• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH PENERIMAAN PASIEN BARU DAN VITAL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MAKALAH PENERIMAAN PASIEN BARU DAN VITAL"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

PENERIMAAN PASIEN BARU DAN VITAL SIGNS

DISUSUN OLEH :

1. Yunita Sari

2. Dikta Dwi Surinda 3. Widdy Meilania Feron 4. Destiana Ramadhani 5. Syafira Merizkha

POLITEKNIK KESEHATAN TANJUNGKARANG

JURUSAN KEPERAWATAN

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul PENERIMAAN PASIEN BARU DAN VITAL SIGNS

. Kami meyadari dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna penyempurnaan makalah ini.

Demikian yang dapat kami sampaikan, kurang dan lebihnya kami mohon maaf. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Banadar Lampung September

(3)

DAFTAR ISI

HALAM JUDUL...i

KATA PENGANTAR...ii

DAFTAR ISI...iii

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang...1

1.2 Rumusan Masalah...2

1.3 Tujuan ...2

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Penerimaan Pasien Baru...3

2.2 Tujuan Penerimaan Pasien Baru...3

2.3 Persiapan Penerimaan Pasien Baru ...3

2.4 Tahapan Penerimaan Pasien Baru...4

2.5 Hal – Hal Yang Perlu Diperhatikan...4

2.6 Peran Perwat Dalam Penerimaan Pasien Baru...5

2.7 Pemeriksaan tanda vital/ signs vital...6

BAB III PENUTUP 3.1 Simpulan ...9

(4)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pasien yang masuk ke Rumah Sakit yang membutuhkan keperawatan karena membutuhkan pematauan dan pengawasan yang lebih lanjut dan karena memilki defisit personal higiene dan gangguan lainnya.Dan pasien juga membutuhkan dukungan mental berupa konseling , healthty education. Di sini perawat di beri kepercayaan untuk merawat pasien dalam waktu 24 jam sebagai perawt yang profesional mampu memahami atau mempunyai kompetensi untuk melihat kebutuhan yang di gunakan pasien selama dalam proses keperawatan. Menerima pasien yang baru masuk Ke Ruamh Sakit untuk dirawat sesuai protap yang berlaku dan pasien segera memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan dan yang di lakukan. Dan pasien sekarang dengan kemajuan IPTEK mampu melihat memperhatikan kualitas keperawatan yang telah di beri.

(5)

Pemeriksaan tanda vital/Vital Sign merupakan suatu cara untuk mendeteksi adanya perubahan sitem tubuh. Tanda vital meliputi suhu tubuh, denyut nadi, frekuensi pernafasan dan tekanan darah.

Tanda vital mempunyai nilai sangat penting pada fungsi tubuh. Adanya perubahan tanda vital, misalnya suhu tubuh dapat menunjukkan keadaan metabolisme dalam tubuh; Denyut nadi dapat menunjukkan perubahan pada sistem kardiovaskuler; Frekuensi pernafasan dapat menunjukkan fungsi pernafasan; dan Tekanan darah dapat menilai kemampuan sistem kardiovaskuler yang dapat dikaitkan dengan denyut nadi.

Semua tanda vital tersebut saling berhubungan dan mempengaruhi. Perubahan tanda vital dapat terjadi bila tubuh dalam dalam kondisi aktivitas berat atau dalam keadaan sakit dan perubahan tersebut merupakan indikator adanya gangguan sistem tubuh

1.2 Rumusan Masalah

1.2.1. Apa pengertian dari penerimaan pasien baru ? 1.2.2. Apa tujuan utama dari penerimaan pasien baru ? 1.2.3. Apa saja persiapan dalam menerima pasien baru ? 1.2.4. Apa itu pemeriksaan vita/vital signs

1.3 Tujuan

1.3.1. Untuk mengetahui pengertian dari penerimaan pasien baru.

(6)

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Penerimaan Pasien Baru

Penerimaan pasien baru merupakan suatu tata cara ataupun pedoman dalam menerima pasien baru masuk. Penerimaan pasien baru merupakan suatu prosedur yang dilakukan oleh perawat ketika ada pasien baru datang ke sebuah ruangan rawat inap. Penerimaan pasien baru merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan yang komprehensif melibatkan pasien dan keluarga, dimana sangat mempengaruhi mutu kualitas pelayanan. penerimaan pasien baru termasuk bagian utama dari proses keperawatan sebab sebelum melakukan tindakan medis selanjutnya,perawat harus terlebih dahulu mengetahui identitas pasien yang di peroleh ketika perawat menerima pasien baru tersebut,baik rujukan dari rumah maupun rujukan dari tempat lain misalnya rumah sakit atau puskesmas.

2.2 Tujuan Penerimaan Pasien Baru

1. Mengetahui keadaan pasien dan keluarga

2. Pasien bisa langsung menempati ruang perawatan 3. Mengetahui kondisi dan keadaan klien secara umum 4. Menurunkan tingkat kecemasan pasien saat MRS

2.3 Persiapan Penerimaan Pasien Baru

1. Tempat tidur dalam keadaan bersih dan siap pakai 2. Fasilitas yang bersedia dalam kondisi baik

3. Meja dan kursi pasien dalam keadaan bersih 4. Lembar orientasi pasien baru dan keluarga 5. Berkas rekam medis

(7)

2.4 Tahapan Penerimaan Pasien Baru 2.4.1 Tahap Pra Penerimaan Pasien Baru

1. Menyiapkan kelengkapan administrasi

2. Menyiapkan kelengkapan kamar sesuai pesanan 3. Menyiapkan format penerimaan pasien baru

4. Menyiapkan buku status pasien dan fornmat pengkajian keperawatan 5. Menyiapkan inform consent sentralisasi obat

6. Menyiapkan nursing kids

7. Menyiapkan lembar tata tertib pasien, keluarga dan pengunjung ruangan 2.4.2 Tahap Pelaksanaan Penerimaan Pasien Baru

1. Pasien datang diruangan diterima oleh kepala ruanmgan atau perawat primer atau perawat yang diberi delegasi

2. Perawat memperkenalkan diri pada klien dan keluarganya

3. Perawat bersama dengan karyawan lain memindahkan pasien ke tempat tidur (apabila pasien datang dengan berangkat atau kursi roda) dan berikan posisi yang nyaman

4. Perkenalkan pasien baru dengan pasien yang sekamar

5. Setelah pasien tenang dan situasi sudah memungkinkan perawat memberikan informasi kepada klien dan keluarga tentang orientasi ruangan. Perawatan (termasuk perawat yang bertanggung jawab dan sentralisasi obat), medis (dokter yang bertanggung jawab dan jadwal visit) dan tata tertib ruangan.

6. Perawat menanyakan kembali tentang kejelas dan informasi yang telah disampaikan

7. Perawat melakukan pengkajian terhadap pasien sesuai dengan format 8. Perawat menunjukkan kamar atau tempat tidur klien dan mengantarkan ke

tempat yang telah ditetapkan.

2.5 Hal – Hal Yang Perlu Diperhatikan 1. Pelaksanaan secara efektif dan efisien

(8)

3. Saat pelaksanaan tetap menjaga privasi klien.

4. Ajak pasien komunikasi yang baik dan beri sentuhan terapeutik

2.6 Peran Perwat Dalam Penerimaan Pasien Baru 2.6.1 Kepala Ruangan

1. Menerima pasien baru

2. Memeriksa kelengkapan yang diperlukan untuk persiapan pasien baru

2.6.2 Perawat Primer

1. Menyiapkan lembar penerimaan pasien baru 2. Menandatangani lembar penerimaan pasien baru 3. Mengorientasikan pasien ke ruangan

4. Memberi penjelasan tentang perawat dan dokter yang bertanggung jawab 5. Mendelegasikan pengkajian dan pemeriksaan fisik pada pasien baru

kepada perawat associate

6. Mendokumentasikan penerimaan pasien baru 2.6.3 Perawat Associate

(9)

2.7 Pemeriksaan tanda vital/ signs vital

Tanda vital mempunyai nilai sangat penting pada fungsi tubuh. Adanya perubahan tanda vital, misalnya suhu tubuh dapat menunjukkan keadaan metabolisme dalam tubuh; Denyut nadi dapat menunjukkan perubahan pada sistem kardiovaskuler; Frekuensi pernafasan dapat menunjukkan fungsi pernafasan; dan Tekanan darah dapat menilai kemampuan sistem kardiovaskuler yang dapat dikaitkan dengan denyut nadi.

Semua tanda vital tersebut saling berhubungan dan mempengaruhi. Perubahan tanda vital dapat terjadi bila tubuh dalam dalam kondisi aktivitas berat atau dalam keadaan sakit dan perubahan tersebut merupakan indikator adanya gangguan sistem tubuh

Pemeriksaan tanda vital yang dilaksanakan oleh perawat digunakan untuk memantau perkembangan pasien. Tindakan ini bukan hanya merupakan kegiatan rutin pada klien, akan tetapi merupakan tindakan pengawasan terhadap perubahan atau gangguan sistem tubuh.

Pelaksanaan pemeriksaan tanda vital pada semua klien berbeda satu dengan yang lain. Tingkat kegawatan pasien seperti pada kondisi pasien kritis akan membutuhkan pengawasan terhadap tanda vital yang lebih ketat dibanding pada kondisi pasien yang tidak kritis, demikian sebaliknya.

Prosedur pemeriksaan tanda vital yang dilakukan pada pasien meliputi pengukuran suhu, pemeriksaan denyut nadi, pemeriksaan pernafasan, dan pengukuran tekanan darah.

1. SUHU TUBUH

Suhu tubuh merupakan hasil keseimbangan antara produksi panas dan hilangnya panas dari tubuh ke lingkungan. Produksi panas yang dihasilkan tubuh antara lain berasal dari :

a. Metabolisme dari makanan ( Basal Metabolic Rate ) b. Olahraga

c. Shivering atau kontraksi otot skelet

d. Peningkatan produksi hormon tiroksin ( meningkatkan metabolisme seluler )

(10)

f. Termogenesis kimiawi ( rangsangan langsung dari norepinefrin dan efinefrin atau dari rangsangan langsung simpatetik )

Sedangkan hilangnya panas tubuh terjadi melalui beberapa proses yaitu : a. Radiasi adalah pemindahan panas dari satu benda ke benda lain tanpa

melalui kontak langsung, misalnya orang berdiri didepan lemari es yang terbuka

b. Konduksi adalah pemindahan panas dari satu benda ke benda lainnya melalui kontak langsung, misalnya kontak langsung dengan es

c. Konveksi adalah pemindahan panas yang timbul akibat adanya pergerakan udara, misalnya udara yang berdekatan dengan badan akan menjadi hangat d. Evaporisasi adalah pemindahan panas yang terjadi melalui proses penguapan, misalnya pernapasan dan perspiration dari kulit. Misalnya keringat meningkatkan pengeluaran panas tubuh

Suhu tubuh terjaga konstan meskipun adanya perubahan kondisi lingkungan. Hal ini disebabkan karena adanya proses pengaturan suhu melalui negatif feedback sistim ( mekanisme umpan balik ). Organ pengatur suhu yang utama adalah hipotalamus. Untuk regulasi panas tubuh diperlukan konsentrasi sodium dan kalsium yang cukup, terutama didalam dan disekitar Hipotalamus posterior. Variasi suhu orang yang sehat berkisar 0.7 derajat Celcius dari normal ( 1.4 F ).

2. Faktor- faktor yang mempengaruhi suhu tubuh yaitu antara lain : a. Umur

Bayi yang baru lahir sangat dipengaruhi keadaan lingkungan sekitarnya, maka dari itu harus dilindungi dari perubahan iklim yang dapat berubah dengan cepat. Anak- anak mempunyai suhu yang lebih labil dari pada orang dewasa.

UMUR SUHU ( Celcius ) SUHU (Fahrenheit ) Bayi baru lahir 36,1 – 37,7 97 – 100

2 tahun 37,2 98,9

12 tahun 37 98,6

(11)

b. Aktifitas tubuh

Aktifitas otot dan proses pencernaan sangat mempengaruhi suhu tubuh. Pada pagi hari jam 04.00 – 06.00 suhu tubuh paling rendah, sedangkan sore hari sekitar jam 16.00 – 20.00 yang paling tinggi, perubahan suhu berkisar antara 1.1 – 1.6 C ( 2 – 3 F ).

c. Jenis Kelamin

Wanita lebih efisien dalam mengatur suhu internal tubuh dari pada pria, hal ini disebabkan karena hormon estrogen dapat meningkatkan jaringan lemak. Meningkatnya progesteron selama ovulasi akan meningkatkan suhu wanita sekitar 0.3 – 0.5 C (0.5 – 1 F) sedangan estrogen dan testoteron dapat meningkatkan Basal Metabolic Rate

d. Perubahan emosi

Emosi yang meningkat akan menambah kadar Adrenalin dalam tubuh sehingga metabolisme meningkat dan suhu tubuh menjadi naik.

e. Perubahan Cuaca

Perubahan cuaca , Iklim, atau musim mempengaruhi Evaporasi, radiasi, konveksi, konduksi, sehingga mempengaruhi metabolisme dan suhu tubuh f. Makanan, minuman, rokok, dan lavemen

(12)

BAB III PENUTUP

3.1 Simpulan

Penerimaan klien baru dilakukan oleh perawat ketika ada klien atau pasien yang baru datang dari rumah sakit, baik rujukan dari rumah maupun rujukan dari rumah sakit atau puskesmas sebelumnya yang menjadi tempat berobat. Selain itu bahwa penerimaan pasien baru termasuk bagian utama dari proses keperawatan sebab sebelum melakukan pemerisaat awal.Perawat terlebih dahulu mengetahui identitas pasien yang diperoleh ketika perawat menerima pasien baru,baik rujukan dari rumah maupun rujukan dari lembaga kesehatan sebelumnya seperti rumah sakit atau puskesmas.

Pemeriksaan tanda vital yang dilaksanakan oleh perawat digunakan untuk memantau perkembangan pasien. Tindakan ini bukan hanya merupakan kegiatan rutin pada klien, akan tetapi merupakan tindakan pengawasan terhadap perubahan atau gangguan sistem tubuh.

Pelaksanaan pemeriksaan tanda vital pada semua klien berbeda satu dengan yang lain. Tingkat kegawatan pasien seperti pada kondisi pasien kritis akan membutuhkan pengawasan terhadap tanda vital yang lebih ketat dibanding pada kondisi pasien yang tidak kritis, demikian sebaliknya.

Prosedur pemeriksaan tanda vital yang dilakukan pada pasien meliputi pengukuran suhu, pemeriksaan denyut nadi, pemeriksaan pernafasan, dan pengukuran tekanan darah.

3.2 Saran

(13)
(14)

DAFTAR PUSTAKA

Perry,Potter.2005.Buku Ajar Fundamental Keperawatan.Jakarta.EGC

Nursalam, 2011. Manajemen Keperawatan: Aplikasi dalam Praktek Keperawatan

Profesional. Jakarta : Salemba Medika

Gillies. 1989. Manajemen Keperawatan Suatu Pendekatan Sistem. Alih bahasa : Dika Sukmana. Jakarta

http://akhmadchoiri.wordpress.com/2012/11/14/makalah-prosedur-penerimaan-klien-baru/

http://praktikmanagemenkeperawatan.blogspot.com/2013/03/penerimaan-pasien-baru.html

Referensi

Dokumen terkait

Proses penerimaan mahasiswa baru (penmaru) pada LP3I Surabaya yang dijelaskan pada document flow pada Gambar 3.1, dalam proses ini calon aplikan terlebih dahulu datang ke

Dokumen yang diterima dari pos-pos terluar di Sulawesi diterima terlebih dahulu oleh pegawai VOC di Makasar dan juga diseleksi terlebih dahulu sebelum mereka

Sebelum melakukan perhitungan dengan metode AHP terlebih dahulu menyusun strukur hierarki AHP untuk penerimaan Beasiswa Bidik Misi yang ditunjukkan pada Gambar 3

Hasil penelitian didapatkan bahwa ada pengaruh aplikasi protocol Caring pada penerimaan pasien baru terhadap perilakuCaring perawat di ruang rawat inap sebelum (pre

Komponen yang terlibat dalam proses penerimaan pasien ranap dari rajal adalah SDM yaitu dokter poli rajal, perawat rajal, perawat ranap, asisten perawat ranap, petugas

Hubungan pengetahuan perawat tentang standar pelayanan keperawatan dengan pelaksanaan standar operasional prosedur pasien baru di ruang rawat inap Rumah Sakit

Perawat spesialis keperawatan jiwa yang memiliki kompetensi dan kedekatan kontak yang lama dengan pasien lebih memungkinkan untuk melakukan terapi kognitif-perilaku

Dapat disimpulkan bahwa sebanyak 22 orang atau 61.1%, rasa percaya perawat dan pasien pada proses komunikasi terapeutik dalam pelaksanaan asuhan keperawatan, termasuk kategori