• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS DATA dan Rusydi Syahra

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "ANALISIS DATA dan Rusydi Syahra"

Copied!
36
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS DATA

ANALISIS DATA

PENELITIAN

PENELITIAN

KUALITATIF DAN

KUALITATIF DAN

KUANTITATIF

KUANTITATIF

(2)

Pada umumnya dalam analisis dibedakan antara dua jenis data:

kualitatif dan kuantitatif. Disebut data kuantitatif apabila berbentuk angka, sedangkan data kualitatif adalah yang selain angka-angka, seperti seperti cerita (narasi), dokumen, foto, video, rekaman suara dan lain-lain.

• Sementara ada kegunaan untuk membedakan antara data kualitatif dan data kuantitatif, sebagian orang menarik garis perbedaan itu terlalu tajam, sehingga bisa menjurus kepada kontroversi yang membingungkan peneliti awam.

(3)

• Dalam berbagai bidang penelitian sosial pembedaan kualitatif-kuantitatif telah mengarah pada perdebatan berkepanjangan; pembela masing-masing pendekatan menganggap data yang dimilikinya lebih unggul daripada yang lain. Pembela pendekatan kuantitatif menganggap data yang dimilikinya lebih ‘keras’,

‘mendalam’, ‘lebih dapat dipegang’ dan lebih ilmiah’. Pendukung pendekatan kualitatif menganggap data mereka lebih ‘sensitif’, ‘bernuansa’, ‘detil’ dan ‘kontekstual.

• Bagi sebagian peneliti sosial, polarisasi dua pandangan ini

dianggap tidak produktif, karena telah mengaburkan fakta bahwa data kualitatif dan kuantitatif memiliki hubungan yang erat antara satu sama lain. Semua data kuantitatif bersumber dari penetapan secara kualitatif, dan semua data kualitatif juga dapat

(4)

CIRI-CIRI PENELITIAN

KUALITATIF DAN KUANTITATIF

Kualitatif

Kuantitatif

“Semua penelitian pada akhirnya memiliki dasar kualitatif”

- Donald Campbell

“Tidak ada yang disebut sebagai data kualitatif. Semua data adalah angka" - Fred Kerlinger

Tujuan yang hendak dicapai adalah

deskripsi yang lengkap dan detil. Tujuannya klasifikasi fitur, mengitung dan membangun model-model statistik untuk menjelaskan obyek yang diteliti.

Pada tahap awal peneliti hanya tahu

secara garis besar apa yang hendak dicari. Peneliti sejak awal sudah mengetahui secara jelas apa yang hendak dicari. Direkomendasikan untuk digunakan pada

(5)

Disain penelitian mengikuti jalannya

penelitian. Semua aspek penelitian sudah didisain secara lengkap sebelum data dikumpulkan.

Peneliti sendiri merupakan instrumen untuk

pengumpulan data. Peneliti menggunakan alat, seperti kueastioner atau perlengkapan lain untuk mengumpulkan data.

Data dalam bentuk kata-kata, gambar atau

obyek (artifak). Data dalam bentuk angka-angka dan statistik.

Subjectif - interpretasi ‘individu’ terhadap peristiwa adalah penting, mis. Dengan melalui observasi terlibat, wawancara mendalam, dll.

Objektif – melakukan pengukuran yang persis dan analisis konsep sasaran, mis.: dengan menggunakan angket, kuestioner dll.

Data kualitatif lebih ‘kaya’, tapi makan waktu lama untuk mengumpulkan dan kurang dapat digeneralisasikan.

Data kuantitatif data lebih efisien, bisa digunakan untuk uji hipotesis, tapi tidak memiliki detil kontekstual.

Peneliti cenderung untuk larut dalam

(6)

ANALISIS DATA KUALITATIF

 Analisis data kualitatif adalah cara-cara untuk menjelaskan,

mengamati, membandingkan dan menginterpretasikan pola-pola atau tema yang bermakna dari subyek yang diteliti.

 Makna ditentukan oleh tujuan-tujuan tertentu yang hendak

dicapai penelitian. Maksudnya data sama dapat dianalisis dari berbagai sudut pandang tergantung pada pertanyaan atau evaluasi apa yang hendak dijawab.

 Jenis-jenis pendekatan termasuk: etnografi, analsis narasi,

(7)

JENIS DATA KUALITATIF

JENIS DATA

Tekstual Narasi Visual

Dokumen

Mis.: Catatan Harian

(8)

Analisis data narasi

Narasi atau cerita harus dilihat dari fungsi cerita

seperti yang dimaksudkan oleh subyek yang

menceritakannya.

Tujuan wawancara narasi adalah untuk menggali

bagaimana subyek memandang hubungan antara

berbagai peristiwa dan antara peristiwa dengan

konteks.

Analisa narasi bertujuan untuk menemukan

(9)

Analisis data tekstual

 Untuk memahami suatu masyarakat peneliti harus mengetahui

bagaimana para anggotanya memberi makna pada apa yang terjadi/terdapat di sekitar lingkungan kehidupan mereka.

 Selain itu peneliti juga harus mengetahui bagaimana mereka

bereaksi, mengambil tindakan atau tidak mengambil tindakan bila:  terjadi atau tidak terjadi suatu peristiwa,

 ada atau tidak adanya orang dalam peristiwa bersangkutan.

 Suatu cara untuk memperoleh akses terhadap pemahaman

(10)

Analisis data visual (foto)

Seperangkat foto dapat dianalisis dengan mengikuti beberapa pertanyaan kunci seperti berikut:

 Bagaimana dan dimana seting dari foto-foto tersebut?

 Pada waktu kapan foto diambil: hari, tahun?

 Apa yang menjadi subyek dari foto (tentang apa)??

 Apakah dalam foto terdapat orang, hewan, gedung atau

pemandangan?

 Apa kegiatan utama yang terlihat dalam foto tersebut?

(11)

Cara menganalisis data

Perhatikan: Analisis data kualitatif dilakukan dengan cara

membagi-bagi, memisahkan bahan-bahan atau data

penelitian menjadi potongan-potongan, bagian-bagian,

unsur-unsur atau satuan-satuan.

Kumpulkan: Data yang telah dipisah-pisahkan menjadi

bagian-bagian kemudian dipilih dan dipilah.

Pikirkan: Temukan tipe-tipe, kelas-kelas, urutan-urutan,

proses-proses, pola-pola atau lihat secara keseluruhan. .

(12)

Proses analisis data kualitatif

Iteratif dan Progresif: Proses disebut iteratif dan progresif berupa siklus terus berulang. Misalnya, ketika peneliti memikirkan suatu yang

karena sudah ada dalam data maka ia juga mulai memikirkan hal-hal yang baru sehubungan dengan data itu. Jadi, pada dasarnya analisis data kualitatif

merupakan sebuah spiral yang tak terbatas.

Rekursif: Proses disebut rekursif suatu hal yang sedang diamati bisa

membawa peneliti kepada bagian yang sudah diamati sebelumnya.

(13)
(14)

ANALISIS DATA KUANTITATIF

Pengertian: Analisis data kuantitatif adalah proses menyajikan dan menginterpretasikan data berupa angka (numerik) dengan

mengunakan teknik statistik dengan tujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan fenomena yang diteliti. observations reflect.

Hasil analisis berupa:

Statistik deskriptif: pengukuran kecenderungan sentral (central

tendency): mean, median, mode; dan variabilitas sekitar mean

(dispersi: standar deviasi) dan range

Statistik inferensi: hasil dari uji statistik yang berupa deduksi dari

(15)

STATISTIK DESKRIPTIF

 Penelitian kuantitatif bisa menghasilkan data dalam jumlah

besar. Misalnya, sebuah penelitian dengan menggunakan 300 kueastioner yang masing-masing dengan 30 pertanyaan dapat

menghasilan 9000 data mentah (raw data).

 Agar bisa bermakna data mentah seperti ini harus digunakan

berbagai cara untuk meringkasnya, sehingga pembaca

mendapat gambaran mengenai nilai-nilai tertentu yang ada pada data dan bagaimana nilai-nilai itu bervariasi. Untuk keperluan ini peneliti menggunakan statistik deskriptif atau

stastistik peringkas (summary statistics) yang mendeskripsikan

atau meringkas data, sehingga pembaca pembaca dapat

(16)

DUA JENIS STATISTIK DESKRIPTIF

 Semua penelitian kuantitatif akan menghasilkan berbagai

statistik deskriptif selain dari tabel frekuensi, seperti nilai

minimum dan maksimum, nilai rata-rata, dan pengukuran variasi data di sekitar nilai rata-rata. Dalam kebanyakan penelitian

penyajian statistik deskriptif ini merupakan langkah awal

sebelum sampai pada analisis inferensial yang lebih kompleks

 Dua jenis statistik deskriptif yang biasa ditemukan dalam laporan

penelitian adalah: pengukuran kecenderungan sentral (nilai rata-rata) dan pengukuran sebaran atau dispersi. Pilihan yang mana di antara keduanya yang dilaporkan akan mempengaruhi

(17)

STATISTIK DESKRIPTIF:

PENGUKURAN TENDENSI SENTRAL

 Pengukuran tendensi sentral berupaya mendeskripsikan

nilai-nilai tertentu untuk menunjukkan sejauh mana data memiliki kesamaan. Nilai rata-rata merupakan istilah yang umum

digunakan, yang secara statistik dinyatakan dalam bentuk: mean, median, dan mode. Pengukuran mana yang sesuai digunakan tergantung pada jenis data penelitian.

Jenis data

Nilai rata-rata

Mean Median Mode

Nominal √

Ordinal √ √

(18)

STATISTIK DESKRIPTIF:

PENGUKURAN SEBARAN (DISPERSI)

 Statistik ini menggambarkan bagaimana data bervariasi atau

berpencar. Dua bentuk pengukuran dispersi yang umum

digunakan adalah range dan standar deviasi. Pengukuran ini

tidak menunjukkan bagaimana data memiliki kesamaan tetapi sebaliknya bagaimana data memiliki perbedaan (variasi, dispersi atau sebarannya).

 Dalam penyusunan laporan penyajian tentang kecenderungan

sentral dan pengukuran tentang dispersi dari seperangkat data yang sama akan dapat memberikan gambaran yang lebih baik tentang data daripada hanya menyajikan salah satu di

(19)

STATISTIK INFERENSI

Dari sampel ke populasi: Berbagai pengukuran yang

digunakan dalam analisis data kuantitatif hampir selalu

menyangkut pengukuran sampel dari keseluruhan item yang ada pada populasi. Cara ini harus ditempuh karena pada

umumnya tidak praktis atau bahkan tidak mungkin untuk melakukan pengukuran setiap item dari populasi. Karena itu peneliti harus melakukan inferensi mengenai populasi dari sampel yang digunakan.

Kebenaran inferensi: Inferensi hanya benar apabila sampel

sungguh-sungguh mewakili populasi, sekalipun dapat dikatakan bahwa sampel tidak mungkin dapat mewakili populasi dalam segala aspeknya. Dengan kata lain, ada ketidakpastian tentang sejauh mana sampel mencerminkan populasi. Metode-metode statistik yang telah dikembangkan dimaksudkan untuk

(20)

ANALISIS CAMPURAN

(MIXED-METHOD): TRIANGULASI

 Triangulasi artinya menggunakan lebih dari dari satu pendekatan

dalam menjawab pertanyaan penelitian dengan tujuan

meningkatkan keyakinan terhadap kebenaran temuan-temuan penelitian.

 Karena kebanyakan penelitian sosial hanya menggunakan satu

metode pendekatan (kualitatif atau kuantitatif), cara demikian memiliki keterbatasan yang terkait dengan metode tersebut dan penerapannya, pendekatan triangulasi memberikan prospek bagi peningkatan keyakinan terhadap kebenaran temuan.

 Keterbatasan ini merupakan salah satu alasan bagi dilakukannya

pendekatan campuran (mixed-method) dalam penelitian sosial.

 Istilah triangulasi dipinjam dari survey geografis, yang dalam hal

(21)

Koding data

Untuk melakukan analisis kuantitatif

seringkali pada tahap awal diperlukan

membuat koding setelah data

(22)

Buku kode

Dokumen yang menggambarkan lokasi

variabel dan pemberian kode sesuai

(23)

Kegunaan Buku Kode

Sebagai pedoman utama dalam proses

koding.

(24)

Memasukkan Data

Petugas data entry memasukkan data

ke dalam matriks data SPSS atau

speadsheet Excel .

(25)

Tingkatan Analisis Kuantitatif

Univariat – bentuk paling sederhana,

menggambarkan kasus dlam bentuk

vaiavel tunggal.

Bivariat – perbandingan dua variabel,

menggambarkan kasus dalam bentuk

hubungan dua variabel sekaligus..

(26)

Membuat Kategori Code

Dimulai dengan membuat skema kode

yang diturunkan dari keseluruhan

variabel yang tercantum dalam

instrumen (kuestioner).

(27)

Analisis Univariat

Menggambarkan kasus melalui

distribusi dari atribut-atribut yang

dikenakan pada variabel.

Misal

:

Tingkat pendidikan: Tidak sekolah,

(28)

Tujuan Penyajian data univariat

Memberikan gambaran tentang data

secara detail dan menyeluruh

(29)

Distribusi Frequensi

(30)

Jenis Pengukuran

Rata-rata

Mengukur kecenderungan tengah.

Mean

Hasil dari pembagian jumlah keseluruhan nilai

dengan jumlah kasus.

Mode

Atribut yang paling banyak ditemukan.

Median

(31)

Analisis Bivariat

Menggambarkan sebuah kasus dalam

bentuk dua variabel sekaligus.

Misalnya:

Tingkat pendidikan

Jenis acara televisi yang paling banyak

(32)

Membuat Tabel Bivariat

Bagi kasus ke dalam kelompok menurut

atrbut variabel independen.

Gambarkan setiap sub bagian sesuai

dengan atribut variabel dependen..

Baca tabel dengan membandingkan

(33)

Analisis Multivariat

Mengalisis dua atau lebih variabvel sekaligus.

Dapat digunakan untuk memahami hubungan

antara dua variabel secara lebih lengkap.

Teknik multivariat berguna sebagai alat yang

ampuh untuk mendiagnosa masalah-masalah

sosial.

Analisis multivariat mengganti opini dengan

(34)

Jenis-jenis triangulasi

Dalam perkembangannya terdapat empat jenis triangulasi:

1. Triangulasi data, yakni mengumpulkan data melalui beberapa strategi sampling, sehingga bagian data pada waktu dan situasi sosial yang berbeda dan orang-orang yang juga berbeda dapat dikumpulkan.

2. Triangulasi peneliti, maksudnya menggunakan peneliti dari lebih satu disiplin ilmu untuk mengumpulkan dan menginterpretasikan data. 3. Triangulasi teoritik, maksudnya menggunakan lebih dari satu

pendekatan teori dalam menginterpretasikan data.

(35)

• Yang tersebut nomor 4 merupakan pengertian triangulasi yang paling banyak dikenal. Dalam hal ini triangulasi dapat dibedakan antara triangulasi intra-metode dan triangulasi antar-metode. Yang pertama menggunakan variasi dari metode yang sama untuk

meneliti masalah, misalnya, kuestioner menggunakan dua macam skala untuk untuk mengukur persepsi responden.

• Triangulasi antar-metode misalnya adalah menggunakan kuestioner dan observasi untuk mengumpulkan data.

(36)

Selesai

Referensi

Dokumen terkait

Rancangan penelitian sekat silang (cross sectional) dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dilaksanakan terhadap masing-masing 100 orang sampel terpilih melalui metode

Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif,

Analisis jaringan dapat dipakai untuk melakukan analisis kualitatif-kuantitatif atau analisis gabungan antara analisis kualitatif dan analisis kuantitatif atas data

Riset difokuskan pada analisis dan manajemen risiko secara umum dengan pendekatan riset terpopuler adalah kuantitatif dan hibrid kualitatif - kuantitatif dan

Pendekatan kuantitatif dan kualitatif serta kombinasi dalam penelitian psikologi, satu uraian singkat dan contoh berbagai tipe penelitian.. Yogyakarta:

Data kuantitatif di atas diperkuat oleh data hasil pengamatan penelitian kualitatif yang memiliki kesimpulan mengenai efikasi diri adalah penyuluh yang meyakini akan potensi yang

Dokumen ini membahas tentang kesalahannya dalam analisis kimia data kualitatif dan

• Pendekatan yang melibatkan dua pendekatan sebelumnya atau memanfaatkan data kualitatif dan kuantitatif • Biasanya data dari dua pendekatan sebelumnya akan di integrasikan dengan