• Tidak ada hasil yang ditemukan

Situasi Transportasi Nasional Indonesia BAB

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Situasi Transportasi Nasional Indonesia BAB"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

SITUASI TRANSPORTASI NASIONAL INDONESIA

MAKALAH

Disusun Oleh:

MUHAMMAD HANIF SYUKRON

NIM: 2241.13.349

HIMPUNAN MAHASISWA UDARA

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN TRANSPORTASI TRISAKTI

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kita berbagai macam nikmat, sehingga aktifitas hidup yang kita jalani ini akan selalu membawa keberkahan, baik kehidupan di alam dunia ini, lebih-lebih lagi pada kehidupan akhirat kelak, sehingga semua cita-cita serta harapan yang ingin kita capai menjadi lebih mudah dan penuh manfaat.

Sholawat serta salam tak lupa kita haturkan kepada junjungan nabi besar kita nabi Muhammad Saw. Yang telah membawa kita dari jaman kebodohan sampai jaman yang penuh sumber informasi.

Terima kasih sebelum dan sesudahnya saya ucapkan kepada teman-teman sekalian yang telah membantu, baik bantuan berupa moril maupun materil, sehingga makalah ini terselesaikan dalam waktu yang telah ditentukan.

Saya menyadari sekali, didalam penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan serta banyak kekurangan-kekurangnya, baik dari segi tata bahasa maupun dalam hal pengkonsolidasian kepada teman-teman sekalian, yang kadangkala hanya menturuti egoisme pribadi, untuk itu besar harapan saya jika ada kritik dan saran yang membangun untuk lebih menyempurnakan makalah-makah saya dilain waktu.

Harapan yang paling besar dari penyusunan makalah ini ialah, mudah-mudahan apa yang saya susun ini penuh manfaat, sebagai tambahan dalam menambah referensi yang telah ada.

Jakarta, 13 Desember 2015

(3)

DAFTAR ISI

Kata Pengantar Daftar Isi

BAB I “PENDAHULUAN”

a. Latar Belakang Masalah b. Rumusan Masalah c. Tujuan Penulisan

BAB II “ PEMBAHASAN”

a. Pengertian dan Manfaat Transportasi b. Sejarah Transportasi Udara di Indonesia c. Situasi Transportasi Udara di Indonesia

d. Masalah dan Hambatan Transportasi di Indonesia

e. Kebijakan dan Strategi Pelayanan pemerintah dalam pelayanan transportasi

BAB III “PENUTUP”

a. Kesimpulan b. Daftar Pustaka

BAB I

(4)

a.

Latar Belakang Masalah

Suatu negara dapat diukur tingkat kemajuan atau kesejahteraannya dengan beberapa faktor, salah satu ukuran yang sangat mudah dalam melihat suatu Negara itu maju atau sejahtera adalah dengan melihat kepada sistem transportasi publik di Negara tersebut. Ketertiban, kemudahan dan kenyamanan serta ketepatan waktu dalam penyelenggaraan suatu sistem transportasi publik di suatu Negara, akan menggambarkan secara tidak langsung maju atau sejahteranya suatu bangsa. Seberapa baik sistem angkutan umum disuatu Negara adalah merupakan cerminan atau berupa suatu refleksi dari seberapa baik Pemerintah suatu Negara mengelola negaranya.

Negara yang maju dan makmur tentu senantiasa memperhatikan kepentingan orang banyak sehingga transportasi publik dapat tertata, tertib, bersih dan nyaman. Dari deskripsi tersebut maka pemerintahan yang baik dan maju adalah pemerintahan yang diisi oleh pejabat-pejabat yang mementingkan kebutuhan umum daripada kepentingan pribadinya. Lantas mengapa dari sistem transportasi publik suatu negara dapat dikatakan maju dan makmur hal tersebut berkaitan dengan kesungguhan pemerintah dalam pengelolaan transportasi itu sendiri, selain itu juga pada penggunaannya yang harus disiplin dalam tingkah laku dalam penggunaan transportasi publik. Hal tersebut merupakan cerminan dari disiplin yang diterapkan begitu tinggi, pengawasan yang baik, dan supremasi hukum yang ditegakkan secara baik.

b.

Rumusan Masalah

1. Apa pengertian dan manfaat transportasi?

2. Bagaimana sejarah transportasi udara di Indonesia?

3. Seperti apa kondisi transportasi udara di Indonesia saat ini? 4. Apa masalah dan hambatan transportasi udara di Indonesia?

5. Seperti apa kebijakan dan strategi pemerintah dalam pelayanan transportasi udara?

c.

Tujuan Penulisan

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah:

(5)

BAB II

PEMBAHASAN

(6)

Transportasi sudah menjadi kebutuhan manusia zaman sekarang. Transportasi adalah suatu hasil karya yang dapat memudahkan manusia melakukan akifitasnya baik itu pekerjaan atau hiburan. Transportasi sangat dikenal jelas oleh masyarakat baik itu masyarakat yang kemampuan ekonominya terbatas bahkan ke masyarakat dengan ekonomi yang melebihi. Transportasi mempunyai banyak jenis mulai dari darat,laut bahkan udara contohnya: mobil, sepeda motor, kapal laut, pesawat terbang.

Kegunaan Transportasi

1. Lebih efisien waktu

Masyarakat yang biasanya kerja dengan lokasi yang berada jauh dari rumah tentunya sangat menyita waktu,tidak jarang dari mereka menyewa tempat tinggal untuk rumah sementaa mereka. Dengan adanya kendaraaan,masyarakat tidak perlu direpotkan lagi oleh hal seperti penyewaan rumah.

2. Lebih menghemat uang

Mereka yang seharusnya mengeluarkan uang untuk penyewaan rumah atau semacamnya akan lebih dimudahkan.

3. Harganya lebih terjangkau

Mengapa tidak, kendaraan itu merupakan suatu barang yang terjangkau karena hampir semua orang mempunyainya.

Manfaat Transportasi

1. Manfaat Sosial

(7)

dan sebagainya. transportasi sangat membantu dalam menyediakan berbagai fasilitas dan kemudahan, seperti:

-Pelayanan untuk perorangan maupun kelompok

-Pertukaran dan penyampaian informasi

-Perjalanan pribadi maupun sosial

-Mempersingkat waktu tempuh antara rumah dan tempat bekerja

-Mendukung perluasan kota atau penyebaran penduduk menjadi kelompok-kelompok yang lebih kecil.

2. Manfaat Ekonomi

Manusia memanfaatkan sumberdaya alam untuk memenuhi kebutuhan pangan, sandang, dan papan. Sumberdaya alam ini perlu diolah melalui proses produksi untuk menjadi bahan siap pakai untuk dipasarkan, sehingga selanjutnya terjadi proses tukar menukar antara penjual dan pembeli. Tujuan dari kegiatan ekonomi adalah memenuhi kebutuhan manusia dengan menciptakan manfaat. Transportasi adalah salah satu jenis kegiatan yang berhubungan dengan peningkatan kebutuhan manusia melalui cara mengubah letak geografi orang maupun barang. Dengan transportasi, bahan baku dibawa ke tempat produksi, dan dengan transportasi pula hasil produksi dibawa ke pasar. Para konsumen datang ke pasar atau tempat-tempat pelayanan yang lain (rumah sakit, pusat rekreasi, pusat perbelanjaan dan seterusnya) dengan menggunakan transportasi

3. Manfaat Politik

(8)

A. Transportasi mengakibatkan pelayanan kepada masyarakat dapat dikembangkan atau diperluas secara lebih merata.

B. Keamanan negara sangat tergantung pada transportasi yang efisien untuk memudahkan mobilisasi kemampuan dan ketahanan nasional, serta memungkinkan perpindahan pasukan selama masa perang atau untuk menjaga keamanan dalam negeri.

C. Sistem transportasi yang efisien memungkinkan perpindahan penduduk dari daerah bencana.

4. Manfaat Fisik

Transportasi mendukung perkembangan kota dan wilayah sebagai sarana penghubung. Rencana tata guna lahan kota harus didukung secara langsung oleh rencana pola jaringan jalan yang merupakan rincian tata guna lahan yang direncanakan. Pola jaringan jalan yang baik akan mempengaruhi perkembangan kota sesuai dengan rencana tata guna lahan. Ini berarti transportasi mendukung penuh terhadap perkembangan fisik suatu kota atau wilayah.

Fungsi Transportasi

Fungsi transportasi (pengangkutan) memegang peranan penting dalam usaha mencapai tujuan pengembangan ekonomi dalam suatu bangsa. Adapun tujuan pengembangan ekonomi yang bisa diperkenankan oleh jasa transportasi adalah:

(9)

2. Meningkatkan jenis dan jumlah barang jadi dan jasa yang dapat dihasilkan para mempertinggi integritas bangsa, transportasi menciptakan dan meningkatkan standar kehidupan masyarakat secara keseluruhan, mempertingi Ketahanan Nasional Bangsa Indonesia (Hankamnas) dan menciptakan pembangunan nasional.

Fungsi lain transportasi adalah untuk mengangkut penumpang dan barang dari satu tempat ke tempat lain. Kebutuhan akan angktan penumpang tegantung fungsi bagi kegunaan seseorang (personal place utility). Peranan transportasi tidak hanya untuk melancarkan barang atau mobilitas manusia. Tansportasi juga membantu tercapainya pengalokasian sumber-sumber ekonomi secara optimal. Transportasi berfngsi sebagai sektor penunjang pembangunan (the promotion sector) dan pemberi jasa (the servicing sector) bago perkembangan ekonomi.

B. Sejarah Transportasi Udara di Indonesia

Sejarah transportasi udara di Indonesia terkait dengan sejarah kemerdekaan. Untuk kemudahan transportasi, pada 1948, mantan presiden Soekarno membeli dua pesawat tipe DC-3 dari Singapura. Pembelian pesawat tersebut didanai para pengusaha asal Aceh. Wilayah Aceh kala itu merupakan bagian Indonesia yang belum tersentuh Belanda.

(10)

pesawat tersebut menjadi cikal bakal perusahaan penerbangan pertama tanah air yaitu Garuda Indonesia.

Industri penerbangan nasional dirintis tahun 1946 di Yogyakarta oleh tim Angkatan Udara Republik Indonesia yang dipelopori Wiweko Soepono, Nurtanio Pringgoadisurjo, dan J. Sumarsono. Salah satu hasil rancangannya adalah pesawat Si Kumbang yang melakukan penerbangan pertama pada 1 Agustus 1954.

Pada 26 April 1976 industri pesawat terbang itu berkembang menjadi PT. Industri Pesawat Terbang Nurtanio (IPTN) yang didirikan dengan DR. B.J. Habibie. Salah satu hasil karya IPTN adalah prototipe pesawat turbo N-250 yang pertama kali terbang selama 55 menit, pada 10 Agustus 1995. Namun industri pesawat terbang ini harus berhenti karena kekurangan dana akibt krisis moneter pada 1997.

C. Kondisi Transportasi Udara di Indonesia

1.

Transportasi Udara

(11)

kebijakan umum angkutan udara diarahkan untuk mewujudkan terselenggaranya angkutan udara secara selamat, aman, cepat, efisien, teratur, nyaman, dan mampu berperan dalam rangka menunjang dan mendukung sektor-sektor pembangunan bernegara dalam rangka mendukung proses tranformasi ekonomi menuju keunggulan kompetitif sesuai amanah RPJPN 2005-2025. Sistem transportasi yang terorganisir, dan saling berinteraksi membentuk sistem pelayanan jasa transportasi yang efektif, efisien dan terpadu diwujudkan melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 49 Tahun 2005 tentang Sistem Transportasi Nasional (Sistranas). Sistem Transportasi Nasional meliputi transportasi darat (jalan, kereta api, sungai, danau, dan penyeberangan), laut, dan udara. Sistranas memiliki fungsi sebagai berikut:

1) Sebagai unsur penunjang, yaitu menyediakan jasa transportasi yang efektif dan efisien untuk memenuhi kebutuhan sektor lain, sekaligus juga berfungsi ikut menggerakkan dinamika pembangunan nasional serta sebagai industri jasa yang dapat memberikan nilai tambah.

2) Sebagai unsur pendorong, yaitu menyediakan jasa transportasi yang efektif untuk menghubungkan daerah terisolasi dengan daerah berkembang yang berada di luar wilayahnya, sehingga terjadi pertumbuhan perekonomian yang sinergis.

Adapun lingkup dari penetapan lokasi bandar udara, tidak hanya memuat titik koordinat bandar udaranya saja, melainkan memuat:

• prakiraan permintaan kebutuhan pelayanan penumpang dan kargo;

(12)

• tata letak fasilitas;

• tahapan pelaksanaan pembangunan;

• kebutuhan dan pemanfaatan lahan;

• daerah lingkungan kerja

• daerah lingkungan kepentingan;

• kawasan keselamatan operasi penerbangan; dan

• batas kawasan kebisingan.

D. Masalah dan Hambatan Transportasi di Indonesia

1. Fasilitas yang kurang memadai

Seperti data yang sudah dipaparkan pada sub bab diatas, terlihat bahwa fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh Negara untuk transportasi dirasa masih kurang jika melihat banykanya masyarakat yang memanfaatkan transporatsi dalam aktifitas mereka sehari-hari.

(13)

Masalah transportasi di Indonesia tidak pernah lepas dari masalah keamanan. Akhir-akhir ini kita sering mendengar dari media informasi banyaknya kejahatan yang terjadi pada sarana-sarana transportasi seperti perampokan, pelecehan seksual dll. Hal ini akan berakibat kepercayaan masyarakat menggunakan moda transportasi umum akan menurun dengan adanya factor keamanan yang kurang menjamin.

3. Tarif yang kurang terjangkau masyarakat bawah

Mahalnya tarif transportasi di indonesia menyebabkan masyarakat harus berpikir dua kali untuk mengunakan moda transportasi tersebut. Jadi tak heran banyak dari masyarakat yang lebih memilih menggunakan kendaraan pribadinya untuk beraktifitas dibanding menggunakan transportasi umum. Jika terjadi seperti ini maka akan terjadi penumpukan kendaraan dijalan karena tidak sebandingnya kendaraan yang ada dengan jumlah fasilitas yang disediakan.

4. Sarana dan Prasarana yang kurang baik

Buruk dan minimnya sarana-prasarana yang ada di dunia transportasi sudah menjadi rahasia umum. Hal inilah yang menjadi penyebab banyak terjadinya kecelakaan baik itu di darat, laut, maupun udara. Di darat misalnya banyak fasilitas jalan raya yang kondisinya sudah rusak sehingga bisa menyebabkan kecelakaan lalu lintas. di laut, banyak terjadi kebocoran-kebocoran pada kapal yang menyebabkan hilangnya keseimbangan dari kapal tersebut. Ataupun di udara banyak terjadi pesawat-pesawat terbang yang hilang kendali karena buruknya fasilitas yang kurang memadai dari pesawat tersebut.

5. Kurangnya pengawasan Pemerintah

(14)

tersebut. imbasnya kembali lagi kepada keselamatan masyarakat yang terancam. Disinilah peran pemerintah untuk memberi perhatian lebih terhadap moda transportasi, untuk menyeleksi angkutan-angkutan mana saja yang memenuhi prosedur layak jalan agar nantinya masyarakat yang menggunakan transportasi tersebut bisa merasa aman dan nyaman.

E. Kebijakan dan Strategi Pelayanan Pemerintah dalam Pelayanan

Transportasi Udara.

a. Kebijakan Angkutan Udara Dalam Negeri :

1) Rute penerbangan dalam negeri dapat menghubungkan dan menjangkau seluruh wilayah Republik Indonesia yang terdiri dari rute utama, rute pengumpan dan rute perintis.

2) Memperhatikan aspek pemerataan pelayanan di seluruh wilayah, dengan menerapkan prinsip subsidi silang (keseimbangan rute) yaitu perusahaan penerbangan selain menerbangi rute sangat padat dan padat juga menerbangi rute kurang padat dan tidak padat.

3) Menerapkan Multi Airlines System dimana satu rute penerbangan dilayani lebih dari satu perusahaan penerbangan untuk menciptakan iklim usaha yang berkompetisi secara sehat dan kondusif.

4) Memperhatikan keterpaduan antar rute penerbangan dalam negeri atau rute penerbangan dalam negeri dengan rute penerbangan luar negeri.

(15)

b. Kebijakan Persetujuan Terbang (Flight Approval) :

1. Persetujuan Terbang (flight approval) merupakan persetujuan yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara kepada pemegang izin usaha angkutan udara niaga atau pemegang izin kegiatan angkutan udara bukan niaga atau badan hukum/ perorangan asing berdasarkan izin khusus dari pemerintah atau perjanjian bilateral/ multilatera dalam rangka pengawasan kapasitas angkutan udara dan hak angkut (traffic rights).

2. Sesuai dengan semangat otonomi daerah tentang pelimpahan wewenang kepada daerah, dimungkinkan persetujuan terbang (flight approval) diterbitkan oleh Dinas Perhubungan Propinsi untuk pesawat di atas 30 tempat duduk, penerbangan dalam propinsi dan bersifat tidak berjadwal

3. Persetujuan Terbang (flight approval) yang telah diberikan tidak membebaskan pemegang persetujuan terbang (flight approval) dari pelaksanaan setiap peraturan teknis operasi, keamanan dan keselamatan penerbangan.

F. Sistem Transportasi Nasional

(16)

BAB III

Penutup

A.

KESIMPULAN

Kemajuan suatu Negara dapat dilihat dari transportasi yang ada di Negara tersebut baik itu dari saran dan prasarananya ataupun pengelola dan pihak-pihak yang terkait. Awal mula transportasi dikenal oleh masyarakat Indonesia itu yang pertama adalah transportasi angkutan air. Karena Indonesia adalah Negara bahari maka perahu dan kapal adalah sarana yang paling penting sejak awal peradaban nusantara. Kemudian berkembang lagi yaitu adanya transportasi darat yang berkembang di pulau jawa sejak abad ke-4 diamana pulau jawa sebagi pusat perdaban awal nusantara. Setelah itu berkembang lagi adanya transportasi udara yang ketika itu populer karena mantan presiden soekarno yang membeli dua tipe pesawat dari singapura.

Pada dasarnya transportasi itu memiliki penegertian yaitu pemindahan manusia atau barang dari satu tempat ke tempat lainnya dengan menggunakan sebuah kendaraan yang digerakkan oleh manusia atau mesin. Dimana manfaatnya sendiri yaitu untuk mempermudah aktifitas manusia dalam kegiatan sehari-harinya.

(17)

B. DAFTAR PUSTAKA

dishubllaj.jatimprov.info/index.php?option=com_content

hubdat.web.id/spesial-konten/dokumen-publikasi/5.../download http://id.wikipedia.org/wiki/Transportasi

http://hubud.dephub.go.id/?id+page+detail+30

http://mutu999.blogspot.com/2010/02/sistem-transportasi-udara-di-indonesia.html http://woxxism.blogspot.com/2010/11/kelebihan-dan-kekurangan-berbagai-moda.html http://udaratransportasi.blogspot.com/2011/11/penyebab-masalah-transportasi-di.html

Referensi

Dokumen terkait

Pada praktik Pengalaman Lapangan ini, mahasisiwa dilatih untuk melaksanakan tugas-tugas yang dilakukan oleh tenaga pendidik seperti, kegiatan praktik mengajar, menyusun

Tujuan dari penelitian ini ialah Mengetahui pertumbuhan tanaman sawi hijau , wortel, dan bawang prei pada arah guludan yang berbeda dan Mengetahui arah guludan yang

implementasi selama 5 tahun kedepan dengan memperhatikan sistem atau aplikasi apa saja yang akan dibangun guna memberikan informasi secara kondusif dimana

Trotoir berfungsi untuk memberikan pelayanan yang optimal kepada pejalan kaki baik dari segi keamanan maupun kenyamanan .Konstruksi trotoir direncanakan sebagai pelat beton

Sintesis Senyawa Natrium Silikat dari Silika Lumpur Lapindo sebagai Inhibitor Korosi pada Lingkungan Asam Dan Garam...

Melihat kenyataan tersebut maka penulis berkeinginan untuk melakukan penelitian yang berjudul efektivitas layanan informasi dengan model cooperative learning tipe

Dalam melaksanakan penyelesaian masalah, mahasiswa kategori tinggi dalam melakukan perhitungan dan menghitung soal matematika memiliki kecenderungan yang baik dan mampu

Investasi pada produk unit link mengandung risiko, termasuk namun tidak terbatas pada risiko politik, risiko perubahan peraturan pemerintah atau perundang-undangan lainnya,