STRATEGI DAERAH MENAHAN LAMA TINGGAL
TURIS DALAM KONTEKS PEMBANGUNAN
BERKELANJUTAN: STUDI DARI KOTA
SINGKAWANG
.
Dr. Erdi, M.Si.
U
niversity Network for
Government Innovation
(UNfGI)
PENGANTAR
• Sebelum mereplikasi suatu model ke daerah lain, diperlukan kajian mendalam tentang model yang akan dilakukan itu.
• Model yang dipilih adalah model yang baik agar saat hendak direplikasi menghasilkan model yang lebih baik. • Sebagai upaya best practice dalam tata kelola
pemerintahan yang melibatkan tiga pilar: masyarakat, dunia usaha dan pemerintah secara berkelanjutan.
• Salah satu bentuk dari pembangunan hijau adalah industri pariiwisata.
TOURISM: REAL INDUSTRY?
INVISIBLE EXPORT(PEMBANGUNAN PARIWISATA)
KEDATANGAN WISATAWAN
PENGELUARAN TURIS DI DESTINASI: AKOMODASI, MAKAN-MINUM, BELANJA, TRANSPORT LOKAL, ATTRAKSI
WISATA DAN LAIN-LAIN
JU
Gambar: Pariwisata sebagai ”Quick Yielding Industry”
Sumber: Davidson, 2005 disimpelkan oleh penulis
PENERIMA MANFAAT (BENEFICIARIES)
Gambar: Struktur pengeluaran turis di destinasi wisata yang berkontribusi pada pelayanan dan berdampak pada kesejahteraan
BAGAIMANA CARANYA?
REALISASI PADA TURIS MANCA:
• Motto: Pasti! Ke Singkawang
• Realisasi kunjungan: 436 th 2009 dan 706 tahun 2010. • Alokasi Dana Turis Manca: US$ 250.00
• Lama tinggal: rencana 3 hari, realisasi 1.5 hari kurang
1.5 hari
Pos Anggaran Belanja
Turis Formula Pengeluaran Turis
Akomodasi terserap 50% {[30% x 250] x [Σ turis]} : 2
Makan-minum terserap 50% {[23% x 250] x [Σ turis]} : 2
Belanja terserap 50% {[12,5% x 250] x [Σ turis]} : 2
Transport Lokal terserap
100%) {[10% x 250] x [Σ turis]
Lanjutan
• Akibat tidak mampu penahan lama tingga turis manca
lebih lama, maka industri pariwisata kita dari contoh Kota Singkawang ini kehilangan kesempatan untuk menarik sebesar (estimasi) 1,181,970,000.00 pada tahun 2009 – 2010
Pos Anggaran Belanja Turis
Akomodasi 16,350.00 26,475.00 Makan-minum 12,535.00 20,297.50 Belanja 6,812.50 11,031.25 Transport Lokal 10,900.00 17,650.00 Attraksi wisata 13,352.50 21,621.25
Total terserap (dalam US$) 59,950.00 97,075.00
Konversi: Rp 9.200,00/US$
Rp 551,540,000.00
Rp 893,090,000.00 Income seharusnya
(100%) US$ 109,000.00 176,500.00US$
Prosentase Loss Income 45%
Lost Income (dalam US$) 49,050.00 79,425.00
Konversi: Rp 9.200,00/US$ 451,260,000.00Rp 730,710,000,00Rp
Lost Income 2009 – 2010
REALISASI PADA TURIS NUSANTARA:
• Motto: Pasti! Ke Singkawang
• Realisasi kunjungan winus periode 2009-2010: tahun 2009
tercatat 63.174 orang dan tahun 2010 tercatat 71.684 orang.
• Alokasi Dana Turis: Rp 500.000,00 per orang
• Lama tinggal: rencana 3 hari, realisasi 2 hari kurang 1 hari.
Pos Anggaran
Belanja Wisnus Formula Pengeluaran Turis Nusantara
Akomodasi {(25% x 500.000) x
(63.174)} : 0,75
Makan-minum {(20% x 500.000) x (63.174)} : 0,75
Belanja {(10% x 500.000) x
(63.174)} : 0,75 Transport Lokal
(100%) {(35% x 500.000) x (63.174)
Lanjutan
Pos Anggaran Belanja
Turis 2009 2010
Akomodasi 5,922,562,500.00 6,720,375,000.00 Makan-minum 4,738,050,000.00 5,376,300,000.00 Belanja 2,369,025,000.00 2,688,150,000.00 Transport Lokal (100%) 11,055,450,000.0
0 12,544,700,000.00 Attraksi wisata 2,369,025,000.00 2,688,150,000.00
Total 26,454,112,500.00 30,017,675,000.00
Semestinya 31,587,000,000.00 35,842,000,000.00
Lost Income 5,132,887,500.00 5,824,325,000.00 Prosentase Lost Income 16,25%
Lost Income 2009–2010
(Rp) 10,957,212,500.00
• Akibat tidak mampu menahan lama tingga turis manca lebih
lama (kurang 1 hari), maka industri pariwisata kita hanya mampu menyerap 75% dari dana yang tersedia dan kehilangan kesempatan untuk menarik sebesar (estimasi)
PENUTUP
• Memberikan pelayanan yang baik kepada turis
selama berada di destinasi: keamanan dan kenyamanan secara terintegrasi.
• Membenahi infrastruktur dan superstruktur
terutama jalan dan transportasi serta akses informasi (internet)
• Visa on destination dan sinkronisasi penerbangan
antara PJW dengan pihak penerbangan dlm rangka reschedule.
• Membangun 6 hal penarik kedatangan wisatawan
LOCAL BENEFISIARIES TOURISM
Kunjungan ulang (berkali-kali ) dengan membawa
banyak orang: rekan, sahabat dan keluarga
Pendapatan Asli Daerah meningkat
Mendorong tumbuhnya perekonomian daerah
Terciptanya peluang kerja dan peluang usaha baru
pada tataran masyarakat lokal
Mendorong berkembangnya sektor terkait.