• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

 Memasuki bulan Mei tahun 2016 harga barang-barang/jasa kebutuhan pokok masyarakat di Banten secara umum mengalami kenaikan. Hal ini terlihat dari naiknya Indeks Harga Konsumen (IHK) yang sebesar 129,54 pada bulan April 2016 menjadi 129,93 pada bulan Mei 2016 atau terjadi perubahan indeks (inflasi) sebesar 0,29 persen.

 Inflasi terjadi karena enam dari tujuh kelompok pengeluaran yang ada mengalami kenaikan indeks, yakni berturut turut kelompok bahan makanan naik 0,33 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau naik 0,82 persen; kelompok sandang naik sebesar kurang dari 0,01 persen; kelompok kesehatan naik 0,14 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga naik 0,01 persen; dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan naik sebesar 0,31 persen. Sementara itu pada kelompok pengeluaran lainnya terjadi penurunan indeks yaitu pada kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar turun -0,06 persen

 Komoditi yang dominan menyumbang inflasi pada bulan ini adalah daging ayam ras, rokok kretek, tarip angkutan udara, rokok kretek filter, kue kering berminyak, melon, jeruk, bubur, gula pasir, dan minyak goreng.

 Laju inflasi tahun kalender (2016) tercatat sebesar sebesar 0,43 persen, sedangkan inflasi“Year on Year” (IHK Mei 2016 terhadap Mei 2015) tercatat sebesar 3,84 persen.

No. 31/06/36/Th.X, 1 Juni 2016

P

ERKEMBANGAN

I

NDEKS

H

ARGA

K

ONSUMEN

/I

NFLASI

MEI 2016 BANTEN INFLASI 0,29 PERSEN

Berdasarkan pemantauan Badan Pusat Statistik terhadap 417 jenis barang dan jasa serta hasil

Survei Biaya Hidup (SBH) tahun 2012 di Kota Serang, Tangerang dan Cilegon baik secara mingguan,

dua mingguan maupun bulanan, diketahui pada bulan Mei 2016 ini sebanyak 199 komoditas

mengalami perubahan harga. Rincian lengkapnyanya adalah 133 komoditas mengalami kenaikan

harga dan sisanya sebanyak 66 komoditas mengalami penurunan harga.

Hal tersebut diatas, menyebabkan inflasi pada Mei 2016 sebesar 0,29 persen dengan

penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 129,54 pada April 2016 menjadi 129,93 pada Mei 2016.

Kelompok komoditi yang memberikan andil/sumbangan terhadap inflasi Banten secara berturut-turut

adalah: kelompok bahan makanan sebesar 0,0789 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok

dan tembakau 0,1692 persen; kelompok sandang sebesar 0,0018 persen; kelompok kesehatan 0,0066

persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,0009 persen; dan kelompok transpor,

komunikasi dan jasa keuangan 0,0518 persen.. Sementara kelompok pengeluaran lainnya tercatat

memberikan sumbangan inflasi yaitu kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar -0,0151

(2)

Beberapa komoditi yang mengalami kenaikan hargayang cukup tinggiselama bulan Mei 2016

antara lain kol putih/kubis, tarip angkutan udara, jagung manis, santan jadi dan kangkung.. Namun

demikian, pada beberapa komoditi lainnya terjadi penurunan harga diantaranya adalah cabe rawit,

sawi putih, cabe merah, buncis, tomat buah, ketimun dan bawang merah.

Tabel 1

IHK, Inflasi, Laju Inflasi Banten

Menurut Kelompok Pengeluaran Bulan Mei 2016 (2012= 100) Kelompok Pengeluaran IHK Mei 2015 IHK April 2016 IHK Mei 2016 Inflasi Mei 2016 *) Laju Inflasi Tahun 2016 **) Inflasi “Year on Year” **) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) U M U M 125.12 129.54 129.93 0.29 0.43 3.84 1. Bahan Makanan 132.00 140.10 140.55 0.33 2.46 6.48 2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau 133.33 141.34 142.50 0.82 2.67 6.88 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar 119.78 121.84 121.77 -0.06 -0.60 1.66 4. Sandang 109.28 111.23 111.23 0.00 0.90 1.78 5. Kesehatan 116.74 128.32 128.50 0.14 0.72 10.07 6. Pendidikan, rekreasi dan olahraga 120.23 125.38 125.40 0.01 0.32 4.29 7. Transpor, komunikasi & Jasa Keuangan 126.33 123.77 124.16 0.31 -3.59 -1.72

Ket : *) Persentase perubahan IHK Bulan Mei 2016 terhadap IHK bulan sebelumnya **) Persentase perubahan IHK Bulan Mei 2016 terhadap IHK Bulan Desember 2015 ***) Persentase perubahan IHK Bulan Mei 2016 terhadap IHK Bulan Mei 2015

Tabel 2

Sumbangan Kelompok Pengeluaran terhadap Inflasi Banten Bulan Mei 2016

Kelompok Pengeluaran Andil Inflasi (%)

(1) (2)

UMUM 0.2941

1. Bahan Makanan 0.0789

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau 0.1692 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan bakar -0.0151

4. Sandang 0.0018

5. Kesehatan 0.0066

6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga 0.0009 7. Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan 0.0518

(3)

URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN

Kelompok

Bahan Makanan

IHK Naik 0,33 persen

Andil Inflasi 0,0789 persen

Indeks kelompok bahan makanan pada

bulan Mei 2016 tercatat sebesar 140,55 dimana

pada bulan lalu tercatat sebesar 140,10 atau

terjadi kenaikan indeks sebesar 0,33 persen.

Tujuh dari sebelas sub kelompok yang ada

mengalami kenaikan indeks. Kenaikan indeks

yang terbesar terjadi pada sub kelompok bahan

makanan lainnya sebesar 3,23 persen, sub

kelompok daging dan hasil-hasilnya sebesar 2,72

persen dan pada sub kelompok sayur-sayuran

sebesar 2,38 persen. Sedang pada sub kelompok

lainnya mengalami penurunan indeks,

diantaranya yaitu pada sub kelompok

bumubu-bumbuan sebesar -3,09 persen dan sub kelompok

ikan segar sebesar -0,55 persen

Dari 109 komoditi yang ada pada kelompok ini, 104 komoditi diantaranya mengalami koreksi

harga. Koreksi harga positif atau kenaikan harga terjadi pada 63 komoditi. Komoditi yang dominan

memberikan andil inflasi yang cukup besar antara lain daging ayam ras sebesar 0,0629 persen, melon

sebesar 0,0189 persen, jeruk sebesar 0,0186 persen, minyak goring sebesar 0,0131 dan jengkol sebesar

0,0123 persen. Sedangkan komoditi yang memberikan andil deflasi antara lain: cabe merah sebesar

-0,0493 persen, bawang merah sebesar -0,0287 persen, cabe rawit sebesar -0,0147 persen, tomat buah

sebesar -0,0084 persen, dan ikan kembung sebesar -0,0083 persen.

Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau

IHK Naik 0,82 persen

Andil Inflasi 0,1692 persen

Indeks Harga Konsumen (IHK)

kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan

tembakau pada bulan ini mengalami

kenaikan dari 141,34 pada bulan lalu menjadi

142,50 pada bulan Mei 2016 dengan

perubahan sebesar 0,82 persen. Andil inflasi

yang diberikan tercatat sebesar 0,1692 persen.

Semua sub kelompok yang ada pada kelompok ini mengalami kenaikan indeks yakni sub

kelompok makanan jadi naik sebesar 0,35 persen; sub kelompok minuman yang tidak beralkohol naik

0,65 persen dan sub kelompok tembakau dan minuman beralkohol naik sebesar 2,20 persen.

Komoditi yang dominan memberikan andil inflasi adalah pada komoditi rokok kretek sebesar

0,0464 persen; rokok kretek filter sebesar 0,0411 persen, dan kue kering berminyak sebesar 0,0216.

Kelompok/Sub Kelompok IHK Inflasi Inflasi Laju

Bahan Makanan 140.55 0.33 2.46

Padi2an & umbi2an 110.93 0.08 0.20 Daging & Hasilnya 150.83 2.72 -1.34 Ikan Segar 128.91 -0.55 -1.75 Ikan Diawetkan 138.48 -0.45 -0.29 Telur, Susu & Hasilnya 143.47 0.14 -1.99 Sayur-sayuran 152.52 2.38 -5.18 Kacang-kacangan 118.21 -0.09 0.12 Buah-buahan 156.73 1.85 10.27 Bumbu-bumbuan 228.13 -3.09 20.40 Lemak & Minyak 135.47 0.91 9.64 Bhn Mkn Lainnya 156.06 3.23 5.36

Kelompok/Sub Kelompok IHK Inflasi Laju Inflasi

Makanan Jadi, Minuman,

Rokok & Tembakau 142.50 0.82 2.67

Makanan Jadi 140.17 0.35 1.42 Minuman Yg Tdk Beralkohol 134.13 0.65 2.52 Tembakau & Minuman beralkohol 155.99 2.20 6.12

(4)

Sementara komoditi yang memberikan andil deflasi terbesar adalah minuman ringan dengan andil

-0,0014 persen dan wafer dengan andil -0,0012 persen.

Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar

IHK Turun -0,06 persen

Andil Inflasi -0,0151 persen

Indeks Harga Konsumen (IHK) kelompok

Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar

mengalami penurunan dari 121,84 pada bulan lalu

menjadi 121,77 pada bulan Mei 2016 dengan

perubahan indeks sebesar -0,06 persen.

Walaupun hanya satu sub kelompok yang

ada pada kelompok ini yang mengalami

penurunan yaitu, sub kelompok bahan bakar,

penerangan dan air sebesar -0,32 persen namun secara keseluruhan memberikan dampak yang cukup

besar. Tiga sub kelompok lainnya mengalami kenaikan indeks yaitu sub kelompok biaya tempat tinggal

sebesar 0,03 persen, sub kelompok penyelengaraan rumahtangga sebesar 0,03 persen, dan sub

kelompok perlengkapan rumah tangga 0,06 persen.

Secara keseluruhan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar memberikan andil

deflasi sebesar -0,0151 persen, dimana kontribusi terbesar disumbangkan oleh tarip listrik dengan andil

sebesar -0,0147 persen, bahan bakar rumah tangga sebesar -0,0049 persen dan sabun cair cuci piring

sebesar -0,0024 persen. Sementara komoditi yang memberi andil inflasi diantaranya adalah sewa rumah

sebesar 0,0037 persen, sabun detergen bubuk sebesar 0,0027 persen dan kontrak rumah sebesar 0,0014

persen.

Kelompok Sandang

IHK Naik 0,004 persen

Andil Inflasi 0,0018 persen

Indeks Harga Konsumen (IHK) kelompok

Sandang tercatat mengalami sedikit kenaikan

sebesar 0,004 persen yakni 111,23 pada bulan lalu

menjadi 111,234 pada bulan Mei 2016.

Tiga dari empt sub kelompok yang ada

pada kelompok ini mengalami kenaikan indeks

yaitu berturut-turut sub kelompok sandang

laki-laki naik 0,04 persen, sub kel.sandang wanita naik

0,01 persen, dan sub kelompok sandang anak-anak naik 0,12 persen. Hanya pada sub kelompok barang

pribadi & sandang lainnya yang mengalami penurunan indeks yaitu sebesar -0,31 persen.

Komoditi yang memberikan andil inflasi pada kelompok ini adalah sandal anak sebesar 0,0011

persen, kemeja pendek anak sebesar 0,0007 persen, sepatu pria sebesar 0,0006 persen, dan celana dalam

pria pria sebesar 0,0003 persen. Sementara itu komoditi yang memberikan andil deflasi diantaranya

adalah emas perhiasan sebesar -0,0008 persen dan sandal kulit pria sebesar -0,0003 persen.

Kelompok/Sub Kelompok IHK Inflasi Inflasi Laju

Perumahan, Air, Listrik, Gas

& Bahan Bakar 121.77 -0.06 -0.60

Biaya Tempat Tinggal 113.41 0.03 0.05 Bhn Bakar, Penerangan & Air 142.50 -0.32 -2.73 Perlengkapan Rumahtangga 128.27 0.06 0.46 Penyelenggaraan RT 119.09 0.03 0.60

Kelompok/Sub Kelompok IHK Inflasi Laju Inflasi

Sandang 111.23 0.00 0.90

Sandang Laki-laki 118.81 0.04 -0.35 Sandang Wanita 107.88 0.01 0.27 Sandang Anak-anak 113.73 0.12 0.68 Brg Pribadi & Sandang lainnya 103.03 -0.31 3.80

(5)

Kelompok Kesehatan

IHK Naik 0,14 persen

Andil Inflasi 0,0066 persen

Indeks harga kelompok kesehatan pada

bulan ini mengalami kenaikan dari 128,32 pada

bulan lalu menjadi 128,50 pada bulan ini atau

naik 0,14 persen.

Dua dari empat sub kelompok yang ada

pada kelompok ini mengalami kenaikan indeks

yaitu berturut turut:, sub kelompok obat-obatan

naik 0,02 persen dan sub kelompok perawatan

jasmani dan kosmetik naik sebesar 0,36 persen.

Sementara sub kelompok jasa kesehatan dan sub kelompok jasa perawatan jasmani tidak mengalami

perubahan indeks. Dari 38 komoditi yang ada pada kelompok ini, 19 komoditi diantaranya mengalami

koreksi harga. Komoditi yang dominan memberikan andil inflasi diantaranya adalah shampo sebesar

0,0027 persen, sabun mandi sebesar 0,0015 persen, pasta gigi sebesar 0,0011 persen dan bedak sebesar

0,0004 persen. Sementara komoditi yang memberikan andil deflasi yaitu sabun mandi cair sebesar

-0,001 persen serta jamu dan minyak rambut dengan andil kurang dari -0,0001 persen.

Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga

IHK Naik 0,01 persen

Andil Inflasi 0,0009 persen

Besaran angka indeks Harga Konsumen

(IHK) kelompok pendidikan, rekreasi dan olah

raga pada bulan ini naik dari 125,38 menjadi

125,40 dengan perubahan indeks sebesar 0,01

persen.

Dari lima sub kelompok yang ada pada

kelompok ini, hanya pada pada sub kelompok

perlengkapan/peralatan pendidikan dan rekreasi

yang mengalami kenaikan indeks, masing-masing

sebesar 0,06 persen dan 0,01 persen. Sementara pada sub kelompok lainnya yaitu sub kelompok

jasa pendidikan, sub kelompok kursus-kursus/pelatihan, dan sub kelompok olahraga tidak mengalami

koreksi indeks.

Secara keseluruhan, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga pada bulan ini memberikan

andil sebesar 0,0009 persen. Komoditi yang memberi andil inflasi pada bulan ini adalah laptop/notebook

dengan andil 0,0004 persen, serta PC Desktop dengan andil 0,0003 persen. Pada bulan ini tercatat tidak ada komoditi yang memberikan andil deflasi .

Kelompok/Sub Kelompok IHK Inflasi Inflasi Laju

Kesehatan 128.50 0.14 0.72

Jasa Kesehatan 128.69 0.00 0.12 Obat-obatan 127.09 0.02 1.20 Jasa Perawatan Jasmani 154.93 0.00 1.29 Perawatan Jasmani &

Kosmetik 124.40 0.36 1.29

110.29 0.14 1.88

Kelompok/Sub Kelompok IHK Inflasi Inflasi Laju

Pendidikan, Rekreasi & OR 125.40 0.01 0.32

Jasa Pendidikan 120.54 0.00 0.00 Kursus2/Pelatihan 169.23 0.00 2.73 Perlengkapan/Peralatan Pendidikan 136.41 0.06 0.33 Rekreasi 122.66 0.01 0.21 Olahraga 146.65 0.00 0.39

(6)

Kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan

IHK Naik 0,31 persen

Andil Inflasi 0,0518 persen

Indeks Harga Konsumen pada kelompok

ini tercatat mengalami kenaikan, yaitu sebesar

0,31 persen. Indeks harga pada bulan lalu tercatat

sebesar 123,77, naik menjadi 124,16 pada bulan

Mei 2016.

Tiga dari empat sub kelompok yag ada

mengalami kenaikan indeks yaitu sub kelompok

trasnpor sebesar 0,42 persen, sub kelompok

komunikasi & pengiriman sebesar 0,02 persen dan sub kelompok sarana & penunjang transpor

sebesar 0,25 persen. Sementara pada sub kelompok jasa keuangan tidak mengalami koreksi indeks.

Komoditi yang memberikan andil inflasi pada kelompok ini adalah tarip angkutan udara dengan

andil sebesar 0,0431 persen, tarip angkutan dalam kota sebesar 0,0122 persen, pemeliharaan/servise

kendaraan sebesar 0.0028 persen dan harga mobil dengan andil 0,0015 persen. Sementara komoditi yang

memberikan andil deflasi diantaranya adalah bensin sebesar -0,0083 persen, dan ban luar mobil sebesar

0,0001 persen.

Kelompok/Sub Kelompok IHK Inflasi Inflasi Laju

Transpor, Komunikasi &

Jasa Keuangan 124.16 0.31 -3.59

Transpor 134.13 0.42 -5.21 Komunikasi & Pengiriman 99.06 0.02 0.05 Sarana & Penunjang Transpor 122.75 0.25 1.18 Jasa Keuangan 117.99 0.00 1.60

(7)

PERKEMBANGAN INFLASI KOTA SERANG, TANGERANG DAN CILEGON

BULAN MEI 2016

Pada bulan Mei 2016, perkembangan harga barang dan jasa (inflasi) di tiga kota IHK di Banten

adalah sebagai berikut : Kota Serang 0,88 persen, Kota Tangerang 0,15 persen dan Kota Cilegon 0,45

persen. Laju inflasi tahun kalender tercatat untuk Kota Serang 1,20 persen; Kota Tangerang 0,18 persen

dan Kota Cilegon 0,95 persen.

Tabel 3

IHK, Inflasi, Laju Inflasi Kota Serang, Tangerang dan Cilegon Menurut Kelompok Pengeluaran Bulan Mei 2016 (2012 = 100)

Kelompok Pengeluaran

Serang Tangerang Cilegon

IHK Mei 2016 Inflasi Mei 2016 *) Inflasi Tahun Kalender **) IHK Mei 2016 Inflasi Mei 2016 *) Inflasi Tahun Kalender **) IHK Mei 2016 Inflasi Mei 2016 *) Inflasi Tahun Kalender **) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) U M U M 130.36 0.88 1.20 130.39 0.15 0.18 126.88 0.45 0.95 1. Bahan Makanan 141.77 1.44 4.39 140.67 -0.06 2.04 138.51 1.18 2.62 2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok &

Tembakau 145.21 1.87 3.91 144.48 0.71 2.50 128.54 0.18 2.18 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan

Bakar 121.66 0.07 0.16 121.27 -0.12 -0.86 124.64 0.10 -0.09 4. Sandang 109.29 0.43 2.11 111.68 -0.16 0.65 110.97 0.38 0.94 5. Kesehatan 124.39 0.32 1.36 131.59 0.02 0.27 116.21 0.64 2.82 6. Pendidikan, rekreasi dan olahraga 121.84 0.01 0.20 124.01 0.00 0.13 137.08 0.08 1.38 7. Transpor, komunikasi & Jasa

Keuangan 124.13 0.49 -5.36 125.73 0.30 -3.38 115.61 0.16 -2.62

Ket : *) Persentase perubahan IHK Bulan Mei 2016 terhadap IHK bulan sebelumnya **) Persentase perubahan IHK Bulan Mei 2016 terhadap IHK Bulan Desember 2015

Tabel 4

Sumbangan Kelompok Pengeluaran terhadap Inflasi Kota Serang, Tangerang dan Cilegon Bulan Mei 2016 (%)

Kelompok Pengeluaran Cilegon Serang Tangerang

(1) (2) (3) (4)

UMUM 0.4487 0.8824 0.1454

1. Bahan Makanan 0.3117 0.3130 -0.0123 2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau 0.0387 0.4352 0.1396 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan bakar 0.0170 0.0130 -0.0268 4. Sandang 0.0212 0.0268 -0.0070 5. Kesehatan 0.0253 0.0169 0.0010 6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga 0.0063 0.0008 0.0000 7. Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan 0.0285 0.0767 0.0509

(8)

Umum Bahan Makanan

Makanan

Jadi Perumahan Sandang Kesehatan Pendidikan Transpor Serang 130.36 141.77 145.21 121.66 109.29 124.39 121.84 124.13 Tangerang 130.39 140.67 144.48 121.27 111.68 131.59 124.01 125.73 Cilegon 126.88 138.51 128.54 124.64 110.97 116.21 137.08 115.61 Banten 129.93 140.55 142.50 121.77 111.23 128.50 125.40 124.16 100.00 110.00 120.00 130.00 140.00

Serang Tangerang Cilegon Banten

Gambar 1

Perkembangan IHK Kota Serang, Tangerang, Cilegon dan Banten (2012=100) Bulan Mei 2016

(9)

Tabel 5

Perbandingan IHK, Inflasi/Deflasi dan Laju Inflasi 26 Kota Di Pulau Jawa dan Banten Bulan Mei 2016

Ket : *) Persentase perubahan IHK Bulan Mei 2016 terhadap IHK bulan sebelumnya **) Persentase perubahan IHK Bulan Mei 2016 terhadap IHK Bulan Desember 2015 ***) Persentase perubahan IHK Bulan Mei 2016 terhadap IHK Bulan Mei 2015

Pada bulan Mei 2016, Semua kota IHK (26 kota) yang ada di pulau jawa mengalami inflasi. Inflasi terbesar terjadi di kota Serang sebesar 0,88 persen, Cilegon 0,45 persen Tasikmalaya 0,44 persen dan Bogor sebesar 0,37 persen. Sementara inflasi terendah terjadi pada kota Surakarta yaitu sebesar 0,04 persen, disusul kemudian oleh Madiun sebesar 0,06 persen, Yogyakarta sebesar 0,08 persen dan Bekasi sebesar 0,09 persen.

Laju inflasi year on year, tertinggi masih tercatat di Kota Serang yaitu sebesar 4,86 persen. Kota

berikutnya yang menempati urutan tertinggi berturut-turut adalah Tasikmalaya sebesar 4,11 persen; Cilegon sebesar 4,02 persen; Tegal sebesar 4,00 persen; dan bandung sebesar 3,66 persen. Sedangkan laju inflasi

year on year terendah terjadi di kota Kediri sebesar 1,83 persen. Berturut-turut berikutnya adalah Cirebon

sebesar 1,86 persen, Probolinggo sebesar 2,13 persen; dan Bekasi sebesar 2,27 persen.

Kota IHK Mei 2015 IHK April 2016 IHK Mei 2016 Inflasi Mei 2016 *) Laju Inflasi Tahun Kaleder 2016 **) Inflasi Year on Year **) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1. Jakarta 120.16 123.41 123.65 0.19 0.24 2.90 2. Bogor 119.38 122.58 123.03 0.37 1.10 3.06 3. Sukabumi 119.62 122.01 122.36 0.29 0.33 2.29 4. Bandung 118.17 122.21 122.50 0.24 0.65 3.66 5. Cirebon 117.25 119.11 119.43 0.27 0.41 1.86 6. Bekasi 117.38 119.94 120.05 0.09 -0.04 2.27 7. Depok 118.32 121.50 121.89 0.32 0.57 3.02 8. Tasikmalaya 117.33 121.62 122.15 0.44 0.87 4.11 9. Cilacap 121.33 124.84 125.03 0.15 0.53 3.05 10. Purwokerto 117.21 120.76 120.90 0.12 0.48 3.15 11. Kudus 124.03 128.35 128.56 0.16 0.26 3.65 12. Surakarta 116.53 120.59 120.64 0.04 0.68 3.53 13. Semarang 118.50 121.74 121.89 0.12 0.10 2.86 14. Tegal 115.15 119.37 119.76 0.33 0.42 4.00 15. Yogyakarta 117.55 120.81 120.91 0.08 0.38 2.86 16. Jember 117.45 120.43 120.61 0.15 0.31 2.69 17. Banyuwangi 117.74 120.45 120.59 0.12 0.32 2.42 18. Sumenep 117.28 120.33 120.70 0.31 0.27 2.92 19. Kediri 118.70 120.73 120.87 0.12 -0.10 1.83 20. Malang 120.05 123.20 123.39 0.15 0.22 2.78 21. Probolinggo 118.98 121.34 121.52 0.15 0.24 2.13 22. Madiun 117.35 120.67 120.74 0.06 0.58 2.89 23. Surabaya 119.15 122.49 122.65 0.13 0.66 2.94 24. Tangerang 125.86 130.20 130.39 0.15 0.18 3.60 25. Cilegon 121.98 126.31 126.88 0.45 0.95 4.02 26. Serang 124.32 129.22 130.36 0.88 1.20 4.86 27. BANTEN 125.12 129.54 129.93 0.29 0.43 3.84

(10)

Informasi lebih lanjut hubungi: Ir. Agoes Soebeno, M.Si. Kepala BPS Provinsi Banten

Telepon: 0254-267027

E-mail : [email protected]; [email protected] Website : banten.bps.go.id

Referensi

Dokumen terkait

Dimulai dengan memilih objek penelitian yang berupa webtoon di situs naver yaitu komik golongan darah berjudul Hyeolaekhyeonge gwanhan gandanhan gochal (혈액형에   관한  

–[11.1]– Service dan Melihat Service yang Aktif dengan PortScanner Untuk memastikan Service apa saja yang aktif di Mesin mikrotik, perlu kita. pindai terhadap port

Saran ditujukan pada dosen, kegiatan Lesson Study dapat diterapkan pada perkuliahan lainnya dengan materi pembahasan yang memiliki ciri khas dan pada mahasiswa

Penanganan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) ini setiap tahunnya selalu menjadi program rutin Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, namun pada hasilnya kasus ini tidak

Gambar 4.19 merupakan desain form alokasi anggaran, form ini digunakan untuk mengisi tabel anggaran, ketika semua textbox terisi lalu next, form ini akan

Jika bilai signifikansi dari t hitung lebih besar dari nilai α (p > 0,05) maka hipotesis ditolak, berarti tidak ada pengaruh signifikan antara variabel

Waralaba adalah perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak memanfaatkan dan/atau menggunakan hak dari kekayaan intelektual (HaKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha

Nama pengapalan yang sesuai dengan PBB : Tidak diatur Kelas Bahaya Pengangkutan : Tidak diatur Kelompok Pengemasan (jika tersedia) : Tidak diatur. Bahaya Lingkungan :