• Tidak ada hasil yang ditemukan

Siswa Sebelum menerapkan GI (X

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Siswa Sebelum menerapkan GI (X"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

, maka terdapat perbedaan pendapat guru mengenai pelaksanaan UN dalam menentukan lulusan siswa antara frekuensi observasi dan frekuensi harapan

2. Pengujian Ketergantungan Dua Faktor

Analisis ketergantungan dua faktor digunakan daftar kontingensi baris (b) X kolom (k) yang lebih dari dua baris dan kolom dengan menggunakan rumus

Di mana:

= Frekuensi hasil observasi setiap sel tiap faktor

Frekuensi harapan atau frekuensi teoritis yang merupakan hasi perkalian yang

(2)

siswa yang berjumlah 450. Taraf nyata uji menggunakan dengan dk=(3-1)(3-1). Hasi memasukkan pasangan frekuensi sesuai dengan klasifikasi tampak pada tabel berikut:

Faktor II

Dalam tiap sel dibagi menjadi dua bagian, yaitu bagian atas berisi frekuensi dan bagian bawah berisi data teoritis atau harapan , harga harapan diperoleh dari:

Hipotesis penelitian yang akan diuji adalah:

tidak terdapat hubungan antara prestasi siswa dengan kondisi sosial ekonomi terdapat hubungan antara prestasi siswa dengan kondisi sosial ekonomi

(3)

SPSS

P-value , terima sehingga dapat disimpulkan tidak terdapat hubungan antara prestasi dengan keadaan sosial ekonomi.

Uji Wilcoxon

Uji Wilcokson dapat digunakan dapat digunakan untuk analisis statistik terhadap dua sampel dependen jika jenis data yang akan dianalisis berskala nominal atau ordinal atau jika data

tidak berdistribusi normal atau variansi keduanya tidak homogen. Contoh

Seorang guru melakukan penelitian tentang penerapan pembelajaran group Investigation (GI) dalam pembelajaran matematika. Ia ingin mengetahui apakah kemampuan eksplorasi matematis siswa sesudah diterapkan pembelajaran GI lebih baik dibandingkan sebelum diterapkan pembelajaran GI. Kemudian dia memberi pretes dan postes kepada 8 orang siswa, sehingga diperoleh hasil sebagai berikut

Dengan mengasumsikan data tidak berdistribusi normal, ujilah data tersebut sehingga memperoleh suatu kesimpulan.

(4)

Langkah-langkah pengujian 1. Merumuskan hipotesis

Uji pihak kanan

, kemampuan eksplorasi matematis siswa sesudah diterapkan pembelajaran GI tidak lebih baik dibandingkan dengan sebelum diterapkan pembelajran GI.

, kemampuan eksplorasi matematis siswa sesudah diterapkan pembelajaran GI lebih baik dibandingkan dengan sebelum diterapkan pembelajran GI.

Nilai adalah bilangan yang terkecil antara jumlah rank positif dan jumlah rank negatif. Berdasarkan tabel daftar rank diperoleh:

(5)

4. Menentukan kriteria pengujian hipotesis Jika maka ditolak Jika maka diterima Karena , maka ditolak

5. Memberikan kesimpulan

Pada taraf kepercayaan 95% kemampuan eksplorasi matematis sesudah diterapkan pembelajaran GI lebih baik dibandingkan sebelum diterapkan pembelajaran GI

SPSS

1. Masukkan data pada kolom yang telah disediakan 2. Pada variabel view isikan seperti tampilan berikut

3. Pilih Analyze, nonparametric test, 2 related sample

(6)

5. Pilih continue, ok. Maka akan muncul output berikut

Output di atas menunjukkan jumlah rank negatif = 2 dengan rata-rata rank = 2 dan jumlah rank positif = 34 dengan rata-rata rank = 4,86.

(7)

Uji Mann Whitney U

Uji Mann Whitney U digunakan untuk analisis statistik terhadap dua sampel independen

bila jenis data yang akan dianalisis berskala nominal atau ordinal, atau data tidak berdistribusi normal.

Contoh

(8)

Pada taraf signifikansi 5% dengan mengasumsikan data tidak berdistribusi normal, ujilah dugaan peneliti tersebut!

Penjelasan

1. Merumuskan hipotesis Hipotesis penelitian:

Kemampuan spasial matematis antara siswa yang memperoleh pembelajaran dengan menggunakan media audio visual lebih rendah dibandingkan dengan siswa yang memperoleh pembelajaran dengan menggunakan media interaktif.

(9)
(10)

d. Menentukan nilai kritis

Nilai untuk uji pihak kiri pada taraf signifikansi 5% diperoleh:

Karena pengujian pihak kiri maka

e. Nilai berada di daerah penerimaan karena , maka diterima

f. Memberikan kesimpulan

Pada taraf kepercayaaan 95% kemampuan spasial matematis antara siswa yang memperoleh pembelajaran menggunakan media audio visual sama dengan kemampuan spasial matematis siswa yang memperoleh pembelajaran dengan menggunakan media interaktif.

SPSS

(11)

2. Pada variabel view isikan:

(12)

4. Masukkan data skor pada kotak test variable list dan data grup pada kotak grouping variable. Klik define groups, lalu isikan group 1: 1, dan group 2: 2 (sesuai dengan kode yang dipilih sebelumnya. Checklist Mann-Whitney U pada test type. Klik exact lalu isikan 95% pada convidence level, klik continue.

(13)

Terlihat bahwa nilai yang diperoleh pada output di atas sama dengan nilai yang diperoleh dari perhitungan secara manual, yaitu -1,378. Kemudian Asymp.Sig (2-Tailed) sebesar 0,168. Karena pengujian yang dilakukan uji pihak kiri,

maka P-value = . Nilai tersebut lebih besar dari , sehingga terima . Artinya pada taraf kepercayaaan 95% kemampuan spasial matematis antara siswa yang memperoleh pembelajaran menggunakan media audio visual sama dengan kemampuan spasial siswa yang memperoleh pembelajaran dengan menggunakan media interaktif.

Referensi

Dokumen terkait

Dengan adanya penelitian penggunaan media audio visual film untuk meningkatkan kemampuan menyimak intensif, diharapkan sekolah sebagai lembaga pendidikan ikut

Hal ini relevan dengan penelitian yang dilakukan peneliti dalam penggunaan media audio visual video, peneliti dan guru bersama sama merancang pembelajaran dengan

Apakah terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemahaman konsep siswa antara kelas eksperimen yang diberi perlakuan media audio visual berbasis video dengan siswa

Demikian halnya disebutkan dalam penelitian Arifin, Pujiastuti, dan Sudiana (2020: 71) bahwa media pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan spasial matematis yang

Adapun data N-gain uji perbedaan dua rata-rata (t) dapat dilihat pada Tabel 7. Artinya pada taraf kepercayaan 95% dapat disimpulkan bahwa rata-rata peningkatan kemampuan

digunakan untuk mempermudah proses pembelajaran pembuatan pola rok. Media pembelajaran bisa berupa audio, audio visual, cetak dan lain sebagainya. Media yang akan

Ketiga, mengubah skor yang diperoleh menjadi nilai Keempat, mencari nilai rata-rata kemampuan menulis cerpen siswa kelas X SMA Negeri 7 Solok Selatan berbantuan media audio visual

Pengaruh model pembelajaran treffinger kemampuan berpikir HOTS berbantuan media audio visual Hasil analisis data menunjukkan ada Perbedaan kemampuan berpikir HOTS pada