PANGAN DAN PENCEGAHAN KANKER
Tujuan Instruksional Khusus :
•
Mahasiswa dapat menjelaskan hubungan
antara pangan dengan penyakit kanker baik
hubungan yang bersifat positif maupun
KANKER
• merupakan penyakit tidak menular yang berawal dari kerusakan materi genetika atau DNA sel.
• Satu sel saja yang mengalami kerusakan genetika sudah cukup untuk menghasilkan jaringan kanker atau neoplasma disebut
It is abundantly clear that the incidence of all
the common cancers in human is being
determined by various potentially controllable
external factors.
This is surely the most comforting fact to come
out of all cancer research, for it means that
cancer is, in large part, a preventable diseases
.Mekanisme Mutasi Gen
1.Kesalahan replikasi
1
. Kesalahan Replikasi
• Terjadi pada penggantian sel-sel yang aus oleh sel baru
• Pada manusia dewasa, sel yang telah mengalami diferensiasi total berhenti membelah diri gen yang mengontrol pembelahan sel tidak aktif
• Pada saat pergantian satu sel, terjadi kopi DNA baru yang
melibatkan 6 x 109 pasangan basa, yang memberikan peluang
kesalahan replikasi.
• Tubuh mempunyai sistem untuk mengatasi kesalahan replikasi DNA melalui mekanisme reparasi DNA (DNA repair) jika gagal sel termutasi.
Kanker banyak ditemukan pada sel-sel somatik organ
2. Mutasi Pada Alur Sel Germinasi
• Kesalahan genetika yang diturunkan dari orang tua
• Menghasilkan kanker pada usia dini
• Sel termutasi yang dibawa sejak lahir tidak selalu menjadi neoplasma dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal
• Individu pembawa gen yang salah beresiko lebih besar mengalami kanker
3. Faktor Eksternal
• Yaitu faktor yang dapat mengubah struktur DNA :
Virus
infeksi berkelanjutan
polusi udara
radiasi dan
bahan-bahan kimia asing yang tidak diperlukan oleh tubuh berasal dari pencemaran makanan, air dan udara, ataupun BTP.
• Terjadi pada sel somatik, khususnya pada organ yang sering mengalami pergantian sel atau berfungsi mensekresi, seperti payudara dan rahim
• Dari hasil peneliian diketahui bahwa 10-15% kejadian kanker disebabkan oleh faktor endogen yaitu keturunan dan kesalahan
Sebagian besar
Bahan Tambahan Pangan
Adalah senyawa kimia
sintetik
Senyawa Kimia sintetik:
RISIKO!
No Bahan Tambahan
Jenis
Kegunaan
Pewarna alami Pewarna sintetik Pengawet Perisa (rasa) Pemanis sintetik Pengatur Keasaman Antoksidan Pemutih Pengental Anti gumpal Pengemulsi Dll 29 17 30 >3000 12 (?) 96 56 Memberi warnaMembunuh mikroba (kuman) Memberi rasa
Jenis Fungsi Contoh Nama yg tercantum pd label produk Preserv atives Mencegah kerusakan oleh bacteria, cendawan, ragi, (antimikroba), memperlambat perubahan warna, rasa, textur, ketengikan (antioxidant), serta mempertahankan kesegaran.
Saos dan jelli buah, minuman, kue-kue panggang, daging peraman, minyak dan margarine, sereal, dressings, jajanan, buah dan sayuran
Asam askorbat, asam sitrat, sodium benzoate, calcium propionate,
sodium erythorbate, sodium nitrite, calcium sorbate, potassium
sorbate, BHA, BHT, EDTA, tocopherols (Vitamin E)
Sweeten ers (ala miah, sintetik) Memaniskan
(tanpa kalori extra )
Minuman, kue-kue, permen, gula meja, dll
Sucrose (sugar), glucose, fructose, sorbitol,
mannitol, corn syrup, high fructose corn syrup,
Color Addi tives
Mengimbangi pengurangan warna karena pemaparan pada cahaya, temperature extrim, kelembaban,;
memperbaiki warna alami yang pudar, memberi warna dan keceriaan
Berbagai jenis pagan olahan : permen, jajanan, kue, margarine, minuman,gelatin, pudding, dll
FD&C Blue Nos. 1 and 2, FD&C Green No. 3, FD&C Red Nos. 3 and 40, FD&C Yellow Nos. 5 and 6,
Orange B, Citrus Red No. 2, annatto extract, beta-carotene, grape skin extract, cochineal extract or carmine, paprika
oleoresin, caramel color, fruit and vegetable juices, saffron (Note: nama
pewarna tidak perlu
dicantumkan pada label, hanya jenis
Flavors And Spices
Add specific flavors Pudding and pie fillings, gelatin
dessert mixes, cake mixes, salad
dressings, candies, soft drinks, ice
cream, BBQ sauce
Flavor Enhan cers
Enhance flavors already present in foods (without providing their own
separate flavor)
Many processed foods
Monosodium glutamate (MSG), hydrolyzed soy protein, autolyzed yeast extract, disodium
guanylate or inosinate
Fat Repla cers (and compon ents of formulat ions used to replace fats)
Provide expected texture and a creamy "mouth-feel" in reduced-fat foods
Baked goods, dressings, frozen desserts, confections, cake and dessert mixes, dairy products
Olestra, cellulose gel, carrageenan,
polydextrose, modified food starch,
microparticulated egg white protein, guar gum, xanthan gum, whey
Sejarah Penggunaan:
Revolusi hijau: (awal thn 1960-an)
hasil panen produk pertanian berlimpah (sayuran, kacang-kacangan, buah-buahan, biji-bijian, daging, susu, telur, ikan, dsbnya)
Perlu pengolahan/pengawetan
Pemuliaan tanaman
Revolusi hijau
TRADITIONAL PLANT BREEDING
DNA is a strand of genes, much like a strand of beads. Traditional plant breeding combines many genes at once.
Desired Gene
X
Many genes are transferred
Donor Plant Commercial Plant Variety New Plant Variety
+
A single gene is transferred Desired Gene Commercial Plant Variety Improved Commercial Plant Variety
PLANT BIOTECHNOLOGY / GENETIC ENGINEERING
Using plant biotechnology, you can add a single gene to the strand.
Desired Gene
Donor Plant
Sekarang:
• Ramuan sintetik: minuman, jeli, keripik
terbuat dari : air, pewarna, pemanis, perisa, pengawet
• Penutupan kualitas yang rendah:
sayur, buah mutu rendah tinggal ditambahkan pemanis, perisa, pengawet
Paleolithic nutrition: what can we learn from the
past?(
Mann, 2004)
.
Secara genetik, tubuh kita sekarang ini sama dengan pada
akhir jaman paleolithic kira2 20,000 tahun lalu
Pertanian dan peternakan: mulai 10,000 tahun lalu
Industri : 200 thn
Masalah diet krn gen manusia belum
beradaptasi .
Gen tetap seperti 20.000 thn lalu, tapi diet berubah:
Hipotesis penyakit peradaban (diseases of
Human Genome (2001)
1. 99.9 % gen manusia identik
2. Gen manusia : 27 000- 100 000
(now circa around 40 000)
3. 40% dari gen kita serupa gen nematode, 60% with
Drosophylla, 90 % serupa tikus
4. 99% serupa dengan simpanze
5. 223 gen manusia mungkin berasal dari bakteri
Sistim metabolisme tubuh kita tidak dilengkapi dengan
Sistim untuk mengolah begitu banyak senyawa kimia asing
Tubuh kita tidak memerlukan senyawa asing (bahan aditif,
Kontaminan). Tubuh kita membutuhkan zat-zat gizi dan
komponen alami dalam makanan
Semua senyawa asing yang tidak dibutuhkan akan
dikeluarkan oleh tubuh (detoksifikasi).
Sistim metabolisme tidak cukup, sering salah dan
menghasilkan senyawa yang lebih beracun (karsinogen)
Tubuh (hati, ginjal) bekerja lebih berat
Resiko terjadi kesalahan metabolisme
desease of civilisation/penyakit degeneratif
• Xenobiotik (senyawa perisa)
Sistim enzim fase I dan II
dimetabolisme menjadi produk dimetabolisme mnjadi yang tidak reaktif produk yang reaktif
Ekskresi kedalam urin berikatan dengan
DNA, protein
efek toxik
(kanker dan penyakit degeneratif lain, dsb)
Apakah reaksi akan ke kiri atau ke kanan tergtn dari, a.l:
-Struktur kimia: makin sederhana makin mudah di metabolisme /exkresi (group I, II, III)
OH Asam suksinat
dalam
Siklus TCA HO
O
oxidation Oksidasi lengkap
Gbr: oksidasi sempurna senyawa alkohol dgn struktur
molekul sederhana
O R OH carboxylesterase allyl alcohol ADH O H
O GS O
H OH GS O OH ALD minor route GS -acrolein
[reactive metabolite] [non-reactive metabolite]
Toxicity
Gbr: oksidasi sempurna senyawa alkohol dgn struktur
molekul KOMPLEKS
Evolusi diet dan kesehatan
:
Menurut para Paleo-anthropologists:
•
manusia purba bebas dari penyakit degeneratif
(kanker, diabetes, jantung, katarak, alsheimer,
Parkinson) tetapi umur pendek karena infeksi,
kelahiran gagal, perang antar suku, digigit
binatang buas, jatuh ke jurang, dll)
jenis makanan sekarang kurang bervariasi, banyak
kontaminasi bahan kimia sintetik
(tambahan/bukan)
Menjadi tua lebih cepat:
Berat badan bertambah, insulin tertanggu, gangguan
WHO 2002
Pencegahan
Perawatan
Pencegahan Kanker
• Dapat dilakukan jika faktor-faktor eksternal penyebab kanker dapat dicegah
• Ambang batas xenobiotik masih kontroversial
• Hanya dibutuhkan 1 molekul karsinogen untuk dapat menghadirkan jembatan DNA dan menghasilkan mutasi.
• Usaha pencegahan :
Melalui Diet
Memperbaiki konsumsi makanan zat yang dibutuhkan tubuh tersedia
Perbaikan status gizi
Untuk dapat berfungsi prima sistem imun
membutuhkan hampir semua zat gizi dalam jumlah
cukup
Bila virus masuk ke dalam sel atau mengalami mutasi
dan memasuki tahap inisiasi
sel ini akan
mengeluarkan senyawa berupa sinyal SOS berupa
protein pada permukaan selnya.
Anggota sel immun yaitu Natural Killer (pembunuh
alami) dan sel immun sitotoksik (peracun)
melubangi dinding sel yang memberikan sinyal SOS
lalu membunuhnya
Kerja kedua sel imun ini dipengaruhi oleh seluruh
sistem imun dan diet yang benar
Pencegahan Kanker………..
Mencegah masuknya senyawa karsinogenik ke dalam tubuh
Memperbaiki sistem detoksifikasi melalui perbaikan sistem enzim konyugasi
Berbagai asam amino, vitamin dan mineral dibutuhkan untuk sistem kerja enzim dalam mengamankan senyawa karsinogenik agar tidak berikatan dengan DNA sel
Antioksidan dibutuhkan sebagai tameng prima dalam
mekanisme pencegahan (senyawa asing akan mengalami oksidasi terlebih dahulu dan menghasilkan senyawa
karsinogenik yang bersifat tidak stabil atau radikal) antioksidan akan mencegah proses oksidasi
Pencegahan Kanker………..
• Pencegahan kanker melalui diet hanya dapat dilakukan pada tahap awal (inisiasi)
• Kanker pada tahap metastase sulit dicegah
• Sel termutasi tidak otomatis menjadi kanker harus melalui tahapan yang sulit untuk bertahan hidup dan berkembang
Daripada hidup tidak berguna dan
menyusahkan lebih suka mati dengan cara bunuh diri (apoptosis)
Apoptosis diatur oleh sepotong gen di dalam sel DNA hancur
Proses apoptosis dapat dibuat optimal