TINDAK TUTUR DALAM KUMPULAN NASKAH DRAMA
“RAJA TEBALEK”
SKRIPSI
OLEH
AGUS TIANDA
NIM 100701063
DEPARTEMEN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
TINDAK TUTUR DALAM KUMPULAN NASKAH DRAMA “RAJA TEBALEK”
AGUSTIANDA
100701063
Skripsi ini diajukan untuk melengkapi persyaratan memperoleh gelar sarjana dan telah disetujui oleh
Pembimbing I Pembimbing II
Dra. Dwi Widayati, M. Hum. Dra. Salliyanti, M.Hum.
NIP.19650514 198803 2 001 NIP.19590212 198303 2 002
Departemen Sastra Indonesia
Ketua
Prof. Dr. Ikhwanuddin Nasution, M.Si.
TINDAK TUTUR DALAM KUMPULAN NASKAH DRAMA RAJA TEBALEK
OLEH
AGUS TIANDA
NIM 100701063
ABSTRAK
Penelitian ini merupakan analisis terhadap bentuk tindak tutur dalam kumpulan naskah drama
Raja Tebalek. Penelitian ini mendeskripsikan bentuk tindak tutur direktif, komisif, dan ekspresif dan juga menganalisis tindak tutur dominan yang paling sering muncul dalam
kumpulan naskah drama Raja Tebalek. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan
metode simak, yaitu menyimak teks tuturan. Selanjutnya, digunakan teknik bebas libat cakap dan teknik catat. Pada pengkajian data digunakan metode agih dan teknik baca markah, yaitu
menganalisis data dengan cara membaca markah pada kumpulan naskah drama Raja Tebalek
untuk mengetahui identitas bahasa yang mengungkapkan tindak tutur direktif, komisif, dan ekspresif. Dalam penelitian ini digunakan teori pragmatik Searle. Dari hasil analisis
disimpulkan bahwa tindak tutur direktif dalam kumpulan naskah drama Raja Tebalek
ditandai oleh pemarkah ayo, nggak setuju, tidak, tidak mengizinkan, tanpa seizin ku, jangan, dilarang, penjual rakyat, tidak setuju, jangan begitu, sekarang buktikan!, keluarkan!, pecat, teken, ambilkan, bagaimana, solusinya, sebaiknya, telepon, saran, begini, jangan, pengusaha dan anggota dewan, percayalah, ikhlaskanlah, mohon, tolong, minta, pegang. Tindak tutur
komisif dalam kumpulan naskah drama Raja Tebalek ditandai oleh pemarkah berjanji,
bersumpah, satu!, jangan bergerak, keluar atau hancur!, terpaksa berpisah, laporkan, jangan bergerak, angkat tangan dan angkat kaki. Tindak tutur ekspresif dalam kumpulan naskah
drama Raja Tebalek ditandai oleh pemarkah terima kasih, takut, jangan main-main, berarti
DAFTAR ISI
PERNYATAAN ... 1
ABSTRAK... ii
DAFTAR ISI ... iii
DAFTAR SINGKATAN ... iv
BAB I : PENDAHULUAN ... v
Latar Belakang Masalah ... 1
1.1 . Rumusan Masalah ... 7
1.2 . Tujuan dan Manfaat penelitian ... 7
1.3.1. Tujuan ... 7
1.3.2. Manfaat Penelitian ... 8
1.3.2.1.Manfaat Teoritis ... 8
1.3.2.2.Manfaat Praktis ... 8
BAB II : KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Konsep ... 8
2.2 Tindak Tutur Direktif, Komisif, dan Ekspresif ... 8
2.3. Landasan Teori ... 9
2.3.1. Pragmatik... 9
2.3.2. Konteks dan Situasi Tutur ... 11
2.3.3. Tindak Tutur ... 13
2.3.4. Konteks ... 15
2.4. Tinjauan Pustaka ... 18
BAB III: METODE PENELITIAN 3.1. Data dan sumber data ... 21
3.1.1. Data ... 21
3.3 Metode dan Teknik Analisis Data ... 23
BAB IV : PEMBAHASAN 4.1 Bentuk tindak tutur dalam kumpulan naskah drama Raja Tebalek ... 28
4.1.1 Bentuk Tindak Tutur Direktif ... 29
4.1.1.1 Mengajak ... 29
4.1.1.2 Melarang 31 4.1.1.3 Menentang ... 39
4.1.1.4 Mendesak ... 42
4.1.1.5 Menyuruh ... 44
4.1.1.6 Menyarankan ... 46
4.1.1.7 Menasihati... 54
4.1.1.8 Memohon ... 58
4.1.1.9 Meminta ... 63
4.1.2 Bentuk Tindak Tutur Komisif ... 66
4.1.2.1 Berjanji ... 66
4.1.2.2 Bersumpah ... 69
4.1.2.3 Mengancam ... 70
4.1.3 Bentuk Tindak Tutur Ekspresif ... 77
4.1.3.1 Mengungkapkan Terima Kasih ... 77
4.1.3.2 Mengungkapkan Rasa Takut ... 80
4.1.3.3 Menyalahkan ... 83
4.1.3.5 Memuji ... 101
4.2 Tindak Tutur Dominan dalam Kumpulan Naskah Drama Raja Tebalek ... 104
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
5.1 Simpulan ... 106
5.2 Saran ... 108
SINGKATAN
Raja Tebalek : RT
Sayembara Bohong : SB
Gara-Gara : GG
Hikayat Pangeran Jongkok : HPJ
Tukang Sapu dan Pengantar Koran : TSPK
Loker : LK
Juru Runding : JR
Amuk Aceh : AA
Tarian Terakhir : TT