BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Persaingan bisnis bukanlah hal yang baru dalam dunia pemasaran, terutama dalam hal merebut calon konsumen yang potensial serta mempertahankan konsumen yang telah ada. Semakin tingginya persaingan bisnis dewasa ini, menyebabkan setiap perusahaan dituntut harus dapat menunjukkan strategi yang jitu dan berbeda dari perusahaan lain. Hal tersebut merupakan kekuatan perusahaan dalam menghadapi munculnya pesaing baru maupun pesaing yang sudah ada yang bergerak dalam bidang industri yang sama. Dengan demikian, perusahaan harus lebih kreatif dan inovatif daripada pesaing dalam menciptakan, menyampaikan dan mengkomunikasikan nilai tambah suatu produk dalam lingkup target pasar yang dipilih.
Media periklanan di televisi dipilih karena sekarang merupakan era teknologi dan informasi, sebab melalui media televisi suatu pesan dapat lebih cepat disampaikan dibandingkan iklan melalui media cetak. Media periklanan di televisi juga menjadi alternatif pilihan yang menarik bagi perusahaan dimana media periklanan memiliki jangkauan yang luas serta unsur hiburan yang mendukung dalam proses pembentukan brand awareness konsumen terhadap suatu produk, meskipun biaya yang harus dikeluarkan perusahaan relatif mahal. Media periklanan di televisi lebih disukai karena mampu mengkomunikasikan suara, warna dan gerakan sehingga bisa memperlihatkan manfaat produk lebih realistis serta mampu membangkitkan emosi dan perasaan pemirsa dengan tampilan gambar dan kata-kata melaui audio visualnya. Oleh karena itu, banyak perusahaan yang menggunakan jasa televisi sebagai media periklanan produknya. Hal ini dapat dibuktikan melalui besarnya belanja iklan dengan media televisi dibandingkan dengan media periklanan lainnya, sebagai berikut:
Tabel 1.1
Belanja Iklan di Berbagai Media (2009)
Media Iklan Share Iklan (%)
Total (Rp/000)
Televisi (TV) 62 29.000.000.000
Koran 34 16.000.000.000
Majalah dan Tabloid 4 1.000.000.000
Sumber:
perangsang atau stimuli yang ditampilkan pada suatu iklan. Sikap terhadap iklan bekerja melalui sebuah proses tanggapan atau reaksi pemirsa terhadap elemen-elemen periklanan. Dari pernyataan tersebut dapat dikatakan bahwa pemirsa akan merespon stimuli yang terkandung dalam suatu iklan yang terdiri dari suara, musik, kata-kata, gambar, warna, dan gerakan dari setiap adegan yang ditampilkan pada saat iklan ditayangkan di televisi.
Salah satu perusahaan yang senantiasa melakukan promosi media periklanan di televisi dengan baik yaitu PT. Aqua Golden Mississippi (Tbk). Perusahaan tersebut merupakan pelopor Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) di Indonesia yang didirikan pada tahun 1973. Salah satu produk unggulan yang memiliki mind share yang tinggi dibenak konsumen yaitu Aqua. Pada tahun 1998 Aqua melakukan langkah strategis untuk bergabung dengan group Danone. Langkah ini berdampak pada peningkatan kualitas produk, market share, dan promosi yang mereka lakukan diberbagai media periklanan. Hal ini dapat dibuktikan dimana selama tahun 2009 Aqua masuk sepuluh besar kategori produk terbesar dalam belanja iklan.
Tabel 1.2
Produk dengan Kontribusi Terbesar dalam Belanja Iklan di Media Massa dan Televisi (2009)
Kategori Produk Belanja Iklan
(Rp/000) Iklan calon Presiden dan Wakil Presiden 308.000.000
Axis 292.000.000
Partai Golkar 273.000.000
Exelcomindo 261.000.000
Three 243.000.000
Indosat 234.000.000
Telkomsel 218.000.000
Besarnya biaya belanja iklan yang dikeluarkan perusahaan tersebut berdasarkan tabel diatas tentu bukannya tanpa alasan. Dimana penjualan produk Aqua terus menguasai pasar untuk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). Hal ini dapat dibuktikan dari omset penjualan air mineral merek Aqua yang terus meningkat.
Tabel 1.3
Jumlah Omset Penjualan Aqua
Tahun Omset Penjualan
(Rp/000)
2007 1.950.000.000
2008 2.330.000.000
2009 2.440.000.000
Sumber:
Salah satu iklan yang digunakan oleh Aqua dalam beberapa tahun terakhir hingga sekarang adalah iklan versi “1 liter untuk 10 liter” yaitu setiap pembelian satu liter Aqua maka konsumen dianggap sudah memberikan sepuluh liter air bersih di daerah Nusa Tenggara Timur (NTT). Iklan tersebut menggunakan penduduk setempat sebagai celebrity endoser yaitu anak-anak dan para orang tua daerah NTT yang sedang bergotong royong membangun penampungan air bersih. Hal unik lainnya dalam iklan tersebut adalah digunakannya bahasa daerah NTT dalam menyampaikan pesan iklan tersebut. Dalam iklan tersebut juga dikemas dengan musik yang mudah didengar serta memiliki jinggle “1 liter untuk 10 liter” yang khas bagi pemirsa.
bertolak belakang bagi kebiasaan pemasar pada umumnya dalam membuat suatu tayangan iklan dengan menggunakan artis terkenal dan menggunakan bahasa yang simpel serta jelas dalam pembentukan brand awareness dibenak pemirsa. Dengan demikian, hal tersebut merupakan suatu fenomena baru dalam periklanan, dimana pemirsa diajak terlibat langsung dalam mengkomunikasikan produk Air Mineral Dalam Kemasan (AMDK) Aqua.
Iklan televisi telah menjadi suatu media untuk mengkomunikasikan produk kepada konsumen, akan tetapi apakah setiap yang ditayangkan dapat mempengaruhi perilaku konsumen? Efektifitas sebuah iklan tentunya dapat dilihat dari brand awareness yang dicapai. Berdasarkan fenomena tersebut, maka peneliti tertarik ingin mengetahui apakah stimuli yang terkandung dalam iklan Aqua versi “1 liter untuk 10 liter” tersebut dapat mempengaruhi brand awareness Aqua khususnya kepada para mahasiswa. Hal ini dikarenakan mahasiswa termasuk konsumen yang cerdas dalam menentukan produk yang digunakannya serta mandiri dan dewasa dalam memberikan persepsi serta pertimbangan dalam memilih suatu produk.
B. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, dirumuskan masalah sebagai berikut: ”Bagaimana pengaruh iklan Aqua versi 1 liter untuk 10 liter di televisi yang terdiri dari suara, musik, kata-kata, gambar, warna, dan gerakan terhadap pembentukan
brand awareness pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah
C. Kerangka Konseptual
Iklan didefinisikan sebagai sebuah bentuk komunikasi tidak langsung yang didasari tentang keunggulan atau keuntungan suatu produk yang disusun sedemikian rupa sehingga melekat dalam ingatan pemirsa dan dapat menggugah pemikiran pemirsa untuk melakukan pembelian. Menurut Sutherland (2004:329), bahwa cara mengukur efektifitas iklan secara tradisional seperti mengenali iklan, mengingat kembali iklan, menyampaikan pesan, kesadaran merek, citra merek dan keinginan membeli sering membingungkan para pengiklan. Sehingga peranan periklanan dalam pemasaran adalah untuk membangun kesadaran (awareness) terhadap produk yang ditawarkan (Lupiyoadi, 2001:108).
Iklan yang ditayangkan di media televisi diharapkan mendapat tempat di hati atau disukai pemirsa. Sikap pemirsa terhadap iklan dapat diteliti melalui perasaan suka atau tidak suka terhadap elemen-elemen (stimuli) yang ditampilkan pada iklan. Setiap hari pemirsa televisi menyaksikan bermacam-macam iklan, tetapi tidak semua iklan dapat diingat oleh pemirsa televisi, melainkan hanya yang menarik perhatiannya saja yang dapat diingatnya kembali. Tanggapan dan reaksi ini dapat diartikan pada saat pemirsa sedang melihat, mendengar, atau berpikir tentang suatu iklan.
Menurut Rossiter dan Percy (1997:197), bahwa “Processing responses are
made to stimulus details (elements) contained in the advertisement. These
elements, or stimuli, depending on the advertising medium, can be pictures (still
or video), words (seen or heard), music, or other special effects, that comprise the
various detail of the ad”. Hal ini berarti bahwa proses tanggapan pemirsa terjadi
pada media iklan, dapat berupa gambar atau warna, kata-kata yang terdengar atau tertulis, musik, dan spesial efek lain atau gerakan yang terdiri dari detail variasi iklan.
Enam stimuli iklan dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Suara
Suara adalah kata-kata yang terdengar dan mengandung arti emosional serta dapat menimbulkan pesan-pesan dalam pikiran pemirsa.
2. Musik
Musik adalah alunan lagu yang berirama, baik dari suara manusia maupun alat-alat musik. Musik dapat berupa bunyi-bunyian (Jinggle) atau musik latar belakang.
3. Kata-kata
Kata-kata adalah tulisan yang terlihat, dapat dibaca, diingat, dan akan melekat dalam ingatan pemirsa, sehingga mampu mendukung manfaat produk yang diiklankan.
4. Gambar
Gambar adalah tampilan dalam suatu tayangan iklan yang dilihat pemirsa atau masyarakat, yang meliputi obyek figur, lokasi, dan latar belakang yang dipakai.
5. Warna
6. Gerakan
Gerakan adalah adegan yang disajikan dalam tayangan iklan dengan tujuan memperjelas maksud dari iklan tersebut sesuai dengan suara dan irama atau lagu yang diperdengarkan.
Variabel brand awareness mengacu pada sejauh mana pemirsa akan merespon stimuli yang terkandung dalam suatu iklan melalui elemen stimuli. Berdasarkan uraian diatas, maka disusun kerangka konseptual sebagai berikut:
IKLAN TELEVISI (X)
Gambar 1.1: Kerangka Konseptual
D. Hipotesis
Berdasarkan perumusan masalah maka dihipotesiskan sebagai berikut: “Iklan Aqua versi 1 liter untuk 10 liter di televisi yang terdiri dari suara, musik, kata-kata, gambar, warna, dan gerakan berpengaruh terhadap pembentukan brand
awareness pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah
Sumatera Utara”.
Brand Awareness
Suara (X1)
Gambar (X4)
Kata-kata (X3)
Musik (X2)
Warna (X5)
E. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian
a. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh iklan Aqua versi 1 liter untuk 10 liter di televisi yang terdiri dari suara, musik, kata-kata, gambar, warna, dan gerakan terhadap pembentukan
brand awareness pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas
Muhammadiyah Sumatera Utara.
b. Untuk mengetahui faktor yang paling dominan memberikan pengaruh dalam pembentukan brand awareness pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.
2. Manfaat Penelitian a. Bagi Perusahaan
Penelitian ini dapat memberikan informasi bagi perusahaan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Aqua dalam mengambil suatu kebijakan strategis yang berkaitan dengan usaha untuk meningkatkan efektivitas iklan produknya serta agar perusahaan lebih kreatif dan bertanggung jawab dalam membuat iklan di televisi khususnya.
b. Bagi Penulis
c. Bagi Pihak Lain
Hasil penelitian dapat digunakan sebagai bahan referensi untuk penelitian yang selanjutnya khususnya mengenai periklanan di televisi.
F. Metode Penelitian
1. Batasan Operasional Variabel
Penelitian ini mengkhususkan pembahasan mengenai pengaruh iklan televisi yang terdiri dari suara, musik, kata-kata, gambar, warna, dan gerakan terhadap brand awareness pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Variabel-variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah:
a. Variabel bebas (X) dalam penelitian ini adalah stimuli iklan televisi yang terdiri dari suara (X1), musik (X2), kata-kata (X3), gambar (X4),
warna (X5), dan gerakan (X6).
b. Variabel terikat (Y) dalam penelitian ini adalah brand Awareness. 2. Definisi Operasional Variabel
Pengukuran stimuli iklan yang terdiri dari suara, musik, kata-kata, gambar, warna, gerakan dan brand awareness diterangkan sebagai berikut:
a. Suara (X1)
Merupakan persepsi pemirsa terhadap suara yang terdengar pada saat iklan Aqua 1 liter untuk 10 liter di tayangkan di televisi.
b. Musik (X2)
c. Kata-kata (X3)
Merupakan persepsi pemirsa terhadap kata-kata atau tulisan yang ditampilkan pada saat iklan Aqua 1 liter untuk 10 liter ditayangkan di televisi.
d. Gambar (X4)
Merupakan persepsi pemirsa terhadap gambar atau obyek yang ditampilkan pada saat iklan Aqua 1 liter untuk 10 liter ditayangkan di televisi.
e. Warna (X5)
Merupakan persepsi pemirsa terhadap warna-warna dari gambar atau obyek serta latar belakang (background) pada saat iklan Aqua 1 liter untuk 10 liter ditayangkan di televisi.
f. Gerakan (X6)
Merupakan persepsi pemirsa terhadap gerakan dari setiap adegan yang ditampilkan pada saat iklan Aqua 1 liter untuk 10 liter ditayangkan di televisi.
g. Brand Awareness (Y)
Brand awareness diukur dari sejauh mana pemirsa televisi dapat
3. Mekanisme Operasional Variabel
Mekanisme operasionalisasi variabel dapat dilihat pada Tabel berikut : Tabel 1. 4
Mekanisme Operasional Variabel
Variabel Definisi Indikator Skala
Suara Persepsi pemirsa terhadap kata-kata atau suara yang terdengar pada saat iklan Aqua 1 liter untuk 10 liter di tayangkan di televisi.
1. Suara mudah dipahami
2. Suara terdengar jelas
3. Memiliki pesan yang baik
Likert
Musik Persepsi pemirsa terhadap irama atau lagu yang diperdengarkan pada saat iklan Aqua 1 liter untuk 10 liter ditayangkan di televisi.
1. Menarik perhatian pemirsa.
2. Musik yang mudah diingat
3. Sesuai dengan tema iklan.
4. Rasa suka terhadap musik
Likert
Kata-kata Persepsi pemirsa terhadap kata-kata atau tulisan yang ditampilkan pada saat iklan Aqua 1 liter untuk 10 liter ditayangkan di televisi.
1. Kata-kata yang mudah dibaca.
2. Serasi dengan latar belakang.
3. Memiliki arti yang jelas.
Likert
Gambar Persepsi pemirsa terhadap gambar atau obyek yang ditampilkan pada saat iklan Aqua 1 liter untuk 10 liter ditayangkan di televisi.
1. Sesuai dengan tema iklan.
2. Mampu memberi informasi dengan jelas.
3. Menarik perhatian pemirsa.
Likert
Warna Persepsi pemirsa terhadap warna-warna dari gambar atau obyek serta latar belakang (background) pada saat iklan Aqua 1 liter untuk 10 liter ditayangkan.
1. Kaya akan warna.
2. Sesuai dengan produk.
3. Kombinasi warna serasi dengan latar belakang.
Likert
Gerakan Persepsi pemirsa terhadap gerakan dari setiap adegan yang ditampilkan pada saat iklan Aqua 1 liter untuk 10 liter ditayangkan di televisi.
1. Menggugah hati pemirsa.
2. Gerakan terlihat wajar (alami)
3. Seirama dengan musik.
Likert
Brand Awareness
Keseluruhan persepsi pemirsa terhadap merek Aqua yang ditampilkan melalui media televisi kedalam ingatan pemirsa atau konsumen.
1. Menjadi pilihan utama konsumen.
2. Familier (Tidak asing).
3. Merek yang mudah diingat.
4. Keunikan produk.
5. Memiliki kualitas terbaik.
4. Skala Pengukuran Variabel
Variabel iklan televisi yang mempengaruhi pembentukan brand awareness diukur dengan menggunakan skala likert. Penggunaan skala pengukuran ini adalah untuk mengetahui keberadaan variabel iklan televisi yang mempengaruhi pembentukan brand awareness. Adapun mekanisme skala pengukuran misalnya sebagaimana yang terlihat pada Tabel 1.5 berikut:
Tabel 1. 5
Alternatif Jawaban Responden
No. Range Bobot
1. Sangat Setuju Sekali (SSS) 5
2. Setuju Sekali (SS) 4
3. Setuju (S) 3
4. Kurang Setuju (KS) 2
5. Tidak Sangat Setuju Sekali (TSSS) 1 Sumber : Sugiyono, 2006 : 88, diadaptasi penulis
5. Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara di jalan Kapten Muchtar Basri No. 3 Medan. Waktu penelitian ini dilaksanakan mulai dari bulan April hingga bulan Juni 2010.
6. Populasi dan Sampel a. Populasi
( ) ( )( )
2 2
d
q
p
Z
n
=
α
tayangan iklan Aqua 1 liter untuk 10 liter yang jumlahnya tidak diketahui atau tidak teridentifikasi (unidentified).
b. Sampel
Pengertian sampel menurut Sugiyono (2006:73) adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Rancangan pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan rancangan sampel nonprobabilitas dengan teknik pengambilan sampel aksidental, dimana teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dan memiliki kriteria yang sesuai maka akan dijadikan sebagai sampel penelitian.
Menurut Supramono (2003:63), bahwa alternatif formula yang dapat digunakan untuk menentukan sampel pada populasi yang tidak diketahui atau tidak teridentifikasi (unidentified) adalah sebagai berikut:
Keterangan :
n = jumlah sampel
Zα = nilai standar normal yang besarnya tergantung α Jika α = 0,05 → Z = 1,96
p = estimator proporsi populasi q = 1 – p
d = tingkat kesalahan (standard error) yang dapat ditoleransi
( ) ( )( )
Berdasarkan uraian diatas maka jumlah responden yang akan dijadikan sampel dalam penelitian ini digenapkan menjadi 100 orang mahasiswa.
7. Jenis dan Sumber Data
Jenis dan sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, yaitu :
a. Data Primer
Data primer diperoleh melalui daftar pertanyaan yang diberikan kepada responden.
b. Data Sekunder
Data sekunder diperoleh dari buku-buku, jurnal, ataupun media internet untuk mendukung penelitian ini.
8. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: a. Daftar Pertanyaan (Questionnaire)
Peneliti membagikan daftar pertanyaan kepada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara yang berisikan mengenai suara, musik, kata-kata, gambar, warna, gerakan dan brand
b. Studi Dokumentasi
Studi dokumentasi yaitu dengan dikumpulkan dan dipelajari melalui buku-buku, jurnal, dan media internet yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.
9. Uji Validitas dan Reliabilitas
Instrumen yang valid dan reliabel merupakan syarat mutlak untuk mendapatkan hasil penelitian yang valid dan reliabel. Valid artinya data-data yang diperoleh melalui kuesioner dapat menjawab tujuan penelitian ini, sedangkan reliabel artinya konsisten atau stabil bila digunakan untuk penelitian lain (Situmorang, dkk, 2008:31).
a. Uji Validitas
Menurut Sugiyono (2006:115), instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid. Teknik yang digunakan untuk mengukur validitas butir pernyataan kuesioner adalah Correlasion Product
Moment dari Karl Pearson (validitas isi/content validity) dengan cara
mengkorelasikan masing-masing item pernyataan kuesioner dan totalnya, selanjutnya membandingkan r tabel dengan r hitung.
Dalam uji validitas pengambilan keputusan adalah:
1. Jika rhitung > rtabel, maka pernyataan tersebut dinyatakan valid.
2. Jika rhitung < rtabel, maka pernyataan tersebut dinyatakan tidak valid.
b. Uji Reliabilitas
digunakan untuk mengukur reliabilitas pengamatan adalah Cronbach Alpha dengan cara membandingkan nilai alpha dengan standarnya, dengan ketentuan jika:
1. Cronbach Alpha > 0,6 maka instrumen pengamatan dinyatakan reliabel.
2. Cronbach Alpha < 0,6 maka instrumen pengamatan tidak reliabel
Uji validitas dan reliabilitas dilakukan dengan membagikan kuesioner kepada 30 orang responden di Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara diluar sampel penelitian, dimana kuesioner ini berisikan 24 butir pertanyaan yang harus dijawab oleh responden dan kemudian data akan diproses dengan menggunakan software Statistic Product and Service Solution (SPSS) 15.0
for Windows.
10.Metode Analisis Data
Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: a. Metode Analisis Deskriptif
Metode analisis deskriptif yaitu suatu metode analisis dimana data yang dikumpulkan mula-mula disusun dan diklasifikasikan sehingga akan memberikan gambaran mengenai suatu keadaan. Data diperoleh dari data primer berupa kuesioner yang telah diisi oleh responden penelitian.
b. Uji Asumsi Klasik
1. Uji Normalitas
Tujuan uji normalitas adalah ingin mengetahui apakah distribusi sebuah data mengikuti atau mendekati distribusi normal, yakni distribusi data dengan bentuk lonceng dan distribusi data tersebut tidak menceng ke kiri atau menceng ke kanan. Uji normalitas dilakukan dengan menggunakan pendekatan kolmogorv sminorv. Dengan menggunakan tingkat signifikan 5% (0,05) maka jika nilai Asymp.Sig. (2-tailed) di atas nilai signifikan 5% artinya variabel residual berdistribusi normal (Situmorang, dkk, 2008:55). 2. Uji Heteroskedastisitas
Tujuan uji ini pada prinsipnya adalah ingin menguji apakah sebuah grup mempunyai varians yang sama di antara anggota grup tersebut. Artinya jika varians variabel independen adalah konstan (sama) untuk setiap nilai tertentu variabel independen disebut homoskedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang tidak terjadi heteroskedastisitas.
3. Uji Multikolinieritas
Multikolinieritas berarti adanya hubungan linier yang sempurna atau pasti di antara beberapa atau semua variabel yang menjelaskan dari model regresi. Untuk mendeteksi ada atau tidaknya multikolinearitas dapat dilakukan dengan melihat toleransi variabel dan Variance Inflation Factor (VIF) dengan membandingkan sebagai berikut:
1) VIF < 5 atau Tolerance value > 0,1 maka tidak terdapat multikolinearitas
c. Analisis Regresi Berganda
Analisis regresi berganda untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dari variabel bebas stimuli iklan televisi yaitu Suara (X1), Musik (X2), Kata-kata (X3),
Gambar (X4), Warna (X5), dan Gerakan (X6) terhadap variabel terikat yaitu Brand
Awareness (Y). Model regresi berganda dalam penelitian ini menggunakan
software Statistic Product and Service Solution (SPSS) 15.0 for Windows. Model
persamaan yang digunakan adalah:
Y = a + b
1X
1+ b
2X
2+ b
3X
3+ b
4X
4+ b
5X
5+ b
6X
6+ e
Keterangan :
Y : Brand Awareness a : Konstanta
b 1-6 : Koefisien regresi berganda
X1 : Suara
X2 : Musik
X3 : Kata-kata
X4 : Gambar
X5 : Warna
X6 : Gerakan
e : Standard error
Suatu perhitungan statistik disebut signifikan secara statistik apabila nilai uji statistiknya berada dalam daerah kritis (daerah dimana H0 ditolak). Sebaliknya
disebut tidak signifikan apabila uji nilai statistiknya berada dalam daerah dimana H0 diterima.
d. Uji Hipotesis
1. Pengujian Godness of Fit ( R2)
Koefisien godness of fit atau determinasi (R2) digunakan untuk mengukur seberapa besar kontribusi variabel bebas terhadap variabel terikat. Semakin besar koefisien determinasi (R2) menunjukkan semakin baik kemampuan X menerangkan Y, dimana 0<R2<1.
2. Uji secara serempak / simultan (Uji F)
Uji F menunjukkan apakah semua variabel bebas (X) yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel terikat (Y). Model hipotesis yang digunakan dalam uji Fhitung ini adalah:
H0 : b1,b2,b3,b4,b5,b6 = 0
Artinya secara simultan tidak terdapat pengaruh yang positif dari variabel bebas yaitu berupa Suara (X1), Musik (X2), Kata-kata (X3), Gambar (X4),
Warna (X5), dan Gerakan (X6) terhadap pembentukan Brand Awareness
sebagai variabel terikat (Y). Ha : b1,b2,b3,b4,b5,b6 ≠ 0
Artinya secara simultan terdapat pengaruh yang positif dari variabel bebas yaitu berupa Suara (X1), Musik (X2), Kata-kata (X3), Gambar (X4), Warna
(X5), dan Gerakan (X6) terhadap pembentukan Brand Awareness sebagai
variabel terikat (Y).
Nilai Fhitung dapat diperoleh dengan menggunakan bantuan software
Statistic Product and Service Solution (SPSS) 15.0 for Windows.
Selanjutnya nilai Fhitung akan dibandingkan dengan Ftabel dengan tingkat
Kriteria pengambilan keputusan : Ho diterima jika Fhitung < Ftabelpada α = 5 %
Ha diterima jika Fhitung > Ftabel pada α = 5 %
3. Uji Secara Parsial (Uji t)
Uji signifikansi parsial (uji t) digunakan untuk menentukan seberapa besar pengaruh variabel bebas secara parsial terhadap variabel terikat.
H0 : b1 = 0
Artinya secara parsial tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel bebas yaitu berupa Suara (X1), Musik (X2), Kata-kata (X3),
Gambar (X4), Warna (X5), dan Gerakan (X6) terhadap pembentukan Brand
Awareness sebagai variabel terikat (Y).
Ha : b1≠ 0
Artinya secara parsial terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel bebas yaitu berupa berupa Suara (X1), Musik (X2), Kata-kata (X3),
Gambar (X4), Warna (X5), dan Gerakan (X6) terhadap pembentukan Brand
Awareness sebagai variabel terikat (Y).
Nilai thitung dapat diperoleh dengan menggunakan bantuan software
Statistic Product and Service Solution (SPSS) 15.0 for Windows.
Selanjutnya nilai thitung akan dibandingkan dengan ttabel dengan tingkat
kesalahan (α = 5%) dan derajat kebebasan (df) = (n – k). Kriteria pengambilan keputusan :
Ho diterima jika thitung < ttabel pada α = 5 %