• Tidak ada hasil yang ditemukan

336263856 Toleransi Dan Empati Sosial Terhadap Keberagama Budaya

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "336263856 Toleransi Dan Empati Sosial Terhadap Keberagama Budaya"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

TOLERANSI DAN EMPATI SOSIAL TERHADAP KEBERAGAMA BUDAYA

BAB 9

SIKAP TOLERANSI DAN EMPATI SOSIAL TERHADAP

KEBERAGAMAN BUDAYA

1. Sikap Toleransi dan empati terhadap keberagaman budaya

Sikap toleransi berarti sikap yang rela menerima dan menghargai perbedaan dengan prang atau kelompok lain. Empati adalah sikap yang secara ikhlas mau merasakan pikiran dan perasaan orang lain. Sikap tolerans dan empati ini sangat penting ditumbuhkembangkan dalam kehidupanmasyarakat Indonesia multicultural. Dengan pengembangan sikap toleransi dan empati sosial, maka masalah-masalah yang beraitan dengan keberagaman sosial budya akan dapat dikendalikan, sehingga tidak mengarah pada pertentangan sosial yang dapat mengancam diisintegrasi nasional.

(2)

Sebagai makhluk Individu, manusia memiliki hak dan kewajiban asasi untuk mengembangkan kehidupannya secara mandiri sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Namun, manusia tidak dapat hidup secara sendiri-sendiri, melainkan memerlukan bantuan manusia lainnya. Keberadaan manusia hanya bermakna bila mampu hidup secara kolektif dalam persekutuan dengan individu-individu lain dimasyarakat.

Adapun cara untuk menerima dan menghargai orang lain atau suku bangsa lain yang berbeda latar belakang budaya dapat dilakukan sebagai berikut:

a. Kita perlu menerima dan menghargai orang lain/suku bangsa lain sebagai dari bangsa Indonesia.

b. Kita perlu menerima dan menghargai orang lain/suku bangsa lain sebagai makhluk pribadi dan makhluk sosial ciptaan Tuhan Yang Maha Esa

c. Kita perlu menerima dan menghargai orang lain/suku bangsa lain sebagai manusia yang memiliki kelebihan dan keterbatasan dalam hal-hal tertentu. d. Kita perlu menerima dan menghargai orang lain/suku bangsa lain sebagai

manusia yang memiliki persamaan kedudikan, harkat, martabat, dan derajat, serta hak dan kewajiban asasi.

e. Kita perlu menerima dan menghargai oranglain/suku bangsa lain sebagai pemilihan dan penghuni tanah air Indonesia ciptaan Tuhan Yang Maha Rsa f. Kita perlu menerima dan menghargai orang lain/suku bangsa lain sebagai

manusia yang memiliki latar belakang sosial budaya yang berbeda-beda dalam ras, suku bangsa, bahasa, adat-istiadat, profesi, golongan politik dan sebagainya.

2. Sikap positif dan krisis terhadap keberagaman budaya

(3)

budaya global yang positif dan bermanfaat bagi kehidupan masyarakat Indonesia. Proses alih teknologi dan ilmu pengetahuan dari masyarakat Negara maju kepada masyarakat Indonesia pada era global dewasa ini tentu saja menguntungkan bagi kemajuan masyarakat Indonesia. Demikian pula masuknnya paham-paham baru dibidang politik, ekonomi, dan seni budaya, sepe rti paham demokrasi, prinsip efesiensi dan produktivitas dalam bidang industry atau ekonomi dan system persenjataan militer, semua itu bermanfaat dalam emajukan kehidupan masyarakat Indonesia.

Demikian pula dengan sikap dan perilaku disiplin, keterbukaan, tertib dijalan raya, rapi dalam berbusana, mandiri dalam kehidupan, sikap menghargai waktu, sikap positif dalam olah raga, dan sejenisnya, semua itu diadopsi dari nilai-nilai budaya luar, terutama dari masyarakat Eropa, Amerika Serikat dan Jepang. Sikap dan perilaku hidup tertib dan disiplin tadi tertentu sja sangat berguna untuk membina moral dan mentalitas masyarakat Indonesia, yang cenderung bersikap santai dan malas. Selain itu, masuknya benda-benda budaya fisik, seperti barang-barang beteknologi canggih (televise, antenna parabola, telepon genggam, internet, faksimil, mobil mewah, dan barang-barang mewah lainnya), semuanya sangat berguna bagi masyarakat Indonesia unutk ditiru dan dikembangkan dalam kehidupannya.

Sekalipun banyak manfaat yang diperoleh dari masuknya nilai-nilai budaya global, tetap kita tetap peru waspada agar eksistensi jati diri bangsa Indonesia tetap terjaga. Sebagai masyarakat religious, tentu saja kita tidak menghendaki berkembangnya budaya secular dan materialis. Sebagai bangsa yang menjungjung tinggi semangat kekeluargaan, gotongroyong dan ramah tamah tentu saja kita tidak menghendaki berkembangnya buadaya anarkis dan indiviualis. Oleh karena itu, kita harus tetap memelihara eksistensi jati diri bangsa Indonesia.

(4)

Adapun masalah sosial yang timbul sebagai dampak negative globalisasidan modernsiasi yaitu sebagai berikut:

a. Semakin meningatnya arus urbanisasi dari desa ke kota, sehingga timbul kerawanan sosial berupa pengangguran, permukiman kumuh, kriminalitas, mobilitas gelandangan dan perminta-minta

b. Terjadinya perubahan struktur sosial, dari masyarakat pertanian tradisional menjadi masyarakat industry modern yang cenderung bersifat feudal, kapitalis, secular, dan materialistis.

c. Semakin memudahkan masuknya unsur-unsur budaya luar yang negative, sehingga mempengaruhi sikap dan perilaku masyarakat, seperti berkembangnya budaya alkoholisme, penyimpangan seksual, sikap hidup kebarat-baratan, penyalahgunaan narkotika dan sejenisnya.

d. Semakin tajamnya kesenjangan sosial antara golongan orang kaya dengan orang miskin, sehingga timbul kecemburuan sosial, menajamnya konflik rasial, memudarnya nilai-nilai budaya asli dan sebagainya.

a. Gagasan yang perlu dikembangkan

Sebagai warga negara yang baik kita wajib menjaga eksistensi jati diri bangsa. Jati diri bangsa Indonesia yang dikenal religius,ramah tamah,dan kekeluargaan jangan sampai memudar karena pengaruh-pengaruh global yang bersifat sekular,anarkis,individualitis,dan materialitis. oleh karena itu,kita perlu berupaya mengatasi memudarnya jati diri bangsa.

Berikut ini gagasan atau pemikiran untuk mengatasi memudarnya jati diri bangsa akibat pengaruh globalisasi .

1) Pemerintah melalui Departemen Pendidikan Nasional perlu meningkatkan program pendidikan bela negara.Program ini dalam pelaksanaannya dapat diintegrasikan ke dalam materi pelajaran,seperti kedalam mata pelajaran Bahasa Indonesia,Ilmu pengetahuan sosial,Kewarganegaraan, ataupun Sosiologi .

2) Pemerintah melalui Departemen Pariwisata dan Kebudayaan memprogramkan upaya-upaya pemeliharaan dan pengembangan seni budaya daerah,antara lain melalui seminar,lomba karya tulis,pagelaran seni budaya,ataupun pameran kebudayaan.

3) Masyarakat melalui tokoh-tokohnya perlu brupaya melakukan pembinaan terhadap seni daerah masing-masing.

4) Dilingkungan sekolah,para guru perlu memprogramkan upaya pembinaan mentalitas generasi muda/para pelajar tentang pentingnya memelihara eksistensi jati diri bangsa.

(5)

6) Setiap warga negara perlu menyadari akan pentingnya menjaga eksistensi jati diri bangsanya dengan selalu bersikap selektifdalam menerima pengaruh nilai-nilai global.

b. Sikap kritis yang perlu di kembangkan

Sikap kritis apa saja yang perlu dikembangkan untuk mengatasi memudarnya jati diri bangsa? Anda mungkin pernah bahkan sering mendengar istilah kritis Misalnya kita harus bersikap kritis dalam menghadapi kehidupan ini. Kritis berarti sikap yang tidak mudah menerima begitu saja sesuatu yang dikatakan oleh orang lain. Sikap kritisberarti perilaku yang selalu didasari oleh akal sehat. Pendapat atau tanggapan yang muncul dari orang yang kritis disebut kritik. Orang yang pekerjaannya mengkritik sesuatu hal atau pendapat pihak lain disebut kritikus.

Orang yang kritis tidak akan menerima begitu saja pengaruh perubahan sosial yang terjadi.Setiap perubahan yang terjadi akan selalu dipikirkannya . Apakah perubahan itu menguntungkan atau merugikan masyarakat ?Hal ini bukan berarti orang yang kritis menutup diri terhadap perubahan. Namun ia berusaha menganalisis perubahan apa saja yang mendatangkan manfaat bagi diri dan masyarakatnya.Apabila perubahan itu memberikan pengaruh negatif terhadap diri dan masyarakatnya maka ia segera menolak dengan tegas.Sebagai contoh,anting merupakan perhiasan yang lazim dipakai oleh seorang wanita.Namun akibat pengaruh budaya global,Banyak remaja pria yang memakai anting di telinga dan hidungnya.Remaja yang kritis tentu saja akan menilai perubahan perilaku tersebut.Apakah memakai anting itu berpengaruh terhadap penampilannya atau tidak. Setelah mengamati bahwa memakai anting-anting hanya memberi kesan seram dan premanisme tanpa ada pengaruh positif,maka ia akan mengutuskan untuk tidak mengikuti perubahan gaya penampilan tersebut .

Dalam lingkup yang lebih besar sikap kritis dapat ditunjukkan dengan cara memberi opini atau kritik terhadap kebijakan pemerintah atau tokoh masyarakat yang berkuasa .Misalnya,pemerintah membuat kebijakan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) sebesar 100%.Hal itu berarti akan berpengaruh terhadap kenaikkan barang kebutuhan pokok shari-hari. Anggota masyarakat yang kritis tentu saja akan menolak atau meminta penjelasan terhadap pemerintah,mengapa harga BBM dinaikkan sebesar itu ?

Kemampuan untuk bersikap kritis akan menghindarkan seseorang atau kelompok masyarakat dari pengaruh buruk perubahan sosial budaya yang terjadi .Sikap kritis akan mendorong terbentuknya perilaku yang mandiri dan intelek pada seseorang. Dengan,demikian ia tidak akan mudah dipengaruhi oleh orang lain.

1) Sikap kritis dalam mengatasi mundurnya jati diri bangsa dapat dilakukan sebagai berikut.

(6)

2) Menyadari secara kritis bahwa kehidupan masyarakat Indonesia sangat beranekaragam dalam suku bangsa dan budaya.

3) Menyadari bahwa kebudayaan itu cenderung berubah dan bertahan sejalan dengan perubahan yang terjadi dalam masyarakat.

4) Bersikap kritis,rasional,dan selektif terhadap pengaruh masuknya unsur-unsur budaya global.

5) Bersikap kritis,rasional,dan selektif terhadap permasalahan yang timbul akibat perubahan sosial.

6) Ikut secara aktif dan kreatif dalam mengatasi persoalan sosial yang timbul akibat pengaruh perubahan sosial.

c. positif yang perlu dikembangkanterbuka

1) Sikap terbuka

Sebagai bangsa yang kritis,kita harus bersikap terbuka,terhadap perubahan yang terjadi.Sebab,tidak semua pengaruh budaya global bersifat negatif tetapi banyak pula positifnya .Pengaruh perubahan positif kita dukung ,tetapi pengaruh negatifnya kita hindari .Oleh karena itu kita jangan bersikap apriori atau menaruh prasangka buruk terhadap hal-hal yang baru .Sikap terbuka ini diperlukan karena masuknya pengaruh budaya global sudah tidak dapat dihindari lagi.

1) Sikap antisipatif

Perilaku kritis lainnya yang perlu kita kembangkan ialah sikap antisipasif.Artinya, kita harus selalu tanggap dan peka terhadap perubahan yang terjadi. Kita harus mengantisipasi kemungkinan yang akan terjadi. Misalnya,pengaruh gelombang budaya global yang demikian besar,cepat,dan terus-menerus harus diantisipasi dampak positif dan negatifnya. Sifat antisipasi dapat dimulai dengan mengamati dan meneliti pengaruh perubahan yang terjadi. Hasil pengkajian ini kemudian di jadikan sebagai acuan atau pedoman dalam menentukan acuan atau pedoman. 2) Sikap selektif

(7)

barat,perlu ditiru. Sebaliknya,kebiasaan mabuk atau minuman keras atau budaya seks bebasyang berasal daribudaya global jangan ditiru karena bertentangan dengan kepribadian bangsa Indonesia.

3) Sikap adaptif

Sikap kritis lainnya dalam menghadapi perubahan sosial ialah bersikap adaptif. Sikap adaptif artinya sifat yang berusaha menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi. Proses seleksi memberikan keputusan apakah seseorang menerima atau menolak suatu pengaruh perubahan sosial. Apabila seseorang telah memutuskan untuk menerima pengaruh positif maka ia harus bersikap adaptif terhadap hal-hal baru tersebut, Misalnya ketika kita menerima masuknya teknologi komputer karena banyak manfaatnya maka kita harus berusaha mempelajari dan menguasai teknologi dan komunikasi tersebut secara baik.

d. sikap negatif yang perlu dihindari 1) sikap tertutup dan curiga

Sikap tertutup dan curiga pada masryarakat tradisional sering kali menghambat perubahan sosial . pada era global sekarang ini, sikap yang demikian harus sudah ditinggalkan . sebab sekarang ini proses perubahan tidak dapat dihindari lagi . apabila kita selalu bersikap tertututp dan curiga ,maka proses pembaharuan masyarakat tidak akan berjalan dengan lancar . pada masyarakat tertutup perubahan sosial dianggap sebagai sesuatu yang merusak integritas kebudayaannya . sebagian masyarakat masih menganggap bahwa unsur – unsur budaya global selalu negatif .oleh karena itu masyarakat akan menentang setiap usaha – usaha pembaharuan . sikap tertutup dan curiga merupakan salah satu ciri masyarakat pedesaan yang tradisional . apabila pembaharuan dipaksakan , maka akan terjadi pertentanga sosial .

2) sikap apatis

(8)

yang berkuasa akan melakukan aksi tertutup mata tertutup terhadap seluruh kebijakan pemerintah . segala perubahan yang dilakukan pemerintah tidak akan bermakna apa- apa dimata mereka.oleh karena itu , mereka tidak menentukan sikap apa –apa (menerima atau menolak ) terhadap pengaruh perubahan yang terjadi .pada masyarakat seperti itu ,proses perubahan sosial akan terhambat .

3) sikap tidak selektif

Sikap tidak selektif adalah sikap tidak mampu memilah –milah dampak pengaruh perubahan sosial . pada orang – orang yang tidak bersikap selektif pengaruh apapun akan diterimanya tanpa diseleksi terlebih dahulu . sebagai akibatnya, mereka mudah sekali terbawa arus perubahan yang bersifat negatif . dalam berteman pun , kita harus selektif agar tidak terpengaruh oleh pergaulan bebas . para remaja umumnya bersikap tidak selektif dallam menerima pengaruh budaya global .

4) tidak mempunyai inisiatif

Tidak mempunyai inisiatif berati tidak memiliki ide , gagasan atau prakarsa untuk berbuat sesuatu . segala sesuatunya ditentukan oleh orang lain . dalam menghadapi pengaruh perubahan sosial , orang yang tidak memiliki inisuati akan mudah diombang – ambing oleh pengaruh perubahan . misalnya perubahan gaya rambut dari waktu ke waktu selalu diikutu walaupun beldak memiliki ini tentu cocock untuk dirinya . sikap tidak inisiatif akan merugikan diri sendiri dan masyarakat nya . pada era global sekarang ini , sangat dibutuhkanorang – orang yang memiliki sikap ,kreatif dan inisiatif .

B . MENJAGA DAN MELESTARIKAN BUDAYA LOKAL

Bagaimanakah sikap kita terhadap budaya lokal ? budaya lokal memiliki peran dan kedudukan oenting karena merupakan unsun- unsur pembentuk budaya nasional . karena itu kita perlu menjaga dan melestarikan budaya lokal agat tidak punah .

(9)

Sebelum melakukan tindakan pemeliharaan budaya lokal , yang utama ialah adanya kemauan untuk memlihara budaya lokal itu sendiri . adanya kemauan yang keras akan memberi semangat untuk mencari cara . pemeliharaan budaya lokal dapat dilakukan dengan berbagai cara , seperti melalui kongres bahasa daerah dan pergelaran seni budaya daerah . dengan mengambil analoogi pada kongres bahasa bali dan kongres bahasa jawa bahwa penyelamatan ,pemeliharaan dan penghormatan bahasa – bahas adaerah , terlebih dahulu pemilik dan penutur asli bahasa daerah itu sendiri perlu dibuar sadar bahwa bahasa daerah itu berfungsi sebagai :

a. Lambang kebanggan daerah dan masyarakat penuturnya b. Lambang identitas daerah dan masyarakat penuturnya c. Alat penghubung di dalam keluarga dan masyarakat d. Sarana pendukung budaya daerah dan budaya nasional

Apabila pamilik dan penuturnya asli bahasa daerah menyadari bahwa begitu besar dan pentingnya fungsi bahasa daerah , perlu diupayakan peningkatan mutu pemakaian bahasa daerah , mancakup nupaya menungkatkan sikap , pengetahuan , dan keterampilan berbahasa daerah melalui jalur formal pendidikan dan pengajaran dusekolah dan jalur informal dengan memfungsikan bahasa daerah dalam kehidupan masyarakat sehari-hari . pembinaan sastra juga perlu di dahului dengan penanaman kesadaran kepada seluruh seluruh rakyat indonesia dan pemilik sastra daerah bahwa sastra daerah merupaka bukti suatu historis masyarakat daerah . sastra daerah sebagai salah satu bagian dari sastra indonesia berkedududkan sebagai wahana ekspresi budaya indonesia , yang didalamnya terekam pengalaman etika , estetika , moral , agama , dan sosial masyarakat daerah . dalam kedudukan sebagai wahana ekspresi budaya , sastra daerah memiliki fungsi sebagai perekam kebudayaan daerah dan pamaliharaan , pemupuk , dan penumbuh solidarits daerah.

(10)

a. mengadakan pendididikan dan pengajaran bahasa dan sastra daerah tersendiri sebagai mata pelajaran dalam kurikulum bukan merupakan bagian kecil dari pendidikan dan pengajaran bahasa daerah .

b. mangadakan guru – guru bahasa dan satra daerah yang bermutu

c. atmosfer yang kondusif untuk mendukung penciptaan karya sastra yang bermutu

d. memanfaatkan tokoh – tokoh sastra daerah yang masih kreatif dan produktif e. memberikan penghargaan yang wajar kepada sastrwan daerah dan

mengadakan penerjemahan karya sastra daerah yang memiliki nilai universal

dengan demikian ,penegmbangan bahasa dan sastra daerah merupaka upaya untuk maningkatkan mutu sastra daerah yang di dalamnya meliputi di alek dan tradisi lisan agarsastra daerah itu dapat dimanfaatkan sebagai media ekspresi pencarian dan pencerminan jati diri dalam membangun masyarkat daerah yang merupakan bagian dari masyarakat indonesia . kegiatan pengembangan meliiputi pengembangan penelitian dan penulisan .

2. manfaat menjaga dan melestarikan budaya lokal

pemahaman identitas jati diri suatu bangsa dapat dilakukan secara mendalam berdasarkan perspektif bangsa itu sendiri . demikian pula halnya dengan pemahaman budaya lokal . pemahaman budaya lokal dapat dicapai kedalamannya apabila kit mampu melihatnya dari perspektif budaya likal itu sendiri. Dengan mengingatkan definisi budaya sebagai pola keyakinannya ,sikap , dan perilaku yang dipelajari oleh suatu bangsa kemudian diwariskan kepada generasi berikutnnya , maka keyakinan ,sikap dan perilaku seuatu etinis hendaknya dinyatakan dalam bahsa dan sastra daerah serta dipergunakan dalam interaksi antar anggota etnis itu sendiri

(11)

Sikap Toleransi Dan Empati Terhadap Keberagaman Budaya

Sikap Toleransi Dan Empati Terhadap Keberagaman Budaya

Sikap toleransi berarti sikap yang rela menerima dan menghargai perbedaan dengan prang atau kelompok lain. Empati adalah sikap yang secara ikhlas mau merasakan pikiran dan perasaan orang lain. Sikap tolerans dan empati ini sangat penting ditumbuhkembangkan dalam kehidupanmasyarakat Indonesia multicultural. Dengan pengembangan sikap toleransi dan empati sosial, maka masalah-masalah yang beraitan dengan keberagaman sosial budya akan dapat dikendalikan, sehingga tidak mengarah pada pertentangan sosial yang dapat mengancam diisintegrasi nasional.

Semangat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia sejak zaman Kerajaan Majapahit telah terpelihara cukup baik. Oleh karena itu, sikap toleransi tidak boleh pudar hanya karena perbedaan suku bangsa, ras, bahasa, agama, adat istiadat atau golongan politik. Sebab bangsa yang berBhinneka Tunggal Ika, kita tidak layak bersikap sukuisme, realism, chauvisme, primadialisme, atau anarkisme dalam kehidupan masyarakat. Sebab sikap dan perilaku seperti itu bertentangan dengan nilai-nilai luhur budaya dan jati diri bangsa Indonesia yang bersifat kekluargaan, ramah tamah, tolong menolong dan sebagainya. Oleh karena itu, kita harus menempatkan diri sebagai warga masyarakat yang merupakan bagian utuh dari bangsa Indonesia. Untuk itu, perlu dikembangkan sikap dan perilaku yang dilandasi oleh sikap demokratis, toleransi, empati, solidaritas, tolong menolong, dan kekeluargaan. Dengan demikian, kita akan dapat memlihara dan mewujudkan kehidupan masyarakat yang dilandasi oleh nilai-nilai budaya nasional.

Sebagai makhluk Individu, manusia memiliki hak dan kewajiban asasi untuk mengembangkan kehidupannya secara mandiri sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Namun, manusia tidak dapat hidup secara sendiri-sendiri, melainkan memerlukan bantuan manusia lainnya. Keberadaan manusia hanya bermakna bila mampu hidup secara kolektif dalam persekutuan dengan individu-individu lain dimasyarakat.

Adapun cara untuk menerima dan menghargai orang lain atau suku bangsa lain yang berbeda latar belakang budaya dapat dilakukan sebagai berikut:

a. Kita perlu menerima dan menghargai orang lain/suku bangsa lain sebagai dari bangsa Indonesia.

b. Kita perlu menerima dan menghargai orang lain/suku bangsa lain sebagai makhluk pribadi dan makhluk sosial ciptaan Tuhan Yang Maha Esa

c. Kita perlu menerima dan menghargai orang lain/suku bangsa lain sebagai manusia yang memiliki kelebihan dan keterbatasan dalam hal-hal tertentu.

(12)

f. Kita perlu menerima dan menghargai orang lain/suku bangsa lain sebagai manusia yang memiliki latar belakang sosial budaya yang berbeda-beda dalam ras, suku bangsa, bahasa, adat-istiadat, profesi, golongan politik dan sebagainya

g. Menerima suku-suku bangsa lain dalam pergaulan sehari-hari. Dalam pergaulan di masyarakat, kita tidak hanya bertemu orang satu suku

bangsa. Apalagi kalau kita tinggal di kota. Orang-orang dari suku lain harus kita terima. Mereka adalah saudara kita satu bangsa.

h. Menambah pengetahuan kita tentang suku-suku lain. Mempelajari suku

bangsa lain tidak harus datang ke daerah tempat tinggal mereka. Kita bisa belajar tentang adat istiadat, kesenian, dan bahasa mereka.

Dengan mengenal lebih dalam suku-suku lain, ki-ta akan memahami adat istiadatnya. Dengan demikian kita tidak akan mudah curiga

Ini adalah cara lain yang bisa kita lakukan juga untuk menunjukan sikap toleransi kita terhadap keragaman budaya di Indonesia

1. Menghormati kelompok lain yang menjalankan kebiasaan dan adat istiadatnya.

2. Tidak menghina hasil kebudayaan suku bangsa lain. 3. Mau menonton seni pertunjukan tradisional.

4. Mau belajar dan mengembangkan berbagai jenis seni tradisional seperti seni tari, seni musik, dan seni pertunjukan.

5. Bangga dengan hasil kebudayaan dalam negeri.

KONSEP, PENDEKATAN, PRINSIP, DAN ASPEK GEOGRAFI

Konsep geografi

1. Lokasi, adalah konsep utama yang akan digunakan untuk mengetahui fenomena geosfer. Konsep lokasi dibagi atas :

a. Lokasi Absolut, lokasi menurut letak lintang dan bujur bersifat tetap.

b. Lokasi Relatif, lokasi yang tergantung pengaruh daerah sekitarnya dan sifatnya berubah.

2. Jarak, yaitu panjang antara dua tempat. Terdiri antara atas :

(13)

b. Jarak Relatif, jarak tempuh yang menggunakan satuan waktu

3. Keterjangkauan, menyangkut ketercapaian untuk menjangkau suatu tempat, sarana apa yang digunakan, atau alat komunikasi apa yang digunakan dan sebagainya.

4. Pola, berupa gambar atau fenomena geosfer seperti pola aliran sungai, pola pemukiman, lipatan patahan dan lain-lain.

5. Morfologi, menunjukkan bentuk muka bumi sebagai hasil tenaga endogen dan eksogen yang membentuk dataran rendah, dataran tinggi dan pegunungan.

6. Aglomerasi, pengelompokan fenomena di suatu kawasan dengan latar belakang adanya unsur-unsur yang lebih memberi dampak positif.

7. Nilai Kegunaan, manfaat yang diberikan oleh suatu wilayah di muka bumi pada makhluk hidup, tidak akan sama pada semua orang.

8. Interaksi Interdependensi, keterkaitan ruang antara satu dengan yang lain, misalnya interaksi antara desa dengan kota.

9. Diferensiasi Area, daerah-daerah yan terdapat di muka bumi berbeda satu sama lain. Dapat dicermati dari corak yang dimiliki oleh suatu wilayah dengan wilayah yang lainnya.

10. Keterkaitan keruangan, hubungan antara penyebaran suatu unsur dengan unsur yang lain pada suatu tempat.

Pendekatan geografi

1. Pendekatan KeruanganPendekatan keruangan merupakan suatu cara pandang atau kerangka analisis yang menekankan eksistensi ruang sebagai penekanan. Eksisitensi ruang dalam

perspektif geografi dapat dipandang dari struktur (spatial structure), pola (spatial pattern), dan proses (spatial processess) (Yunus, 1997).

Dalam konteks fenomena keruangan terdapat perbedaan kenampakan strutkur, pola dan proses. Struktur keruangan berkenaan dengan dengan elemen-elemen penbentuk ruang. Elemen-elemen tersebut dapat disimbulkan dalam tiga bentuk utama, yaitu: (1) kenampakan titik (point features), (2) kenampakan garis (line features), dan (3) kenampakan bidang (areal features).

Kerangka kerja analisis pendekatan keruangan bertitik tolak pada permasalahan susunan elemen-elemen pembentuk ruang. Dalam analisis itu dilakukan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut.

1. What? Struktur ruang apa itu?

2. Where? Dimana struktur ruang tersebut berada?

3. When? Kapan struktur ruang tersebut terbentuk seperti itu? 4. Why? Mengapa struktur ruang terbentuk seperti itu?

5. How? Bagaimana proses terbentukknya struktur seperti itu? 6. Who suffers what dan who benefits what? Bagaimana struktur

(14)

Dampak positif dan negatif dari keberadaan ruang seperti itu selalu dikaitkan dengan kepentingan manusia pada saat ini dan akan datang.( makalah kelompok 1 xa )

2. Pendekatan kelingkunganPendekatan ekologi/lingkungan merupakan pendekatan berdasarkan interaksi yang terjadi pada lingkungan.Pendekatan ekologi dalam geografi

berkenaan dengan hubungan kehidupan manusia dengan lingkungan fisiknya.Interaksi tersebut membentuk sistem keruangan yang dikenal dengan Ekosistem.Salah satu teori dalam pendekatan atau analisi ekologi adalah teori tentang lingkungan.Geografi berkenaan dengan interelasi antara kehidupan manusia dan faktor fisik yang membentuk sistem keruangan yang menghubungkan suatu region dengan region lainnya.Adapun ekologi, khususnya ekologi manusia berkenaan dengan interelasi antara manusia dan lingkungan yang membentuk sistem ekologi atau ekosistem.

Dalam analisis ekologi, kita mencoba menelaah interaksi antara manusia dengan ketiga lingkungan tersebut pada suatu wilayah atau ruang tertentu.Dalam geografi lingkungan, pendekatan kelingkungan memiliki peranan penting untuk memahami fenomena geofer.

Dalam pendekatan ini penekanannya bukan lagi pada eksistensi ruang, namun pada keterkaitan antara fenomena geosfera tertentu dengan varaibel lingkungan yang ada. Dalam pendekatan kelingkungan, kerangka analisisnya tidak mengkaitkan hubungan antara makluk hidup dengan lingkungan alam saja, tetapi harus pula dikaitkan dengan:

(1) fenomena yang didalamnya terliput fenomena alam beserta relik fisik tindakan manusia. (2) perilaku manusia yang meliputi perkembangan ide-ide dan nilai-nilai geografis serta kesadaran akan lingkungan.

Dalam sistematika Kirk ditunjukkan ruang lingkup lingkungan geografi sebagai berikut.

Lingkungan geografi memiliki dua aspek, yaitu lingkungan perilaku (behavior environment) dan lingkungan fenomena (phenomena environment). Lingkungan perilaku mencakup dua aspek, yaitu pengembangan nilai dan gagasan, dan kesadaran lingkungan. Ada dua aspek penting dalam pengembangan nilai dan gagasan geografi, yaitu lingkungan budaya gagasan-gagasan geografi, dan proses sosial ekonomi dan perubahan nilai-nilai lingkungan. Dalam kesadaran lingkungan yang penting adalah perubahan pengetahuan lingkungan alam manusianya.

Lingkungan fenomena mencakup dua aspek, yaitu relik fisik tindakan manusia dan fenomena alam. Relic fisik tindakan manusia mencakup penempatan urutan lingkungan dan manusia sebagai agen perubahan lingkungan. Fenomena lingkungan mencakup produk dan proses organik termasuk penduduk dan produk dan proses anorganik.

Studi mandalam mengenai interelasi antara fenomena-fenomena geosfer tertentu pada wilayah formal dengan variabel kelingkungan inilah yang kemudian diangap sebagai ciri khas pada pendekatan kelingkungan. Keenam pertanyaan geografi tersebut selalu menyertai setiap bentuk analisis geografi. Sistematika tersebut dapat digambarkan sebagai berikut.

Kerangka umum analisis pendekatan kelingkungan dapat dicontohkan sebagai berikut. Masalah yang terjadi adalah banjir dan tanah longsor di Ngroto Pujon Malang.

Untuk mempelajari banjir dengan pendekatan kelingkungan dapat diawali dengan tindakan sebagai berikut. (1) mengidentifikasi kondisi fisik di lokasi tempat terjadinya banjir dan tanah longsor. Dalam identifikasi itu juga perlu dilakukan secara mendalam, termasuk mengidentifikasi jenis tanah, tropografi, tumbuhan, dan hewan yang hidup di lokasi itu.

(15)

lokasi tersebut.

(3) mengidentifikasi sistem budidaya yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan hidup (cara bertanam, irigasi, dan sebagainya).

(4) menganalisis hubungan antara sistem budidaya dengan hasil dan dampak yang ditimbulkan. (5) mencari alternatif pemecahan atas permasalahan yang terjadi.( makalah kelompok 2 XG)

3. Pendekatan Kewilayahan

dalam pendekatan kewilayahan, yang dikaji tentang penyebaran fenomena, gaya dan masalah dalam keruangan, interaksi antara variabel manusia dan variabel fisik lingkungannya yang saling terkait dan mempengaruhi satu sama lainnya.

pendekatan ini merupakan pendekatan keruangan dan lingkungan, maka kajiannya adalah perpaduan antara keduanya.

kesimpulannya:

pendekatan keruangan, kelingkungan, dan kewilayahana dalam kerjanya merupakan satu kesatuan yang utuh. pendekatan yang terpadu inilah yang disebut pendekatan geografi. jadi fenomena, gejala, dan masalah ditinjau penyebaran keruangannya, keterkaitan antara berbagai unit ekosistem dalam ruang. penerapan pendekatan geografi terhadap gejala dan permasalahan dapat menghasilkan berbagai alternatif- alternatif pemecahan masalah.

Prinsip geografi

Terdapat empat prinsip geografi yang kita kenal yaitu:1. Prinsip Penyebaran/ spreading Principle

prinsip penyebaran dapat digunakan untuk menggambarkan gejala dan fakta geografi dalam peta serta mengungkapkan hubungan antara gejala geografi yang satu dengan yang lain. hal tersebut disebabkan penyebaran gejala dan fakta geografi tidak merata antara wilayah yang satu dengan wilayah yang lain.

2. prinsip interrelasi/ interrelationship principle

prinsip interrelasi digunakan untuk menganalisis hubungan antara gejala fisik dan non fisik. prinsip tersebut dapat mengungkapkan gejala atau fakta Geografi di suatu wilayah tertentu.

3. prinsip deskripsi/ Descriptive Principle

prinsip deskripsi dalam geografi digunakan untuk memberikan gambaran lebih jauh tentang gejala dan masalah geografi yang dianalisis. prinsip ini tidak hanya menampilkan deskripsi dalam bentuk peta, tetapi juga dalam bentuk diagram, grafik maupun tabel.

4. prinsip korologi/ Chorological principle

ini disebut juga prinsip keruangan. dengan prinsip ini dapat dianalisis gejala, fakta, dan masalah geografi ditinjau dari penyebaran, interrelasi, dan interaksinya dalam ruang.

Aspek geografi

1. Aspek Fisikal

(16)

Membahas hal-hal yang berkenaan dengan letak atau lokasi suatu wilayah, bentuk muka buminya, luas area dan batas-batas wilayah yang mempunyai ciri-ciri khas tertentu.

b. Aspek Biotik

Membahas karakter fisik dari manusia, hewan dan tumbuhan c. Aspek Non Biotik

Membahas tentang tanah, air dan atmosfer (termasuk iklim dan cuaca) 2. Aspek NonFisik

Aspek ini menitikberatkan pada kajian manusia dari segi karakteristik perilakunya. Pada aspek ini manusia dipandang sebagai fokus utama dari kajian geografi dengan memperhatikan pola penyebaran manusia dalam ruang dan kaitan perilaku manusia dengan lingkungannya. Beberapa kajian pada aspek ini antara lain :

a. Aspek Sosial

Membahas tentang adat, tradisi, kelompok masyarakat dan lembaga sosial. b. Aspek Ekonomi

Membahas tentang industri, perdagangan, pertanian, transportasi, pasar dan sebagainya c. Aspek Budaya

Membahas tentang Pendidikan, agama, bahasa, kesenian dan lain-lain. d. Aspek Politik

Misalnya membahad tantang kepartaian dan pemerintahan.

KONSEP, PENDEKATAN, PRINSIP, DAN ASPEK

GEOGRAFI

A.

Ruang lingkup geograf

1. Pengertian geograf

Istilh geograf berasal dari bahasa yunani : geo berarti bumi dan graphein berarti tulisan. Secar harfah geograf beraarti tulisan tentang bumi. Geograf dapat di defnisikan sebgai ilmu yang

mempelajariatau mengkaji segala sesuatu yang ada di permukaan bumi, seperti penduduk, flora, fauna, iklim, udara, dan segala interaksinya.

2. Ruang lingkup dan ilmu penunjang geograf

a. Ruang lingkup geograf

Secara garis besar, seluruh kajian objek geograf dapat di bedakan atas dua aspek utama, yaitu aspek fsik dan aspek sosial. Aspek fsik meliputi aspek kimiawi, biologis, astronomis, dan sebagainya. Interaksi eograf dengan ilmi-ilmu lain melahirkan disiplin ilmu baru, contoh disiplin limu baru hasil interaksi ilmu geograf dengan ilmu-ilmu lain adalah sebagai berikut :

1. Interaksi antara geograf dan biologi melahirkan biogeograf

2. Interaksi antara geograf dan antropologi melahirkan antropogeograf atau etnogeograf

3. Interaksi antara geograf dan matematika melahirkan geograf-matematik.

(17)

1. Lingkungan fsik yaitu segala sesuat di sekitar manusia yang berupa benda tak hidup, contoh, tanah,

udara, air, dan sinar matahari

2. Lingkungan biologis yaitu segala sesuatu di sekitar manusia berupa makhluk hidup, contoh, binatang,

tumbuhan, dan manusi itu sendiri

3. Lingkunagan sosial yaitu segala sesuatu di sekitar manusia yang berwujud tindakan atau aktivitas

manusia, baik dalam hubungannya dengan alam maupun interaksi antar manusia. b. Ilmu penunjang geograf

Berikut adalah beberapa disiplin ilmu yang sangat erat kaitannya dengan geograf :

1. Geologi yaitu ilmu yang mempelajari secara keseluruhan : kejadian, struktur, komposisi, sejarah, dan

proses pengembangannya

2. Geofsika yaitu ilmu yang mengkaji sifat-sift bagian dalam bumi dengan metode teknik fsika, seperti

mengukur gempa bumi, graftasi, dan medan magnet bumi

3. Meteorologi yaitu ilmu yang mempelajari fenomena-fenomena atmosfer seperti, udara, cuaca, suhu,

angin.

4. Astronomi yaitu ilmu yang mempelajari benda-benda langit atau di luar atmosfer bumi, seperti,

matahari, bulan, planet, dll.

5. Biogeograf yaitu studi tentang persebaran makhluk hidup di permukaan bumi.

6. Geomorfologi yaitu studi tentang bentuk muka bumi dan proses yang menghasilkan

bentuk-bentuk tersebut

7. Hidrograf yaitu ilmu yang berhubungan dengan pencatatan, survei, serta pemetaan wilayah perairan

seperti laut, danau, dan sungai

8. Oseanograf yaitu ilmu yang mempelajari lautan seperti sifat air laut, pasang – surut, arus, dan

kedalaman

9. Paleontologi yaitu ilmu yang mengkaji tentang fosil-fosil serta bentuki – bentuk kehidupan di masa purba

(prasejarah) yang terdapat di bawah lapisan bumi

10. Antropogeograf yaitu cabang geograf yang mempelajari penyebaran bangsa- bangsa di muka bumi di

lihat dari sudut gegraf, ilmu ini di sebut juga etnograf

11. Geograf – matematik yaitu ilmu geograf yng berkenaan dengan bentuk ukuran, serta gerakan bumi :

lintang bujur, meridian, paralel, dan luas pemulaan bumi (kadang – kadang di sebut juga geograf teknik) 12. Geograf – sejarah yaitu cabang geograf bumi yang mempelajari bumi dari sudut sejarah dan

perkembangannya

B.

Objek studi geograf

1. Objek studi geograf

a. Permukaan bumi dan segenap proses yang berlansung di atasnya

b. Pengorganisasian wilayah dan ruang di muka bumi

c. Tafsiran bentang alam dan bentang sosial, termaksud budaya perkotaan dan pedesaan

d. Hubungan manusai dengan lingkungan yang berbed-beda, baik yang merupakan hasil budaya maupun

ekonomi

e. Interaksi manusia denngan proses – proses di permukaan bumi.

2. Fungsi pelajaran geograf

a. Mengembangkan pengetahuan tentang pol – pola keruangan dan proses yang berkaitan

b. Mengembangkan keterampilan dasar dalam memperoleh data dan informasi, mengomunokassikan, dan

menerapkan pengetahuan geograf

c. Menumbuhkan sikap, kesadaraan, dan kepedulian terhadap lingkungan hidup, suber daya serta toleransi

(18)

3. Tujuan pembelajaran geograf

Lingkungan alam sebetulnya bukan suatu kombinasi unsur alam yang menuntut adap tasi masyarakat secara ketat dari masa ke masa. Kenyataannya, masyarakat dari waktu ke waktu menafsirkan loingkungan alam dengan sesuai pandangan hidup mereka. Misalnya, pandangan religius sebagian masyarakat suku jawa terhadap pesisir pulau jawa dan hutan donoloyo di wonogiri, jawa tengah, yang di keramatkan di masa lalu.

2. Konsep regional atau wilayah

Suatu wilayah di pandang memiliki homogenitas dalam hal bentuk bentang alam dan corak kehidupan (mata pencarian dan mentallitas penduduk). Misalnya, daerah wonosiri, provinsi daerah istimewa yogyakarta, merupakan daerah kapur (karst).

3. Interelasi wilayah

Hubungan antar unsur alam menghasilkan suatu proses yang memberi ciri kusus pada wilayah tersebut. Misalnya, kombinasi yang menguntungkn antara curah hujan, suhu, vegetasi, jenis tanah, dan tofograf di nusa tenggara timur menjadikan wilayah ini sebagai penghasil sapi.

4. Lokalisasi

Lokalisasi adalah pemusatan kegiatan pada sutu wilayah yang terbatas. Pemusatan ini dapat mnambah fungsi wilayah. Misalnya, surabaya menjadi kota pelabuhan dan lokasi industri perkapalan.

(19)

Kekususan suatau wilayah dapat mendorong suatu kerja sama dan pertukaran jasa dengan wilayah lain. Perbedaan wilayah mendorong interaksi berupa perpindahan manusia (migrasi), perdagangan, dan kebudayaan.

6. Skala wilayah

Studi geografs dapat berupa mikro. Artinya studi pada wilayah sempit namun kesimpulannya daat di generalisibagi wilayah yang lebih luas.

7. Konsep perubahan

Geograf mempelajari perubahan pada suatu wilayah, yang berlaku pada saat ini atau masa mendatang. Ada perubahan yang berjangka pendek dan ada perubahan yang berjangka panjang. Perubahan iklim merupakan contoh perubahan yang berjangka panjang, sedangkan perubahan cuaca dan musim merupakan contoh jangka pendek.

Berdasrkan tujuh konsep tersebut seorang ahli geograf akan bekerj pada permukaan bumi. Pokok – pokok lain yang perlu di pahami oleh ahli geograf adalah sebagai berikut :

1. Persebaran gejala – gejala yang ada di permukaan bumi

2. Hubungan antar gejala yangt satu dengan gejala yang lain di tempat atau wilayah yang sama

3. Hubungan antar gejala yang satu dengan gejala yang lain di tempat atau wilayah yang berbeda

4. Efek dari satu atau lebih dari gejala yang ada

5. Berfariasinya gejala dari suatu tempat ke tempat yang lain

6. Penyebab suatu gejala yang terjadi pada tempat – tempat tertentu

7. Pembauran gejala keruangan

8. Gerakan – gerakan gejala yang tertimbal balik

9. Penyebab gejala muncul tak teratur

10. Bentuk jarinagn aneka gejala

11. Kepadatan dan pengelompokan gejala

12. Lokasi dan lokalisasi gejala

13. Persebaran penduduk dan kegiatan penduduk di suatu tempat

Referensi

Dokumen terkait

1992 Perubahan Sosial di Minangkabau.Padang:Pusat Studi Pembangunan dan Perubahan Sosial Budaya Universitas Andalas Padang. Universitas

Paling tidak terdapat enam faktor yang berpengaruh terhadap perubahan sosial; (1) penyebaran informasi, meliputi pengaruh dan mekanisme media dalam menyampaikan pesan-pesan

Tidak ada masyarakat yang tidak mengalami perubahan, sebab kehidupan sosial adalah dinamis.. Perubahan sosial merupakan bagian dari gejala kehidupan sosial, sehingga

Perubahan sosial budaya yang terjadi dalam masyarakat, ada masyarakat yang dapat menerima dan ada yang tidak dapat menerima. Masyarakat yang tidak dapat menerima perubahan

Paling tidak terdapat enam faktor yang berpengaruh terhadap perubahan sosial; (1) penyebaran informasi, meliputi pengaruh dan mekanisme media dalam menyampaikan pesan-pesan

Bahasa merupakan modus sosial dan historis terletak pada tindakan, dalam hubungan dialektis dengan aspek lain dari sosial (kontek sosial) Analisis Wacana Kritis (CDA)

Temuan ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Davies (2015), yang melaporkan bahwa murid dengan keterampilan berpikir kritis yang tinggi bersikap

Mahasiswa dapat menjadi ilmuwan dan profesional yang berpikir kritis, kreatif, sistemik dan ilmiah, berwawasan luas, etis, memiliki kepekaan dan empati sosial, bersikap