• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah Matakuilah Sumber Belajar Ene

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Makalah Matakuilah Sumber Belajar Ene"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

SUMBER BELAJAR

( PEMILIHAN, JENIS DAN KLASIFIKASI MEDIA PEMBELAJARAN)

Disusun untuk Memenuhi Matakuliah Sumber Pendidikan Yang Dibimbing

oleh Drs. Tri Atmasdji Sutikno, M.Pd

Oleh:

AKHMAD ALFAN HIDAYATULLAH [120533430909]

AKHMAD HABIB ZAIN A. H [120533430962] ANIS YULIANTI [120533400136] ARDHI ARIPRATOMO [120533430899] ANJANI KUSUMASTUTI [120533430932] HERI MAHABAKTI PAMUNGKAS [120533430874] IKHWAN ARIF [120533430950] ROBBY OCTARYAN ARDY [120533430914] SEPTHIE GRATIA SELAN [120533430887]

UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS TEKNIK

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

(2)

KATA PENGANTAR

Ucapan syukur kepada Yang Maha Pemberi, senantiasa penulis desahkan atas segala nikmat yang mengalir tanpa henti. Nikmat sehat, nikmat iman, dan nikmat rizki adalah anugrah termahal yang mengantarkan penulis untuk bisa beraktivitas sebagai hamba-Nya. Atas anugerah itulah, makalah yang berjudul “Pemilihan, Jenis dan Klasifikasi Media Pembelajaran” dapat terselesaikan. Makalah ini sebagai salah satu tugas Mata Kuliah Pengembangan Sumber Belajar.

Penyusunan makalah ini dimaksudkan untuk membantu kita selaku pendidik agar dapat membantu dalam Pemilihan Jenis dan klasifikasi Media pembelajaran. Semoga makalah ini dapat menjadikan frame of think (kerangka pikir) dalam mengambil suatu putusan pendidikan atau pembelajaran, pisau pemilah dalam pemecahan masalah, dan bahkan sebagai bagian hidup yang integratif. Akhir kata tak ada gading yang tak retak. Kebenaran hanya milik Allah SWT dan kesalahan semata-mata hanya milik kami.

(3)

DAFTAR ISI

Kata Pengantar

DAFTAR ISI ………... BAB I PENDAHULUAN ………..

1.1 Latar Belakang ………. 1.2 Rumusan Masalah ……… 1.3 Tujuan ………... BAB II KAJIAN TEORI ………

2.1 Pengertian Media ……….. 2.2 Klasifikasi Pengalaman Belajar ……….. 2.3 Taksonomi Media ………. BAB III PEMBAHASAN ………...

(4)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam peroses belajar. Para guru dituntut agar mampu memahami, menggunakan alat-alat yang tersedia dalam upaya mencapai tujuan pengajaran yang diharapkan. Untuk itu guru harus memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pembelajaran, yang meliputi (hamalik1994:6) :

a. Media sebagai alat komunikasi b. Fungsi media

c. Seluk-beluk proses belajar

d. Hubungan antara metode dan media e. Nilai atau manfaat media

f. Selektif dalam penggunaan media g. Berbagai jenis dan teknik media

h. Media pendidikan dalam setiap pelajaran i. Usaha inovasi dalam media pendidikan.

Sehubungan hal diatas, media salah satu diantaranya yang sangat penting bagi guru, Karena guru sebagai pengembang ilmu sangat penting sekali untuk memilih dan melaksanakan pembelajaran yang tepat dan efisien bagi peserta didik. Pembelajaran yang baik dapat ditunjang dari suasana pembelajaran yang kondusif serta terjadinya interaktif antara guru dan siswa dengan baik. Pembelajaran akan lebih bermakna manakala menarik minat siswa dan memberikan kemudahan untuk memahami materi karena penyajiannya dengan dilengkapi berbagai media sebagai sarana penunjang kegiatan pembelajaran. Maka dari itu pada makalah ini, akan membahas atau menguraikan jenis dan kelasifikasi media pembelajaran.

1.2. Rumusan Masalah

Adapun yang menjadi rumusan masalahnya adalah : 1. Apa yang dimaksud dengan media pembelajaran? 2. Apa manfaat media pembelajaran?

(5)

1.3 Tujuan

(6)

BAB II KAJIAN TEORI

2.1. Pengertian Media

Kata media berasal dari bahasa Latin Medius yang secara harfiah berarti “tengah”, perantara atau pengantar’. Media merupakan bentuk jamak dari kata ‘medium’. Medium, yang merupakan bahasa Latin memiliki arti ‘antara’. Sehingga medium dapat diartikan segala sesuatu yang membawa informasi dari suatu sumber ke penerima (Heinich, 1993: dalam buku media pembelajaran Prof. Dr. Azhar Arsyad, M.A h. 3). Media pembelajaran memiliki arti yang lebih khusus di bidang pembelajaran, yakni segala sesuatu yang membawa pesan/informasi untuk tujuan belajar dari sumber ke penerima.

2.2. Klasifikasi Pengalaman Belajar

Sebelum membahas materi tentang jenis dan klasifikasi media pembelajaran terlebih dahulu kita menghubungkan dengan klasifikasi pengalaman belajar anak mulai hal-hal yang paling konkrit sampai kepada hal-hal yang dianggap paling abstrak ,ini dapat dilihat pada diagram Edgar Dale di bawah ini. Klasifikasi pengalaman tersebut diikuti secara luas oleh kalangan pendidik dalam menentukan alat bantu apa seharusnya yang sesuai untuk pengalaman belajar tertentu. Klasifikasi pengalaman tersebut lebih dikenal dengan Kerucut Pengalaman (Cone of Experience).

Ada 9 macam klasifikasi media pembelajaran yang digunakan, yaitu: 1. Pengalaman langsung dan bertujuan.

7. Pengalaman melalui gambar diam, rekaman radio. 8. Pengalaman melalui lambang visual.

9. Pengalaman melalui lambang kata.

2.3. Taksonomi Media

(7)

perkembangan dan tampil dalam berbagai jenis dan format, dengan masing-masing ciri dan kemampuannya sendiri. Dari sinilah kemudian timbul usaha-usaha untuk melakukan klasifikasi atau pengelompokan media, yang mengarah kepada pembuatan taksonomi media menurut kesamaan ciri atau karakteristiknya.

Setiap media pembelajaran memiliki karakteristik tertentu, yang dikaitkan atau dilihat dari berbagai segi. Misalnya, Schramm melihat karakteristik media dari segi ekonomisnya, lingkup sasaran yang dapat diliput, dan kemudahan kontrolnya oleh pemakai (Sadiman, dkk., 2008. h. 27 ). Karakteristik media juga dapat dilihat menurut kemampuannya membangkitkan rangsangan seluruh alat indera. Dalam hal ini, pengetahuan mengenai karakteristik media pembelajaran sangat penting artinya untuk pengelompokan dan pemilihan media. Kemp, 1975, (dalam Sadiman, dkk., 1990. h. 27 ) juga mengemukakan bahwa karakteristik media merupakan dasar pemilihan media yang disesuaikan dengan situasi belajar tertentu. Rudi Bretz (1977). Dalam buku Media Pendidikan, Karangan Dr. Arief Sadiman M.Sc. dkk. h. 20) mengklasifikasi ciri utama media pembelajaran pada tiga unsur pokok, yaitu suara, visual dan gerak. Bentuk visual itu sendiri dibedakan lagi pada tiga bentuk, yaitu gambar visual, garis, dan simbol. Usaha-usaha ke arah taksonomi media tersebut telah dilakukan oleh beberapa ahli. Rudy Bretz, mengklasifikasikan media berdasarkan unsur pokoknya yaitu suara, visual (berupa gambar, garis, dan simbol), dan gerak. Di samping itu juga, Bretz membedakan antara media siar (telecommunication) dan media rekam (recording). Dengan demikian, media menurut taksonomi Bretz dikelompokkan menjasi 8 kategori: 1) media audio visual gerak, 2) media audio visual diam, 3) media audio semi gerak, 4) media visual gerak, 5) media visual diam, 6) media semi gerak, 7) media audio, dan 8) media cetak. Beberapa ahli yang lain , membuat taksonomi media dengan pertimbangan yang lebih berfokus pada proses dan interaksi dalam belajar, ketimbang sifat medianya sendiri. Gagne misalnya, mengelompokkan media berdasarkan tingkatan hirarki belajar yang dikembangkannya. Menurutnya, ada 7 macam kelompok media seperti: benda untuk didemonstrasikan, komunikasi lisan, media cetak, gambar diam, gambar gerak, film bersuara, dan mesin belajar. Briggs mengklasifikasikan media menjadi 13 jenis berdasarkan kesesuaian rangsangan yang ditimbulkan media dengan karakteristik siswa. Ketiga belas jenis media tersebut adalah: objek/benda nyata, model, suara langsung, rekaman audio, media cetak, pembelajaran terprogram, papan tulis, media transparansi, film bingkai, film (16 mm), film rangkai, televisi, dan gambar (grafis).

(8)
(9)

BAB III PEMBAHASAN

3.1 Pengertian Media Pembelajaran

Dikaitkan dengan pembelajaran, media dimaknai sebagai alat komunikasi yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk membawa informasi berupa materi ajar dari pengajar kepada peserta didik sehingga peserta didik menjadi lebih tertarik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran.

Latuheru(1988:14), menyatakan bahwa media pembelajaran adalah bahan, alat, atau teknik yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar proses interaksi komunikasi edukasi antara guru dan siswa dapat berlangsung secara tepat guna dan berdaya guna.

Berdasarkan definisi tersebut, media pembelajaran memiliki manfaat yang besar dalam memudahkan siswa mempelajari materi pelajaran. Media pembelajaran yang digunakan harus dapat menarik perhatian siswa pada kegiatan belajar mengajar dan lebih merangsang kegiatan belajar siswa.

3.2 Manfaat Media Pembelajaran

Secara umum manfaat media pembelajaran adalah memperlancar interaksi antara guru dengan siswa sehingga kegiatan pembelajaran lebih afektif dan efisien. Sedangkan secara lebih khusus manfaat media pembelajaran adalah:

1. Penyampaian materi pembelajaran dapat diseragamkan 2. Proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik 3. Proses pembelajaran menjadi lebih interaktif

4. Efisiensi dalam waktu dan tenaga

5. Meningkatkan kualitas hasil belajar siswa

6. Media memungkinkan proses belajar dapat dilakukan di mana dan kapan saja 7. Media dapat menumbuhkan sikap positif siswa terhadap materi dan proses belajar 8. Mengubah peran guru ke arah yang lebih positif dan produktif

3.3. Jenis dan Klasifikasi Media

(10)

1. Kelompok Kesatu. Media Grafik, Meliputi : Media Grafis, Bahan Cetak dan Gambar diam. a. Media Grafis.

Pada prinsipnya semua jenis media dalam kelompok ini merupakan penyampaian pesan lewat simbul-simbul visual dan melibatkan rangsangan indera penglihatan. Karakteristik yang dimiliki adalah: bersifat kongkret, dapat mengatasi batasan ruang dan waktu, dapat memperjelas suatu masalah dalam bidang masalah apa saja dan pada tingkat usia berapa saja, murah harganya dan mudah mendapatkan serta menggunakannya, terkadang memiliki ciri abstrak (pada jenis media diagram), merupakan ringkasan visual suatu proses, grafis biasanya digunakan untuk menarik perhatian, memperjelas sajian ide, dan mengilustrasikan fakta-fakta sehingga menarik dan diingat orang.

Yang termasuk media grafis antara lain : Grafik, Diagram, Bagan,Sketsa, Poster, Papan Flanel, Bulletin Board.

Kelebihan Media Grafis

1. Dapat mempermudah dan mempercepat pemahaman siswa terhadap pesan yang disajikan.

2. Dapat dilengkapi dengan warna-warna sehingga lebih menarik perhatian siswa. 3. Pembuatannya mudah dan harganya murah.

Kelemahan Media Grafis

1. Membutuhkan keterampilan khusus dalam pembuatannya, terutama untuk grafis yang lebih kompleks.

2. Penyajian pesan hanya berupa unsur visual.

b. Media Bahan Cetak

Media bahan cetak adalah media visual yang pembuatannya melalui proses pencetakan/ printing atau offset. Media bahan cetak ini menyajikannya pesannya melalui huruf dan gambar-gambar yang diilustrasikan untuk lebih memperjelas pesan atau informasi yang disajikan. Jenis media bahan cetak ini diantaranya adalah : Buku Teks, Modul, Bahan Pengajaran Terprogram.

Kelebihan Media Bahan Cetak

1. Dapat menyajikan pesan atau informasi dalam jumlah yang banyak.

2. Pesan atau informasi dapat dipelajari oleh siswa sesuai dengan kebutuhan, minat, dan kecepatan masing-masing.

(11)

Kelemahan Media Bahan Cetak

1. Proses pembuatannya membutuhkan waktu yang cukup lama.

2. Bahan cetak yang tebal mungkin dapat membosankan dan mematikan minat siswa untuk membacanya.

3. Apabila jilid dan kertasnya jelek, bahan cetak akan mudah rusak dan sobek.

c. Media Gambar Diam

Media gambar diam adalah media visual yang berupa gambar yang dihasilkan melalui proses fotografi. Jenis media gambar ini adalah foto.

Kelebihan Media Gambar Diam

1. Dibandingkan dengan grafis, media foto ini lebih konkret.

2. Dapat menunjukkan perbandingan yang tepat dari objek yang sebenarnya. 3. Pembuatannya mudah dan harganya murah.

Kelemahan Media Gambar Diam

1. Biasanya ukurannya terbatas sehingga kurang efektif untuk pembelajaran kelompok besar.

2. Perbandingan yang kurang tepat dari suatu objek akan menimbulkan kesalahan persepsi.

2. Kelompok Kedua. Media Proyeksi Diam, Meliputi : OHP/OHT, Opaque Projector, Slide, dan Filmstrip.

Karakteristik umum media ini adalah: pesan yang sama dapat disebarkan ke seluruh siswa secara serentak, penyajiannya berada dalam kontrol guru, cara penyimpanannya mudah (praktis), dapat mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan indera, menyajikan obyek -obyek secara diam (pada media dengan penampilan visual saja), terkadang dalam penyajiannya memerlukan ruangan gelap, lebih mahal dari kelompok media grafis, sesuai untuk mengajarkan keterampilan tertentu, sesuai untuk belajar secara berkelompok atau individual, praktis dipergunakan untuk semua ukuran ruangan kelas, mampu menyajikan teori dan praktek secara terpadu, menggunakan teknik-teknik warna, animasi, gerak lambat untuk menampilkan obyek/kejadian tertentu (terutama pada jenis media film), dan media film lebih realistik, dapat diulang-ulang, dihentikan, dsb., sesuai dengan kebutuhan. a. Media OHP dan OHT

(12)

Kelebihan Media OHT/OHP

1. Dapat digunakan untuk menyajikan pesan di semua ukuran ruangan kelas. 2. Menarik, karena memungkinkan penyajian yang variatif dan disertai dengan

5. Dapat menyajikan pesan yang banyak dalam waktu yang relatif singkat. 6. Program OHT dapat digunakan berulang-ulang.

Kelemahan Media OHT/OHP

1. Memerlukan perencanaan yang matang dalam pembuatan dan penyajiannya. 2. OHT dan OHP merupakan hal yang tak dapat dipisahkan, karena sebuah gambar

dalam kertas biasa tidak bisa diproyeksikan melalui OHP.

3. Urutan OHT mudah kacau, karena merupakan urutan yang lepas.

b. Media Opaque Projektor

Opaque Projector atau proyektor tak tembus pandang adalah media yang digunakan untuk memproyeksikan bahan dan benda-benda yang tidak tembus pandang, seperti buku, foto, dan model-model baik yang dua dimensi maupun yang tiga dimensi. Berbeda dengan OHP, opaque projector ini tak memerlukan transparansi, tapi memerlukan penggelapan ruangan.

c. Media Slide

Media slide atau film bingkai adalah media visual yang diproyeksikan melalui alat yang disebut dengan proyektor slide. Slide atau film bingkai terbuat dari film positif yang kemudian diberi bingkai yang terbuat dari karton atau plastik.

Kelebihan Media Slide

1. Membantu menimbulkan pengertian dan ingatan yang kuat pada pesan yang disampaikan dan dapat dipadukan dengan unsur suara.

2. Merangsang minat dan perhatian siswa dengan warna, gambar kongkrit.

3. Program slide mudah direvisi sesuai dengan kebutuhan, karena filmnya terpisah-pisah.

4. Penyimpanannya mudah karena ukurannya kecil. Kelemahan Media Slide

(13)

2. Pembuatannya memerlukan waktu yang cukup lama, jika program yang dibuatnya cukup panjang.

3. Memerlukan biaya yang boleh dikatakan besar. 4. Hanya dapat menyajikan gambar yang diam.

d. Media Filmstrip

Filmstrip atau film rangkai atau film gelang adalah media visual proyeksi diam, yang pada dasarnya hampir sama dengan media slide. Hanya filmstrip ini terdiri atas beberapa film yang merupakan satu kesatuan.

Kelebihan filmstrip dibanding film slide adalah media filmstrip mudah penggandaannya karena tidak memerlukan bingkai, juga frame-frame filmstrip tidak akan tertukar karena merupakan satu kesatuan.

Kelemahan pengeditan dan perbaikan/ revisi filmstrip relatif agak sukar, karena harus dilakukan di laboratorium khusus.

3. Kelompok Ketiga. Media Audio, Meliputi : Media Radio, Media Alat Perekam Pita Magnetik

Hakekat dari jenis-jenis media dalam kelompok ini adalah berupa pesan yang disampaikan atau dituangkan kedalam simbul-simbul auditif (verbal dan/atau non-verbal), yang melibatkan rangsangan indera pendengaran. Secara umum media audio memiliki karakteristik atau ciri sebagai berikut: mampu mengatasi keterbatasan ruang dan waktu (mudah dipindahkan dan jangkauannya luas), pesan/program dapat direkam dan diputar kembali sesukanya, dapat mengembangkan daya imajinasi dan merangsang partisipasi aktif pendengarnya, dapat mengatasi masalah kekurangan guru, sifat komunikasinya hanya satu arah, sangat sesuai untuk pengajaran musik dan bahasa, dan pesan/informasi atau program terikat dengan jadwal siaran (pada jenis media radio).

a. Media Radio

Radio adalah media audio uang penyampaian pesannya dilakukan melalui pancaran gelombang elektromagnetik dari suatu pemancar.

Kelebihan Media Radio

1. Memiliki variasi program yang cukup banyak.

2. Sifatnya mobile, mudah dipindah-pindah tempat dan gelombangnya. 3. Baik untuk mengembangkan imajinasi siswa.

(14)

5. Jangkauannya sangat luas, dapat didengar oleh massa yang banyak. 6. Harganya relatif murah.

Kelemahan Media Radio

1. Sifat komunikasinya hanya satu arah (one way communication).

2. Jika siarannya monoton akan lebih cepat membosankan siswa untuk mendengarkannya.

3. Program siarannya selintas, sehingga tidak bisa diulang-ulang dan disesuaikan dengan kemampuan belajar siswa secara individual.

b. Media Alat Perekam Pita Magnetik

Alat perekam pita magnetik atau kaset tape recorder adalah media yang menyajikan pesannya melalui proses perekaman kaset audio.

Kelebihan Media Alat Perekam Pita Magnetik

1. Pita rekaman dapat diputar berulang-ulang sesuai dengan kebutuhan siswa. 2. Rekaman dapat dihapus dan digunakan kembali.

3. Mengembangkan daya imajinasi siswa. 4. Sangat efektif untuk pembelajaran bahasa. 5. Penggandaan programnya sangat mudah. Kelemahan Media Alat Perekam Pita Magnetik

1. Daya jangkauannya terbatas.

2. Biaya penggandaan alatnya relatif lebih mahal dibanding radio.

4. Kelompok Keempat. Media Audio Visual Diam, Meliputi : media sound slide (slide suara), film strip bersuara, dan halaman bersuara

Media audiovisual diam adalah media yang penyampaian pesannya dapat diterima oleh indera pendengaran dan indera pengelihatan, akan tetapi gambar yang dihasilkannya adalah gambar diam atau sedikit memiliki unsur gerak.

Kelebihan dan kelemahan media ini tidak jauh berbeda dengan media proyeksi diam. Perbedaannya adalah adanya aspek suara pada media audiovisual diam.

5. Kelompok Kelima : Film (Motion Pictures)

Film disebut juga gambar hidup (motion pictures), yaitu serangkaian gambar diam (still pictures) yang meluncur secara cepat dan diproyeksikan sehingga menimbulkan kesan hidup dan bergerak.

(15)

1. Memberikan pesan yang dapat diteima secara lebih merata oleh siswa. 2. Sangat bagus untuk menerangkan suatu proses.

3. Mengatasi keterbatasan ruang dan waktu.

4. Lebih realistis, dapat diulang-ulang dan dihentikan sesuai dengan kebutuhan. 5. Memeberikan kesan mendalam, yang dapat mempengaruhi sikap siswa. Kelemahan Media Film

1. Harga produksinya cukup mahal.

2. Pembuatannya memerlukan banyak waktu dan tenaga. 3. Memerlukan operator khusus untuk mengoperasikannya. 4. Memerlukan penggelapan ruangan.

6. Kelompok Keenam. Televisi, Meliputi : Televisi terbuka (open boardcast television), televisi siaran terbatas/TVST (Cole Circuit Televirion/CCTV), dan video-cassette recorder (VCR).

Televisi adalah media yang dapat menampilkan pesan secara audiovisual dan gerak (sama dengan film).

a. Media Televisi Terbuka

Media televisi terbuka adalah media audio-visual gerak yang penyampaian pesannya melalui pancaran gelombang elektromagnetik dari satu stasiun, kemudian pesan tadi diterima oleh pemirsa melalui pesawat televisi.

Kelebihan Media Televisi Terbuka

1. Informasi/pesan yang disajikannya lebih aktual. 2. Jangkauan penyebarannya sangat luas.

3. Memberikan pesan yang dapat diterima secara lebih merata oleh siswa. 4. Sangat bagus untuk menerangkan suatu proses.

5. Mengatasi keterbatasan ruangdn waktu.

6. Memberikan kesan mendalam, yang dapat mempengaruhi sikap siswa. Kelemahan Media Televisi Terbuka

1. Programnya tidak dapat diulang-ulang sesuai kebutuhan. 2. Sifat komunikasinya hanya satu arah.

3. Gambarnya relatif kecil.

4. Kadangkala terjadi distorsi gambar dan warna akibat kerusakan atau gangguan magnetik.

(16)

TVST atau CCTV adalah media audiovisual gerak yang penyampaian pesannya didistribusikan melalui kabel (bukan TV kabel). Dengan perkataan lain, kamera televisi mengambil suatu objek di studio, misalnya guru yang sedang mengajar, kemudian hasil pengambilan tadi didistribusikan melalui kabel-kabel ke pesawat televisi yang ada di ruangan-ruangan kelas.

Kelebihan televisi siaran terbatas ini dibandingkan dengan televisi terbuka diantaranya adalah komunikasi dapat dilakukan secara dua arah (hubungan antara studio dan kelas dilakukan melalui intercom), kebutuhan siswa dapat lebih diperhatikan dan terkontrol. Sedangkan kelemahannya adalah jangkauannya relatif terbatas.

c. Media Video Cassette Recorder (VCR)

Berbeda dengan media film, media VCR perekamannya dilakukan dengan menggunakan kaset video, dan penayangannya melalui pesawat televisi; sedangkan media film, perekaman gambarnya menggunakan film selluloid yang positif dan gambarnya diproyeksikan melalui proyeksi ke layar.

Kelebihan yang dimiliki oleh media televisi terbuka. Selain itu, media VCR ini memiliki kelebihan lainnya yaitu programnya dapat diulang-ulang. Akan tetapi kelemahannya adalah jangkauannya terbatas.

7. Kelompok Ketujuh : Multi Media

Multi media merupakan suatu sistem penyempaian dengan menggunakan berbagai jenis bahan belajar yang membentuk suatu unit atau paket. Contohnya suatu modul belajar yang terdiri atas bahan cetak, bahan audio, dan bahan audio visual.

Kelebihan Multi Media

1. Siswa memiliki pengalaman yang beragam dari segala media.

2. Dapat menghilangkan kebosanan siswa karena media yang digunakan lebih bervariasi.

3. Sangat baik untuk kegiatan belajar mandiri. Kelemahan Multi Media

1. Biayanya cukup mahal.

(17)

BAB IV KESIMPULAN

Media adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada penerima informasi. Sedangkan pembelajaran adalah usaha guru untuk menjadikan siswa melakukan kegiatan belajar. Dengan demikian media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan informasi dari guru ke siswa sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa dan pada akhirnya dapat menjadikan siswa melakukan kegiatan belajar.

Manfaat media pembelajaran tersebut adalah: penyampaian materi pembelajaran dapat diseragamkan, proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik, proses pembelajaran menjadi lebih interaktif, efisiensi dalam waktu dan tenaga, meningkatkan kualitas hasil belajar siswa, memungkinkan proses belajar dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja, menumbuhkan sikap positif siswa terhadap materi dan proses belajar serta mengubah peran guru ke arah yang lebih positif dan produktif.

Taksonomi media pembelajaran telah dilakukan oleh para ahli dengan dasar pertimbangannya masing-masing. Duncan dan Scrhamm mengelompokkan media berdasarkan kerumitan dan biaya. Sedangkan Gagne dan Briggs, membuat taksonomi media dengan pertimbangan yang lebih berfokus pada proses dan interaksi dalam belajar, ketimbang sifat medianya sendiri. Rudy Bretz, mengklasifikasikan media berdasarkan unsur pokoknya yaitu suara, visual, dan gerak. Klasifikasi berdasarkan pemanfaatan dan perkembangan teknologi dilakukan oleh Arsyad dan Seels & Glasgow. Walaupun demikian, belum ada taksonomi media yang baku, berlaku umum dan mencakup segala aspeknya, terutama untuk suatu sistem instruksional (pembelajaran).

(18)

DAFTAR PUSTAKA

Arsyad Azhar, Prof. Dr. Ed. 11,2009. Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Press. Sadiman Arief S. Dr. M.Sc. 2008. Media Pendidikan. Jakarta: RajaGarafindo Persada..

Asyhar H.Rayandra, Dr.rer.nat.M,Si.2011.Kreatif Pengembangan Media Pembelajaran. Jakarta: Gaung Persada Press

Kustandi Cecep,M.Pd & Sutjipto Bambang, Drs.M.Pd. 2011.Media Pembelajaran;Manual dan Digital Bogor : Ghalia Indonesia

Referensi

Dokumen terkait

S dengan keterbatasan pemenuhan mobilisasi adalah masalah belum teratasi dibuktikan dengan pergerakan tangan dan kaki kiri masih sulit untuk digerakan, kekuatan otot pada

Selain itu juga alasan peneliti mengapa mengenai motivasi karyawan untuk tetap bekerja peneliti kaitkan juga dengan gaya komunikasi pimpinan yang di PT First Media Tbk,

Sementara pada kelompok lainnya mengalami kenaikan indeks yaitu berturut-turut: kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau naik sebesar 0,45 persen; kelompok

Sebelum praktikan melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas latihan yang diberikan oleh guru pamong, praktikan dengan guru pamong bimbingan terlebih dahulu membuat

Cola adalah minuman yang digemari oleh orang orang, dari anak-anak, remaja hingga dewasa.. Karena rasanya yang segar dan nikmat, cola cocok di nikmati waktu siang hari,

dia juga tipe pemikir (entah kenapa agak beda dengan saya, kalau saya kadang bertindak baru berfikir :D ), orang bertipe ini cenderung mempunyai rasa seni yang tinggi, suka

Maka kesimpulan yang didapat adalah aplikasi dapat memberikan solusi untuk memudahkan tamu mulai dalam melakukan reservasi kamar maupun ruangan, proses pmbayaran,

Pada tabel 7 hasil uji chi square untuk hubungan tingkat pendidikan terhadap kualitas hidup diperoleh nilai p 0,952 (p > 0,05), berarti tidak ada hubungan tingkat pendidikan