BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul
Organisasi merupakan suatu proses tersusun yang orang-orangnya berinteraksi untuk mencapai tujuan. Organisasi dapat juga diartikan sebagai suatu bentuk yang dengan sadar diciptakan manusia untuk mencapai tujuan yang sudah diperhitungkan.
Sumber daya manusia dalam suatu organisasi, di nilai merupakan faktor yang sangat menentukan dan dapat menjamin kelangsungan kegiatan operasional demi menunjang keberhasilan dan pencapaian tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Oleh karena itu bagian sumber daya manusia harus benar-benar memperhatikan kegiatan pengadaan sampai kegiatan penempatan karyawan. Penempatan berkaitan dengan pencocokan seseorang dengan jabatan yang akan dipegangnya, berdasarkan pada kebutuhan jabatan dan pengetahuan, ketrampilan, kemampuan, preferensi, dan kepribadian karyawan tersebut.
Politeknik Negeri Sriwijaya adalah lembaga tinggi yang menyelenggarakan pendidikan vokasi berbasis kompetensi. Pentingnya menyiapkan Politeknik Negeri Sriwijaya yang mampu bersaing dengan lembaga pendidikan tinggi lainnya dalam era globalisasi, maka perlu dikembangkan pula sumber daya manusia yang berkualitas.
Politeknik Negeri Sriwijaya pada umumnya dalam penempatan karyawan tidak melalui tahapan yang sesuai dengan program yang seharusnya, yaitu bakat, serta keahlian dan latar belakang pendidikan dalam menempatkan job deskripsi, tetapi hanya berdasarkan kebutuhan dan skill individu yang di miliki masing-masing karyawan. Oleh karena itu penulis tertarik untuk mengangkat permasalahan tersebut kedalam tulisan yang berbentuk makalah dengan judul :
1.2 Rumusan Masalah
Besar kecilnya masalah yang ada tergantung dari situasi dan kondisi dari organisasi, salah satunya masalah kepegawaian. Begitu juga dengan Politeknik Negeri Sriwijaya Palembang .
Melalui informasi dan data yang penulis peroleh dari Politeknik Negeri Sriwijaya, penulis menemukan masalah yang dihadapi Politeknik Negeri Sriwijaya yaitu dalam penempatan karyawan yang tidak berpedoman pada analisa pekerjaan, sehingga penempatan karyawan belum sesuai dengan spesifikasi pekerjaan, yaitu kurang tepatnya penempatan karyawan dan kurangnya kriteria dalam penempatan dari segi latar belakang pendidikan.
Berdasarkan indikasi di atas, maka permasalahan yang akan dibahas adalah “Apakah Penempatan Karyawan Berpengaruh Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Politeknik Negeri Sriwijaya Palembang”.
1.3 Tujuan dan Manfaat Tujuan:
Untuk mengetahui seberapa besar Pengaruh Penempatan Karyawan Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Politeknik Negeri Sriwijaya Palembang.
Manfaat:
1. Diharapkan makalah ini dapat member informasi yang berharga bagi pihak manajemen sebagai bahan untuk mempertimbangkan dalam menempatkan karyawan sesuai dengan latar belakang pendidikan, sehingga dapat memberikan kepuasan bagi karyawan Politeknik Negeri Sriwijaya Palembang.
1.4 Metode Penulisan
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Penempatan Karyawan
2.1.1 Pengertian Penempatan Karyawan
Pengertian penempatan (placement) karyawan menurut Sastrohadiwiryo (2003:162) adalah :
“Proses pemberian tugas dan pekerjaan kepada tenaga kerja yang lulus seleksi untuk dilaksanakan sesuai ruang lingkup yang telah ditetapkan, serta mampu mempertanggung jawabkan segala risiko dan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi atas tugas dan pekerjaan, wewenang, serta tanggung jawabnya”.
2.1.2 Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam penempatan karyawan
Menurut Sastrohadiwiryo (2003:162-165) faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam penempatan karyawan adalah:
1. Prestasi Akademis 2. Pengalaman
3. Kesehatan Fisik dan Mental 4. Status Perkawinan
5. Usia
2.1.3 Penyebab tantangan dalam penempatan karyawan
Menurut Siagian (2000:153) dalam bukunya Manajemen Abad 21, pada tingkat mikro penempatan menjadi tantangan, antara lain disebabkan oleh hal-hal berikut:
2. Perusahaan masih menganut kultur organisasi yang mempertimbangkan faktor usia karyawan dan menggunakannya sebagai dasar utama untuk dipromosikan.
3. Kriteria alih tugas dan alih wilayah yang tidak selalu jelas.
4. Belum memasyarakatnya penilaian kinerja yang berorientasi kemasa depan selain di maksudkan sebagai instrument yang menentukan tingkat kinerja masa lalu dan digunakan untuk mempertimbangkan kenaikan gaji atau upah berkala bagi para karyawan.
Pada hal, jika suatu organisasi ingin meraih kemajuan dalam bentuk pertumbuhan dan perkembangan di masa depan, kebijaksanaan dan praktek penempatan harus di kaitkan dengan potensi karyawan untuk melaksanakan tugas yang lebih rumit dan memikul tanggung jawab lebih besar di kemudian hari.
2.1.4 Kepuasan Kerja Karyawan
2.1.4.1 Pengertian Kepuasan Kerja Karyawan
Menurut Handoko (2001:193) kepuasan kerja (job statisfaction) adalah keadaan emosional yang menyenangkan atau tidak menyenangkan dengan mana para karyawan memandang pekerjaan mereka.
Kepuasan kerja dalam pekerjaan adalah kepuasan kerja yang di nikmati dalam pekerjaan dengan memperoleh pujian hasil kerja, penempatan, perlakuan, peralatan dan suasana lingkungan kerja yang baik. Karyawan yang lebih suka menikmati kepuasan kerja di dalam pekerjaan akan lebih mengutamakan pekerjaannya dari pada balas jasa walaupun balas jasa itu penting.
2.1.4.2 Fungsi Kepuasan Kerja Karyawan
Sering di anggap bahwa para karyawan yang mendapatkan kepuasan kerja akan melaksanakan pekerjaan dengan lebih baik. Banyak karyawan dengan kepuasan kerja tinggi tidak menjadi karyawan yang produktivitasnya tinggi, tetapi tetap hanya sebagai karyawan rata-rata. Kepuasan kerja itu sendiri, bukan merupakan suatu motivator kuat. Kepuasan kerja perlu untuk memelihara karyawan agar lebih tanggap terhadap lingkungan motivasional yang diciptakan.
Menurut Strauss dan Sayles (2001:196) fungsi kepuasan kerja karyawan adalah:
1. Kepuasan kerja juga penting untuk aktualisai diri. Karyawan yang tidak memperoleh kepuasan kerja tidak akan menjadi frustasi.
2. Kepuasan kerja mempunyai arti penting baik bagi karyawan maupun perusahaan, terutama karena menciptakan keadaan positif di dalam lingkungan kerja perusahaan.
2.1.4.3 Faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Kerja Karyawan
Menurut Hasibuan (2005:203) faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja karyawan adalah sebagai berikut:
1.Balas jasa yang adil dan layak
2.Penempatan yang tepat sesuaidengan keahlian 3.Berat ringannya pekerjaan
BAB III PEMBAHASAN
3.1 Analisis Deskriptif
Analisis deskriptif merupakan analisis untuk menjelaskan hasil penjabaran kuesioner kepada responden penelitian, dalam penelitian ini responden penelitian adalah karyawan Politeknik Negeri Sriwijaya Palembang. Adapun hasil jawaban kuesioner dari responden dipaparkan sebagai berikut:
1. Ijazah akademik perlu dipertimbangkan dalam
4. Prestasi dalam seleksi sangat mempengaruhi
8. Tes kesehatan dalam seleksi sangat
dengan pekerjaan yang
Jumlah Rata-rata 2,7% 8,7% 12,9% 35,5% 40,4%
3.2 Pengaruh Penempatan Karyawan Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan
Penempatan karyawan Politeknik Negeri Sriwijaya Palembang belum begitu baik, dikarenakan belum tepatnya kualifikasi sebagai dasar untuk penerimaan karyawan Politeknik Negeri Sriwijaya Palembang. Hal ini dapat dilihat pada waktu penem[atan karyawandimaan masih adanya karyawan yang memiliki latar belakang pendidikan yang berbeda dengan latar belakang pendidikan yang dibutuhkan. Adapun contohnya sebagai berikut:
1. Aswna Rizal S.H. (S.1 Hukum Pidana), Kasubag Tata Usaha. 2. Rosiana (SMP), Administrasi Kepegawaian.
3. Sukri (SMA IPS), Teknisi Teknik Komputer.
Berdasarkan penempatan diatas, seorang pimpinan harus dapat menempatkan orang-orang yang tepat pada tempat yang tepat dan penempatan orang-orang yang tepat pada pekerjaan yang tepat, agar seorang karyawan dapat bekerja sesuai dengan spesialisasinya atau keahliannya. Adanya penempatan yang tepat,maka karyawan akan mendapatkan kepuasan kerja dan mencapai hasil kerja yang baik.
Standar prestasi kerja merupakan hal yang sangat penting dalam suatu pekerjaan. Standar-standar ini memberikan dua manfaat:
1. standar berfungsi sebagai sasaran-sasaran atau target bagi pelaksanaan kerja karyawan.
3.3 Perbaikan Sistem Penempatan Karyawan
Dalam hal ini dengan menempatkan karyawan tersebut pada bagian yang sesuai dengan latar belakang pendidikannya, dalam penempatan ini harus berpedoman pada istilah “The right man in the right place and the right man in the right job” yaitu penempatan orang-orang yang tepat pada tempat yang tepat dan penempatan orang-orang yang tepat pada pekerjaan yang tepat.
Penempatan yang dimaksudkan bahwa penempatan atau memberi pekerjaan seseorang pelu dipertimbangkan banyak hal yang melekat pada karyawan yang bersangkutan, sehingga penempatan tersebut akan memberi nilai tambah, baik bagi karyawan itu sendiri maupun bagi organisasi.
Perlu adanya mekanisme penempatan karyawan khususnya pada Politenik Negeri Sriwijaya Palembang. Mekanisme penempatan karyawan tersebut harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
1. Dari segi pendidikan
Menduduki suatu jabatan harus memenuhi kualifikasi pendidikan baik jenjang pendidikan maupun spesialisasi atau keahlian yang sesuai dengan jabatan yang diduduki. Prestasi perlu dipertimbangkan tidak terbatas pada jenjang terakhir pendidikan tetapi termasuk jenjang pendidikan yang pernah dialaminya.
2. Dari segi pengalaman kerja
Pengalaman bekerja pada pekerjaan sejenis, perlu mendapatkan pertimbangan dalam penempatan keryawan. Pengalaman bekerja banyak memberikan keahlian dan keterampilan kerja.
3. Dari segi kepangkatan
4. Kesehatan Fisik dan Mental
Faktor kesehatan fisik dan mental perlu di pertimbangkan dalam menempatkan karyawan untuk menghindari kerugian organisasi. Perlu dipertimbangkan tempat mana yang cocok bagi karyawan yang bersangkutan sesuai dengan kondisi fisik dan mentalnya. Karyawan yang kondisi fisiknya lemah sebaiknya ditempatkan di bagian yang tidak memerlukan tenaga yang banyak dan pekerjaan yang berat untuk karyawan yang fisiknya benar-benar kuat.
Pada kenyataannya pada Politeknik Negeri Sriwijaya Palembang, yang terjadi adalah adanya kriteria yang tidak dilaksanakan yaitu dari segi latar belakang pendidikan. Berikut tentang kriteria di atas sesuai dengan sesuai dengan jabatan masing-masing.
1. Sebaikanya organisasi menempatkan karyawan-karyawan yang berpendidikan S1 Ekonomi Manajemen, di bagian keuangan dan administrasi, bukan sebagai tenaga teknisi.
2. Pada bagian administrasi seharusnya menempatkan karyawan yang mempunyai pengalaman dibidang administrasi, misalnya D3 Admnistrasi. Bukan menempatkan karyawan yang memiliki latar belakang pendidikan (SMP,SMA,IPA,STM,S1 Pertanian) pada bagian administrasi.
3. Pada bagian teknisi seharusnya organisasi menempatkan karyawan yang berpendidikan STM yang mempunyai pengalaman dibidang tersebut, bukan yang memiliki latar belakang pendidikan IPS.
Karyawan yang memiliki latar belakang yang berbeda atau tidak sesuai dengan spesialisasinya tentu kurang menguasai tugas yang harus dilakukan. Permasalahan ini dapat diatasi dengan tindakan dari organisasi untuk memberikan pelatihan dan pendidikan kepada karyawan yang tidak memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai tersebut. Pendidikan dan pelatihan ini diharapkan agar karyawan akan lebih mampu dan menguasai pekerjaan yang jadi tanggung jawab.
A. Kesimpulan
Dalam melaksanakan kegiatan penempatan karyawan, bahwa penempatan karyawan pada Politeknik Negeri Sriwijaya Palembang belum sepenuhnya diterapkan kualifikasi penempatan yang telah ditentukan dalam spesifikasi jabatan atau penempatan, dan kurang memperhatikan dari segi latar belakang pendidikan karyawan. Hal ini terbukti pada penempatan karyawan masih terdapat kekeliruan dalam penempatan karyawan, sehingga pada pelaksanaan penempatan yang terjadi, adanya ketidakpuasan karyawan terhadap proses penempatan.
B. Saran
Usaha untuk meningkatkan efektivitas kerja karyawan pada politeknik Negeri Sriwijaya Palembang, maka demi tercapainya efektivitas tersebut terdapat beberapa saran sebagai berikut:
1. Politeknik Negeri Sriwijaya Palembang dalam melaksanakan
kegiatan penempatan seharusnya betul-betul memperhatikan spesifikasi pekerjaan yang telah dibuat, kriteria yang telah ditentukan, menempatkan karyawan yang benar-benar sesuai dengan spesifikasi pekerjaan dan lebih memperhatikan latar belakang pendidikan karyawan dalam penempatan. Sehingga karyawan mendapatkan kepuasan kerja dari proses penempatan yang telah ditetapkan.