 Pembelajaran Siklus II (Pertemuan II)

Lampiran 14 Kisi-Kisi Instrumen Observasi Siswa Dan Melakukan 146 Pembelajaran

Lampiran 15 Lembar Validasi Soal TDPM I dan TDPM II 148

Lampiran 16 Lembar Validasi Soal Tes Diagnostik 149

Lampiran 17 Lembar Aktivitas Siswa I (Siklus I) 154

Lampiran 18 Lembar Aktivitas Siswa II (Siklus I) 160

Lampiran 19 Lembar Aktivitas Siswa I (Siklus II) 164

Lampiran 20 Lembar Aktivitas Siswa II (Siklus II) 169

Lampiran 21 Tes Diagnostik 173

Lampiran 22 TDPM I 177

Lampiran 23 TDPM II 178

(12)

xiii

Lampiran 25 Rubrik Penilaian TDPM I 182

Lampiran 26 Rubrik Penilaian TDPMI I 186

Lampiran 27 Pedoman Penskoran Nilai Tes Diagnostik 193

Lampiran 28 Pedoman Penskoran Pada TDPM I dan TDPM II 195

Lampiran 29 Lembar Observasi Guru Siklus I (Pertemuan I) 196

Lampiran 30 Lembar Observasi Guru Siklus I (Pertemuan II) 198

Lampiran 31 LembarObservasiSiswaSiklus I (Pertemuan I) 200

Lampiran 32 Lembar Observasi Siswa Siklus I (Pertemuan II) 202

Lampiran 33 Lembar Observasi Guru Siklus II (Pertemuan I) 204

Lampiran 34 Lembar Observasi Guru Siklus II (Pertemuan II) 206

Lampiran 35 Daftar Hasil Tes Diagnostik 208

Lampiran 36 Daftar Nilai Tes Diagnostik 211

Lampiran 37 Daftar NilaiTDPM I Aspek 1 213

Lampiran 38 Daftar NilaiTDPM I Aspek 2 215

Lampiran 39 Daftar NilaiTDPM I Aspek 3 218

Lampiran 40 Daftar NilaiTDPM I Aspek 4 220

Lampiran 41 Daftar NilaiTDPM II Aspek 1 222

Lampiran 42 Daftar NilaiTDPM II Aspek 2 224

Lampiran 43 Daftar NilaiTDPM II Aspek 3 226

Lampiran 44 Daftar NilaiTDPM II Aspek 4 228

(13)

1

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Menghadapi tantangan masa depan dalam era globalisasi dan canggihnya

teknologi dewasa ini, menuntut individu untuk memiliki berbagai keterampilan

dan pengetahuan. Keterampilan dan kemampuan yang harus dimiliki tersebut

antara lain adalah kemampuan pemecahan masalah. Kemampuan ini sangat

penting, karena dalam kehidupan sehari-hari setiap orang selalu dihadapkan pada

berbagai masalah yang harus dipecahkan dan menuntut pengetahuan untuk

menemukan solusi dari permasalahan yang dihadapinya. Salah satu sarana untuk

mengembangkan kemampuan pemecahan masalah bagi siswa pada pendidikan

adalah melalui pembelajaran matematika. Melalui pembelajaran matematika

diharapkan peserta didik dapat mengembangkan kemampuan berpikir,

mengkomunikasikan gagasannya serta dapat mengembangkan aktivitas kreatif

dalam memecahkan masalah.

Menurut Kline (dalam ht t p:/ / file.upi.edu/ direkt ori/ dual-m odes/ m odel-pem bel

ajaran_m at em at ika/ kegiat anbelajar1) menyatakan bahwa “ Matematika itu bukan

menyendiri yang dapat sempurna karena dirinya sendiri, tetapi adanya matematika

itu terutama untuk membantu manusia dalam memahami dan menguasai

permasalahan.”Sedangkan Paling (dalam Abdurrahman, 2009 : 252)

mengemukakan bahwa:

(14)

2

Ada banyak alasan tentang perlunya siswa belajar matematika.Menurut

Cornelius (dalam Abdurrahman, 2009, 253) mengemukakan bahwa:

Lima alasan perlunya belajar matematika karena matematika merupakan (1) sarana berpikir yang jelas dan logis, (2) sarana untuk memecahkan masalah kehidupan sehari-hari, (3) sarana mengenal pola-pola hubungan dan generalisasi pengalaman, (4) sarana untuk mengembangkan kreativitas, dan (5) sarana untuk meningkatkan kesadaran terhadap perkembangan budaya.

Dalam hal ini pemerintah melalui Dinas Pendidikan Nasional ( dalam

Muslich,2011:150) terus berupaya mengembangkan sistem pembelajaran

matematika di sekolah melalui pengembangan dan pembaharuan kurikulum

pembelajaran matematika yaitu kurikulum 2013 yang mengutamakan pendidikan

berkarakter dengan berisikan nilai-nilai: cinta Tuhan dan alam semesta beserta

isinya, tanggung jawab, kedisiplinan, kemandirian, kejujuran, kasih sayang,

kepedulian, hormat dan santun, serta kerjasama.

Menurut Soedjadi (2000:198) menyatakan bahwa: “Pendidikan sangat

penting memberikan pengalaman dan menumbuhkan kemampuan, khususnya

dalam memecahkan masalah yang berkaitan dengan matematika yaitu (1)

pemecahan masalah dalam matematika; (2) pemecahan masalah dengan

matematika; (3) pemecahan masalah dengan pemikiran matematik.”

Senada dengan Suharsono (dalam Wena.2011:53) yang mengemukakan

bahwa “kemampuan pemecahan masalah sangat penting artinya bagi siswa dan

masa depannya. Para ahli pembelajaran sependapat bahwa kemampuan

pemecahan masalah dalam batas-batas tertentu, dapat dibentuk melalui bidang

studi dan disiplin ilmu yang diajarkan.”

Sedangkan menurut Gagne (dalam Wena.2011:54) mengungkapkan

bahwa:

(15)

3

Namun, kenyataan di lapangan belum sesuai dengan yang diharapkan.

Hasil studi menyebutkan bahwa fokus dan perhatian pada upaya meningkatkan

kemampuan berpikir matematika siswa masih jarang dikembangkan. Utomo dan

Ruijter (dalam http://furahasekai.wordpress.com/2011/09/06/permasalahanpembel

ajaran-matematika-di-sekolah/)memaparkan bahwa:

Pada latihan pemecahan soal ternyata hanya sebagian kecil siswa yang dapat mengerjakannya dengan baik, sebagian besar tidak tahu apa yang harus dikerjakan. Setelah diberi petunjuk pun, mereka masih juga tidak dapat menyelesaikan soal-soal tersebut, sehingga guru menerangkan seluruh penyelesaiannya.

Sedangkan menurut Herman (dalam http://furahasekai.wordpress.com/201

1/09/06/permasalahanpembelajaran-matematika-di-sekolah/) mengemukakan

bahwa:

Masalah satu penyebab rendahnya penguasaan matematika siswa adalah guru tidak memberi kesempatan yang cukup kepada siswa untuk membangun sendiri pengetahuannya. Matematika dipelajari oleh kebanyakan siswa secara langsung dalam bentuk yang sudah jadi (formal), karena matematika dipandang oleh kebanyakan guru sebagai suatu proses yang prosedural dan mekanistis.

Kenyataan tersebut secara jelas menyatakan bahwa penurunan kualitas

pendidikan matematika dan moral peserta didik. Hal tersebut jelas belum sesuai

dengan yang diharapkan.Hal ini disebabkan masih banyak guru dalam

menyampaikan materi pelajaran hanya menjelaskan tanpa melibatkan siswa dan

kurang atau bahkan tidak memperdulikan kecerdasan emosi siswa sehingga model

pembelajaran tersebut masih konvensional atau sering dikatakan bersifat “

teacher-centered”. Pendekatan pembelajaran ini mengakibatkan rendahnya kemampuan

pemecahan masalah siswa dan siswa cenderung pasif. Padahal salah satu tujuan

pembelajaran matematika agar peserta didik memiliki kemampuan dalam

pemecahan masalah dan dapat mengkomunikasikannya. Untuk mengatasi

rendahnya nilai matematika dan moral karakter tersebut, para pendidik berusaha

mengadakan perbaikan dan peningkatan disegala segi yang menyangkut

pendidikan matematika.

(16)

4

Kualitas pembelajaran dapat dilihat dari segi proses dan dari segi hasil. Dari segi proses, pembelajaran dikatakan berhasil dan berkualitas apabila seluruhnya atau setidak-tidaknnya sebagian besar (80%) peserta didik terlibat secara aktif, baik fisik, mental, maupun sosial dalam proses pembelajaran, disamping menunjukkan kegairahan belajar yang tinggi, semangat belajar yang besar, dan rasa percaya pada diri sendiri. Dalam pembelajaran guru dan peserta didik sering dihadapkan pada berbagai masalah, baik yang berkaitan dengan mata pelajaran maupun yang menyangkut hubungan sosial. Pemecahan masalah pembelajaran dapat dilakukan melalui berbagai cara dengan salah satunya melalui diskusi. Berdasarkan hasil observasi awal (tanggal 1 Februari 2014) yang

dilaksanakan ke SMP Negeri 12 Binjai. Pembelajaran disekolah ini masih

menggunakan pola lama (pembelajaran konvensional, konsep dan aturan

matematika diberikan dalam bentuk jadi dari guru kepada para siswa, pemberian

contoh-contoh, interaksi satu arah, sesekali guru bertanya dan siswa menjawab,

pemberian tugas di rumah). Peneliti tidak menemukan siswa belajar secara

berkelompok. Aktivitas siswa selama kegiatan pembelajaran adalah

mendengarkan penjelasan guru, mencatat hal-hal yang dianggap penting. Siswa

sungkan bertanya pada guru dan temannya (khususnya siswa yang lemah)

walaupun diberi dorongan dan motivasi. Siswa yang pintar lebih senang bekerja

sendiri dan jika mengalami kesulitan langsung bertanya kepada guru tanpa

melewati hasil diskusi dalam kelompoknya. Guru melatih siswa mengerjakan

soal-soal rutin (menggunakan rumus dan aturan-aturan yang ada dalam materi

yang diajarkan). Guru kurang memperhatikan perkembangan belajar siswa, dan

sering tidak mengaitkan pengetahuan yang dimiliki siswa sebelumnya dengan

materi baru yang sedang diajarkan. Pembelajaran cenderung tidak bermakna bagi

siswa yang diindikasikan kurangnya keaktifan siswa dalam proses pembelajaran.

Peneliti juga mengadakan tes studi pendahuluan (tes diagnostik) kepada

siswa kelas VII SMP Negeri 12 Binjai. Tes yang diberikan berupa tes berbentuk

uraian untuk melihat kemampuan siswa dalam memecahkan masalah dalam

matematika.

Seperti soal berikut ini : Tetangga baru yang belum kamu kenal katanya

(17)

5

peluang kedua anak tetangga baru itu semuanya laki-laki!. Dalam menyelesaikan

soal di atas siswa belum mampu dalam mengartikan soal untuk membuat model

matematika karena terkait dengan dunia nyata yang dituntut siswa harus mampu

menganalisis soal dengan baik. Berikut adalah tingkat kemampuan siswa dalam

menyelesaikan tes yang diberikan.

Aspek Persentase siswa telah

memahami aspek

Dari hasil tes diagnostik terhadap pemecahan masalah siswa peneliti

mendapatkan 100% siswa belum mampu menyelesaikan soal tes diagnostik

tersebut dengan benar, dengan rincian 14% siswa tidak mampu memahami

masalah, 44,5 % siswa belum mampu memahami bagaimana merencanakan

pemecahan masalah, 91,7% siswa belum mampu memahami bagaimana

melaksanakan pemecahan masalah tersebut. Hal ini diperlihatkan dengan

ketidakmampuan siswa mengaitkan, menyusun, dan menetapkan konsep dan

prinsip yang telah dipelajari untuk menyelesaikan masalah berdasarkan model

matematika serta siswa tidak mampu menyelesaikan operasi hitung dengan benar

serta tidak mampu menentukan hasil jawabannya, dan terdapat 100% siswa tidak

memahami bagaimana memeriksa kembali hasil yang diperoleh tersebut. Hal ini

diperlihatkan dengan masih kosongnya lembar jawaban siswa seluruhnya. Pada

aspek ini siswa tidak mampu mensubstitusikan hasil yang telah didapat kedalam

eumus atau persamaan serta tidak dapat membuktikan hasil yang diperoleh.

Pada kesempatan itu peneliti juga melakukan wawancara dengan guru

matematika kelas VII SMP Negeri 12 Binjai (Ibu Sinta Ngena, S.Pd) mengatakan

(18)

6

Banyak siswa yang tidak mampu dalam memecahkan masalah pada pokok bahasan peluang dan hanya beberapa siswa saja yang dapat menyelesaikan soal,karena mereka kurang mampu memahami makna soal. Ini juga terjadi karena tingkat konsentrasi siswa yang tidak maksimal yang mungkin disebabkan karena model pembelajaran yang digunakan tidak cocok atau model pembelajaranyang sering digunakan(konvensional) tidak membuat siswa termotivasiserta pada kurikulum sebelumnya materi peluang belum ada sehingga kebanyakan siswa kurang mampu memecahkan masalah yang berhubungan dengan materi tersebut. Dan saya belum pernah menerapka model pembelajaran kooperatif teknik TPS (Think Pair Share).

Hamdani (2011:79) berpendapat bahwa:

Tugas guru dalam rangka optimalisasi proses belajar mengajar adalah sebagai fasilitator yang mampu mengembangkan kemauan belajar siswa, mengembangkan kondisi belajar, dan mengadakan pembatasan positif terhadap dirinya sebagai seorang guru. Jadi, metode pembelajaran merupakan salah satu faktor atau komponen pendidikan yang sangat menentukan berhasil tidaknya suatu pembelajaran.

Muslich(2011:122) mengatakan bahwa “Dalam praktiknyaberbagai

metode pembelajaran yang digunakan dalam pendekatan perkembangan moral

kognitif dalam pendidikan berkarakter dengan salah satunya metode diskusi.

Penggunaan metode ini akan menghidupkan suasana kelas.”

Dalam hal ini guru dapat menerapkan teknik pembelajaran matematika

yang lebih bervariasi.Salah satu variasi model pembelajaran yang bersifat

kolaboratif adalah TPS (Think Pair Share). Dimana pada salah satu teknik dari

model pembelajaran kooperatif ini siswa dapat belajar dan bekerja sama dalam

kelompok kecil yang bersifat collaborative. Menurut Istarani (2012:68)

mengatakan bahwa: “Model pembelajaran Think Pair Share menekankan pada

peningkatan daya nalar siswa, daya kritis siswa, daya imajinasi siswa, dan daya

analisis terhadap suatu permasalahan.”

Sedangkan yang dikemukakan Lie (dalam Isjoni,2009:112) bahwa :

Model pembelajaran kooperatif teknik TPS ini memberi siswa kesempatan untuk bekerja sendiri serta bekerjasama dengan orang lain dengan mengoptimalkan partisipasi siswa, yaitu memberi kesempatan delapan kali lebih banyak kepada setiap siswa untuk dikenali dan menunjukkan partisipasi mereka kepada orang lain.

(19)

7

Terdapat peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VII SMP Negeri32Medan T. A 2011/2012 dengan Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TPS (Think Pair Share).Model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) ini disarankan sebagai salah satu alternatif pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika.

Dari pernyataan di atas menunjukkan bahwa pentingnya melibatkan peran

aktif, kerjasama, kepedulian, serta tanggung jawab siswa melalui pembelajaran

kooperatif teknik think-pair-share (TPS) ini siswa diharapkan mengalami

pembelajaran matematika yang lebih menarik, lebih mengaktifkan siswa, mampu

berkolaborasi, peduli, bertanggung jawab dan meningkatkan kemampuan

pemecahan masalah matematika siswa sehingga dapat meningkatkan prestasi

belajar siswa.

Berdasarkan latar belakang yang diuraikan diatas, maka peneliti

bermaksud mengadakan penelitian berjudul: Penerapan Model Pembelajaran

Kooperatif Teknik TPS (Think Pair Share) dalam Meningkatkan Kemampuan

Pemecahan Masalah Matematika Siswa Pada Pokok Bahasan Peluang Dikelas VII

SMP Negeri 12 Binjai Tahun Ajaran 2013/2014.

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan uraian pada latar belakang di atas, maka masalah yang dapat

diidentifikasi adalah :

1. Rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.

2. Masih banyaknya siswa yang tidak mampu dalam memecahkan masalah

pada pokok bahasan peluang.

3. Penguasaan guru terhadap berbagai model pembelajaran kurang tepat.

4. Penguasaan guru masih menggunakan model pembelajaran yang bersifat

konvensional dan belum diterapkannya model pembelajaran kooperatif

teknik Think Pair Share dalam pengajaran matematika khususnya pada

pokok bahasan Peluang.

(20)

8

Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah diatas, masalah

penelitian dibatasi untuk mengetahui :

 Rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada

pokok bahasan peluang dikelas VII SMP Negeri 12 Binjai tahun ajaran

2013/2014.

 Kurangnya pengetahuan guru dalam menerapkan model pembelajaran

(masih konvensional) sehingga menghambat kemampuan pemecahan

masalah matematika siswa pada pokok bahasan peluang dikelas VII SMP

Negeri 12 Binjai tahun ajaran 2013/2014.

 Penerapan model pembelajaran kooperatif teknik TPS (Think Pair Share)

dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa

pada pokok bahasan peluang dikelas VII SMP Negeri 12 Binjai tahun

ajaran 2013/2014.

1.4 Rumusan Masalah

Dengan pembatasan di atas, maka yang menjadi masalah dalam penelitian

ini dirumuskan sebagai berikut:

1. Bagaimana tingkat kemampuan siswa dalam memecahkan masalah dengan

penerapan model pembelajaran kooperatif teknik Think-pair-Share (TPS)

pada pokok bahasan peluang di kelas VII SMP Negeri 12 Binjai tahun

ajaran 2013/2014?

2. Bagaimana pengelolaan pembelajaran yang dilaksanakan guru dengan

menerapkan model pembelajaran kooperatif teknik Think-Pair-Share

(TPS) berdasarkan pemecahan masalah pada pokok bahasan peluang di

(21)

9

1.5 Tujuan Penelitian

Sesuai dengan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah :

1. Untuk menentukan tingkat pencapaian kemampuan pemecahan masalah

matematika siswa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif

teknik Think-Pair-Share (TPS) pada pokok bahasan peluang di kelas VII

SMP Negeri 12 Binjai tahun ajaran 2013/2014.

2. Untuk mengetahui pengelolaan pembelajaran yang dilaksanakan guru

dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif teknik

Think-Pair-Share (TPS) berdasarkan pemecahan masalah pada pokok bahasan peluang

di kelas VII SMP Negeri 12 Binjai tahun ajaran 2013/2014.

1.6 Manfaat Penelitian

Setelah penelitian ini selesai diharapkan dapat bermanfaat bagi semua

kalangan, diantaranya yakni :

1. Bagi siswa. Memberi pengalaman belajar siswa terkait pemecahan

masalah dan berkolaborasi secara kolaboratif melalui model pembelajaran

kooperatif teknik Think-Pair-Share (TPS).

2. Bagi guru. Perangkat dan hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan

pertimbangan dan masukan dalam mengembangkan model pembelajaran

matematika upaya meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa.

3. Bagi sekolah. Hasil–hasil penelitian dapat dijadikan sebagai masukan

dalam mengambil alternatif kebijakan penerapan model pembelajaran

yang inovatif di sekolah.

4. Bagi peneliti. Hasil-hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai masukan

dalam pengembangan penerapan model pembelajaran kepada siswa untuk

(22)

102

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan

Berdasarkan hasil analisis data dan hasil observasi dapat diambil kesimpulan

bahwa:

1. Tingkat kemampuan siswa dalam memecahkan masalah dengan

penerapan model pembelajaran kooperatif teknik Think-pair-Share

(TPS) pada pokok bahasan peluang di kelas VII SMP Negeri 12 Binjai

tahun ajaran 2013/2014 adalah dalam kategori baik.

2. Pengelolaan pembelajaran yang dilaksanakan guru dengan

menerapkan model pembelajaran kooperatif teknik Think-Pair-Share

(TPS) berdasarkan pemecahan masalah pada pokok bahasan peluang

di kelas VII SMP Negeri 12 Binjai tahun ajaran 2013/2014 adalah

dalam kategori baik.

5.2Saran

Berdasarkan simpulan penelitian, bahwa saran (rekomendasi) yang diajukan

adalah :

Berdasarkan simpulan penelitian, saran yang diajukan adalah:

1. Bagi guru yang ingin meningkatkan pemecahan masalah matematika siswa

pada pokok bahasan peluang dapat menerapkan model pembelajaran

kooperatif teknik Think-Pair-Share (TPS).

2. Kepada peneliti selanjutnya agar hasil dan perangkat penelitian ini dapat

dijadikan pertimbangan untuk menerapkan model pembelajaran kooperatif

teknik Think-Pair-Share (TPS) pada materi ajar kesebangunan ataupun

(23)

102

DAFTAR PUSTAKA

Abdurrahman, Mulyono. 2009. Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar. Rine

ka Cipta : Jakarta

Arikunto, Suharsimi. 2010.Prosedur Penelitian. Rineka Cipta : Jakarta

Bahri Djamarah, Syaiful. 2011.Psikologi Belajar. Rineka Cipta : Jakarta

Daryanto.2010. Belajar Mengajar. Yrama Widya. : Bandung

Hamdani.2011. Stategi Belajar Mengajar. Pustaka setia : Bandung

Hudojo, Herman. 2009. Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran

Matematika. Malang : UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Isjoni.2009.Pembelajaran Koooperatif Meningkatan Kecerdasan Komunikasi

Antar Peserta Didik. Pustaka Pelajar :Yogyakarta

Istarani.2012.58 Model Pembelajaran Inovatif.Media Persada :Medan

Mulyasa, E. 2013. Pengembangan Implementasi Kurikulum 2013. Remaja Rosdak

arya :Bandung

Muslich, Masnur. 2011.Pendidikan Berkarakter. Bumi aksara :Jakarta

Purwanto,N. 2009. Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung :

Remaja Rosda Karya

Rohman, Muhammad. Dan Sofan, Amri. 2012. Manajemen Pendidikan. Prestasi

Pustaka :Jakarta

Soedjadi, R. 2000. Kiat Pendidikan Matematika diIndonesia. Departemen Pendidi

kan Nasional : ___

Slameto.2003. Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta :

Rineka Cipta

Sudijono, Anas. 2011. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Raja Grafindo Persada : Ja

karta

Suprijono, Agus. 2009. Cooperative Learning Teori Dan Aplikasi PAIKEM. Pusta

ka Pelajar : Yogyakarta

Tim dosen. 2010. Psikologi Pendidikan. PPS UNIMED :Medan

Trianto. 2010. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif Progresif. Kencana : Jaka

(24)

103

Turmudi. 2009. Taktik Dan Strategi Pembelajaran Matematika. Leuser Cita Pusta

ka :Jakarta

Wena, Made. 2011. Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer. Bumi Aksara :J

akarta

Arasari. 2013. http://www.slideshare.net/ ARASARI/RPP Ala Kurikulum 2013

Untuk PPG(diakses 27 Desember 2013)

Cahaya Kusuma,Deden.2013.http://berita.upi.edu/2013/04/01/

Komponen-Pengembangan Kurikulum 2013 Pada Bahan Uji Publik Kurikulum 2013/(diakses

16 Januari 2014)

Sumangkut, Clieff. 2013. http://www.academia.edu/4372255/ All Silabus Mat Kel

as VII Kur 2013(diakses 17 Januari 2014)

Depdiknas. 2011. http://Sharrywatie90.wordpress.com/ 2011/ 12/ 29/ Perkemban

gan Pembelajaran Matematika di Indonesia/ (diakses 29 Desember 2013)

Dewi, Asmi Yuriana.2010.http:// Rian. Hilman. web. id/?p=52(diakses 15 Januari 2014)

Erwin, Roosilawati. 2012. http://www.lpmpjateng.go id/ web/ index.php/ arsip/art

ikel/802 Karakteristik Kemampuan Bernalar Dan Memecahkan Masalah

Peserta Diklat Peningkatan Kompetensi Guru(diakses 15 Januari 2014)

Haryani,Desti. 2011. http://eprints.uny.ac.id/ 7181/ 1/ PM16%20%20 Desti%20

Haryani. pdf(diakses 16 Januari 2014)

Furahasekai.2011.http://furahasekai.wordpress.com/2011/09/06/ Permasalahan

Pembelajaran Matematika di Sekolah/(diakses 27 Desember 2013)

Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2012. http://Eziapino.blogspot.com/2012/04/ Ha

kikat Pembelajaran Matematika.html(diakses 29 Desember 2013)

Kline . 2013. http://file.upi.edu/direktori/dual-modes/ Model Pembelajaran Matem

atika/ kegiatan_belajar1 (diakses 27 Desember 2013)

Matstkipymbangko. 2012. http://www.matstkipypmbangko.tk/2012/08/ Kemamp

uan Pemecahan Masalah Matematika.html(diakses 30 Desember 2013)

The principles for school mathematics. 2013. http://www.nctm.org/standards/cont

ent.aspx?id=26802/Principles For School Mathematics (diakses 29 Desember

(25)

ii

RIWAYAT HIDUP

Siska Juliani dilahirkan di Binjai, Sumatera Utara pada tanggal 30 Juli 1992. Ayahanda bernama Ramli Rambertus Sitohang dan Ibunda bernama Ria

Sagala dan merupakan anak ketiga dari enam bersaudara. Pada tahun 1998,

penulis masuk SD Negeri 024753Binjai dan lulus pada tahun 2004. Pada tahun

2004, penulis melanjutkan sekolah SMP Negeri 3Binjai dan lulus pada tahun

2007. Pada tahun 2007, penulis melanjutkan sekolah di SMA Negeri 4 Binjai dan

lulus pada tahun 2010. Pada tahun 2010, penulis diterima di Program Studi

Pendidikan Matematika, Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu

Figur

Tabel 4.13: DeskripsiHasilObservasiSiswaMelakukan

Tabel 4.13:

DeskripsiHasilObservasiSiswaMelakukan p.9
Gambar 1  Skema prosedur penelitian

Gambar 1

Skema prosedur penelitian p.10

Referensi

Pindai kode QR dengan aplikasi 1PDF
untuk diunduh sekarang

Instal aplikasi 1PDF di