BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Allah berfirman dalam QS. Ar-Ruum ayat 21: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”
Allah juga berfirman dalam QS. Al-Hujurat ayat 13 : “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”
Kedua ayat tersebut mengisyaratkan pada setiap orang untuk melakukan pernikahan, karena Allah telah menciptakan manusia berpasang-pasangan. Pernikahan merupakan sebuah peristiwa sakral bernilai ibadah karena dengan dilakukannya pernikahan itu berarti telah menyempurnakan separuh agama seseorang sehingga banyak orang menginginkannya terjadi hanya sekali dalam hidupnya.
Menurut syariat Islam, pernikahan haruslah dibingkai dengan dasar yang kuat, mempunyai tujuan yang jelas dan mulia yaitu karena Allah. Pernikahan hendaknya mendapat persetujuan dari wali nikah dan diumumkan walaupun sederhana, agar khalayak mengetahui serta untuk menghindari fitnah. Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, mengatur urusan pernikahan berdasar syariat agama, dan mensyaratkan warganya yang ingin melakukan pernikahan untuk mencatatkannya pada Kantor Urusan Agama (KUA) bagi yang beragama Islam. KUA adalah sebuah lembaga pemerintah yang bertugas melakukan pencatatan nikah bagi masyarakat.
BAB II
LANDASAN TEORI
Untuk dapat memperoleh suatu hasil yang optimal dari suatu perencanaan kegiatan-kegiatan dalam suatu manajemen, maka diperlukan adanya sistem yang tepat untuk menjalankan sistem tersebut.
Dalam suatu sistem terdapat beberapa subsistem-susbsistem yang saling bekerjasama antara satu dengan yang lainnya guna mendukung semua kegiatan yang ada dalam perusahaan/instansi yang sifatnya rutin. Dengan menjalankan suatu sistem yang benar dan teratur sesuai dengan prosedur yang berlaku, maka hal ini dapat membantu kelancaran semua kegiatan yang dilakukan instansi sehingga tujuan instansi dapat tercapai.
Sedangkan untuk mengenal sistem secara lebih baik, maka berikut ini akan diberikan pendapat dari beberapa pakar mengenai pengertian sistem informasi.
2.1.1. Definisi Sistem
Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melaksanakan suatu kegiatan atau menyelesaikan sasaran tertentu. [5]
Menurut Fathansyah : “sistem adalah sebuah tatanan (keterpaduan) yang terdiri atas sejumlah komponen fungsional (dengan satu fungsi / tugas khusus) yang saling berhubungan dan secara bersama-sama bertujuan untuk memenuhi suatu proses atau pekerjaan tertentu.” [2]
2.1.2. Elemen-elemen Sistem
Elemen-elemen yang terdapat dalam sistem adalah: 1. Komponen-komponen Sistem ( Components )
Sistem terdiri dari subsistem-subsistem yang merupakan komponen dari sistem tersebut, dimana subsistem-subsistem
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1. Obyek Penelitian
Pada penyusunan Tugas Akhir ini, penulis mengangkat sebuah topik yaitu administrasi pernikahan dan perceraian yang mengambil obyek pada Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pedurungan-Semarang yang beralamatkan di Perum Korpri Sendang Guwo, Kelurahan Gemah, Kecamatan Pedurungan, Semarang.
3.2. Jenis dan Sumber Data 3.2.1. Jenis Data
a. Data Kuantitatif
Yaitu data yang berupa angka – angka nominal. Data kuantitatif yang digunakan seperti misalnya jumlah pernikahan dan perceraian, format penulisan nomor pencatatan nikah dan cerai dan lain-lain.
b. Data Kualitatif
Yaitu data yang bukan berupa angka. Misalnya meliputi informasi tentang latar belakang instansi, struktur organisasi, job description serta prosedur pernikahan dan perceraian yang terjadi di KUA Kecamatan Pedurungan.
3.2.2. Sumber Data a. Data Primer
Data primer adalah data yang langsung didapat dari obyek penelitian meliputi hasil wawancara serta berkas - berkas administrasi pernikahan dan perceraian dll.
b. Data Sekunder
Data Sekunder adalah data yang digunakan sebagai pendukung atau penguat yang berupa teori-teori atau konsep-konsep sebagai landasan teoritis atau kerangka penulisan Tugas Akhir ini.
BAB IV
0B
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1. Tinjauan Umum Instansi 4.1.1 Sejarah Singkat Instansi
Berikut akan dipaparkan sejarah singkat tentang keberadaan Kantor Urusan Agama Kecamatan Pedurungan Semarang dari awal berdirinya sampai sekarang. Sebelum tahun 1993, Kantor Urusan Agama yang mewilayahi daerah Pedurungan dahulu bernama KUA Kecamatan Semarang Timur 2, yang bertempat di Masjid Jami’ Jl. Brigjen Sudiarto, Pedurungan, Semarang, yang dahulu bernama Jl. Majapahit. Hal ini dikarenakan sebelum tahun 1993, jumlah kecamatan yang ada di kota Semarang berjumlah sembilan. Mulai tahun 1993
terjadi pemekaran menjadi 16 kecamatan. Salah satu diantaranya yaitu Kecamatan Pedurungan yang kemudian mempunyai Kantor Urusan Agama sendiri yaitu KUA Kecamatam Pedurungan.
Sejak pemekaran tersebut, pada mulanya KUA Kec. Pedurungan masih berlokasi di Jl. Brigjen Sudiarto, namun dimulai pada tahun 1994 KUA Kecamatan Pedurungan berpindah tempat yaitu di Perum Korpri Sendang Guwo, Kelurahan Gemah, Semarang hingga sekarang. Tepat di sebelah KUA tersebut berdiri sebuah Masjid At-Taubah yang aktif digunakan oleh masyarakat karena letak KUA Kecamatan Pedurungan berada di tengah perumahan warga. Pergantian Kepala KUA juga terjadi, diawali pada tahun 1993 hingga sekarang terdapat 7 orang yang sempat menduduki posisi sebagai Kepala KUA Kecamatan Pedurungan. Dimulai pada tahun 1993 – 1996, KUA Kecamatan Pedurungan dikepalai oleh Drs. Farhani. Tahun 1996 – 1997 oleh Drs. H.N. Mustam Aji. Tahun
BAB V
1B
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Dari hasil penelitian dan pengamatan yang telah penulis lakukan di Kantor Urusan Agama Kecamatan Pedurungan Semarang terhadap sistem yang berjalan selama ini, maka penulis dapat mengambil suatu kesimpulan sebagai berikut :
1. Sistem administrasi pernikahan dan perceraian yang dikerjakan di Kantor Urusan Agama kecamatan Pedurungan Semarang masih menggunakan cara yang sederhana yaitu menuliskannya dengan tangan dan pada lembaran kertas serta buku. Hal itu dirasakan cukup lambat dan riskan terhadap kesalahan-kesalahan penulisan data dan pengarsipannya. Serta jumlah masyarakat yang mengajukan pernikahan semakin meningkat sehingga perlu adanya peningkatan pelayanan masyarakat, untuk itu sangat dibutuhkan sebuah sistem informasi yang cepat dan akurat. Sistem informasi yang dihasilkan semoga dapat berguna bagi Kantor Urusan Agama Kecamatan Pedurungan Semarang untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. 2. Sistem informasi administrasi berbasis komputer yang dihasilkan diharapkaan dapat
mempermudah dan mempercepat kegiatan administrasi pernikahan dan perceraian di KUA, sehingga lebih akurat yang ditandai dengan adanya proses administrasi yang langsung dapat diinputkan oleh pegawai KUA melalui komputer. Hal ini juga
diharapkan mempercepat penyediaan informasi pernikahan dan perceraian bagi pihak-pihak yang membutuhkan.
3. Sistem informasi berbasis komputer akan menghasilkan keseragaman informasi, sehingga diharapkan mempermudah para pengguna informasi untuk mendapatkan data atau informasi yang dibutuhkan serta menjaga keamanan data hasil proses kegiatannya.
5.2 Saran
Saran yang penulis sampaikan di bagian akhir pembuatan Laporan Tugas Akhir ini adalah :
1. Dengan semakin meningkatnya jumlah pengajuan dan pelaksanaan pernikahan dari masyarakat yang ada sekarang ini, maka sebaiknya digunakan sebuah sistem informasi berbasis komputer yang dapat mengolah data pernikahan dan perceraian secara baik serta dapat memberikan informasi secara cepat dan akurat.
2. Dalam menggunakan sistem informasi administrasi pernikahan dan perceraian ini dibutuhkan hardware yang sesuai, software yang tepat dan brainware yang cakap untuk dapat mengolah tersebut secara baik.
3. Sistem informasi pengolahan data pernikahan dan perceraian ini diharapkan melahirkan ide atau gagasan pengembangan informasi secara terpadu, efisien dan efektif.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4). (2007). Buku
Panduan Keluarga Muslim. Semarang : Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi
Jawa Tengah
[2] Fatansyah, Ir. (1999). Buku Teks Ilmu Komputer Basis Data. Bandung : Informatika [3] Hhttp://www.mahasiswa.dinus.ac.id/maxH diakses tanggal 18 Mei 2009
[4] Iskandar P Husni dan Saiful Bahri K. (1997). Pengantar Perancangan Sistem. Jakarta : Erlangga
[5] Jogiyanto H.M. (2005). Analisis dan Desain Sistem Informasi : Pendekatan Terstruktur Teori dan Praktek Aplikasi Bisnis. Yogyakarta : Andi Offset
[6] Kerjasama Penerbit Andi dengan MADCOMS. (2009). Aplikasi Database Visual Basic 6.0 dengan Crystal Report. Yogyakarta : CV. Andi Offset
[7] Kristanto Andri. (2003). Perancangan Sistem Informasi dan Aplikasinya. Yogyakarta : Gava Media
[8] Leman. (1998). Metodologi Pengembangan Sistem Informasi. Jakarta : PT. Elex Media Komputindo
[9] Noersasongko Edi, Ir., M.Kom. (2001). Mengenal Dunia Komputer, Semarang : Universitas Dian Nuswantoro
[10] Pemerintah Republik Indonesia. (1974). Undang-Undang Republik Indonesia No.1
[11] Raymond Mc Leod, Jr. (1995). Sistem Informasi Manajemen Jilid 1. Jakarta : PT. Prenhallindo
[12] Sutabri, Tata, S.Kom., MM. (2004). Analisa Sistem Informasi. Yogyakarta : Andi Offset
[13] Yeni Dwi Fitriana (2007). Sistem Informasi Perkreditan pada Bank BPR BKK Blora
Kota Cab. Kedung Tuban. Skripsi Sarjana Komputer. Universitas Dian Nuswantoro