BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Metode Penelitian3.1.1 Lokasi Penelitian
Lokasi Penelitian dilakukan di PT. ULTRAJAYA MILK INDUSTRY AND TRANDING COMPANY Tbk Padalarang, Kab. Bandung Barat, Jawa Barat.
3.1.2 Pengertian Metode Penelitian
Menurut Sugiyono ( 2010 : 4 ) mendefinisikan metode penelitian adalah “Metode Penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat ditemukan, dibuktikan dan dikembangkan suatu pengetahuan sehingga pada gilirannya dapat digunakan untuk memahami, memecahkan dan mengantisipasi masalah.” 3.1.3 Jenis Meode Penelitian
Jenis dan metode yang digunakan peneliti dalam menyelesaikan skripsi adalah dengan menggunakan penelitian deskriptif dan menggunakan metode penelitian studi kasus.
1. Penelitian deskriptif adalah suatu penelitian yang bertujuan untuk mengumpulkan data, dimana data yang telah berhasil dikumpulkan kemudia disajikan kembali dengan disertai analisis sehingga dapat memberikan gambaran yang jelas.
2. Metode penelitian studi kasus adalah metode penelitian yang deigunakan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta dan karakteristik yang terjadi pada objek. Penelitian ini mempunyai ciri menjelaskan situasi atau kejadian dengan mencari informasi aktual, mgidentifikasi masalah praktek yang sedang berlangsyng, kemudian membuat perbandingan dan evaluasi.
3.1.4 Metode Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti dalam menyusun skripsi ini adalah menggunakan data primer (data yang dipdapat langsung dari lapangan) dan data sekunder (data yang diperoleh dari bebrbagai sumber, seperti studi kepustakaan). Metode yang digunakan dalam penelitian skripsi ini dilakukan dengan cara :
1. Survey
Survey atau obeservasi, yaitu teknik pengumpulan data dengan peneliti mengadakan pengamatan secara lansung terhadap gejala-gejala atau subjek yang diteliti.
2. Tinjauan Kepustakaan (Library Research )
jurnal guna memperoleh landasan teoritis yang memadai untuk melakukan pembahasan dalam skripsi ini.
3. Mengakses Web dan Situs-situs Terkait
Metode ini digunakan untuk mencari data-data atau informasi terkait pada website
maupun situs-situs yang menyediakan informasi sehubungan dengan masalah dalam penelitian ini.
3.1.5 Teknik Analisis Data
Teknik yang dilakukan untuk menganalisa adalah menggunakan rasio-rasio keuangan, yaitu Menurut Hery ( 2015 : 166) secara garis besar ada 5 jenis rasio keuangan yang sering digunakan untuk menilai kondisi keuangan dan kinerja perusahaan, yaitu
1. Radio Likuiditas, yaitu merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek yang segera jatuh tempo.
Jenis Jenis Rasio Likuiditas
Berikut ini adalah jenis-jenis rasio yang pada umumnya digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya, antara lain :
1) Rasio Lancar (Current Ratio)
Rasio lancar adlah rasio yang digunakan untuk kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya yang segera jatuh tempo dengan menggunakan total aset lancar yang tersedia. Semakin besar perbandingan aktiva lancar dengan utang lancar semakin tinggi kemampuan perusahaan menutupi kewajiban jangka pendeknya. Rasio ini dapa dibuat dalam bentuk berapa kali atau dalam bentuk presentasi. Apabila rasio lanca ini 1 : 1 atau 100% ini berarti bahwa aktiva lancar dapat menutupi semua utang lancar. Rasio lancar yang lebih aman adalah jika berada diatas 1 diatas 100%. Artinya aktiva lancar jauh diatas jumlah utang lancar. Rasio lancar dirumuskan :
2) Rasio Sangat Lancar (Quick Ratio atau Acid Test Ratio) Rasio Lancar = Aset Lancar x 100%
Rasio sangat lancar atau rasio cepat adalah rasio yang menunjukan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya yang segera jatuh tempo dengan menggunakan ast sangat lancar (kas + sekuritas jangka pendek + piutang), tanpa memperhitungkan persediaan barang dagang dan aset lancar lainnya (seperti perlengkapan dan biaya dibayar dimuka). Seamakin besar rasio ini semakin baik. Rasio ini di sebut juga dengan Acid Test Ratio. Angaka rasio ini tidak harus 100% atau 1 : 1.
Rasio sangat lancar dirumuskan :
3) Rasio Kas (Cash Ratio)
Rasio kas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa besar uang kas atau setara kas yang bersedia untuk membayar utang jangka pendek. Rasio ini menggambarkan kemampuan perusahaan yang sesungguhnya untuk melunasi kewajiban lancarnya yang akan segera jatuh tempo dengan menggunakan uang kas atau setara kas yang ada.
Rasio Kas di rumuskan :
2. Rasio Solvabilitas (Leverage Ratio)
Rasio solvabilitas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aset perusahaan dibayai oleh utang. Dalam arti luas, rasio solvabilitas
digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi seluruh kewajibannya, baik kewajiban jangka pendek maupun jangka panjang.
Jenis-jenis Rasio Solvabilitas : 1) Rasio Utang (Debt Ratio)
Rasio utang adalah rasio yang digunakan untuk mengukur perbandingan antara total utang dengan total aktiva. Dengan kata lain seberapa besar aktiva perusahaan dibiayai oleh utang
perusahaan berpengaruh terhadap pengelolaan aktiva dan biasanya dinyatakan dalam presentase.
Rasio ini dirumuskan :
Rasio Sangat Lancar = Kas + Sekuritas Jangka Pendek + Piutang x 100 %
Kewajiban Lancar
Rasio Kas = Kas dan Setara Kas x 100%
Kewajiban Lancar
Rasio Utang = Total Utang x 100%
2) Rasio Utang Terhadap Ekuitas (Debt To Equity Ratio)
Rasio utang terhadap ekuitas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur perbandingan antara total utang dengan total ekuitas. Rasio ini berguna untuk mengetahui seberapa besar aktiva perusahaan dibiayai dari utang. Dengan kata lain rasio ini untuk mengetahui setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan untuk jaminan utang dan rasio ini biasanya dinyatakan dalam presentase. Rasio ini dirumuskan :
3) Rasio Utang jangka Panjang Terhadap Ekuitas (Long Term Debt To Equity Ratio)
Rasio utang jang panjang terhadap ekuitas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur perbandingan antara utang jangka panjang dengan total ekuitas. Rasio ini berguna untuk mengetahui besarnya perbandingan antara jumlah dana yang disediakan oleh kreditor jangka panjang dengan jumlah dana yang berasal dari modal.
Rasio ini dirumuskan :
4) Rasio Kelipatan Bunga Yang Dihasilkan (Time Interest Earned Ratio)
Rasio kelipatan bunga yang dihasilkan adalah rasio yang menunjukan sejauh mana atau berapa kali kemampuan perusahaan dalam membayar bunga. Kemampuan perusahaan disini diukur dari jumlah laba sebelum bunga dan pajak.
Rasio ini dirumuskan :
Rasio Utang Terhadap Ekuitas = Total Utang x 100%
Total Modal
Rasio Utang Jangka Panjang Terhadap Ekuitas = Utang Jangka Panjang x 100%
Total Modal
5) Rasio Laba Operasional Terhadap Kewajiban (Operating Income To Liabilities Ratio)
Rasio laba operasional terhadap kewajiban adalah rasio yang menunjukan (sejauh mana atau berapa kali) kemampuan perusahaan dalam melunasi seluruh kewajiban. Kemampuan perusahan disini diukur dari jumlah laba operasional.
Rasio ini dirumuskan :
3. Rasio Profitabilitas (Rentabilitas Ratio)
Rasio profitabilitas dikenal juga dengan rasio rentabilitas adalah rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba melalui semua kemampuan dan sumber yang ada seperti penjualan, kas, modal, jumlah karyawan dan sebagainya.
Jenis-jenis Rasio Profitabilitas
1) Hasil Pengembalian Atas Aset (Return On Asset)
Hasil pengembalian atas aset adalah rasio yang menunjukan hasil
(return) atas penggunaan aset perusahaan dalam menciptakan laba bersih. Rasio ini dengan kata lain digunakan untuk mengukur seberapa besar jumlah laba bersih yang akan dihasilkan dari setiap rupiah dana yang tertanam dalam total aset.
Rasio ini dirumuskan :
2) Hasil Pengembalian Atas Ekuitas (Return On Equity)
Hasil pengembalian atas ekuitas adalah rasio yang menunjukan hasi; (return) atas penggunaan ekuitas perusahaan dalam menciptakan laba bersih. Rasio ini dengan kata lain digunakan untuk mengukur seberapa besar jumlah laba bersih yang akan dihasilkan dari setiap dana yang tertanam dalam ekuitas. Rasio ini di rumuskan :
Rasio Laba Operasional = Laba Operasional x 100%
Terhadap Kewajiban Kewajiban
Hasil Penembalian = Laba Bersih x 100% Atas Aset Laba Aset
Hasil Pengembalian = Laba Bersih x 100%
3) Margin Laba Kotor (Gross Profit Margin)
Margin laba kotor adalah rasio yang digunakan untuk mengukur besarnya presentase laba kotor atas penjualan bersih.
Rasio ini dirumuskan :
4) Margin Laba Operasional (Operating Profit Margin)
Margin laba operasional adalah rasio yang digunakan untuk mengukur besarnya presentase laba opersional atas penjualan bersih.
Rasio ini dirumuskan :
5) Margin Laba Bersih (Net Profit Margin)
Margin laba bersih adlah rasio yang digunakan untuk mengukur besarnya presentase laba bersih atas penjualan bersih.
Rasio ini dirumuskan :
Margin Laba Kotor = Laba Kotor x 100% Penjualan Bersih
Margin Laba = Laba Operasional x 100% Operasional Penjualan Bersih
3.2 Gambaran Umum Perusahaan 3.2.1 Sejarah Perusahaan
Bermula dari usaha keluarga yang dirintis sejak tahun 1960an oleh Bapak Achmad Prawirawidjaja (alm), PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (“Perseroan”) dari tahun ke tahun terus berkembang, dan saat ini telah menjadi salah satu perusahaan yang terkemuka di bidang industri makanan dan minuman di Indonesia.
Pada periode awal pendirian, Perseroan hanya memproduksi produk susu yang pengolahannya dilakukan secara sederhana. Pada pertengahan tahun 1970an Perseroan mulai memperkenalkan teknologi pengolahan secara UHT (Ultra High Temperature) dan teknologi pengemasan dengan kemasan karton aseptik (Aseptic Packaging Material).
Pada tahun 1975 Perseroan mulai memproduksi secara komersial produk minuman susu cair UHT dengan merk dagang “Ultra Milk”, tahun 1978 memproduksi minuman sari buah UHT dengan merk dagang “Buavita”, dan tahun 1981 memproduksi minuman teh UHT dengan merk dagang “Teh Kotak”. Sampai saat ini Perseroan telah memproduksi lebih dari 60 macam jenis produk minuman UHT dan terus berusaha untuk senantiasa memenuhi kebutuhan dan selera konsumennya.
Pada tahun 1981 Perseroan menandatangani perjanjian lisensi dengan Kraft General Food Ltd, USA, untuk memproduksi dan memasarkan serta menjual produk-produk keju dengan merk dagang “Kraft”. Pada tahun 1994 kerjasama ini ditingkatkan dengan mendirikan perusahaan patungan: PT Kraft Ultrajaya Indonesia, yang 30% sahamnya dimiliki oleh Perseroan. Perseroan juga ditunjuk sebagai exclusive distributor untuk memasarkan produk yang dihasilkan oleh PT Kraft Ultrajaya Indonesia. Sejak tahun 2002 -untuk bisa berkonsentrasi dalam memasarkan produk sendiri - Perseroan tidak lagi bertindak sebagai distributor dari PT Kraft Ultrajaya Indonesia.
Pada tahun 1994 Perseroan melakukan ekspansi usaha dengan memasuki bidang industri Susu Kental Manis (Sweetened Condensed Milk), dan di tahun 1995 mulai memproduksi susu bubuk (Powder Milk). Sejak tahun 2000 Perseroan melakukan kerjasama produksi (toll packing) dengan PT Sanghiang Perkasa yang menerima lisensi dari Morinaga Milk Industry Co. Ltd., untuk memproduksi dan mengemas produk-produk susu bubuk untuk bayi.
Pada tahun 2008 Perseroan telah menjual merk dagang “Buavita” dan “Go-Go” kepada PT Unilever Indonesia, dan mengadakan Perjanjian Produksi (Manufacturing Agreement) untuk memproduksi dan mengemas minuman UHT dengan merk dagang Buavita dan Go-Go.
Terlebih Dahulu (HMETD) atau Right Issue, yaitu pada tahun 1994, tahun 1999, dan tahun 2004.
Perseroan didirikan berdasarkan Akta No. 8 tanggal 2 Nopember 1971, juncto Akta Perubahan No. 71 tanggal 29 Desember 1971, yang dibuat oleh Komar Andasasmita SH, Notaris di Bandung. Kedua akta tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Keputusan No. Y.A.5/34/21 tanggal 20 Januari 1973 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 34 tanggal 27 April 1973, Tambahan No. 313.
Akta Pendirian dan Akta Perubahan Anggaran Dasar Perseroan
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan terakhir dilakukan untuk disesuaikan dengan Undang-undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, yaitu dengan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan No. 43 tanggal 18 Juli 2008 dibuat oleh Fathiah Helmi S.H., Notaris di Jakarta, dan telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Keputusan no. AHU-56037.AH.01.02 Tahun 2008 tanggal 27 Agustus 2008, dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 68 tanggal 25 Agustus 2009 Tambahan No.23080.
Lokasi Kantor Pusat dan Pabrik Perseroan
Kantor pusat dan pabrik Perseroan berdiri di atas tanah milik Perseroan seluas lebih dari 20 ha yang terletak di jalan Raya Cimareme no. 131, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Lokasi ini sangat strategis karena terletak di daerah lintasan hasil peternakan dan pertanian sehingga memudahkan Perseroan untuk memperoleh pasokan bahan baku dan memudahkan pendistribusian hasil produksinya.
Bidang Usaha
Kegiatan usaha utama Perseroan, berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan yang terakhir, adalah bidang industri makanan dan minuman, dan bidang perdagangan. Di kelompok minuman, Perseroan memproduksi rupa-rupa jenis minuman seperti minuman susu cair, minuman teh, minuman untuk kesehatan dan minuman tradisional. Perseroan memiliki mesin-mesin pengolahan untuk masing-masing jenis produk minuman tersebut.
Selanjutnya produk minuman yang sudah steril ini dikemas dalam kemasan karton aseptik yang steril (Aseptic Packaging Material), sehingga produk minuman tersebut bisa tahan lama tanpa harus menambahkan bahan pengawet. Perseroan memiliki mesin kemasan dengan volume 125 ml, 200 ml, 250 ml, 300 ml, 500 ml, dan 1000 ml. Di bidang makanan Perseroan memproduksi susu bubuk (powder milk), dan susu kental manis (sweetened condensed milk). Perseroan juga memproduksi konsentrat buah-buahan tropis (tropical fruit juice concentrate).
Pasokan Bahan Baku
Susu murni dipasok oleh para peternak sapi yang tergabung dalam Koperasi Peternak Bandung Selatan (KPBS) – Pangalengan dan Koperasi Unit Desa lainnya, sedangkan daun teh dipasok oleh pihak ketiga. Untuk menjaga kelangsungan pasokan bahan baku ini, serta untuk menjaga agar bahan baku yang dipasok tetap berkualitas prima Perseroan senantiasa membina dan memelihara hubungan kemitraan yang sangat baik dengan para pemasok. Kepada para peternak antara lain dengan memberikan bimbingan dan penyuluhan baik dari segi teknik, manajemen, dan permodalan.
Bahan kemasan aseptik (aseptic packaging materials) untuk produk minuman UHT masih diperoleh secara impo
Penelitian dan Pengembangan
Salah satu dari faktor-faktor yang mendorong pertumbuhan Perseroan adalah kemampuan yang kuat dalam mengembangkan jenis-jenis produk baru yang dapat memenuhi selera para konsumen, seperti misalnya Ultra Mimi dan Teh Kotak Less Sugar.
Perseroan memiliki suatu tim penelitian dan pengembangan yang (yang terutama sekali terdiri atas supermarket, hypermarket, minimart, dan toko-toko P&D), pengecer tradisional (yang terutama terdiri atas pengecer independen kecil), dan pedagang grosir.
negara seperti Australia, Kamboja, Nigeria, Arab Saudi, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.
Teknologi
Dalam memproduksi produk-produk makanan dan minuman yang berkualitas tinggi, Perseroan menerapkan sistem yang modern dan mutakhir untuk pemrosesan pengemasan, logistik, dan IT yang ada. Perseroan telah secara konsisten untuk menerapkan teknologi yang modern. Teknologi pengolahan, pengemasan, logistik, dan IT secara rutin dimutakhirkan agar terus sejalan dengan perubahan dan peningkatan teknologi. Sedangkan pengelolaan persediaan barang jadi dilakukan dengan suatu sistem yang terotomatisasi dan terkomputerisasi secara penuh.
Pada tahun 2012 Perseroan telah mengganti sistem ERP SAP dengan ERP Oracle, sehingga diharapkan dapat lebih meningkatkan kemampuan operasional dan analisis dengan meningkatnya efisiensi operasional Perseroan.
Sistem ERP Oracle ini telah dikonfigurasikan dengan sistem koneksivitas penjualan sehingga memungkinkan Perseroan untuk dapat memantau penjualan harian di seluruh jaringan distribusi Perseroan di Pulau Jawa.
Perseroan juga sedang dalam proses menerapkan sistem manajemen kinerja usaha Hyperion untuk meningkatkan kemampuan perencanaan usaha dan sistem pelaporan keuangan.
Produk-produk yang Dihasilkan Perseroan
Jenis Produk Merek Dagang Rasa
Minuman UHT
Susu Cair
Ultra Milk
Full Cream, Cokelat Mocca, Stroberi Ultra Mimi Full Cream, Cokelat,
Vanilla, Stroberi Susu Sehat
Low Fat Hi Cal Cokelat, StroberiMurni, Cokelat
Teh Teh Kotak
Teh Bunga
Melati, Jeruk, Apel Chrysantemum tea
Minuman Kesehatan Sari Asam Murni Asam
Minuman Lainnya Sari Kacang Ijo Coco Pandan Drink
Kacang Hiaju Koko Pandan
Makanan Susu Bubuk Morinaga** Rupa-rupa
Susu Kental Manis Cap Sapi Creamer
3.2.2 Nilai-Nilai Peusahaan
Visi :
Menjadi Industri makanan dan minuman yang terbaik dan terbesar di Indonesia, dengan senantiasa mengutamakan kepuasan konsumen, serta menjunjung tinggi kepercayaan pemegang saham dan mitra kerja perusahaan.
Misi :
Menjalankan usaha dengan dilandasi kepekaan yang tinggi untuk senantiasa berorientasi kepada pasar/konsumen, dan kepekaan serta kepedulian untuk senantiasa memperhatikan lingkungan, yang dilakukan secara optimal agar dapat memberikan nilai tambah sebagai wujud pertanggung jawaban kepada para pemegang saham.
Motto
3.2.3 Struktur Oraganisasi Perusahaan
Rapat Umum Pemegang Saham
Dewan Komisaris
Direksi
Komite Audit
Sekretaris Perusahaan
Audit Internal
Manufacturin
HRD & General
Marketing
Engineering
Sales & Distribution
m
Information & Technology
Pengawasan dan Kepengurusan Perseroan
Sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan, Perseroan diurus dan dipimpin oleh 3 (tiga) orang Direksi yang terdiri dari 1 orang Presiden Direktur dan 2 orang Direktur, yang didalam melaksanakan tugasnya berada dibawah pengawasan 3 (tiga) orang Dewan Komisaris yang terdiri dari 1 orang Presiden Komisaris dan 2 orang anggota Dewan Komisaris.
Anggota Dewan Komisaris maupun anggota Direksi seluruhnya diangkat oleh Rapat Umum Pemegang Saham untuk jangka waktu 5 (lima) tahun setelah tanggal pengangkatan.
Dasar Hukum Perseroan sebagai Pengurus Perseroan
Pengangkatan terakhir adalah berdasarkan akta risalah Rapat Umum Pemegang Saham no. 7 tanggal 26 Juni 2014 dari Ny. Fani Andayani, S.H., Notaris di Cimahi, dan ditetapkan untuk masa jabatan sampai dengan penutupan Rapat Umum Pemegang Saham tahun 2019. Akta Risalah Rapat ini telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum, Direktorat Jenderal
Administrasi Hukum Umum - Kementrian Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
Pada tanggal 31 Desember 2014 komposisi Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan adalah:
Dewan Komisaris
Tn. Supiandi Prawirawidjaja / Presiden Komisaris Tn. drh. Endang Suharya / Komisaris Independen Tn. Soeharsono Sagir, S.E. / Komisaris
Direksi :
Tn. Sabana Prawirawidjaja / Presiden Direktur Tn. Samudera Prawirawidjaja / Direktur
Tn. Ir. Jutianto Isnandar / Direktur
Riwayat Hidup Singkat Pengurus Perseroan
1. SUPIANDI PRAWIRAWIDJAJA, 70 tahun, Presiden Komisaris Merupakan salah satu pendiri Perseroan. Pernah menjabat sebagai Direktur Perseroan (1971-1980). Diangkat sebagai Presiden Komisaris Perseroan sejak tahun 1980.
Pengangkatan terakhir berdasarkan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham tanggal 26 juni 2014. Menempuh
dengan pemegang Saham Perseroan yaitu dengan Sabana Prawirawidjaja dan Samudera Prawirawidjaja.
2. ENDANG SUHARYA, 78 tahun, Komisaris Independen
Pernah menjadi pejabat sebagai Kepala Dinas Peternakan di beberapa Kabupaten Jawa Barat, Kepala Dinas
PeternakanPropinsi Jawa Barat , Direktur Bina Usaha dan Pengelolaan Hasil Perternakan Ditjen Peternakan, Sekretaris Jendral Gabungan Koperasi Susus Indonesia. Diangkut
sebagai Komisaris Perseroan sejak tahun 1996.
Pengangkatan terakhir berdasarkan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tanggal 26 Juni 2014. Menempuh
pendidikan diFakultas Kedokteran Hewan, Insitut Pertanian Bogor, lulus tahun 1963. Tidak mempunyai hubungan aflasi baik dengan anggota Dewan Komisaris lainnya, dengan anggota Direksi Perseroan, maupun dengan pemegang Saham Perseroan.
3. SOEHARSONO SAGIR, 81 tahun, Komisaris
Pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran (1968-1972), Staf Ahli Panglima Komando Pemulihan Keamanan & Ketertiban Republik Indonesia (1978-1983), Staf Ahli Materi Tenaga Kerja
Republik Indonesia (2988-1989). Diangkat sebagai Komisaris Perseroan sejak tahun 2998. Pengangkatan terakhir
berdasarkan Keputusan Rapat Saham tanggal 26 juni 2014. Lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran Bndung tahun 1960.
Tidak mempumyai hubungan aflasi baik dengan anggota Dewan Komisaris lainnya, dengan anggota Direksi Perseroan, maupun demgam Pemegang Saham Perseroan.
4. SABANA PARAWIRAWIDJAJA, 74 tahun, Presiden Direktur Merupakan salah seorang pendiri Perseroan . diangkat sebagai Presiden Direktur Perseroan sejak tahun 1971. Pengangkatan terakhir berdasarkan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham tanggal 26 juni 2014, selain itu, sejak tahun 1994 menjabat sebagai Komisaris si PT Kraft Ultrajaya Indonesia, Presiden Komisaris di PT Campina Ice Cream Industri (1995-sekarang) Komisaris Utama di PT Ultra
Sumatera Dairy Farm sejak tahun 2008, Komisaris Utama di Py Ito En Ultrajaya Wholesale sejak tahun 2013, dan
Komisaris di PT pendidikan dinidang General Management, Nan yang University, Singapore. Mempunyai hubungan aflasi dengan Presiden Komusaris Perseroan dan salah satu Direksi Perseroan.
5. SAMUDERA PRAWIRAWIDJAJA, 50 tahun, Dorektur
sebagi Direktur di PT Kraft Ultrajaya Indonesia (1994-sekarang), Direktur di PT Cmpina Ice Cream Industri sejak thun 1995-sekarang. Direktur di PT Ito En Ultrajaya Wholesale sejak 2013. Menempuh pendidikan di Southern California Colalage, USA, dan lulus tahun 1968. Mempunyai hubungan aflasi dengan Presiden Komisaris Perseroan dan Presiden Direktur Perseroan.
6. JUTIANTO ISNANDAR , 72 tahun, Direktur
Pernah bekerja di PT Indomilk, Jakarta (1970-1974), dan mulai bergabung dengan perseroan sejak tahun 1974. Diperseroan pernah menjabat sebagai Manajer Penjualan & Dstribusi. Diangkat sebagai Direktur Perseroan sejak tahun 1996. Pengangkatan terakhir berdasarkan Keputusan Rapat Umum Pemegang saham 26 Juni 2014. Selain itu, menjabat sebagai Direktur Utama di PT Ultrajaya Into En
Manufacturing. Menempuh pendidikan di Fakultas Teknologi Makanan, Insitut Pertanian Bogor, lulus tahun 1963. Tidak mempunyai hubungan aflasi baik dengan anggota Dewan Komusaris , dengan anggota Direksi Perseroan lainnya, maupun dengan Pemegang Saham Perseroan.
SUMBER DAYA MANUSIA
Sumber daya manusia merupakan mitra kerja Perseroan yang merupakan faktor penentu dari keberhasila Perseroan dalam menccapai tujuannya. Oleh karena tu, peningkatan kekampuan dan profesionalisme SDM, serta pendayagunaannya secara optimal senantiasa menjadi perhatian Perseroan. Pengembangan dan peningkatan kemampuan dan profesionalisme SDM ini dilakukan melalui suatu program pendidikan dan pelatihan secara reguler, baik yang dilaukan secara internal (in-house training) maupun yang dilakukan diluar lingkungan Perseroan. Perseroan belum menentukan anggaran tahunan untuk pendidikan dan pelatihan laryawan, tapi biaya pendidikan dan pelatihan karyawan dikeluarkan sesuai dengan keperluan.
Pada tanggal 31 Desember 2014 perseroan memiliki + 1.276 orang karyawan sedangkan pada tanggal 31 Desember 2013 memiliki + 1.275 orang, dengan komposisi sebagai berikut :
Komposisi menurut Jenjang Manajemen :
Jabatan 2014 2013
Direksi & Komisaris 6 6
Manajer Senior 48 46
Manajer & Suvervisor 126 118
Staf (Administrasi, Produksi) 305 276
Operator Produksi 791 829
Total 1.276 1.275
Pendidikan 2014 2013
S-1, S-2 dan S-3 254 239
D-1, D-2 dan D-3 194 186
SMA dan sederajat 735 743
SMP dan Sederajat 65 75
SD dan Sederajat 28 32
Total 1.276 1.275
Komposisi Menurut Penempatan :
Departemen 2014 2013
Direksi, Komisaris, Sekretaris
Perusahaan 7 7
Marketing 139 133
Plant / Manufacturing 942 950
HRD & General Afairs 75 78
Finance & Accounting 52 48
Information & Technology (IT) Engineering
Internal Audit
20 22 19
17 28 14
Total 1.276 1.275
Saham PT Prawirawidjaja Prakarsa dimiliki oleh Tn. Sabana Prawirawidjaja (75%), Tn. Supiandi Prawirawidjaja (12.5%), dan Tn. Samudera Prawirawidjaja (12.5%). tn. Sabana Prawirawidjaja dan Tn. Supiandi Prawirawidjaja merupakan pendiri/founders
Perseroan,
PT Kraft Ultrajaya Indonesia bergerak dalam idang industri keju. Saham PT Kraft Ultrajaya Indonesia dimiliki oleh Mondelez Internasional (d/h Kraft Foods Netherland Service B.V d/h Kraft Foods Biscuits B.V. d/h Kraft General Foods Ltd.) sebesar 70% dan oleh Peseroan 30%.
PT Nikos Distribution Indonesia bergerak dibidang distribusi, perdagangan, angkutan dan jasa.
PT PRAWIRAWIDJAJA PRAKASA SABANA PRAWIRAWIDJAJA MASYARAKAT & LAINNYA
PT ULTRAJAYA MILK INDUSTRY & TRADING COMPANY Tbk.
PT Nikos Intertrade bergerak dalam bidang logistik dan memiliki 49% saham PT Toll mendistribusikan produk Teh Hijau RTD.
PT Ultra Sumatera Dairy Farm bergerak dibidang pertanian, peternakan, dan perdagangan dan didirikan dengan tujuan untuk mengembangkan peternakan sapi perah di daerah Sumatera. Pada saat ini dalam tahap pembangunan dan belum beroperasi.
PT Ultra Peternakan Bandung Selatan bergerak dalam bidang pertanian, peternakan dan perdagangan.
PT Ultra Agri Lestari bergerak dalam bidang pertanian dan perdagangan. Pada saat ini belum beroperasi secara komersil.
Alamat Perusahaan Asosiasi dan Etnis Anak PT KRAFT ULTRAJAYA INDONESIA
Jalan Raya Cimareme No. 131, Padalarang KABUPATEN BANDUNG BARAT
PT NIKOS DISTRIBUTION INDONESIA Jalan Raya Cimarame No. 131, Padalarang KABUPATEN BANDUNG BARAT
PT NIKOS INTERTRADE
Kawasan Industri Pulogadung
Jakarta Rawa Terate 1 No. 5, Pulogadung JAKARTA TIMUR
PT ULTRAJAYA ITO-EN MANUFACTURING
Talavera Suite, Lantai 21, Talavera Ofce Park Jalan TB Simatupang Kav. 22-26
JAKARTA SELATAN 12430
PT ITO-EN ULTRAJAYA SHOLESALE
Talavera Suite, Lantai 21, Talavera Ofce Park Jalan TB Simatupang Kav. 22-26
Jakarta selatan 12430
PT ULTRA SUMATERA DAIRY FARM Jalan Veteran No. 37, Brastagi SUMATERA UTARA
PT ULTRA PETERNAKAN BANDUNG SELATAN Jalan Raya Pengalengan No. 340, Pangalengan KABUPATEN BANDUNG
PT ULTRA AGRI LESTARI
Komposisi Pemilikan Saham Perseroan
Komposisi Kepemilikan Saham Perseroan Per 31 Desember 2013
Masyarakat
PT Prawirawidjaja Sabana Prawirawidjaja
UBS AG Singapore
Indolife Pensiontama AJ Central Asia
Samudera Prawirawidjaja
Tahun 2013
Catatan :
1. Sabana Prawirawidjaja adalah Presiden Direktur Perseroan , sedangkan Samudera Prawirawidjaja adalah Direktur Perseroan.
2. Pemilikan Ssaham oleh masyarakat dengan total 35,60% tersebut, terdiri dari 1.447 pemegang saham dari 5% (lima persen) dengan klasifkasi kelompok :
a. Perseorangan = 1.326 orang, dengan pemilikan saham = 8,35% b. Perseroan Terbatas = 94 bh,dengan pamilikan = 26,06%
Komposisi Kepemilikan Saham Perseroan Per 31 Desember 2014
Masyarakat
PT Prawirawidjaja Sabana Prawirawidjaja
UBS AG Singapore
Indolife Pensiontama AJ Central Asia
Samudera Prawirawidjaja
Tahun 2014
Catatan :
1. Sabana Prawirawidjaja adalah Presiden Direktur Perseroan, sedangkan Samudera Prawirawidjaja adalah Direktr Perseroan.
2. Pemilikan saham oleh masyarakat dengan total 35,52% tersebut, terdiri dari 1.541 pemegang saham yang masing-masing memiliki saham kurang dari 5% (lima persen) dengan dengan klasifkasi kelompok.
a. Perseorangan = 1.426 orang, dengan pemilikan saham = 8,01% b. Perseroan Terbatas = 97 bh, dengan pemilikan saham = 18,34% c. Asuransi = 8 bh, dengan pemilikan saham = 8, 56%
d. Reksa Dana = 5 bh, dengan pemilikan saham = 0,44% e. Dana Pensiun = 4 bh, dengan pemilikan saham = 0,16% f. Bank Komersil = 1 bh, dengan pemilikan saham < 0,1%