• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teru Teru Bozu Ningyou

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Teru Teru Bozu Ningyou"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRAK

Asal-usul jimat teru teru bozu tetap samar sampai sekarang, ada lirik lagu

yang berjudul "Good Weather Monk", yang mampu membawa cuaca cerah

dengan mantra. Namun, seorang kepala biarawan telah berjanji menjadikan cuaca

esok hari baik untuk tuan pada masa itu, tetapi sinar matahari tidak muncul seperti

yang dijanjikan. Lalu kepala biarawan itu dipotong sebagai hukuman. Dikatakan

kepala biarawan itu kemudian dibungkus kain putih dan digantung di luar untuk

menghentikan hujan dan membuat matahari bersinar. Teru teru bozu ningyou

menjawab doa anak-anak dan membawa cuaca yang cerah dan baik, dia diberi

minum sake yang manis. Ketika dia gagal, dia akan dibiarkan menggantung di

bawah hujan sampai dia rusak dan jatuh ke lumpur untuk hukuman. Selanjutnya,

diharapkan dia akan menjawab doa anak-anak. Di daerah Kanto lebih luas

menyebar tentang boneka tersebut daripada di wilayah lain. Tetapi boneka ini

berasal dari Kyoto, dimana Kyoto adalah tempat pertama kalinya dimulai oleh

para wanita pada zaman itu.

Teru-teru Bozu hanyalah secarik kain perca putih yang diberi buntalan

sehingga membentuk kepala. Kadangkala cukup dari kertas tissue atau secarik

saputangan. Lalu digambari mata dan mulut dengan spidol. Sangat sederhana tapi

memiliki arti. Teru-teru bozu adalah boneka tradisional

tepi jendela dengan menggunakan benang. Dari segi bentuk dan pembuatannya,

boneka tersebut mirip dengan boneka

saat

mendatangkan cuaca cerah dan menghentikan atau mencega

(2)

sering terlihat pada bulan September yaitu musim gugur (秋) dimana hujan sering

turun. Mereka berharap hujan cepat reda dan cuaca kembali cerah. Kebiasaan ini

dimulai sejak jaman Edo sampai sekarang.

Boneka Teru-teru Bozu juga masuk dalam perayaan Tanabata Matsuri,

atau festival Bintang diadakan pada malam tanggal 7 bulan 7 setiap tahunnya.

Biasanya orang menggantungkan kertas warna-warni yang berisi harapan atau

permohonan pada pohon bambu. Harapan yang mereka tulis dikertas dipercaya

akan terkabul jika tidak turun hujan. Karena jika turun hujan sungai Ama No

Kawa akan meluap sehingga Orihime dan Kengyuu (sepasang kekasih dalam

legenda Tanabata) tidak dapat berjumpa. Maka harapan yang di tulis pada pohon

bambu tidak akan terkabul. Sebagai penolak hujan inilah kemudian mereka

menggantungkan boneka Teru Teru Bozu. Sehingga tidak heran, boneka ini akan

selalu terlihat menggantung di luar rumah seseorang sehari sebelum menghadapi

hari-hari besar seperti pekan olahraga, upacara-upacara besar, serta

perayaan-perayaan tertentu, khususnya jika acara-acara tersebut jatuh pada musim

penghujan. Beberapa orang jepang memperlihatkan bahwa Teru-teru Bozu

memainkan peranan penting dalam kehidupan masyarakat jepang.

Boneka-boneka ini memiliki peranan yang penting dalam kehidupan

masyarakat Jepang. Karena bagi masyarakat Jepang boneka tradisional tidak

hanya sekedar sesuatu untuk dimainkan oleh anak-anak tetapi juga merupakan

hasil seni yang memiliki banyak fungsi dalam kehidupan masyarakat Jepang,

khususnya boneka yang digunakan untuk bayi dan anak-anak. Boneka tersebut

disediakan sebelum dan sesudah bayi itu lahir.

(3)

Bagi masyarakat Jepang, boneka yang digunakan untuk bayi dan

anak-anak tidak hanya sebagai mainan anak-anak-anak-anak tetapi juga sebagai jimat,

persembahan pengganti diri, perlengkapan festival, dan lain sebagainya.

Referensi

Dokumen terkait

Pada saat Peraturan Daerah ini mulai berlaku, Peraturan Daerah Kabupaten Nomor 7 Tahun 2001 tentang Retribusi dan Sewa Pemakaian Kekayaan Daerah (Lembaran Daerah

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas karunia dan pertolongan-Nya, penulis dapat melaksanakan kerja praktek di Yayasan Bina Darma dengan lancar

Hasil penelitian didapatkan bahwa keluhan terbanyak dari pasien dispepsia adalah nyeri ulu hati (98,15%), derajat keluhan terbanyak adalah derajat sedang (38,89%), insiden tanda

Hasil penelitian menunjukkan persentase biaya langsung medis tertinggi di KBE adalah penggunaan obat/barang medis yaitu sebesar 92,98 % pada kode INA-CBG’s

VIVA berencana untuk mempercapat pelunasan utang yang diperoleh perseroan pada 1 November 2013 senilai USD 220 juta atau sebesar Rp 2,6 triliun dari Credit Suisse dengan

Dengan mengucapkan Alhamdulillah, puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas berkat Rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan

analyze and identify entrepreneur behaviour on business performance especially to Small Medium Enterprise (SMEs) banana processing in South Garut.. The study was

Kondisi SM Rimbang Baling sangat memprihatinkan saat ini, dan sangat disayangkan jika pada akhirnya, pemasalahan yang terjadi di kawasan konservasi menyebabkan