BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Komunikasi
Setiap manusia yang hidup dalam masyarakat, sejak bangun tidur sampai tidur lagi, secara kodrati senantiasa terlibat dalam komunikasi. Terjadinya komunikasi adalah sebagai konsekuensi hubungan sosial (social relation). Masyarakat paling sedikit terdiri dari dua orang yang saling berhubungan satu sama lain yang karena berhubungan menimbulkan interaksi sosial (social interaction). Terjadinya interaksi sosial disebabkan interkomunikasi (intercomunication). Komunikasi adalah proses penyampaian suatu pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberi tahu atau mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik secara langsung secara lisan, maupun tidak langsung melalui media.7
Menurut Harold untuk mendefisinisikan komunikasi adalah dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut Who (siapa), Says What (mengatakan apa), in Which Channel (dengan saluran apa ), To Whom (kepada siapa), With What effect (dengan pengaruh bagaimana).8 Yang terpenting dalam komunikasi
7
EffendyOnong U, Metode Penelitian Komunikasi. (Bandung : PT. Remaja Rosdakarya. 2005) hal. 5.
8
Dedy Mulyana, Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar (Bandung : PT Remaja Rosdakarya. 2002) hal ,62
adalah bagaimana caranya agar suatu pesan yang disampaikan komunikator itu menimbulkan dampak atau efek tertentu pada komunikan9. Dampak yang ditimbulkan dapat diklaifikasikan menurut kadarnya, yakni:
a. Dampak kognitif, dampak yang timbul pada komunikan sehingga komunikan menjadi tahu dan meningkat intelektualitasnya
b. Dampak afekti, tujuan komunikator bukan hanya sekedar membuat komunikan tahu, tetapi tergerak hatinya; menimbulkan perasaan tertentu, misalnya perasaan iba, terharu, sedih, gembira, marah, dan sebagainya. c. Dampak behavioral, dampak yang timbul pada komunikan dalam bentuk
perilaku, tindakan, atau kegiatan.
Proses komunikasi pada hakikatnya adalah proses penyampaian pikiran atau perasaan oleh seseorang (komunikator) kepada orang lain (komunikan). Pikiran bisa merupakan gagasan, informasi, opini dan lain-lain yang muncul dari benaknya. Perasaan bisa berupa keyakinan, kepastian, keragu-raguan, kekhawatiran, kemarahan, keberanian, kegairahan, dan sebagainya yang muncul dari lubuk hati.10
Komunikasi sebagai suatu proses dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu proses primer dan proses sekunder. Proses Primer adalah proses penyampaian pikiran atau perasaan seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambang (symbol) sebagai media. Lambang sebagai media primer
9
Effendi Onong U, Ilmu dan Teori Komunikasi. (Bandung : PT. Remaja Rosdakarya. 1986) ,hal. 6.
10
Onong Uchjana Effendy, Ilmu Komunikasi Teori dan Komunikasi, (Bandung: PT. Remaja RosdaKarya, 2005), Cet. IX, hal 11
dalam proses komunikasi adalah bahasa, isyarat, gambar, warna, dan lainnya yang secara langsung mampu menerjemahkan pikiran atau perasaan komunikator kepada komunikan. Sedangkan komunikasi dalam proses sekunder, yaitu proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain dengan mengggunakan alat atau sarana sebagai media kedua setelah memakai lambang sebagai media pertama. Seorang komunikator menggunakan media kedua dalam melancarkan komunikasinya karena komunikan sebagai sasarannya berada di tempat yang relatif jauh atau jumlahnya yang banyak, media itu bisa melalui surat, telepon, teleks, surat kabar, majalah, radio, televisi, film, bahkan satelit dan masih banyak lagi media kedua yang sering digunakan dalam komunikasi.11
2.2 Teknologi Komunikasi
Teknologi berasal dari kata Yunani techno yang artinya keterampilan atau seni, dari kata inilah diturunkan kata teknik dan teknologi. Teknik artinya cara atau metode untuk memperoleh keterampilan dalam bidang tertentu sedangkan teknologi mempunyai arti; (1) penerapan ilmu untuk petunjuk praktis, (2) cabang ilmu tentang penerapan tersebut dalam praktek dan industri, dan (3) kumpulan cara untuk memenuhi obyek dari kebudayaan.12
Teknologi saat ini juga memudahkan dalam proses komunikasi baik pada jarak yang dekat maupun jarak yang jauh sehingga komunikasi lebih efektif. Teknologi mengambil peranan penting dalam berkomunikasi. Menurut O’Brien perilaku manusia sosioteknologi terdiri dari lima komponan perilaku manusia dan
11
Onong Uchjana Effendy, Ibid hal 11-16 12
Ansita dkk., Teknologi Industri Media dan Perubahan Sosial, Malang: Program Studi Magister Sosiologi Pascasarjana UMM, 2010, hal 85.
teknologi dalam berinteraksi meliputi: (1) struktur masyarakat, (2) sistem dan teknologi informasi, (3) masyarakat dan budaya, (4) strategi komunikasi, dan (5) proses sosial.13
Media teknologi komunikasi merupakan perangkat teknologi (hardware maupun software) yang dipergunakan untuk mendukung proses informasi dan komunikasi. Fasilitas media teknologi komunikasi memudahkan orang untuk saling berinteraksi, meskipun dipisahkan oleh jarak geografis, tetapi dengan bantuan media interaksi dapat dilaksanakan dengan mudah.14
Perkembangan teknologi komunikasi saat ini begitu cepat, setiap hari pasti selalu ada informasi terbaru tentang perkembangan tersebut. Sebagai contohnya adalah berkembangnya berbagai macam jenis telepon, dari jenis telepon kabel sampai jenis nirkabel, seperti Handy Talky (HT), telepon seluler (smartphone), dan PDA.
Saat ini smartphone merupakan benda elektronik dan paling banyak dipakai dan menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. smartphone mampu memperpendek jarak yang jauh, sehingga dapat saling berkomunikasi pada saat bersamaan. smartphone membantu komunikasi antar individu dan bahkan antar kelompok dengan berbagai fasilitas layanan yang disediakan oleh jasa telekomunikasi. Keberadaan smarthone kini sudah mengalahkan telepon kabel. Teknologi seluler selalu berkembang terus dan tidak pernah akan berhenti
13
Ansita dkk., Ibid hal 111. 14
disatu titik. Teknologi berkaitan erat dengan desain dan kualitas suatu produk sehingga masyarakat tidak akan jenuh dengan teknologi yang semakin canggih.
A. Smartphone
Smartphone merupakan sebuah device yang memungkinkan untuk melakukan komunikasi (seperti menelpon atau SMS) juga di dalamnya terdapat fungsi PDA (Personal Digital Assistant) dan berkemampuan seperti layaknya komputer. Dalam pengembangan awal, kita hanya mengenal adanya Smartphone dan PDA. Smartphone pada umumnya digunakan untuk melakukan komunikasi seperti menelpon, sedangkan PDA digunakan sebagai asisten pribadi dan organizer. Dengan PDA kita bisa menyimpan data contact, to do list sampai sinkronisasi antara komputer dan PDA.
Smartphone atau bisa juga disebut handphone (telepon genggam atau telepon seluler) merupakan telepon yang termasuk dalam sambungan telepon bergerak, dimana yang menghubungkan antar sesama ponsel tersebut adalah gelombang-gelombang radio yang dilewatkan dari pesawat ke BTS (Base Tranceiver Station) dan MSC (Mobile Switching Center) yang bertebaran di sepanjang jalur perhubungan kemudian diteruskan ke pesawat yang dipanggil.
Semakin maraknya penggunaan smartphone saat ini, muncul ide untuk menciptakan kebergantungan pemilik ponsel tersebut pada kartu telepon prabayar (voucher). Perkembangan produk kartu prabayar dalam
waktu yang singkat dapat menyaingi penggunaan sistem abonemen (pascabayar).
Perkembangan teknologi yang maju dengan sangat pesat, terus menciptakan berbagai jenis smartphone yang memiliki klasifikasi sebagai smartphone hight technology. Pengguna smartphone yang membludak di Indonesia bisa dilihat langsung di tempat-tempat umum seperti sekolah, kampus, stasiun, halte, bahkan di bus sekalipun. Pengguna alat sosial media ini seakan telah membudaya di masyarakat Indonesia.
B. Perkembangan Smartphone
Teknologi telekomunikasi merupakan salah satu teknologi yang berkembang dengan sangat cepat. Mulai dengan berkembangnya pemanfaatan teknologi VoIP (Voice over Internet Protocol), Teknologi satelit yang memugkin melakukan komuikasi dimana saja, kapan saja dan oleh siapa saja. telekomunikasi bergerak (mobile technology) juga mengalami perkembangan yang sangat cepat dimulai dengan layanan yang kita kenal 1G sampai dengan 4G dan bahkan 5G.15
Keberadaan teknologi informasi, jaringan internet dan percepatan aliran informasi dimungkinkan oleh penggunaan media elektronik dalam mengirim dan menerima informasi melalui radio, televisi, internet dan cellularphone. Efek yang ditimbulkan adalah waktu menjadi kecil, karena
15
Pasaribu, Evolusi Teknologi Telekomunikasi Bergerak: 1G to 4G, melalui:, diakses pada tanggal 17 April 2016 dari http://parlinpasaribu.com
apa yang terjadi di belahan dunia akan segera diketahui oleh semua orang.16
Salah satu bentuk pesatnya perkembangan teknologi informasi yaitu cellularphone. Banyak kemudahan dan manfaat yang dapat diambil dari kemajuan teknologi smartphone. Hampir semua masyarakat sebagai pengguna teknologi informasi dan komunikasi, membuktikan bahwa kehidupan tidak dapat lepas dari peran teknologi informasi khususnya smartphone.
Smartrphone adalah sebuah perangkat telekomunikasi elektronik yang mempunyai kemampuan dasar yang sama dengan telepon fixed line sehingga konvesional namun dapat dibawa kemana mana (portable) dan tidak perlu disambungkan dengan jaringan telepon menggunakan kabel (nirkabel, wireless). Teknologi smartphone pertama kali diperkenalkan pada tanggal 3 April 1973. Komunitas bisnis telefon bergerak, mengingatnya sebagai hari lahirnya smartphone. Saat itu untuk pertama kalinya pembicaraan jarak jauh dengan perangkat telefon bergerak portable dilakukan.Yang pertama kali mencobanya adalah Martin Cooper, General Manajer Divisi Sistem Komunikasi Motorola. Ide cellularphone datang dari Cooper yang bermimpi untuk membuat alat komunikasi yang fleksibel. Ia menginginkan untuk dapat keluar dari keterbatasan telefon tetap (fixed phone). smartphone Mr. Cooper ini memiliki berat hampir 1
16
Uno & Lamatenggo, Teknologi Komunikasi dan Informasi Pembelajaran. Bandung: Alfabeta, 2011,
kg dengan ukuran tinggi 33 cm. Sebagai teknologi baru, smartphone tersebut tidak langsung dijual ke masyarakat. Perlu waktu sampai 10 tahun sampai tersedia layanan komersial telefon bergerak. Tepatnya pada tahun 1983, ketika Motorola memperkenalkan DynaTAC 8000X. Inilah cellularphone pertama yang mendapat izin dari Federal Communications Commission (FCC) dan bisa dipergunakan untuk tujuan komersial. FCC adalah badan pemerintah di AS yang mengatur semua regulasi menyangkut penyiaran (broadcasting) dan pengiriman sinyal radio atau televisi lewat gelombang udara. smartphone ini tersedia di pasaran pada bulan April 1983. Beratnya sekitar 16 ons atau 1,6 kg.17
C. Dampak Penggunaan Smartphone
Menurut Badwilan18, penggunaan ponsel dapat membawa dampak dampak tertentu. Dampak-dampak tersebut dibagi pada aspek psikologis, sosial, keuangan dan kesehatan atau keselamatan jiwa seseorang. Tetapi yang akan dijelaskan disini adalah pada aspek psikologis dan sosial :
1. Aspek Psikologis
Banyaknya pesan melalui SMS yang berisi ajakan-ajakan bersifat rasisme dapat mempengaruhi kondisi psikologis seseorang. Contohnya yang marak ditemukan adalah pesan yang berisi pemboikotan barang produksi Amerika. Selain itu juga terdapat peredaran pesan teks,
17 Nikmah, Dampak Penggunaan Cellularphone Terhadap Prestasi Siswa, EJurnal Volume 5, Surabaya: Dinas Pendidikan Kota Surabaya, 2013, hal 8.
18
gambar, maupun video yang bersifat pornografi. Mudahnya akses keluar-masuk pesan tersebut melalui ponsel membawa dampak negatif, terutama untuk generasi muda sekarang ini.
2. Aspek Sosial
Salah satu hal yang sering terjadi adalah tindakan seseorang yang membiarkan ponsel miliknya tetap dalam keadaan hidup atau aktif sehingga mengeluarkan bunyi yang nyaring. Hal ini jelas mengganggu konsentrasi serta mengejutkan orang-orang disekitarnya. Seperti ketika sedang rapat bisnis, di rumah sakit, sedang di tempat-tempat ibadah, dan lain-lain.
Hal ini tentu menjadi faktor yang mempengaruhi interaksi sosial, dalam kegiatan sehari-hari khususnya dalam berinteraksi dengan individu lain karena perilaku komunikasi menetapkan siapa bicara dengan siapa, tentang apa, dan bagaimana. Pada kenyataannya, penggunaan smartphone memang sangat meme-ngaruhi interaksi sosial remaja. Kini smartphone sudah menjadi media komunikasi pokok. Hal tersebut bisa dibuktikan dengan kenyataan di lapangan. Semua orang pasti tidak bisa lepas dari gadget, baik dalam berkomunikasi ataupun sekadar mengunggah di media sosial. Hal tersebut memperlihatkan bahwa intensitas penggunaan smartphone berpengaruh terhadap interaksi sosial.
2.3. Hubungan Masyarakat
Secara teoritis, hubungan masyarakat atau yang selanjutnya disebut humas adalah salah satu bidang dari ilmu komunikasi yang bersifat praktis, dimana
berhubungan langsung dengan praktik empiris19. Dengan kata lain, humas adalah penerapan ilmu komunikasi dalam suatu organisasi, baik dalam organisasi pemerintah maupun non pemerintah. Sementara menurut Paul W. Garret, humas adalah suatu sikap dan pikiran yang mendasar, suatu filsafat manajemen yang dengan sengaja dan mandiri menempatkan kepentingan masyarakat luas lebih dulu dalam setiap keputusan yang mempengaruhi operasi suatu perusahaan .20
Menurut The International Public Relations Association (IPRA), hubungan masyarakat diartikan sebagai fungsi manajemen dari sikap budi yang berencana dan berkesinambungan, yang dengan itu organisasi-organisasi dan lembaga yang bersifat umum dan pribadi berupaya membina pengertian, simpati, dan dukungan dari mereka yang ada kaitannya atau yang mungkin ada hubungannya dengan jalan menilai pendapat umum diantara mereka, untuk mengorelasikan, sedapat mungkin, kebijaksanaan dan tata cara mereka, yang dengan informasi yang berencana dan tersebar luas, mencapai kerja sama yang lebih produktif dan pemenuhan kepentingan bersama yang lebih efisien.21
Pengertian-pengertian mengenai humas tersebut sekiranya dapat menggambarkan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh humas sebagai salah satu fungsi manajemen yang menyangkut pengelolaan hubungan perusahaan dengan masyarakat. Secara lebih singkat, dapat dijelaskan bahwa hubungan masyarakat adalah fungsi manajemen mengenai hubungan-hubungan antara dua atau lebih
19
Liliweri, Alo. 2010. Strategi Komunikasi Masyarakat. LKiS. Yogyakarta, 2010, Hal 17 20
Moore, Frazier. HUMAS:Membangun Citra dengan Komunikasi. PT Remaja Rosdakarya. Bandung, 2005, Hal 7
21
Effendy Onong. Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktek. Penerbit Remaja Rosda Karya. . Bandung, 2006, Hal 21
organisasi dan publik, baik nasional maupun internasional, yang menghasilkan jenis hubungan yang diinginkan atau dipergunakan oleh organisasi-organisasi dari khalayak tersebut.22
2.3.2 Fungsi Humas
Berbicara fungsi berarti berbicara masalah kegunaan humas dalam mencapai tujuan organisasi atau lembaga Public Relations mempunyai fungsi timbal balik, keluar dan kedalam. Keluar, ia harus mengusahakan tumbuhnya sikap dan gambaran masyarakat yang positif terhadap segala tindakan dan kebijakan organisasi atau lembaganya. Kedalam, ia berusaha mengenali, mengidentifikasi hal-hal yang dapat menimbulkan sikap dan gambaran yang negatif (kurang menguntungkan) dalam masyarakat sebelum suatu tindakan atau kebijakan itu dijalankan.
Menurut F. Rachmadi fungsi humas yang utama adalah menyelenggarakan hubungan dengan publiknya guna memperoleh dukungan dan disukai publik adalah: (1) kemampuan mengamati dan menganalisis problem, (2) kemampuan menarik perhatian, (3) kemampuan mempengaruhi opini, (4) kemampuan menjalin hubungan dan suasana saling percaya.23
Sedangkan fungsi intelejensi PR pada dasarnya adalah proses pengidentifikasian mengenai kejadian dan perkembangan yang mungkin
22
Ibid Effendy Onong, Hal 22 23
Elvinaro Ardianto. Public Relations Suatu Pendekatan Praktis. (Pustaka Bani Quraisy 2004). hal 21
mempengaruhi hubungan organisasi dengan masyarakat. Proses ini dapat berlangsung secara aktif dan pasif.24
Dua fungsi Public Relations yakni fungsi konstruktif dan fungsi korektif, adalah:
1. Fungsi Konstruktif
Fungsi ini sebagai “perata jalan “. Jadi humas merupakan “garda” terdepan yang di belakangnya terdiri dari “rombongan” tujuan-tujuan perusahaan. Ada tujuan marketing, tujuan produksi, tujuan personalia dan sebagainya. Peranan humas dalam hal ini mempersiapkan mental publik untuk menerima kebijakan organisasi atau lembaga, humas mempersiapkan “mental” organisasi untuk memahami kepentingan publik, humas mengevaluasi perilaku publik maupun organisasi untuk direkomendasikan kepada manajemen, humas menyiapkan prakondisi untuk mencapai saling pengertian, saling percaya dan saling membantu terhadap tujuan-tujuan publik organisasi atau lembaga yang diwakilinya.
2. Fungsi Korektif
Fungsi korektif berperan sebagai “pemadam kebakaran” yakni apabila api sudah terlanjur menjalar dan membakar organisasi atau lembaga, maka peranan yang dapat dimainkan oleh humas adalah memadamkan api tersebut. Apabila sebuah organisasi atau lembaga terjadi masalah-masalah (krisis)
24
dengan publik, maka humas harus berperan dalam mengatasi terselesaikannya masalah tersebut.25
Sementara Cutlip dan Center mengatakan bahwa fungsi PR meliputi halhal sebagai berikut:
1. Menunjang kegiatan manajemen dalam mencapai tujuan organisasi. 2. Menciptakan komunikasi dua arah secara timbal balik dengan
menyebarkan informasi dari perusahaan kepada publik dan menyalurkan opini publik kepada perusahaan.
3. Melayani keiginan publik dan memberikan nasehat kepada pimpinan organisasi untuk kepentingan umum.
4. Membina hubungan secara harmonis antar organisasi dan publik, baik internal maupun eksternal.26
Kalau dipaparkan secara rinci, empat fungsi utama Public Relations adalah: Pertama, bertindak sebagai komunikator dalam kegiatan komunikasi pada organisasi perusahaan, prosesnya berlangsung dalam dua arah timbal balik. Kedua, sebagai target sasaran, yaitu publik internal dan publik eksternal. Ketiga, peranan back up management bahwa fungsi public relations melekat pada fungsi manajemen, berarti ia tidak dapat dipisahkan dari manajemen. Keempat, menciptakan citra perusahaan atau lembaga (corporate image) yang merupakan
25
Djanalis Djanaid. Public Relations, Teori Dan Praktik. 1993. Hal 28 26
tujuan akhir dari suatu aktifitas program kerja PR campaign, baik untuk keperluan publikasi maupun promosi.27
Dari fungsi humas seperti yang telah dijelaskan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa fungsi utama humas adalah menumbuhkan dan mengembangkan hubungan baik antara lembaga atau organisasi dengan publiknya, internal maupun eksternal, dalam rangka menanamkan pengertian, menumbuhkan motivasi dan partisipasi publik dalam upaya menciptakan iklim pendapat (opini publik) yang menguntungkan lembaga atau organisasi.
2.3.3 Tugas Humas
Tugas public relation secara umum adalah menyampaikan pesan atau informasi dari perusahaan secara lisan, tertulis atau visual kepada publiknya, sehingga masyarakat (publik) memperoleh pengertian yang benar dan tepat mengenai kondisi perusahaan atau lembaganya, tujuan dan kegiatannya.
Melakukan studi dan analisis atau reaksi serta tanggapan publik terhadap kebijakan dan langkah tindakan perusahaan, termasuk segala macam pendapat publik yang mempengaruhi perusahaan, memberi informasi kepada pejabat (eksekutif) tentang publik acceptance dan non acceptance atau cara-cara dan pelayanan perusahaan kepada perusahaan.
Menyampaikan fakta-fakta dan pendapat kepada para pelaksana tugas guna membantu mereka dalam membarikan pelayanan yang mengesankan dan memuaskan publik.
27
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa tugas humas adalah :
a. Menciptakan dan memelihara suatu citra yang baik dan tepat atas organisasi, baik itu yang berkenaan dengan kebijakan, produk, jasa, maupun dengan para personilnya.
b. Memantau pendapat umum mengenai segala sesuatu yang berkaitan dengan citra, kegiatan, reputasi maupun kepentingan-kepentingan organisasi dan menyampaikan setiap informasi yang penting ini langsung kepada pihak manajemen atau pimpinan untuk di tanggapi atau ditindak lanjuti.
c. memberi nasihat atau masukan kepada pihak manajemen mengenai berbagai masalah komunikasi yang penting, berikut berbagai teknik untuk mengatasinya.
d. Menyediakan berbagai informasi kepada khalayak, perihal kebijakan organisasi, kegiatan, produk, jasa dan personalia selengkap mungkin demi menciptakan suatu pengetahuan yang maksimal dalam rangka menjangkau kepentingan khalayak.28
2.3.4 Humas dalam Memanfaatkan Teknologi Komunikasi
Pada abad dua puluh satu ini berbagai media atau alat komunikasi dapat dijumpai dengan teknologi yang super canggih, misalnya berbagi alat elektronik (komputer, televisi, radio, telepon dan lain-lain, media cetak dan layanan internet
28
). Berbagai sarana komunikasi tersebut mempermudah human relations (hubungan manusia), mulai dari komunikasi antar pribadi, komunikasi kelompok kecil, komunikasi organisasi, komunikasi public, komunikasi litas budaya dan momunikasi massa. Pengaruh positif dari perkembangan teknologi komunikasi tidak hanya dinikmati dalam hubungan manusia saja namun berbagai bidang juga merasakan atmosfir positif dari perkembangan tersebut. Bidang ekonomi, pendidikan dan budaya, sosial, pertahanan dan keamanan bahkan politikpun menggunakan berbagai media dan alat komunikasi yang telah mengalami perkembangan pesat tersebut.
Hampir semua bidang pekerjaan mengguanakan perkembangan teknologi komunikasi, terutama pekerja atau masyarakat yang tinggal pada area metropolitan. Begitu juga dengan para pelaku HUMAS, pada masa sekarang ini tidak seorangpun pelaku HUMAS yang mampu bertahan pada posisinya tanpa bantuan dari teknologi komunikasi. HUMAS adalah teknik menyampaikan pesan kepada publik agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik dan bertujuan untuk menciptakan citra positif perusahaan / produk di mata masyarakat.
Dari penjelasan diatas bahwa penggunaan media yang dimana kemudian memiliki pengaruh yang kuat terhadap interaksi sosial, yang bagi Humas ini merupakan peluang untuk mencapai tujuan Humas bagi suau perusahaan. Bentuk-bentuk atau bagian-bagian dari internet dengan alat nya yaitu smartphone. Setiap waktu masyarakat bisa membaca pesan-pesan Humas seperti, membahas sebuah perusahaan , sebuah issue yang dimunculkan perusahaan.
2.4 Sosiologi Komunikasi
Asal mula kajian komunikasi dalam sosiologi bermula dari akar tradisi pemikiran Karl Marx, dimana Marx sendiri adalah masuk sebagai pendiri sosiologi yang beraliran jerman sementara Claude Henry Saint-Simon, Auguste Comte, dan Emile Durkheim merupakan nama-nama para ahli sosiologi yang beraliran Perancis.
Sejarah sosiologi komunikasi menempuh dua jalur. Kajian dan sumbangan pemikiran Auguste Comte, Talcott Parson dan Robert K. Merton merupakan sumbangan paradigma fungsional bagi lahirnya teori-teori komunikasi yang beraliran struktural fungsional. Sedangkan sumbangan-sumbangan pemikiran Karl Marx dan Habermas menyumbangkan paradigma konflik bagi lahirnya teori-teori kritis dalam kajian komunikasi.
Sosiologi sejak semula telah menaruh perhatian pada masalah-masalah yang ada hubungan dengan interaksi sosial antara seseorang dan orang lainnya. Apa yang disebut oleh Comte dengan ”Social Dynamic”, kesadaran Kolektif” oleh durkheim dan interaksi Sosial Oleh Marx serta ”tindakan komunikatif” dan ”teori komunikasi” oleh Habernas adalah awal mula lahirnya perspektif sosiologi komunikasi. Bahkan melihat kenyataan semacam itu, maka sebenarnya gagasan-gagasan perspektif sosiologi komunikasi telah ada bersamaan dengan lahirnya sosiologi itu sendiri baik dalam perspektif struktural fungsional maupun dalam perspektif konflik.
Selain apa yang disumbangkan Karl Marx dan Habermas mengenai teori kritis dalam komunikasi, sumbangan dari perspektif struktural fungsional dalam sosiologi yang diajarkan oleh Talcott Parson dalam teori sistem tindakan maupun dalam skema Agil, serta kajian Robert K. Merton tentang struktur fungsional, struktur sosial dan anomi, merupakan sumbangan-sumbangan yang amat penting terhadap lahirnya teor-teori komunikasi di waktu-waktu berikutnya.
2.4.1 Pengertian Sosiologi Komunikasi
Menurut Soerjono Soekanto (Soekanto, 1992, 471), sosiologi komunikasi merupakan kekhususan sosiologi dalam mempelajari interaksi sosial yaitu suatu hubungan atau komunikasi yang menimbulkan proses saling pengaruh-mempengaruhi antara para indovidu, individu dengan kelompok maupun antar kelompok.
Secara komprehensif sosiologi komunikasi mempelajari tentang interaksi sosial dengan semua aspek yang berhubungan dengan interaksi tersebut seperti bagaimana interaksi tersebut (komunikasi) itu dilakukan dengan menggunakan media, bagaimana efek media sebagai akibat dari interaksi tersebut, sampai dengan bagaimana perubahan-perubahan sosial di imasyarakat yang didorong oleh efek media berkembang serta konsekuensi sosial macam apa yang ditanggung masyarakat sebagai akibat dari perubahan yang didorong oleh media masa itu.
Komunikasi didalam masyarakat dibagi menjadi 5 jenis :
Komunikasi antarpribadi adalah komunikasi antar perorangan dan bersifat pribadi baik yang terjadi secara langsung (tanpa medium) ataupun tidak langsung (melalui medium). Contohnya kegiatan percakapan tatap muka, percakaan melalui telepon, surat-menyurat pribadi. Fokus pengamatannya adalah bentuk-bentuk dan sifat-sifat hubungan (relationship), percakapan (discourse), interaksi, dan karakteristik komunikator.
2. Komunikasi kelompok
Komunikasi kelompok, memfokuskan pembahasannya kepada interaksi di antara orang-orang dalam kelompok-kelompok kecil. Komunikasi kelompok juga melibatkan komunikasi antarpribadi. Bahasan teoretis meliputi dinamika kelompok, pola dan bentuk interaksi, serta pembuatan keputusan.
3. Komunikasi organisasi
Komunikasi organisasi menunjuk pada pola dan bentuk komunikasi yang terjadi dalam konteks dan jaringan organisasi. Komunikasi organisasi melibatkan bentuk-bentuk komunikasi antar pribadi dan komunikasi kelompok. Pembahasannya meliputi struktur dan fungsi organisasi, hubungan antarmanusia, komunikasi dan proses pengorganisasian, serta kebudayaan organisasi.
4. Komunikasi sosial
Komunikasi sosial adalah salah satu bentuk komunikasi yang lebih intensif, di mana komunikasi terjadi secara langsung antara komunikator dan komunikan, sehingga situasi komunikasi berlangsung dua arah atau
lebih diarahkan kepada pencapaian suatu situasi integrasi sosial, melalui kegiatan ini terjadilah aktualisasi dari berbagai masalah yang dibahas. Komunikasi sosial sekaligus suatu proses sosialisasi dan untuk pencapaian stabilitas sosial, tertib sosial, penerusan nilai-nilai lama dan baru yang diagungkan oleh suatu masyarakat melalui komunikasi sosial kesadaran masyarakat dipupuk, dibina, dan diperluas. Melalui komunikasi sosial, masalah-masalah sosial dipecahkan melalui konsensus.
5. Komunikasi massa
Komunikasi massa menurut Mc Quail adalah komunikasi yang berlangsung pada tingkat masyarakat luas. Pada tingkat ini komunikasi dilakukan dengan manggunakan media massa. Selanjutnya Mc Quail mengatakan ciri-ciri utama komunikasi massa:
a) Sumbernya adalah organisasi formal dan pengirimnya adalah profesional
b) Pesannya beragam dan dapat diperkirakan c) Pesan diproses dan distandarisasikan
d) Pesan sebagai produk yang memiliki nilai jual dan simbolik
e) Hubungan antara komunikan dan komunikator berlangsung satu arah f) bersifat impersonal, non-moral, dan kalkulatif
Dengan demikian, lingkup komunikasi massa menyangkut sumber pemberitaan, pesan komunikasi, hubungan komunikan dan komunikator, dan dampak pemberitaan terhadap masyarakat.
Jadi, Sosiologi komunikasi adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang ilmu komunikasi dari sudut sosiologis. Dalam sosiologi komunikasi ini membahas tentang tinjauan sosiologis terhadap komunikasi baik sebagai aktivitas sosial, interaksi sosial antara individu dengan individu, individu dengan kelompok dan kelompok dengan kelompok maupun efek sosial dari komunikasi dalam masyarakat tersebut.
Atau juga bisa diartikan, sebagai Suatu ilmu yang mempelajari atau meneliti tentang struktur sosial dan proses sosial, termasuk perubahan-perubahan sosial didalam masyarakat yang mempengaruhi proses penyampaian pesan baik verbal maupun nonverbal dari komunikator kepada komunikan guna untuk menimbulkan feedback atau umpan balik yang sesuai dengan harapan.
Sosiologi komunikasi berpendapat bahwa tindakan awal dalam penyelarasan fungsi-fungsi sosial dan berbagai kebutuhan manusia diawali oleh dan dengan melakukan interaksi sosial atau tindakan komunikasi satu dengan yang lainnya. Aktivitas interaksi sosial dan tindakan komunikasi itu dilakukan baik secara verbal, nonverbal, mapun simbolis. Kebutuhan adanya sinergi fungsional dan akselerasi positif dalam melakukan pemenuhan kebutuhan manusia satu dengan lainnya ini kemudian melahirkan kebutuhan tentang adanya norma-norma dan nilai-nilai sosial yang mampu mengatur tindakan manusia dalam memenuhi berbagai kebutuhannya, sehingga tercipta keseimbangan sosial (sosial equilibirium) antara hak dan kewajiban dalam pemenuhan kebutuhan manusia, terutama juga kondisi keseimbangan itu akan menciptakan tatanan sosial
(social order) dalam proses kehidupan masyarakat saat ini dan di waktu yang akan datang.
Fokus interaksi sosial dalam masyarakat adalah komunikasi itu sendiri. Sebagaimana dijelaskan oleh sosiologi bahwa komunikasi menjadi unsur terpenting dalam seluruh kehidupan manusia. Dominasi perspektif ini dalam sosiologi yang begitu luas dan mendalam, maka lahirlah kebutuhan untuk mengkaji kekhususan dalam studi-studi sosiologi yang dinamakan Sosiologi Komunikasi, yaitu perspektif kajian sosiologi tentang aspek-aspek khusus komunikasi dalam lingkungan individu, kelompok, masyarakat, budaya, dan dunia.
2.4.2 Ruang Lingkup Sosiologi Komunikasi
Adapun ruang lingkup kajian sosiologi komunikasi adalah gejala, pengaruh dan masalah sosial yang disebabkan oleh komunikasi. Ruang lingkup kajian sosiologi, yaitu pengaruh atau akibat-akibat sosial yang terjadi atau ditimbulkan oleh komunikasi. Dalam hal ini yang menjadi perhatian utama adalah bagaimana masalah sosial itu terjadi. Aspek komunikasi apa atau yang bagaimana yang menyebabkan timbulnya masalah tersebut. Dan dalam bahasan ini akan difokuskan pada sosiologi komunikasi massa. Pada dasarnya antara penelitian dibidang komunikasi dengan sosiologi komunikasi tidak mempunyai hubungan yang langsung. Akan tetapi penelitian dibidang komunikasi mempunyai kecenderungan untuk melakukan penelitian tentang:
a) Struktur, pusat perhatian, perilaku masyarakat yang menjadi sasaran komunikator, maksudnya bagaimana sesuatu peran itu disampaikan, ataupun apakah yang akan menjadi pusat perhatian penelitian tersebut. b) Efektifitas komunikasi massa, maksudnya sejauh mana pengaruh yang
dapat ditimbulkan oleh komunikasi massa.
c) Efek-efek sosial dari komunikasi massa, maksudnya bagaimanakah pengaruh sosialdari komunikasi massa. Dan inilah sebenarnya yang menjadi salah satu bidang kajian sosiologi komunikasi massa.
Dengan memperhatikan lingkup kajian sosiologi komunikasi tersebut, maka kita dapat mengetahui bahwa komunikasi dengan media massa mempunyai sifat-sifat atau ciri-ciri tertentu, disamping itu berbagai aspek komunikasi lainnya dapat pula menimbulkan akibat-akibat atau pengaruh sosial lainnya, misalnya, sistem komunikasi dapat menimbulkan pengaruh sosiologis, unsur-unsur komunikasi dapat menimbulkan pengaruh sosiologis. Gejala-gejala sosiologis yang terbentuk dalam berbagai kemungkinan antar lain:
a) Suatu sistem komunikasi massa dapat menimbulkan pengaruh terhadap masyarakatnya, maksudnya, suatu sistem akan menentukan bagaimana suatu kegiatan itu akan dilaksanakan, sehingga hal ini juga mengandung suatu pengertian bahwa sistem komunikasi massa akan mempengaruhi masyarakatnya, misalnya sistem komunikasi massa komunis mempunyai pengaruh tertentu kepada masyarakatnya.
b) Sistem komunikasi massa dapat menyampingkan media komunikasi tradisional yang berlaku dalam kehidupan masyarakat.
c) Sistem komunikasi massa merupakan sarana yang kuat dan luwes untuk menpengaruhi masyarakat sehingga suatu sistem komunikasi massa dapat menimbulkan pengaruh sosiologis yang kuat.
d) Sistem komunikasi massa dapat menimbulkan sikap dan pandangan yang seragam terhadap gejala sosial tertentu, maksudnya, sistem tersebut dapat mempengaruhi penilaian masyarakat mengenai suatu masalah sosial tertentu yang ditimbulkan oleh media komunikasi massa.
e) Menurut Bungin, sosiologi komunikasi terdiri dari 4 konsep yang sekaligus menjadi ruang lingkup sosiologi komunikasi. Ke-empat konsep tersebut yakni sosiologi, masyarakat, komunikasi, dan teknologi media/informasi.29
a. Sosiologi
Asal kata Sosiologi adalah berasal dari kata sofie, yaitu bercocok tanam atau bertanam, kemudian berkembang menjadi Socius (bhs. Latin) yang berarti teman, kawan. Bearkembang lagi menjadi kata sosial yang berartiberteman, bersama, berserikat. Kata sosial secara khusus adalah hal-hal mengenai berbagai kejadian dalam masyarakat yaitu persekutuan manusia, dan selanjutnya dengan pengertian itu bermaksud untuk mengerti kejadian-kejadian dalam masyarakat yaitu persekutuan manusia, dan selanjutnya dengan pengertian itu untuk dapat berusaha mendatangkan perbaikan dalam kehidupan bersama.
29
M. Burhan Bungin, Sosiologi komunikasi: teori, Paradigma dan Diskursus Teknologi komunikasi di Masyarakat (Jakarta: Prenada Media Group, 2006). Hal. 27.
Dengan kata lain menurut Hassan Shadily, Sosiologi adalah ilmu masyarakat atau ilmu kemasyarakatan yang mempelajari manusia sebagai anggota golongan atau masyarakatnya masyarakatnya), dengan ikatan-ikatan adat, kebiasaan, kepercayaan atau agamanya, tingkah laku serta keseniannya atau yang disebut kebudayaan yang meliputi segala segi kehidupannya.
Berikut pengertian sosiologi menurut para ahli diantaranya adalah:
1) Van der Zanden Memberikan batasan bahwa sosiologi merupakan studi ilmiah tentang interaksi antar manusia.
2) Roucek dan Warren mengemukakan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok.
3) William F. Ogburn dan Meyer F. Nimkoff berpendapat bahwa sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya yaitu organisasi sosial.
4) Pitirim Sorokin mengemukakan bahwa sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang:
a) hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala-gejala sosial (misalnya antara gejala-gejala ekonomi dengan agama; keluarga dengan moral; hukum dengan ekonomi; gerak masyarakat dengan politik dan lain sebaginya);
b) hubungan dengan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala non sosial (misalnya gejala geografis, biologis dan sebagainya) c) Ciri-ciri umum semua jenis gejala-gejala sosial.
5) Prof. DR. Selo Soemardjan dalam bukunya “Setangkai Bunga”, Sosiologi mendefinisikan proses sosial, termasuk perubahan-perubahan sosial. Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang masyarakat, hubungan antara masyarakat dan akibat dari hubungan tersebut. Karena sosiologi objeknya adalah masyarakat maka cakupan dari objek sosiologi itu adalah individu, kelompok, dan masyarakat. Proses hubungan inilah yang biasa disebut dengan istilah interaksi sosial.
Dengan melihat pengertian sosiologi dan objek sosiologi tersebut maka dapat disimpulkan bahwa sosiologi mempunyai fungsi:
1) Berusaha untuk mendapatkan pengetahuan yang sedalam-dalamnya tentang masyarakat.
2) Mendapatkan fakta-fakta masyarakat yang mungkin dapat dipergunakan untuk memecahkan persoalan-persoalan masyarakat.
3) Sosiologi mempelajari gejala umum yang ada pada interaksi manusia.
b.Masyarakat
Menurut Ralph Linton, masyarakat adalah sekelompok manusia yang telah hidup dan bekerja bersama cukup lama, sehingga mereka dapat mengatur diri mereka dan menganggap diri mereka sebagai dengan batas-batas yang dirumuskan dengan jelas.
Selo Soemardjan menyatakan masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama, yang menghasilkan kebudayaan.
Pengertian manusia yang hidup bersama dalam ilmu sosial tidak mutlak jumlahnya, bisa saja dua orang atau lebih, tetapi minimal adalah dua orang. Manusia tersebut hidup bersama dalam waktu cukup lama, dan akhirnya melahirkan manusia-manusia baru yang saling berhubungan satu dengan lainnya. Hubungan antara manusia itu, kemudian melahirkan keinginan, kepentingan, perasaan, kesan, penilaian dan sebagainya. Keseluruhan itu kemudian mewujudkan adanya system komunikasi dan suatu kesatuan sosial peraturan-peraturan yang mengatur hubungan antara manusia dalam masyarakat tersebut. Dalam sistem hidup tersebut, maka muncullah budaya yang mengikat antara satu manusia dengan lainnya.
c. Komunikasi
Masih ingatkah Anda bahwa istilah komunikasi yang dalam bahasa Inggris disebut communication, berasal dari bahasa Latin, communicatio? Sebagaimana Anda telah pelajari dalam mata kuliah Pengantar Ilmu Komunikasi, kata communicatio berasal dari kata communis yang artinya sama. Tentu saja, konteks sama yang dimaksudkan ialah sama makna.30
Kesamaan makna ini terjadi ketika misalnya Anda terlibat dalam percakapan dengan teman Anda, dimana tidak saja menggunakan bahasa yang sama, namun juga Anda berdua sama-sama mengerti dan memahami makna dari apa yang Anda berdua percakapkan itu. Jadi, kesamaan makna lebih mengarah pada kesamaan pandangan di antara orang-orang yang terlibat dalam komunikasi mengenai isi dari pesan tersebut.
30
Berikut adalah pengertian komunikasi menurut beberapa ahli. Beberapa teori yang dikemukakan dalam buku Teori Komunikasi antara lain dari:
1) Anderson: Komunikasi adalah suatu proses dengan mana kita bisa memahami dan dipahami oleh orang lain. Komunikasi merupakan proses yang dinamis dan secara konstan berubah sesuai dengan situasi yang berlaku.
2) Margarete Mead: Interaksi, juga dalam tingkatan biologis, adalah salah satu perwujudan komunikasi, karena tanpa komunikasi tindakan-tindakan kebersamaan tidak akan terjadi.
3) Barnlund: Komunikasi timbul didorong oleh kebutuhan-kebutuhan untuk mengurangi ketidakpastian, bertindak secara efektif, mempertahankan atau memperkuat ego.
4) Berelson dan Steiner: Komunikasi adalah proses penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian dan lain-lain, melalui penggunaan simbol-simbol seperti kata-kata, gambar-gambar, angka-angka dan lain-lain.
5) Onong Uchyana: Proses komunikasi pada hakikatnya adalah proses penyampaian pikiran, atau perasaan oleh seseorang (komunikator) kepada orang lain (komunikan). Pikiran bisa merupakan gagasan, informasi, opini, dan lain-lain yang muncul kepastian, keraguan. Kekhawatiran, kemarahan, keberanian, kegairahan, dan sebagainya yang timbul dari lubuk hati. 6) Sean Mac Bride komunikasi adalah proses pengoperan lambang-lambang
yang mengandung arti dari komunikator kepada komunikan dengan tujuan tertentu, baik melalui media maupun tidak, sarana atau tidak bersarana.
Lambang yang berisi pesan yang membawa pesan dan sarana yang membawa pesan tersebut sebenarnya adalah dua muka dari satu kenyataan. Lambang, gerak, angka, kata-kata, gambar semuanya adalah sarana komunikasi, dan medianya adalah tangan, halaman cetak, radio atau televisi, tidak hanya membawa pesan tetapi sekaligus sebagai lambang komunikasi.31
Pada prinsipnya pernyataan ini benar, bahwa lambang gerak bahasa dan lainya itu adalah sarana dan media komunikasi. Onong Uchjana Effendi dalam membahas komunikasi primer dan sekunder32 serta membenarkan lambang tersebut juga media, yakni sebagai media primer.
Untuk kepentingan pendefinisian komunikasi, umumnya para pakar ilmu komunikasi merujuk pada pandangan Harold Lasswell dalam bukunya The Structure and Function of Communication in Society. Lasswell yang menjelaskan bahwa cara yang baik untuk menjelaskan komunikasi ialah dengan menjawab pertanyaan berikut: Who Says What in Which Channel to Whom with What Effect? Bila diterjemahkan maka akan menjadi: Siapa Mengatakan Apa dengan Saluran Apa kepada Siapa dan dengan Efek Apa? Bila Anda menyimak baik-baik formulasi Lasswell ini maka Anda akan dapat memahami elemen-elemen penting dari komunikasi. Mari kita bahas satu per satu.
31
Sean Macbride, Many Voices One Word, dalam “Aneka Suara Satu Dunia”, Unesco-Balai Pustaka, hlm. 83
32
Onong Uchjana Effendi, Hubungan Masyarakat Suatu Tinjauan Komunikologis, Remaja Karya, Bandung, 1986, hlm. 93
Kata who (siapa) dalam konteks komunikasi merujuk kepada seorang pemberi pesan.Pemberi pesan ini biasanya dikenal dengan sebutan sumber informasi, komunikator, atau pengirim pesan.
Says what (mengatakan apa) merujuk pada apa yang diperkatakan. Dalam
hal ini pesan atau isi dari percakapan/pembicaraan.Pesan ini lalu kita kenal dengan sebutan verbal (melalui kata-kata dan atau tulisan) dan non verbal (menggunakan bahasa isyarat).
In which channel (dengan saluran apa) mengarah pada alat atau saluran
atau media yang digunakan untuk menyampaikan pesan. Anda tentu tahu bukan, manusia dapat menggunakan bermacam-macam saluran dalam berkomunikasi. Media yang paling praktis dan semua orang menggunakannya saat berkomunikasi adalah panca indera manusia. Selain itu, kita juga mengenal saluran komunikasi menggunakan alat bantu seperti telephon, telegram, dan surat). Ada juga saluran komunikasi yang digunakan untuk khalayak yang jumlahnya lebih besar (massa) yaitu media cetak dan elektronik.
To whom (kepada siapa) ditujukan untuk penerima pesan.Penerima pesan
ini disebut juga sebagai komunikan, atau receiver.Bila anda berinisiatif menelpon sahabat anda, maka sahabat anda itu disebut sebagai komunikan.
With what effect (dengan efek apa) merujuk pada pengaruh yang
ditimbulkan dari komunikasi. Pengaruh ini dapat meliputi aspek pengetahuan, ketrampilan, dan sikap lawan bicara.33
Jadi, berdasarkan uraian ini maka kita dapat menyimpulkan bahwa komunikasi itu terdiri dari sekurang-kurangnya 5 unsur yakni:
1) Komunikator (pemberi informasi). 2) Pesan.
3) Media (saluran).
2.5 Interaksi Sosial
Manusia merupakan makhluk sosial, dimana manusia bergantung dan membutuhkan individu lain atau makhluk lainnya. Dalam hidup bermasyarakat, manusia dituntut untuk berinteraksi dengan sesama secara baik agar tercipta masyarakat yang tentram dan damai.
Secara etimologis, interaksi terdiri dari dua kata, yakni action (aksi) dan inter (antara). Jadi, interaksi adalah tindakan yang dilakukan di antara dua atau lebih orang, atau tindakan yang berbalas-balasan.34 Menurut H. Bonner,35 interaksi sosial adalah suatu hubungan antara dua atau lebih individu manusia, dimana kelakuan individu yang satu mempengaruhi, mengubah atau memperbaiki kelakuan individu yang lain atau sebaliknya. Definisi ini menggambarkan kelangsungan timbal baliknya interaksi sosial antara dua atau lebih manusia itu.
33
Arifin, Anwar. Ilmu Komunikasi : Sebuah Pengantar Ringkas (Jakarta; Rajawali Pers, 1998), hal. 56.
34
Bernard Raho, Sosiologi : Sebuah Pengantar, Syilvia: Surabaya, 2004, hal. 33 35
Sedangkan menurut Soekanto36, interaksi sosial adalah bentuk-bentuk yang tampak apabila orang-orang perorangan ataupun kelompok-kelompok manusia mengadakan hubungan satu sama lain terutama dengan mengetengahkan kelompok serta lapisan sosial sebagai unsur pokok struktur sosial Interaksi sosial dapat dipandang sebagai dasar proses-proses sosial yang ada, menunjuk pada hubungan-hubungan sosial yang dinamis.
Interaksi sosial adalah kunci dari semua kehidupan sosial, oleh karena tanpa interaksi sosial, tak akan mungkin ada kehidupan bersama. Bertemunya orang perorangan secara badaniyah belaka tidak akan menghasilkan pergaulan hidup dalam suatu kelompok sosial. Pergaulan hidup semacam itu baru akan terjadi apabila orang-orang perorangan atau kelompok-kelompok manusia bekerja sama, saling berbicara, dan seterusnya untuk mencapai suatu tujuan bersama, mengadakan persaingan, pertikaian dan lain sebagainya.37
Bentuk umum proses-proses sosial adalah interaksi sosial (yang juga dapat dinamakan proses sosial), oleh karena interaksi sosial merupakan syarat utama terjadinya aktivitas-aktivitas sosial. Interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis, yang menyangkut hubungan-hubungan antara orang perorangan, antara kelompok-kelompok manusia, maupun antara orang perorangan dengan kelompok manusia. Apabila dua orang bertemu, interaksi sosial dimulai pada saat itu mereka saling menegur, berjabat tangan, saling bicara
36
Soerjono Soekanto. Sosiologi suatu pengantar. PT Rajawali Pers : Jakarta, 2012. hlm. 59. 37
atau bahkan mungkin berkelahi. Aktivitas-aktivitas semacam itu merupakan bentuk bentuk interaksi sosial.38
2.5.1 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Intraksi Sosial
Menurut Soerjono Soekanto Interaksi sosial akan berlangsung apabila terjadi saling aksi dan reaksi antara kedua belah pihak. Interaksi sosial tidak akan terjadi jika manusia mengadakan hubungan yang langsung dengan sesuatu yang sama sekali tidak berpengaruh terhadap sistem syarafnya sebagai akibat hubungannya tersebut. Berlangsungnya suatu proses interaksi terutama antara individu dan kelompok didasari oleh beberapa faktor, antara lain faktor :
a. Faktor Peniruan (Imitasi)
Imitasi sangat kuat peranannya dalam interaksi sosial. Tampak jelas dalam dunia mode, adat istiadat, dunia usaha, perilaku kejahatan dan lain sebagainya. Faktor ini sangat berperan dalam pergaulan masyarakat. b. Faktor Sugesti
Faktor sugesti yang dimaksudkan, sugesti secara psikologi dimana seorang individu menerima cara penglihatan atau pedoman tingkah laku dari orang lain tampak kritik. Sugesti ini merupakan proses pengoperan atau penerimaan sesuatu hal yang dilakukan seseorang atau masyarakat tampak kritik atau penelitian lebih cermat.
c. Faktor Identifikasi
38
Faktor identifikasi dimaksudnya adalah dorongan untuk yang berproses tidak saja lahiriah, tetapi juga meliputi batiniah. Pada tahap proses ini terjadi berlangsung tidak sadar, irasional untuk melengkapi norma yang berlangsung mulai dari lingkungan terkecil sampai pada masyarakat umum yang saling mengambil norma-norma, sikap perilaku, nilai-nilai dan lain sebagainya dari sekelilingnya yang secara umum dapat merubah masyarakat.
d. Faktor Simpati
Faktor yang dimaksudkan adanya persaan yang terdapat didalam diri seseorang dimanapun ia berada yang merasa tertarik kepada orang lain. Prosesnya berdasarkan persaan semata-mata dan tidak melalui penilaian berdasarkan rasio.39
2.5.2 Syarat- syarat Terjadinya Interaksi Sosial
Menurut Soerjono Soekanto40, syarat-syarat terjadinya interaksi sosial yaitu adanya kontak sosial dan adanya komunikasi
1. Kontak sosial
Kontak sosial berasal dari bahasa Latin con atau cum (yang artinya bersama-sama) dan tango yang artinya menyentuh). Jadi artinya secara harfiah bersama-sama menyentuh. Secara fisik, kontak sosial baru terjadi apabila terjadi hubungan badaniah, sedangkan dalam gejala sosial tidak selalu berarti hubungan badaniah. Kontak sosial dapat bersifat positif atau
39
Dewi Wualansari. Sosiologi Konsep dan Teori PT Refika Aditama : Bandung, 2009. Hlm. 37-38. 40
negatif. Bersifat positif mengarah pada kerjasama, dan yang bersifat negatif mengarah pada suatu pertentangan. Kontak sosial juga akan bersifat primer dan sekunder apabila yang mengadakan hubungan langsung bertemu dan berhadapan muka, Adapun kontak sekunder merupakan kontak yang memerlukan perantara. Apabila dengan perkembangan teknologi dewasa ini, orang-orang dapat berhubungan satu dengan yang lainnya melalui telepon, telegraf, radio, termasuk TV dan tdak memerlukan suatu hubungan badaniah.
2. Komunikasi
Komunikasi adalah bahwa seseorang memberikan tafsiran pada perilaku orang lain (yang berwujud pembicaraan, gerak-gerak badaniah atau sikap), persaan-perasaan apa yang ingin disampaikan oleh orang tersebut. Orang yang bersangkutan tersebut kemudian memberikan reaksi terhadap perasaan yang ingin disampaikan oleh orang lain tersebut. Dengan adanya komunikasi tersebut, sikap-sikap dan perasaan-persaan suatu kelompok manusia atau orang-perseorangan dapat diketahui oleh kelompok lain atau orang lainnya. Hal itu merupakan bahan untuk menentukan reaksi apa yang akan dilakukannya.
2.5.3 Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial
Menurut Soerjono Soekanto Bentuk-bentuk interaksi sosial dapat menghasilkan proses sosial yang asosiatif dan disosiatif yaitu faktor yang
dipengaruhi dari dalam dan diluar itu sendiri. Berikut ini adalah proses-proses interaksi yang terjadi antara lain:41
a. Kerja sama (cooperation)
Beberapa sosiologi menganggap bahwa kerjasama merupakan bentuk interaksi sosial yang pokok. Kerjasama yang dimaksudkan sebagai suatu usaha bersama antara orang-perorangan atau kelompok manusia untuk mencapai satu atau beberapa tujuan bersama. Kerjasama timbul karena orientasi orang perorangan terhadap kelompoknya (yaitu in-group-nya) dan kelompok lainnya (yang merupakan out-group-in-group-nya).
Charles H. Cooley menggambarkan bahwa betapa penting fungsi kerjasama yang timbul apabila orang menyadari bahwa mereka mempunyai kepentingan-kepentingan yang sama dan pada saat bersamaan mempunyai cukup pengetahuan dan pengendalian terhadap diri sendiri untuk memenuhi kepentingan tersebut; kesadaran akan adanya kepentingan yang sama dan adanya organisasi merupakan fakta-fakta yang penting dalam kerjasama yang berguna.42
b. Persaingan (Competition)
Persaingan atau competition dapat diartikan sebagai suatu proses sosial, dimana individu atau kelompok-kelompok manusia yang bersaing mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan yang pada suatu masa terdapat tertentu menjadi pusat perhatian umum (baik perseorangan maupun kelompok manusia) dengan cara menarik perhatian publik atau
41
Dewi Wualansari. Sosiologi (Konsep dan Teori) PT Refika Aditama : Bandung, 2009. Hlm. 37-38. 42
dengan mempertajam prasangka yang telah ada tanpa mempergunakan ancaman atau kekerasan.
c. Pertikaian (conflic)
Pribadi maupun kelompok menyadari bahwa adanya perbedaan-perbedaan misalnya dalam ciri badaniah, emosi, unsur-unsur kebudayaan, pola-pola perilaku dan seterusnya dengan pihak lain. Ciri tersebut dapat mempertajam perbedaan yang ada hingga menjadi suatu pertentangan atau pertikaian (conflic). Perasaan memegang peranan penting dalam mempertajam perbedaan-perbedaan untuk saling menghancurkan. Perasaan tersebut biasanya berbentuk amarah dan rasa benci yang menyebabkan dorongan-dorongan untuk melukai atau menyerang pihak lain, atau untuk menekan dan menghancurkan individu atau kelompok yang menjadi lawan.
Pertentangan atau pertikaian selanjutnya disebut sebagai pertentangan saja karena merupakan suatu proses sosial dimana individu atau kelompok berusaha untuk memenuhi tujuannya dengan jalan menentang pihak lawan yang disertai dengan ancaman atau kekerasan.
2.6 Remaja
Masa remaja merupakan salah satu fase dalam rentang perkembangan manusia yang dimulai sejak anak masih dalam kandungan sampai meninggal dunia. Sebagai salah satu fase perkembangan manusia, masa remaja mempunyai ciri yang berbeda dengan masa sebelumnya atau sesudahnya, karena ada beberapa
hal yang memengaruhinya43. Hal inilah yang membuatnya menarik untuk dibicarakan mengingat pada masa ini terjadi proses transisi atau peralihan yang membentuk kepribadian seseorang. Remaja, yang dalam bahasa aslinya disebut adolescene, berasal dari bahasa Latin adolescere yang artinya “tumbuh atau tumbuh untuk mencapai kematangan”44. Santrock45 mengklasifikasikan pembagian remaja ke dalam dua kelompok usia, yaitu: (1) Remaja Awal (early adolescence) dalam kelompok ini adalah individu dengan usia 11 sampai 14 tahun, yang tengah mengalami banyak perubahan untuk pubertas. Remaja dengan usia tersebut pada umumnya merupakan siswa Sekolah Menengah Pertaman (2) Remaja Akhir dalam kelompok ini adalah individu antara usia 15 sampai 19 tahun. Pada kelompok usia tersebut, remaja mengalami fase munculnya minat yang lebih nyata dalam hal karir, pasangan, dan eksplorasi identitas. Umumnya remaja akhir sedang menjalani studi di Sekolah Menengah Atas dan mahasiswa semester awal atau tahun pertama di perguruan tinggi.
Pada tahun 1974, WHO46 memberikan definisi tentang remaja yang lebih bersifat konseptual. Dalam definisi tersebut dikemukakan tiga kriteria, yaitu biologis, psikologis, dan sosial ekonomi, sehingga secara lengkap definisi tersebut berbunyi sebagai berikut:
Remaja adalah suatu masa dimana:
43
Izzaty, Dkk, Perkembangan Peserta Didik. Yogyakarta: UNY Press, 2008, hal 123 44
Ali & Asrori, Psikologi Remaja, Perkembangan Peserta Didik, Jakarta: Bumi Aksara. 2006, hal 9 45
Santrock, Adolecent, Perkembangan Remaja, Jakarta: Erlangga, 2003 46
Sarwono Sarlito Wirawan, Psikologi Remaja, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2012
a. Individu berkembang dari saat pertama kali ia menunjukkan tanda-tanda seksual sekundernya sampai saat ia mencapai kematangan seksual.
b. Individu mengalami perkembangan psikologis dan pola identifikasi dari kanak-kanak menjadi dewasa.
c. Terjadi peralihan dari ketergantungan sosial-ekonomi yang penuh pada keadaan yang relatif lebih mandiri Sebagai pedoman umum dapat digunakan batasan usia 11-24 tahun dan belum menikah untuk remaja Indonesia dengan pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut:
a. Secara fisik pada usia sebelas tahun adalah usia ketika tanda-tanda seksual sekunder pada umumnya sudah mulai tampak.
b. Kriteria secara sosial usia sebelas tahun sudah dianggap akil balik, menurut adat maupun agama, sehingga masyarakat tidak lagi memperlakukan mereka sebagai anak-anak.
c. Sudah mulai ada tanda-tanda penyempurnaan perkembangan jiwa, seperti tercapainya identitas diri (ego identity), tercapainya fase genital dari perkembangan psikoseksual dan tercapainya puncak perkembangan kognitif maupun moral.
d. Batas usia 24 tahun merupakan batas maksimal, dengan kata lain orang-orang yang sampai batas usia 24 tahun belum dapat memenuhi persyaratan kedewasaan secara sosial maupun psikologi, masih dapat digolongkan sebagai remaja.
e. Dalam definisi di atas, status perkawinan masih sangat penting di masyarakat kita secara menyeluruh. Oleh karena itu, definisi remaja di sini dibatasi khusus untuk yang belum menikah47. Masa remaja sedang dalam fase perkembangan yang amat pesat. Secara fisik mereka sudah semakin kuat dan menarik. Secara emosi mereka tengah menggelora sehingga memiliki semangat yang membara. Rasa ingin tahu yang begitu tinggi dan ingin mencoba hal-hal baru. Interaksi sosial atau hubungan sosial dengan orang lain sudah semakin menunjukkan sikap toleransi, apalagi dengan kelompok teman sebayanya sesama remaja. Secara psikologis, mereka sudah menunjukkan bakat dan kemampuan yang luar biasa. Remaja sudah menyadari akan pentingnya nilai moral yang dapat dijadikan pegangan hidup 48.
Dalam kehidupan sehari-harinya remaja sebagai individu di masyarakat juga melakukan interaksi sosial dengan orang-orang yang berada di sekitarnya. Interaksi sosial atau hubungan sosial berkembang karena adanya dorongan rasa ingin tahu terhadap segala sesuatu yang ada di dunia sekitarnya. Dalam hal ini hubungan sosial dilakukan oleh individu juga menyangkut proses adaptasi atau penyesuaian diri dengan lingkungan di sekitarnya. Hubungan sosial dimulai yang pertama dilakukan dalam lingkungan keluarga. Berlanjut kemudian dalam lingkungan yang lebih luas lagi, yaitu di lingkungan teman sebaya, sekolah dan masyarakat.
Masa remaja biasa disebut sebagai masa sosial karena sepanjang masa remaja hubungan sosial semakin tampak jelas dan sangat dominan. Remaja mulai
47
Sarwono Sarlito Wirawan, Ibid, Hal 18 48
menyadari adanya rasa kesunyian, sehingga mereka mulai mencoba untuk berinteraksi dengan orang lain selain dengan keluarganya. Melalui lingkungan masyarakat mereka berusaha menemukan jati diri dan kenyamanan terutama dengan teman sebaya. Penghayatan kesadaran akan kesunyian yang mendalam dari remaja merupakan dorongan pergaulan untuk menemukan pernyataan diri akan kemampuan kemandiriannya. Seperti yang dikemukakan oleh Langeveld, kemiskinan akan hubungan atau perasaan kesunyian remaja disertai kesadaran sosial psikologis yang mendalam nantinya akan dapat menimbulkan dorongan yang kuat akan pentingnya pergaulan untuk menemukan suatu bentuk (pribadi) sendiri 49.
Remaja merupakan sebuah fase perkembangan manusia, dimana mereka termasuk golongan yang paling mudah terpengaruh budaya dari luar karena sedang mengalami kegoncangan emosi akibat perubahan yang dilalui50. Dalam hubungannya dengan kebudayaan asing, remaja pulalah yang lebih banyak terpengaruh dibandingkan dengan anak-anak dan orang dewasa. Demikian juga dengan dengan remaja yang hidup di kota kecil. Semakin bertambah majunya alat komunikasi seperti radio, televisi, surat kabar dan lain-lainnya menambah pula dekatnya hubungan antar kota kecil dan kota besar. Pada umumnya remaja yang hidup di kota kecil itu adalah remaja-remaja sekolah menengah yang orang tua mereka adalah petani-petani di desa, di samping remaja yang kedua orang tuanya bekerja atau berdagang di kota tersebut. Sebagai remaja yang masih dalam masa
49
Ali & Asrori. Ibid, hal 91 50
pertumbuhan dan perubahan, pada umumnya mempunyai kecenderungan untuk meniru dan meneladani teman-teman mereka yang ada di kota besar51.
Di era dengan teknologi yang serba canggih ini, berbagai macam informasi sangat mudah diakses. Apalagi dengan adanya internet dan alat komunikasi modern yang mendukung penggunaannya. Hal ini memudahkan remaja untuk memuaskan rasa ingin tahunya yang besar tentang berbagai hal yang ingin diketahuinya. Secara psikologis karena mudah terpengaruh dengan budaya luar membuat usia remaja rawan terhadap dampak negatif yang muncul dari kecanggihan teknologi yang sebenarnya dibuat untuk memudahkan manusia.
2.6.1 Lingkungan Sosial Remaja
Lingkungan Sosial yang paling dekat serta berpengaruh dalam kehidupan remaja adalah lingkungan sosial awal, yakni keluarga. Lalu kemudian dilanjutkan dengan lingkungan sebayanya, yang terdiri dari kelompok pertemanan atau kelompok permainan (sahabat).
Keluarga adalah lingkungan yang paling utama dimana kita mengalami kedekatan dan kebersamaan yang sangat intensif, serta lingkungan tempat kita menjalani proses sosialisasi berbagai nilai dasar kemanusiaan., orang tua dan saudara melakukan sosialisasi yang biasa diterapkan melalui kasih sayang. Atas dasar kasih sayang tersebut, seorang individu dididik untuk mengenal nilai-nilai tertentu. Konsep hubungan keluarga mempengaruhi konsep diri remaja dimana seorang remaja yang mempunyai hubungan erat dengan seorang anggota keluarga
51
akan mengidentifikasikan diri dengan orang lain dan ingin mengembangkan pola kepribadian yang sama.
Kelompok teman sebaya merupakan lingkungan sosial pertama dimana remaja belajar untuk hidup bersama dengan orang lain yang bukan anggota keluarganya. Didalamnya timbul persahabatan yang merupakan ciri khas pertama dan sifat interaksinya dalam pergaulan. Manfaat penting dari adanya persahabatan dalam masa remaja ini adalah mereka dapat bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama dan mengisi waktu luang. Lebih penting lagi, bahwa dalam persahabatan itu remaja dapat merasa dibutuhkan, dihargai dan dengan demikian mereka dapat merasa adanya kepuasan dalam interaksi sosialnya
Suatu perilaku (behavior) yang merupakan cara bertindak dapat dipandang sebagai reaksi yang bersifat sederhana maupun yang bersifat kompleks. Sebagai mahkluk sosial, perilaku remaja banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor baik dari dalam diri remaja itu sendiri maupun dari lingkungannya. Perilaku adalah fungsi karakteristik individu dan lingkungan. Karakteristik individu meliputi berbagai variabel seperti motif, nilai-nilai, sifat kepribadian, dan sikap yang saling berinteraksi satu sama lain dan kemudian berinteraksi pula dengan faktor-faktor lingkungan dalam menentukan perilaku. Terdapat dua faktor yang mempengaruhi perilaku manusia yaitu :
1. Faktor-faktor personal, yaitu faktor biologis dan faktor sosio-psikologis
2. Faktor-faktor situasional, yaitu faktor ekologis, faktor rancangan dan arsitektural, faktor temporal, suasana perilaku, teknologi, faktor-faktor sosial, dan lingkungan psiko-sosial.
Kompleksitas perilaku remaja telah menjadi bahasan yang penting, terutama memahami perilaku remaja dalam lingkungan sosialnya, memahami motivasi perbuatan dan mencoba meramalkan respon remaja agar dapat memperlakukan sesama manusia dengan sebaik-baiknya. Perilaku terhadap suatu obyek dapat dilihat dari beberapa dimensi, yaitu :
1. Frekuensi
Menunjukkan jumlah atau kuantitas dari perilaku seseorang 2. Kepada siapa berperilaku
Perilaku yang dilakukan tidak hanya ditujukan untuk diri sendiri tetapi juga ditujukan bagi orang lain
3. Untuk apa
Perilaku yang dilakukan seseorang itu mempunyai manfaat atau tujuan baik untuk dirinya sendiri maupun bagi orang lain
4. Bagaimana
Menunjukkan upaya atau cara yang dilakukan oleh seseorang dalam berperilaku untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
Remaja laki-laki dengan perempuan juga terdapat perbedaan-perbedaan dalam perilakunya. Remaja perempuan cenderung memiliki tingkat keintiman
yang dalam dengan orang-orang sekitarnya dibanding dengan remaja laki-laki. Hal ini dikarenakan remaja laki-laki ingin menunjukkan kemandirian yang lebih dan adanya jarak dengan sekitarnya.
2.7 Uses and gratifications
Konsep dasar model Uses and gratifications ini diringkas oleh para pendirinya Katz, Blumer, dan Gurevitch. Dengan model ini yang diteliti ialah (1) sumber sosial dan psikologis dari (2) kebutuhan, yang melahirkan (3) harapan-harapan dari (4) media massa atau sumber-sumber yang lain, yang menyebabkan (5) perbedaan pola terpaan media (atau keterlibatan dalam media lain), dan menghasilkan (6) pemenuhan kebutuhan dan (7) akibat-akibat lain, bahkan sering kali akibat-akibat yang tidak dikehendaki.
Model uses and gratificatons dapat dilukiskan seperti terlihat pada gambar dibawah ini :
Gambar 1
Model ‘Uses and gratifications ”
2.7.1 Variabel-Variabel Uses & Gratifications
Anteseden Motif Penggunaan Media Efek
-Variabel -Personal - Hubungan - Kepuasan
Individual -Diversi - Macam Isi - Pengetahuan
-Variabel - Personal Identity - Hubungan dengan isi Lingkungan
Anteseden meliputi variabel individual yang terdiri dari data demografis seperti usia, jenis kelamin dan faktor-faktor psikologis komunikan, serta variabel lingkungan seperti organisasi, sistem sosial, dan struktur sosial. Motif dapat dioperasionalkan dengan berbagai cara: unfungsional (hasrat melarikan diri, kontak sosial, atau bermain), bifungsional (informasi-edukasi, fantasistescapist, atau gratifikasi segera-tertangguhkan), empat fungsional (diversi, hubungan personal, identitas personal dan surveillance; atau surveillance (bentuk-bentuk pencarian informasi), korelasi, hiburan, transmisi budaya) dan multifungsional.
Penggunaan media terdiri dari jumlah waktu yang digunakan dalam berbagai media jenis isi media yang dikonsumsi dan berbagai hubungan antara individu konsumen media dengan isi media yang dikonsumsi atau dengan media secara keseluruhan. Efek media dapat dioperasionalkan sebagai evaluasi kemampuan media untuk memberikan kepuasan, sebagai depedensi media, dan sebagai pengetahuan52
2.7.2 Kebutuhan Penggunaan
Teori uses and gratification ini menjelaskan bahwa pengguna media memainkan peran aktif untuk memilih dan menggunakan media tersebut. Pengguna mempunyai pilihan untuk memuaskan kebutuhannya. Kebutuhan manusia dipengaruhi oleh lingkungan sosial, afiliasi kelompok, dan ciri-ciri kepribadian sehingga terciptalah kebutuhan manusia yang berkaitan dengan media meliputi kebutuhan kognitif, kebutuhan afektif, kepribadian secara integratif,
52
kebutuhan sosial secara integratif dan kebutuhan pelepasan ketegangan. Kebutuhan khalayak dalam menggunakan media menurut Katz, Blumler, dan Gurevitch53 adalah sebagai berikut:
1. Kebutuhan kognitif (Cognitive) yaitu kebutuhan yang berkaitan dengan pencarian informasi dan pengetahuan. Kebutuhan ini didasarkan dengan hasrat untuk memahami dan menguasai lingkungan dan memuaskan rasa keingintahuan.
2. Kebutuhan afektif (Affective) yaitu berkaitan dengan pengalaman-pengalaman yang estis, menyenangkan, dan emosional.
3. Kebutuhan pribadi secara integratif (Personal Integative) yaitu kebutuhan yang berkaitan dengan kredibilitas, kepercayaan diri, stabilitas, dan status individual.
4. Kebutuhan sosial secara integratif (Social Integrative) yaitu berkaitan dengan menjalin relasi atau kontak bersama keluarga, teman dan dunia. Hal tersebut didasarkan pada hasrat bersosialisasi.
5. Kebutuhan pelepasan ketegangan (Tension Release) yaitu kebutuhan yang berkaitan dengan upaya mengatasi tekanan, tegangan, dan kebutuhan melepaskan diri dari masalah
Teori uses and gratifications menganggap bahwa khalayak bersifat aktif dalam menggunakan media dan bukannya penerima pasif. Mengembangkan teori kebutuhan media yang dikemukakan oleh Katz, McQuail mengidentifikasi
53
West, Richard. Lynn H.Turner. 2007. Pengantar Teori Komunikasi. Salemba Humanika: Jakarta, 2007, Hal 429