• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERANCANGAN VISUAL BUKU WISATA RELIGI ISLAM GRESIK.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PERANCANGAN VISUAL BUKU WISATA RELIGI ISLAM GRESIK."

Copied!
83
0
0

Teks penuh

(1)

PERAN CAN GAN V I SU AL BU K U

WI SAT A RELI GI I SLAM GRESI K

TUGAS AKHIR

Untuk memenuhi sebagaian persyaratan dalam memperoleh Gelar Sarjana Teknik ( S-1)

JURUSAN ARSITEKTUR

PROGRAM STUDI DESAIN KOMUNIKASI VISUAL

Diajukan oleh :

GI LAN G WAH Y U LI M AN TORO

0751010058

FAK U LT AS T EK N I K SI PI L DAN PEREN CAN AAN

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “ VETERAN”

(2)

PERAN CAN GAN V I SU AL BU K U

WI SAT A RELI GI I SLAM GRESI K

TUGAS AKHIR

Untuk memenuhi sebagaian persyaratan dalam memperoleh Gelar Sarjana Teknik ( S-1)

JURUSAN ARSITEKTUR

PROGRAM STUDI DESAIN KOMUNIKASI VISUAL

Diajukan oleh :

GI LAN G WAH Y U LI M AN TORO

0751010058

FAK U LT AS T EK N I K SIPI L DAN PEREN CAN AAN

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “ VETERAN”

JAWA TIMUR

(3)

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr.Wb.

Puji Syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat dan hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan tugas akhir yang berjudul “ Perancangan Visual Buku Wisata Religi Islam Kota Gresik “.

Kota Gresik merupakan kota di pulau Jawa yang memiliki banyak makam-makam Wali dan juga tokoh penyebar Islam yang berpengaruh terhadap perkembangan Islam di pulau Jawa maupun di Indonesia. Tokoh-tokoh tersebut meninggalkan banyak peninggalan-peninggalan berupa makam, bangunan dan benda yang bernilai sejarah tinggi. Kini Gresik banyak dikunjungi oleh wisatawan yang datang dengan tujuan untuk berziarah maupun datang dengan tujuan untuk mengetahui sejarah dari tokoh maupun sejarah peningggalan dari tokoh tersebut. Fenomena tersebut yang diangkat oleh penulis sebagai permasalahan dan dijadikan landasan materi untuk mencari solusi media yang bertujuan untuk mengulas dan bisa member informasi tentang sejarah dan peninggalan wisata religi Islam Gresik, Perancangan visual wisata religi Islam Kota Gresik berelevansi dengan masuk dan perkembangan Islam di pulau Jawa, yang bisa menarik minat masyarakat untuk mengetahui dan mengenal tokoh Islam yang ada di Gresik maupun mengetahui benda peninggalan yang ada di obyek wisata tersebut, mengedepankan informasi pada buku yang dibuat dengan menggunakan foto dan teknik layout sebagai kelebihan dari buku.

Laporan ini berisi tentang penjelasan hasil analisa, riset serta konsep desain Perancangan Visual Buku Wisata Religi Islam Kota Gresik.

(4)

Penulis juga ingin mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya yang telah membantu dan berperan penting terhadap percangan tugas akhir ini, yaitu :

1. Allah SWT atas limpahan rahmat, hidayah, serta kekuatan untuk menyelesaikan tugas akhir ini.

2. Nabi Muhammad SAW, yang menjadi panutan semua umat muslim didunia. 3. Ayah Didik Prayitno dan Ibu Nur Fadhilah, yang telah memberi support dan

membantu dana untuk menyelesaikan tugas akhir ini.

4. Sahabat satu kumpulan Gedhell yang biasanya berkumpul dilobi FTSP yang sering bercerita dan bertukar pikiran sehingga sedikit banyak membantu tugas akhir ini dan juga teman satu kos Atvirizal yang sudah membantu memotret obyek wisata yang digunakan sebagai bahan untuk buku yang akan dibuat. 5. Bapak Heru Subiyantoro Ketua Program Desain Komunikasi Visual UPN

“Veteran” Jatim Surabaya, atas kerja kerasnya sehingga tugas akhir angkatan pertama ini berjalan dengan lancar.

6. Pak Aryo Bayu Wibisono yang telah memberi kritikan yang terkadang membuat drop, masukan dan semangat untuk bisa menyelesaikan tugas akhir ini dan membuat karya yang dihasilkan menjadi lebih baik.

7. Pak Tri Handoko sebagai pembimbing pendamping dan dosen penguki yang telah memberi semangat untuk terus maju dan memberi masukan .

8. Bapak dan Ibu dosen Desain Komunikasi Visual terima kasih atas ilmu yang sudah diberikan.

9. Para Pengurus makam yang telah memberi ijin sehingga penulis bisa mendapat data yang dibutuhkan.

10.Keluarga dan semua orang yang telah membantu.

Surabaya 14-12-2011

(5)

DAFTAR ISI

1.1.2 Tentang wisata religi kota Gresik... 2

1.1.3 Buku sebagai perangkat informasi wisata... 4

1.2 Identifikasi masalah... 5

1.3 Rumusan masalah... 5

1.4 Batasan masalah... 6

1.5 Ruang lingkup... 6

1.5.1 Ruang Lingkup Studi... 6

1.5.2 Implementasi Desain... 6

1.6 Tujuan Perancangan... 6

1.7 Manfaat Perancangan... 7

1.8 Sistematika Penulisan... 7

BAB II TINJ AUAN PUSTAKA

2.4.1 Elemen Teks dalam layout... 13

2.4.2 Elemen visual dalam layout... 13

2.5 Fotografi... 14

2.6 Teori warna... 16

2.7 Studi Eksisting... 18

(6)

BAB III METODE PENELITIAN

3.1 Definisi Judul dan Sub Judul... 22

3.1.1 Definisi Judul... 22

3.1.2 Definisi Wisata Religi Gresik... 22

3.2 Teknik Sampling... 23

BAB IV ANALISA DAN KONSEP DESAIN 4.1 Penelusuran masalah... 28

4.2 Segmentasi... 30

4.2.1 Demografis target segmentasi... 30

4.2.2 Karakteristik Target Segmentasi... 30

4.3 Kuisioner... 30

4.3.1 Hasil Kuisioner 1... 30

4.3.2 Kuisioner AIO ( Activity, Interest, Opinion )... 31

(7)

4.13 Sistem Grid... 39

4.14 Layout ... 40

4.15 Ukuran Media Buku... 40

4.16 Proses Desain... 41

4.16.1 Tahap Sketsa Layout... 41

4.16.2 Alternatif Layout... 41

5.1.1 Tipografi untuk cover... 49

5.1.2 Tipografi untuk Headtext dan text... 50

(8)

5.5.10 Bagian Bab 6 Makam Maulana Malik Ibrahim... 60

5.5.11 Bagian Bab 7 Makam Poesponegoro... 62

5.5.12 Bagian Bab 8 Makam Raden Santri... 62

5.5.13 Bagian Bab 9 Makam Nyai Ageng Pinatih... 63

5.5.14 Bagian Bab 10 Makam Fatimah Binti Maimun... 64

5.5.15 Bagian Bab 11 Makam Kanjeng Sepuh... 65

5.5.16 Bagian Bab 12 Masjid Jami’ Kanjeng Sepuh... 66

5.5.17 Bagian Bab 13 Pasar Bandeng... 67

5.5.18 Bagian Bab 14 Malem Selawe... 68

5.6 Promosi... 69

5.6.1 Banner... 69

5.6.2 Poster... 69

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan... 72

(9)

PERANCANGAN VISUAL BUKU WISATA

RELIGI ISLAM KOTA GRESIK

Nama : Gilang Wahyu Limantoro Npm : 0751010058

J ur usan : Teknik Ar sitektur – Desain Komunikasi visual Dosen Pembimbing : Ar yo Bayu Wibisono ST

Abstr ak

Gresik banyak memiliki obyek wisata religi Islam yang banyak dikunjungi untuk berziarah oleh peziarah dari dalam dan luar kota Gresik. Padahal Gresik memiliki banyak obyek wisata religi yang mengandung nilai sejarah dan juga keunikan bangunan yang menarik untuk diketahui. Gresik banyak memiliki wisata religi Islam memiliki nilai sejarah bagi perkembangan Islam dipulau Jawa. Buku yang akan dibuat berisi tentang fotografi dan juga penjelasan tentang sejarah, dan lokasi tempat. Fotografi yang ada pada buku ini lebih menonjol daripada teks atau penjelasan karena buku yang akan dibuat adalah buku visual. Tujuan dibuatnya buku ini adalah untuk memberi informasi kepada masyarakat bahwa Gresik memiliki banyak wisata religi Islam yang memiliki nilai sejarah yang menarik untuk diketahui selain dengan tujuan berkunjung ke obyek tersebut untuk berziarah.

Buku wisata religi Islam Gresik ini memiliki perbedaan foto-foto obyek wisata religi Islam di Gresik ada sekitar 15 tempat wisata yang akan dibahas dan dilengkapi dengan peta sehingga memudahkan ketika dibawa berwisata.

(10)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah 1.1.1Tentang Kota Gr esik

Gresik merupakan sebuah kota kabupaten dengan luas wilayah 1.174,07 Km yang mencakup daratan dipulau Jawa seluas 977,80 Km dan pulau Bawean seluas 196,72 Km.1 Gresik memiliki slogan dan motto, Gresik kota Wali, Gresik Kota santri, dan banyak mengenal Gresik berhias Iman.2 Kota Gresik menjadi kota pusat perdagangan sejak abad ke-11 yang dikunjungi oleh banyak bangsa seperti Cina, Arab, Campa dan Gujarat dan menjadi salah satu pelabuhan utama dan kota yang cukup penting sejak abad ke-15, serta menjadi tempat persinggahan kapal-kapal dari Maluku menuju Sumatera dan daratan Asia yaitu India dan Persia. Gresik merupakan pintu masuk Islam pertama di pulau Jawa yang di bawa Syekh Maulana Malik Ibrahim Bersama Fatimah binti Maimun.

Potensi yang dimiliki kota Gresik berupa kawasan industri besar yang cukup banyak ada di kota Gresik, sedangkan untuk sektor pariwisata potensi yang dimiliki kota Gresik berupa wisata religi, wisata alam, wisata kuliner tetapi potensi pariwisata kurang mendapat perhatian dan kurangnya informasi tentang wisata tersebut sedangkan di beberapa tempat wisata yang mempunyai nilai sejarah banyak wisatawan yang tertarik untuk berkunjung dan mengetahui sejarah dari obyek-obyek wisata yang di kunjungi. Berdasarkan hasil dari kuisioner sekitar 48 orang tertarik untuk mengetahui sejarah dari wisata religi Gresik.3

Wisata yang paling banyak dikenal di Gresik adalah wisata religi terutama wisata religi untuk umat agama Islam. Wisata religi berupa makam-makam, situs-situs, masjid tua kebudayaan peninggalan para wali dan penyebar agama Islam di Gresik. Wisata religi merupakan penyumbang pemasukan paling banyak di bidang

1

Mustakim, S.S. Gresik Dalam Lintasan Lima Zaman . Pustaka Eureka Hal.11

2

Slogan dan motto kota gresik, www.gresik.go.id

3

(11)

pariwisata, bagi kabupaten Gresik. Wisatawan yang berkunjung merupakan wisatawan domestik maupun luar negeri yang datang untuk berkunjung ke obyek wisata religi untuk berziarah maupun mengetahui sejarah dari obyek wisata religi tersebut. data dari website resmi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim tertulis peziarah yang datang untuk berkunjung ke makam Sunan Giri periode April 2010 berjumlah 389.742 orang,4 sedangkan untuk makam Syeikh Maulana Malik Ibrahim periode April 2010 berjumlah 1.286.280 orang wisatawan . 5

1.1.2 Tentang wisata r eligi kota Gr esik

Istilah pariwisata berasal dari bahasa sansekerta yang terdiri dari 2 suku yaitu ‘pari’ dan ‘wisata’. Pari yang berarti berulang – ulang atau berkali-kali, sedangkan wisata berarti perjalanan atau berpergian. Jadi pariwisata berarti perjalanan yang dilakukan berulang-ulang atau berkali-kali. Orang yang melakukan perjalanan disebut traveler, sedangkan orang yang melakukan perjalanan untuk tujuan wisata disebut tourist.6

Perjalanan wisata adalah perjalanan yang dilakukan oleh seseorang atau lebih dengan tujuan untuk mencari kenikmatan, hasrat ingin mengetahui sesuatu, keagamaan, olahraga, dan lain sebagainya.7 Wisata sesuatu hal yang paling dicari

orang ketika sedang dalam keadaan yang sangat penat dalam menjalani aktifitas sehari-hari, dengan berwisata seseorang bisa melepaskan penat yang dialami dan melupakannya sejenak sehingga lebih segar dalam menghadapi aktifitas kedepannya.

Wisata religi adalah perjalanan dengan tujuan beribadah dan berdoa, untuk merasakan ketenangan dengan mendekatkan diri kepada sang pencipta. Wisata religi bisa mempengaruhi psikologis dan pemikiran seseorang tentang suatu kepercayaan agama. Wisata religi dari sisi obyek tujuan dan fungsi di bagi dalam beberapa jenis, sebagai berikut :

Musanef. Manajemen Usaha Pariwisata di Indonesia.Jakarta: PT Gunung Agung.1996.Hal.12.

7

(12)

1. Tempat ibadah adalah tempat suatu agama untuk melakukan ibadah mendekatkan diri kepada sang pencipta, tempat ibadah digunakan sebagai tempat beribadah merupakan tujuan umum dari setiap tempat beribadah. Beberapa tempat ibadah memiliki keunikan bangunan dan suatu yang khas banyak dikenal oleh masyarakat dan biasanya banyak di kunjungi oleh wisatawan .

2. Makam adalah Suatu tempat peristirahatan terakhir bagi seorang yang sudah meninggal. Wisatawan berkunjung ke makam-makam untuk mendoakan yang sudah meninggal maupun berdoa untuk diri sendiri.

3. Upacara keagamaan atau Tradisi Keagamaan. Bermacam -macamnya agama, melahirkan suatu tradisi keagamaan yang terkadang masih dalam satu agama tetapi berbeda adat istiadat yang sudah turun temurun. Itu juga bisa menarik wisatawan untuk datang melihat langsung upacara keagamaan dan tradisi yang dilakukan.

Wisata religi Islam Gresik berupa makam, tempat ibadah atau masjid, situs bersejarah, dan juga tradisi budaya peninggalan tokoh-tokoh penyebar agama Islam dikota Gresik. Makam Sunan Giri dan Sunan Syeikh Maulana Malik Ibrahim paling banyak di kunjungi oleh wisatawan karena keduanya merupakan bagian dari walisongo. Selain itu juga ada beberapa makam penyebar agama islam dan tokoh yang berpengaruh di kabupaten Gresik seperti , komplek Makam Leran didesa Leran yang merupakan makam dari Fatimah binti Maimun dan juga terdapat makam panjang, desa Leran juga merupakan pintu masuk agama Islam di pulau jawa8, Makam Nyai Ageng Pinatih adalah seorang syahbandar besar di Gresik dan juga merupakan ibu angkat dari Sunan Giri, Raden Santri merupakan seorang syahbandar besar kota Gresik dan juga merupakan adik kandung dari Sunan Ampel, Makam Poesponegoro bupati pertama kota Gresik yang juga merupakan pendiri Masjid Jami’ Gresik, Sunan Prapen merupakan salah satu raja

8

(13)

di kerajaan Giri Kedaton, sedangkan Giri Kedaton merupakan kerajaan dan juga pondok pesantren yang didirikan oleh Sunan Giri.

Selain tempat – tempat tersebut di Gresik juga ada beberapa tradisi budaya yang merupakan peninggalan tokoh-tokoh agama Islam yang masih dilestarikan sampai sekarang yaitu tradisi Malam Selawe yang merupakan sebuah tradisi pada malam dua puluh lima ramadhan dengan tujuan untuk ziarah yang merupakan peninggalan dari zaman sunan giri yang masih dilestarikan sampai sekarang, tradisi Pasar Bandeng merupakan tradisi yang diadakan dua hari sebelum hari raya Idul Fitri lebih pada persiapan untuk merayakan Idul Fitri, pada tradisi ini banyak di jual bandeng besar oleh karena itu di sebut Pasar Bandeng, tradisi Kolak Ayam merupakan tradisi memasak kolak ayam dan juga berbuka puasa pada malam dua puluh tiga ramadhan yang diadakan tiap tahun didesa Gumeno.

1.1.3 Buku sebagai per angkat infor masi wisata

Buku panduan adalah buku yang dibuat dengan topik tertentu sebagai sumber informasi tentang tempat, cerita sejarah, budaya, ataupun cara untuk mempermudah mengerjakan sesuatu. buku untuk menambah pengetahuan pembaca, sebuah buku harus mempunyai nilai lebih di banding dengan media lain karena buku harus bersifat tahan lama tidak termakan zaman. Buku sebagai alat untuk menginformasikan kepada pembaca tentang apa yang sudah terjadi di masa lalu, dan dapat di informasikan ke masa akan datang untuk melestarikan budaya atau sejarah. Buku juga bisa digunakan alat untuk mengajak seseorang untuk berkunjung ke suatu tempat yang indah, tempat bersejarah, tempat yang memiliki keunikan ketika dikemas secara menarik sehingga pembaca tertarik untuk membaca dan berkunjung ke tempat tersebut.

(14)

bahwa perlu dilakukan pendokumentasian terhadap wisata religi yang terdapat dikota Gresik sehingga tradisi budaya, obyek wisata religi tetap bisa dilestarikan dan dinikmati untuk generasi mendatang sehingga tahu akan sejarah yang ada dikota Gresik, selain itu juga perlu di buat panduan wisata yang bisa digunakan untuk memandu seorang wisatawan atau peziarah ketika berwisata.

1.2Identifikasi masalah

1. Gresik banyak memiliki bangunan religi bersejarah untuk perkembangan agama Islam di pulau jawa dan tetapi juga bisa sebagai tempat untuk mengetahui sejarah-sejarah yang terjadi sehingga menambah pengetahuan tentang kota Gresik.

2. Sejarah dan pengetahuan bentuk bangunan wisata religi Gresik perlu di informasikan, karena kurangnya media yang bisa memberi informasi kepada masyarakat tentang wisata religi Islam Gresik . Berdasarkan hasil kuisioner dari 50 orang didapatkan hasil bahwa 35 orang tahu sedikit sejarah tentang wisata religi Islam Gresik, 11 orang tahu tempatnya saja, 4 orang pernah mendengar namanya obyek wisatanya saja. 48 orang tertarik untuk mengetahui sejarah wisata religi Islam Gresik. 47 orang tertarik untuk mengetahui bentuk bangunan wisata religi Islam Gresik.

3. Sebuah buku memerlukan elemen pendukung, daya tarik buku dan kekuatan buku tidak hanya pada tulisan saja, namun dengan elemen pendukung seperti layout, fotografi,dan tipografi tentang cerita dan isi buku bisa menjadi alat untuk menyampaikan pesan sehingga pesan yang akan disampaikan sampai kepada pembaca .

1.3 Rumusan masalah

(15)

1.4Batasan masalah

a. Studi perancangan ini dalam lingkup kota Gresik.

b. Wisata religi yang dibahas adalah bagunan religi yang berupa tempat beribadah, makam – makam, dan tradisi budaya yang mempunyai nilai sejarah yang berkaitan dengan agama Islam yang ada di kota Gresik.

1.5Ruang lingkup

1.5.1 Ruang Lingk up Studi

a. Studi tentang bangunan religi di Gresik yang merupakan bangunan bersejarah. b. Makam-makam tokoh penyebar agama Islam di kota Gresik.

c. Studi tentang Gaya Bahasa (Bagaimana mencari gaya bahasa yang sesuai dengan buku panduan wisata religi ).

d. Studi Gaya Visual (Bagaimana mencari karakter visual yang sesuai dengan bentuk buku panduan, dari segi layout, desain, warna, bentuk dan komposisi anatara teks dan gambar atau foto).

e. Studi biaya produksi (Studi dengan cara menawarkan proposal kepada penerbit, serta memperhitungkan biaya produksi buku yang akan diproduksi).

1.5.2Implementasi Desain

- Buku panduan Wisata Religi Islam Gresik sebagai output utama. - Banner promosi dan poster yang di letakkan di toko-toko buku. - Gimmick berupa pin, pembatas buku.

1.6 Tujuan Per ancangan

(16)

1.7 Manfaat Perancangan

Sebagai bentuk pendokumentasian wisata religi Islam di Gresik dan juga sebagai penambah pengetahuan kepada masyarakat wisata religi Islam di Gresik. Memberi informasi atau panduan wisata kepada wisatawan luar Gresik. Menambah pengetahuan tentang wisata religi Islam di Gresik. Menambah sektor pariwisata yang ada di Gresik.

1.8 Sistematika Penulisan BAB I PENDAHULUAN

Menguraikan latar belakang judul, permasalahan, tujuan, serta manfaat dari perancangan.

BAB II TINJ AUAN PUSTAKA

Tinjauan pustaka menguraikan tentang hal yang mencakup teori dasar yang melatar belakangi konsep yang akan dibuat serta studi yang diperoleh, sehingga mendapatkan data yang valid guna menghasilkan output yang diinginkan.

BAB III METODE PENELITIAN

Pada Tinjauan Pustaka mengenai hal yang mencakup teori dasar yang melatarbelakangi konsep yang akan dibuat serta diperoleh dari eksisting, sehingga mendapatkan data yang valid guna menghasilkan output yang diinginkan

BAB IV KONSEP DESAIN

Konsep yang menjadi acuan tiap output desainnya secara menyeluruh. BAB V IMPLEMENTASI DESAIN

Pembahasan terhadap output desain sebagai perwujudan dari konsep dan teori yang dipakai.

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

(17)

BAB II

TINJ AUAN PUSTAKA

2.1 Sejar ah dan per kembangan buku

Sejarah tentang perkembangan buku ada berbagai sumber. Buku pertama disebutkan lahir di Mesir pada tahun 2400-an SM setelah orang Mesir menciptakan kertas papirus. Kertas papirus yang beirisi tulisan ini digulung dan gulungan tersebut merupakan bentuk buku yang pertama. Ada pula yang mengatakan buku sudah ada sejak zaman Sang Budha di Kamboja dengan menuliskan wahyu di atas dan kemudian membacanya berulang-ulang. Berabad-abad kemudian di cina, para cendekiawan menuliskan ilmu-ilmunya diatas lidi yang diikatkan menjadi satu, hal itu mempengaruhi tata penulisan yaitu dari atas kebawah.1

Cina berhasil menciptakan kertas pada tahun200-an SM dari bahan bambu, kemudian dibuatlah buku dari bahan kertas. Pedagang muslim membawa teknologi penciptaan kertas dari cina ke eropa mulai abad ke 11. Dari sinilah perkembangan buku meningkat pesat karena diciptakannya mesin cetak kertas.

2.1.1 Kajian tentang buku

Buku dalam arti luas yaitu semua tulisan dan gambar yang ditulis dan dilukiskan diatas segala macam lembar papirus, lontar, perkamen dan kertas dengan segala bentuknya berupa gulungan , di lubangi, diikat, atau dijilid muka belakangnya dengan kulit, kain, karton, dan kayu.2

Jenis buku jika dilihat dari macamnya dan fungsi buku dapat di kelompokkan menjadi:

1. Buku pelajaran, merupakan buku yang mencakup buku ajar dari sekolah dasar – pascasarjana, baik kejuruan maupun khusus.

1

www.wikipedia.org/wiki/Buku

2

(18)

2. Buku umum, merupakan buku sastra, buku fiksi, buku non fiksi(biografi dan buku pengupas masalah politik dan kemasyrakatan).

3. Buku rujukan atau panduan : berbagai kamus, ensiklopedia dan buku pegangan.

Dalam perancangan kali ini buku yang akan dibuat adalah buku rujukan atau buku panduan yang menginformasikan kepada pembaca tentang wisata religi.

2.1.2 Bagian buku

Pada umumnya buku di bagi menjadi tiga bagian yang masing-masing terbagi lagi berdasarkan fungsinya yaitu :

a. Bagian depan, merupakan bagian yang penting dalam sebuah buku, tanpa ada cover depan buku akan terlihat kurang menarik. Pada bagian depan berisi cover depan berisi judul yang diangkat buku tersebut, nama pengarang yang mebuat buku dan logo penerbit, Judul bagian dalam berisi judul buku, informasi penerbitan merupakan pesan atau ucapan terima kasih yang ditujukan untuk orang, kata pengantar berisi pengantar dan tujuan penulis membuat buku tersebut, Daftar isi berisi daftar isi buku dan halamannya berfungsi mempermudah mencari topik atau bab yang dicari.

b. Bagian isi, isi buku yang terdiri dari bab- bab dan sub-bab, dan tiap bab membicarakan topik yang diangkat, dan tiap bab-bab dan sub-bab topik yang di angkat berbeda tapi tetap satu tema.

(19)

2.2 Kajian wisata r eligi

Istilah pariwisata berasal dari bahasa sansekerta yang terdiri dari 2 suku yaitu ‘pari’ dan ‘wisata’. Pari yang berarti berulang – ulang atau berkali-kali, sedangkan wisata berarti perjalanan atau berpergian. Jadi pariwisata berarti perjalanan yang dilakukan berulang-ulang atau berkali-kali. Orang yang melakukan perjalanan disebut traveler, sedangkan orang yang melakukan perjalanan untuk tujuan wisata disebut tourist.3

Perjalanan wisata adalah perjalanan yang dilakukan oleh seseorang atau lebih dengan tujuan untuk mencari kenikmatan, hasrat ingin mengetahui sesuatu, keagamaan, olahraga, dan lain sebagainya.4 Wisata sesuatu hal yang paling dicari

orang ketika sedang dalam keadaan yang sangat penat dalam menjalani aktifitas sehari-hari, dengan berwisata seseorang bisa melepaskan penatnya dan melupakannya sejenak sehingga lebih segar dalam menghadapi aktifitas kedepannya.

Wisata religi adalah perjalanan dengan tujuan beribadah dan berdoa, untuk merasakan ketenangan dengan mendekatkan diri kepada sang pencipta. Wisata religi bisa mempengaruhi psikologis dan pemikiran seseorang tentang suatu kepercayaan agama.

Wisata religi dari sisi obyek tujuan dan fungsi di bagi dalam beberapa jenis, sebagai berikut :

1. Tempat ibadah adalah tempat suatu agama untuk melakukan ibadah mendekatkan diri kepada sang pencipta, tempat ibadah digunakan sebagai tempat beribadah merupakan tujuan umum dari setiap tempat beribadah. Beberapa tempat ibadah memiliki keunikan bangunan dan suatu yang khas banyak dikenal oleh masyarakat dan biasanya banyak di kunjungi oleh wisatawan .

2. Makam adalah Suatu tempat peristirahatan terakhir bagi seorang yang sudah meninggal. Wisatawan berkunjung ke makam-makam untuk mendoakan yang sudah meninggal maupun berdoa untuk diri sendiri.

3

Musanef. Manajemen Usaha Pariwisata di Indonesia. Jakarta: PT Gunung Agung. 1996. Hal.12.

4

(20)

3. Upacara keagamaan atau Tradisi Keagamaan. Bermacam -macamnya agama, melahirkan suatu tradisi keagamaan yang terkadang masih dalam satu agama tetapi berbeda adat istiadat yang sudah turun temurun. Itu juga bisa menarik wisatawan untuk datang melihat langsung upacara keagamaan dan tradisi yang dilakukan.

Dari penjelasan tersebut diatas bisa dijadikan salah satu landasan untuk membuat buku wisata religi. Karena wisata religi juga merupakan salah satu tujuan wisatawan untuk melepas penat dari aktifitasnya sejenak dengan cara mengunjungi sebuah bangunan religi yang untuk beribadah dan berziarah, juga untuk menikmati keindahan bentuk sebuah bangunan religi.

2.3 Kajian komunikasi visual

Komunikasi visual adalah komunikasi melalui pengelihatan. Komunikasi visual adalah komunikasi dengan menggunakan bahasa visual, dimana unsur dasar bahasa visual adalah sesuatu yang dapat dilihat dan dapat dipakai untuk menyampaikan arti, makna, atau pesan.5 Komunikasi visual mengombinasikan unsur seni, lambang, tipografi, gambar, fotografi, desain grafis, dan warna dalam penyampaiannya.

Dalam menyampaikan komunikasi visual ada beberapa macam bentuk yaitu gambar, fotografi, video, produk, ilustrasi dan bentuk visual yang lainnya. Sebuah bentuk visual perlu didukung beberapa elemen pendukung sehingga sebuah desain berbentuk visual terlihat lebih menarik, pesan yang akan disampaikan tepat sasaran, elemen pendukung tersebut juga bisa mempengaruhi psikologi seseorang ketika melihat sebuah karya visual.

Sama halnya dengan buku, bisa berisi gambar, ilustrasi, maupun tulisan yang merupakan salah satu bentuk komunikasi visual. Buku juga perlu didukung dengan beberapa elemen pendukung sehingga komunikasi yang akan disampaikan tersampaikan sesuai dengan tujuan dibuatnya sebuah buku. Jadi pada perancangan

(21)

buku akan digunakan elemen komunikasi visual yaitu foto atau ilustrasi. Sehingga buku tidak hanya berupa teks saja, dengan menggunakan foto bisa menceritakan sebuah bangunan.

2.4 Layout

Layout adalah penyusunan dari elemen-elemen desain yang berhubungan kedalam sebuah bidang sehingga membentuk susunan artistik.6. layout bertujuan untuk “sell the news, grade the news, set the tone, guide the resders” (menawarkan/menjual berita, membimbing pembaca apa yang dibaca dahulu).7

Sebelum merancang elemen teks dan visual dalam layout perlu ditentukan elemen invisible yang berfungsi sebagai acuan penempatan semua elemen layout lainnya.elemen-elemen tersebut adalah :

•Margin merupakan ruang yang mengelilingi konten halaman. Margin mempunyai fungsi sebagai alat bantu menentukan baris dimulai dan berakhir.8

Gr id merupakan alat bantu yang sangat bermanfaat dalam membuat layout. Fungsi grid sebagai alat bantu untuk mempermudah menentukan dimana harus meletakkan elemen layout dan memperhatikan kositensi dan kesatuan layout.

Setelah menentukan elemen invisible selanjutnya menentukan prinsip - prinsip dasar dalam layout yaitu :

• Sequence/ur utan adalah urutan perhatian menyusun prioritas yang harus dibaca pertama sampai terkhir. adanya sequence pembaca secara tidak langsung ikut mengurutkan pandangannya pada urutan yang telah disusun.9 Berdasarkan penelitian oleh Dr. Amrio R.Garcia dan pegie stark pada tahub 2007, orang membaca dari kiri ke kanan dan dari atas ke bawah.

6

Rustan. Surianto Layout dasar dan penerapannya, 2008 Hal.0

7

Yurnaldi. Jurnalistik siap pakai, 1992 hal.14

8

Rustan surianto. Mendesain logo. Jakarta. PT Gramedia Pustaka Utama. 2010 Hal.64

9

(22)

• Emphasis adalah penekanan kepada objek tertentu, penekanan tertentu terhadap salah satu suatu layout yang dapat menjadi point of interest. Penekanan ini bisa dilakukan dengan mengolah kedalaman ruang, komposisi, warna, shutter speed dan tema fotografi yang diambil.10

• Balance adalah pembagian berat yang merata pada suatu layout, sehingga menghasilkan kesan seimbang pada suatu layout.11

• Unity adalah menciptakan kesatuan dalam sebuah layout. Semua elemen gambar, teks, warna, ukuran, posisi, harus saling berkaitan.

2.4.1 Elemen Teks dalam layout

Dalam menyusun sebuah buku, teks merupakan salah satu bagian terpenting. elemen teks harus bisa memberi informasi yang di butuhkan meskipun berupa tulisan pendek, cerita pendek, atau elemen teks harus bisa membawa pembaca merasakan cerita yang di ceritakan pengarang.

Elemen teks pendukung layout lainya adalah tipografi, dengan memilih dan menata huruf akan menolong pembaca untuk mendapatkan kenyamanan membaca semaksimal mungkin, jenis font yang di pilih sangat penting ketika membuat sebuah desain karena jenis font juga mempengaruhi kenyamanan pembaca, komposisi besar kecil huruf juga mempengaruhi ketika pembaca membaca tulisan.

2.4.2 Elemen visual dalam layout.

Yang termasuk elemen elemen visual adalah semua elemen yang bukan teks yang kelihatan dalam suatu layout. Bisa saja dalam suatu layout hanya terdapat elemen teks dan tidak ada elemen visual sama sekali dan juga kebalikannya hanya ada elemen visual tanpa ada elemen teks.12

Inti dari penjelasan tentang layout diatas adalah sebuah susunan layout berupa perpaduan antara elemen teks dan elemen visual bisa digunakan sebagai

10

Rustan. Surianto Layout dasar dan penerapannya, 2008 Hal.74

11

Rustan. Surianto Layout dasar dan penerapannya, 2008 Hal.75

12

(23)

teknik dalam menyusun buku. Pada buku wisata religi akan menggunakan elemen-elemen pada layout sehingga buku mudah dibaca, buku terlihat menarik, informasi yang diberikan tersampaikan kepada pembaca.

2.5 Fotogr afi

Teknik lain yang bisa digunakan untuk menyampaikan komunikasi visual sebuah buku panduan adalah fotografi. Dengan menggunakan teknik fotografi, sebuah foto bisa menjadi suatu kekuatan dan kemampuan untuk memberikan kesan meyakinkan dan kesan dapat dipercaya. Fotografi juga bisa merubah presepsi seseorang tentang seusatu.13 Nilai sebuah foto sama halnya dengan sebuah berita atau tulisan yang penting. Dengan menggunakan teknik fotografi bisa menggambarkan sebuah kejadian atau peristiwa yang terjadi dan juga dapat menangkap sebuah moment-moment yang harus di abadikan dengan menarik.14

Oleh karena itu teknik fotografi sangat penting dalam memberikan kesan kepada pembaca sebuah buku sehingga pembaca seolah–olah berada dalam sebuah gambar yang dilihat. Untuk menghasilkan sebuah foto yang bagus dan memiliki nilai estetika yang tinggi perlu di perhatikan beberapa hal antara lain : 1. Komposisi adalah penyusunan elemen yang ada disekitar obyek foto yang kemudian di rangkai dalam sebuah frame untuk menghasilkan sebuah gambar yang memiliki keseimbangan antara warna, garis-garis, gelap terang. Dengan itu, akan terjadi sebuah pencitraan gambar yang menarik untuk dilihat.

2. Angle dalam fotografi bisa disebut juga sudut pandang yang terekam kamera. Dengan mengambil sudut pandang yang berbeda akan menghasilkan hasil foto yang berbeda, dan menimbulkan efek foto yang berbeda pula pada bangunan yang difoto.

Untuk membuat foto bangunan religi yang menarik dan menghasilkan efek

berbeda di setiap foto. Angle yang bisa digunakan adalah :

13

www.Fotografer.net

14

(24)

High Angle bisa dikatakan sebagai teknik mengambil gambar dari sudut

tinggi dari bangunan sehingga akan menimbulkan efek kecil atau luas pada bangunan.

Low angle merupakan teknik mengambil gambar dari sudut rendah.apabila

menggunakan teknik ini foto sebuah bangunan akan terlihat gagah dan megah.

Frog eye teknik ini digunakan ketika ingin mengesankan bagunan religi

terlihat megah atau besar. Mengambil gambarnya super rendah dan dari jarak yang dekat.

Bird eye teknik ini cukup rumit untuk diaplikasikan karena teknik ini

memerlukan tempat yang tinggi dan jarak jauh. Oleh karena itu teknik ini disebut bird eye karena gambar yang didapat seperti pengelihatan burung ketika terbang diudara.

3. Fokus merupakan suatu bagian yang mengatur jarak ketajaman obyek foto yang menjadi point of view, dengan adanya fokus sebuah bangunan yang akan ditonjolkan akan lebih terlihat dari bangunan lain. Sehingga foto terlihat memiliki ruang dan fokus pembaca juga akan tertuju pada fokus foto tersebut.

4. Lensa sebuah alat untuk mengumpulkan cahaya atau menyebarkan cahaya yang msuk kedalam kamera. Lensa memiliki banyak bentuk dan ukuran dengan fungsi dan hasil yang berbeda satu sama lain. Ketika mengambil gambar bangunan atau landscape harus memperhatikan lensa yang dipakai, sehingga hasil yang didapat sesuai yang diinginkan. Macam-macam jenis lensa antara lain :

Tele lensa adalah lensa dengan kosntruksi panjang yang lebih pendek

daripada panjang fokusnya, sebuah lensa tele dapat dikenali dengan adanya sususnan gelas yang didesain untuk jarak fokus yang jauh. Lensa ini bisa digunakan untuk mengambil gambar bagian bangunan yang tinggi sehingga detailnya bisa ditangkap.

Wide angles lens adalah lensa dengan panjang fokus lebih pendek dairpada

(25)

seperti bangunan atau sebuah pemandangan. Lensa wide membantu ketika akan mengambil foto bangunan yang besar tetapi dalam keadaan luas bangunan yang sempit.

Normal lens adalah sebuah lensa yang membuat sebuah gambar nampak

seperti prespektif pandangan normal manusia, karena fokus sama dengan jarak diangonal bidang fokal dengan sudut pandang diagonal sehingga foto yang dihasilkan sama seperti aslinya.

Dalam fotografi juga terdapat jenis-jenis fotografi yang dibagi atas dasar obyek foto, fungsi foto, apa yang disampaikan oleh foto tersebut. Jenis-jenis foto tersebut adalah:

•Foto Arsitektur adalah foto yang menampilakan keindahan suatu bangunan baik dari segi sejarah, budaya, desain dan konstruksinya. Memotret suatu bangunan dari berbagai sisi dan menemukan nilai keindahannya merupakan syarat penting dalam membuat foto ini.

•Foto manusia adalah semua foto yang menggunakan obyek utama manusia. Unsure utama foto ini adalah foto manusia yang dapat menawarkan nilai dan daya tarik untuk divisualisasikan. Dalam jenis foto manusia terdapat cabang yaitu foto human interest adalah foto yang menggambarkan kehidupan manusia, ekspresi emosional, memperlihatakan manusia yang asli tanpa dibuat-buat, yang kesemuanya itu membawa rasa ketertarikan dan simpati bagi orang yang menikmati foto tersebut.

•Foto jurnalistik adalah foto yang digunakan untuk kepentingan pers atau informasi, dalam penyampaian pesannya, foto tersebut harus terdapat tulisan yang menerangkan isi foto sebagai penyajian jenis foto dan pesan yanag di sampaikan.

(26)

menceritakan dan mendeskripsikan sebuah obyek atau bangunan kepada pembaca buku tanpa harus membaca teks yang ada terlebih dahulu.

2.6 Teor i war na

Tanpa disadari warna sangat berperan penting dalam mempengaruhi pembaca ketika membaca. Karena itu memilih warna yang tepat merupakan proses yang sangat penting dalam mendesain identitas visual. Dibutuhkan riset yang menyangkut beberapa bidang antara lain psikologi budaya dan komunikasi.15

Sebuah warna mempunyai arti dan bisa mempengaruhi emosi, dan psikologis seseorang. Warna juga berpengaruh pada sebuah buku, untuk itu sebelum membuat sebuah buku diperlukan juga warna yang membuat pembaca nyaman untuk membacanya.

•Merah, identik dengan warna yang mewakili Kuat, Energik, Gairah, Kemarahan, Keberanian, Ganas.

•Hijau, banyak yang mengartikan sebagai warna yang segar, sehat dan alami.

•Biru, diartikan sebagai sesuatu yang menenangkan dan kepercayaan.

•Kuning, warna ini melambangkan kegembiraan, Kehangatan.

•Putih, banyak yang mengatakan warna ini sebagai warna suci, bisa diartikan sebagai warna yang bersih, rapi, tertata.

•Hitam, diartikan sebagai warna yang elegant, gelap, misterius, ketakutan.

•Coklat,warna yang mengandung arti kokoh dan kuat, identik juga dengan warna yang klasik atau tua.

Warna yang akan digunakan pada perancangan buku panduan Wisata religi Greik adalah warna yang mengandung arti bersih dan suci, warna klasik. Warna bersih dan suci mewakili makna dari bangunan religi yang bersih dan suci, warna klasik dipilih karena bangunan religi yang diangkat merupakan bangunan lama atau bangunan klasik .

(27)

2.7 Studi Ek sisting 2.7.1 Studi Komparator

Judul : Grissee Tempo Doloe

Penulis : Dukut Imam Widodo dna kawan kawan Harga : -

Halaman : - halaman Tahun terbit : 2004

Penerbit : Pemerintah Kabupaten Gresik

(28)

Judul : Wisata Kota tua Jakarta Penulis : Edi Dimyati

Harga : 93.000 rupiah Halaman : 292 halaman Tahun terbit : 2010

Penerbit : Gramedia

(29)

2.7.2 Studi kompetitor

Judul : wisata spiritual jawa timur Penulis : nyoman surya

Harga : 53.000 rupiah Halaman : 238

Tahun terbit : 2010 Penerbit : Gramedia

Sinopsis : buku ini berisi tentang wisata religi dijawa timur, isi buku menggunakan kertas coklat dengan warna hitam putih, lebih banyak menggunakan tulisan dan foto yang digunakan kurang menarik dengan teknik foto seadanya, juga berisi peta namun kurang ditata rapi, layout juga kurang menarik.

Judul : Wisata Masjid Tua Di Jakarta Penulis : Heru Santoso

Harga : 30.000 rupiah Halaman : 126

(30)

Sinopsis : Buku ini membahas info wisata masjid tua yang ada di Jakarta, berisi penjelasan dan juga gambar dari masjid yang di bahas dari buku ini. Namun

penataan layout dan juga penataan foto kurang di perhatikan karena ada foto yang

miring sehingga mengurangi nilai buku, tulisan juga terlalu besar untuk sebuah

(31)

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Definisi J udul dan Sub J udul 3.1.1 Definisi J udul

Judul yang diangkat dalam perancangan ini adalah “ Perancangan Visual Buku wisata religi Islam Gresik ” aspek-aspek yang ditelusuri adalah media yang dapat dijadikan panduan dan pengetahuan bagi masyarakat akan wisata religi yang ada di Gresik dan sejarah bangunan religi di Gresik sehingga masyarakat luar kota Gresik khususnya masyarakat kota Gresik tertarik untuk berkunjung ke bangunan religi dan juga mengetahui sejarah tentang wisata religi dikota Gresik.

Media yang digunakan untuk member informasi tentang wisata religi berupa buku, karena buku bisa menjadi sumber informasi dan buku bisa menjadi panduan untuk berwisata, buku bisa memberi informasi dimanapun ketika buku mudah untuk dibawa. Buku juga memiliki sifat yang tidak termakan oleh zaman dan masih bisa digunakan dalam jangka waktu bertahun-tahun. Oleh karena itu bisa menjadi alat komunikasi jangka panjang dan mudah ketika tiba-tiba dibutuhkan untuk memberi informasi ketika berwisata.

3.1.2 Definisi Wisata Religi Gr esik

Wisata berarti perjalanan atau berpergian. Wisata adalah perjalanan yang dilakukan oleh seseorang atau lebih dengan tujuan untuk mencari kenikmatan, hasrat ingin mengetahui sesuatu, keagamaan, olahraga, dan lain sebagainya.1 Wisata sesuatu hal yang paling dicari orang ketika sedang dalam keadaan yang sangat penat dalam menjalani aktifitas sehari-hari, dengan berwisata seseorang bisa melepaskan penatnya dan melupakannya sejenak sehingga lebih segar dalam menghadapi aktifitas kedepannya.

1

(32)

Wisata religi adalah perjalanan dengan tujuan beribadah dan berdoa, untuk merasakan ketenangan dengan mendekatkan diri kepada sang pencipta. Wisata religi bisa mempengaruhi psikologis dan pemikiran seseorang tentang suatu kepercayaan agama. Seiring dengan berjalannya waktu wisata religi tidak hanya bertujuan untuk beribadah dan mendekatkan diri pada sang pencipta, tetapi bertujuan untuk mengenal sejarah tokoh-tokoh Islam yang dikunjungi dan dan juga mengenal sejarah dan bentuk bangunan yang ada disetiap obyek wisata religi yang dikunjungi.

Wisata religi yang ada dikota Gresik banyak berupa makam-makam dan bangunan peninggalan tokoh agama Islam yang bersejarah untuk penyebaran agama Islam, banyak wisatawan yang berkunjung ke Gresik untuk berziarah ke makam-makam wali di Gresik pada malam Jum’at, hari-hari libur dan pada bulan ramadhan. Selain itu juga ada beberapa tradisi religi yang dilaksanakan turun temurun peninggalan tokoh Islam di Gresik.

3.2 Teknik Sampling 3.2.1 Tar get Audiens

Tahap ini merupakan analisa segmentasi target yang akan dituju untuk buku wisata religi Islam kota Gresik yang akan dibuat. Analisis target segmentasi

• Stata ekonomi social : Menengah keatas

• Pendapatan : Rp 1.000.000,- – Rp 2.000.000,- Perbulan

(33)

segmen yang dituju adalah 30 - 45, pada segmen usia ini target seseorang mempunyai ketertarikan akan wisata, tertarik untuk melakukan wisata dengan tujuan refreshing, tertarik mengetahui tentang sejarah dan di usia itu juga meningkatnya sifat religius seseorang terhadap agama yang di anutnya, tidak menutup kemungkinan dibaca oleh semua umur. Strata ekonomi sosial yang dituju buku wisata religi Islam Gresik ini adalah kelas menengah keatas karena kelas menengah keatas sering melakukan wisata, dan juga membeli buku dengan tujuan untuk mencari informasi dan pengetahuan.

3.3 J enis dan Sumber Data 3.3.1 J enis Data

Data Primer

a. Observasi Langsung

Observasi merupakan kegiatan pengamatan langsung pada masyarakat penduduk kota gresik tentang sejarah islam di kota gresik, dan buku-buku wisata religi lain sebagai acuan dan pembanding buku.

b. Wawancara

Wawancara dilakukan dengan pihak-pihak terkait dengan judul tugas akhir, seperti pengurus obyek wisata atau juru kunci obyek wisata yang diteliti untuk mendapat data yang relevan dari obyek tersebut. Wawancara juga dilakukan ke penerbit untuk mendapatkan data mengenai penerbitan buku yang akan di buat. c. Kuisioner

Kuisioner berupa sejumlah pertanyaan yang disebarkan pada 50 orang responden yang mewakili target audience untuk buku wisata religi kota Gresik. Data Sekunder

(34)

3.3.2 Sumber Data

Sumber data berasal dari buku, artikel, maupun internet dan juga wawancara dengan pihak terkait yang berkaitan dengan wisata religi kota Gresik dan sejarah masuknya islam di kota Gresik serta teori yang mendukung judul perancangan.

3.4 Metode Penelitian

Proses penelitian untuk perancangan ini menggunakan beberapa metode penelitian, antara lain :

1. Tahap Pengumpulan Data

a. Studi Lapangan, Yaitu survey dengan kuisioner langsung pada target segmentasi.

b. Studi komparatif, yaitu dengan melakukan komparasi dengan produk-produk sejenis.

c. Studi literatur berasal dari kumpulan data-data yang berhubungan dengan perancangan yang berasal dari berbagai sumber.

2. Tahap Identifikasi Masalah

Identifikasi masalah perancangan ini muncul dari wawancara dari pihak-pihak terkait dan didukung oleh kuisioner yang ditujukan langsung pada target konsumen. Hasil yang didapat dianalisa lebih lanjut hingga muncul perlunya perancangan ini dilakukan.

3. Tahap analisa permasalahan

Permasalahan-permasalahan yang timbul dianalisa lebih mendalam untuk dapat menentukan solusi bagaimana yang dapat dilakukan dari permasalahan tersebut.

4. Tahap pengambilan keputusan

(35)

3.5 Per encanaan

1. Dimulai dengan menganalisis dan mendefinisikan masalah yang telah ditemukan.

2. Pencarian solusi masalah yang berasal dari analisis yang dilakukan.

3. Analisis audience yang sesuai dengan karakter target segment ketika melakukan survey kuisioner maupun wawancara, terutama untuk mengetahui lebih dalam tentang sejarah dan presepsi terhadap Wisata Religi Islam Gresik. 4. Setelah melakukan analisis audience dan produk. Selanjutnya akan menjadi USP yang dicari relevansinya, relevansi tersebut diturunkan menjadi sebuah konsep perancangan buku Panduan Wisata Religi Islam Gresik.

5. Konsep tersebut diturunkan lagi menjadi sebuah keyword.

3.6 Per ancangan

1. Setelah melakukan analisis dan perencanaan, hingga akhirnya mendapat sebuah keyword. Dari keyword selanjutnya dijadikan sebuah konsep utama dalam penyusunan Buku Panduan Wisata Religi Islam Gresik.

2. Konsep perancangan meliputi penyusunan alur susunan isi buku berupa susunan obyek wisata, dan juga tradisi. Selain itu juga menentukan atribut pendukung buku mulai dari aspek estetika, layout, typhography, fotografi yang sesuai dengan Wisata Religi Islam Gresik.

3. Selajutnya memasuki tahap desain yaitu dengan pembuatan alternatif desain, rough desain, dan final desain.

(36)

3.7 Ker angka Ber pikir

Perancangan buku wisata religi islam kota gresik

Fenomena

- Banyaknya wisata religi Di Gresik yang memiliki

nilai sejarah dan menarik untuk di ketahui.

- Adanya ketertarikan masyarakat untuk mengetahui

tempat dan sejarah dari wisata religi Islam Gresik.

- Kurangnya informasi tentang wisata religi Islam

Gresik.

- Wisata religi merupakan sektor wisata yang paling

banyak memberi pemasukan bagi gresik selain dari sektor industri. pengetahuan sejarah dari obyek wisata religi kota Gresik kepada masyarakat ?”

RISET

1.Gresik banyak memiliki bangunan religi bersejarah untuk

perkembangan agama Islam di pulau jawa dan tetapi juga bisa

sebagai tempat untuk mengetahui sejarah-sejarah yang terjadi

sehingga menambah pengetahuan tentang kota Gresik.

2.Sejarah dan pengetahuan bentuk bangunan wisata religi Gresik

perlu di informasikan kepada masyarakat, karena kurangnya media

yang bisa memberi informasi kepada masyrakat tenatng wisata

religi islam gresik .

3.Sebuah buku memerlukan elemen pendukung, daya tarik buku dan

kekuatan buku tidak hanya pada tulisan saja, namun dengan

elemen pendukung seperti layout, fotografi,dan tipografi tentang

cerita dan isi buku bisa menjadi alat untuk menyampaikan pesan

sehingga pesan yang akan disampaikan sampai kepada pembaca .

BAB IV dan merupakan tempat masuknya islam pertama kali dipulau jawa

-buku sebagai perangkat untuk memberi

informasi wisata suatu kota yang

- Studi perancangan ini dalam lingkup kota Gresik.

- Wisata religi yang dibahas adalah bagunan religi yang

berupa tempat beribadah, makam – makam.

- Wisata religi yang dibahas adalah bangunan religi yang

mengandung nilai sejarah yang berkaitan dengan agama

Islam yang ada di kota Gresik.

(37)

BAB IV

ANALISA DAN KONSEP DESAIN

4.1 Penelusur an masalah

Kota Gresik mempunyai slogan dan motto, Gresik kota Wali, Gresik Kota santri, dan banyak mengenal Gresik berhias Iman.1 Karena Gresik banyak terdapat makam-makam Wali yang juga merupakan tokoh-tokoh penyebar agama Islam pertama di pulau Jawa. Makam-makam tersebut mempunyai sejarah yang panjang dan juga makam-makam wali di Gresik saling berhubungan satu sama lain, makam Syekh Maulana Malik Ibrahim merupakan sunan yang pertama kali menyebarkan agama Islam di Indonesia bersama sama Fatimah Binti Maimun pada awal abad ke 11 sejak saat itu agama Islam menyebar ke seluruh pulau Jawa, menyebarnya Islam ke pulau Jawa juga berkat Raden Santri yang menggantikan Syekh Maulana Malik Ibrahim.

Berdirinya kota Gresik tidak terlepas dari peran seorang janda kaya raya yang juga merupakan syahbandar, dari sini juga menjadi awal tonggak berdirinya kota gresik. Suatu waktu Nyai Ageng Pinatih menemukan seorang bayi yang di buang kelaut, bayi tersebut tak lain adalah Sunan Giri yang pada awalnya di beri nama Jaka Samudra oleh Nyai Ageng Pinatih, Setelah beranjak dewasa bergelar Raden Paku yang merupakan penguasa di Giri Kedaton sekaligus sebagai sunan yang menyebarkan agama Islam. Pada tahun 1487 M Sunan Giri dinobatkan sebagai penguasa pemerintahan pada tahun 1487M yang akhirnya dijadikan sebagai hari jadi kota Gresik, setelah Sunan Giri meninggal dunia dilanjutkan oleh beberapa penerusnya untuk memimpin Giri Kedaton dan mencapai kejayaannya pada masa pemerintahan Sunan Prapen. Bupati pertama yang memimpin kota Gresik adalah Kyai Ngabehi Tumenggung Poesponegoro.

1

(38)

Makam-makam tersebut banyak dikunjungi oleh wisatawan ataupun peziarah yang sengaja datang untuk berdoa di makam-makam Wali tersebut. tercatat data peziarah makam Sunan Giri pada tahun 2008 sampai 2009 mencapai 1.140.831 orang sedangkan tahun 2010 per april 2010 berjumlah 389.742 orang.2 Untuk makan Sunan Malik Ibrahim atau makam Sunan Gresik 2008 April sampai Maret 2009 mencapai 1.097.414 orang, yang terdiri dari peziarah umum, asing, pelajar, perguruan tinggi. Sementara April 2009 hingga Maret 2010 mencapai 1.286.280 orang.3 Untuk Makam-makam tersebut ramai pada hari libur dan juga meningkatnya para peziarah pada menjelang puasa . Oleh karena itu Wisata religi Islam Gresik bisa menjadi pariwisata yang menarik untuk di kunjungi.

Berdasarkan hasil kuisioner 28 orang tahu sedikit sejarah tentang wisata religi Gresik, 12 orang tahu tempatnya saja, 5 orang pernah mendengar namanya saja. 5 orang sangat tertarik untuk mengetahui lebih dalam sejarah dari wisata religi gresik, 31 orang tertarik untuk mengetahui sejarah dari wisata religi Islam Gresik. 24 orang tertarik untuk mengetahui bentuk bangunan wisata religi Islam Gresik dan 13 orang sangat tertarik untuk mengetahui bentuk bangunan wisata religi Islam Gresik. Berdasarkan buku-buku tentang wisata religi sudah yang ada, kebanyakan hanya berupa tulisan namun tidak didukung dengan gambar atau foto sehingga masyarakat tidak tertarik untuk membaca dan mengetahui lebih dalam tentang sejarah dari Wali yang ada di Gresik. Sehingga perlu adanya media yang mengulas tentang sejarah dari wali yang ada di Gresik. Dan sesuai dengan hasil kuisioner 49 orang setuju bahwa buku bisa digunakan untuk member informasi tentang bangunan dan sejarah wisata religi Gresik.

2

http://disbudpar.jatimprov.go.id/wisata/wisata-religi/143-wisata-religi-makam-sunan-giri.html

3

(39)

4.2 Segmentasi

4.2.1 Demogr afis target segmentasi

• Usia 30 - 45 tahun

Di usia ini lebih banyak keinginan untuk mengetahui sejarah dan menambah wawasan dari tokoh-tokoh yang berpengaruh di kehidupan sehari-hari. Di Usia ini juga banyak yang ingin mengetahui sejarah makam-makam dan sejarah tokoh penyebar agama Islam yang ada di kota Gresik. Di usia ini juga merupakan usia dimana seseorang mencapai kemapanan dan mulai mengkonsumsi barang-barang yang menunjang dirinya.

• Pengeluaran antara 1.000.000- 2.000.000 Per Bulan.

• SES Menengah Atas.

• Sekolah menengah Atas, D3, S1, S2Menyukai Membaca Buku.

• Menyukai Sejarah, terutama seni dan Budaya.

• Status lajang dan Berkeluarga.

4.2.2 Kar akter istik Tar get Segmenta si

Karakteristik target segmentasi adalah orang yang suka hiburan, hiburan merupakan suatu kegiatan wajib bagi semua usia, akan tetapi kebutuhan hiburan akan lebih meningkat ketika dewasa. Kebutuhan konsumen adalah orang yang suka mencari pengetahuan , suka membaca untuk mendapatkan pengetahuan karena media yang akan digunakan adalah buku, mempunyai ketertarikan terhadap sejarah, seni dan budaya dan juga politik.

(40)

Pendapatan : 1.000.000- 2.000.000 per bulan.

- 50 orang menjawab mengetahui wisata religi Islam Gresik.

- 46 orang menjawab mengetahui wisata religi Islam Gresik berupa makam. - 36 orang menjawab tahu sedikit tentang sejarah tentang tokoh Islam yang

ada di Gresik.

- 43 orang menjawab ingin mengetahui sejarah dari wisata religi Islam Gresik.

- 37 orang menjawab tertarik untuk mengetahui bentuk bangunan wisata religi Islam Gresik.

- 35 orang menjawab bahwa tujuan untuk wisata religi tidak hanya beribadah dan ziarah saja, namun bisa digunakan untuk mengetahui sejarah tokoh dan sejarah bangunan tersebut.

- 32 orang menjawab setuju bahwa “ buku adalah gudang pengetahuan dan informasi”.

- 28 orang menjawab setuju bahwa “ Buku adalah media yang tak lekang oleh jaman,berguna bagi kita dan generasi mendatang”

- 50 orang setuju buku bisa menjadi media untuk member informasi tenatng bangunan dan sejarah dari wisata religi Islam Gresik.

4.3.2 Kuisioner AIO ( Activity, Inter est, Opinion ) Profil Responden

(41)

Jenis Kelamin : Unisex( pria dan wanita ) Pendapatan : 1.000.000- 2.000.000 per bulan. Pengeluaran : < Rp 1.500.000 : 41 orang > Rp 2.000.000 : 8 orang Kesimpulan Kuisioner :

- 42 orang suka membaca buku.

- 22 orang suka jalan-jalan untuk mencari hiburan. - 41 orang menyukai sejarah.

- 40 orang suka membaca buku tentang sejarah.

- 35 orang menyukai sejarah seni dan budaya, 11 orang menyukai sejarah wisata religi, 9 orang menyukai sejarah kemerdekaan.

- 42 orang suka membaca.

- 43 orang setuju sejarah perlu dilestarikan dan diinfromasikan.

- 40 orang setuju sejarah dan kebudayaan tentang wisata religi Gresik harus dilestarikan.

- 43 orang setuju wcana dan pengetahuan tentang sejarah dan kebudayaan Islam di Gresik penting jika dikemas dalam bentuk buku.

Kesimpulan AIO :

- Suka meluangkan waktu bersama keluarga. - Suka membaca.

- Tertarik akan sejarah seni dan budaya. - Orang yang aktif.

- Suka berbelanja. - Suka mencari hiburan. Psikografis target segment . Berdasarkan Observasi :

- Suka berjalan-jalan untuk mencari hiburan dan berbelanja. Bersama keluarga mengunjungi tempat-tempat wisata.

(42)

Menurut target segment sejarah dan budaya itu penting dan tidak boleh terlupakan dan harus selalu diingat.

4.4 Unique Selling Pr eposition

Buku panduan wisata religi Islam kota Gresik ini membahas tentang lokasi wisata, sejarah dan benda-benda peninggalan yang ada di lokasi wisata tersebut. buku ini dibuat menggunakan elemen fotografi dan juga menggunakan teknik

(43)

4.5 Bagan Konsep

Bagan 4.1 Bagan Konsep Keyword

Fenomena

• Banyaknya wisata religi Di Gresik yang memiliki nilai sejarah dan menarik untuk di ketahui.

• Adanya ketertarikan masyarakat untuk mengetahui tempat dan sejarah dari wisata religi Islam Gresik.

• Kurangnya informasi tentang wisata religi Islam Gresik.

• Wisata religi merupakan sektor wisata yang paling banyak memberi pemasukan bagi gresik selain dari sektor industri.

Lat ar belakang masalah

• Gresik merupakan pintu masuk pertama masuknya agama islam di pulau jawa.

• Banyak peninggalan dari tokoh-tokoh islam di gresik yang menraik untuk di ketahui.

• Fungsi bangunan religi tidak hanya sebagai tempat ibadah namun juga bisa sebagai tempat wisata bersejarah yang menarik untuk diketahui.

• Buku adalah sumber informasi tentang segala hal,antara lain tentang informasi tantang suatu tempat, cerita sejarah, budaya ataupun cara untuk mempermudh melakukan sesuatu.

IDENTIFIKASI MASALAH

1. Gresik banyak memiliki bangunan religi bersejarah untuk perkembangan agama Islam di pulau jawa dan tetapi juga bisa sebagai tempat untuk mengetahui sejarah-sejarah yang terjadi sehingga menambah pengetahuan tentang kota Gresik.

2. Sejarah dan pengetahuan bentuk bangunan wisata religi Gresik perlu di informasikan kepada masyarakat, karena kurangnya media yang bisa memberi informasi kepada masyrakat tenatng wisata religi islam gresik .

3. Sebuah buku memerlukan elemen pendukung, daya tarik buku dan kekuatan buku tidak hanya pada tulisan saja, namun dengan elemen pendukung seperti

layout, fotografi,dan tipografi tentang

cerita dan isi buku bisa menjadi alat untuk menyampaikan pesan sehingga pesan yang akan disampaikan sampai kepada pembaca .

• Buku tak hanya bisa di gunakan untuk masa sekarang, tetapi juga bisa di gunakan untuk masa yang akan datang.

kr iteria buku panduan

• merupakan buku yang berisi informasi tentang panduan melakukan sesuatu dan mempermudah melakukan sesuatu.

• Buku panduan wisata adalah buku yang fleksibel mudah di bawa kemana-mana, karena biasanya digunakan untuk mencari informasi sewaktu-waktu.

• Buku tentang wisata dan sejarah tidak hanya berupa tulisan atau teks tetapi juga harus di dukung oleh elemen lainnya seperti foto atau gambar, susunan layout yang cocok sehingga terlihat menarik.

Wisata r eligi Islam Gr esik

• berupa makam , masjid dan

• Religious dan pekerja keras .

(44)

4.6 Definisi Konsep Keywor d Keywor d : J our ney Of The Faith Mak na Denotatif :

Definisi Journey : Perjalanan

Definisi Of The Faith : Sebuah Kepercayaan Mak na Konotatif :

(45)

4. Bagian Isi Buku

Berisi beberapa bab yang membahas tentang lokasi, sejarah dan benda peninggalan obyek – obyek wisata Religi Islam Gresik tersebut. obyek wisata yang akan dibahas yaitu :

- Sunan Giri

Berisi tentang peta tentang Wisata Religi Islam Gresik .

4.8 Str ategi Komunikasi

(46)

4.9 Str ategi Visual

Strategi visual yang dipakai dalam buku Wisata Religi Islam Gresik menggunakan elemen fotografi yang paling menonjol, karena dengan menggunakan fotografi merupakan suatu penggambaran dan juga pendokumentasian dari obyek – obyek wisata yang dibahas. Selain itu fotografi bisa membuat seorang pembaca mencerna apa yang digambarkan dan ingin disampaikan dalam foto tersebut tanpa harus datang ke obyek wisata secara langsung.

Bapak Polo JP Books juga mengatakan bahwa fotografi merupakan elemen penting dalam sebuah buku visual dan wisata, apalagi sebuah foto bisa bercerita tentang sebuah obyek tanpa harus banyak penjelasan dalam bentuk teks. Fotografi khususnya bangunan merupakan suatu penggambaran nyata yang sesuai dengan obyek apa yang di tangkap. Penggunaan elemen fotografi juga merupakan keinginan dari target audiens yang sesuai dengan hasil kuisioner faktor yang penting dalam sebuah buku agar buku menarik untuk dibaca adalah foto dan gambar.

4.10 Fotogr afi

Fotografi dalam buku wisata religi Islam Gresik merupakan elemen visual yang paling penting yang bertujuan untuk menggambarkan bentuk bangunan dan interaksi yang sesuai dengan apa yang ada di tempat tersebut. Foto yang diambil adalah foto foto berupa bangunan, benda peninggalan dan juga foto interaksi atau

human interest ketika sebuah tradisi berlangsung, di ambil dengan angle yang

(47)

Gambar 4.1 Foto bangunan dengan teknik long shoot.

Gambar 4.2 foto bangunan dengan teknik low angle.

(48)

4.11 Or namen

Selain elemen foto yang paling menonjol, pada buku wisata religi Islam Gresik pada bagian pembabagan awal bab dan pada halaman akan terdapart ornament yang digunakan untuk mempercantik halaman. Ornamen tersebut diambil dari ukiran yang terdapat pada dinding salah satu obyek wisata.

Gambar 4.4 ornament pada dinding makam Sunan Prapen

4.12 War na

Warna yang digunakan dalam buku panduan Wisata Religi Islam Gresik digunakan warna klasik. 42 orang dari hasil kuisoner juga setuju, warna yang mewakili warna wisata religi adalah warna klasik dan juga mengacu pada buku serupa yang membahas sejarah dan kebudayaan yaitu Buku panduan Wisata Kota Tua Jakarta dan Grissee Tempoe Doeloe, memakai warna klasik. Penerapan warna klasik pada buku Wisata Religi Islam Gresik ini terdapat pada awal pembukaan bab yang terdapat warna coklat tua pada teks dan ornament dan warna krem pada background selain itu penggunaan kertas yang berwarna sedikit coklat.

4.13 Sistem Gr id

(49)

4.14 Layout

Komposisi dan keseimbangan penempatan foto dan tulisan diperhatikan sehingga terlihat menarik. Dibeberapa halaman, foto lebih menonjol hanya beberapa teks yang menjelaskan dari foto tersebut. Susunan foto tidak terpaku pada susunan tertentu sehingga foto terlihat menarik dan tidak membosankan. Di akhir bab untuk mebatasi bab selanjutnya digunakan foto yang full halaman agar pembaca paham bahwa di tiap akhir bab terdapat halaman yang full foto.

Dominan Foto Berimbang Dominan Text

Gambar4.5 Layout.

Gambar 4.6 Contoh Layout pada akhir bab.

4.15 Ukur an Media Buku

(50)

4.16 Pr oses Desain

4.16.1 Tahap Sketsa Layout

Gambar 4.7 Alternatif Sketsa 1 , 2 , 3

(51)
(52)

Gambar 4.9 Alternatif Layout 2

(53)

4.16.3 Alter natif Cover

Pada hasil kuisioner pertama untuk pemilihan gaya cover, gaya simple yang terpilih sebagai cover buku. Selajutnya untuk desain cover buku desain yang terpilih adalah desain alternative 3. Pihak stakeholder menyetujui alternatif ke-3 sebagai cover buku.

Simple classic modern

(54)

Alternatif 2

Alternatif 3

Aternatif 4

(55)

4.17 Sistem Pr oduk si Buk u

Jumlah Cetak Awal : 2000 Eksemplar

4.17.2 Estimasi Harga

Untuk Perancangan Buku Wisata Religi Islam Gresik sebagai buku panduan visual buku ini di simulasikan menggunakan Penerbit Jawa Pos Books atau JP books. Untuk jenis Buku panduan visual maka harga perhalaman senilai Rp 250,-Gambaran umum Pembagian prosentase yang digunakan oleh JP Books adalah :

- Resiko 5% Books menyatakan bahwa tiap produksi cetak tahap awal standart sebanyak 2000 Eksemplar.Perhitungan berdasarkan harga jual Epr Buku :

- Harga perhalaman x Jumlah halaman = HPP (Harga Pokok Produksi) Rp 250 /hal x 113 hal = Rp 28.250,-

- HPP x Oplah = Ongkos Produksi Rp 28.250 x 2000 = Rp 56.500.000,-

(56)

- HPP x 5 = HET (Harga Eceran Toko) - Rp 28.250 x 5 = Rp 141.250,-

Maka harga digenapkan menjadi Rp. 145.000 x 2000 = Rp 284.000.000,-

Jadi minimal harga eceran toko adalah Rp 145.000,- Setelah Harga ditemukan, Berapa Laba yang didapat oleh penerbit? Dan berapa buku yang harus terjual agar modal awal produksi dan distribusi dapat kembali. Maka digunakan metode sebagai berikut : dikalikan jumlah 2000 eksemplar kemudian dikurangi dengan hasil pembagian presentase sebagai berikut :

- Rp 284.000.000,- –Rp 207.200.000,- =Rp 77.000.000,- Hasilnya dikurangi ongkos produksi :

- Rp 77.000.000,- –Rp 56.500.000,- =Rp 20.500.000,- PPH ( Pajak Penghasilan) :

- 1,5 % xRp 284.000 ,- =Rp 4.260.000 ,- Keuntungan tambahan pihak penerbit :

- Rp 20.500.000,- – Rp 4.260.000,- =Rp 16.240.000,- Rp 16.240.000 merupakan keuntungan tambahan untuk pihak penerbit.

4.17. 3 Analisa Media

(57)

Islam Gresik perlu dilakukan analisis menentukan media yang sesuai dengan target segmen yang dituju.

Media dapat memuat pesan-pesan yang akan disampaikan kepada target segmen. Media Primer digunakan sebagai media utama untuk menyampaikan pesan yang akan disampaikan, sedangkan untuk media sekunder merupakan media pendukung untuk melengkapi media sekunder.

4.17.4 Media Pr imer

Media primer yang digunakan adalah buku visual. Buku visual ini digunakan untuk menyampaikan sejarah dan peninggalan tentang wisata religi Islam Gresik. Dengan media ini diharapkan tujuan awal untuk menyampaikan sejarah dan peninggalan tentang wisata religi Islam Gresik dapat tersampaikan.

4.17.5 Media Sek under

Media sekunder yang digunakan lebih kearah promosi tentang buku Wisata Religi Islam Gresik yang telah dibuat. Memperkenalkan dan memberi informasi tentang promosi buku yang telah dibuat. Media sekunder yang digunakan berupa Poster, Banner,Pembatas Buku, Pin.

1. Poster

Poster digunakan sebagai media untuk berpromosi Buku Wisata Religi Islam Gresik yang diletakkan di toko buku.

2. Banner

Banner digunakan untuk berpromosi yang diletakkan pada pintu masuk toko buku atau bagian depan masuk toko buku.

3. Pembatas Buku

Pembatas buku terdapat pada dalam buku sebagai bonus ketika membeli buku. Yang berfungsi sebagai pembatas buku.

4. Pin

(58)

BAB V

IMPLEMENTASI DESAIN

5.1 Tipografi

5.1.1 Tipografi untuk cover

(59)

5.1.2 Tipografi untuk Headtext dan text

Jenis Font Loki Cola digunakan untuk headtext pada awal bab dengan beberapa proses editing sehingga terlihat lebih menarik. Selain itu juga bentuk font yang klasik . Sedangkan untuk teks pada isi buku digunakan jenis cambria 9 point yang diaplikasikan pada buku .

5.2 Foto

Buku Wisata Religi Islam Gresik mengunakan foto – foto yang menggambarkan obyek wisata religi dan juga peninggalan yang ada di obyek wisata tersebut. Foto pada buku Wisata Religi Islam Gresik lebih menonjol daripada teksnya, karena konsep awal dari buku ini lebih menonjolkan visual berupa foto. Peletkan foto untuk awal bab dan akhir bab foto diletakkan penuh satu sampai dua halaman sedangkan untuk tengah bab foto diletakkan separuh halaman karena pada tengah halaman terdpat juga teks.

(60)

5.2 Gr id

Sistem Grid yang digunakan pada Buku Wisata Religi Islam Gresik adalah sistem satu kolom grid. Sistem satu kolom grid digunakan karena pada pertengahan bab terdapat foto yang diaplikasikan pada separuh bagian buku sehingga grid pada buku Wisata Religi Islam Gresik bisa dibuat memanjang kebawah atau melebar kesamping tapi masih enak ketika dibaca dan tidak menggangu foto. Pada grid juga digunakan Justify sehingga teks terlihat rapi.

Gambar 5.2 Contoh sistem satu kolom grid.

5.3 Sistem Page Number

(61)

Gambar 5.3 Contoh Penempatan Page Number.

5.4 Anatomi Buku

Ornamen Headtext

Page Number

(62)

Gambar 5.4 Anatomi Buku

5.5 Desain Buku 5.5.1 Desain Cover

Gambar 5.5 Cover Buku

Pada cover depan Wisata Religi Islam Gresik ini menggunakan gambar gapura pada makam Poesponegoro dengan teknik fotografi. Gapura dipilih karena bentuknya memiliki keunikan seperti bentuk gapura pada candi hindu, sedangkan gapura Poesponegoro dipilih karena pada gapura ini terdapat tulisan yang memakai huruf jawa dan arab. Selain itu juga banyak bangunan gapura masuk pada wisata religi Islam Gresik memiliki bentuk seperti gapura pada candi hindu.

isi Foto Keterangan

Gambar

Gambar 3.1Kerangka Berpikir 27
Gambar 4.2  foto bangunan dengan teknik low angle.
Gambar 4.4 ornament pada dinding makam Sunan Prapen
Gambar 4.7 Alternatif Sketsa 1 , 2 , 3
+7

Referensi

Dokumen terkait

Membuat media efektif untuk mengenalkan kawasan Sunda Kelapa sebagai objek wisata dan meningkatkan rasa nasionalisme anak.

Buku adalah sesuatu yang istimewa karena bersifat kekal dan tidak termakan oleh waktu. Buku dijadikan sebuah referensi maupun pengetahuan – pengetahuan untuk

Berdasarkan analisis sebelumnya diperoleh solusi desain yang bisa mengatasi permasalahan dengan merancang video klip yang dapat mewakili karakter lagu, low budget, dan

Kejahatan jalanan di jaman modern ini sangatlah semakin mengkhawatirkan,karena pelaku cenderung mencari korban yang dianggap lemah untuk dijadikan target,biasanya

oleh pengetahuan dan wawasan seorang atau masyarakat dalam rangka mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi Pemberdayaan harus dilakukan secara terus- menerus dan

“Perancangan Komunikasi Visual Board Game Pengenalan Destinasi Wisata Kota Palembang Untuk Anak Usia 9-12 Tahun” ini, perancangmengawali dengan mencari permasalahan yang

Dengan begitu, desain komunikasi visual adalah cara berpikir rasional untuk mencari solusi dari suatu permasalahan yang diaplikasikan ke dalam berbagai media yang

Pada bab ini berisi mengenai fenomena yang diangkat sebagai landasan permasalahan yang ada sehingga untuk membangun semangat kerja karyawan, Lesehan Landunk menyadari bahwa peranan