• Tidak ada hasil yang ditemukan

Buku Guru MATEMATIKA SMALB Tunarungu

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Buku Guru MATEMATIKA SMALB Tunarungu"

Copied!
220
0
0

Teks penuh

  • Pengajar:
    • Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh
  • Sekolah: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
  • Mata Pelajaran: Matematika
  • Topik: Buku Guru Matematika Tunarungu
  • Tipe: buku
  • Tahun: 2014
  • Kota: Jakarta

I. PENDAHULUAN

Buku Guru Matematika SMALB Tunarungu dirancang untuk memfasilitasi guru dalam melaksanakan Kurikulum 2013, khususnya bagi siswa berkebutuhan khusus. Buku ini berfungsi sebagai panduan yang komprehensif, menekankan pentingnya pemahaman konsep matematika yang mendalam dan aplikatif. Dalam konteks ini, tujuan utama buku ini adalah untuk memberikan guru alat dan strategi yang diperlukan untuk mengelola pembelajaran yang efektif, dengan memperhatikan keragaman kemampuan siswa. Dengan pendekatan yang berfokus pada siswa, diharapkan peserta didik dapat belajar secara optimal dan mencapai standar kompetensi lulusan yang ditetapkan.

1.1. Tujuan Mata Pelajaran

Tujuan utama mata pelajaran Matematika SMALB adalah untuk membekali siswa dengan kemampuan memahami dan menerapkan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari. Ini termasuk kemampuan untuk menjelaskan keterkaitan antar konsep, memecahkan masalah, serta berkomunikasi menggunakan simbol dan diagram. Selain itu, siswa diharapkan dapat menghargai kegunaan matematika dan mengembangkan sikap positif terhadap pembelajaran, yang mencakup rasa ingin tahu dan percaya diri dalam menyelesaikan masalah.

1.2. KI dan KD Mata Pelajaran

Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) yang disusun dalam buku ini berfokus pada pengembangan sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan kebutuhan siswa berkebutuhan khusus. KI dan KD dirancang untuk mengakomodasi keberagaman kemampuan siswa, memastikan bahwa setiap individu dapat mencapai potensi maksimal mereka dalam pembelajaran matematika. Hal ini mencakup penghayatan terhadap ajaran agama, perilaku sosial yang baik, serta pemahaman konsep matematika yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

1.3. Strategi dan Model Pembelajaran

Buku ini mengusulkan penggunaan model pembelajaran berbasis konstruktivistik, yang menekankan peran aktif siswa dalam proses belajar. Dalam model ini, siswa didorong untuk berinteraksi dengan materi secara langsung dan membangun pengetahuan mereka sendiri melalui pengalaman. Strategi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep matematika dengan memberikan konteks nyata, sehingga siswa dapat melihat relevansi matematika dalam kehidupan sehari-hari.

II. OPERASI HITUNG CAMPURAN

Bagian ini membahas operasi hitung campuran, yang merupakan dasar dalam pembelajaran matematika. Buku ini menyajikan peta konsep yang jelas untuk membantu siswa memahami berbagai jenis operasi, mulai dari penjumlahan dan pengurangan hingga perkalian dan pembagian. Dengan menggunakan aktivitas yang kontekstual, siswa diajak untuk mendiskusikan dan memecahkan masalah yang relevan, sehingga mereka dapat menerapkan konsep yang dipelajari dalam situasi nyata. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa tetapi juga keterampilan mereka dalam berpikir kritis dan kreatif.

2.1. Peta Konsep

Peta konsep berfungsi sebagai alat visual untuk membantu siswa memahami hubungan antar konsep dalam operasi hitung campuran. Dengan menyusun informasi secara sistematis, siswa dapat dengan mudah melihat bagaimana berbagai operasi saling berhubungan dan bagaimana mereka dapat diterapkan dalam situasi sehari-hari. Ini juga mendukung pengembangan keterampilan berpikir kritis dan analitis siswa.

2.2. Aktivitas/Proses Pembelajaran

Proses pembelajaran dalam bagian ini melibatkan berbagai aktivitas yang dirancang untuk meningkatkan keterlibatan siswa. Aktivitas ini mencakup diskusi kelompok, permainan peran, dan penyelesaian masalah nyata yang berkaitan dengan operasi hitung campuran. Dengan cara ini, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga bagaimana menerapkan pengetahuan mereka dalam konteks yang lebih luas, mempersiapkan mereka untuk tantangan di dunia nyata.

III. SUDUT

Pembelajaran mengenai sudut sangat penting dalam matematika, karena konsep ini sering digunakan dalam berbagai aplikasi praktis. Buku ini menyajikan materi tentang berbagai bentuk sudut dan cara membandingkan besar sudut secara sistematis. Melalui kegiatan yang interaktif dan kontekstual, siswa diajarkan untuk mengenali dan memahami sudut dalam kehidupan sehari-hari, yang membantu mereka mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam tentang geometri.

3.1. Peta Konsep

Peta konsep tentang sudut memberikan gambaran jelas mengenai jenis-jenis sudut dan sifat-sifatnya. Ini membantu siswa untuk mengorganisir informasi dan memudahkan mereka dalam memahami materi dengan cara yang lebih terstruktur. Dengan alat visual ini, siswa dapat lebih mudah mengingat dan mengaitkan informasi yang telah dipelajari.

3.2. Aktivitas/Proses Pembelajaran

Aktivitas yang dirancang dalam bagian ini berfokus pada pengamatan dan pengukuran sudut dalam konteks nyata. Siswa diajak untuk berpartisipasi dalam kegiatan praktis, seperti mengukur sudut dengan alat ukur, yang tidak hanya memperkuat pemahaman teoritis mereka tetapi juga memberikan pengalaman langsung dalam menggunakan konsep yang telah dipelajari.

IV. SATUAN WAKTU, PANJANG, DAN BERAT

Bagian ini membahas hubungan antar satuan waktu, panjang, dan berat, yang merupakan konsep dasar dalam matematika. Melalui peta konsep dan aktivitas yang relevan, siswa belajar untuk mengkonversi antara berbagai satuan dan memahami aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam melakukan perhitungan yang melibatkan satuan, yang sangat penting dalam berbagai aspek kehidupan.

4.1. Peta Konsep

Peta konsep mengenai satuan waktu, panjang, dan berat membantu siswa memahami hubungan antar satuan dengan lebih baik. Ini memberikan struktur yang jelas dan memudahkan siswa dalam mengingat dan mengaitkan informasi yang telah dipelajari. Dengan peta konsep ini, siswa dapat dengan mudah melihat bagaimana satuan-satuan tersebut saling berhubungan.

4.2. Aktivitas/Proses Pembelajaran

Aktivitas dalam bagian ini melibatkan pengukuran dan konversi satuan yang langsung terkait dengan pengalaman siswa. Melalui kegiatan praktis, siswa belajar bagaimana menggunakan satuan dalam konteks nyata, yang memperkuat pemahaman mereka dan meningkatkan keterampilan praktis yang penting dalam kehidupan sehari-hari.

V. KELILING DAN LUAS PERSEGI PANJANG, PERSEGI, DAN SEGITIGA

Pembelajaran tentang keliling dan luas sangat penting dalam memahami geometri. Dalam buku ini, siswa diajarkan cara menghitung keliling dan luas berbagai bangun datar dengan menggunakan pendekatan yang kontekstual. Melalui aktivitas yang menyenangkan dan interaktif, siswa dapat memahami konsep ini dengan lebih baik dan menerapkannya dalam situasi nyata, yang membantu mereka mengembangkan keterampilan berpikir matematis yang diperlukan.

5.1. Peta Konsep

Peta konsep tentang keliling dan luas menyediakan gambaran yang jelas mengenai rumus dan cara perhitungan. Ini membantu siswa untuk memahami bagaimana rumus tersebut diterapkan dalam berbagai bangun datar. Dengan alat visual ini, siswa dapat lebih mudah mengingat dan mengaitkan informasi yang telah dipelajari.

5.2. Aktivitas/Proses Pembelajaran

Aktivitas dalam bagian ini dirancang untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Melalui pengukuran dan perhitungan langsung, siswa belajar untuk menerapkan konsep keliling dan luas dalam konteks nyata, yang memperkuat pemahaman mereka dan meningkatkan keterampilan praktis yang penting dalam kehidupan sehari-hari.

VI. ARITMETIKA SOSIAL: HARGA JUAL, HARGA BELI, UNTUNG DAN RUGI

Aritmetika sosial merupakan bagian penting dari pembelajaran matematika yang berkaitan dengan transaksi sehari-hari. Dalam buku ini, siswa diajarkan cara menghitung harga jual, harga beli, serta untung dan rugi. Melalui pembelajaran yang kontekstual dan relevan, siswa dapat memahami bagaimana matematika diterapkan dalam kehidupan nyata, yang sangat penting untuk pengembangan keterampilan finansial mereka.

6.1. Peta Konsep

Peta konsep mengenai aritmetika sosial membantu siswa memahami hubungan antara harga jual, harga beli, dan konsep untung rugi. Ini memberikan struktur yang jelas dan memudahkan siswa dalam mengingat dan mengaitkan informasi yang telah dipelajari. Dengan peta konsep ini, siswa dapat dengan mudah melihat bagaimana satuan-satuan tersebut saling berhubungan.

6.2. Aktivitas/Proses Pembelajaran

Aktivitas dalam bagian ini melibatkan simulasi transaksi yang memungkinkan siswa untuk menghitung harga jual, harga beli, serta untung dan rugi dalam konteks nyata. Melalui kegiatan praktis ini, siswa belajar bagaimana menggunakan aritmetika sosial dalam kehidupan sehari-hari, yang memperkuat pemahaman mereka dan meningkatkan keterampilan praktis yang penting.

VII. PECAHAN

Pembelajaran tentang pecahan merupakan bagian penting dalam matematika yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam buku ini, siswa diajarkan cara menyederhanakan pecahan, serta melakukan operasi hitung dengan pecahan. Melalui pendekatan yang kontekstual dan aktivitas yang menarik, siswa dapat memahami konsep pecahan dengan lebih baik dan menerapkannya dalam situasi nyata.

7.1. Peta Konsep

Peta konsep mengenai pecahan memberikan gambaran yang jelas tentang berbagai jenis pecahan dan cara menghitungnya. Ini membantu siswa untuk mengorganisir informasi dan memudahkan mereka dalam memahami materi dengan cara yang lebih terstruktur. Dengan alat visual ini, siswa dapat lebih mudah mengingat dan mengaitkan informasi yang telah dipelajari.

7.2. Aktivitas/Proses Pembelajaran

Aktivitas dalam bagian ini dirancang untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran pecahan. Melalui kegiatan praktis dan permainan, siswa belajar untuk menerapkan konsep pecahan dalam konteks nyata, yang memperkuat pemahaman mereka dan meningkatkan keterampilan berpikir matematis yang diperlukan.

Referensi Dokumen

  • Saya Ingin Pintar Matematika 6b ( 2003 )
  • Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Kelas IV SD ( 2013, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia )
  • Matematika Kelas VII SMP/MTs ( 2013, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia )
  • Matematika Kelas X SMA ( 2013, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia )
  • Bersahabat dengan Matematika 6 untuk Kelas VI Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah ( A.Dadi Permana dan Triyati, 2008 )

Gambar

gambar aktivitas
Gambar 1.1 Kegiatan Jual Beli Sumber: Dok. PK-PK. Dikmen.Dikbud
Gambar 1.2 Kegiatan Membantu Korban Bencana Alam Sumber: Dok google.com
Gambar 1.3. Aktivitas seorang pengusaha  sedang membagikan  bingkisan sembako kepada pengsi korban gunung meletus
+7

Referensi

Dokumen terkait

Pelaksaaan tindakan pada siklus I dilaksanakan dalam 3 tahap yaitu kegiatan awal yang diawali dengan persepsi motivasi pada siswa dalam mengikuti pembelajaran.. Kemudian

dilanjutkan dengan pemberian materi. Praktikan memberikan apersepsi kepada peerta didik tentang penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat, kemudian memberikan

Setelah melaksanakan proses pembelajaran pendidik memberikan masukan pada peserta didik terkait materi yang telah dipelajari, sehingga materi yang diajarkan dapat terserap

Pada tahap apersepsi ini guru mengkondisikan kelas dengan memberikan motivasi, dorongan dan ajakan, serta arahan-arahan agar siswa benar-benar siap mempelajari

Hal ini sesuai dengan hasil temuan penelitian Megawati (2015) yang menyatakan bahwa semakin positif persepsi peserta didik, maka akan semakin menumbuhkan motivasi belajar

Adakah hubungan yang positif dan signifikan antara persepsi siswa tentang kompetensi pedagogik guru matematika dan motivasi belajar dengan hasil belajar

kegiatan awal dilakukan yakni penyiapan peserta didik untuk mengikut pembelajaran, apersepsi memberikan persepsi awal kepada murid tentang materi yang akan diajarkan.45 Berdasarkan

Pertemuan kedelapanbelas dan sembilan belas Pendahuluan Apersepsi :MembahasPR Motivasi : Apabila materi ini dikuasai dengan baik, maka peserta didik diharapkan menyelesaikan masalah