ANALISIS DATA
ANALISIS DATA
PENELITIAN
PENELITIAN
KUALITATIF DAN
KUALITATIF DAN
KUANTITATIF
KUANTITATIF
• Pada umumnya dalam analisis dibedakan antara dua jenis data:
kualitatif dan kuantitatif. Disebut data kuantitatif apabila berbentuk angka, sedangkan data kualitatif adalah yang selain angka-angka, seperti seperti cerita (narasi), dokumen, foto, video, rekaman suara dan lain-lain.
• Sementara ada kegunaan untuk membedakan antara data kualitatif dan data kuantitatif, sebagian orang menarik garis perbedaan itu terlalu tajam, sehingga bisa menjurus kepada kontroversi yang membingungkan peneliti awam.
• Dalam berbagai bidang penelitian sosial pembedaan kualitatif-kuantitatif telah mengarah pada perdebatan berkepanjangan; pembela masing-masing pendekatan menganggap data yang dimilikinya lebih unggul daripada yang lain. Pembela pendekatan kuantitatif menganggap data yang dimilikinya lebih ‘keras’,
‘mendalam’, ‘lebih dapat dipegang’ dan lebih ilmiah’. Pendukung pendekatan kualitatif menganggap data mereka lebih ‘sensitif’, ‘bernuansa’, ‘detil’ dan ‘kontekstual.
• Bagi sebagian peneliti sosial, polarisasi dua pandangan ini
dianggap tidak produktif, karena telah mengaburkan fakta bahwa data kualitatif dan kuantitatif memiliki hubungan yang erat antara satu sama lain. Semua data kuantitatif bersumber dari penetapan secara kualitatif, dan semua data kualitatif juga dapat
CIRI-CIRI PENELITIAN
KUALITATIF DAN KUANTITATIF
Kualitatif
Kuantitatif
“Semua penelitian pada akhirnya memiliki dasar kualitatif”
- Donald Campbell
“Tidak ada yang disebut sebagai data kualitatif. Semua data adalah angka" - Fred Kerlinger
Tujuan yang hendak dicapai adalah
deskripsi yang lengkap dan detil. Tujuannya klasifikasi fitur, mengitung dan membangun model-model statistik untuk menjelaskan obyek yang diteliti.
Pada tahap awal peneliti hanya tahu
secara garis besar apa yang hendak dicari. Peneliti sejak awal sudah mengetahui secara jelas apa yang hendak dicari. Direkomendasikan untuk digunakan pada
Disain penelitian mengikuti jalannya
penelitian. Semua aspek penelitian sudah didisain secara lengkap sebelum data dikumpulkan.
Peneliti sendiri merupakan instrumen untuk
pengumpulan data. Peneliti menggunakan alat, seperti kueastioner atau perlengkapan lain untuk mengumpulkan data.
Data dalam bentuk kata-kata, gambar atau
obyek (artifak). Data dalam bentuk angka-angka dan statistik.
Subjectif - interpretasi ‘individu’ terhadap peristiwa adalah penting, mis. Dengan melalui observasi terlibat, wawancara mendalam, dll.
Objektif – melakukan pengukuran yang persis dan analisis konsep sasaran, mis.: dengan menggunakan angket, kuestioner dll.
Data kualitatif lebih ‘kaya’, tapi makan waktu lama untuk mengumpulkan dan kurang dapat digeneralisasikan.
Data kuantitatif data lebih efisien, bisa digunakan untuk uji hipotesis, tapi tidak memiliki detil kontekstual.
Peneliti cenderung untuk larut dalam
ANALISIS DATA KUALITATIF
Analisis data kualitatif adalah cara-cara untuk menjelaskan,
mengamati, membandingkan dan menginterpretasikan pola-pola atau tema yang bermakna dari subyek yang diteliti.
Makna ditentukan oleh tujuan-tujuan tertentu yang hendak
dicapai penelitian. Maksudnya data sama dapat dianalisis dari berbagai sudut pandang tergantung pada pertanyaan atau evaluasi apa yang hendak dijawab.
Jenis-jenis pendekatan termasuk: etnografi, analsis narasi,
JENIS DATA KUALITATIF
JENIS DATA
Tekstual Narasi Visual
Dokumen
Mis.: Catatan Harian
Analisis data narasi
Narasi atau cerita harus dilihat dari fungsi cerita
seperti yang dimaksudkan oleh subyek yang
menceritakannya.
Tujuan wawancara narasi adalah untuk menggali
bagaimana subyek memandang hubungan antara
berbagai peristiwa dan antara peristiwa dengan
konteks.
Analisa narasi bertujuan untuk menemukan
Analisis data tekstual
Untuk memahami suatu masyarakat peneliti harus mengetahui
bagaimana para anggotanya memberi makna pada apa yang terjadi/terdapat di sekitar lingkungan kehidupan mereka.
Selain itu peneliti juga harus mengetahui bagaimana mereka
bereaksi, mengambil tindakan atau tidak mengambil tindakan bila: terjadi atau tidak terjadi suatu peristiwa,
ada atau tidak adanya orang dalam peristiwa bersangkutan.
Suatu cara untuk memperoleh akses terhadap pemahaman
Analisis data visual (foto)
Seperangkat foto dapat dianalisis dengan mengikuti beberapa pertanyaan kunci seperti berikut:
Bagaimana dan dimana seting dari foto-foto tersebut?
Pada waktu kapan foto diambil: hari, tahun?
Apa yang menjadi subyek dari foto (tentang apa)??
Apakah dalam foto terdapat orang, hewan, gedung atau
pemandangan?
Apa kegiatan utama yang terlihat dalam foto tersebut?
Cara menganalisis data
Perhatikan: Analisis data kualitatif dilakukan dengan cara
membagi-bagi, memisahkan bahan-bahan atau data
penelitian menjadi potongan-potongan, bagian-bagian,
unsur-unsur atau satuan-satuan.
Kumpulkan: Data yang telah dipisah-pisahkan menjadi
bagian-bagian kemudian dipilih dan dipilah.
Pikirkan: Temukan tipe-tipe, kelas-kelas, urutan-urutan,
proses-proses, pola-pola atau lihat secara keseluruhan. .
Proses analisis data kualitatif
Iteratif dan Progresif: Proses disebut iteratif dan progresif berupa siklus terus berulang. Misalnya, ketika peneliti memikirkan suatu yang
karena sudah ada dalam data maka ia juga mulai memikirkan hal-hal yang baru sehubungan dengan data itu. Jadi, pada dasarnya analisis data kualitatif
merupakan sebuah spiral yang tak terbatas.
Rekursif: Proses disebut rekursif suatu hal yang sedang diamati bisa
membawa peneliti kepada bagian yang sudah diamati sebelumnya.
ANALISIS DATA KUANTITATIF
Pengertian: Analisis data kuantitatif adalah proses menyajikan dan menginterpretasikan data berupa angka (numerik) dengan
mengunakan teknik statistik dengan tujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan fenomena yang diteliti. observations reflect.
Hasil analisis berupa:
Statistik deskriptif: pengukuran kecenderungan sentral (central
tendency): mean, median, mode; dan variabilitas sekitar mean
(dispersi: standar deviasi) dan range
Statistik inferensi: hasil dari uji statistik yang berupa deduksi dari
STATISTIK DESKRIPTIF
Penelitian kuantitatif bisa menghasilkan data dalam jumlah
besar. Misalnya, sebuah penelitian dengan menggunakan 300 kueastioner yang masing-masing dengan 30 pertanyaan dapat
menghasilan 9000 data mentah (raw data).
Agar bisa bermakna data mentah seperti ini harus digunakan
berbagai cara untuk meringkasnya, sehingga pembaca
mendapat gambaran mengenai nilai-nilai tertentu yang ada pada data dan bagaimana nilai-nilai itu bervariasi. Untuk keperluan ini peneliti menggunakan statistik deskriptif atau
stastistik peringkas (summary statistics) yang mendeskripsikan
atau meringkas data, sehingga pembaca pembaca dapat
DUA JENIS STATISTIK DESKRIPTIF
Semua penelitian kuantitatif akan menghasilkan berbagai
statistik deskriptif selain dari tabel frekuensi, seperti nilai
minimum dan maksimum, nilai rata-rata, dan pengukuran variasi data di sekitar nilai rata-rata. Dalam kebanyakan penelitian
penyajian statistik deskriptif ini merupakan langkah awal
sebelum sampai pada analisis inferensial yang lebih kompleks
Dua jenis statistik deskriptif yang biasa ditemukan dalam laporan
penelitian adalah: pengukuran kecenderungan sentral (nilai rata-rata) dan pengukuran sebaran atau dispersi. Pilihan yang mana di antara keduanya yang dilaporkan akan mempengaruhi
STATISTIK DESKRIPTIF:
PENGUKURAN TENDENSI SENTRAL
Pengukuran tendensi sentral berupaya mendeskripsikan
nilai-nilai tertentu untuk menunjukkan sejauh mana data memiliki kesamaan. Nilai rata-rata merupakan istilah yang umum
digunakan, yang secara statistik dinyatakan dalam bentuk: mean, median, dan mode. Pengukuran mana yang sesuai digunakan tergantung pada jenis data penelitian.
Jenis data
Nilai rata-rata
Mean Median Mode
Nominal √
Ordinal √ √
STATISTIK DESKRIPTIF:
PENGUKURAN SEBARAN (DISPERSI)
Statistik ini menggambarkan bagaimana data bervariasi atau
berpencar. Dua bentuk pengukuran dispersi yang umum
digunakan adalah range dan standar deviasi. Pengukuran ini
tidak menunjukkan bagaimana data memiliki kesamaan tetapi sebaliknya bagaimana data memiliki perbedaan (variasi, dispersi atau sebarannya).
Dalam penyusunan laporan penyajian tentang kecenderungan
sentral dan pengukuran tentang dispersi dari seperangkat data yang sama akan dapat memberikan gambaran yang lebih baik tentang data daripada hanya menyajikan salah satu di
STATISTIK INFERENSI
Dari sampel ke populasi: Berbagai pengukuran yang
digunakan dalam analisis data kuantitatif hampir selalu
menyangkut pengukuran sampel dari keseluruhan item yang ada pada populasi. Cara ini harus ditempuh karena pada
umumnya tidak praktis atau bahkan tidak mungkin untuk melakukan pengukuran setiap item dari populasi. Karena itu peneliti harus melakukan inferensi mengenai populasi dari sampel yang digunakan.
Kebenaran inferensi: Inferensi hanya benar apabila sampel
sungguh-sungguh mewakili populasi, sekalipun dapat dikatakan bahwa sampel tidak mungkin dapat mewakili populasi dalam segala aspeknya. Dengan kata lain, ada ketidakpastian tentang sejauh mana sampel mencerminkan populasi. Metode-metode statistik yang telah dikembangkan dimaksudkan untuk
ANALISIS CAMPURAN
(MIXED-METHOD): TRIANGULASI
Triangulasi artinya menggunakan lebih dari dari satu pendekatan
dalam menjawab pertanyaan penelitian dengan tujuan
meningkatkan keyakinan terhadap kebenaran temuan-temuan penelitian.
Karena kebanyakan penelitian sosial hanya menggunakan satu
metode pendekatan (kualitatif atau kuantitatif), cara demikian memiliki keterbatasan yang terkait dengan metode tersebut dan penerapannya, pendekatan triangulasi memberikan prospek bagi peningkatan keyakinan terhadap kebenaran temuan.
Keterbatasan ini merupakan salah satu alasan bagi dilakukannya
pendekatan campuran (mixed-method) dalam penelitian sosial.
Istilah triangulasi dipinjam dari survey geografis, yang dalam hal
Koding data
Untuk melakukan analisis kuantitatif
seringkali pada tahap awal diperlukan
membuat koding setelah data
Buku kode
Dokumen yang menggambarkan lokasi
variabel dan pemberian kode sesuai
Kegunaan Buku Kode
Sebagai pedoman utama dalam proses
koding.
Memasukkan Data
Petugas data entry memasukkan data
ke dalam matriks data SPSS atau
speadsheet Excel .
Tingkatan Analisis Kuantitatif
Univariat – bentuk paling sederhana,
menggambarkan kasus dlam bentuk
vaiavel tunggal.
Bivariat – perbandingan dua variabel,
menggambarkan kasus dalam bentuk
hubungan dua variabel sekaligus..
Membuat Kategori Code
Dimulai dengan membuat skema kode
yang diturunkan dari keseluruhan
variabel yang tercantum dalam
instrumen (kuestioner).
Analisis Univariat
Menggambarkan kasus melalui
distribusi dari atribut-atribut yang
dikenakan pada variabel.
Misal
:
Tingkat pendidikan: Tidak sekolah,
Tujuan Penyajian data univariat
Memberikan gambaran tentang data
secara detail dan menyeluruh
Distribusi Frequensi
Jenis Pengukuran
Rata-rata
Mengukur kecenderungan tengah.
Mean
Hasil dari pembagian jumlah keseluruhan nilai
dengan jumlah kasus.
Mode
Atribut yang paling banyak ditemukan.
Median
Analisis Bivariat
Menggambarkan sebuah kasus dalam
bentuk dua variabel sekaligus.
Misalnya:
Tingkat pendidikan
Jenis acara televisi yang paling banyak
Membuat Tabel Bivariat
Bagi kasus ke dalam kelompok menurut
atrbut variabel independen.
Gambarkan setiap sub bagian sesuai
dengan atribut variabel dependen..
Baca tabel dengan membandingkan
Analisis Multivariat
Mengalisis dua atau lebih variabvel sekaligus.
Dapat digunakan untuk memahami hubungan
antara dua variabel secara lebih lengkap.
Teknik multivariat berguna sebagai alat yang
ampuh untuk mendiagnosa masalah-masalah
sosial.
Analisis multivariat mengganti opini dengan
Jenis-jenis triangulasi
Dalam perkembangannya terdapat empat jenis triangulasi:
1. Triangulasi data, yakni mengumpulkan data melalui beberapa strategi sampling, sehingga bagian data pada waktu dan situasi sosial yang berbeda dan orang-orang yang juga berbeda dapat dikumpulkan.
2. Triangulasi peneliti, maksudnya menggunakan peneliti dari lebih satu disiplin ilmu untuk mengumpulkan dan menginterpretasikan data. 3. Triangulasi teoritik, maksudnya menggunakan lebih dari satu
pendekatan teori dalam menginterpretasikan data.
• Yang tersebut nomor 4 merupakan pengertian triangulasi yang paling banyak dikenal. Dalam hal ini triangulasi dapat dibedakan antara triangulasi intra-metode dan triangulasi antar-metode. Yang pertama menggunakan variasi dari metode yang sama untuk
meneliti masalah, misalnya, kuestioner menggunakan dua macam skala untuk untuk mengukur persepsi responden.
• Triangulasi antar-metode misalnya adalah menggunakan kuestioner dan observasi untuk mengumpulkan data.