PT KEDAWUNG SETIA INDUSTRIAL Tbk
DAN ANAK PERUSAHAAN
Laporan Keuangan Konsolidasi
Untuk Masa Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2006
(Dengan Angka Perbandingan Untuk Masa Yang Sama Tahun 2005)
(Tidak Diaudit)
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Masa Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2006 (Dengan Angka Perbandingan Untuk Masa Yang Sama Tahun 2005)
Daftar Isi
Halaman
Neraca Konsolidasi ... 3
Laporan Laba Rugi Konsolidasi ... 4
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasi ... 5
Laporan Arus Kas Konsolidasi ... 6 Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasi ... .. 7 – 25
PT KEDAWUNG SETIA INDUSTRIAL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
NERACA KONSOLIDASI
30 JUNI 2006 DAN 2005
Catatan 2006 2005 A K T I V A AKTIVA LANCARKas dan setara kas 2, 3,19,21 Rp. 13,491,255,116 Rp. 7,226,075,265 Investasi jangka pendek 2,4,19,20,21 324,036,621 638,739,530 Piutang usaha 2,5,8,12,13,21 101,050,063,443 83,510,469,247 Piutang lain-lain 142,279,844 389,935,419 Persediaan 2,6,8,12,13,17 87,294,418,114 110,153,332,775 Pajak dibayar dimuka 493,963,196 797,027,936 Uang muka pembelian 2,654,162,031 5,302,668,114 Biaya dibayar dimuka 2 815,714,599 601,826,732
JUMLAH AKTIVA LANCAR 206,265,892,964 208,620,075,018
AKTIVA TIDAK LANCAR
2,7,8,12,13 136,238,798,131 149,732,950,142 Aktiva pajak tangguhan - bersih 2,11 13,871,264,874 14,965,938,252 Taksiran tagihan pajak penghasilan 11 386,588,326 1,402,699,444 Aktiva lain-lain 8,12 - 2,353,822,975
JUMLAH AKTIVA TIDAK LANCAR 150,496,651,332 168,455,410,813
JUMLAH AKTIVA Rp. 356,762,544,295 Rp. 377,075,485,831
KEWAJIBAN DAN EKUITAS KEWAJIBAN LANCAR
Pinjaman jangka pendek 8,21 Rp. 38,611,037,281 Rp. 54,662,567,988 Hutang usaha 9,21 102,725,627,255 102,308,423,285 Hutang lain-lain 3,695,519,439 4,039,185,786 Biaya yang masih harus dibayar 10,21 9,099,797,442 6,912,732,982 Hutang pajak 2,11 6,134,514,132 2,392,094,480 Hutang jangka panjang jatuh tempo dalam satu tahun
Hutang bank 12 10,202,173,908 11,300,000,000 Hutang restrukturisasi 2,13,21
Pokok pinjaman 52,869,578,508 6,618,737,876 Bunga ditangguhkan 1,668,757,697 1,109,570,693 Sewa guna usaha 2,7 1,981,116 69,601,711 Hutang kepada pihak yg mempunyai hub. Istimewa 2 1,000,000 50,438,946
JUMLAH KEWAJIBAN LANCAR 225,009,986,778 189,463,353,747
KEWAJIBAN TIDAK LANCAR
Kewajiban pajak tangguhan 2,11 3,143,596,836 3,173,037,180
Hutang restrukturisasi 2,13,21 - 48,149,395,979 - bunga ditangguhkan - 559,187,005 Hutang bank 12 35,455,797,094 40,241,666,662 Hutang kepada pihak yg mempunyai hub. Istimewa 2 - 32,605,045 Hutang sewa guna usaha
Uang jaminan distributor 20 400,000,000 400,000,000 Kewajiban kesejahteraan karyawan 2,14 10,404,506,430 16,050,322,846
JUMLAH KEWAJIBAN TIDAK LANCAR 49,403,900,360 108,606,214,717 JUMLAH KEWAJIBAN 274,413,887,138 298,069,568,464
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp. 500 per saham Modal dasar - 600.000.000 saham
Modal ditempatkan dan disetor penuh 301.000.000 saham pada tahun 2006
dan tahun 2005 15 150,500,000,000 150,500,000,000 Selisih penilaian kembali aktiva tetap 2 1,287,692,755 1,287,692,755 Defisit 22 (69,439,035,598) (72,781,775,388)
Jumlah Ekuitas 82,348,657,157 79,005,917,367
JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS Rp. 356,762,544,295 Rp. 377,075,485,831
Hutang Bank jk panjang - setelah dikurangi bagian jatuh tempo dalam satu tahun.
Aktiva tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp.171.385.269.688 pada tahun 2006 dan Rp.153.233.180.108 pada tahun 2005.
LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASI
UNTUK MASA ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2006 (Dengan Angka Perbandingan Untuk Masa Yang Sama Tahun 2005)
Catatan 2006 2005
PENJUALAN BERSIH 2,16,20a Rp. 297,800,344,899 Rp. 309,063,879,836
BEBAN POKOK PENJUALAN 2,6,7,17 258,030,939,473 272,593,098,732
LABA KOTOR 39,769,405,427 36,470,781,104
BEBAN USAHA 2,7,18
Beban penjualan 17,883,913,845 20,243,154,836 Beban umum dan administrasi 9,294,239,572 9,562,894,102 Jumlah Beban Usaha 27,178,153,417 29,806,048,938
LABA USAHA 12,591,252,010 6,664,732,166
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Penghasilan bunga 2,3,4 217,409,266 155,603,488 Beban bunga 8,12,13 (9,772,371,393) (6,826,688,982) Laba selisih kurs - bersih 2 3,452,080,979 (3,201,813,745) Provisi dan administrasi bank (258,797,588) (301,715,468) Lain-lain bersih (1,634,213,325) (527,736,964)
Beban lain-lain - Bersih (7,995,892,061) (10,702,351,671)
LABA (RUGI) SEBELUM MANFAAT (BEBAN) PAJAK 4,595,359,949 (4,037,619,505)
MANFAAT (BEBAN) PAJAK 2,11
Pajak kini (2,836,541,000) (264,802,100) Pajak tangguhan 1,288,728,615 1,165,491,966 Jumlah manfaat (beban) pajak (1,547,812,385) 900,689,866
LABA (RUGI) BERSIH Rp. 3,047,547,563 Rp. (3,136,929,638)
LABA (RUGI) BERSIH PER SAHAM DASAR 2 10 (10)
PT. KEDAWUNG SETIA INDUSTRIAL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASI
UNTUK MASA ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2006 (Dengan Angka Perbandingan Untuk Masa Yang Sama Tahun 2005)
Modal ditempatkan Selisih Penilaian Saldo Laba
dan disetor penuh Kembali Aktiva Tetap (Defisit) Jumlah Saldo 1 Januari 2005 Rp. 150,500,000,000 Rp. 1,287,692,755 Rp. (69,644,845,750) Rp. 82,142,847,005 Rugi bersih periode berjalan - - (3,136,929,638) (3,136,929,638)
Saldo 30 Juni 2005 Rp. 150,500,000,000 1,287,692,755 Rp. (72,781,775,388) Rp. 79,005,917,367
Saldo 1 Januari 2006 Rp. 150,500,000,000 Rp. 1,287,692,755 Rp. (72,486,583,161) Rp. 79,301,109,594 Laba bersih periode berjalan - - 3,047,547,563 3,047,547,563
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI
UNTUK MASA ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2006 (Dengan Angka Perbandingan Untuk Masa Yang Sama Tahun 2005)
2006 2005
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan Rp. 298,128,320,069 Rp. 313,528,051,784 Pembayaran kas ke pemasok dan karyawan (263,487,339,851) (297,870,569,330) Kas diperoleh dari aktivitas operasi 34,640,980,217 15,657,482,454 Penerimaan dari (pembayaran) untuk:
Angsuran pokok pinjaman (15,433,492,522) -Beban bunga (8,773,292,023) (6,662,893,150) Pajak penghasilan (1,610,499,610) (685,966,544) Lain-lain - bersih (2,086,960,808) (714,419,928) Pendapatan bunga 217,409,266 155,603,488 Tagihan pajak penghasilan 560,819,149 1,544,698,118
7,514,963,670 9,294,504,438
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Hasil penjualan aktiva tetap - 1,095,000 Penempatan (Penarikan) Investasi jangka pendek 1,007,969,250 (537,079,530) Pembelian aktiva tetap (4,208,217,770) (451,199,000)
(3,200,248,520) (987,183,530)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan (pembayaran) pinjaman jangka pendek - bersih (6,147,581,989) 419,360,917 Pengurangan (penambahan) piutang pihak yang
mempunyai hubungan istimewa - (46,128,357) Pembayaran hutang jangka panjang (1,382,968,789) (7,807,962,621) Pembayaran hutang sewa guna usaha (43,602,735) (59,382,068) Arus Kas Bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas
pendanaan
KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS Rp. (3,259,438,363) Rp. 813,208,779
KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE Rp. 16,750,693,479 Rp. 6,412,866,486
KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE Rp. 13,491,255,116 Rp. 7,226,075,265
Arus Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi
(7,574,153,513) (7,494,112,129)
Arus Kas Bersih Diperoleh Dari Aktivitas Operasi
PT KEDAWUNG SETIA INDUSTRIAL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
30 Juni 2006 Dan 2005
7 1. UMUM
Pendirian Perusahaan
PT Kedawung Setia Industrial Tbk (Perusahaan) didirikan dengan nama PT Kedaung Setia Industrial Ltd., dalam rangka Undang-undang Penanaman Modal Dalam Negeri No. 6 tahun 1968 (yang diubah dengan Undang-undang No. 12 tahun 1970) berdasarkan akta Notaris Djoko Soepadmo, S.H., No. 30 tanggal 9 Januari 1973. Perubahan nama Perusahaan menjadi PT Kedawung Setia Industrial Ltd. dilakukan berdasarkan akta Notaris Marsongko, S.H., No. 83 tanggal 20 November 1974, notaris pengganti. Akta pendirian dan perubahan nama Perusahaan telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dengan surat keputusan No. Y.A.5/119/12 tanggal 4 April 1975. Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta Notaris Wachid Hasyim, S.H., No. 65 tanggal 28 Juni 2001, mengenai perubahan nama Perusahaan yang semula PT Kedawung Setia Industrial Ltd. Tbk menjadi PT Kedawung Setia Industrial Tbk. Perubahan anggaran dasar tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat keputusan No. C-08581.HT.01.04.TH.2001 tanggal 18 September 2001.
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup aktivitas Perusahaan meliputi industri barang-barang logam, aluminium, karton, email dan barang-barang plastik dan kerajinan tangan, terutama alat-alat dapur. Perusahaan dan pabriknya berkedudukan di Jalan Mastrip 862, Warugunung - Karangpilang, Surabaya, Jawa Timur. Perusahaan memulai produksi komersial pada tahun 1975.
Anak Perusahaan, PT Kedawung Setia Corrugated Carton Box Industrial, yang sahamnya 99,99% dimiliki oleh Perusahaan, bergerak dalam bidang industri kotak karton bergelombang dan tempat penyimpanan telur. Anak Perusahaan dan pabriknya berkedudukan di Jalan Mastrip 862, Warugunung - Karangpilang, Surabaya, Jawa Timur. Anak Perusahaan memulai produksi komersial pada tahun 1979.
Penawaran Umum Saham Perusahaan
Pada tanggal 28 Juni 1996, Pernyataan Pendaftaran Perusahaan untuk menawarkan 50.000.000 saham dengan harga penawaran Rp 500 per saham dinyatakan efektif. Pada tanggal 29 Juli 1996, Perusahaan telah mencatatkan seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh pada Bursa Efek Jakarta dan Surabaya.
Karyawan, Dewan Komisaris dan Direksi
Susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2006 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris Direksi
1. HMY. Bambang Sujanto 1. Ali Sugiharto Wibisono 2. Heru Wibisono 2. Harianto Wibisono
3. Kaszief Kaslan 3. Anton Baroto Budi Susatyo 4. Tjiptohadi Sawarjuwono
Pada tanggal 30 Juni 2006 (2005), Perusahaan dan Anak Perusahaan memiliki 1.556 (1.913) karyawan tetap (tidak diaudit).
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI
Dasar penyajian laporan keuangan konsolidasi
Laporan keuangan konsolidasi disajikan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum dan praktek di Indonesia, yaitu Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK), serta Peraturan dan Pedoman Penyajian Laporan Keuangan yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM).
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 30 Juni 2006 Dan 2005
8
Laporan keuangan konsolidasi, disajikan dalam mata uang Rupiah, disusun dengan dasar akrual menggunakan biaya perolehan (historical cost), kecuali persediaan yang dinyatakan sebesar nilai terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih (the lower of cost or net realizable value), aktiva tetap mesin dan peralatan tertentu yang dinilai kembali serta laporan arus kas.
Laporan arus kas konsolidasi mencerminkan penerimaan dan pembayaran kas dan setara kas dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Laporan arus kas dari aktivitas operasi disusun dengan menggunakan metode langsung (direct method).
Prinsip konsolidasi
Laporan keuangan konsolidasi meliputi semua akun Perusahaan dan Anak Perusahaan dengan kepemilikan sebesar 99,99%.
Seluruh saldo akun dan transaksi yang material antar perusahaan telah dieliminasi. Transaksi dan saldo dalam mata uang asing
Transaksi dalam mata uang asing dicatat dalam Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal neraca, aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing disesuaikan untuk mencerminkan kurs yang berlaku, sesuai publikasi terakhir oleh Bank Indonesia. Laba atau rugi selisih kurs yang terjadi, dikreditkan atau dibebankan pada usaha tahun berjalan.
Pada tanggal 30 Juni 2006, kurs yang digunakan masing-masing sebesar Rp.9.300 per Dolar AS1, Rp.1.197 per Dolar HK1 dan Rp.11.822 per Euro1; sementara pada tanggal 30 Juni 2005 kurs yang digunakan masing-masing sebesar Rp.9.713 per Dolar AS1, Rp.1.250 per Dolar HK1, Rp.7.579 per CHF1 dan Rp.11.733 per Euro1, yang dihitung berdasarkan rata-rata kurs beli dan kurs jual uang kertas dan/atau semua kurs transaksi yang dipublikasikan terakhir oleh Bank Indonesia masing-masing pada tanggal 30 Juni 2006 dan 2005.
Pengakuan pendapatan dan beban
Pendapatan dari penjualan lokal diakui pada saat penyerahan barang kepada pelanggan dan pendapatan dari penjualan ekspor diakui pada saat pemuatan barang dari gudang ke atas kapal di pelabuhan pemuatan
(FOB shipping point). Beban diakui pada saat terjadinya(accrual basis).
Investasi jangka pendek
Investasi jangka pendek terdiri dari deposito berjangka dengan jangka waktu lebih dari 3 bulan tetapi tidak lebih dari 1 tahun pada saat penempatan dan/atau dijadikan jaminan atas hutang.
Transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa
Perusahaan dan Anak Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak tertentu yang mempunyai hubungan istimewa, sesuai dengan PSAK No. 7, “Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa”. Seluruh transaksi material dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, baik yang dilakukan dengan atau tidak dengan persyaratan dan kondisi normal sebagaimana dilakukan dengan pihak ketiga, telah diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasi.
Piutang usaha
Piutang usaha dinyatakan sebesar nilai faktur dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu. Perusahaan menetapkan penyisihan piutang ragu-ragu, jika ada, berdasarkan penelaahan piutang masing-masing pelanggan pada akhir tahun.
PT KEDAWUNG SETIA INDUSTRIAL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
30 Juni 2006 Dan 2005
9 Persediaan
Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara harga perolehan atau nilai realisasi bersih(the lower of cost or net realizable value). Harga perolehan dinyatakan berdasarkan metode rata-rata tertimbang
(weighted-average method)untuk Perusahaan dan metode masuk pertama, keluar pertama(first-in, first-out
method)untuk Anak Perusahaan.
Penyisihan untuk persediaan usang dan penurunan nilai persediaan, jika ada, dilakukan dengan mengurangi nilai tercatat persediaan ke nilai realisasi bersih persediaan berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan persediaan pada akhir tahun.
Biaya dibayar di muka
Biaya dibayar di muka dibebankan sesuai masa manfaatnya. Aktiva tetap
Aktiva tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan, kecuali untuk mesin dan peralatan tertentu yang dinilai kembali sesuai dengan Peraturan Pemerintah, dikurangi akumulasi penyusutan, kecuali hak atas tanah. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method)berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aktiva tetap sebagai berikut:
Tahun
Bangunan dan prasarana 5 sampai 20
Mesin dan peralatan 4 sampai 10
Alat pengangkutan 5
Perabot dan peralatan kantor 5
Hak atas tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak diamortisasi. Biaya-biaya tertentu yang terkait dengan perolehan atau perpanjangan hak atas tanah, ditangguhkan dan diamortisasi sepanjang periode hak atas tanah atau taksiran masa manfaat ekonomis tanah, mana yang lebih pendek.
Aktiva dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan. Akumulasi biaya perolehan akan direklasifikasi ke masing-masing akun aktiva tetap apabila telah selesai dikerjakan dan siap digunakan. Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi pada saat terjadinya, pemugaran dan penambahan dalam jumlah besar dikapitalisasi. Aktiva tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau yang dijual dikeluarkan, nilai tercatat dan akumulasi penyusutannya dari kelompok aktiva tetap yang bersangkutan dan laba atau rugi yang terjadi dibukukan dalam tahun yang bersangkutan.
Penurunan nilai aktiva, jika ada, dibebankan pada operasi tahun berjalan apabila terdapat kejadian atau perubahan atas keadaan yang menunjukkan adanya penurunan nilai aktiva.
Sewa guna usaha
Transaksi sewa guna usaha digolongkan sebagai sewa guna usaha yang dapat dikapitalisasi(capital lease) apabila memenuhi semua kriteria yang disyaratkan dalam PSAK No. 30, “Akuntansi Sewa Guna Usaha”. Jika salah satu kriteria tidak terpenuhi, maka transaksi sewa guna usaha dikelompokkan sebagai transaksi sewa menyewa biasa(operating lease).
Aktiva sewa guna usaha yang dapat dikapitalisasi disajikan sebagai bagian dari aktiva tetap pada neraca konsolidasi yaitu sebesar nilai tunai dari seluruh pembayaran sewa guna usaha selama masa sewa ditambah nilai sisa (harga opsi) yang harus dibayar pada akhir masa sewa guna usaha dikurangi akumulasi penyusutan.
Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method)berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis yang sama dengan aktiva tetap pemilikan langsung.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 30 Juni 2006 Dan 2005
10
Hutang sewa guna usaha disajikan sebesar nilai tunai dari seluruh pembayaran sewa guna usaha. Restrukturisasi hutang bermasalah
Sesuai dengan PSAK No. 54, “Akuntansi Restrukturisasi Hutang Bermasalah”, dalam restrukturisasi hutang melalui modifikasi persyaratan tanpa melakukan pengalihan aset atau pemberian saham, Perusahaan dan Anak Perusahaan mencatat dampak-dampak restrukturisasi tersebut secara prospektif sejak saat restrukturisasi dilaksanakan, dan tidak mengubah nilai tercatat hutang pada saat restrukturisasi, kecuali jika nilai tercatat tersebut melebihi jumlah pembayaran kas masa depan (pokok dan bunga) yang ditetapkan dalam persyaratan baru.
Beban bunga harus dihitung dengan menggunakan tingkat bunga efektif konstan dikalikan dengan nilai tercatat hutang pada awal setiap periode antara saat restrukturisasi sampai dengan saat jatuh tempo. Tingkat bunga efektif yang baru adalah sebesar tingkat diskonto yang dapat menyamakan nilai tunai jumlah pembayaran kas masa depan sebagaimana ditetapkan dalam persyaratan baru dengan nilai tercatat.
Perusahaan dan Anak Perusahaan mengakui keuntungan atas restrukturisasi hutang sebesar kelebihan nilai tercatat hutang (jumlah pokok, bunga yang masih harus dibayar, denda dan bunga ditangguhkan) atas pembayaran kas masa depan untuk pelunasan hutang. Setelah itu, seluruh pembayaran kas yang dibayar dianggap sebagai pengurangan nilai tercatat hutang dan tidak ada beban bunga yang diakui sejak saat restrukturisasi hingga jatuh temponya. Keuntungan atas restrukturisasi hutang setelah biaya pajak yang terkait dilaporkan pada operasi tahun berjalan pada saat restrukturisasi terjadi, dan disajikan sebagai pos luar biasa dalam laporan laba rugi.
Restrukturisasi dari tiap kewajiban, termasuk yang dirundingkan dan direstrukturisasi secara bersamaan, harus dipertanggungjawabkan secara individual.
Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali
Sesuai dengan PSAK No.38 tentang “ Akuntansi Restrukturisasi Entitas Sepengendali “ , tidak ada pengakuan laba atau rugi atas pengalihan aktiva, saham, atau instrumen kepemilikan lainnya antar entitas sepengendali. Selisih nilai pengalihan dengan nilai buku sehubungan dengan transaksi antar entitas sepengendali bukan merupakan goodwill dan selisih ini disajikan sebagai bagian dari ekuitas.
Imbalan Kerja
Pada tahun 2005 (2004), Perusahaan membukukan kewajiban estimasi atas kewajiban karyawan sesuai dengan Undang-undang No. 13 Tahun 2003 (UU No. 13/2003) tanggal 25 Maret 2003 tentang “Ketenagakerjaan”.
Manfaat (beban) pajak
Taksiran beban pajak kini dihitung berdasarkan taksiran penghasilan kena pajak dalam tahun yang bersangkutan.
Perusahaan menerapkan metode penangguhan pajak sesuai dengan PSAK No. 46, ”Akuntansi Pajak Penghasilan”. Penangguhan pajak penghasilan dilakukan untuk mencerminkan pengaruh pajak atas beda temporer antara aktiva dan kewajiban pada pelaporan komersial dan pajak, dan akumulasi rugi fiskal yang diharapkan dapat terealisir.
Pelaporan segmen
Sesuai PSAK No. 5, “Pelaporan Segmen”, segmen usaha menyajikan informasi produk atau jasa yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan segmen usaha lain. Segmen geografis menyajikan informasi produk atau jasa pada wilayah ekonomi tertentu yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan pada komponen yang beroperasi pada wilayah ekonomi lain.
Untuk kepentingan manajemen, Perusahaan dan Anak Perusahaan membagi segmen usahanya menjadi dua (2) segmen utama, yaitu: industri alat rumah tangga enamel dan kotak karton bergelombang. Segmen
PT KEDAWUNG SETIA INDUSTRIAL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
30 Juni 2006 Dan 2005
11
industri lainnya yaitu tikar, tempat telur dan ebonitdisajikan secara gabungan sebagai “Lain-lain”. Informasi keuangan tentang segmen usaha ini disajikan dalam catatan 23.
Penjualan segmen, beban dan kinerja termasuk transfer antar segmen usaha. Transfer tersebut yang dihitung berdasarkan harga pasar bersaing yang dibebankan kepada pihak ketiga untuk produk yang sama. Transfer tersebut di atas akan tereliminasi di laporan konsolidasi.
Laba (Rugi) bersih per saham dasar
Laba (rugi) bersih per saham dasar dihitung dengan membagi laba (rugi) bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar dalam periode bersangkutan, yaitu 301.000.000 saham masing-masing pada tahun 2006 (2005).
Penggunaan estimasi
Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum mengharuskan manajemen membuat taksiran dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan. Karena terdapatnya ketidakpastian melekat dalam penetapan suatu estimasi, hasil sebenarnya yang akan dilaporkan di masa mendatang mungkin berdasarkan pada jumlah yang berbeda dari taksiran tersebut.
3. KAS DAN BANK Akun ini terdiri dari:
2006 2005
Kas 995.187.310 527.021.354
Pihak yang mempunyai hubungan istimewa (lihat Catatan 19)
Bank
PT Anglomas International Bank (AMIN Bank),
Surabaya 7.624.194.156 4.693.457.305
Pihak ketiga Bank
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Surabaya
Rupiah 10.241.736 74.494.074
Dolar AS (AS$ 85.436,56 pada tahun 2006 dan
AS$ 61.915,58 pada tahun 2005) 794.560.008 601.386.029 PT Bank Permata Tbk, Surabaya
Rupiah 3.048.629.033
-Dolar AS (AS$ 38,852.15 ) 361.324.995
-Citibank N.A., Surabaya
Dolar AS (AS$ 20.244,20 pada tahun 2006
dan AS$ 71.795,07 pada tahun 2005) 188.271.060 697.345.515
Rupiah 4.667.692 4.778.692
PT Bank Mandiri Tbk.
Dolar AS (AS$ 995,22) - 9.666.572
Rupiah - 1.274.000
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited, Surabaya
Dolar AS (AS$ 134.33 ) 1.249.269
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 30 Juni 2006 Dan 2005
12
2006 2005
Deutsche Bank AG, Surabaya
Rupiah 284.000
-Dolar AS (AS$ 2.300,64 pada tahun 2006
dan AS$ 201,04 pada tahun 2005) 21.395.979 1.952.713 PT Pan Indonesia Bank Tbk, Surabaya
Dolar AS (AS$ 75.09 pada tahun 2006 dan
AS$ 40,09 pada tahun 2005) 698.337 389.394
OCBC Bank 932.667
PT Bank Central Asia Tbk, Surabaya 439.618.874 611.809.617
Sub-jumlah 4.871.873.650 2.005.596.606
Jumlah 13.491.255.116 7.226.075.265
Perusahaan dan Anak Perusahaan, dalam kegiatan usaha yang normal, memiliki rekening pada AMIN Bank, Surabaya, pihak yang mempunyai hubungan istimewa, dengan persyaratan dan kondisi yang sama untuk nasabah pihak ketiga. Penempatan dana tersebut memperoleh bunga berkisar antara 6,5% per tahun pada tahun 2006 dan antara 4,75% per tahun pada tahun 2005 (Catatan 19).
4. INVESTASI JANGKA PENDEK Akun ini terdiri dari:
2006 2005
Deposito Berjangka
Pihak yang mempunyai hubungan istimewa (lihat Catatan 19)
PT Anglomas International Bank (AMIN Bank),
Surabaya 324.036.621 638.739.530
Deposito berjangka dalam Rupiah di AMIN Bank memperoleh bunga berkisar antara 9% per tahun pada tahun 2006 dan antara 6% sampai 6,5% per tahun pada tahun 2005.
5. PIUTANG USAHA
Rincian piutang usaha yang terjadi atas penjualan kepada pihak ketiga sebagai berikut:
2006 2005
Penjualan Lokal
PT Delta Mandiri Indonesia 11.602.421.372 3.685.619.442 PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk 8.623.417.537 4.538.514.156 PT Sariguna Prima Tirta 3.855.327.064 1.024.758.002 PT Santos Jaya Abadi 3.662.846.100 2.137.901.684 PT Heinz ABC Indonesia 3.366.253.973 3.466.477.996 PT Kitchen Indonesia Makmur 2.481.519.492 2.446.557.638
PT Sari Husada 2.374.200.892 2.060.637.077
PT Apac Inti Corp. 2.315.759.864 1.663.713.664 PT Bina Karya Prima 2.161.894.627 1.332.147.487 PT Multi Breeder AD 1.413.285.400 1.426.438.850 PT Indorama Synthetics Tbk. 1.086.438.392 1.015.631.276 PT Hartono Istana Teknologi 996.192.837 1.926.603.381 Lain-lain (masing-masing dibawah Rp 1.000.000.000 ) 53.603.799.454 53.817.931.864
PT KEDAWUNG SETIA INDUSTRIAL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
30 Juni 2006 Dan 2005
13
2006 2005
Penjualan Export
Universal Leaf Philipines, Inc. (AS$ 161.221,46) 1.499.359.550 -Lakson Tobacco Co.Ltd. (AS$ 112.127,12) - 668.745.000
RJ Trading, (AS$ 50.147,35) - 487.081.211
Lain-lain (masing-masing dibawah AS$ 50.000) 2.007.346.889 1.811.710.519
Sub-jumlah 3.506.706.439 2.967.536.730
Jumlah 101.050.063.443 83.510.469.247
Analisa umur piutang untuk piutang dagang diatas sebagai berikut:
2006 2005
Jatuh tempo dalam:
Satu bulan 59.336.040.365 50.692.157.492
1 sampai 2 bulan 30.559.429.420 21.279.566.866
2 sampai 3 bulan 6.815.618.665 6.024.260.998
Lebih dari 3 bulan 4.338.974.992 5.514.483.891
Jumlah 101.050.063.443 83.510.469.247
Semua piutang usaha - pihak ketiga digunakan sebagai jaminan atas fasilitas pinjaman bank jangka pendek dan jangka panjang (lihat Catatan 8, 12 dan 13).
Berdasarkan penelaahan terhadap keadaan akun piutang masing-masing pelanggan pada akhir tahun, manajemen Perusahaan dan Anak Perusahaan berpendapat bahwa seluruh piutang usaha-pihak ketiga di atas dapat tertagih, sehingga tidak diperlukan pembentukan penyisihan piutang ragu-ragu untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2006 dan 2005.
6. PERSEDIAAN
Persediaan terdiri dari:
2006 2005
Barang jadi 18.924.562.772 21.956.713.949
Barang dalam proses 13.079.187.302 9.964.429.196
Bahan baku 40.142.340.355 62.270.378.655
Bahan pembantu 9.007.658.872 8.622.940.912
Perlengkapan dan peralatan 6.140.668.813 7.338.870.063
Jumlah 87.294.418.114 110.153.332.775
Manajemen Perusahaan dan Anak Perusahaan berpendapat bahwa penyisihan persediaan usang tidak diperlukan pada tanggal 30 Juni 2006 dan 2005.
Persediaan digunakan sebagai jaminan atas fasilitas pinjaman jangka pendek dan jangka panjang (lihat Catatan 8,12 dan 13).
Persediaan Perusahaan dan Anak Perusahaan telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya berdasarkan suatu paket polis dengan nilai pertanggungan sebesar AS$ 5.500.000 pada tanggal 30 Juni 2006 dan 2005, dimana manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan timbulnya kerugian atas persediaan yang dipertanggungkan.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 30 Juni 2006 Dan 2005
14 7. AKTIVA TETAP
Aktiva tetap terdiri dari:
2006
Penambahan/ Pengurangan/
Saldo Awal Reklasifikasi Reklasifikasi Saldo Akhir Nilai Tercatat
Pemilikan langsung
Hak atas tanah 67.043.227.867 - - 67.043.227.867 Bangunan dan prasarana 30.338.588.298 - - 30.338.588.298 Mesin dan peralatan 192.551.237.191 696.967.582 - 193.248.204.773 Alat pengangkutan 6.152.658.268 984.074.900 - 7.136.733.168 Perabot dan peralatan kantor 5.627.266.544 42.732.491 - 5.669.999.035 Jumlah Pemilikan Langsung 301.712.978.168 1.723.774.973 - 303.436.753.141 Aktiva sewa guna usaha
Alat pengangkutan 414.221.900 - 304.221.900- 110.000.000 Aktiva dalam penyelesaian
Mesin dan peralatan 1.288.722.464 2.788.592.214 - 4.077.314.678 Jumlah Nilai Tercatat 303.415.922.532 4.512.367.187 304.221.900 307.624.067.819 Akumulasi Penyusutan
Pemilikan langsung
Bangunan dan prasarana 16.077.321.367 760.955.656 - 16.838.277.023 Mesin dan peralatan 135.574.074.032 8.461.820.102 - 144.035.894.134 Alat pengangkutan 4.964.945.521 480.612.711 - 5.445.558.232 Perabot dan peralatan kantor 4.776.603.452 202.770.180 - 4.979.373.632 Jumlah Pemilikan Langsung 161.392.944.372 9.906.158.649 - 171.299.103.021 Aktiva sewa guna usaha
Alat pengangkutan 264.203.433 11.000.001 189.036.767 86.166.667 Jumlah Akumulasi Penyusutan 161.657.147.805 9.917.158.650 189.036.767 171.385.269.688
Nilai Buku 141.758.774.727 136.238.798.131
2005
Penambahan/ Pengurangan/
Saldo Awal Reklasifikasi Reklasifikasi Saldo Akhir Nilai Tercatat
Pemilikan langsung
Hak atas tanah 67.043.227.867 - - 67.043.227.867 Bangunan dan prasarana 30.236.393.506 - - 30.236.393.506 Mesin dan peralatan 191.968.288.920 49.136.255 - 192.017.425.175 Alat pengangkutan 7.191.639.358 388.193.000 - 7.579.832.358 Perabot dan peralatan kantor 5.418.000.664 35.023.000 10.780.000 5.442.243.666 Jumlah Pemilikan Langsung 301.857.550.315 472.352.255 10.780.000 302.319.122.572 Aktiva sewa guna usaha
Alat pengangkutan 414.221.900 - - 414.221.900 Aktiva dalam penyelesaian
Mesin dan peralatan 301.086.254 - 68.300.476 232.785.778 Jumlah Nilai Tercatat 302.572.858.469 472.352.255 79.080.476 302.966.130.250
PT KEDAWUNG SETIA INDUSTRIAL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
30 Juni 2006 Dan 2005
15
2005
Penambahan/ Pengurangan/
Saldo Awal Reklasifikasi Reklasifikasi Saldo Akhir Akumulasi Penyusutan
Pemilikan langsung
Bangunan dan prasarana 14.523.124.282 776.872.944 - 15.299.997.226 Mesin dan peralatan 118.366.218.612 8.622.412.663 - 126.988.631.275 Alat pengangkutan 5.629.506.594 539.036.526 - 6.168.543.120 Perabot dan peralatan kantor 4.240.520.563 323.486.681 10.780.000 4.553.227.244 Jumlah Pemilikan Langsung 142.759.370.051 10.261.808.814 10.780.000 153.010.398.865 Aktiva sewa guna usaha
Alat pengangkutan 181.359.053 41.422.190 - 222.781.243 Jumlah Akumulasi Penyusutan 142.940.729.104 10.303.231.004 10.780.000 153.233.180.108
Nilai Buku 159.632.129.365 149.732.950.142
Pembebanan penyusutan pada operasional adalah sebagai berikut:
2006 2005
Beban pokok penjualan (lihat Catatan 17) 9.118.905.273 9.322.780.021 Beban penjualan (lihat Catatan 18) 240.689.446 475.524.556 Beban umum dan administrasi (lihat Catatan 18) 368.527.164 504.926.427
Jumlah 9.728.121.883 10.303.231.004
Perusahaan dan Anak Perusahaan memiliki hak guna atas tanah (Hak Guna Bangunan) di Surabaya, dengan luas 332.750 meter persegi. Hak atas tanah tersebut akan berakhir pada berbagai tanggal sampai dengan tahun 2027 dan dapat diperpanjang.
Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2006 dan 2005, manajemen Perusahaan dan Anak Perusahaan berpendapat bahwa tidak terdapat peristiwa atau perubahan keadaan yang menunjukkan adanya penurunan nilai aktiva tetap tersebut di atas.
Hak atas tanah Perusahaan dan Anak Perusahaan sebesar Rp 42.128.227.867 pada tanggal-tanggal 30 Juni 2006 dan 2005, dan aktiva tetap tertentu digunakan sebagai jaminan atas fasilitas pinjaman jangka pendek dan panjang (lihat Catatan 8, 12 dan 13).
Aktiva tetap, kecuali hak atas tanah telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya berdasarkan suatu paket polis dengan nilai pertanggungan sebesar AS$ 22.200.000 pada tanggal 30 Juni 2006 dan 2005, di mana manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas aktiva tetap yang dipertanggungkan.
8. PINJAMAN JANGKA PENDEK
Akun ini terdiri dari saldo pinjaman yang diperoleh dari bank-bank dibawah ini:
2006 2005
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) (BRI)
Kredit impor (AS$ 1.092.827,93 pada tahun 2006
dan AS$1.303.886,21 pada tahun 2005) 10.163.299.749 12.664.646.757 Kredit modal kerja/SKBDN 13.872.534.398 16.726.500.000
-CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 30 Juni 2006 Dan 2005
16
2006 2005
PT Bank Permata, Tbk
Pinjaman jangka pendek 9.130.000.000 22.500.000.000
Cerukan 445.203.134 974.274.474
Deutche Bank, Cabang Singapura
Modal kerja (AS$ 185.024,89) - 1.797.146.757
Jumlah 38.611.037.281 54.662.567.988
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)
Perusahaan memperoleh fasilitas Letter of Credit (L/C) impor dan kredit modal kerja dari BRI dengan
jumlah maksimum masing-masing sebesar AS$ 1.750.000 dan Rp. 16.726.500.000, dan dijamin dengan
jaminan yang sama dengan fasilitas kredit modal kerja dan kredit ekspor jangka panjang dari bank yang
sama, yang telah direstrukturisasi (lihat Catatan 13). Fasilitas pinjaman tersebut telah diperpanjang sampai
dengan 30 November 2010. Tingkat bunga tahunan atas fasilitas ini adalah 8% dan 15% dapat ditinjau
setiap saat sesuai dengan ketentuan kebijaksanaan suku bunga di BRI.
PT Bank Permata Tbk
Pada tanggal 24 Februari 2004 Perusahaan memperoleh fasilitas kredit
revolving
dan cerukan dalam mata
uang Rupiah masing-masing sebesar Rp 22.500.000.000 dan Rp 1.000.000.000 dengan jatuh tempo pada 24
November 2005 dan diperpanjang sampai dengan 24 Nopember 2006, suku bunga per tahun sebesar 17,5 %
dan dijamin dengan jaminan yang sama dengan fasilitas kredit tambahan yang diperoleh dari Bank yang
sama (catatan 12).
PT Bank OCBC Indonesia
Perusahaan memperoleh fasilitas kredit modal kerja (Specific Advance Facility) dari PT Bank OCBC
Indonesia dengan jumlah maksimum sebesar Rp. 20.000.000.000 dan dikenakan bunga 13% serta dijamin
dengan Standby Letter of Credit (SBLC). Pinjaman tersebut jatuh tempo pada tanggal 31 Desember 2006.
Deutche Bank
Pinjaman modal kerja yang diperoleh dari Deutche Bank, merupakan fasilitas kredit revolving dengan
jumlah maksimum sebesar AS$ 300.000 dan dikenakan bunga sebesar 2,4% per tahun. Pinjaman tersebut
jatuh tempo pada tanggal 20 Juni 2006.
9. HUTANG USAHA
Akun ini merupakan kewajiban yang timbul dari pemasok-pemasok atas pembelian bahan baku dan bahan pembantu sebagai berikut:
2006 2005
Lokal 97.937.111.138 99.339.223.631
Luar negeri 4.788.516.117 2.969.199.654
PT KEDAWUNG SETIA INDUSTRIAL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
30 Juni 2006 Dan 2005
17 10. BIAYA MASIH HARUS DIBAYAR
Biaya masih harus dibayar terdiri dari:
2006 2005
Gaji, tunjangan dan kesejahteraan karyawan 3.288.337.264 3.181.429.773 Bunga
Hutang sindikasi 2.717.294.701 1.037.284.028
Lain-lain 3.094.165.477 2.694.019.181
Jumlah 9.099.797.442 6.912.732.982
11. HUTANG PAJAK Akun ini terdiri dari:
2006 2005
Pajak Pertambahan Nilai 3.193.490.098 1.990.574.825 Pajak penghasilan
Pasal 21 105.845.770 132.280.784
Pasal 23/26/4(2) 3.615.500 4.436.771
Estimasi Pajak penghasilan 2.831.562.764 264.802.100
Jumlah 6.134.514.132 2.392.094.480
Rekonsiliasi antara rugi sebelum manfaat (beban) pajak menurut laporan laba rugi konsolidasi dengan taksiran laba (rugi) fiskal untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2006 dan 2005 adalah sebagai berikut:
2006 2005
Laba (Rugi) sebelum manfaat (beban) pajak sesuai
dengan laporan laba rugi konsolidasi 4.595.359.949 ( 4.037.619.505) Rugi (laba) Anak Perusahaan sebelum taksiran manfaat
(beban) pajak ( 5.684.445.863 ) ( 1,922,227,066 ) Rugi Perusahaan sebelum manfaat (beban) pajak ( 1.089.085.914) ( 5.959.846.571) Beda tetap:
Pemberian kenikmatan kepada karyawan 474.345.089 487.880.152 Sumbangan, jamuan dan lain-lain 42.761.850 129.917.023 Penghasilan bunga yang pajaknya bersifat final ( 19.397.544) ( 5.659.490) Beda temporer:
Penyusutan 829,489,970 998.781.302
Taksiran laba (rugi) fiskal Perusahaan 238.113.451 ( 4.348.927.584) Akumulasi rugi fiskal awal tahun ( 32.269.813.370) ( 33.071.087.998) Taksiran akumulasi rugi fiskal ( 32.031.699.919) ( 37.420.015.582)
Manfaat (beban) pajak tangguhan adalah sebagai berikut:
2006 2005
Taksiran laba (rugi) fiskal - Perusahaan ( 32.031.699.919 ) ( 37.420.015.582) Taksiran manfaat (beban) pajak - tangguhan
Pengaruh beda waktu pada tarif pajak maksimum (30%)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 30 Juni 2006 Dan 2005
18
2006 2005
Penambahan (penggunaan) rugi fiskal
Tahun berjalan ( 71.434.035 ) 1.304.678.275
Penyusutan 248.846.991 299.634.390
177.412.956 1.604.312.665
Anak Perusahaan 1.111.315.659 ( 438.820.699)
Manfaat (Beban) Pajak Tangguhan 1,288,728,615 1.165.491.966
Estimasi pajak kini – Anak Perusahaan ( 2.836.541.000) ( 264.802.100)
Jumlah Manfaat (Beban) Pajak ( 1.547.812.382) 900.689.866
Aktiva (kewajiban) pajak tangguhan terdiri dari:
2006 2005
Perusahaan
Aktiva pajak tangguhan
Penyisihan kesejahteraan karyawan 2.187.697.864 2.583.337.554 Penyusutan aktiva tetap 1.413.544.465 860.069.315
Rugi fiskal 9.973.495.841 11.226.004.679
Bunga yang masih harus dibayar 296.526.704 296.526.704 Jumlah aktiva pajak tangguhan 13.871.264.874 14.965.938.252 Kewajiban pajak tangguhan
Aktiva dan kewajiban sewa guna usaha -
-Aktiva Pajak Tangguhan - Bersih 13.871.264.874 14.965.938.252
Anak Perusahaan Aktiva pajak tangguhan
Penyisihan kesejahteraan karyawan 1.361.812.417 2.252.332.468 Bunga yang masih harus dibayar 672.454.130 672.454.130 Jumlah aktiva pajak tangguhan 2.034.266.547 2.924.786.598 Kewajiban pajak tangguhan
Penyusutan aktiva tetap 5.120.018.922 6.044.488.953 Aktiva dan kewajiban sewa guna usaha 54.844.462 53.334.825 Jumlah kewajiban pajak tangguhan 5.177.863.383 6.097.823.778 Aktiva (Kewajiban) Pajak Tangguhan - Bersih ( 3.143.596.836) ( 3.173.037.180) Taksiran tagihan pajak penghasilan adalah sebagai berikut:
2006 2005 Perusahaan Pasal 22 386.588.326 385.523.515 Pasal 25 - 175.295.634 Sub-jumlah 386.588.326 560.819.149 Anak perusahaan Pasal 22 - 827.880.295 Pasal 25 - 14.000.000 Sub-jumlah - 841.880.295 Jumlah 386.588.326 1.402.699.444
PT KEDAWUNG SETIA INDUSTRIAL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
30 Juni 2006 Dan 2005
19 12. HUTANG BANK
Pada tahun 2006 akun ini terdiri dari : Pokok pinjaman :
PT Bank Permata, Tbk 56.500.000.000
Bagian pokok pinjaman yang sudah dibayar 10.842.028.998
Jumlah sisa pokok pinjaman 45.657.971.002
Dikurangi bagian hutang yang jatuh tempo dalam satu tahun 10.202.173.908
Hutang bank 35.455.797.094
Pinjaman Anak Perusahaan dalam Rupiah dikenakan bunga dengan tingkat bunga tahunan masing-masing
sebesar 17,5% dan 15% pada tahun 2006 dan 2005. Jaminan yang diberikan Anak Perusahaan adalah tanah
dan bangunan di Jl Mastrip 862 Surabaya, mesin–mesin, persediaan , dan piutang. Perusahaan harus
memperoleh persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Bank apabila akan melakukan transaksi-transaksi
sebagai berikut :
Melakukan penggabungan usaha / merger atau konsolidasi dengan perusahaan lain
Membeli saham atau aset untuk melakukan penyertaan.
Melakukan perubahan pemegang saham dan manajemen perseroan.
Membayar atau menyatakan dapat dibayar suatu deviden atau pembagian keuntungan
berupa apa
pun juga atas saham-saham –saham yang dikeluarkan debitur.
Membayar atau membayar kembali tagihan-tagihan atau piutang-piutang berupa apapun juga yang
sekarang telah dan / atau dikemudian hari akan diberikan oleh para pemegang saham Perusahaan
kepada Perusahaan baik berupa jumlah pokok, bunga, bunga denda dan lain-lain jumlah uang yang
wajib dibayar.
Menerima suatu pinjaman uang atau fasilitas keuangan, atau fasilitas leasing berupa apapun juga
dari orang/pihak lain atau untuk mengikat diri sebagai penjamin/avalis untuk menjamin hutang orang
/ pihak lain manapun juga (kecuali hutang dagang yang dibuat dalam rangka menjalankan usaha
sehari-hari)
Melakukan investasi diatas Rp 1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah) per tahun.
Seluruh pembayaran dari Supplier wajib disetorkan ke rekening
Escrow Account
Perusahaan di
Bank. Perusahaan wajib mendahulukan pembayaran angsuran pinjamannya yang diperoleh dari
Bank.
Escrow Account
akan di blokir sebesar Rp 2.000.000.000,00 ( dua milyar rupiah) untuk
cadangan pembayaran kewajiban pinjaman tersebut, yang pada neraca konsolidasi ditampilkan
sebagai “Aktiva Lain-Lain”.
Perusahaan wajib meningkatkan aktivitas rekening koran di Bank.
Perusahaan wajib mengoptimalkan pemakaian fasilitas yang telah diperoleh dari Bank.
Menyelesaikan anggaran dasar Perusahaan serta mendaftarkan dan mengumumkan setiap perubahan
anggaran dasar Perseroan sesuai dengan ketentuan undang-undang.
13. HUTANG RESTRUKTURISASI Akun ini terdiri dari:
2006 2005
Hutang jangka panjang: Quarading limited, Hongkong
Pokok pinjaman (AS$4.957.211) 46.102.067.601 48.149.395.979 Bunga ditangguhkan 1.668.757.697 1.668.757.697
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 30 Juni 2006 Dan 2005
20
2006 2005
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)
Kredit ekspor 3.846.703.360 4.516.708.249
Modal kerja 2.920.807.548 2.102.029.628
Jumlah 54.538.336.205 56.436.891.553
Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktusatu tahun: Quarading limited, Hongkong
Pokok pinjaman 46.102.067.601
Bunga ditangguhkan 1.668.757.697 553.319.758
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) 6.767.510.908
-Jumlah 54.538.336.205 553.319.758
Bagian jangka panjang - 47.787.584.872
Pada tanggal 22 Desember 2003, Perusahaan dan Anak Perusahaan mengikatkan diri dengan PT Bhakti Asset Management, Jakarta dan Quarading Limited, Hongkong dalam sebuah Perjanjian Restrukturisasi Hutang, yang berlaku efektif mulai tanggal 31 Desember 2003. Berdasarkan perjanjian ini Quarading Limited bertindak sebagai agen, dan semua pihak menyetujui bahwa jumlah saldo akhir hutang dalam bentuk hutang sindikasi, berdasarkan Perjanjian Perubahan dan Penyajian Kembali tertanggal 20 November 2000 diubah menjadi dua perjanjian pinjaman bilateral, sebagai berikut:
a. Perusahaan memiliki hutang ke Quarading Limited (QR) dengan jumlah sebesar AS$ 4.957.211 (setara Rp 46.102.067.601 pada tanggal 30 Juni 2006 dan Rp 48.149.395.979 pada tanggal 30 Juni 2005) yang merupakan jumlah hutang pokok, bunga dan denda menurut Perjanjian Perubahan dan Penyajian Kembali sebelum tanggal efektifnya perjanjian baru ini
(“Perjanjian Hutang QR”). Berdasarkan Perjanjian Hutang QR, suku bunga pinjaman tersebut berkisar pada rata-rata LIBOR plus 0,25% per tahun. Pinjaman beserta semua beban bunga dan hutang yang lain akan dibayar kembali oleh Perusahaan kepada QR pada saat tanggal jatuh tempo yaitu hari terakhir dari 36 bulan sejak tanggal efektif dan dijamin dengan jaminan pribadi Presiden Komisaris Perusahaan. Lebih lanjut, Perusahaan menyetujui untuk menyelenggarakan escrow account dalam mata uang dolar AS sampai seluruh hutang telah dibayar. Perusahaan menyetujui untuk menyimpan “Kelebihan Kas” seperti yang dimaksud dalam perjanjian ini pada rekening tersebut selama periode tertentu dan rekening sementara tersebut hanya dapat dipakai untuk membayar kembali semua hutang Perusahaan pada saat tanggal jatuh tempo.
Saldo bunga tangguhan akan diamortisasi setiap tahun sampai tanggal jatuh tempo dengan menggunakan suku bunga efektif yang baru yakni sebesar 0,53%, sebagai berikut:
Amortisasi untuk tahun Dolar AS Equivalen Rupiah
2004 57.668 553.319.758
2005 57.973 556.250.935
2006 58.279 559.187.005
Jumlah 173.920 1.668.757.698
Selanjutnya, Perusahaan diwajibkan mendapatkan izin tertulis terlebih dahulu dari agen atau kreditur (QR) mengenai, antara lain:
PT KEDAWUNG SETIA INDUSTRIAL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
30 Juni 2006 Dan 2005
21
Menjual, menyewakan, mengalihkan ataupun menghapus, keseluruhan ataupun sebagian dari pendapatan atau aktiva;
Memberi pinjaman atau bertindak sebagai penjamin;
Merubah nama, Perusahaan dan/atau susunan pemegang saham melalui penggabungan usaha, konsolidasi, reorganisasi ataupun rekonstruksi;
Menambah suatu kepentingan atas jaminan berupa aktiva, harta atupun pendapatan;
Memperoleh tambahan pinjaman baru atau menaikkan jumlah hutang yang masih ada kecuali pendanaan yang dipergunakan untuk transaksi usaha dan pembiayaan ulang atau pembayaran di muka atas semua jumlah hutang yang ada
Melakukan perubahan hak kepemilikan saham yang ada;
Mengadakan perjanjian asosiasi dan transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa kecuali bila dilakukan dengan tingkat harga atau persyaratan normal sebagaimana dilakukan dengan pihak ketiga dalam kegiatan usaha yang normal;
b. Anak Perusahaan memiliki hutang ke PT Bhakti Asset Management (“BAM”) sebesar AS$ 9.573.618 yang merupakan jumlah hutang pokok menurut Perjanjian Perubahan dan Penyajian Kembali sebelum tanggal efektifnya perjanjian baru ini (“Perjanjian Hutang BAM”). BAM menyetujui untuk menghapus semua beban bunga dan denda yang masih harus dibayar yang terhutang oleh Anak Perusahaan sebesar AS$ 1.448.325 (setara Rp12.260.071.211). Berdasarkan Perjanjian Hutang BAM, suku bunga pinjaman tersebut adalah sebesar 8% per tahun. Hutang pokok beserta semua beban bunga dan hutang yang lain akan dibayar kembali oleh Anak Perusahaan ke BAM pada saat tanggal jatuh tempo yaitu 180 hari sejak tanggal efektifnya perjanjian baru ini. Pinjaman ini dijamin dengan tanah, bangunan, mesin, persediaan dan piutang. Keuntungan yang timbul dari restrukturisasi hutang ini, dikurangi biaya pajak sebesar Rp 3.819.645.000, adalah sebesar Rp 8.912.505.253, disajikan sebagai “Pos Luar Biasa” dalam laporan laba rugi konsolidasi (Catatan 2). Berdasarkan PSAK No. 54, pada tanggal 31 Maret 2004, nilai tercatat hutang restrukturisasi ke BAM adalah sebesar AS$ 9.956.563 (setara Rp 85.497.004.077) yang terdiri dari hutang pokok baru sebesar AS$ 9.573.618 (setara Rp 82.208.657.766) dan laba ditangguhkan sebesar AS$ 382.945 (setara Rp 3.288.346.311).
Pada tanggal 24 November 2004 hutang pada PT Bhakti Asset Management (“BAM”) telah dilunasi sebesar Rp 80.000.000.000. Keuntungan yang timbul dari pembayaran hutang tersebut adalah sebesar Rp 6.354.031.835, setelah dikurangi dengan biaya pajak sebesar Rp 1.906.209.550, menjadi sebesar Rp 4.447.822.285 disajikan sebagai pos luar biasa di dalam laporan laba rugi konsolidasi.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Berdasarkan Surat Putusan Kredit No. R.77 MEN/DPB/AKH/2000 tanggal 25 Februari 2000, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menyetujui untuk menjadwalkan kembali pembayaran saldo hutang pokok fasilitas kredit modal kerja dengan jumlah maksimum Rp 11.500.000.000 dan fasilitas kredit ekspor dengan jumlah maksimum Rp 12.325.000.000, dalam 10 kali angsuran tengah-tahunan, yang akan dimulai dari tanggal 31 Mei 2000 sampai dengan tanggal 30 November 2004, dengan syarat bahwa BRI melakukan penelaahan terhadap pola restrukturisasi termasuk kewajiban penurunan plafon fasilitas kredit tersebut. Restrukturisasi tersebut telah diaktakan dengan akta Notaris Soehartono, S.H., No. 49 dan 50, tanggal 16 Mei 2000. Pinjaman ini dijamin dengan piutang usaha milik Perusahaan, persediaan milik Perusahaan, aktiva tetap milik Perusahaan, hak atas tanah milik Perusahaan dan Anak Perusahaan serta jaminan pribadi HMY. Bambang Sujanto dan Heru Wibisono, masing-masing sebagai presiden komisaris dan komisaris Perusahaan (Catatan 5, 6 dan 7). Fasilitas tersebut memiliki suku bunga pinjaman sebesar 13%-13,75% per tahun.
Berdasarkan Surat Putusan Kredit No. R.1338-ADK/DKR/11/2003, tertanggal 5 November 2003, BRI menyetujui untuk penjadwalan ulang pembayaran saldo pokok hutang fasilitas kredit modal kerja, dengan jumlah maksimum sebesar Rp 5.500.000.000 dan fasilitas kredit ekspor dengan jumlah maksimum Rp 6.825.000.000 mulai tanggal 30 Mei 2003.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 30 Juni 2006 Dan 2005
22 14. IMBALAN KERJA
Perusahaan memberikan imbalan untuk karyawannya yang telah mencapai usia pensiun yaitu 55 tahun sesuai
dengan Undang-undang No. 13/2003 tanggal 25 Maret 2003. Kewajiban imbalan kerja tersebut tidak
didanai.
Tabel berikut ini merangkum komponen-komponen atas beban imbalan kerja bersih yang diakui dalam
laporan laba rugi dan jumlah yang disajikan dalam neraca sebagai kewajiban imbalan kerja berdasarkan
penilaian aktuaria yang dilakukan oleh aktuaris independen PT Jasa Aktuaria Pensiun dan Asuransi sesuai
dengan laporan tanggal 17 Maret 2006.
Mutasi kewajiban yang diakui pada neraca adalah sebagai berikut:
Saldo awal tahun 2005
9.609.956.662
Beban imbalan kerja tahun 2005
5.269.874.681
Realisasi pembayaran imbalan kerja tahun 2005
(3.048.130.406)
Realisasi pembayaran imbalan kerja tahun 2006
(1.427.194.507)
Saldo akhir Juni tahun 2006
10.404.506.430
15. MODAL SAHAM
Rincian pemegang saham Perusahaan dan pemilikan masing-masing sahamnya pada tanggal 30 Juni 2006 dan 2005 adalah sebagai berikut:
Jumlah Saham
Ditempatkan dan Persentase
Pemegang Saham Disetor Penuh Pemilikan Jumlah PT Kita Subur Utama 198.990.000 66,11% 99.495.000.000 Masyarakat (masing-masing dengan
pemilikan kurang dari 5%) 102.010.000 33,89 51.005.000.000
Jumlah 301.000.000 100,00% 150.500.000.000
16. PENJUALAN BERSIH
Rincian penjualan bersih Perusahaan dan Anak Perusahaan berdasarkan kelompok produk utama adalah sebagai berikut:
Tahun 2006
Jenis Produk Lokal Ekspor Jumlah
Kotak karton bergelombang 242.912.966400 7.175.893.086 250.088.859.487 Alat rumah tangga dari enamel 26.230.719.291 15.397.642.451 41.628.361.742
Lain-lain 6.083.123.670 - 6.083.123.670
Jumlah 275.226.809.362 22.573.535.537 297.800.344.899
Tahun 2005
Jenis Produk Lokal Ekspor Jumlah
Kotak karton bergelombang 245.639.916.868 13 .789.750.362 259.429.667.230 Alat rumah tangga dari enamel 25.073.931.980 14 .319.057.334 39.392.989.314
Lain-lain 10.241.223.292 - 10.241.223.292
PT KEDAWUNG SETIA INDUSTRIAL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
30 Juni 2006 Dan 2005
23 17. BEBAN POKOK PENJUALAN
Rincian dari beban pokok penjualan adalah sebagai berikut:
2006 2005
Pemakaian bahan baku dan pembantu 215.172.542.055 223.048.367.850 Upah buruh langsung 11.920.107.562 11.576.154.839 Biaya pabrikasi (lihat Catatan 7) 32.551.105.254 32.454.205.886
Jumlah Beban Produksi 259.643.754.871 267.078.728.575
Barang dalam proses
Awal periode 8.266.708.802 8.877.462.424
Akhir periode ( 13.079.187.302) ( 9.964.429.196)
Beban Pokok Produksi 254.831.276.371 265.991.761.803
Barang jadi
Awal periode 22.124.225.874 28.558.050.878
Akhir periode ( 18.924.562.772) ( 21.956.713.949)
Beban Pokok Penjualan 258.030.939.473 272.593.098.732
18. BEBAN USAHA
Rincian beban usaha adalah sebagai berikut:
2006 2005
Beban Penjualan
Pengangkutan 12.467.581.292 11.544.436.261
Komisi penjualan 785.759.301 2.004.266.634
Gaji dan upah 1.089.895.388 1.322.603.594
Promosi 913.184.503 903.125.886
Beban ekspor 1.505.219.671 2.824.978.987
Penyusutan (lihat Catatan 7) 240.689.446 475.524.556
Lain-lain 883.584.244 1.168.218.918
Jumlah Beban Penjualan 17.883.913.845 20.243.154.836
Beban Umum dan Administrasi
Gaji dan upah 7.908.500.234 7.846.916.610
Penyusutan (lihat Catatan 7) 368.527.164 504.926.427
Telepon dan teleks 206.075.487 232.203.834
Perjalanan dinas 52.628.154 46.551.811
Perbaikan dan pemeliharan 115.944.584 161.367.546
Lain-lain 642.563.950 770.927.874
Jumlah Beban Umum dan Administrasi 9.294.239.572 9.562.894.102
Jumlah Beban Usaha 27.178.153.417 29.806.048.938
19. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA
Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2006 dan 2005 saldo dan transaksi dengan PT Anglomas International Bank (AMIN Bank), Perusahaan yang berada dibawah pengawasan dewan Komisaris yang sama dengan Perusahaan dan Anak Perusahaan, adalah sebagai berikut:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 30 Juni 2006 Dan 2005 24 Persentase Terhadap Jumlah Aktiva/Pendapatan Jumlah Yang Bersangkutan 2006 2005 2006 2005 Rekening Jasa Giro
PT Anglomas International Bank (AMIN Bank),
Surabaya 7.624.194.156 4.693.457.305 55% 60% Deposito berjangka
PT Anglomas International Bank (AMIN Bank),
Surabaya 324.036.621 638.739.530 2% 8%
20. PERJANJIAN PENTING
a. Perusahaan mengadakan perjanjian dengan PT Delta Mandiri Indonesia serta PT Kitchen Indonesia Makmur pada tanggal 1 Oktober 2003. Perusahaan menerima uang jaminan masing-masing sebesar Rp 200.000.000 dari kedua distributor dan dibukukan dalam akun “Uang Jaminan Distributor” di neraca konsolidasi. Pada tahun akhir tahun 2004 Perusahaan mengakhiri perjanjian dengan PT Dewi Widodo. b. Anak Perusahaan memiliki fasilitas bank garansi dari AMIN Bank, Surabaya, pihak yang mempunyai
hubungan istimewa dan BRI, Surabaya, pihak ketiga. Bank garansi tersebut digunakan untuk memenuhi persyaratan penjualan kotak karton bergelombang kepada PERTAMINA UPDN III, IV dan V. Fasilitas bank garansi tersebut dijamin dengan deposito berjangka yang ditempatkan pada bank yang sama (Catatan 4 dan 19)
21. AKTIVA, DAN KEWAJIBAN DAN IKATAN DALAM MATA UANG ASING
Pada tanggal 30 Juni 2006, Perusahaan dan Anak Perusahaan memiliki saldo aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing dan berhubungan dengan pihak ketiga sebagai berikut:
Ekuivalen Mata Uang Asing Rupiah (*) Aktiva
Kas dan setara kas AS$ 147.042,97 1.367.499.648
Piutang usaha AS$ 377.065,21 3.506.706.439
Jumlah Aktiva 4.874.206.087
Kewajiban
Pinjaman jangka pendek AS$ 1.092.827,93 10.163.299.749 Hutang restrukturisasi AS$ 4.957.211,57 46.102.067.601
Hutang usaha AS$ 206.219,43 1,917,840,699
HK$ 1.183.198,00 1.416.702.125 Euro 122.987,11 1.453.973.292 Biaya masih harus dibayar AS$ 292.182,23 2.717.294.701
Jumlah Kewajiban 63.771.178.167
Kewajiban - Bersih 58.896.972.080
(*) Saldo ekuivalen Rupiah telah dikonversi dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal neraca (lihat Catatan 2).
PT KEDAWUNG SETIA INDUSTRIAL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
30 Juni 2006 Dan 2005
25 22. KONDISI EKONOMI
Operasi Perusahaan dan Anak Perusahaan telah dipengaruhi dan akan terus dipengaruhi oleh kondisi ekonomi di Indonesia.
Hutang
Penurunan kurs tukar mata uang Rupiah yang signifikan di masa lampau telah mempengaruhi kemampuan Perusahaan dan Anak Perusahaan dalam melunasi hutangnya dalam bentuk mata uang dolar AS yang telah meningkat secara material dalam mata uang Rupiah. Hal itu ditambah lagi dengan meningkatnya tingkat suku bunga hutang, yang mempengaruhi biaya pendanaan bagi Perusahaan dan Anak Perusahaan. Faktor-faktor tersebut, ditambah dengan dampak memburuknya kondisi ekonomi, mengakibatkan Perusahaan dan Anak Perusahaan gagal dalam memenuhi kewajibannya kepada kreditur sindikasi sesuai dengan perjanjian restrukturisasi (Catatan 8 dan 13). Sejak tanggal 30 Juni 2001, Perusahaan dan Anak Perusahaan telah melakukan pelanggaran atas perjanjian restrukturisasi dengan menunda pembayaran pokok dan bunga. Lebih lanjut, beberapa persyaratan tertentu dalam perjanjian restrukturisasi tersebut telah dilanggar.
Faktor-faktor tersebut diatas telah menyebabkan kreditur sindikasi menyatakan bahwa Perusahaan dan Anak Perusahaan dalam keadaan gagal bayar dan semua saldo pinjaman menjadi jatuh tempo dengan segera. Pada bulan Desember 2001 Perusahaan dan Anak Perusahaan mencoba melakukan pembicaraan mengenai kemungkinan adanya negosiasi ulang atas restrukturisasi pembayaran hutang tersebut. Seperti yang telah diungkapkan pada Catatan 13, Perusahaan dan Anak Perusahaan dan para krediturnya mengikatkan diri pada perjanjian restrukturisasi hutang baru. Mempertimbangkan modal kerja Perusahaan dan Anak Perusahaan yang berlanjut negatif, Anak Perusahaan merencanakan untuk melakukan pendanaan kembali atas hutang restrukturisasi yang memiliki periode jatuh tempo pendek. Pada tanggal 24 November 2004 Anak Perusahaan telah menyelesaikan hutang restrukturisasinya.
Operasional
Secara umum, dampak atas memburuknya kondisi ekonomi yang dimulai pada tahun 1997, menyebabkan industri barang konsumsi di Indonesia mengalami penurunan tingkat penjualan yang disebabkan oleh menurunnya daya beli konsumen. Pertumbuhan ekonomi yang lambat telah menyebabkan penurunan permintaan atas produk Perusahaan dan Anak Perusahaan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya sehingga menyebabkan penurunan kegiatan operasional Perusahaan dan Anak Perusahaan. Selanjutnya harga-harga atas bahan baku dan jasa tertentu yang dipergunakan dalam kegiatan operasi Perusahaan dan Anak Perusahaan telah mengalami peningkatan. Kondisi ekonomi dalam beberapa tahun telah mempengaruhi operasional Perusahaan dan Anak Perusahaan sehingga mengalami defisit sebesar Rp 69.439.035.598 per 30 Juni 2006 (Rp 72.781.775.388 per 30 Juni 2005).
Kondisi perekonomian Indonesia tahun 2005 telah menunjukkan tanda-tanda yang lebih baik, dimana keadaan makro ekonomi relatif stabil dengan pertumbuhan 5,6%, demikian pula dengan nilai tukar Rupiah dan tingkat suku bunga. Namun demikian iklim investasi masih dinilai negative karena berbagai masalah seperti tenaga kerja, keamanan, ketidakpastian hukum dan sebagainya. Disamping itu sector perbankan belum dalam posisi sebagai intermediator untuk menyalurkan kredit baru.
Walaupun kondisi perekonomian sudah menunjukkan tanda-tanda yang lebih baik, Perusahaan dan anak perusahaan tetap melaksanakan prinsip kehati-hatian dalam mengelola dan menjalankan operasionalnya dengan mengambil langkah-langkah sebagai berikut:
1. Mempertahankan dan meningkatkan pangsa pasar, baik di pasar luar negeri maupun dalam negeri. 2. Melaksanakan pengembangan produk dengan kualitas dan nilai jual yang tinggi.
3. Meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasional.
Pemulihan perekonomian ke kondisi yang sehat dan stabil tergantung pada kebijakan fiskal dan moneter yang secara terus menerus diupayakan oleh Pemerintah, suatu tindakan diluar kendali Perusahaan dan Anak Perusahaan. Oleh karena itu tidaklah mungkin menentukan dampak masa depan kondisi ekonomi tersebut terhadap likuiditas dan hasil usaha Perusahaan dan Anak Perusahaan, termasuk dampak dari pemegang saham, pelanggan, pemasok dan kredit. Laporan keuangan konsolidasi terlampir mencakup dampak kondisi ekonmi, sepanjang hal tersebut dapat ditentukan dan diperkirakan besarnya.