• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN PELAKSANAAN DAN PERHITUNGAN PIL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "TINJAUAN PELAKSANAAN DAN PERHITUNGAN PIL"

Copied!
95
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Winess Sutehno
  • Pengajar:
    • Dr. Ir. Hanafiah, M.Sc.
  • Sekolah: Universitas Sriwijaya
  • Mata Pelajaran: Teknik Sipil
  • Topik: Tinjauan Pelaksanaan Dan Perhitungan Pilar
  • Tipe: laporan kerja praktek
  • Tahun: 2013
  • Kota: Palembang

I. PENDAHULUAN

Bab ini memberikan latar belakang mengenai pentingnya jembatan sebagai penghubung antar lokasi dan perkembangan konstruksi jembatan yang semakin kompleks. Jembatan Musi II di Palembang menjadi fokus karena peralihan arus lalu lintas yang meningkat, memerlukan duplikasi untuk mengurangi kemacetan. Penjelasan mengenai struktur jembatan dan kebutuhan akan pilar sebagai substruktur pokok juga diuraikan.

1.1 Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam laporan ini mencakup metode pelaksanaan pekerjaan pilar dan perhitungan struktur beton pilar jembatan. Fokus pada aspek teknis ini penting untuk memahami tantangan dan solusi dalam proyek konstruksi.

1.2 Maksud dan Tujuan

Maksud dari program kerja praktek ini adalah memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa mengenai pelaksanaan konstruksi. Tujuan spesifik meliputi pemahaman metode pelaksanaan pilar, peninjauan perhitungan struktur beton, dan identifikasi masalah yang terjadi di lapangan.

1.3 Metode Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan melalui dua cara, yaitu data primer yang mencakup tinjauan lapangan dan wawancara, serta data sekunder yang meliputi dokumen kontrak dan studi pustaka. Metode ini memastikan informasi yang akurat dan relevan.

1.4 Ruang Lingkup Penulisan

Ruang lingkup penulisan dibatasi pada tinjauan pekerjaan struktur beton pilar jembatan. Hal ini dilakukan mengingat kompleksitas proyek dan keterbatasan waktu, sehingga fokus pada aspek yang paling krusial.

1.5 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan dibagi menjadi beberapa bab yang mencakup pendahuluan, gambaran umum proyek, dasar teori, tinjauan pelaksanaan, tinjauan perhitungan, dan penutup. Struktur ini membantu dalam memahami alur laporan secara sistematis.

II. GAMBARAN UMUM PROYEK

Bab ini menjelaskan data proyek pembangunan Duplikasi Jembatan Air Musi II, termasuk informasi umum dan teknis. Proyek ini bertujuan untuk menyediakan jembatan alternatif yang berfungsi sebagai penghubung antar provinsi dan mengatasi masalah overload pada Jembatan Musi II.

2.1 Data Proyek

Data proyek mencakup informasi mengenai satuan kerja, pelaksana kegiatan, lokasi, dan nilai kontrak. Proyek ini dibiayai oleh APBN dan melibatkan berbagai pihak, termasuk konsultan dan kontraktor.

2.2 Struktur Organisasi

Struktur organisasi proyek melibatkan pemilik proyek, konsultan, dan kontraktor. Hubungan antar pihak dijelaskan untuk memahami peran masing-masing dalam pelaksanaan proyek.

2.3 Unsur Pelaksana Proyek

Unsur pelaksana proyek terdiri dari pemilik proyek, konsultan perencana, konsultan pengawas, dan kontraktor. Masing-masing memiliki tanggung jawab yang penting dalam kelancaran proyek.

2.4 Persyaratan Umum, Administrasi, dan Teknis Proyek

Persyaratan umum meliputi peraturan pelaksanaan dan syarat-syarat penawaran. Persyaratan administrasi dan teknis juga dijelaskan untuk memastikan pelaksanaan proyek sesuai dengan standar yang ditetapkan.

2.5 Lokasi Proyek

Bab ini menyajikan peta lokasi proyek Duplikasi Jembatan Air Musi II di Palembang, memberikan gambaran geografis yang penting untuk memahami konteks proyek.

III. DASAR TEORI

Bab ini berisi teori-teori dasar yang mendukung analisis dan perhitungan dalam laporan kerja praktek. Pengertian jembatan, jenis-jenis jembatan, bagian-bagian jembatan, dan pilar jembatan dijelaskan untuk memberikan landasan yang kuat bagi pembahasan selanjutnya.

3.1 Pengertian Jembatan

Jembatan adalah konstruksi yang berfungsi untuk menghubungkan dua bagian jalan yang terputus. Berbagai jenis jembatan berdasarkan fungsi, bahan, dan struktur dijelaskan untuk memahami kompleksitas desain jembatan.

3.2 Jenis – Jenis Jembatan

Jenis jembatan dibedakan berdasarkan fungsi, lokasi, bahan konstruksi, dan tipe struktur. Penjelasan mengenai masing-masing kategori membantu dalam memahami variasi desain jembatan yang ada.

3.3 Bagian–bagian Jembatan

Jembatan terdiri dari dua bagian pokok, yaitu struktur atas dan struktur bawah. Penjelasan mengenai fungsi dan desain masing-masing bagian penting untuk memahami keseluruhan sistem jembatan.

3.4 Pilar Jembatan

Pilar jembatan berfungsi sebagai pemikul beban antara bentang tepi dan bentang tengah. Berbagai tipe pilar dijelaskan untuk memberikan gambaran tentang desain dan konstruksi pilar yang efektif.

3.5 Pembebanan Jembatan

Pembebanan jembatan meliputi beban permanen, lalu lintas, dan lingkungan. Kombinasi pembebanan juga dijelaskan untuk memastikan bahwa struktur jembatan dapat menahan berbagai jenis beban.

IV. TINJAUAN PELAKSANAAN

Bab ini membahas tahapan-tahapan metode pelaksanaan pekerjaan di lapangan, khususnya untuk pilar Duplikasi Jembatan Air Musi II. Proses dimulai dari persiapan material hingga pengecoran pilar, dengan langkah-langkah yang terperinci.

4.1 Pekerjaan Persiapan Material

Material pokok yang diperlukan untuk pekerjaan pilar meliputi semen, agregat, air, dan baja tulangan. Alat-alat utama seperti generator dan pompa air juga disiapkan untuk mendukung pelaksanaan pekerjaan.

4.2 Fabrikasi Baja Tulangan dan Bekisting

Fabrikasi baja tulangan dilakukan setelah material tiba di lokasi, dengan langkah-langkah yang mencakup pemotongan, pembengkokan, dan perakitan. Proses ini dirancang untuk efisiensi waktu dan kualitas.

4.3 Penggalian Tanah

Penggalian tanah dilakukan di lokasi pilar dengan alat berat dan manual, untuk memastikan kedalaman yang tepat. Pemasangan kayu gelam dilakukan untuk mencegah longsor selama proses penggalian.

4.4 Pemotongan Kepala Tiang Pancang

Kepala tiang pancang dipotong sesuai elevasi yang ditentukan. Proses ini melibatkan penggunaan alat berat dan teknik pemotongan yang tepat untuk memastikan hasil yang akurat.

4.5 Pembesian Tulang Pengangkur Tiang Pancang

Tiang pancang diisi dengan tulang pengangkur yang telah difabrikasi sebelumnya. Proses ini memastikan bahwa tiang pancang memiliki kekuatan struktural yang diperlukan.

4.6 Pengecoran Isi Tiang Pancang

Pengecoran dilakukan dengan beton ready mix, dengan pengawasan terhadap nilai slump untuk memastikan kualitas beton. Proses ini melibatkan pemadatan yang hati-hati untuk menghindari segregasi.

4.7 Pekerjaan Lantai Kerja (Lean Concrete)

Lantai kerja dicor setelah pengecoran tiang pancang, dengan langkah-langkah yang meliputi pemasangan bekisting dan pemadatan. Proses curing juga dilakukan untuk menjaga kualitas beton.

4.8 Pekerjaan Footing

Pekerjaan footing dilakukan setelah lantai kerja, dengan langkah-langkah yang mencakup pembesian dan pengecoran. Pengawasan kualitas dilakukan untuk memastikan struktur yang kuat.

4.9 Pekerjaan Kolom

Pekerjaan kolom pilar melibatkan pembesian dan pengecoran, dengan fokus pada kualitas dan kekuatan. Inspeksi dilakukan untuk memastikan bahwa semua langkah diikuti sesuai rencana.

V. TINJAUAN PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN

Bab ini mengulas perhitungan struktur pilar, khususnya mengenai perhitungan penulangan pada struktur beton pilar. Analisis dilakukan untuk memastikan bahwa struktur memenuhi standar kekuatan yang diperlukan.

5.1 Perhitungan Struktur Pilar

Perhitungan struktur pilar dilakukan berdasarkan beban yang bekerja, dengan mempertimbangkan faktor keamanan. Metode analisis yang digunakan mengikuti standar yang berlaku untuk memastikan akurasi.

5.2 Penulangan pada Struktur Beton

Perhitungan penulangan dilakukan untuk menentukan jumlah dan ukuran baja tulangan yang diperlukan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa pilar dapat menahan beban yang diberikan.

5.3 Evaluasi Kekuatan Struktur

Evaluasi dilakukan untuk menilai kekuatan struktur pilar setelah perhitungan. Hasil evaluasi digunakan untuk menentukan apakah desain memenuhi spesifikasi yang ditetapkan.

VI. PENUTUP

Bab ini menyimpulkan hasil dari pelaksanaan pekerjaan proyek dan memberikan saran-saran untuk perbaikan di masa mendatang. Penekanan pada pentingnya pengawasan dan kualitas dalam setiap tahap proyek juga diuraikan.

6.1 Kesimpulan

Kesimpulan mencakup ringkasan dari hasil pelaksanaan pekerjaan pilar, dengan penekanan pada keberhasilan metode yang diterapkan dan tantangan yang dihadapi selama proses.

6.2 Saran

Saran diberikan untuk meningkatkan proses pelaksanaan proyek di masa mendatang, termasuk rekomendasi untuk pengawasan yang lebih ketat dan penggunaan teknologi yang lebih efisien.

Referensi Dokumen

  • Dasar - Dasar Perencanaan Jembatan Beton Bertulang ( Agus Iqbal Manu )
  • Buku Teknik - Sipil ( K. H. Sunggono )
  • Panduan Pengawasan Pelaksanaan Jembatan Bridge Management System ( Direktorat Jenderal Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum )
  • Panduan Perencanaan Teknik Jembatan Bridge Management System ( Direktorat Jenderal Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum )
  • Standar Pembebanan untuk Jembatan ( Badan Litbang PU Departemen Pekerjaan Umum )

Gambar

Gambar 2.4 Peta lokasi kota Palembang, Sumatera Selatan
Gambar 2.5 Peta lokasi Proyek Duplikasi Jembatan Air Musi II Palembang
Gambar 3.1 Jembatan Jalan Raya (Sumber : news.rutgers.edu)
Gambar 3.4 Bagian-bagian Jembatan secara umum
+7

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil perhitungan dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa grafik diagram interaksi dapat digunakan untuk menganalisis maupun mendesain kolom beton bertulang untuk

Tulangan di dalam komponen struktur beton bertulang tidak memberikan gaya dari dirinya sendiri pada komponen struktur tersebut, suatu hal yang berlawanan dengan aksi

Jembatan yang terdiri dari kombinasi antara bahan konstruksi baja dengan beton bertulang, dimana pelat lantai jembatan yang dihubungkan dengan balok baja menggunakan

Metode pelaksanaan kolom (pier) dan perhitungan volume tulangan kolom (pier) pembangunan simpang tak sebidang Fly Over, pada pelaksanaan pekerjaan kolom (pier)

Jembatan lengkung dapat dibuat dari bahan batu, bata, kayu, besi cor, baja maupun beton bertulang dan dapat digunakan untuk bentang yang kecil maupun bentang yang besar..

Untuk perencanaan komponen struktur jembatan yang mengutamakan suatu pembatasan tegangan kerja, seperti untuk perencanaan terhadap lentur dari komponen struktur beton

- Pada penelitian ini pengujian beton yang dilakukan untuk mencari kapasitas beban maksimum dari kolom beton bertulang utuh dan kolom beton bertulang yang

Dokumen ini membahas perhitungan kekuatan kolom beton bertulang dan analisis penulangan untuk struktur bangunan secara detail dan