• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kondisi Peluang dan Tantangan Pembanguna

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Kondisi Peluang dan Tantangan Pembanguna"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Kondisi, Peluang dan Tantangan Pembangunan

Kelistrikan

di Provinsi Jambi

Infrastruktur merupakan salah satu prasyarat utama dalam memperlancar kegiatan ekonomi. Adanya infrastruktur yang memadai dan berkualitas baik akan mendorong perputaran barang dan jasa yang pada akhirnya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Salah satu infrastruktur tersebut adanya infrastruktur energi listrik. Listrik merupakan sumber energi utama yang vital bagi kelangsungan produksi industri, jasa dan rumah tangga. Ketenagalistrikan Nasional dan Peraturan Pemerintah (PP) No. 14 tahun 2012 tentang Kegiatan Usaha Penyediaan Tenaga Listrik sebagimana telah diubah dengan PP No. 23 tahun 2014.

Dalam program tersebut, Pemerintah menyusun roadmap pembangunan infrastruktur energi listrik yang tertuang dalam Program Pemerintah 2015-2019 tentang pembangunan ketenagalistrikan sebesar 35 Giga Watt (GW). Selanjutnya, PT PLN (Persero) selaku operator sistem kelistrikan di Indonesia menyusun Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) tahun 2015-2024 yang mencakup pembangunan pembangkit dan sistem pendukungnya (sistem transmisi, gardu dll). Namun demikian, peran Pemerintah Daerah juga tidak kalah penting dalam membangun infrastruktur kelistrikan di daerah terpencil dan belum terjangkau sistem transmisi PLN seperti daerah pegunungan.

Kondisi Sistem Kelistrikan di Provinsi Jambi

Sistem kelistrikan Jambi saat ini terkoneksi melalui jaringan transmisi 150 KV sistem Sumatera Selatan, Jambi dan Bengkulu (S2JB) dengan 5 Gardu Induk (GI) yaitu GI Aur Duri, GI Payo Selincah, GI Muara Bulian, GI Muara Bungo, GI Bangko dan GI Sei Gelam. Total daya terpasang pada saat beban puncak di Provinsi Jambi mencapai 301 MW yang dipasok dari beberapa komplek pembangkit listrik utama di Jambi dan sistem interkoneksi S2JB. Beberapa pembangkit tersebut diantaranya:

(2)

4. PLTD yang bersifat isolated (belum masuk interkoneksi) di: a. PLTD Pelabuhan Dagang 6,4 MW (Tanjabbar)

b. PLTD Mendahara Tengah 0,4 MW (Tanjabtim) c. PLTD Kuala Tungkal 3,5 MW (Tanjabbar) d. PLTD Sungai Lokan 1.2 MW (Tanjabtim) e. PLTD Batang Asai 0,8 MW (Sarolangun) f. PLTD Sarolangun 3,0 MW

Berdasarkan kelompok tarif, kelompok rumah tangga masih mendominasi penjualan listrik PLN di Jambi sebesar 65,9%, disusul oleh kelompok komersial 19,9%, publik/pemerintah 6,8% dan industri 7,5%. Penyaluran listrik kepada kelompok industri masih melalui saluran transmisi 20 KV (sebagai perbandingan, saluran transmisi industri Jawa sudah menggunakan saluran transmisi 70 KV). Dengan bertambahnya pembangkit listrik, PLN harus menyediakan sistem transmisi yang lebih dari 20 KV.

2010 2011 2012 2013* 2014** -

10.00 20.00 30.00 40.00 50.00 60.00

36.20 41.20

45.30 49.40

53.70

Perkembangan PDRB Sub Sektor Ketenagalistrikan di Provinsi Jambi

Tahun 2010-2015 (juta Rupiah)

(3)

pertumbuhan produksi sebesar 11,5% per tahun dengan proyeksi beban puncak mencapai 835 MW pada tahun 2015.

Untuk memenenuhi kebutuhan tersebut, PLN telah memulai proses pembangunan pembangkit, baik yang dilakukan oleh PLN maupun bekerjasama dengan pihak ketiga melalui skema Independent Power Plant (IPP) serta pembangunan sistem transmisi di Provinsi Jambi dengan daftar sebagai berikut:

Rencana Pembangunan Pembangkit Listrik

1. PLTU Jambi (2 x 300 MW). Pada tahap awal kapasitas yang dapat dipakai sebatas 150 MW karena kendala teknis terkait transmisi. Untuk mencapai kapasitas maksimal hingga 600 MW dibutuhkan saluran transmisi 500 KV.

2. PLTG/MG Jambi Peaker (1 x 100 MW) di Sungai Gelam. Status sampai saat ini belum ada pemenang tender pembangunan pembangkit listrik. Adapun bahan baku CNG direncanakan dipasok dari PT. Energasindo Heksa Karya.

3. PLTG/MG Tanjung Jabung Timur (1 x 50 MW). PLTG/MG direncanakan beroperasi pada Desember 2016 dengan dukungan bahan baku gas dari Petro China International Jabung Ltd.

4. PLTMG Payo Selincah (1 x 50 MW). Status saat ini masih dalam masih dalam proses tender pembangunan infrastruktur pendukung

Rencana Pengembangan Transmisi:

1. SUTM 150 KV Bangko Merangin- Sungai Penuh.

2. SUTT 275 KV dari Lubuk Linggau Sungai Rumbai melewati Bangko dan Bungo serta SUTT 275 KV dari Bayung Lincir Jambi.

3. SUTET 500 KV dari Muara Enim Rengat melewati Jambi, Batang Hari dan Tanjung Jabung Barat.

Dukungan Pemerintah Daerah (Pemda) terhadap pembangunan infrastruktur kelistrikan di Provinsi Jambi.

(4)

telah membangun 13 Unit PLTMH di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Bungo dan Sarolangun dan 8 Unit PLTS sedangkan di tahun 2014, Pemprov telah membangun 15 Unit PLTMH dan 10 Unit PLTS.

Tantangan pengembangan infrastruktur kelistrikan di Provinsi Jambi

Kurangnya sinergi antara Pemerintah Daerah, PLN dan investor swasta dalam mendukung pembangunan infrastruktur kelistrikan daerah seperti:

1. Kemudahan dan percepatan perizinan bagi pembangunan infrastruktur kelistrikan.

a. Belum adanya regulasi/nota kesepahaman antara pemerintah daerah dengan PLN untuk mempercepat proses pembangunan transmisi listrik. Sebagai contoh adalah dukungan pemda dalam proses pembebasan lahan untuk keperluan pembangunan jaringan transmisi.

b. Belum adanya regulasi untuk mendorong pembangunan pembangkit listrik oleh swasta.

c. Kurangnya koordinasi antara pemerintah daerah, swasta dan PLN dalam pembuatan roadmap pengembangan infrastruktur kelistrikan daerah di Prov. Jambi.

2. Kesediaan PLN untuk membeli energi listrik yang dibangun swasta dan daerah.

a. Pemerintah daerah dan PLN perlu berkoordinasi untuk mendistribusikan excess power yang dihasilkan oleh pembangkit yang akan dibangun swasta seperti rencana pembangunan PLTU Tebo.

Peluang pengembangan infrastruktur kelistrikan di Provinsi Jambi Potensi bahan baku/sumber daya

Provinsi Jambi memiliki potensi sumber daya energi yang cukup melimpah. Potensi batu abra yang layak ditambang sebesar 779 ton yang tersebar di kabupaten kecuali kabupaten Kerinci. Potensi gas bumi juga cukup memadai di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur dan Kabupaten Muaro Jambi. Disamping itu, terdapat potensi tenaga air di Kabupaten Merangin.

(5)

Referensi

Dokumen terkait

Penerapan Metode pembelajaran Baca-Tulis Al-Qur’an Di TPQ Kecamatan Pandaan; a Persiapan Pelaksanaan berupa alat peraga sebelum dimulainya proses belajar mengajar, buku prestasi

(6) Untuk setiap naskah Perjanjian yang efektif berlaku sebelum Keputusan ini ditetapkan, dimungkinkan untuk diajukan bagi pencatatan di Unit Tata Usaha dan

Dari hasil wawancara kepada responden yang bernama Siti Supriati ia mengatakan sudah cukup baik dalam memberikan pelayanan, fasilitas yang tersedia sudah cukup

Hasil penelitian membuktikan metode MFCC dengan klasifikasi menggunakan KNN menggunnakan validasi silang K-Fold dapat mengklasifikasi suara CLP dan suara normal terhadap

Tujuan peneilitain ini adalah mengetahui perhitungan harga pokok produksi menggunakan metode full costing dan variable costing dalam proses penentuan harga jual pada UKM Roti

Waktu dalam obyek penyewaan kolam pancing ini dalam sistem penyewaan harian ini jelas satu hari yaitu mulai dibukanya kolam pemancingan sampai ditutup, atau pukul 07.00 sampai

Hal ini dikarenakan analisa yang digunakan adalah menggunakan analisa statistik sehingga hipotesa nihil yang diajukan sebagai berikut : Hipotesa Nihil (Ho) tidak adanya

yang digunakan JPEG dalam transformasi data adalah DCT dua dimensi yang bekerja berbasis pemrosesan blok dimana proses dilakukan pada masing-masing blok pada satu waktu dengan