LAPORAN KULIAH KERJA MEDIA
Peran Humas Dalam Melakukan Publikasi Melalui Press Release di
Setda Kabupaten Wonogiri
Disusun oleh :
FENDY PERDANA ARDIYANTO
D1609036
TUGAS AKHIR
Diajukan untuk melengkapi tugas-tugas dan memenuhi syarat- syarat guna Memperoleh gelar Ahli Madya bidang Komunikasi Terapan
PROGRAM KOMUNIKASI TERAPAN
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
MOTTO
Sesali masa lalu karena ada kekecewaan dan kesalahan – kesalahan, tetapi
jadikan penyesalan itu sebagai senjata untuk masa depan agar tidak terjadi
kesalahan lagi.
Sabar dalam mengatasi kesulitan dan bertindak bijaksana dalam
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum wr, wb
Puji syukur alhamdullillah, saya panjatkan kehadirat Allah, SWT, yang telah
melimpahkan Rahmat dan karunia-Nya. Sehingga pada akhirnya penulis dapat
menyelesaikan tugas ini dengan baik.. Adapun judul penulisan tugas akhir, yang saya
ambil adalah sebagai berikut
’’Peran Humas Dalam Melakukan Publikasi Melalui Press Release di Setda
Kabupaten Wonogiri ”
Diadakanya Kegiatan Kuliah Kerja Media ini mempunyai tujuan yaitu, untuk
memperoleh tambahan ilmu pengetahuan dibidang Public Relations/ Humas, serta
untuk mendapatkan pengalaman sehingga dapat membandingkan teori yang didapat
di bangku kuliah dengan kenyataan yang terjadi pada perusahaan, selain itu untuk
memperoleh gelar Ahli Madya Program Studi Public Relations Komunikasi Terapan
dan sebagai salah satu syarat kelulusan Program Diploma Tiga (D. III) Public
Relations / Humas, Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik, Universitas Sebelas Maret
Surakarta. Sedangkan tujuan khususnya adalah untuk mengetahui gambaran kerja
Dalam penelitian Laporan Tugas Akhir ini, penulis menemui cakup banyak
hambatan dan kesulitan, namun berkat bimbingan, bantuan, serta dukungan dari
berbagai pihak akhirnya penulisan tugas akhir ini dapat terselesaikan dengan baik.
Dengan kerendahan hati penulis menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-
besarnya kepada :
1. Bapak Prof. Drs. Pawito Ph,d selaku Dekan FISIP UNS
2. Ibu Tanti Hermawati, S.sos, M.si selaku Dosen pembimbing Kuliah Kerja Media
beliau yang telah memberikan bimbingan di dalam pembuatan tugas akhir ini.
3. Staff / Karyawan, Dosen dilingkungan UNS
4. Bp. Waluyo, S,sos.MM selaku Kabag Humas Setda Kabupaten Wonogiri
5. Staff / Karyawan dilingkungan Setda Kabupaten Wonogiri
6. Orang tua tercinta yang telah memberikan dukungan moral maupun spiritual.
7. Rekan- rekan mahasiswa kelas PR/ B, salam kreativitas untuk kalian
8. Adik saya tercinta Rosita Dewi Nurqi yang selalu memberikan semaangat
9. Pak Joko beliau yang telah banyak memberikan motivasi
10. Mbak Dewi yang banyak memberikan masukan-masukan dan membimbing saya
selama ini.
11. Pak Bin, pak Tris, Pak Heru, Pak Bambang, Pak Eka, selaku staff karyawan yang
Serta semua pihak yang terlalu banyak untuk disebut satu persatu sehingga
terwujudnya penulisan ini. Penulis menyadari bahwa penulisan tugas akhir ini masih
jauh sekali dari sempurna, untuk itu penulis mohon kritik dan saran yang bersifat
membangun demi kesempurnaan penulisan dimasa yang akan datang.
Akhir kata semoga tugas akhir ini dapat berguna bagi penulis khususnya dan
bagi para pembaca yang berminat pada umumnya.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb
Surakarta, 2012
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL……….. i
PERSETUJUAN………. ii
PENGESAHAN………. .iii
MOTTO……….. iv
KATA PENGANTAR……… v
DAFTAR ISI……… . vi
BAB I PENDAHULUAN……….. 1
A. Latar belakang Masalah……… 1
B. Tujuan……….……….. 3
BAB II TINJAUAN PUSTAKA……….. 4
A. Pengertian Public Relations ……… 4
B. Fungsi Public Relations………... 14
C. Media Relations………... 17
D. Public Relations Pemerintahan……… 21
E. Kegiatan Public Relations……… 23
F. Penulisan Press Release………... 24
BAB III DISKRIPSI KABUPATENWONOGIRI……….. 25
A. Sejarah Kabupaten Wonogiri……… 28
B. Lambang Kabupaten Wonogiri ……… 32
F. Bentuk dan Susunan Organisasi Pemerintah Kabupaten
Wonogiri……… 36
G. Stuktur Organisasi Humas……… 38
H. Visi dan Misi Humas……… 40
I. Kegiatan Bagian Pemberitaan………. 42
BAB IV PELAKSANAAN KKM……….. 43
A.Waktu dan Pelaksanaan Magang……… 43
B. Bidang Pelaksanaan ………. 43
C. Kegiatan Yang Telah Dilakukan ………. 44
BAB V PENUTUP……….. 47
A. Kesimpulan……… 47
B. Saran………. 48
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Public Relations (PR) atau Humas (hubungan masyarakat) merupakan
sesuatu yang belum begitu familiar, belum dikenal atau masih asing ditelinga
public atau masyarakat. Padahal, perkembangan PR di Indonesia demikian pesat sehingga bermunculan PR di pemerintahan, perusahaan swasta, BUMN (Badan
Usaha Milik Negara), organisasi nirlaba atau lembaga swadaya masyarakat. Pada
era tahun 1980-an, lahir pula perusahaan konsultan PR, yang kiprahnya sebagian
besar di Ibukota Jakarta. Kini dengan banyaknya perguruan tinggi negeri (PTN)
dan swasta (PTS) membuka program studi PR, baik jenjang diploma, sarjana
maupun pasca sarjana, serta terus meningkatnya dari tahun ke tahun calon
peminat program study PR, PR semakin familiar atau memasyarakat.
Humas adalah pendandanan kata dari PR, yang banyak digunakan
intitusi-institusi pemerintah di Indonesia, seperti Biro Humas Kementrian Dalam Negeri,
Bagian Humas Provinsi. Secara etimologis, istilah public yang diterjemahkan
menjadi masyarakat, kurang tepat karena yang tepat padanan katanya, yaitu public
atau khalayak. Sedangkan masyarakat yang diterjemahkan kedalam bahasa Inggris
menjadi society atau general public, pengertianya lebih luas dari public itu sendiri.
Sementara, dalam setiap kegiatan PR yang menjadi target publiknya bukan society
atau general public, melainkan public, dimana public adalah bagian dari society
atau general public.
Berkembangnya teknologi informasi telah banyak membuahkan
perkembangan yang cukup pesat. Banyaknya berbagai jenis media massa dan
derasnya arus informasi yang berdampak pada masyarakat belum merupakan
jaminan akan memberi pencerahan kepada masyarakat, bahkan dalam berbagai
atau humas menjadi sangat penting disetiap lembaga atau instansi atau individu
atau pemerintahan yang diharuskan membentuk citra yang baik.
Salah satu fungsi PR yakni sebagai mediator atau penghubung antara
pihak eksternal dengan pihak internal ataupun sebaliknya. Selain sebagai
penghubung antara pihak eksternal dan pihak internal ataupun sebaliknya. Selain
sebagai mediator, PR juga berfungsi sebagai fasilitator yaitu wadah yang
memberikan fasilitas dalam penyampaian informasi bagi public internal maupun
eksternal. Untuk memperoleh dukungan dan keprcayaan publik dan memberikan
informasi kepada masyarakat adalah salah satu kegiatan PR.
Hubungan Media (Press Relations/ Media Relations) yakni membina
hubungan baik dengan kalangan pers yang mengelola media cetak (surat kabar/
majalah) dan media elektronik (TV/ radio).
Salah satu fungsi dan tugas Public Relations/ humas adalah
menyelenggarakan publikasi atau menyebarluaskan informasi melalui berbagai
media tentang aktifitas atau kegiatan perusahaan atau organisasi yang pantas
diketahui oleh publik. setelah itu menghasilkan publisitas untuk memperoleh
tanggapan positif secara lebih luas dari masyarakat. Dalam hal ini, tugas public relations officer ( PRO ) adalah menciptakan berita untuk mencari publisitas
melalui kerjasama dengan pihak pers / wartawan dengan tujuan menguntungkan
citra lembaga atau organisasi yang diwakilinya. Salah satu tujuan penulis
melakukan Kuliah Kerja Media untuk mencari dan menggali sedalam mungkin
tentang apa saja yang harus dikerjakan seorang public relations officer/ pejabat
humas di Setda Kabupaten Wonogiri. Salah satu tujuan kasubag Pemberitaan
Setda Kabupaten Wonogiri adalah mendapatkan persepsi yang baik dari
khalayaknya. Pers merupakan salah satu khalayaknya. Melalui penyampaian
beritanya yang baik dan sesuai kenyataanya. Aktifitas sub bagian pemberitaan
adalah melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan pemerintah daerah,
pembinaan dan fasilitasi, Pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan
kebijakan Pemerintah Daerah di bidang pemberitaan. Aktifitas Pemberitaan
Pemberitaan di tuntut untuk memiliki pengetahuan mengenai sistem pemerintahan
dan memberikan informasi tentang perkembangan Pemerintah Setda Kabupaten
Wonogiri.
Salah satu fungsi sub bagian Pemberitaan Setda Kabupaten Wonogiri
adalah mempertahankan citra positif dimata masyarakat, memberikan berita
kepada masyarakat dan dapat dilakukan dengan berbagai kegiatan diantaranya
dengan melakukan liputan - liputan acara yang diselenggarakan Pemerintah Setda
Kabupaten Wonogiri. Salah satunya dengan cara Pembuatan Press Release,
setelah melakukan liputan acara, subag Pemberitaan membuat Release dan
kemudihan berita tersebut di update melalui internet kemudian dimasukkan ke
Website resmi Pemerintah Kabupaten Wonogiri, berita tersebut juga dikirimkan
kepada wartawan yang bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Wonogiri.
Berdasarkan latar belakang tersebut maka judul penulisan Laporan Kuliah Kerja
Media ini adalah “Peran Humas Dalam Melakukan Publikasi Melalui Press Release di Setda Kabupaten Wonogiri “.
B. Tujuan dari Pelaksanaan Kegiatan Kuliah Kerja Media ini adalah :
a) Tujuan Umum :
1. Untuk mendapatkan pengalaman bagi mahasiswa dalam menghadapi
dunia kerja nantinya.
2. Untuk memperoleh tambahan ilmu pengetahuan di bidang Public
relations.
3. Mendapatkan pengalaman sehingga dapat membandingkan teori yang
didapat di bangku kuliah dengan kenyataan yang tarjadi pada
perubahan.
4. Untuk memperoleh gelar Ahli Madya Program Studi Public Relations
Komunikasi Terapan FISIP UNS Surakarta.
b) Tujuan khusus :
1. Untuk mengetahui berbagai kegiatan Public Relations di Setda
Kabupaten Wonogiri.
2. Untuk mengetahui peran Public Relations dalam melakukan Publikasi
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Public Relations
Usaha untuk mendefinisikan public relations sebagai sebuah bidang
professional dan disiplin akademis telah banyak dilakukan, serta memiliki
beragam definisi. Sifat dasar pekerjaan ini dan adaptasinya yang konstan dengan
kebutuhan masyarakat telah membuatnya menjadi target dari pendefinisian.
Public relations telah dipraktikkan dibanyak organisasi, mulai dari perusahaan
telekomunikasi multinasional besar sampai agensi pelayanan masyarakat kecil dan
organisasi gerakan social yang masih pemula.
Menurut The British Institute of Public Relations, yakni “The deliberate,
planned and sustained effort to establish and maintain mutualunderstanding
between an organization and its public. (Upaya yang mantap, berencana dan
berkesinambungan untuk menciptakan dan membina pengertian bersama antara
organisasi dengan khalayaknya).” (Effendy, 1990: 134)
Menurut kamus Fund and Wagnal, American Standard Desk Dictionary
adalah “segenap kegiatan dan teknik/kiat yang digunakan oleh organisasi atau
individu untuk menciptakan atau memelihara suatu sikap dan tanggapan yang baik
daripihak luar terhadap keberadaan dan sepakterjangnya. (Anggoro, 2008: 2)
Public Relations adalah fungsi manajemen yang menilai sikap public
mengidentifikasi kebijaksanaan dan tata cara seseorang atau organisasi demi
kepentingan public, serta merencanakan dan melakukan suatu program kegiatan
untuk meraih dan pengertian dan dukungan public.(Rosady Ruslan,2006: 7-10).
Sedangkan. menurut Cutlip, Center dan Broom ” Public Relations adalah
hal pokok dalam dunia modern yang rumit ini. Tugas utama PR adalah
memperlancar proses komunikasi dan pemahaman. PR mencakup riset dan
analisis, penyusunan kebijakan, pemograman, komunikasi, dan umpan balik dari
masyarakat yang terkena dampaknya. Praktisi PR bekerja pada dua tingkat yang
berbeda, yakni sebagai penasihat bagi klien mereka atau manajemen suatu
perusahaan, dan sebagai teknisi yang menampilkan kejamakan fungsi. .(Elvinaro
Ardianto, 2008: 39-41).
Menurut James E. Grunig dan Todd Hunt dalam bukunya yang berjudul
Managing Public Relations bahwa PR adalah manajemen komunikasi antara
sebuah organisasi dengan mayarakatnya. (Elvinaro Ardianto, 2007: 41-43).
Sementara menurut Denny Griswold, Ibu Public Relations, editor PR
News, PR adalah fungsi manajemen yang mengevaluasi publik, memperkenalkan
berbagai kebijakan dan prosedur dari suatu individu atau organisasi berdasarkan
kepentingan publik,dan membuat perencanaan, serta melaksanakan suatu program
kerja dalam upaya memperoleh pengertian dan pengakuan public. (Wilcox, .2006:
25-17).
Definisi PR secara ringkas menurut Rex Harlow yaitu :
b) PR adalah singkatan dari Perfomance-penampilan dan Recognition
-pengakuan.
c) Bekerja dengan baik, dan karenanya mendapat pujian.
d) Tindakan yang diambil untuk menunjang hubungan yang menguntungkan
dangan masyarakat umum.
e) Usaha-usaha organisasi untuk mendapatkan kerja sama dari sekelompok
orang. (Elvinaro Ardianto, 2006: 41-42)
Sedangkan menurut Doug Newsom dan Alan Scott dalam bukunya yang
berjudul” This Is PR” edisi ketiga, Public Relations adalah tanggung jawab dan
sikap tanggap dalam kebijakan dan informasi demi kepentingan utama lembaga
bersangkutan dan masyarakatnya. ( Elvinaro Ardianto, 2006: 41).
Menurut W. Emerson Reck PR pertama, lanjutan dari proses pembuatan
kebijaksanaan, pelayanan, dan tindakan bagi kepentingan terbaik dari suatu
individu atau kelompok agar individu atau lembaga tersebut memperoleh
kepercayaan dan goodwill (itikad baik ) dari public.
Kedua, pembuatan kebijaksanaan, pelayanan, dan tindakan untuk menjamin
adanya pengertian dan penghargaan yang menyeluruh. (Elvinaro Ardianto,2007:
9-10)
Menurut Byron Christian, Public Relations merupakan suatu usaha dasar
memotivasi, terutama melalui komunikasi agar orang-orang terpengaruh, timbul
pikiran yang sehat terhadap suatu organisasi, member rasa hormat, mendukung
IPRA / International Public Relations Association mendefinisikan PR
adalah fungsi manajemen dari cirri-ciri yang terencana dan berkelanjutan melalui
organisasi dan lembaga swasta atau Negara untuk memperoleh pengertian, simpati
dan dukungan dari mereka yang terkait atau mungkin ada hubunganya dengan
penelitian opini public di antara mereka. Untuk mengaitkanya, sedapat mungkin
kebijaksanaan dan prosedur yang lebih efisien. (Ervinaro Ardianto, 2008: 34)
Selain definisi-definisi diatas masih banyak lagi definisi public relations
yang lain. Tetapi pada hakekatnya terdapat persamaan, Terutama bahwa kegiatan
public relation dimaksudkan untuk memperoleh pengertian, kepercayaan dan
dukungan melalui komunikasi dua arah.
Menurut Frank Jefkins yang dikutip oleh Neni Yulianita dalam bukunya
yang berjudul Dasar-Dasar Public Relations adalah sebagai berikut:
Public Relations consist of all forms of planned communication. Outwards
between organization and it’s publics for the purposes of achieving specific
objectives concerning mutual understanding (Frank Jefkins, 2004:33).
definisi tersebut mengemukakan bahwa public relations merupakan suatu bentuk
komunikasi yang terencana, baik itu ke dalam maupun ke luar, antara suatu
organisasi dengan semua khalayaknya dalam rangka mencapai tujuan-tujuan
spesifik yang berlandaskan pada saling pengertian.
Sedangkan Public Relations menurut W Emerson Reck yang dikutip oleh
Oemi Abdurahman dalam buku Dasar-Dasar Public Relations adalah sebagai
Public Relations is the continued process of keying policies , services and
action to the best interest of those individual and groups whose confidence and
goodwill an individual or institution policies, services and action to assure
complete understanding and appreciation (W Emerson Reck, 2001:25).
Public Relations yang diterjemahkan menjadi hubungan masyarakat (hu
mas) mempunyai dua pengertian. Pertama, humas dalam artian sebagai teknik
komunikasi atau technique of communication dan kedua, humas sebagai metode
komunikasi atau method of communication. (Abdurrahman, 1993: 10).
Konsep Public Relations
sebenarnya berkenaan dengan kegiatan penciptaan pemahaman melalui
pengetahuan, danmelalui kegiatan-kegiatan tersebut akan muncul perubahan yang
berdampak. (Frank Jefkins, 2004: 2).
PR sendiri merupakan gabungan berbagai imu dan termasuk dalam jajaran
ilmu-ilmusosial seperti halnya ilmu politik, ekonomi, sejarah, psikologi, sosiologi,
komunikasi danlain-lain. Dalam kurun waktu 100 tahun terakhir ini PR
mengalami perkembangan yang sangatcepat. Namun perkembangan PR dalam
setiap negara itu tak sama baik bentuk maupunkualitasnya. Proses perkembangan
PR lebih banyak ditentukan oleh situasi masyarakatyang kompleks.PR merupakan
pendekatan yang sangat strategis dengan menggunakan konsep-konsep
komunikasi (Kasali, 2005:1-3).
Sedangkan menurut Frank Jeffkins “ semua bentuk komunikasi yang
khalayaknya dalam rangka mencapai tujuan-tujuan spesifik yang berlandaskan
pada saling pengertian. (Frank Jefkins, 2004 : 20-22).
Sedangkan menurut Howard Bonham sebagaimana dikutip oleh
OemiAbbdurrahman, Public Relations adalah : Suatu seni untuk menciptakan
pengertian publik yang lebih baik, yangdapat memperdalam kepercayaan publik
terhadap seseorang atau suatuorganisasi atau badan. (Abdurrachman, 2001:25).
Masih mengenai pengertian Public Relations, menurut The Statement of
Mexico Praktek Public Relations yang dikutip oleh Rosady Ruslan adalah :
Seni dan ilmu pengetahuan sosial untuk menganalisiskecenderungan,memprediksi
konsekuensi-konsekuensinya, menasehati para pemimpin organisasi, dan
melaksanakan program yang terencana mengenai kegiatan-kegiatan yang
melayani, baik kepentingan organisasi maupun kepentingan publik dan umum
(Ruslan, 1999:17).
PR adalah fungsi manajemen yang membantu meraih tujuan organisasi,
merumuskan filosofi dan memperantarai perubahan organisasi. Praktisi PR
berkomunikasi dengan seluruh publik internal dan eksternal yang terkait untuk
membangun hubungan positrif dan untuk menciptakan konsistensi antara tujuan
organisasi dan harapan masyarakat. Praktisi PR mengembangkan, melaksnakan
dan mengevaluasi program organisasi dengan mendorong pertukaran pengaruh
dan pengertian antara bagian-bagian pokok dan publik organisasi.(Rusady
Public relations is the continuing process by which management
endeavors to obtains goodwill and understanding of its customers, its employees
and the public at large, inwardly through self analysis and corrections, ourwardly
through all means of expressions (J.C. Seidel,2003: 87)
PR adalah proses yang kontinyu dari usaha-usaha manajemen untik
memperoleh itikad baik dan pengerrrtian dari langganannya, pegawainya dan
public umumnya;kedalam dengan mengadakan analisa dan perbaikan terhadap
diri sendiri, keluar dengan mengadakan pernyataan-pernyataan (Public relations is
the continued process of keying policies, services and actions to be the best of
interest of those individual and groups whose confidence and goodwill an
individual or institutions covets and secondly, it’s the ionterpretation of these
policies, services and actions to assure complete understanding and
appreciation(W.EmersonReck,1997:271).
PR adalah kelanjuatan dari proses penetapan kebikajsanan, penetuan pelayanan
dan sikap yang disesuaikan dengan kepentingan orang-orang atau golongan atgar
orang atau lembaga itu memperoleh kepercayaan dan goodwill dari mereka.
Kedua, pelaksanaan kebijaksanaaan, pelayanan dan sikap adalah untuk menjamin
adanya pengertian dan penghargaan yang sebaik-baiknya)
Public relations is the art of bringing about better public understanding
which breeds greater public confidence for any individual or organization
(PR adalah suatu seni untuk menciptakan pengertian public yang lebih baik, yang
dapat memperdalam kepercayaan public terhadap seseorang atau sesuatu
oragnisasi atau badan)
Public relations is the management functions that establishes and
maintains mutually beneficial relationshif between an organization and the
publics on whom its success of failure depends (Public relations adalah fungsi
manajemen yang membangun dan mempertahankan hubungan yang baik dan
bermanfaat antara organisasi dengan public yang mempengaruhi kesuksesan atau
kegagalan organisasi tersebut) (Cutlip, 2007:6)
Public relations is a management functions that establishes and maintains
mutually beneficial relationshif between an organization and the publics on whom
its success of failure depend (Public relations adalah fungsi manajemen yang
membangun dan mempertahankan hubungan yang baik dan bermanfaat antara
organisasi dengan public yang mempengaruhi kesuksesan atau kegagalan
organisasi tersebut) (Cutlip, 2007: 6).
Public relations is the management functions which evaluates public
attitudes, identifies the policies and procedures of an individual or an
organization with public interest, and acceptance (PR adalah fungsi manajemen
yang mengevaluasi sikap public, mengidentifikasi kebijakan aturan seseorang atau
organisasi demi kepentingan public dan melaksanakan sesuatu program kegiatan
Public relation is a management function that helps achives
organizational objectives, define philosophy and facilitate organizational change.
Public relations practitioners communicate with all revelant internal and
eksternal publics to develop positive relationship and to create concistency
between organizational goals and societal expectations. Public relations
practitioners develop, execute and evaluate organizational programs that
promote the exchange of influence and understanding among an organization’s
constituent parts and publics (PR adalah fungsi manjemen yang membantu
meraih tujuan organisasi, merumuskan filosofi dan memperantarai perubahan
organisasi. Praktisi PR berkomunikasi dengan seluruh public internal dan
eksternal yang terkait untuk membangun hubungan positif dan untuk menciptakan
kopnsistensi antara tujuan organisasi dan harapan masyarakat. Praktisi PR
mengembangkan, melaksanakan dan mengevaluasi program organisasi dengan
mendorong pertukaran pengaruh dan pengertian antara bagan-bagan pokok dan
public organisasi) (Otin Baskin,1997:5).
Public relations is the continuing process by which management
endeavors to obtains good will and understanding of its customers, its employees
and the public at large, inwardly through self analysis and corrections, owardly
through all means of expressions (PR adalah proses yang kontinyu dari
usaha-usaha manajemen untuk memperoleh itikad baik dan pengertian dari langgananya,
pegawainya dan public umumnya; kedalam dengan mengadakan analisa dan
pernyataan-Public relations is the art of bringing about better public understanding
which breeds greater public confidence for any individual or organization (PR
adalah suatu seni untuk menciptakan pengertian public yang lebih baik, yang
dapat memperdalam kepercayaan public terhadap seseorang atau sesuatu
oragnisasi atau badan) (Howard Bonham,1997: 14).
Public relations is planned, persuasive communication designed to
influence significant public (Public relations adalah kegiatan komunikasi persuasif
dan terencana yang didesain untuk mempengaruhi publik signifikan). ( John E.
1979: 94-95)
Public relation is a system of communication to create a goodwill ( Public
relations adalah sebuah sistem komunikasi untuk menciptakan niat baik). ( Frank
Jefkins & Daniel Yadin, 1998, 29-30.)
Public relation adalah presentasi positif suatu organisasi kepada
keseluruhan publiknya. ( Tony Greener, 1995: 15-16).
Humas adalah komunikasi dua arah antara organisasi dengan publik secara
timbal balik dalam rangka mendukung fungsi dan tujuan manajemen dengan
meningkatkan pembinaan kerja sama dan penmenuhan kepentingan bersama.
(Onong Uchjana Effendy, 1998: 25-26)
Public relation adalah manajemen komunikasi antara organisasi dengan
B. Fungsi dan Peran Public Relations
Public Relations berfungsi sebagai “ jembatan komunikasi “ antara suatu
organisasi dengan lembaga lain serta berbagai elemenya. Tujuanya adalah, supaya
terjadi saling pengertian antara kedua belah pihak, dan akhirnya terciptanya citra
positif serta dukungan public terhadap keberadaan organisasi tersebut.
Ilmu manajemen menurut Ralph Currier dan Allan C. Filley dalam
bukunya Principles of Management dikatakan bahwa istilah fungsi tersebut
menunjukkan suatu tahap pekerjaan yang jelas dan dapat dibedakan, bahkan
terpisah dari tahapan dengan pekerjaan lain. Oleh karena itu, public relations
berfungsi dalam suatu organisasi atau lembaga apabila public relations tersebut
telah menunjukkan suatu kegiatan yang jelas dan dapat dibedakan dari kegiatan
lainya. (Rosady Ruslan, 2008: 9).
Menurut Prof. Drs. Onong Uchjana Effendy, M. A. dalam bukunya,
Hubungan Masyarakat Suatu Komunikologis adalah sebagai berikut.
a) Menunjang kegiatan manajemen dalam mencapai tujuan organisasi.
b) Membina hubungan harmonis antara organisasi dengan public internal dan
public eksternal
c) Menciptakan komunikasi dua arah dengan menyebarkan informasi kepada
publiknya dan menyalurkan opini public kepada organisasi.
d) Melayani public dan menasihati pimpinan organisasi demi kepentingan
umum.
e) Operasionalisasi dan organisasi public relations adalah bagaimana membina
terjadinya rintangan psikologis, baik yang ditimbulkan pihak organisasi
maupun dari pihak publiknya. (Rosady Ruslan, 2008: 23-24)
f) Menurut F. Rachmadi fungsi PR yang utama adalah menyelenggarakan
hubungan dengan publiknya guna memperoleh dukungan dan simpati
public, maka ia harus memiliki: (1) kemampuan dan menganalisis problem,
(2) kemampuan menarik perhatian, (3) kemampuan mempengaruhi opini,
(4) serta kemampuan menjalin hubungan dan suasana saling percaya.
Menurut john D. Millett dalam bukunya management in public service the
quest for effective performance, yang artinya humas (PR)dalam dinas instansi atau
lembaga kepemerintahan terdapat beberapa hal untuk melaksanakan tugas
utamanya, yaitu sebagai berikut:
1. Mengamati dan mempelajari tentang hasrat, keinginan dan aspirasi
masyarakat.
2. Memberikan nasihat, saran dan menanggapi apa sebaiknya yang
dikehendaki public.
3. Kemampuan untuk mengusahakan terjadinya hubungan memuaskan yang
diperoleh publik.
4. memberi keterangan dan informasi tentang apa yang telajh diupayakan
oleh suatu lembaga pemerntah.
PR Organisasi Terbagi menjadi 4 kategori
a) Penasehat Ahli (Expert Prescriber), seorang praktisi pakar PR yang
berpengalaman dan memiliki kemampuan tinggi dapat menbantu
mencarikan solusi dalam penyelesaian masalah yang berhubungan dengan
publik.
b) Fasilitator Komunikasi (Communications Fasilitator), dalam hal ini Praktisi
PR bertindak sebagai komunikator atau meditor untuk membantu pihak
manajemen dalam hal untuk mendengar apa yang diinginkan dan
diharapkan oleh publiknya. Dipihak lain, dapat juga dituntut mampu
menjelaskan kembali keinginan, kebijakan dan harapan organisasi kepada
pihak publiknya. Sehingga dengan komunikasi timbal balik tersebut dapat
tercipta saling pengertian, mempercayai, menghargai, mendukung dan
toleransi yang baik antara kedua belah pihak.
c) Fasilitator Proses Pemecah Masalah (Problem Solving Proces Fasilitator).
Peranan Praktisi PR dalam proses pemecahan persoalan PR ini merupakan
bagian dari tim manajemen. Hal ini dimaksudkan untuk membantu
pimpinan organisasi baik sebagai penasehat (advisor) hingga mengambil
tindakan eksekusi (keputusan) dalam mengatasi persoalan atau krisis yang
tengah dihadapi secara rasional dan professional.
d) Teknisi Komunikasi (Communications Technician), peranan
Communications technician ini menjadi praktisi PR yang hanya
menyediakan layanan teknik komunikasi atau dikenal dengan method of
C. Pengertian Media Relations
Media relations (hubungan media) merupakan salah satu kegiatan yang
dilakukan oleh PR dalam memberikan informasi kepada public / masyarakat
untuk memperoleh dukungan dan kepercayaan public. Istilah lainya Press
relations or media relations (hubungan pers atau hubungan media), yakni
membina hubungan baik dengan kalangan pers yang mengelola media cetak (
surat kabar dan majalah ), media elektronik ( radio dan televisi), dan media massa
online ( newspaper online, magazine online, radio digital, televise digital
Menurut Frank Jefkins, definisi hubungan pers dan hubungan media
adalah suatu usaha untuk mencapai pemuatan dan penyiaran yang maksimal atas
suatu pesan atau informasi dari PR dalam membentuk pengetahuan dan
pemahaman khalayak organisasi atau perusahaan yang bersangkutan.(Soemirat
dan Ardianto, 2008:Hal 264).
Hubungan media tidak hanya terkait dengan kalangan pers media cetak
saja, tetapi juga media elektronik, seperti radio dan televise. Istilah-istilah dari
dunia media cetak memang cenderung agak popular, sedangkan istilah lebih tepat
justru kurang di terima secara luas, misalnya saja hubungan media (media
relations). Meskipun kurang popular bisa dibandingkan dengan siaran berita atau
paparan berita (press release) masih banyak yang menggunakan, termasuk
Tujuan Media Relations
Tujuan diadakanya hubungan pers adalah menciptakan pengetahuan dan
pemahaman, bukan semata-mata untuk menyebarkan suatu pesan sesuai keinginan
perusahaan induk atau klien demi mendapatkan suatu citra atau sosok yang lebih
indah daripada aslinya dimata umum. Tidak seorang pun berhak mendikte apa
yang harus diterbitkan atau disiarkan oleh media massa, setidak tidaknya disuatu
masyarakat yang demokratis.
Seperti yang telah dikemukakan oleh Ivi Ledbetter Lee, dalam bukunya
yang berjudul Deklaration of Principles (1906), bahwa semua jenis materi pers
harus bebas dari nilai-nilai dan kepentingan sepihak. Kejujuran dan kenetralan
harus dipegang teguh oleh kalangan humas. Setiap pesan atau berita yang mereka
sampaikan kepada masyarakat melalui pers harus sesuai kenyataan yang
sesungguhnya. Baik buruknya PR diukur berdasarkan kejujuran dan sikap
netralnya. Kepentingan masyarakat, dalam hal ini para pembaca, pendengar atau
pemirsa, harus senantiasa diutamakan. Jika hal ini benar-benar diperhatikan,
dengan sendirinya sebutan khalyak pembaca, pendengar dan pemirsa, akan positif
sehingga perusahaan induk atau klien PR pasti akan memperoleh suatu pubisitas
yang baik seperti yang diinginkannya. Pada saat itulan kepentingan-kepentingan
sendiri akan dapat terpenuhi.
Selain memasok berbagai materi yang layak diterbitkan atau disiarkan,
pejabat PR perlu memahami media, seperti bagaimana surat kabar dan majalah itu
diterbitkan, serta bagaimana pula cara memproduksi program-program siaran
online, radio digital, televisi digital). Sebagian pengetahuan tentang media dapat
dipelajari dengan hanya mengamatinya. Seorang pejabat PR harus mengetahui
segala sesuatunya tentang media itu selengkap mungkin. (Elvinaro Ardianto,
2008: Hal 266).
Hubungan media yang semula merupakan hubungan kerja yang sederhana
antara humas dan pers, akan semakin komplek karena meningkatkan jumlah
media, semakin terspesialisasinya media, semakin tajam persaingan media, dan
pentingnya publisitas melalui media dan kegiatan humas.
Dalam membina hubungan media, PR melakukan berbagai kegiatan yang
bersentuhan dengan media, antara lain :
1. Press conference (konferensi pers, temu media atau jumpa media)
diberikan secarasimultan / bebarengan oleh seorang pejabat pemerintah
atau swasta kepada sekelompok wartawan. Syarat utama konferensi
pers adalah berita yang disampaikan sangat penting, sebuah konferensi
pers akan kehilangan fungsinya bila berita yang disampaikan kurang
penting.
2. Press Breafing ( perbincangan dengan media ), diselenggarakan secara
regular oleh seorang pejabat PR. Dalam kegiatan ini, pejabat PR
menyampaikan informasi-informasi mengenai kegiatan yang baru
terjadi kepada media.
3. Press tour (wisata media ), diselenggarakan oleh suatu perusahaan atau
4. News release ( siaran pers, press release, broadcast release)sebagai
publisitas, yaitu media yang banyak digunakan dalam kegiatan
kehumasan karena dapat menyebarkan berita
5. Special events, yaitu peristiwa khusus sebagai suatu kegiatan PR yang
penting yang memuaskan banyak orang untuk ikut serta dalam
kesempatan, mampu meningkatkan pengetahuan dan memenuhi selera
public, seperti peresmian gedung, peringatan ulang tahun, kegiatan ini
biasanya mengundang media untuk meliputnya.
Prinsip-Prinsip Hubungan Media Yang Baik
Pertama, memahami dan melayani media. Seorang PR harus mampu
menjalin kerjasama dengan pihak media. Ia juga harus menciptakan suatu
hubungan timbale balik yang saling menguntungkan. Kedua, membangun reputasi
seorang yang dapat dipercaya. Pejabat PR harus senantiasa siap menyediakan
waktu atau memasok materi-materi yang akurat dimana saja dan kapan saja
dibutuhkan. Hanya dengan cara ini ia akan dinilai sebagai sumber informasi yang
akurat dan dapat dipercaya oleh pers. Ketiga, menyediakan salinan naskah yang
baik. Misalnya menyediakan foto-foto yang baik, menarik, dan jelas. Dengan
adanya teknologi input langsung melalui computer, akan sangat mudah
mengoreksi dan menyusun ulang siaran berita atau news release. Penyediaan
salinan naskah dan foto-foto yang baik secara cepat sangat penting.
Keempat, bekerjasama dengan penyediaan materi. Sebagai contoh, pejabat
humas dan wartawan untuk melakukan verifikasi. Para pejabat humas juga perlu
(membuktikan kebenaran) setiap materi yang mereka punya. Contoh konkretnya,
para wartawan itu diizinkan melihat fasilitas atau kondisi-kondisi organisasi yang
hendak diberitakan. Keenam, membangun hubungan personal yang kokoh dan
positif yang akan tercipta serta terpelihara apabila dilandasi oleh keterbukaan,
kejujuran, kerjasama dan sikap saling menghormati profesi masing-masing
(Soemirat dan Ardianto,2008: Hal 266).
D. Public Relations Pemerintahan
Di dunia pemerintahan, PR bertugas menjalankan kegiatan kebijakan
public dan pelayanan public adalah memberikan berbagai informasi tentang
kebijakan pemerintahan yang mengikat rakyat atau masyarakat. Sedangkan untuk
pelayanan public adalah memberikan pelayanan terbaik, dengan birokrasi yang
tidak berbelit-belit untuk memberikan kepuasan kepada rakyat atau masyarakat
sehingga dunia pemerintahan memperoleh citra positif dari rakyat atau public.
Esensi tujuan PR di dunia pemerintahan, Seperti halnya PR di dunia bisnis adalah
membuat berbagai program pemerintahan yang dapat membentuk, meningkatkan
dan memelihara citra positif dan reputasi baik agar memperoleh opini public yang
menguntungkan, serta dukungan dan simpati rakyat atau public. Citra sengaja
diciptakan oleh PR dalam dunia pemerintahan, dalam bentuk events
(kegiatan-kegiatan), campaigns (kampanye-kampanye), dan programs (program-program
jangka panjang).
PR di pemerintahan jangan sampai terjebak dengan retorika, agitasi dan
propaganda. Retorika awalnya bersifat netral, namun dalam perkembanganya
menjadi pesan yang tidak ada isinya. Begitupun provokator. Awalnya netral,
tetapi menjadi negative ketika diartikan sebagai biang keladi kerusuhan sehingga
muncul jargon lain provokator itu disebut siapa actor intelektual dalam kerusuhan
atau konflik social itu. Awalnya retorika adalah komunikasi yang bersifat dua arah
dialogis. Atau satu orang berbicara kepada satu orang berbicara kepada satu orang
atau beberapa orang secara persuasive dan timbal balik (timbal balik) untuk saling
mempengaruhi. Itu sebabnya, pada awalnaya retorika dikembangkan sebagai
suatu kegiatan seni berbicara. Namun dalam perkembanganya, para agitator dan
propagandis menggunakan retorika sebagai media propaganda yang berisi
kebohongan dan pemalsuan tanpa memperhitungkan prinsip-prinsip kebenaran,
kebijakan dan moralitas. Karena itu, retorika yang digunakan sebagai medium
propaganda politik, sebagai retorika persuasi negative sangat dikecam, termasuk
retorika yang digunakan Adolf Hitler di Jerman (Arifin, 2003: 66-67).
Penulisan Public Relations / Public Relations writing adalah upaya untuk
melakukan hubungnan positif antara suatu organisasi/ perusahaan dan berbagai
publiknya, biasanya melalui teknik image building (membangun citra). Dalam PR,
banyak sekali writing (penulisan), tetapi kesemuanya itu dapat dipilah menjadi
dua kategori utama: (1) uncontrolled information adalah informasi di luar kendali
PR, kendali ada di media (massa) sehingga tidak bisa dikontrol atau apa yang PR
inginkan secara total ada dikendali redaksi, baik menyangkut isi, gaya,
penempatan maupaun pengaturan waktu terbit. Contoh, press release/ news
release/ broadcast release/ siaran pers, wawancara pers dan konferensi pers
E. Kegiatan Public Relations
a)Publication (publikasi dan publisitas)
Salah satu fungsi dan tugas public relations adalah menyelenggarakan
publikasi atau menyebarluaskan informasi melalui berbagai media tentang
kegiatan perusahaan/informasi, yang pantas untuk diketahui oleh public.
b)Events (penyusunan program acara)
PR juga merancang acara tertentu yang dipilih dalam jangka waktu,
tempat, dan obyek tertentu yang secara khusus untuk mempengaruhi opini public.
c.News (menciptakan berita), yaitu upaya untuk menciptakan berita melalui press
release, news letter, dan lain-lain yang biasanya mengacu penulisan 5W + 1H
(Who,What, Where, When, Why, dan How). Sistematika penulisanya adalah
”piramida terbalik”.
d) Community Involvement (Kepedulian pada komunitas)
tugas sehari-hari seorang public relations officer (PRO) adalah
mengadakan kontak social dengan kelompok masyarakat tertentu, serta menjaga
hubungan baik dengan pihak organisasi atau lembaga yang diwakilinya.
e. Irm onfor Image (Memberitahukan atau meraih citra),
Yaitu memberitahukan sesuatu kepada public atau menarik perhatian,
sehingga diharapkan akan memperoleh tanggapan berupa citra positif. Proses dari
“nothing” menjadi “something”: dari yang tidak tahu menjadi tahu, setelah tahu
f) Lobbying and negotiating (pendekatan dan bernegosiasi)
ketrampilan untuk melobi secara personal, dan kemampuan bernegosiasi
sangat diperlukan seorang PRO, agar semua rencana, ide, gagasan kegiatan suatu
lembaga memperoleh dukungan dari individu dan lembaga yang berpengaruh,
sehingga timbul situasi saling menguntungkan (win-win solution).
g)Social Responbility (Tanggung Jawab)
Aspek tanggung jawab dalam duania public relations sangat penting. PR
tidak hanya memikirkan keuntungan materi bagi lembaga atau organisasi serta
tokoh yang diwakilinya, tetapi juga kepedulian kepada masyarakat. Hal ini
penting, supaya ia memperoleh simpati atau empati dari khalayaknya. Inilah yang
di dalam teori Public Relations disebut sebagai social marketing (Ruslan, 2000:
12-15)
F. Penulisan News Release
News release (siaran pers), sebutan lain press release atau broadcast
release adalah informasi dalam bentuk berita yang dibuat oleh PRO atau pejabat
humas suatu perusahaan atau organisasi yang disampaikan kepada pengelola
media massa/ pers (televisi, radio, surat kabar, majalah, dan media online) untuk
dimuat dalam media tersebut. Sebuah news release layak dimuat di media massa
apabila cara menulisnya dengan gaya piramida terbalik, termasuk memiliki unsur
daya tarik dan mempunyai nilai berita bagi media massa yang memuatnya.
News release (siaran pers) adalah istilah PR, dan news (berita) adalah
istilah jurnalistik, pers atau media massa, yang sama-sama membuat berita. Baik
terbalik, yaitu dimulai dengan membuat lead, intro/ kepala berita yang memuat
unsur 5w+1H sebagai unsur yang sangat penting, baru kemudian menulis tubuh
berita, dan terakhir menulis judul berita. Unsur apa dari 5W+1H yang akan
dionjolkan dalam berita tergantung faktanya. Penulisan judul news release diambil
dari lead (teras berita, kepala berita atau intro berita). Sedikit perbedaan orientasi
antar news release yang dibuat PR biasanya good news is good news, sedangkan
pers atau media kadang kala menulis bad news is good news. Alasan digunakan
gaya piramida terbalik pada penulisan news release: (1) untuk mempermudah
penyuntingan bagi redaksi ;(2) redaksi menyeleksi news release dengan melihat
lead atau ters berita ;(3) pembaca dikategorikan seorang yang sibuk.
Press Release atau siaran pers menurut Soemirat dan Ardianto adalah
informasi dalam bentuk berita yang dibuat oleh Public Relations (PR) suatu
organisasi/ perusahaan yang disampaikan kepada pengelola pers/ redaksi media
massa (tv, radio, media cetak, media online) untuk dipublikasikan dalam media
massa tersebut. Meskipun semua press release yang dibuat PR memiliki format
yang sama, sebenarnya memiliki perbedaan penekanan pada informasinya yaitu:
Basic Press Release mencakup berbagai informasi yang terdapat di dalam
suatu organisasi/ perusahaan yang memiliki berbagai nilai berita untuk
media lokal, regional atau pun nasional;
Product Release mencakup transaksi tentang target suatu produk khusus
atau produk reguler lainnya untuk suatu publikasi perdagangan di dalam
Financial Release digunakan terutama dalam membina hubungan dengan
pemegang saham.
Penulisanpress release layak muat apabila cara menulisnya seperti halnya
wartawan menulis berita langsung (straight news) dengan gaya piramida terbalik
(inverted pyramid). Dimulai dengan membuat lead/ teras berita/ kepala berita
sebagai paragraf pertama yang mengandung unsur 5W + 1H (What: apa yang
terjadi? Where: dimana terjadinya? When:kapan peristiwa tersebut terjad? Who:
siapa yang terlibat dalam peristiwa tersebut? Why: mengapa peristiwa tersebut
terjadi? How: bagaimana berlangsungnya peristiwa tersebut?).
Penulisan dengan gaya piramida terbalik ini digunakan dengan alasan:
Pertama, pembaca dikategorikan sebagai orang sibuk dan mempunyai waktu yang
singkat untuk mendapatkan berita-berita yang faktual. Kedua, redaksi media massa
harus memotong Press Release tersebut tanpa mengurangi isi pokoknya. Ketiga,
redaksi tidak mempunyai cukup waktu untuk membaca keseluruhan Press Release.
Sebelum redaksi memutuskan dibuang atau dipakai release tersebut, mereka harus
tahu dengan cepat apa keseluruhan isi release itu
Setelah menulis lead sebagai paragraf pertama, kembangkan lead itu
dalam paragraf kedua untuk menjelaskan atau mendukung paragraf pertama yang
perlu dijelaskan atau mendukung paragraf pertama yang perlu dijelaskan.
Kemudian masuk kepada tubuh berita. Penulisan dengan gaya piramida terbalik
semakin tidak penting. Sedangkan judul diambil dari lead (berita yang sangat
penting tadi). (Soemirat, 2004:14-16).
Sangat penting
Kurang penting
Gambar 2.1 Rumus Piramida Terbalik
• Sebuah news release layak dimuat di media massa apabila mengandung
nilai berita (news value): signifikan (penting), proximity (kedekatan),
possibility (hal yang dapat terjadi), lengkap dengan unsur 5W+1H (What,
Where, When, Who, Why, How), disusun dengan gaya piramida terbalik.
(Elvinaro Ardianto, 2011: 171-172).
LEAD (5W+1H)
JUDUL
Tubuh Rincian lead, latar
BAB III
A. DESKRIPSI INSTANSI MAGANG
SEJARAH KABUPATEN WONOGIRI
Terbentuknya Kabupaten Wonogiri tidak bisa terlepas dari perjalanan
hidup dan perjuangan Raden Mas Said atau dikenal dengan julukan Pangeran
Sambernyawa. Wonogiri berasal dari bahasa Jawa, Wono (hutan) dan Giri
(pegunungan). Menggambarkan kondisi wilayah Wonogiri yang memang
sebagian besar berupa sawah, hutan dan pegunungan.
Berawal dari dusun Nglaroh (wilayah kecamatan Selogiri), dimana Raden
Mas Said menggunakan sebuah batu yang dikemudian hari disebut Watu Gilang
untuk menyusun strateginya melawan ketidakadilan dan penjajahan. Disitulah
Raden Mas Said membentuk perwira2 perang yang mumpuni berjuluk Punggowo
Baku Kawandoso Joyo. Dengan dukungan penuh rakyat Nglaroh Raden Mas Said
berhasil menumpas ketidakadilan pemerintahan pada saat itu yaitu Paku Buwono
II dan sekaligus mengusir penjajah yaitu Belanda. Dari situlah awal mula suatu
bentuk pemerintahan yang menjadi cikal bakal Kabupaten Wonogiri. Dimana
akhirnya Raden Mas Said mampu menjadi penguasa wilayah itu dan diangkat
menjadi Adipati Miji atau mandiri bergelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya
(KGPAA) Mangkunegoro I.
Raden Mas Said dalam perjuangannya mempunyai semboyan yang
menjadi ikrar sehidup semati yaitu "Pamoring Kawulo Gusti" sebagai pengikat
maju dalam derap yang serasi bagai keluarga besar yang sulit dicerai beraikan
musuh. Ikrar itu berbunyi "TIJI TIBEH" Mati Siji Mati Kabeh, Mukti Siji Mukti
Kabeh. Dia juga menciptakan konsep manajemen pemerintahan yang dikenal
sebagai Tri Darma yaitu: 1. Mulat Sarira Hangrasa Wani, artinya berani mati
dalam pertempuran dan mau menerima anugerah hanya dengan cara yang wajar,
kemudian harus berbagi bahagia dengan sesama. 2. Rumangsa Melu Handarbeni,
artinya merasa ikut memiliki daerahnya sehingga rela berjuang, bekerja dan
merawat daerahnya. 3. Wajib Melu Hangrungkebi, atinya wajib berjuang hingga
tetes darah penghabisan demi tanah kelahirannya.
KGPAA Mangkunegoro I membagi wilayah Kabupaten Wonogiri menjadi
5 daerah yang masing2 memiliki ciri khas atau karakteristik yang dipakai sbg
metode dalam kepemimpinannya. 1. NGLAROH (Wonogiri bagian utara, meliputi
Selogiri dan sekitarnya) Sifat rakyat daerah tsb adalah Bandol Ngrompol. Artinya
kuat dari segi rohani dan jasmani, punya sifat bergerombol atau berkumpul.
Positif dalam menggalang persatuan dan kesatuan. Jika bisa menguasai rakyat
Nglaroh akan menjadi kekuatan dasar yang kuat untuk perjuangan. 2.
SEMBUYAN (Wonogiri bagian selatan mengeliling dari Baturetno sampai
Wuryantoro) Punya karakter sebagai Kutuk Kalung Kendho. Artinya penurut,
mudah diperintah pimpinan atau bersifat paternalistik. 3. WIROKO (Bagian
tenggara Wonogiri, Tirtomoyo dan sekitarnya) Berkarakter Kethek Saranggon.
Artinya punya sifat mirip kera, suka bergerombol, sulit diatur dan mudah
tersinggung. Harus bisa jaga jarak dengan mereka, tidak terlalu dekat namun juga
Gineblegan. Artinya seperti tanah liat yang bisa padat dan mudah dibentuk.
Mereka suka berfoya2 dan sulit diatur. Namun bila pandai menepuk2 mereka
bagai tanah liat, mereka mudah diarahkan ke hal yang bermanfaat. 5.
HONGGOBAYAN (Timur laut Wonogiri, hingga perbatasan Karanganyar)
Berkarakter Asu Galak Ora Nyathek. Artinya sepintas jika dilihat dari tutur
katanya terkesan keras dan kasar. Akan tetapi sebenarnya mereka baik hati dan
mudah menjalankan perintah pimpinan.
Demikian sekelumit sejarah Wonogiri berikut karakter masyarakatnya.
Kami berharap calon pemimpin daerah Wonogiri yang akan datang benar-benar
mau memahaminya sehingga mampu memimpin masyarakat Wonogiri yang
berkarakter berbeda-beda tersebut dan tentunya juga mampu menggali potensi
Wonogiri secara maksimal demi kemajuan Wonogiri dan demi kesejahteraan
masyarakat Wonogiri.
Sejak saat itu Kabupaten Wonogiri mempunyai status seperti sekarang, dan
masuk sebagai Kabupaten yang berada diwilayah Propinsi Jawa Tengah. Berikut
adalah nama Bupati Wonogiri setelah masa kemerdekaan :
1. Soetojo Hardjo Reksono (1946-1948)
2. R. Danupranoto (1948-1950)
3. R. Agus Miftah Danoekoesoemo (1950-1953)
4. Yacob Danoeatmojo (1958-1959)
5. RM. Ng. Broto Pranoto (1960-1966)
6. KRMH. Soemohar-moyo (1974-1979)
9. Drs. Oemarsono (1985-1995)
10. Drs. Tjuk Susilo (1995-2000)
11. H. Begug Poernomosidi (2000-2010)
12. H. Danar Rahmanto (2010-sekarang)
B. ARTI LOGO DAN LAMBANG KABUPATEN WONOGIRI
Lambang Daerah Kabupaten Wonogiri
Bentuk, Isi, Warna dan Arti Lambang Wonogiri
Berbentuk perisai berwarna kuning emas bertepi hitam, sebagai
penonjolan sifat pengayoman dan kebesaran daerah. Lambang Daerah berisi
lukisan segilima sama sisi berwarna merah di sebelah kanan dan putih disebelah
kiri dengan tepi hitam, sebagai manifestasi daripada Pancasila, Sang Saka,
kesetiaan terhadap UUD 1945 dan falsafat hidup bangsa Indonesia yang abadi.
Di dalam segilima terlukis ditengah dari atas ke bawah, sebagai berikut :
a. Bintang bersudut 5 berwarna kuning emas, sebagai lambang Ketuhanan
Yang Maha Esa. Rantai berwarna kuning emas, berbentuk lingkaran,
sebagai lambang kegotongroyongan yang didasari oleh
perikemanusiaan.
b. Di dalam lingkaran rantai tersebut terlukis perwujudan kondisi daerah
sebagai berikut :
1) Gunung Kapur / seribu berwarna putih dengan latar belakang langit
3) Tanah berwarna coklat
4) Air berwarna biru dengan gelombang putih, sebagai pernyataan
bahwa Bengawan Solo, Waduk Serbaguna Wonogiri dan Pantai
Selatan, penting artinya di sepanjang sejarah Wonogiri.
5) Gunungan wayang berwarna kuning emas, sebagai pernyataan bahwa
rakyat Wonogiri menjunjung tinggi kebudayaan Nasional.
6) Keris lekuk 5 berwarna hitam dengan pamor kuning emas sebagai
lambang semangat kepahlawanan yang dijiwai semangat Pancasila.
7) Ketela Pohon yang berisi 8 buah berwarna coklat sebagai hasil
pertanian yang menonjol dan sekaligus sifat agraris dari daerah.
Di dalam segilima terlukis sebagai lambang keadilan dan kemakmuran yang
dicita-citakan oleh rakyat Wonogiri, sebagai berikut :
a) Setangkai Kapas terdiri atas 17 kuntum berwarna putih perak dengan
selingan daun berwarna hijau, sebelah kanan.
b) Setangkai Padi terdiri atas 45 butir berwarna kuning emas.
c) Bidang Lingkaran berwarna Hijau yang dibatasi oleh lukisan kapas
dan padi tersebut berarti kesuburan.
d) Bilangan "Tujuh Belas" pada lukisan setangkai kapas, bilangan
"Delapan" pada lukisan ketela Pohon dan bilangan "Empat Puluh
Lima" pada lukisan padi mengandung pernyataan, bahwa rakyat
Kabupaten Wonogiri berpegang teguh pada jiwa Proklamasi 17
Agustus 1945 tersebut.
e) Di bawah segilima terlukis selendang berwarna merah putih bertepi
hitam dan tercantum tulisan sebagai berikut :
f) Pada bagian atas berwarna merah tercantum tulisan berbunyi "
Wonogiri" dengan huruf balok putih.
g) Pada bagian bawah berwarna putih tercantum tulisan sebagai Surya
Sengkala berbunyi "Sabda Sakti Nugrahaning Praja" dengan huruf
h) Suryasangkala tersebut mempunyai arti, Sabda = 7, Sakti = 6,
Nugrahaning = 9, dan Praja = 1, sebagai peringatan di tetapkannya
Lambang Daerah pada tahun 1967.
C. VISI DAN MISI PEMERINTAH KABUPATEN WONOGIRI
Visi Pemerintah Kabupaten Wonogiri :
Terwujudnya Wonogiri Yang Sukses, Sejahtera, Demokratis Dan Agamis.
Misi Pemerintah Kabupaten Wonogiri :
a) Terwujudnya stabilitas politik, ekonomi, sosial, budaya, pemerintahan keamanan dan
ketentraman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara kesatuan
Republik Indonesia.
b) Terwujudnya penegakan supremasi hukum dalam pelaksanaan pemerintahan,
kemasyarakatan dan pembangunan yang senantiasa berlandaskan sistem hukum dan
perundang-undangan yang berlaku.
c) Mewujudkan sistem koordinasi dan komunikasi yang harmonis guna mendorong
profesionalisme, kompetensi, kewibawaan pelaksanaan kepemerintahan yang baik
(good governance).
d) Terwujudnya ketepatan sasaran waktu dan manfaat setiap pelaksanaan kebijakan
pemerintahan, kemasyarakatan dan pembangunan daerah.
e) Terwujudnya disiplin dalam mengevaluasi setiap pelaksanaan kebijakan guna
mencegah penyimpangan, kegagalan, korupsi, kolusi dan nepotisme.
f) Terdorongnya semangat juang aparatur daerah menuju terwujudnya kinerja yang
optimal, berkualitas, berdedikasi dan berdaya saing tinggi.
g) Tercukupinya kebutuhan dasar masyarakat menuju terciptanya kesejahteraan lahir
dan batin berbasis ekonomi kerakyatan, berwawasan lingkungan serta terbebas dari
kemiskinan.
h) Terwujudnya peningkatan kehidupan beragama menuju masyarakat yang berakhlak
mulia, bermoral, berbudaya dan berbudi pekerti luhur.
Terciptanya tata kehidupan bermasyarakat yang demokratis, agamis, dinamis,
seimbang, harmonis, dan kondusif.
b). Supremasi Hukum
Kesadaran akan ketentuan hukum sehingga terjaganya keadilan dalam kesetaraan
penerapan hukum, bebas dari kesewenangan dan diskriminasi perlakuan hukum serta
pemberantasan KKN tanpa pandang bulu.
c). Pemerintahan Dan Pembangunan
Terwujudnya pemerintahan yang bersih, terjaganya komunikasi timbal balik yang
harmonis sehingga meningkatkan kinerja serta profesionalisme kualitas SDM untuk
mewujudkan pemerintahan yang baik serta meningkatkan kemandirian dan daya saing
daerah.
d). Ketaqwaan, Semangat Dan Ketaatan
Meningkatnya keimanan, disiplin, ketaatan, kepatuhan terhadap ketentuan
hukum, sehingga terciptanya sistem pengendalian, pengawasan internal dan eksternal
yang efektif.
e). Kesejahteraan
1) Mendorong pertumbuhan ekonomi dengan meningkatkan investasi dan dunia
usaha, serta memberdayakan Keluarga Berencana demi terciptanya keluarga
sejahtera.
2) Meningkat kembangkan pendidikan dan kecerdasan mayarakat serta mendorong
masyarakat agar berperilaku hidup sehat sehingga derajat kesehatan meningkat
menuju Wonogiri Sehat Tahun 2010.
D. Bentuk dan Susunan Organisasi Serta Lembaga Teknis Daerah Pemerintah
Kabupaten Wonogiri.
Dalam rangka mewujudkan penyelenggaraan suatu pemerintah daerah
serta berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, Pemerintah Kabupaten
Wonogiri bersama Dewan Perwakilan Daerah Kabupaten Wonogiri membentuk
Peraturan Daerah Kabupaten Wonogiri yang mengatur bentuk dan susunan
Organisasi Perangkat Daerah serta Lembaga Teknis Daerah secara lebih
professional, efektif dan efisien sebagai upaya pendukung peningkatan pelayanan
publik.
Pembentukan Organisasi Perangkat Daerah ini mem-perhatikan
aspek-aspek hubungan antar organisasi/ lembaga teknis pemerintah daerah, potensi,
sumber daya alam dan manusia, serta penyesuaian dengan perkembangan daerah.
Dasar hukum yang mengatur bentuk dan sistem kerja Organisasi
Pemerintah Kabupaten Wonogiri adalah Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2008
tentang Organisasi Dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Wonogiri. Perda
ini dibuat karena pertimbangan meningkatnya beban tugas serta kinerja satuan
organisasi di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Wonogiri dan tantangan daerah
kedepan yang sangat membutuhkan perhatian optimal serta mendukung
kelancaran pelaksanaan tugas Kepala Daerah dalam mewujudkan percepatan
kesejahteraan masyarakat Wonogiri.
Susunan Organisasi Sekretariat Daerah yang merupakan sebuah lembaga
yang membantu Kepala Daerah dalam menyusun kebijakan dan melaksanakan
tugas-tugas dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan terdiri dari :
a) Sekretaris Daerah
b) Assisten Pemerintahan;
c) Assisten Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat;
d) Assisten Administrasi.
Asisten Pemerintahan yang terdiri dari :
a. Bagian Tata Pemerintahan :
b. Bagian Pemerintahan Desa :
i. Sub Bagian Tata Pemerintahan Desa;
ii. Sub Bagian Administrasi dan Kekayaan Desa
c. Bagian Pertanahan :
i. Sub Bagian Tata Wilayah;
ii. Sub Bagian Tata Guna Tanah.
d. Bagian Hukum :
i. Sub Bagian Perundang-undangan;
ii. Sub Bagian Pengkajian dan Evaluasi;
iii. Sub Bagian Dokumentasi, Sosialisasi & Bantuan Hukum.
Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat yang
terdiri dari
a. Bagian Kesejahteraan Rakyat :
i. Sub Bagian Pembinaan Keagamaan;
ii. Sub Bagian Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan
Olahraga;
iii. Sub Bagian Kesejahteraan Sosial.
b. Bagian Pembangunan :
i. Sub Bagian Penyusunan Program;
ii. Sub Bagian Pengendalian dan Pelaporan;
iii. Sub Bagian Pembangunan Daerah Bawahan.
i. Sub Bagian Kerjasama Antar Daerah;
ii. Sub Bagian Kerjasama Lembaga Lain.
Asisten Administrasi terdiri dari :
e. Bagian Organisasi dan Kepegawaian :
ii. Sub Bagian Tata Laksana;
ii. Sub Bagian Publikasi dan Dokumentasi;
iii. Sub Bagian Pemberitaan.
E. Struktur Organisasi Humas Setda Kabupaten Wonogiri
Menyusun perumusan kebijakan pemerintah daerah, pengkoordinasian
pelaksanaan tugas perangkat daerah,pelaksanaan dan pelayanan administrasi,
pembinaan dan fasilitasi, pemantauan,evaluasi dan pelaporan pelaksanaan
kebijakanpemerintahan daerah di bidang protocol,pemberitaan,publikasi dan
dokumentasi.
2. KEPALA SUB BAGIAN PROTOKOLER
Tugas Pokok :
Melakukan Penyiapan Bahan Perumusan Kebijakan Pemda ,Pengkoordinasian
Pelaksanaan Tugas Perangkat daerah,Pembinaan dan Fasilitasi ,Pemantauan
,Evaluasi dan Pelaporan Pelaksanaan Pemerintah Daerah di Bidang Keprotokolan.
3. KEPALA SUB BAGIAN PROTOKOLER
Tugas Pokok :
Melakukan Penyiapan Bahan Perumusan Kebijakan Pemerintah daerah
,Pengkoordinasian Pelaksanaan Tugas Perangkat daerah,Pembinaan dan Fasilitasi,
Pemantauan,Evaluasi dan Pelaporan Pelaksanaan Kebijakan Pemerintah Daerah di
Bidang Pemberitaan.
4. KEPALA SUB BAGIAN PUBLIKASI DAN DOKOMENTASI
Tugas Pokok :
Melakukan bahan perumusan kebijakan pemerintah daerah ,pengkoordinasian
pelaksanaan tugas perangkat daerah,pembinaan dan fasilitasi,pemantauan,
evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kebijakan pemerintah daerah di bidang
F. Visi dan Misi Humas Setda Kabupaten Wonogiri
VISI.
Terwujudnya Pemerintahan Wonogiri Yang Kredibel Dan Efektif Demi
Terciptanya Kehidupan Masyarakat yang Berkualitas Dan Berakhlak Mulia Dari
Kemiskinan.
1. Terwujudnya pemerintahan Wonogiri yang kredibel dan efektif bermakna
seluruh sumber daya pemerintah baik Sumber Daya Manusia maupun
sumber daya dana dijalankan secara optimal, direncanakan dengan
sebaik-baiknya, realistis dan dapat dipercya sehingga menghasilkan pelayanan
yang baik kepada masyarakat;
2. Terciptanya kehidupan masyarakat yang berkualitas dan berakhlak mulia
bermakna terwujudnya derajat kehidupan penduduk Wonogiri yang
meningkat ke arah yang lebih baik pendidikan, kesehatan dan ekonomi
keluarga;
3. Bebas dari kemiskinan bermakna terwujudnya Kabupaten Wonogiri yang
bebas dari kebodohan dan kemiskinan.
M I S I.
1. Meningkatkan profesionalitas kelembagaan dan aparatur pemerintah
Kabupaten Wonogiri dalam rangka menyelenggarakan pemerintahan yang
transparan (prinsip transparancy), akuntabel (prinsip accountability),
responsibel (prinsip responsibility) dan adil (prinsip fairness);
3. Mengembangkan tata kota, pembangunan sarana dan prasarana dan
pengelolaan sumber daya alam yang ramah lingkungan dan bekelanjutan
untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat;
4. Mengembangkan kapasitas membangun jejaring kerjasama antar daerah
dan dunia usaha untuk meningkatkan investasi fisik sarana prasarana,
permodalan,dan rekayasa untuk mengolah potensi unggulan Kabupaten
Wonogiri sehingga memiliki keunggulan kompetiti di bidang industri
pengolahan hasil pertanian (dalam arti luas), perdagangan, dan pariwisata;
5. Mengembangkan ekonomi kerakyatan dan Usaha Kecil Mikro dan
koperasi (UKMK) berbasis perdagangan dan industri pengolahan hasil
pertanian untuk meningkatkan nilai tambah perekonomian;
6. Mengembangkan kearifan lokal sebagai modal dasar membangun
masyarakat yang berakhlak mulia dalam berkompetisi di kehidupan
ekonomi, sosial, dan politik sehingga terjada kerukunan dan ketertiban
masyarakat.
Sumber: Peraturan Bupati Wonogiri No 15 Tahun 2011 Tentang Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Wonogiri Tahun
2011 - 2015
G. Kegiatan Bagian Pemberitaan
Salah satu kegiatan kasubag Pemberitaan Setda Kabupaten Wonogiri
adalah mendapatkan persepsi yang baik dari khalayaknya. Pers merupakan salah
satu khalayaknya. Melalui penyampaian beritanya yang baik dan sesuai
bahan perumusan kebijakan pemerintah daerah, pembinaan dan fasilitasi,
Pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kebijakan Pemerintah Daerah di
bidang pemberitaan. Aktifitas Pemberitaan dilakukan oleh seorang petugas Sub
bagian Pemberitaan yang mengerti tujuan dan program Pemerintahan yang perlu
disampaikan kepada masyarakat. Sub bagian Pemberitaan di tuntut untuk
memiliki pengetahuan mengenai sistem pemerintahan dan memberikan informasi
tentang perkembangan Pemerintah Setda Kabupaten Wonogiri.
BAB IV
PELAKSANAAN KKM