PHYLUM ANNELIDA LAPORAN PRAKTIKUM
disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Zoologi Invertebrata yang diampu oleh Dra. Ammi Syulasmi, M.S. , dan Rini Solihat, S.Pd., M.Si.
oleh:
Kelompok 1
Pendidikan Biologi A 2017
Amalia Karim (1702574)
Dimas Caesaria Novianto (1701869)
Mauli Novilda Afifa (1702363)
Vanni Destianti Kurnia (1705682)
Vira Berliani (1701410)
DEPARTEMEN PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
A. Judul Laporan Phylum Annelida.
B. Waktu Pelaksanaan Hari : Selasa
Tanggal : 17 April 2018 Waktu : 07.00 – 09.30 WIB
Tempat : Laboratorium Struktur Hewan
Departemen Pendidikan Biologi UPI.
C. Tujuan
1. Mengenal keanekaragaman hewan Phylum Annelida.
2. Observasi morfologi dan struktur tubuh hewan Phylum Annelida.
3. Mengelompokan hewan-hewan Phylum Annelida ke dalam classis yang berbeda berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri.
4. Observasi dan identifikasi ciri-ciri khas setiap classis.
D. Landasan Teori
1. Pengertian Phylum Annelida
Secara bahasa Annelida adalah hewan yang bentuk tubuhnya seperti susunan cincin. Kata Annelida berasal dari bahasa yunani, yaitu dari kata “annulus” yang berarti cincin, dan “oidos” yang artinya bentuk. Annelida memiliki rongga tubuh sejati dan tubuhnya berbentuk seperti segmen, serta bernapas melalui kulit. Sampai sekarang terdapat sekitar 15.000, dengan panjang tubuh dari 1 mm - 3 m. Phylum Annelida dapat hidup di laut, air tawar, dan juga di tanah.
2. Struktur dan Fungsi Tubuh
kontraksi otot juga sangat mempengaruhi pergerakannya. Tubuhnya berbentuk simetri bilateral, yaitu bagian tubuh yang satu berdampingan dengan bagian tubuh yang lain, dan apabila ditarik garis yang memotong dari depan ke belakang, maka akan didapatkan potongan yang sama.
Lapisan luar tubuh Annelida memiliki kutikula (lapisan pelindung), merupakan hasil sekresi dari epidermis. Pada lapisan luar Annelida juga terdapat sel sensoris yang berfungsi untuk menerima rangsang. Tubuh Annelida juga memiliki lapisan otot, yang terdiri dari otot sirkuler (spiral rapat) dan otot longitudinal (spiral panjang). Ketika otot sirkuler berkontraksi maka segmen akan menjadi lebih tipis dan memanjang, sedangkan ketika otot longitudinal berkontraksi segmen akan menebal dan memendek.
Mereka hidup di dalam tanah yang lembab, dalam laut, dan dalam air. Pada umumnya hidup bebas, ada yang hidup dalam liang, beberapa bersifat komensal pada hewan-hewan aquatis, dan ada juga yang bersifat parasit pada Vertebrata.
3. Sistem Organ Annelida a. Sistem Pencernaan
Sistem pencernaan hewan ini sudah lengkap. Organ pencernaannya
terdiri dari mulut, faring, esofagus, usus, dan anus. b. Sistem Ekskresi
Dilakukan oleh organ ekskresi, yaitu nephridia (organ ekskresi yang merupakan saluran), nefrostom (corong bersilia dalam tubuh), dan nefrotor (pori tubuh tempat kotoran keluar). Pada tiap segmen tubuh terdapat sepasan nephridia, kecuali 3 segmen yang pertama dan segmen yang terakhir tidak ada. Setiap Segmen memiliki organ ekskresinya masing-masing.
c. Sistem Reproduksi
dapat mempertukarkan sperma. Setelah itu hasil reproduksi tadi akan disimpan dalam suatu organ khusus yang disebut klitelum. Apabila telah siap, hasil ini akan lepas dari kepala cacing, tinggal dan berkembang di dalam tanah. Beberapa Annelida juga dapat bereproduksi secara aseksual dengan cara fregmentasi diikuti dengan regenerasi.
d. Sistem Sirkulasi (Peredaran darah)
Annelida memiliki sistem peredaran darah tertutup yang memiliki pembuluh darah dengan haemoglobin di dalamnya sehingga darahnya berwarna merah. Fungsi pembuluh darah yaitu menghantarkan nutrisi dan oksigen ke seluruh tubuh, pada bagian kulitnya terdapat sangat banyak pembuluh darah kecil, karena hewan ini bernafas melalui kulit.
e. Sistem Pernafasan (Respirasi)
Dapat berlangsung melalui seluruh permukaan tubuhnya yaitu kulit, sebab kulitnya bersifat lembab, tipis, dan banyak mengandung kapiler-kapiler darah. Namun ada sumber yang mengatakan bahwa adapula spesies yang dapat melakukan respirasi melalui insang.
f. Sistem Persarafan
Annelida memiliki sistem saraf dengan sepasang ganglia cerecral (otak) yang dihubungkan ke tali saraf (nerve cord) yang meluas disepanjang tubuhnya.
g. Sistem Gerak
Setae digerakkan oleh dua berkas otot, yaitu musculus protactor (mendorong setae keluar) dan musculus retractor (menarik kembali setae masuk ke dalam rongganya). Keduanya melekat pada ujung-ujung dalam setae. Jadi cacing tanah bergerak dengan setae dan kontraksi otot-otot dinding tubuh.
4. Cara Hidup
Sebagian besar Annelida hidup bebas namun adapula yang hidup parasit menempel dan bergantung pada inangnya. Kebanyakan Annelida hidup diperairan laut dan air tawar, sebagian lainnya hidup ditanah dan tempat yang lembab. Ketika hidup ditanah, hewan ini akan membuat liang untuk tempat hidupnya.
5. Ciri-Ciri Annelida
a. Merupakan cacing dengan tubuh bulat dan memanjang biasanya dengan segmen yang jelas baik eksternal maupun internal.
b. Tubuh bersimetri bilateral.
c. Appendages kecil berupa setae (rambut).
d. Memiliki tiga lapisan tubuh (triploblastik) yaitu lapisan tubuh luar (ektoderm), tengah (mesoderm), dan lapisan tubuh dalam (endoderm). e. Dinding tubuh disusun oleh lapisan otot circular dan longitudinal,
coelom berkembang dengan baik (kecuali Hirudinea) yang disebut Schizocoelom.
f. Kulitnya halus, licin, dan dilapisi oleh kutikula yang tipis dan lembab. Kutikula terletak di atas epithel columnar yang banyak mengandung sel-sel kelenjar dan sel sensoris. Tersusun oleh protein, berfungsi melindungi dari enzim pencernaan inang.
g. Sistem pencernaannya sudah lengkap. Alat pencernaan memanjang disepanjang tubuhnya.
h. Sistem ekskresi dengan sepasang nephridia pada setiap ruas.
j. Respirasi melalui epidermis atau permukaan tubuh.
k. Sistem saraf dengan sepasang ganglia cerecral (otak) yang dihubungkan ke tali saraf (nerve cord) yang meluas disepanjang tubuhnya.
l. Umumnya berumah satu, tetapi tidak dapat melakukan pembuahan sendiri.
m. Hidup bebas atau parasit. 6. Klasifikasi Annelida
Terdapat sekitar 15.000 spesies Annelida. Berdasarkan banyak atau tidaknya rambut (setae) pada tubuhnya, Annelida diklasifikasikan menjadi tiga kelompok :
a. Classis Polychaeta
Kata Polychaeta berasal dari bahasa yunani, yaitu Poli yang artinya banyak, dan Chaeta yang artinya rambut. Jadi, classis Polychaeta merupakan hewan yang memiliki rambut paling banyak dalam Phylum Annelida. Semua species dalam classis Polychaeta hidup air. Setiap segmen pada tubuh Polychaeta memiliki struktur seperti daging berbentuk dayung yang disebut Parapodia (Tunggal = parapodium). Struktur ini berfungsi sebagai alat geraknya.
Pada sebagian besar Polychaeta, parapodia juga berfungsi sebagai insang karena terdapat pembuluh darah halus. Pada setiap parapodium terdapat rambut halus bersifat kaku yang biasa disebut setae, rambut ini juga dilapisi oleh kutikula sehingga licin. Ukuran tubuh paling sering dijumpai pada kelas ini berkisar antara 5-10 cm. Bagian tubuhnya terdiri atas kepala, mata, dan sensor palpus.
Contohnya yaitu Neanthes, Chartopterus, Arenicola, Spirorbis, Serpula, dan Nereis virens.
b. Classis Oligochaeta
namun adapula yang hidup di air. Karena memiliki sedikit rambut (setae) dan tidak memiliki Parapodia, maka kepalanya kecil, tidak mempunyai alat peraba, dan tidak mempunyai bintik mata. Pada lapisan kulit terdapat bagian saraf yang berfungsi untuk menerima rangsangan.
Cacing Tanah (Pheretima sp) adalah spesies paling terkenal dibandingkan spesies lain pada kelas ini. Klitelum (organ reproduksi, mempunyai beberapa segmen, warnanya berbeda) pada kelas ini terdapat di segmen 32-37, sel telur diproduksi pada segmen 13, sedangkan sperma diproduksi pada segmen 10 dan 11.
Classis Oligochaeta meliputi dua Ordo, yaitu 1) Ordo Torriselae, bersifat terrestrial hidup dalam tanah. Contohnya Lumbricus terestris, Allolophobora, dan Autyphocus; 2) Ordo Limicolae, bersifat aquatis.
Contohnya Tubifex, Stylaria, dan Aelosoma. c. Classis Hirudinea
Hirudinea adalah classis Phylum Annelida yang tidak memiliki setae (rambut) dan tidak memiliki parapodium di tubuhnya. Tubuh Hirudinea agak pipih dengan ujung depan dan belakang sedikit meruncing. Pada segmen awal dan akhirnya terdapat alat penghisap
yang berfungsi untuk bergerak dan menempel. Kombinasi dari alat penghisap dan kontraksi serta relaksasi otot merupakan mekanisme pergerakan dari Hirudinea. Sebagian besar Hirudinea merupakan ekstoparasit yang banyak dijumpai pada permukan luar inangnya. Ukuran Hirudinea bervariasi antara 1-30 cm.
menghilangkan rasa sakit. Dalam bahasa sehari-hari, classis ini kita kenal dengan sebutan Lintah.
Contohnya yaitu Acanthodella, Hirudo medicinalis, Haemadipsa sp, dan Haemopis.
E. Alat dan Bahan
Tabel 1. Alat yang digunakan dalam praktikum mengobservasi Phylum Annelida.
No. Alat Jumlah
1 Mikroskop binokuler 1 unit
2 Set alat bedah 1 set
3 Kamera Handphone 1 unit
4 Loupe 1 unit
5 Jarum Pentul 1 set
6 Cawan Petri 2 unit
Tabel 2. Bahan yang digunakan dalam praktikum mengobservasi Phylum Annelida.
No. Bahan Jumlah
1 Preparat awetan melintang Lumbricus sp. 1 unit 2 Preparat awetan melintang Pheretima sp. 1 unit 3 Preparat awetan membujur anterior Lumbricus sp. 1 unit 4 Preparat awetan membujur posterior Lumbricus sp. 1 unit 5 Spesimen Cacing Tanah (Pheretima sp. ) 1 unit 6 Spesimen Lintah (Hirudo medicinalis) 1 unit
7 Awetan Basah Nereis virens 1 unit
8 Awetan Basah Arenicola cristata 1 unit
9 Awetan Basah Megascolex sp. 1 unit
10 Awetan Basah Haemadipsa sp. 1 unit
11 Awetan Basah Hirudo medicinalis 1 unit
No. Bahan Jumlah
14 Alkohol 70 % secukupnya
F. Langkah Kerja
Diagram 1. Langkah Kerja Pengamatan Morfologi Phylum Annelida.
Diamati beberapa awetan Classis Polychaeta. yang diwakili oleh Nereis virens
dan Arenicola cristata.
Diamati bagian kepala yang terdapat tentakel, tubuh yang
terdapat somite berupa ruas tubuh yang sama, dan
parapodia tiap ruas.
Diamati cacing tanah (Pheretima sp.) yang
mewakili Classis Oligochaeta. Dihitung jumlah ruas,
ditentukan: prostomium pada bagian anterior, peritomium, klitellum, genital pore dan anus pada bagian posterior
tubuh.
Diamati morfologi Hirudinea. Diamati bagian anterior dan posterior, sucker
pada anterior dan posterior, mulut dan anus.
Dihitung ruas tubuh Hirudo medicinalis yang mewakili
Diagram 2. Langkah Kerja Pengamatan Anatomi dari Pheretima sp. dan Lumbricus sp.
Diambil kemudian dicuci dengan air cacing tanah
Pheretima sp.
Dimasukkan ke dalam etanol 70%.
Dibedah cacing pada bagian dorsal mulai dari bagian
anterior. Ditentukan sistem
pencernaan, pembuluh darah: dorsal dan ventral, septum, spermatheca dan
vesikula seminalis.
Diamati preparat sayatan melintang Lumbricus sp. menggunakan mikroskop.
Ditentukan kutikula epidermis, otot circuler, otot
longitudinal, coelom, pembuluh darah: dorsal dan
G. Hasil Pengamatan
Tabel 3. Pengamatan Anatomi Phylum Annelida.
No. Nama Spesies Simetri
Tubuh Bentuk Tubuh
Ruas
1 Nereis virens Bilateral simetris
Memanjang. Silindris di bagian dorsal dan pipih di bagian ventral
Memanjang. Silindris di bagian dorsal dan pipih di bagian ventral
√ √ - √ - √
Polychaeta
3 Megascolex sp. Bilateral simetris
Bulat memanjang
√ - √ √ - - Oligochaeta
4 Lumbricus sp. Bilateral simetris
Bulat memanjang
√ - √ √ - - Oligochaeta
5 Pheretima sp. Bilateral simetris
Bulat memanjang
No. Nama Spesies Simetri
Tubuh Bentuk Tubuh
Ruas Tubuh
Para-podia
Klite-lum
Setae atau rambut
Sucker
Tenta-kel Classis
6 Hirudo medicinalis
Bilateral simetris
Bulat memanjang dan
pipih √ - - - √ -
Hirudinea
7 Haemadipsa sp. Bilateral simetris
Bulat memanjang dan
pipih √ - - - √ -
Hirudinea
8 Sipunculus sp. Bilateral simetris
Bulat memanjang
Tabel 4. Klasifikasi Phylum Annelida.
No. Klasifikasi Gambar Observasi Gambar Referensi 1. Regnum : Animalia
Phylum : Annelida Classis : Polychaeta Ordo : Umicolae Familia : Errantia Genus : Nereis Species : Nereis virens
Gambar 1.1 Familia : Arenicolidae Genus : Arenicola
Species : Arenicola cristata
No. Klasifikasi Gambar Observasi Gambar Referensi 4. Regnum : Animalia
Phylum : Annelida Classis : Oligochaeta Ordo : Opisthopora Familia : Lumbricidae Genus : Lumbricus Species : Lumbricus sp.
Gambar 4.1.1 Sayatan Melintang
Lumbricus sp.
(Dokumentasi Kelompok 1A, 2018)
Gambar 4.1.2 Sayatan Membujur Anterior Lumbricus
sp. (Dokumentasi
Kelompok 1A, 2018)
Gambar 4.1.3.
Sayatan Membujur Posterior Lumbricus
sp. (Dokumentasi
Kelompok 1A, 2018)
Gambar 4.2 Lumbricus sp.
No. Klasifikasi Gambar Observasi Gambar Referensi 5. Regnum : Animalia
Phylum : Annelida Classis : Oligochaeta Ordo : Opisthopora Familia : Lumbricidae Genus : Pheretima Species : Pheretima sp.
Gambar 5.1.1 Sayatan Melintang
Pheretima sp.
(Dokumentasi Kelompok 1A, 2018)
Gambar 5.1.2 Anatomi Pheretima sp.
(Dokumentasi Kelompok 1A, 2018)
Gambar 5.1.3
Genital pore Pheretima sp.
(Dokumentasi Kelompok 1A, 2018)
No. Klasifikasi Gambar Observasi Gambar Referensi 6. Regnum : Animalia
Phylum : Annelida
Classis : Hirudinea Ordo : Gnathobdellida
Familia : Hirudinae Genus : Hirudo
Species : Hirudo medicinalis
Gambar 6.1.1
7. Regnum: Animalia Phylum : Annelida Classis : Hirudinea Ordo : Gnathobdellida Familia : Hirudinae
Genus : Haemadipsa Species : Haemadipsa sp.
8. Regnum: Animalia Phylum : Annelida Classis : Gephyra
Ordo : Sipunculiformes
Familia : Sipunculidae Genus : Sipunculus Species : Sipunculus sp.
Gambar 8.1 Sipunculus sp.
(Dokumentasi Kelompok 1A, 2018)
Gambar 8.2 Sipunculus sp.
(Mattdufort, 2002)
H. Pembahasan
Berdasarkan hasil pengamatan terhadap preparat awetan, awetan basah, dan spesimen. Maka terdapat banyak hewan Annelida. Hewan-hewan yang ditemukan pada sampel digolongkan ke dalam dua classis berdasarkan banyak sedikitnya rambut atau setae, serta keberadaan parapodia, tentakel, sucker, dan klitelum, antara lain :
1. Classis Polychaeta a. Nereis virens
Ia hidup di laut, memiliki simetri tubuh simetri bilateral, ia termasuk dalam kelas Polychaeta karena bentuk tubuhnya gilig, memanjang silindris di bagian dorsal dan pipih di bagian ventral, bentuk kepalanya terlihat jelas begitu juga ruas tubuhnya, memiliki tentakel dan parapodia yang memiliki banyak setae (rambut) dan somites yang merupakan ruas tubuh yang sama besar, memiliki dua pasang bintik mata, dan tidak ditemukan klitelum ataupun sucker. b. Arenicola cristata
Ia memiliki simetri tubuh simetri bilateral dengan bentuk tubuh gilig,ia termasuk dalam kelas Polychaeta karena ruas tubuhnya
2. Classis Oligochaeta a. Megascolex sp
Ia biasa hidup di air tawar atau di tanah yang lembab, memiliki simetri tubuh yang simetri bilateral, bentuk tubuh gilig dan bulat memanjang, di masukan kedalam kelas Oligochaeta karena memiliki kepala yang tidak begitu jelas terlihat, tidak memiliki tentakel, sucker, dan parapodia, terdapat setae di setiap somites tapi tidak sebanyak yang dimiliki kelas Polygochaeta, memiliki klitelum dan ruas tubuh yang jelas, dan bersifat hermafrodit.
b. Lumbricus sp
Bersimetri bilateral, memiliki bentuk tubuh yang gilig dan bukat memanjang, kepalanya tidak terlalu jelas terlihat, memiliki mulut dibagian anterior dan anus di posterior, memiliki prostomium yang bisa digerakan keluar-masuk bagian mulut, tidak memiliki tentakel, sucker, dan parapodia, setiap somitesnya terdapat setae, memiliki klitelum dan ruas tubuh yang jelas yang kira-kira bisa mencapai 200 buah.
c. Pheretrima sp
Termasuk dalam kelas Oligochaeta, memiliki simetri tibuh bilateral
dan bentuk tubuh gilig, kepalanya tidak terlihat jelas tetapi ruas tubuh dan klitelumnya terlihat jelas, memiliki mulut dibagian anterior dan anus di posterior, memiliki prostomium yang bisa digerakan keluar-masuk bagian mulut, faring tidak dapat dikeluarkan, memiliki klitelum dan ruas tubuh yang jelas yang kira-kira bisa mencapai 80-100 buah, tidak memiliki tentakel, sucker, dan parapodia, setiap somitesnya terdapat setae.
3. Classis Hirudinea a. Hirudo medicinalis
yang kenyal, dan alat pencernaannya dengan crop yang sangat besar, ia memiliki ruas tubuh yang jelas yang bisa mencapai 30 buah, tubuhnya berpigmen, memiliki kutikula otot yang kenyal, tidak memiliki parapodia, tentakel, klitelum, dan setae, biasa hidup di air laut dan darat.
b. Haemadipsa sp
Memiliki simetri tubuh bilateral dengan bentuk tubuh gilig dan bulat memanjang, kepalanya tidak begitu jelas, memiliki ruas tubuh yang jelas, tidak memiliki parapodia, tentakel, klitelum, dan setae, biasa hidup di air laut dan darat.
4. Classis Gephyra a. Sipunculus sp
Memiliki simetri tubuh bilateral dengan bentuk tubuh gilig, memiliki ruas tubuh yang jelas, tidak memiliki parapodia, setae, klitelum, tentakel, dan sucker.
I. Hasil Diskusi
1. Dapatkah anda menemukan persamaan yang dimiliki setiap Species yang Anda temukan ? tuliskan persamaan-persamaan tersebut !
Jawaban :
Setiap species memiliki simetri tubuh bilateral dan memiliki ruas tubuh.
2. Dapatkah anda menemukan perbedaan yang dimiliki oleh setiap spesies tersebut sehingga dimasukan pada classis yang berbeda ? tuliskan perbedaan-perbedaannya !
Jawaban :
Berdasarkan ada atau tidaknya parapodia, tentakel, sucker, klitelum, dan banyaknya setae di setiap species yang kemudian digolongkan dalam classis yang berbeda.
b. Classis Oligochaeta : Memiliki klitelum dan setae.
Tidak mempunyai parapodia, sucker dan tentakel.
c. Classis Hirudinea : Memiliki sucker.
Tidak mempunyai parapodia, klitelum, setae, dan tentakel.
d. Classis Gephyra : Tidak memiliki parapodia, klitelum, setae, sucker maupun tentakel.
3. Tuliskan ciri khas dari tiap classis pada kolom berikut
Classis Ciri Khas
Polychaeta
- Pada bagian lateral terdapat embelan rambut (parapodia)
- Dibagian kepala terdapat tentakel - Tidak mempunyai klitelum - Holozoik atau saprozoik - Kebanyakan hidup di laut
- Berumah dua dengan fertilisasi eksternal, memiliki bentuk larva trocophore
- Memiliki banyak setae
Oligochaeta
- Memiliki klitelum yang jelas
- Setiap somites (ruas atau segmen yang sama besar) terdapat setae
- Makanan berupa humus
- Hidup di air tawar atau tanah lembab
- Berumah satu tapi tidak dapat melakukan pembuahan sendiri, fertilisasi eksternal dalam cocoon, tidak memiliki bentuk larva - Memiliki setae, tetapi tidak banyak
Hirudinea
- Umumnya piph
- Mempunyai dua sucker (sucker posterior lebih besar dari sucker anterior)
- Makanan berupa cairan tubuh organisme lain - Hidup di laut, air tawar, atau tanah
- Tidak mempunyai setae
4. Tuliskan kegunaan dan manfaat dari species-species Annelida yang anda temukan!
Jawaban :
a. Cacing palolo banyak dikonsumsi di wilayah Indonesia Timur.
b. Hirudo medicinale, memiliki zat hirudin dapat digunakan untuk mencegah pembekuan darah, dan menyembuhkan penyakit.
c. Pheretima sp (cacing tanah) untuk menggemburkan tanah. Penggemburan tanah yang dilakukan cacing melalui lubang-lubang (jalan) yang dibuat oleh cacing. Cacing tanah membuat lubang dengan mendesak atau memakan butiran-butiran kecil tanah, sehingga memperbaiki aerasi dan drainase dalam tanah. Dengan adanya lubang-lubang tersebut, tanah menjadi lebih gembur. Selain membuat tanah menjadi lebih gembur, lubang jalan yang dibuat cacing bermanfaat juga untuk konservasi air tanah. Menurut seorang ahli tanah, cacing tanah mampu menggali tanah hingga kedalaman 1 meter. Hal tersebut sangat bermanfaat dalam penyerapan air. Penyerapan air dalam jumlah banyak akan memperkecil banjir dan erosi yang terjadi ketika hujan besar melanda. Cacing mengkonsumsi tanah dan bahan-bahan organik lainnya sehingga menghasilkan produk buangan (kotoran). Kotoran cacing bermanfaat bagi kesuburan tanah karena mengandung unsur hara N, P, dan K, sehingga memperkaya kandungan mineral dalam tanah. Kotoran cacing tersebut berupa bentuk nutrisi yang mudah dimanfaatkan tanaman.
Namun, produksi alami kotoran cacing tanah bergantung pada spesies, musim, dan kondisi populasi yang sehat.
5. Dari teori perkuliahan atau buku sumber yang anda peroleh mengenai Phylum Annelida, lengkapilah tabel berikut ini :
Phylum Pencernaan
Makanan Ekskresi Pernapasan Sistem Syaraf Reproduksi
Ann
6. Mengapa classis Polychaeta dapat dijadikan biomonitoring laut ? Jawaban :
biomagnifikasi. Oleh sebab itu, Polychaeta sering digunakan dalam biomonitoring kesehatan lingkungan laut yaitu sebagai indikator pencemaran organik.
7. Apakah lintah merupakan parasit ? Sertakan alasannya ! Jawaban :
Menurut kelompok kami lintah termasuk parasit. Simbiosis Parasitisme, adalah keadaan dimana terdapat pihak yang di untungkan dan salah satunya dirugikan, lintah mendapat keuntungan dari menghisap darah, sedangkan korban yang darahnya terhisap mengalami kerugian.
J. Kesimpulan
1. Keanekaragaman hewan-hewan yang telah diamati yang termasuk dalam filum Annelida diantaranya, Sipunculus sp, Nereis virens, Arenicola cristata, Megascalex sp, Haemadipsa sp, Hirudo medicinalis,
Lumbriculus sp, dan Pheretrima sp.
2. Hewan-hewan dalam filum Annelida memiliki tubuh bulat memanjang dengan segmen yang menyerupai cincin kecil atau somite, appendages kecil berupa setae, pada classis Polychaeta terdapat tentakel di bagian kepala dan setiap ruas terdapat parapodia dengan banyak setae, tubuh
Annelida ditutupi kutikula tipis dan lembab di sebelah atas epithel columnar yang banyak mengandung sel kelenjar dan sensoris , dinding tubuh disusun oleh lapisan otot circular dan longitudinal.
3. Berdasarkan hasil pengamatan dapat diketahui bahwa hewan-hewan Annelida terbagi ke dalam tiga classis yang didasari oleh perbedaan jumlah ruas yang menyusun ketiga classis tersebut dan berdasarkan keberadaan parapodia, tentakel, sucker, klitelum dan banyaknya setae. Ketiga classis tersebut yaitu Polychaeta, dengan hewannya antara lain Nereis virens, Arenicola cristata. Oligochaeta dengan hewannya Megascalex sp, Lumbricus sp, dan Pheretima sp. dan classis Hirudinea
DAFTAR PUSTAKA
Hadi, Abdul. (2015). Pengertian, Ciri dan Klasifikasi Annelida. [online]. Diakses dari: http://www.softilmu.com/2015/05/Pengertian-Klasifikasi-Ciri-Struktur-Tubuh-Annelida-adalah.html
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.2 Nereis virens
Maltha, Lars. (2009). Frynseorm (Nereis virens eller Neanthes virens). [online]. Diakses dari : http://www.naturplan.dk/foto/e-preview.php?id=2814 [18 April 2018]
Gambar 2.2 Arenicola cristata
Lazo. (2006). InverEBase – Arenicola cristata. [online]. Diakses dari : http://www.invertebase.org/portal/taxa/index.php?taxon=86757 [18 April 2018]
Gambar 3.2 Megascolex sp.
Lansdown, Hugh. (2015). Earthworms (Megascolex). [online]. Diakses dari : https://www.mindenpictures.com/search/preview/earthworm-megascolex-sp-adult-in-rainforest-leaf-litter-sinharaja-national/0_80066096.html [18 April 2018]
Gambar 4.2 Lumbricus sp.
Storey, Malcolm. (2011). Lumbricus – Discover Life. [online]. Diakses dari : http://www.discoverlife.org/mp/20q?act=x_ant&path=Annelida/Oligochae ta/Lumbricidae/Lumbricus/rubellus&name=Lumbricus+rubellus&guide=E
arthworms&authority=Hoffmeister,+1843&flags=col3:&res=320 [18 April 2018]
Gambar 5.2 Pheretima sp.
Lee, Ch’ien. (2009). Kinabalu Giant Eartworms (Pheretima). [online]. Diakses dari : https://www.mindenpictures.com/search/preview/kinabalu-giant-
earthworm-pheretima-darnliensis-kinabalu-national-park/0_00439685.html [18 April 2018] Gambar 6.2 Hirudo medicinalis
Tochorova, Pavla. (2009). Hirudo medicinalis (medicinal leech). [online]. Diakses dari : https://www.biolib.cz/en/image/id87540/ [18 April 2018]
Gambar 7.2 Haemadipsa sp.
Gambar 8.2 Sipunculus sp.