• Tidak ada hasil yang ditemukan

Profesionalisme dan Etika Dokter. docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Profesionalisme dan Etika Dokter. docx"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

Dewasa kini seiring berkembang waktu dan tekhnologi, ternyata disertai akan kerusakan nilai-nilai profesionalisme, banyak orang-orang yang acuh bahkan menghilangkan nilai-nilai profesionalisme dan etika. Bahkan dibidang kedokteran nilai-nilai Profesionalisme dan Etika sangat diutamakan dan dijunjung tinggi.

Profesi berasal darikata Profession yang berarti “deklarsi secara terbuka”,yaitu deklarasi, janji, atau sumpah yang khusuk. Profesi memiliki pengertian suatu kelompok individual dengan aturan/disiplin tersendiri yang kemampuan khusus dalam masyarakat yang didapat dari jenjang pendidikan ataupun pelatihan. Sementara arti dari profesionalisme kedokteran adalah unik. Tidak hanya menyakut masalah seorang dokter yang pintar, tetapi merupakan refleksi nilai dan perilaku dokter dalam menjalankan praktik sehari-hari, termasuk interaksi dengan pasien, keluarga, teman sejawat dan masyarakat luas.

yang pintar, tetapi merupakan refleksi nilai dan perilaku dokter dalam menjalankan praktik

sehari-hari, termasuk interaksi dengan pasien, keluarga, teman sejawat dan masyarakat luas.

Kamus Kata-kata Serapan Asing dalam Bahasa Indonesia, karangan JS Badudu (2003),

mendefinisilan profesionalisme adalah mutu, kualitas, dan tindak tanduk yang merupakan ciri

(2)

suatu profesi atau ciri orang yang profesional. Sementara kata profesional sendiri berarti

bersifat profesi , memiliki keahlian dan keterampilan karena pendidikan dan latihan,

sertaberoleh bayaran karena keahliannya itu. Dalam kamus "The advanced Learner"s

Dictionary of Current English, yang ditulis AS Hornby dan kawan-kawan diinyatakan:

"profession is accuption, esp. one requiring advanced educational and special training".

Artinya jabatan yang memerlukan suatu pendidikan tinggi dan latihan secara khusus. Suatu

jabatan akan menentukan aktivitas-aktivitas sebagai pelaksana tugas. Berarti bukan

jabatannya yang menjabat predikat profesional, tetapi keahliannya dalam melaksanakan

pekerjaan.

Dari definisi itu dapat disimpulkan bahwa profesionalisme memiliki dua kriteria pokok,

yaitu keahlian dan pendapatan (bayaran). Kedua hal itu merupakan satu kesatuan yang saling

(3)

memiliki dua hal pokok tersebut, yaitu keahlian (kompetensi) yang layak sesuai bidang

tugasnya dan pendapatan yang layak pula sesuai kebutuhan hidupnya. Berdasarkan pengertian tersebut, dapat dipahami bahwa seorang dikatakan profesional,

karena ia mempunyai standar kualitas dan ciri-ciri tertentu. Menurut Anwar Jasin, ciri

mendasar dari sebuah makna profesional tersebut antara lain;

Pertama, tingkat pendidikan spesialisasinya menuntut seseorang melaksanakan

jabatan/pekerjaan dengan penuh kapabilitas, kemandirian dalam mengambil keputusan

(independent judgement), mahir dan terampil dalam mengerjakan tugasnya.

Kedua, motif dan tujuan utama seseorang memilih jabatan/pekerjaan itu adalah pengabdian

kepada kemanusiaan, bukan imbalan kebendaan (bayaran) yang menjadi tujuan utama.

Ketiga, terdapat kode etik jabatan yang secara sukarela diterima mejadi pedoman perilaku

dan tindakan kelompok profesional bersangkutan. Kode etik tersebut menjadi standar

(4)

dengan saling menjalin kerja sama dan tolong-menolong antaranggota dalam suatu komunitas

tertentu.

Adanya professionalism behavior menjadi penting diajarkan dan diterapkan dalam

perkuliahan ilmu kedokteran secara eksplisit. Dengan mengedepankan perilaku

profesionalisme yang ditunjukkan dengan perkataan, perbuatan dan penampilan, hal ini akan

membangun kepercayaan masyrakat. Kompetensi seorang dokter tidak hanya dinilai dari

keterampilan klinis maupun pengetahuan semata tetapi juga membutuhkan perilaku yang

baik. Hal ini karena dokter akan berhubungan dengan seorang pasien. Seorang dokter juga harus memiliki komitmen dan tanggung jawab. Dokter yang baik

adalah seorang dokter yang memiliki kemampuan intelektual yang baik, memahami undangundang

yang berlaku, komitmen terhadap pelayanan masyarakat, dan harus memiliki etika

sehingga akan menghasilkan dokter dengan professional behavior.

(5)

atas kepentingan pribadi atau dokter. Kemudian memiliki sikap rasa saling menghormati

tidak hanya kepada pasien tetapi juga terhadap keluarga, teman sejawat atau rekan kerja,

bidan, maupun apoteker. Profesionalisme merupakan sesuatu yang menjadi kebiasaan yang

ditunjukkan dengan jelas berdasarkan knowledge atau pengetahuan, skill atau kemampuan

serta attitude atau perilaku.

Sedangkan professionalisme behavior merupakan perilaku-perilaku yang biasa diamati.

Dimana perilaku tersebut mencerminkan standar-standar dan nilai-nilai yang dibuktikan

melalui cara bertutur kata, cara bersikap maupun berpenampilan. Hal itu nantinya akan

menimbulkan sikap percaya pasien kepada dokter. Ketika sikap percaya itu tumbuh apapun

yang terjadi pada dirinya, pasien akan merasa nyaman. Dokter sebagai profesional bertangguna jawab secara:

Moral yakni terhadap Sang Pencipta (melalui Sumpah Dokter), Etik terhadap organisasi

profesi & masyarakat kedokteran, disiplin , terhadap Konsil Kedokteran Indonesia &

(6)

Pelayanan kedokteran pada masa sekarang adalah suatu komoditas dagang, dimana dokter

menjadi objek sentral dari perusahaan farmasi dan perusahaan profit untuk tujuan komersial,

mempromosikan obat, difasilitasi untuk mengikuti seminar, sokongan dana dan beberapa

keuntungan lain. Hal-hali in tentu saja mengancam etika profesi apabila kompromi tersebut

tidak untuk kepentingan pasien. Selain itu, juga sebagai penyedia layanan kesehatan dimana

merupakan industri kesehatan yang melibatkan banyak pihak.

Perkembangan ini akibat kemajuan ilmu dan teknologi kedokteran dan meningkatnya

kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan. Jika profesi dokter menelan mentah-mentah

nilai industri seperti efisiensi dan minimalisasi pengeluaran dengan mengabaikan

kepentingan pasien, maka akan terjadi erosi profesionalisme.

Dokter memiliki tanggung jawab besar yang harus diemban dimana hal ini tak semudah

yang dipikirkan oleh masyarakat. Maka dari itu, dokter dituntut untuk selalu professional

(7)

mengerti mengenai hak dan kewajiban yang harus dilaksanakan.

Tantangan di atas dapat diatasi dengan menjalankan tiga inti profesionalisme yaitu:

1) komitmen moral untuk menjalankan etika 2) menjalankan etika profesi publik, dan

3) negosiasi antara nilai profesi dan nilai masyarakat

Profesionalisme merupakan sesuatu yang menjadi kebiasaan yang ditunjukkan dengan

jelas berdasarkan knowledge atau pengetahuan, skill atau kemampuan serta attitude atau

perilaku.

Sebagai dokter yang profesional, sudah seharusnya dokter melaksanakan hak dan

kewajiban secara seimbang sesuai dengan peran dan fungsinya, serta mengamalkannya pada

kehidupan nyata. Selain itu dokter harus selalu menambah ilmu sebab pasien juga dapat

Referensi

Dokumen terkait

Menurut tinjauan Hukum Islam akad yang digunakan oleh Koperasi Jasa Keuangan Syariah BMT-UGT Sidogiri Cabang Sepanjang adalah batal karena tidak terpenuhinya rukun

dengan pemerintah daerah dengan membentuk Satuan Tugas Pengawasan Kemitraan. Dalam mengoptimalkan peran kantor wilayah, KPPU meminta perlu adanya dukungan DPR untuk melakukan

Investasi pada modal bank, entitas keuangan dan asuransi diluar cakupan konsolidasi secara ketentuan, net posisi short yang diperkenankan, dimana Bank tidak memiliki lebih dari

Merupakan suatu penghayatan baru yang muncul dan dialami oleh pasien, tentang ada sesuatu yang terjadi si dekelilingnya oleh pasien, tentang ada sesuatu yang terjadi

Bahan pengenyal tidak mempunyai pengaruh terhadap kadar air, tetapi mempunyai pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap kadar lemak dan kadar protein bakso daging kambing,

Berdasarkan perumusan masalah yang telah disebutkan di atas maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi kebijakan dalam pengelolaan Alokasi Dana

Keempat, pemerintah Indonesia juga harus membuat sebuah kebijakan tentang potensi ancaman AOSP khususnya pada pelanggaran kedaulatan wilayah udara, dengan

Backhand Volley pada IKK tenis Unnes tahun 2013, 3) Apakah ada perbedaan hasil latihan volley dengan metode VolleysAgainst The Fence dan Down The Line Volleys