Memasuki bulan Mei tahun 2016 harga barang-barang/jasa kebutuhan pokok masyarakat di Banten secara umum mengalami kenaikan. Hal ini terlihat dari naiknya Indeks Harga Konsumen (IHK) yang sebesar 129,54 pada bulan April 2016 menjadi 129,93 pada bulan Mei 2016 atau terjadi perubahan indeks (inflasi) sebesar 0,29 persen.
Inflasi terjadi karena enam dari tujuh kelompok pengeluaran yang ada mengalami kenaikan indeks, yakni berturut turut kelompok bahan makanan naik 0,33 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau naik 0,82 persen; kelompok sandang naik sebesar kurang dari 0,01 persen; kelompok kesehatan naik 0,14 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga naik 0,01 persen; dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan naik sebesar 0,31 persen. Sementara itu pada kelompok pengeluaran lainnya terjadi penurunan indeks yaitu pada kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar turun -0,06 persen
Komoditi yang dominan menyumbang inflasi pada bulan ini adalah daging ayam ras, rokok kretek, tarip angkutan udara, rokok kretek filter, kue kering berminyak, melon, jeruk, bubur, gula pasir, dan minyak goreng.
Laju inflasi tahun kalender (2016) tercatat sebesar sebesar 0,43 persen, sedangkan inflasi“Year on Year” (IHK Mei 2016 terhadap Mei 2015) tercatat sebesar 3,84 persen.
No. 31/06/36/Th.X, 1 Juni 2016
P
ERKEMBANGAN
I
NDEKS
H
ARGA
K
ONSUMEN
/I
NFLASI
MEI 2016 BANTEN INFLASI 0,29 PERSEN
Berdasarkan pemantauan Badan Pusat Statistik terhadap 417 jenis barang dan jasa serta hasil
Survei Biaya Hidup (SBH) tahun 2012 di Kota Serang, Tangerang dan Cilegon baik secara mingguan,
dua mingguan maupun bulanan, diketahui pada bulan Mei 2016 ini sebanyak 199 komoditas
mengalami perubahan harga. Rincian lengkapnyanya adalah 133 komoditas mengalami kenaikan
harga dan sisanya sebanyak 66 komoditas mengalami penurunan harga.
Hal tersebut diatas, menyebabkan inflasi pada Mei 2016 sebesar 0,29 persen dengan
penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 129,54 pada April 2016 menjadi 129,93 pada Mei 2016.
Kelompok komoditi yang memberikan andil/sumbangan terhadap inflasi Banten secara berturut-turut
adalah: kelompok bahan makanan sebesar 0,0789 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok
dan tembakau 0,1692 persen; kelompok sandang sebesar 0,0018 persen; kelompok kesehatan 0,0066
persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,0009 persen; dan kelompok transpor,
komunikasi dan jasa keuangan 0,0518 persen.. Sementara kelompok pengeluaran lainnya tercatat
memberikan sumbangan inflasi yaitu kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar -0,0151
Beberapa komoditi yang mengalami kenaikan hargayang cukup tinggiselama bulan Mei 2016
antara lain kol putih/kubis, tarip angkutan udara, jagung manis, santan jadi dan kangkung.. Namun
demikian, pada beberapa komoditi lainnya terjadi penurunan harga diantaranya adalah cabe rawit,
sawi putih, cabe merah, buncis, tomat buah, ketimun dan bawang merah.
Tabel 1
IHK, Inflasi, Laju Inflasi Banten
Menurut Kelompok Pengeluaran Bulan Mei 2016 (2012= 100) Kelompok Pengeluaran IHK Mei 2015 IHK April 2016 IHK Mei 2016 Inflasi Mei 2016 *) Laju Inflasi Tahun 2016 **) Inflasi “Year on Year” **) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) U M U M 125.12 129.54 129.93 0.29 0.43 3.84 1. Bahan Makanan 132.00 140.10 140.55 0.33 2.46 6.48 2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau 133.33 141.34 142.50 0.82 2.67 6.88 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar 119.78 121.84 121.77 -0.06 -0.60 1.66 4. Sandang 109.28 111.23 111.23 0.00 0.90 1.78 5. Kesehatan 116.74 128.32 128.50 0.14 0.72 10.07 6. Pendidikan, rekreasi dan olahraga 120.23 125.38 125.40 0.01 0.32 4.29 7. Transpor, komunikasi & Jasa Keuangan 126.33 123.77 124.16 0.31 -3.59 -1.72
Ket : *) Persentase perubahan IHK Bulan Mei 2016 terhadap IHK bulan sebelumnya **) Persentase perubahan IHK Bulan Mei 2016 terhadap IHK Bulan Desember 2015 ***) Persentase perubahan IHK Bulan Mei 2016 terhadap IHK Bulan Mei 2015
Tabel 2
Sumbangan Kelompok Pengeluaran terhadap Inflasi Banten Bulan Mei 2016
Kelompok Pengeluaran Andil Inflasi (%)
(1) (2)
UMUM 0.2941
1. Bahan Makanan 0.0789
2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau 0.1692 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan bakar -0.0151
4. Sandang 0.0018
5. Kesehatan 0.0066
6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga 0.0009 7. Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan 0.0518
URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN
Kelompok
Bahan Makanan
IHK Naik 0,33 persen
Andil Inflasi 0,0789 persen
Indeks kelompok bahan makanan pada
bulan Mei 2016 tercatat sebesar 140,55 dimana
pada bulan lalu tercatat sebesar 140,10 atau
terjadi kenaikan indeks sebesar 0,33 persen.
Tujuh dari sebelas sub kelompok yang ada
mengalami kenaikan indeks. Kenaikan indeks
yang terbesar terjadi pada sub kelompok bahan
makanan lainnya sebesar 3,23 persen, sub
kelompok daging dan hasil-hasilnya sebesar 2,72
persen dan pada sub kelompok sayur-sayuran
sebesar 2,38 persen. Sedang pada sub kelompok
lainnya mengalami penurunan indeks,
diantaranya yaitu pada sub kelompok
bumubu-bumbuan sebesar -3,09 persen dan sub kelompok
ikan segar sebesar -0,55 persen
Dari 109 komoditi yang ada pada kelompok ini, 104 komoditi diantaranya mengalami koreksi
harga. Koreksi harga positif atau kenaikan harga terjadi pada 63 komoditi. Komoditi yang dominan
memberikan andil inflasi yang cukup besar antara lain daging ayam ras sebesar 0,0629 persen, melon
sebesar 0,0189 persen, jeruk sebesar 0,0186 persen, minyak goring sebesar 0,0131 dan jengkol sebesar
0,0123 persen. Sedangkan komoditi yang memberikan andil deflasi antara lain: cabe merah sebesar
-0,0493 persen, bawang merah sebesar -0,0287 persen, cabe rawit sebesar -0,0147 persen, tomat buah
sebesar -0,0084 persen, dan ikan kembung sebesar -0,0083 persen.
Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau
IHK Naik 0,82 persen
Andil Inflasi 0,1692 persen
Indeks Harga Konsumen (IHK)
kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan
tembakau pada bulan ini mengalami
kenaikan dari 141,34 pada bulan lalu menjadi
142,50 pada bulan Mei 2016 dengan
perubahan sebesar 0,82 persen. Andil inflasi
yang diberikan tercatat sebesar 0,1692 persen.
Semua sub kelompok yang ada pada kelompok ini mengalami kenaikan indeks yakni sub
kelompok makanan jadi naik sebesar 0,35 persen; sub kelompok minuman yang tidak beralkohol naik
0,65 persen dan sub kelompok tembakau dan minuman beralkohol naik sebesar 2,20 persen.
Komoditi yang dominan memberikan andil inflasi adalah pada komoditi rokok kretek sebesar
0,0464 persen; rokok kretek filter sebesar 0,0411 persen, dan kue kering berminyak sebesar 0,0216.
Kelompok/Sub Kelompok IHK Inflasi Inflasi Laju
Bahan Makanan 140.55 0.33 2.46
Padi2an & umbi2an 110.93 0.08 0.20 Daging & Hasilnya 150.83 2.72 -1.34 Ikan Segar 128.91 -0.55 -1.75 Ikan Diawetkan 138.48 -0.45 -0.29 Telur, Susu & Hasilnya 143.47 0.14 -1.99 Sayur-sayuran 152.52 2.38 -5.18 Kacang-kacangan 118.21 -0.09 0.12 Buah-buahan 156.73 1.85 10.27 Bumbu-bumbuan 228.13 -3.09 20.40 Lemak & Minyak 135.47 0.91 9.64 Bhn Mkn Lainnya 156.06 3.23 5.36
Kelompok/Sub Kelompok IHK Inflasi Laju Inflasi
Makanan Jadi, Minuman,
Rokok & Tembakau 142.50 0.82 2.67
Makanan Jadi 140.17 0.35 1.42 Minuman Yg Tdk Beralkohol 134.13 0.65 2.52 Tembakau & Minuman beralkohol 155.99 2.20 6.12
Sementara komoditi yang memberikan andil deflasi terbesar adalah minuman ringan dengan andil
-0,0014 persen dan wafer dengan andil -0,0012 persen.
Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar
IHK Turun -0,06 persen
Andil Inflasi -0,0151 persen
Indeks Harga Konsumen (IHK) kelompok
Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar
mengalami penurunan dari 121,84 pada bulan lalu
menjadi 121,77 pada bulan Mei 2016 dengan
perubahan indeks sebesar -0,06 persen.
Walaupun hanya satu sub kelompok yang
ada pada kelompok ini yang mengalami
penurunan yaitu, sub kelompok bahan bakar,
penerangan dan air sebesar -0,32 persen namun secara keseluruhan memberikan dampak yang cukup
besar. Tiga sub kelompok lainnya mengalami kenaikan indeks yaitu sub kelompok biaya tempat tinggal
sebesar 0,03 persen, sub kelompok penyelengaraan rumahtangga sebesar 0,03 persen, dan sub
kelompok perlengkapan rumah tangga 0,06 persen.
Secara keseluruhan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar memberikan andil
deflasi sebesar -0,0151 persen, dimana kontribusi terbesar disumbangkan oleh tarip listrik dengan andil
sebesar -0,0147 persen, bahan bakar rumah tangga sebesar -0,0049 persen dan sabun cair cuci piring
sebesar -0,0024 persen. Sementara komoditi yang memberi andil inflasi diantaranya adalah sewa rumah
sebesar 0,0037 persen, sabun detergen bubuk sebesar 0,0027 persen dan kontrak rumah sebesar 0,0014
persen.
Kelompok Sandang
IHK Naik 0,004 persen
Andil Inflasi 0,0018 persen
Indeks Harga Konsumen (IHK) kelompok
Sandang tercatat mengalami sedikit kenaikan
sebesar 0,004 persen yakni 111,23 pada bulan lalu
menjadi 111,234 pada bulan Mei 2016.
Tiga dari empt sub kelompok yang ada
pada kelompok ini mengalami kenaikan indeks
yaitu berturut-turut sub kelompok sandang
laki-laki naik 0,04 persen, sub kel.sandang wanita naik
0,01 persen, dan sub kelompok sandang anak-anak naik 0,12 persen. Hanya pada sub kelompok barang
pribadi & sandang lainnya yang mengalami penurunan indeks yaitu sebesar -0,31 persen.
Komoditi yang memberikan andil inflasi pada kelompok ini adalah sandal anak sebesar 0,0011
persen, kemeja pendek anak sebesar 0,0007 persen, sepatu pria sebesar 0,0006 persen, dan celana dalam
pria pria sebesar 0,0003 persen. Sementara itu komoditi yang memberikan andil deflasi diantaranya
adalah emas perhiasan sebesar -0,0008 persen dan sandal kulit pria sebesar -0,0003 persen.
Kelompok/Sub Kelompok IHK Inflasi Inflasi Laju
Perumahan, Air, Listrik, Gas
& Bahan Bakar 121.77 -0.06 -0.60
Biaya Tempat Tinggal 113.41 0.03 0.05 Bhn Bakar, Penerangan & Air 142.50 -0.32 -2.73 Perlengkapan Rumahtangga 128.27 0.06 0.46 Penyelenggaraan RT 119.09 0.03 0.60
Kelompok/Sub Kelompok IHK Inflasi Laju Inflasi
Sandang 111.23 0.00 0.90
Sandang Laki-laki 118.81 0.04 -0.35 Sandang Wanita 107.88 0.01 0.27 Sandang Anak-anak 113.73 0.12 0.68 Brg Pribadi & Sandang lainnya 103.03 -0.31 3.80
Kelompok Kesehatan
IHK Naik 0,14 persen
Andil Inflasi 0,0066 persen
Indeks harga kelompok kesehatan pada
bulan ini mengalami kenaikan dari 128,32 pada
bulan lalu menjadi 128,50 pada bulan ini atau
naik 0,14 persen.
Dua dari empat sub kelompok yang ada
pada kelompok ini mengalami kenaikan indeks
yaitu berturut turut:, sub kelompok obat-obatan
naik 0,02 persen dan sub kelompok perawatan
jasmani dan kosmetik naik sebesar 0,36 persen.
Sementara sub kelompok jasa kesehatan dan sub kelompok jasa perawatan jasmani tidak mengalami
perubahan indeks. Dari 38 komoditi yang ada pada kelompok ini, 19 komoditi diantaranya mengalami
koreksi harga. Komoditi yang dominan memberikan andil inflasi diantaranya adalah shampo sebesar
0,0027 persen, sabun mandi sebesar 0,0015 persen, pasta gigi sebesar 0,0011 persen dan bedak sebesar
0,0004 persen. Sementara komoditi yang memberikan andil deflasi yaitu sabun mandi cair sebesar
-0,001 persen serta jamu dan minyak rambut dengan andil kurang dari -0,0001 persen.
Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga
IHK Naik 0,01 persen
Andil Inflasi 0,0009 persen
Besaran angka indeks Harga Konsumen
(IHK) kelompok pendidikan, rekreasi dan olah
raga pada bulan ini naik dari 125,38 menjadi
125,40 dengan perubahan indeks sebesar 0,01
persen.
Dari lima sub kelompok yang ada pada
kelompok ini, hanya pada pada sub kelompok
perlengkapan/peralatan pendidikan dan rekreasi
yang mengalami kenaikan indeks, masing-masing
sebesar 0,06 persen dan 0,01 persen. Sementara pada sub kelompok lainnya yaitu sub kelompok
jasa pendidikan, sub kelompok kursus-kursus/pelatihan, dan sub kelompok olahraga tidak mengalami
koreksi indeks.
Secara keseluruhan, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga pada bulan ini memberikan
andil sebesar 0,0009 persen. Komoditi yang memberi andil inflasi pada bulan ini adalah laptop/notebook
dengan andil 0,0004 persen, serta PC Desktop dengan andil 0,0003 persen. Pada bulan ini tercatat tidak ada komoditi yang memberikan andil deflasi .
Kelompok/Sub Kelompok IHK Inflasi Inflasi Laju
Kesehatan 128.50 0.14 0.72
Jasa Kesehatan 128.69 0.00 0.12 Obat-obatan 127.09 0.02 1.20 Jasa Perawatan Jasmani 154.93 0.00 1.29 Perawatan Jasmani &
Kosmetik 124.40 0.36 1.29
110.29 0.14 1.88
Kelompok/Sub Kelompok IHK Inflasi Inflasi Laju
Pendidikan, Rekreasi & OR 125.40 0.01 0.32
Jasa Pendidikan 120.54 0.00 0.00 Kursus2/Pelatihan 169.23 0.00 2.73 Perlengkapan/Peralatan Pendidikan 136.41 0.06 0.33 Rekreasi 122.66 0.01 0.21 Olahraga 146.65 0.00 0.39
Kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan
IHK Naik 0,31 persen
Andil Inflasi 0,0518 persen
Indeks Harga Konsumen pada kelompok
ini tercatat mengalami kenaikan, yaitu sebesar
0,31 persen. Indeks harga pada bulan lalu tercatat
sebesar 123,77, naik menjadi 124,16 pada bulan
Mei 2016.
Tiga dari empat sub kelompok yag ada
mengalami kenaikan indeks yaitu sub kelompok
trasnpor sebesar 0,42 persen, sub kelompok
komunikasi & pengiriman sebesar 0,02 persen dan sub kelompok sarana & penunjang transpor
sebesar 0,25 persen. Sementara pada sub kelompok jasa keuangan tidak mengalami koreksi indeks.
Komoditi yang memberikan andil inflasi pada kelompok ini adalah tarip angkutan udara dengan
andil sebesar 0,0431 persen, tarip angkutan dalam kota sebesar 0,0122 persen, pemeliharaan/servise
kendaraan sebesar 0.0028 persen dan harga mobil dengan andil 0,0015 persen. Sementara komoditi yang
memberikan andil deflasi diantaranya adalah bensin sebesar -0,0083 persen, dan ban luar mobil sebesar
0,0001 persen.
Kelompok/Sub Kelompok IHK Inflasi Inflasi Laju
Transpor, Komunikasi &
Jasa Keuangan 124.16 0.31 -3.59
Transpor 134.13 0.42 -5.21 Komunikasi & Pengiriman 99.06 0.02 0.05 Sarana & Penunjang Transpor 122.75 0.25 1.18 Jasa Keuangan 117.99 0.00 1.60
PERKEMBANGAN INFLASI KOTA SERANG, TANGERANG DAN CILEGON
BULAN MEI 2016
Pada bulan Mei 2016, perkembangan harga barang dan jasa (inflasi) di tiga kota IHK di Banten
adalah sebagai berikut : Kota Serang 0,88 persen, Kota Tangerang 0,15 persen dan Kota Cilegon 0,45
persen. Laju inflasi tahun kalender tercatat untuk Kota Serang 1,20 persen; Kota Tangerang 0,18 persen
dan Kota Cilegon 0,95 persen.
Tabel 3
IHK, Inflasi, Laju Inflasi Kota Serang, Tangerang dan Cilegon Menurut Kelompok Pengeluaran Bulan Mei 2016 (2012 = 100)
Kelompok Pengeluaran
Serang Tangerang Cilegon
IHK Mei 2016 Inflasi Mei 2016 *) Inflasi Tahun Kalender **) IHK Mei 2016 Inflasi Mei 2016 *) Inflasi Tahun Kalender **) IHK Mei 2016 Inflasi Mei 2016 *) Inflasi Tahun Kalender **) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) U M U M 130.36 0.88 1.20 130.39 0.15 0.18 126.88 0.45 0.95 1. Bahan Makanan 141.77 1.44 4.39 140.67 -0.06 2.04 138.51 1.18 2.62 2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok &
Tembakau 145.21 1.87 3.91 144.48 0.71 2.50 128.54 0.18 2.18 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan
Bakar 121.66 0.07 0.16 121.27 -0.12 -0.86 124.64 0.10 -0.09 4. Sandang 109.29 0.43 2.11 111.68 -0.16 0.65 110.97 0.38 0.94 5. Kesehatan 124.39 0.32 1.36 131.59 0.02 0.27 116.21 0.64 2.82 6. Pendidikan, rekreasi dan olahraga 121.84 0.01 0.20 124.01 0.00 0.13 137.08 0.08 1.38 7. Transpor, komunikasi & Jasa
Keuangan 124.13 0.49 -5.36 125.73 0.30 -3.38 115.61 0.16 -2.62
Ket : *) Persentase perubahan IHK Bulan Mei 2016 terhadap IHK bulan sebelumnya **) Persentase perubahan IHK Bulan Mei 2016 terhadap IHK Bulan Desember 2015
Tabel 4
Sumbangan Kelompok Pengeluaran terhadap Inflasi Kota Serang, Tangerang dan Cilegon Bulan Mei 2016 (%)
Kelompok Pengeluaran Cilegon Serang Tangerang
(1) (2) (3) (4)
UMUM 0.4487 0.8824 0.1454
1. Bahan Makanan 0.3117 0.3130 -0.0123 2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau 0.0387 0.4352 0.1396 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan bakar 0.0170 0.0130 -0.0268 4. Sandang 0.0212 0.0268 -0.0070 5. Kesehatan 0.0253 0.0169 0.0010 6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga 0.0063 0.0008 0.0000 7. Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan 0.0285 0.0767 0.0509
Umum Bahan Makanan
Makanan
Jadi Perumahan Sandang Kesehatan Pendidikan Transpor Serang 130.36 141.77 145.21 121.66 109.29 124.39 121.84 124.13 Tangerang 130.39 140.67 144.48 121.27 111.68 131.59 124.01 125.73 Cilegon 126.88 138.51 128.54 124.64 110.97 116.21 137.08 115.61 Banten 129.93 140.55 142.50 121.77 111.23 128.50 125.40 124.16 100.00 110.00 120.00 130.00 140.00
Serang Tangerang Cilegon Banten
Gambar 1
Perkembangan IHK Kota Serang, Tangerang, Cilegon dan Banten (2012=100) Bulan Mei 2016
Tabel 5
Perbandingan IHK, Inflasi/Deflasi dan Laju Inflasi 26 Kota Di Pulau Jawa dan Banten Bulan Mei 2016
Ket : *) Persentase perubahan IHK Bulan Mei 2016 terhadap IHK bulan sebelumnya **) Persentase perubahan IHK Bulan Mei 2016 terhadap IHK Bulan Desember 2015 ***) Persentase perubahan IHK Bulan Mei 2016 terhadap IHK Bulan Mei 2015
Pada bulan Mei 2016, Semua kota IHK (26 kota) yang ada di pulau jawa mengalami inflasi. Inflasi terbesar terjadi di kota Serang sebesar 0,88 persen, Cilegon 0,45 persen Tasikmalaya 0,44 persen dan Bogor sebesar 0,37 persen. Sementara inflasi terendah terjadi pada kota Surakarta yaitu sebesar 0,04 persen, disusul kemudian oleh Madiun sebesar 0,06 persen, Yogyakarta sebesar 0,08 persen dan Bekasi sebesar 0,09 persen.
Laju inflasi year on year, tertinggi masih tercatat di Kota Serang yaitu sebesar 4,86 persen. Kota
berikutnya yang menempati urutan tertinggi berturut-turut adalah Tasikmalaya sebesar 4,11 persen; Cilegon sebesar 4,02 persen; Tegal sebesar 4,00 persen; dan bandung sebesar 3,66 persen. Sedangkan laju inflasi
year on year terendah terjadi di kota Kediri sebesar 1,83 persen. Berturut-turut berikutnya adalah Cirebon
sebesar 1,86 persen, Probolinggo sebesar 2,13 persen; dan Bekasi sebesar 2,27 persen.
Kota IHK Mei 2015 IHK April 2016 IHK Mei 2016 Inflasi Mei 2016 *) Laju Inflasi Tahun Kaleder 2016 **) Inflasi Year on Year **) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1. Jakarta 120.16 123.41 123.65 0.19 0.24 2.90 2. Bogor 119.38 122.58 123.03 0.37 1.10 3.06 3. Sukabumi 119.62 122.01 122.36 0.29 0.33 2.29 4. Bandung 118.17 122.21 122.50 0.24 0.65 3.66 5. Cirebon 117.25 119.11 119.43 0.27 0.41 1.86 6. Bekasi 117.38 119.94 120.05 0.09 -0.04 2.27 7. Depok 118.32 121.50 121.89 0.32 0.57 3.02 8. Tasikmalaya 117.33 121.62 122.15 0.44 0.87 4.11 9. Cilacap 121.33 124.84 125.03 0.15 0.53 3.05 10. Purwokerto 117.21 120.76 120.90 0.12 0.48 3.15 11. Kudus 124.03 128.35 128.56 0.16 0.26 3.65 12. Surakarta 116.53 120.59 120.64 0.04 0.68 3.53 13. Semarang 118.50 121.74 121.89 0.12 0.10 2.86 14. Tegal 115.15 119.37 119.76 0.33 0.42 4.00 15. Yogyakarta 117.55 120.81 120.91 0.08 0.38 2.86 16. Jember 117.45 120.43 120.61 0.15 0.31 2.69 17. Banyuwangi 117.74 120.45 120.59 0.12 0.32 2.42 18. Sumenep 117.28 120.33 120.70 0.31 0.27 2.92 19. Kediri 118.70 120.73 120.87 0.12 -0.10 1.83 20. Malang 120.05 123.20 123.39 0.15 0.22 2.78 21. Probolinggo 118.98 121.34 121.52 0.15 0.24 2.13 22. Madiun 117.35 120.67 120.74 0.06 0.58 2.89 23. Surabaya 119.15 122.49 122.65 0.13 0.66 2.94 24. Tangerang 125.86 130.20 130.39 0.15 0.18 3.60 25. Cilegon 121.98 126.31 126.88 0.45 0.95 4.02 26. Serang 124.32 129.22 130.36 0.88 1.20 4.86 27. BANTEN 125.12 129.54 129.93 0.29 0.43 3.84
Informasi lebih lanjut hubungi: Ir. Agoes Soebeno, M.Si. Kepala BPS Provinsi Banten
Telepon: 0254-267027
E-mail : [email protected]; [email protected] Website : banten.bps.go.id