• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENDEKATAN DALAM MENELAAH PEMASARAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENDEKATAN DALAM MENELAAH PEMASARAN"

Copied!
36
0
0

Teks penuh

(1)

PENDEKATAN

DALAM MENELAAH

(2)

Pengantar

• Ada beberapa acara yang dapat digunakan untuk menelaah pemasaran di mana masing-masing pendekatan menyediakan suatu perspektif yg khas tentang sifat dan cara kerja proses pemasaran.

• Ada di antara pendekatan ini yg murni bersifat deskriptif sementara yg lain berupaya mengevaluasi sistem dan menyediakan rekomendasi-rekomendasi untuk memperbaikinya.

• Penelaahan sistem dan masalah-masalah pemasaran yg sangat kompleks dapat menimbulkan perasaan frustrasi bila kita tidak memahami cara pengorganisasian pemasaran.

(3)
(4)

A

. Pendekatan Fungsi

(Kegiatan) Pemasaran

Dalam proses pengaliran barang dari produsen ke konsumen diperlukan berbagai tindakan atau perlakuan guna memperlancar perpindahan hak milik barang yang diistilahkan sebagai fungsi. Ada 3 kelompok fungsi pemasaran yaitu:

a. Fungsi pertukaran Fungsi PembelianFungsi penjualan b. Fungsi fisikFungsi TransportasiFungsi PenyimpananFungsi Pengolahan c. Fungsi fasilitasi

Fungsi standardisasi dan grading

Fungsi penanggungan resiko

Fungsi Pembiayaan

(5)

Fungsi pertukaran

:

dimaksudkan

guna

memperlancar

jalannya

perpindahan hak milik barang

Fungsi fisik bertujuan u/ mengadakan barang

secara fisik yang berarti memperlancar kegiatan atau jalannya fungsi

pertukaran

Fungsi fasilitasi

bertujuan u/ menyediakan dan memberikan jasa dan fasilitas guna

memperlancar jalannya fungsi fisik dan fungsi pertukaran

(6)

Fungsi tataniaga ialah semua jasa2 atau

kegiatan yg diberikan dlm proses pengaliran

barang dan jasa dari produsen sampai

konsumen.

Dalam menelaah pemasaran serba fungsi

berarti kegiatan2 tersebut diteliti, dipelajari

kemudian dianalisa dalam proses

pemasaran.

Contoh : menelaah kegiatan2 yg diperlukan

dalam proses pengumpulan dari petani

sampai ke konsumen untuk barang yg tahan

lama (

storeable)

dan barang yg

perishable

(7)

a. Fungsi

pertukaran

:

kegiatan

yg

memperlancar perpindahan hak milik dari

barang dan jasa yg dipasarkan

Fungsi Pembelian

merupakan fungsi yg berhub

dg pemindahan hak milik dari sejumlah barang

yg dipasarkan.

Kegiatan utama fungsi pembelian :

 Menetapkan brp jml dan kualitas yg dibutuhkan

 Mencari sumber brg yg dibutuhkan

 Menetapkan atau merundingkan harga dan syarat pembelian

 Menetapkan syarat2 transaksi

– Pembelian dlm jml sedikit umumnya tidak terlalu sulit utk dilakukan.

(8)

Purchasing

Planning and

procedures

necessary to

obtain goods

and services for

use in the

business or for

resale

.

(9)

Fungsi penjualan :

 kegiatan yg bertujuan utk mencari atau mengusahakan agar ada

pembeli atau permintaan pasar yg cukup baik pada tingkat harga yg menguntungkan.

 Melakukan perencanaan tentang cara atau pola pejualan bagaimana

yang dapat menjamin kemantapan permintaan pasar

 Melakukan kegiatan mencari pasar lokasi atau tempat pemasaran

barang.

 Menetapkan jml dan kualitas maupun waktu yg tepat untuk

memasarkan barang pada setiap pasar sasaran

(10)

Selling

Responding to

consumer needs and

wants with an

appropriate mix of

planned personalized

communications in

order to influence

purchase decisions

and ensure

satisfaction.

(11)

b. Fungsi fisik

:

semua tindakan yg langsung

berhub dg pengadaan barang secara fisik guna

memperlancar jalannya fungsi pertukaran.

1) Fungsi transportasi:

menyediakan brg dan

jasa di daerah konsumen sesuai dg kebutuhan

konsumen baik menurut waktu, jumlah dan

kualitas

Fungsi pengangkutan memp kegiatan

perencanan :

– Jenis barang yg diangkut

– Volume yg akan diangkut

– Waktu pengangkutan dan

– Jenis alat angkutan yg digunakan

Menciptakan kegunaan tempat dan

waktu.

(12)

Distribution

Activities

associated with

the physical

movement or

transfer of

ownership of

products or

services from

producer to

consumer.

(13)

Efisiensi pengangkutan:

Barang sampai di

tangan konsumen sesuai dg yg diinginkan dan

biaya yg murah. Untuk itu perlu diperhatikan

:

Macam alat angkut.

Resiko kerusakan brg selama pengangkutan.

Biaya angkut masing2 barang dr tiap alat

angkut.

Kapasitas angkut.

(14)

2) Fungsi Penyimpanan, diperlukan utk

menyimpan brg sebelum dikonsumsi atau

menunggu diangkut ke pasar atau diolah.

Kegiatan penyimpanan akan

:

– Memperkecil fluktuasi harga antar musim panen dan musim paceklik

– Mengatur keseimbangan suplai sepanjang tahun • Pelaksanaan penyimpanan memberikan kegunaan

waktu

• Biaya penyimpanan dapat ditekan dg cara :

– Pemberantasan hama selama penyimpanan – Pelaksanaan panen yg tepat

– Perbaikan konstruksi gudang sesuai jenis dan sifat barang – Kandungan air dari barang yang tepat

(15)

3) Fungsi Pengolahan

untuk meningkatkan

kualitas barang baik dlm rangka memperkuat

daya

tahan

barang

(prosesing

minimal)

maupun meningkatkan nilainya.

• Kegiatan pengolahan memberikan kegunaan

bentuk baik menambah maupun menciptakan

utiliti.

• Jumlah dan jenis konsumen akan bertambah

banyak.

(16)

c. Fungsi

Fasilitasi

adalah

semua

tidakan

yg

bertujuan untuk memperlancar fungsi pertukaran

dan fungsi fisik

1) Standardisasi : merupakan ukuran atau penentuan mutu s/ brg dg menggunakan berbagai ukuran seperti : warna, susunan kimia, bentuk, kekuatan/ketahanan, kadar air, tingkat kematangan, rasa dan lain2.

Grading : tindakan mengklasifikasi produk menurut standardisasi yg diinginkan.

Manfaat standardisasi dan grading dlm pemasaran:

– Mempermudah pembeli dan produsen memberikan nilai brg tsb – Mempermudah proses jual beli.

– Mengurangi biaya pemasaran dan menekan resiko dlm pengangkutan.

– Memperluas pasaran, sesuai dg kualitas yg diinginkan dan kemampuan konsumen.

(17)

2) Fungsi penanggungan resiko

Banyak resiko yg dihadapi oleh produen

maupun lembaga perantara, yaitu :

– kerusakan

– Kehilangan

– kebakaran

– Penurunan harga

Resiko yg dihadapi dpt ditanggung sendiri

atau dapat dialihkan kepada perusahaan2

asuransi dg membayar premi asuransi.

(18)

Risk Management

Managing marketing

activities to

optimize the

relationships of

potential loss to

gain.

(19)

3) Fungsi

Pembiayaan

,

penyediaan

sejumlah

dana u/ keperluan transaksi jual beli barang,

meliputi :

Penyediaan dana u/ membeli barang yg diperlukan perusahaan

Menyediakan kredit bagi para langganan,

merupakan salah satu strategi pemasaan saat ini yg umum ditempuh sehingga dpt memperluas pasar • Pola pemberian kredit :

– Installment, pemberian kredit secara cicilan

– Open account, penangguhan pembayaran sampai waktu tertentu.

(20)

Financing

Determining the

need for and

availability of

financial

resources to

facilitate

marketing

activities.

(21)

4) Fungsi Informasi pasar

, kegiatan pengumpulan

informasi pasar serta menafsirkan data informasi

pasar tsb, meliputi :

• Perkembangan harga setiap tingkat pasar

• Jenis dan kualitas barang yg diinginkan konsumen • Sumber suplai, lokasi dan konsumen

• Merek yg diinginkan konsumen

• Penyebaran lokasi asal suplai, waktu dan jumlah brg yg diinginkan konsumen

(22)

Marketing Information Management

Procedures and

methods for the

continuous

gathering,

analyzing, and

disseminating of

information to

facilitate

marketing

decisions.

(23)

Manfaat Pendekatan Fungsional

1)Membantu mengevaluasi biaya pemasaran.

2)Membantu dalam membandingkan biaya yang

dikeluarkan oleh dua perantara yang serupa.

3)Membantu

memahami

perbedaan

biaya

pemasaran berbagai komoditi.

4)Membantu mencari upaya-upaya

peningkatan

performan proses pemasaran.

(24)

Tiga ciri yang penting dari fungsi-fungsi

pemasaran bahan pangan

Pertama

,

fungsi-fungsi pemasaran bukan hanya

mempengaruhi biaya pemasaran akan tetapi juga

nilai bahan pangan

bagi konsumen.

Kedua

,

walau

peran

perantara

bisa

saja

dihilangkan

namun menjalankan fungsi-fungsi

pemasaran tanpa perantara sulit dihindarkan.

Ketiga,

fungsi-fungsi tersebut dapat dilakukan

siapa saja dan di mana saja di dalam sistem

pemasaran bahan pangan.

(25)

B. Pendekatan Lembaga

(Institusi) Pemasaran

Bila pendekatan fungsional berusaha menjawab what

dalam pertanyaan who does what” maka pendekatan

kelembagaan memfokuskan perhatian terhadap who”.

Lembaga pemasaran terdiri dari berbagai jenis organisasi bisnis yang dikembangkan untuk menjalankan proses pemasaran.

Pendekatan ini menelaah sifat dan karakter serta susunan dan organisasi lembaga-lembaga tersebut. Pada pendekatan ini, elemen manusia dari proses pemasaran mendapat penekanan.

(26)

1) Saluran Tataniaga

Dalam proses penyaluran barang-barang dari pihak produsen ke pihak konsumen terlibat satu sampai beberapa golongan perantara yg dikenal saluran tataniaga (marketing channel).

Saluran tataniaga terdiri dari pedagang perantara yang membeli dan menjual barang tanpa menghiraukan apakah mereka memiliki barang dagangan atau bertindak hanya sebagai agen dari pemilik barang.

(27)

Panjang pendeknya saluran tataniaga yg dilalui

oleh suatu produk tergantung kepada

:

Jarak antara produsen dan konsumen. Makin jauh jaraknya biasanya makin panjang saluran yang ditempuh oleh produk.

Cepat tidaknya produk rusak. Produk yang mudah rusak harus segera diterima oleh konsumen sehingga menghendaki saluran tataniaga yang pendek dan cepat.

Skala produksi. Bila produksi berlangsung dalam ukuran kecil maka tidak menguntungkan bila produsen langsung menjual ke pasar maka kehadiran pedagang perantara diperlukan/diharapkan sehingga saluran yang dilalui produk cenderung menjadi panjang.

Posisi keuangan pengusaha. Produsen dengan posisi keuangan yang kuat cenderung memperpendek saluran tataniaga karena dia mampu melakukan fungsi-fungsi tataniaga yg lebih banyak dibanding pemodal lemah.

(28)

2) Jenis-jenis Perantara Pemasaran

(Middlemen of Marketing)

Perantara

adalah

individu-individu atau

perusahaan yang berspesialisasi untuk

melaksanakan berbagai fungsi pemasaran

yg terlibat dalam pembelian dan penjualan

produk sejak produk tersebut bergerak dari

produsen ke konsumen.

• Jenis-jenis perantara yg berperan penting

dalam pemasaran produk-produk pangan

dapat digolongkan sebagai berikut :

(29)

a. Perantara Pedagang (Merchant Middlemen)

(1) Pedagang pengecer (Retailers) (2) Pedagang besar (Wholesalers)

b. Perantara Agen (Agent Middlemen)

(1) Broker (Brokers)

(2) Pengambil Komisi (Commission Men)

c. Perantara Spekulatif (Speculative Middlemen)

d. Pengolah dan Pabrikan (Processors and Munafacturers)

(30)

a

)

Perantara

Pedagang

(Merchant Middlemen):

pedagang

yg

mengambil

alih

kepemilikan

produk-produk yg ditanganinya

dengan cara

membeli dari produsen atau pedagang lain untuk

dijual kembali.

1) Pengecer

membeli produk untuk dijual kembali

secara langsung kepada konsumen akhir.

2) Pedagang besar

membeli produk untuk dijual

kembali kepada pengecer, pedagang besar lain

dan/atau pengguna industri. Sering juga disebut

(31)

b) Agen perantara, sesuai namanya, bertindak hanya sebagai representasi (perwakilan) bagi prinsipalnya (pedagang yang menggunakan jasa agen untuk membeli barang untuk dirinya atau untuk menjual barangnya kepada orang lain). Mereka tidak mengambil alih pemilikan barang, melainkan hanya menjual jasa kepada kliennya. Mereka menerima

penghasilan dalam bentuk fee dan komisi.

1) Broker (Brokers = makelar = calo): biasanya tidak terlibat langsung menangani produk secara fisik.

2) Pengambil Komisi (Commission Men): biasanya dijamini oleh orang yg menyerahkan barang kepadanya, termasuk dalam negosiasi harga. Mereka turut terlibat langsung menangani produk secara fisik seperti mengumpulkan, mengatur penjualan, dan menyerahkan uang hasil penjualan kepada pemilik barang setelah mengambil balas jasanya (berupa fee) sesuai kesepakatan.

(32)

c) Perantara spekulatif: pedagang yg membeli pemilikan barang dengan tujuan utama mengambil keuntungan dari spekulasi/ketidakpastian perubahan harga. Selain itu mereka hanya melakukan sedikit upaya penangan dan perdagangan. Beberapa nama yg umum digunakan untuk pedagang spekulatif adalah trader, scalper (tukang catut) dan spreader.

d)

Pengolah & Pabrikan (processors & munafacturers) muncul terutama utk melakukan beberapa aktivitas yg bertujuan mengubah bentuk produk. Selain itu mereka juga berperan dalam aspek kelembagaan pemasaran lainnya.

e) Organisasi Fasilitatif (facilitative organizations): lembaga yg membantu atau memperlancar lembaga-lembaga perantara melaksanakan tugas-tugasnya. Mereka tidak terlibat secara langsung dalam proses pemasaran baik sebagai pedagang, agen, prosessor maupun spekulator.

(33)

C. Pendekatan Serba Barang

(Pendekatan Organisasi Industri)

Yaitu

pendekatan

pemasaran

yg

melibatkan

studi

tentang

bagaimana

barang-barang tertentu berpindah dari

tangan produsen ke tangan konsumen

akhir atau industri.

(34)
(35)
(36)

Referensi

Dokumen terkait

Adapun target luaran dari program pengabdian ini adalah publikasi nasional, metode dalam mengefisienkan proses produksi berupa teknologi tepat guna (waktu, tenaga kerja, dan

[r]

Dengan tersusunnya Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kecamatan Siak Kecil Kabupaten Bengkalis ini, diharapkan dapat memberikan gambaran atau informasi akuntabilitas

makanan ini hanya mencari solusi dari masalah yang sudah terjadi yaitu mengantisipasi resiko yang ada sebelum timbulnya masalah atau gangguan kesehatan yang

Kendala lain yang dihadapi oleh sistem yang ada adalah tidak terdapat sistem penyimpanan data, sehingga menyebabkan sering terjadinya kehilangan dokumen

Dengan dikembangkan dan digunakannya Sistem Informasi Data Pasien di Puskesmas Purbaratu Kota Tasikmalaya penulis berharap akan dapat mengefisienkan kegiatan yang

Setelah melakukan analisis menggunakan prosedur pengangkatan hasil penelitian sebagai sumber belajar Biologi, potensi keanekaragaman Cendawan di kawasan Tlogo Muncar dapat

Setelah dilaksanakan tahap awal manajemen lalu lintas satu arah, selanjutnya dapat dilakukan perubahan terakhir pada Jalan Ahmad Yani 2 (dekat Simpang Bangkong) ke