• Tidak ada hasil yang ditemukan

MEMAHAMI HAK DAN KEPENTINGAN BURUH SERTA ANALISA KRITIS TERHADAP PKB YANG ADA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MEMAHAMI HAK DAN KEPENTINGAN BURUH SERTA ANALISA KRITIS TERHADAP PKB YANG ADA"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

MEMAHAMI HAK DAN KEPENTINGAN

BURUH SERTA ANALISA KRITIS

TERHADAP PKB YANG ADA

Disampaikan dalam Pelatihan yang

diselenggarakan oleh Industriall di Hotel Grand

Pangestu, Karawang, 1 – 3 September 2014

BAGIAN PERTAMA : UMUM

1.PENGERTIAN PERJANJIAN

PERJANJIAN ADALAH SUATU PERISTIWA DIMANA

SEORANG BERJANJI KEPADA SEORANG LAINNYA

ATAU DIMANA DUA ORANG ATAU LEBIH SALING

BERJANJI UNTUK MELAKSANAKAN SESUATU HAL (psl

1313).

SUATU PERJANJIAN ADALAH SAH APABILA

MEMENUHI SYARAT (psl 1320):

ADANYA KESEPAKATAN

DIBUAT OLEH ORANG YANG CAKAP HUKUM

(SYARAT SUBJEKTIF : JIKA TIDAK TERPENUHI, DAPAT

DIBATALKAN)

MENGENAI SESUATU HAL TERTENTU

SESUATU SEBAB YANG HALAL (SYARAT

OBJEKTIF : JIKA TIDAK TERPENUHI, BATAL DEMI

HUKUM)

AKIBAT DARI SUATU PERJANJIAN (psl 1338)

BERLAKU SEBAGAI UNDANG-UNDANG BAGI

PIHAK YANG MEMBUATNYA

TIDAK DAPAT DITARIK KECUALI ATAS

(2)

2.PENGERTIAN PERJANJIAN KERJA

PERJANJIAN KERJA ADALAH PERJANJIAN ANTARA

PEKERJA/BURUH DENGAN PENGUSAHA ATAU

PEMBERI KERJA YANG MEMUAT SYARAT-SYARAT

KERJA, HAK, DAN KEWAJIBAN PARA PIHAK

DIBUAT SECARA LISAN ATAU TERTULIS

DIBUAT DALAM BAHASA INDONESIA DAN HURUF

LATIN

SEKURANG-KURANGNYA RANGKAP 2 (DUA)

TIDAK BOLEH BERTENTANGAN DENGAN PP, PKB,

PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

ADA PERJANJIAN KERJA WAKTU TERTENTU (PKWT)

DAN ATAU PERJANJIAN KERJA WAKTU TIDAK

TERTENTU(PKWTT)

2.1.PERJANJIAN KERJA DIBUAT ATAS DASAR :

a. KESEPAKATAN KEDUA BELAH PIHAK ;

b. KEMAMPUAN ATAU KECAKAPAN MELAKUKAN

PERBUATAN HUKUM ;

c. ADANYA PEKERJAAN YANG DIPERJANJIKAN ; DAN

d. PEKERJAAN YANG DIPERJANJIKAN TIDAK

BERTENTANGAN DENGAN KETERTIBAN UMUM,

KESUSILAAN, DAN PERATURAN

PERUNDANG-UNDANGAN YANG BERLAKU.

BERTENTANGAN DENGAN (a) dan (b) DAPAT

DIBATALKAN

BERTENTANGAN DENGAN (c) dan (d) BATAL DEMI

HUKUM

ISI MUATANNYA :

NAMA, ALAMAT PERUSAHAAN DAN JENIS USAHA

(3)

JABATAN DAN JENIS PEKERJAAN

TEMPAT PEKERJAAN

BESARNYA UPAH DAN CARA PEMBAYARANNYA

SYARAT-SYARAT KERJA YANG MEMUAT HAK

DAN KEWAJIBAN PENGUSAHA DAN PEKERJA

MULAI DAN JANGKA WAKTU BERLAKUNYA

TEMPAT DAN TANGGAL PERJANJIAN DIBUAT

TANDA TANGAN PARA PIHAK

3.PENGERTIAN PERATURAN PERUSAHAAN

PERATURAN PERUSAHAAN ADALAH PERATURAN

YANG DIBUAT SECARA TERTULIS OLEH PENGUSAHA

YANG MEMUAT SYARAT-SYARAT KERJA DAN TATA

TERTIB PERUSAHAAN.

BERSIFAT WAJIB BAGI PENGUSAHA YANG

MEMPEKERJAKAN PEKERJA SEKURANG-KURANGNYA

10 ORANG

DISUSUN DENGAN MEMPERHATIKAN SARAN DAN

PERTIMBANGAN WAKIL PEKERJA (SP)

ISI MUATAN : HAK DAN KEWAJIBAN; SYARAT KERJA;

ATA TERTIB DAN JANGKA WAKTU BERLAKUNYA

KETENTUAN DALAM PP TDK BOLEH BERTENTANGAN

DENGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN YG

BERLAKU

MASA BERLAKU SELAMA 2 TAHUN DAN WAJIB

DIPERBAHARUI

DALAM MASA BERLAKU, KETIKA SP MENGHENDAKI

PERUNDINGAN PKB MAKA PENGUSAHA WAJIB

MELAYANI

PERATURAN PERUSAHAAN DAN PERUBAHANNYA

DISAHKAN OLEH MENTERI/YG DITUNJUK (DISNAKER)

(4)

4.PENGERTIAN PERJANJIAN KERJA

BERSAMA(PKB)

PERJANJIAN KERJA BERSAMA ADALAH

PERJANJIAN YANG MERUPAKAN HASIL

PERUNDINGAN ANTARA SERIKAT

PEKERJA/SERIKAT BURUH ATAU

BEBERAPA SERIKAT PEKERJA/ SERIKAT

BURUH YANG TERCATAT PADA INSTANSI

YANG BERTANGGUNG JAWAB DIBIDANG

KETENAGAKERJAAN DENGAN

PENGUSAHA ATAU BEBERAPA PENGUSAHA

ATAU PERKUMPULAN PENGUSAHA YANG

MEMUAT SYARAT – SYARAT KERJA, HAK

DAN KEWAJIBAN KEDUA BELAH PIHAK.

5.PERATURAN PERUNDANGAN TENTANG PKB

DAN YANG TERKAIT DENGAN ISI PKB

6.1.UU 21/2000 tentang SP/SB.

6.2.UU 13/2003 – ttg Ketenagakerjaan ps 116 s/d 125

6.3.UU 02/2004 tentang PPHI

(5)

Plus pelbagai peraturan perundangan tentang hubungan

kerja dan hubungan industrial.

6.

T U J U A N

1. Mempertegas dan memperjelas hak-hak dan kewajiban Pekerja dan Pengusaha.

1. Memperteguh dan menciptakan hubungan industrial yang harmonis dalam perusahaan.

1. Menetapkan secara bersama syarat-syarat kerja, keadaan industrial yang harmonis dan atau hubungan ketenagakerjaan yang belum diatur dalam peraturan perundangan.

7.

MANFAAT

1. Baik pekerja maupun pengusaha lebih memahami tentang hak dan kewajiban masing-masing.

1. Mengurangi timbulnya perselisihan hubungan industrial atau hubungan ketenagakerjaan sehingga dapat menjamin kelancaran proses produksi dan peningkatan usaha.

1. Menciptakan ketenangan kerja dan mendorong semangat kegiatan bekerja yang lebih tekun dan rajin.

1. Pengusaha dapat menganggarkan biaya tenaga kerja (labour cost) yang perlu dicadangkan atau disesuaikan dengan masa berlakunya PKB.

8.

KEDUDUKAN HUKUM PKB

1. Perjanjian kerja yang dibuat oleh pengusaha dan pekerja tidak boleh bertentangan dengan PKB (Pasal 127 ayat (1) UU No. 13/2003).

2. Dalam hal ketentuan dalam Perjanjian Kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertentangan dengan PKB, maka ketentuan dalam Perjanjian Kerja tersebut batal demi hukum dan yang berlaku adalah ketentuan dalam PKB (Pasal 127 ayat (2) UU No. 13/2003).

3. Dalam hal Perjanjian Kerja tidak memuat aturan-aturan yang diatur dalam PKB, maka yang berlaku adalah aturan-aturan dalam PKB (Pasal 128 UU No. 13/2003).

4. Dalam hal terjadi pembubaran Serikat Pekerja atau pengalihan kepemilikan perusahaan maka PKB tetap berlaku sampai berakhirnya jangka waktu PKB (Pasal 131 ayat (1) UU No. 13/2003).

5. Dalam hal terjadi penggabungan perusahaan (merger) dan masing-masing Perusahaan mempunyai PKB maka PKB yang berlaku adalah PKB yang lebih menguntungkan pekerja /buruh (Pasal 131 ayat (2) UU No. 13/2003). 6. Dalam hal terjadi penggabungan perusahaan (merger) antara perusahaan

yang mempunyai PKB dengan perusahaan yang belum mempunyai PKB, maka PKB tersebut berlaku bagi perusahaan yang bergabung sampai dengan berakhirnya jangka waktu PKB (Pasal 131 ayat (3) UU No. 13/2003).

(6)

8. PKB yang ditandatangani oleh pihak yang membuat PKB, selanjutnya didaftarkan oleh pengusaha pada instansi yang berlaku bertanggung jawab dibidang ketenagakerjaan (Pasal 132 ayat (2) UU No. 13/2003). 9. Masa berlakunya PKB paling lama 2 (dua) tahun (Pasal 123 ayat (1) UU No.

13/2003).

10.Masa berlaku PKB dapat diperpanjang paling lama 1 (satu) tahun berdasarkan kesepakatan tertulis antara pengusaha dengan Serikat Pekerja (Pasal 123 ayat (2) UU No. 13/2003).

11.Perundingan pembuatan PKB berikutnya dapat dimulai paling cepat 3 (tiga) bulan sebelum berakhirnya PKB yang sedang berlaku (Pasal 123 ayat (3) UU No. 13/2003).

12.Dalam hal perundingan sebagaimana dimaksud pada ayat 3 (tiga) tidak mencapai kesepakatan, maka PKB yang sedang berlaku tetap berlaku paling lama 1 (satu) tahun (Pasal 123 ayat (4) UU No. 13/2003).

13.Ketentuan dalam PKB tidak boleh bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku (Pasal 124 ayat (2) UU No. 13/2003). 14.Dalam hal isi PKB bertentangan dengan peraturan perundang-undangan

yang berlaku sebagaimana dimaksud pada ayat 2 (dua) (Psl 124 UU 13 /2003), maka ketentuan yang bertentangan tersebut batal demi hukum dan yang berlaku adalah ketentuan dalam peraturan perundang-undangan (Pasal 124 ayat (3) UU No. 13/2003).

15.Dalam hal kedua belah pihak sepakat mengadakan perubahan PKB, maka perubahan tersebut merupakan bagian yang tak terpisahkan dari PKB yang sedang berlaku (Pasal 125 UU No. 13/2003).

16.Pengusaha, Serikat Pekerja wajib melaksanakan ketentuan yang ada dalam PKB (Pasal 126 ayat (1) UU No. 13/2003).

17.Pengusaha dan Serikat Pekerja wajib memberitahukan isi PKB atau perubahannya kepada seluruh Pekerja (Pasal 126 ayat (2) UU No. 13/2003).

18.Pengusaha harus mencetak dan membagikan naskah PKB kepada setiap Pekerja atas biaya perusahaan (Pasal 126 ayat (2) UU No. 13/2003).

9.

TIPE-TIPE PENYELENGGARAAN PKB

1. SINGLE PLANT.

- Pihak-pihak yang berunding ialah PUK dan pengusaha dari suatu perusahaan.

- PKB yang dihasilkan mengikat pekerja dan pengusaha di perusahaan itu.

- PKB ini tidak berlaku di perusahaan lain.

2. COMPANY WIDE.

PKB tipe ini pada umumnya diselenggarakan di perusahaan-perusahaan yang mempunyai cabang-cabang yang tersebar dibeberapa tempat.

- Pihak-pihak yang berunding ialah PUK-PUK dari kantor pusat dan cabang.

- Dalam tipe ini Pimpinan Pusat Sektor biasanya ikut serta sebagai pendamping atau kordinator.

(7)

- PKB yang dihasilkan mengikat semua pekerja di pusat maupun cabang-cabang.

10.

PRINSIP-PRINSIP DALAM PENYELENGGARAAN PKB

1. Masing-masing pihak dijamin untuk mengeluarkan pendapat dan keinginan secara bebas dan bertanggung jawab.

1. Kedua belah pihak harus berusaha dengan segala ketulusan hati dan semangat kemitraan dalam mewujudkan PKB.

1. Keputusan diambil atas dasar prinsip musyawarah untuk mufakat, Pemungutan suara bukan aturan permainan dalam perundingan PKB.

1. Isi dan nilai PKB tidak boleh lebih rendah dari norma yang berlaku.

1. PKB yang telah dihasilkan dan ditandatangani oleh kedua belah pihak, mengikat kedua belah pihak.

11.

TATA CARA PEMBUATAN

1. Masing-masing pihak wajib mempersiapkan konsep PKB, yang materinya dalam batas-batas ukuran yang wajar bagi kepentingan kedua belah pihak. 1. Terhadap permintaan berunding yang diajukan secara tertulis oleh salah satu pihak, maka pihak yang lainnya wajib menanggapi secara tertulis dalam waktu selambat-lambatnya 14 hari terhitung sejak tanggal diterimanya surat permintaan berunding tersebut.

1. Pihak yang mengajukan permintaan berunding harus mengajukan konsep PKB.

1. Selama perundingan berlangsung, baik pekerja maupun pengusaha tidak akan melakukan tindakan-tindakan yang bersifat menekan atau merugikan.

1. Perundingan-perundingan dilakukan dengan i’tikad baik, penuh sikap jujur dan terbuka.

1. Tahapan proses pembuatan PKB adalah :

- Bipartite di perusahaan.

- Perantaraan Disnaker/Kanwil Disnaker/Dirjen PHI Depnakertrans RI.

- Menteri Menteri Tenaga Kerja.

BAGIAN KEDUA: MEMAHAMI HAK DAN

KEPENTINGAN

1.PENGERTIAN HAK

Sesuatu atau beberapa hal yang telah diatur dalam

norma, PP atau PKB. Dan sesuatu yang telah diberikan

kepada para pekerja lebih dari 2(dua) tahun

(8)

2.PENGERTIAN KEPENTINGAN

2.1.Sesuatu atau beberapa hal yang belum diatur dalam

norma, PP atau PKB.

2.2.Peningkatan nilai dari ketentuan yang telah ada

dalam PP/PKB.

3.ISI POKOK PKB

3.1.Penjabaran norma

3.2.Kebiasaan2 yang selama ini berlaku

3.3.Aspirasi SP(peningkatan nilai dari ketentuan yang

ada dan pengaturan hal baru)

4.SISTEMATIKA BAB DAN PASAL PKB IDEAL

MUKADIMAH, memasukkan paragraf TANPA DISKRIMINASI DALAM PENERIMAAN PEKERJA DAN DALAM HUBUNGAN KERJA BAB:U M U M

1. Pihak-pihak yang membuat Perjanjian 2. Istilah-istilah.

3. Luasnya Perjanjian.

4. Kewajiban pihak-pihak yang membuat Perjanjian.

BAB:PENGAKUAN, JAMINAN DAN FASILITAS BAGI SERIKAT PEKERJA (SP).

5. Pengakuan dan jaminan bagi Serikat Pekerja.

6. Fasilitas bagi Serikat Pekerja.

BAB:HUBUNGAN INDUSTRIAL

7. Lembaga Kerja sama Bipartite dan Forum Bipartite-N 8. Pertukaran informasi

9. Pendidikan/penyuluhan hubungan industrial

BAB:HUBUNGAN KERJA

10.Penerimaan pekerja baru

(9)

13.Promosi, Demosi dan Prosedurnya 14.Mutasi dan prosedurnya.

15.Kesempatan berkarir dan penilaian prestasi kerja. 16.Tenaga kerja asing-N

BAB: WAKTU KERJA DAN LEMBUR

17.Hari, Jam, Istirahat Kerja dan kerja shift-N 18.Kerja Lembur dan Perhitungan upah lembur-N

BAB:PEMBEBASAN DARI KEWAJIBAN BEKERJA

19.Istirahat mingguan.-N 20.Hari libur resmi.-N 21.Cuti tahunan-N 22.Istirahat panjang - N

23.Cuti hamil dan Gugur kandungan - N 24.Cuti sakit - N

25. Ijin meninggalkan pekerjaan dengan upah - N 26.Ijin meninggalkan pekerjaan tanpa upah

BAB:KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DAN LINGKUNGAN HIDUP

27.Prinsip-prinsip

28.Hygiene perusahaan dan kesehatan - N 29.Pakaian kerja dan Alat pelindung diri

30.Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja - N 31.Sistem Manajemen K3 dan lingkungan hidup - N

32.General Check Up (Pemeriksaan Kesehatan menyeluruh) - N

BAB:KOMPETENSI, PELATIHAN DAN SERTIFIKASI

33.Kompetensi kerja -N 34.Pelatihan Kerja - N

BAB:PRODUKTIVITAS KERJA

35.Prinsip – Prinsip

36.Upaya peningkatan produktiftas kerja dan penghargaan

BAB:PENGUPAHAN

37.Prinsip Dasar 38.Skala upah - N

39.Komponen Upah dan Rasio Upah - N

40.Waktu, Tempat dan cara Pembayaran upah 41.Peninjauan upah - N

42.Tunjangan Hari Raya - N 43.Bonus dan Jasa produksi

44.Upah selama sakit berkepanjangan - N

45.Upah selama pekerja ditahan pihak yang berwajib - N 46.Upah selama skorsing - N

47.Tunjangan perjalanan dinas

48.Pajak penghasilan dan pajak atas pesangon - N

BAB:PENGOBATAN DAN PERAWATAN - N

49.Umum

50.Poliklinik perusahaan

51.Pengobatan di luar poliklinik perusahaan 52.Pengobatan pada dokter spesialis

(10)

55.Keluarga Berencana

56.Konsultasi psikologi dan test bakat anak 57.Prothese

58.Pengobatan yang tidak mendapat penggantian 59.Prosedur pengobatan dan perawatan

BAB:JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA - N

60.Jaminan Kecelakaan Kerja

61.Jaminan Hari Tua dan “Jaminan Pensiun”

62.Jaminan kematian

BAB:FASILITAS KESEJAHTERAAN

63.Kantin dan Fasilitas makan

64.Makanan tambahan (Extra fooding) 65.Sumbangan – sumbangan

66.Fasilitas pinjaman uang 67.Koperasi pekerja

68.Asuransi diluar jam kerja

69.Rekreasi, Olah raga dan kesenian 70.Sarana dan kesempatan beribadah

71.Penghargaan masa kerja dan Pemilihan pekerja teladan 72.Fasilitas transportasi

73.Ulang tahun pekerja dan perusahaan 74.Pembagian saham

75.Distribusi hasil produksi

BAB:TATA TERTIB KERJA

76.Kewajiban umum 77.Larangan – larangan

78.Pelanggaran /kesalahan berat yang dapat dikenakan sanksi PHK 79.Sanksi atas pelanggaran tata tertib kerja

BAB:PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK)- N

80.Prinsip dasar

81.Perhitungan uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, uang penggantian hak dan uang pisah

82.Pengertian upah dalan perhitungan pesangon 83.Jenis – jenis PHK dan perolehannya.

BAB:PENYELESAIAN KELUH KESAH PEKERJA

84.Prinsip

85.Prosedur penyelesaian keluh kesah

BAB:MOGOK KERJA DAN LOCK OUT - N

86.Mogok Kerja dan Lock out

BAB:KETENTUAN PERALIHAN DAN PENUTUP

87.Masa Berlaku dan usulan pembaharuan PKB

88.Pendaftaran, pembuatan dan distribusi buku serta sosialisasi PKB 89.Aturan tambahan, aturan peralihan, dan perbedaan penafsiran 90.Biaya dan tempat perundingan

(11)

--- o 0 o

---BAGIAN KETIGA: ANALISA KRITIS TERHADAP

PKB YANG ADA

1.PENGANTAR

PKB adalah indikator utama dari keberhasilan Serikat

Pekerja dalam melindungi dan mensejahterakan

anggota.

2.TINJAUAN KONDISI MAYORITAS PKB

DALAM 5 TAHUN TERAKHIR

2.1.SP yang mendapat peningkatan signifikan=10%

2.2.SP yang mendapat peningkatan biasa2 saja=30%

2.3.SP yang tidak mendapat peningkatan=30 %

2.4.SP yang mengalami degradasi nilai=30 %

3.MENGAPA KONDISI ITU TERJADI?

3.1.Kurang adanya strategi

3.2.Kurangnya peran perangkat

3.3.Lemahnya daya runding

3.4.Kurangnya data

(12)

3.7.Tidak adanya pelatihan spesialisasi PKB

4.PERLUNYA STRATEGI PEMBUATAN DAN

PEMBAHARUAN

STRATEGI (LANGKAH-LANGKAH ) BER PKB

1. Adakan rapat PUK yang diperluas dengan Komisaris-komisaris untuk : - Menentukan sikap : diperpanjang atau diperbaharui.

- Membentuk tim perumus/tim perunding. 1. Konsultasi dengan perangkat Organisasi.

1. Mencari/mempelajari informasi-informasi tentang PKB. - Peraturan perundangan

- PKB dari perusahaan/sektor sejenis

1. Mengadakan pengamatan tentang perkembangan perusahaan :

- Data produksi

- Data pemasaran

- Pembelian alat-alat baru, dsb. 1. Menggali aspirasi anggota :

- Dengan tatap muka.

- Dengan angket

1. Menyaring aspirasi anggota.

1. Adakan penataran khusus bagi tim perumus/tim perunding.

1. Menyusun konsep PKB dengan bahasa yag ringkas, jelas dan tegas. 1. Menyusun argumentasi permintaan.

1. Mengadakan pendekatan terhadap unsur-unsur manajemen perusahaan. 1. Memilih waktu pengajuan yang tepat.

1. Mengajukan surat permohonan berunding disertai konsep PKB dan konsep tata tertib perundingan.

1. Ketahui karakter tim perunding perusahaan 1. Rundingkan tata tertib perundingan PKB :

- T u j u a n

- Susunan tim

- Masa perundingan, Jadwal perundingan.

- Materi perundingan ; materi yang bersifat normatif tidak perlu dibicarakan dalam perundingan.

- Tempat perundingan

- Dalam perusahaan

- Luar perusahaan

- Tata cara perundingan

- Syahnya perundingan

1. Bersikap tegas tapi luwes serta senantiasa kompak dalam perundingan. 2. Tegaskan sisi positif tuntutan bagi kepentingan pengusaha.

1. Tahu kapan harus berkompromi.

1. Komunikasikan hasil perundingan dengan anggota.

(13)

1. Awasi pelaksanaan PKB

5.KEKUATAN YANG PERLU DIMILIKI

5.1.Dukungan anggota

5.2.Mental dan moral Pengurus

5.3.Wawasan pengetahuan Pengurus

5.4.Ketrampilan negosiasi

5.5.Ketrampilan komunikasi

5.6.Data dan informasi

5.7.Perlunya Team Work

5.8.Jaringan Kerja Sama.

6.PERLUNYA STRUKTUR KHUSUS DI FEDERASI

Dengan tugas-tugas:

6.1.Memberikan informasi dan guidance

6.2.Memberikan konsultasi

6.3.Mengumpulkan dan melakukan tabulasi data/PKB

6.4.Monitoring pelaksanaan PKB

Terimakasih, atas perhatiannya.

Karawang, 2 September 2014

(14)

Referensi

Dokumen terkait

Hak dari Pemegang Hak Cipta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 tidak berlaku terhadap Ciptaan yang berada pada pihak yang dengan itikad baik memperoleh Ciptaan tersebut semata-

Ketentuan dalam Pasal 9 ayat (3) Undang Undang Nomor 4 Tahun 2006 tentang Perjanjian Mengenai Sumber Daya Genetik Tanaman Untuk Pangan dan Pertanian tidak boleh ditafsirkan

(2) Besarnya upah atau premi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (3) Upah atau premi sebagaimana yang dimaksud

dimaksud dalam ketentuan Pasal 36 ayat (5) Permenkeu Nomor 93 Tahun 2010, tentang Petunjuk Pelaksanaan Lelang, karena itu telah tepat bahwa lelang dalam perkara

Republik Indonesia, Undang-Undang No.. 3) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak berlaku dalam hal dapat dibuktikan terjadinya keadaan memaksa, kesalahan,

Menurut Majelis BPSK Kota Padang, kalimat yang tercantum dalam Pasal 2 ayat 3 isi perjanjian surat pengakuan hutang tersebut yaitu “berlaku ketentuan yang

Setiap Arsitek Asing yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat (2) dikenai sanksi administratif berupa penghentian Praktik Arsitek. Pasal

(1) Ketentuan mengenai standar teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) huruf e berlaku untuk bangunan dan gedung dalam Kawasan pertahanan dan