• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kopling tetap adalah suatu elemen mesin yang berfungsi sebagai penerus putaran dan daya dari poros penggerak ke poros yang digerakkan secara pasti

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Kopling tetap adalah suatu elemen mesin yang berfungsi sebagai penerus putaran dan daya dari poros penggerak ke poros yang digerakkan secara pasti"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

“ Kopling tetap adalah suatu elemen mesin yang berfungsi sebagai penerus putaran dan

daya dari poros penggerak ke poros yang digerakkan secara pasti (tanpa terjadi slip), dimana sumbu kedua poros tersebut terletak

pada satu garis lurus atau berbeda sedikit sumbunya. “

“ Kopling tetap adalah suatu elemen mesin yang berfungsi sebagai penerus putaran dan

daya dari poros penggerak ke poros yang digerakkan secara pasti (tanpa terjadi slip), dimana sumbu kedua poros tersebut terletak

pada satu garis lurus atau berbeda sedikit sumbunya. “

(2)

K.O.P.L.I.N.G

Letak Kopling.

• Kopling ( clutch) terletak di antara mesin dan transmisi. Kopling berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan

putaran mesin ke transmisi.

• REF. http://otogembel.wordpress.com

Letak Kopling.

• Kopling ( clutch) terletak di antara mesin dan transmisi. Kopling berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan

putaran mesin ke transmisi.

(3)

KONSTRUKSI KOPLING

(4)

SYARAT KOPLING

Kopling dalam pemakaian dikendaraan, harus memiliki syarat-syarat minimal sebagai berikut :

• Harus dapat memutus dan menghubungkan putaran mesin ke transmisi dengan lembut.

• Harus dapat memindahkan tenaga mesin dengan tanpa slip.

• Harus dapat memutuskan hubungan dengan sempurna dan cepat.

Kopling dalam pemakaian dikendaraan, harus memiliki syarat-syarat minimal sebagai berikut :

• Harus dapat memutus dan menghubungkan putaran mesin ke transmisi dengan lembut.

• Harus dapat memindahkan tenaga mesin dengan tanpa slip.

• Harus dapat memutuskan hubungan dengan sempurna dan cepat.

(5)

Macam- macam Kopling Tetap

• Kopling kaku : kedua sumbu poros harus segaris lurus

• Kopling luwes (flexible) : mengizinkan sedikit ketidaklurusan sumbu poros

• Kopling Universal : digunakan bila kedua poros akan membentuk sudut yang cukup besar

• Kopling kaku : kedua sumbu poros harus segaris lurus

• Kopling luwes (flexible) : mengizinkan sedikit ketidaklurusan sumbu poros

• Kopling Universal : digunakan bila kedua poros akan membentuk sudut yang cukup besar

(6)

KOPLING KAKU

Kopling Flens Kaku Kopling Flens Tempa

(7)

KOPLING LUWES

(8)

KOPLING Universal

(9)

Hal-hal Penting dalam

Perencanaan Kopling Tetap

1. Pemasangan yang mudah dan cepat 2. Ringkas dan ringan

3. Aman pada putaran tinggi

4. Dapat mencegah pembebanan lebih

5. Terdapat sedikit kemungkinan gerakan aksial pada poros sekiranya terjadi pemuaian karena panas, dll.

1. Pemasangan yang mudah dan cepat 2. Ringkas dan ringan

3. Aman pada putaran tinggi

4. Dapat mencegah pembebanan lebih

5. Terdapat sedikit kemungkinan gerakan aksial pada poros sekiranya terjadi pemuaian karena panas, dll.

(10)

Kopling Kaku

@koplingtetap.em

• Banyak dipakai pada poros mesin dan transmisi umum di pabrik-pabrik.

• Terdiri atas naf dengan flens yang terbuat dari besi cor atau baja cor, diikat dengan baut pada flensnya.

• Tidak mengizinkan sedikitpun

ketidaklurusan sumbu kedua poros, tidak dapat mengurangi tumbukan dan getaran transmisi.

• Banyak dipakai pada poros mesin dan transmisi umum di pabrik-pabrik.

• Terdiri atas naf dengan flens yang terbuat dari besi cor atau baja cor, diikat dengan baut pada flensnya.

• Tidak mengizinkan sedikitpun

ketidaklurusan sumbu kedua poros, tidak dapat mengurangi tumbukan dan getaran transmisi.

(11)

Ukuran KOPLING flens (JIS B 1451-1962)

(12)
(13)

DIAGRAM ALIR UNTUK

MERENCAKAN KOPLING TETAP

JENIS FLENS

DIAGRAM ALIR UNTUK

MERENCAKAN KOPLING TETAP

JENIS FLENS

(14)

Merancang diameter poros

Merancang diameter poros

(15)

Mulai

1. Daya yang ditransmisikan: P (kW) Putaran poros : n1 (rpm)

2. Faktor koreksi fc

3. Daya rencana Pd (kW)

4. Momen puntir rencana T (kg mm)

5. Bahan Poros, perlakuan panas, kekuatan tarik σB (kg/mm2)

Apakah poros bertangga atau beralur pasak ? Faktor keamanan Sf1, Sf2

(16)

A

6. Tegangan geser yang diijinkan τa (kg/mm2)

7. Faktor koreksi untuk momen puntir Kt Faktor lenturan Cb

8. Diameter poros ds (mm)

9. Jari-jari filet dari poros bertangga r (mm) Ukuran pasak dan alur pasak

10. Faktor konsentrasi tegangan pada poros bertangga β, pada pasak α

11. Tegangan geser τ (kg/mm2)

9. Jari-jari filet dari poros bertangga r (mm) Ukuran pasak dan alur pasak

(17)

12.

B

13. Diameter poros ds (mm) Bahan poros, Perlakuan panas Jari-jari filet dari poros bertangga

Ukuran pasak dan alur pasak

t b a c K atau Sf2 5 8 9 Ya No 13. Diameter poros ds (mm) Bahan poros, Perlakuan panas Jari-jari filet dari poros bertangga

Ukuran pasak dan alur pasak

(18)

CAT

CAT

ATAN :

Bila bahan poros ditentukan sesuai dengan standar, maka kekuatannya dapat diketahui

dengan jelas. Tetapi jika bahan poros

ditentukan sebagai baja liat misalnya, maka ambillah harga kadar karbon terendah

sebesar 0,2%, lalu dikalikan dengan 100 dan tambahkan 20 pada hasil perkalian tersebut untuk memperoleh harga kekuatan

tariknya

Bila bahan poros ditentukan sesuai dengan standar, maka kekuatannya dapat diketahui

dengan jelas. Tetapi jika bahan poros

ditentukan sebagai baja liat misalnya, maka ambillah harga kadar karbon terendah

sebesar 0,2%, lalu dikalikan dengan 100 dan tambahkan 20 pada hasil perkalian tersebut untuk memperoleh harga kekuatan

(19)
(20)

Step 10. Pemeriksaan Baut

• Sulit sekali untuk menjamin keseragaman distribusi tegangan geser pada baut-baut pengikat flens.

• Dalam perhitungan dianggap bahwa

hanya 50% saja dari seluruh baut yang berjumlah nn buah menerima seluruh

beban secara merata.

• Sulit sekali untuk menjamin keseragaman distribusi tegangan geser pada baut-baut pengikat flens.

• Dalam perhitungan dianggap bahwa

hanya 50% saja dari seluruh baut yang berjumlah nn buah menerima seluruh

(21)

Jika jumlah baut yang menanggung beban dinyatakan dengan nnee maka besaranya tegangan geser pada baut

dapat dihitung sbb: ba b e b b e b b

mm

kg

B

n

d

T

mm

kg

B

n

d

T

)

/

(

8

)

.

(

2

4

2 2 2 ba b e b b e b b

mm

kg

B

n

d

T

mm

kg

B

n

d

T

)

/

(

8

)

.

(

2

4

2 2 2

(22)

Bagian yang mengalami konsentrasi tegangan seperti

bagian ulir harus dijauhkan dari permukaan kontak kopling. Dalam hal ada tumbukan, maka tegangan geser baut

harus dibagi dengan faktor K b yang dipilih antara 1,5 dan 3.

)

/

(

kg

mm

2

K

x

Sf

b b b ba

Bagian yang mengalami konsentrasi tegangan seperti

bagian ulir harus dijauhkan dari permukaan kontak kopling. Dalam hal ada tumbukan, maka tegangan geser baut

harus dibagi dengan faktor K b yang dipilih antara 1,5 dan 3.ba

(23)

Step 15. Pemeriksaan Flens

• Untuk kopling yang dipergunakan bagi tugas-tugas penting seperti

menghubungkan turbin dengan generator pakailah baja tempa untuk menghindari bagian yang keropos.

• Untuk pemakaian lain umumnya

menggunakan besi cor, jika dikehendaki bahan yang agak kuat pakailah baja cor. • Untuk kopling yang dipergunakan bagi

tugas-tugas penting seperti

menghubungkan turbin dengan generator pakailah baja tempa untuk menghindari bagian yang keropos.

• Untuk pemakaian lain umumnya

menggunakan besi cor, jika dikehendaki bahan yang agak kuat pakailah baja cor.

(24)

Karena bagian yang keropos rentan terhadap tumbukan, maka faktor koreksi KF harus diambil 2 atau 3 dan

dikalikan pada τF . F F B Fa Fa F F

K

x

Sf

dengan

F

C

T

:

2

2 F F B Fa Fa F F

K

x

Sf

dengan

F

C

T

:

2

2

(25)
(26)
(27)

B

n

d

T

e b b

8

2

B

n

d

T

e b b

8

2

Pemeriksaan Pemeriksaan Baut Baut

(28)

F F B Fa Sf x K

Pemeriksaan Pemeriksaan Flens Flens

F

C

T

F

2

2

(29)
(30)

Selamat

Selamat berlatih

berlatih

Gambar

DIAGRAM ALIR UNTUK

Referensi

Dokumen terkait

Sabuk adalah suatu elemen mesin yang berfungsi sebagai penerus putaran dan daya dari proses penggerak ke poros yang digerakkan, dimana jarak kedua poros tersebut berada

Kopling tetap adalah suatu elemen mesin yang berfungsi sebagai penerus putaran dan daya dari poros penggerak ke poros yang digerakan secara pasti (tanpa terjadi