44 III.1. Analisa Sistem
Analisa sistem yang dinjelaskan pada bab ini adalah sebagai bahan perbandingan antara sistem yang lama atau manual dengan sistem yang akan dirancang. Dan penulis akan memaparkan proses konsultasi untuk mengetahui apakan mobil X-Trail matic mengalami kerusakan secara manual.
III.1.1. Analisa Input
Agar proses konsultasi dapat dilakukan dan menghasilkan solusi sesuai dengan yang diharapkan maka seorang pakar perlu mengetahui ataupun berkosultasi mengenai kerusakan dan gejala yang tejadi kepada pengunjung. Data yang diberikan pengunjung kepada pakar masih berupa bentuk manual yaitu dengan menyampaikan langsung keluhan pengunjung terhadap kerusakan yang terjadi kepada seorang pakar. Adapun data yang diperlukan dalam konsultasi tersebut adalah berupa nama pengunjung, alamat, nomor telepon dan gejala kerusakan yang terjadi.
Berdasarkan pengamatan penulis tentang data diatas, penulis berpendapat bahwa data yang diberikan telah cukup dan telah memenuhi semua data yang dibutuhkan pakar untuk melakukan proses data pengunjung yang dibutuhkan.
III.1.2. Analisa Proses
Berdasarkan sistem yang sedang berjalan, tahapan-tahapan kerja atau proses mendetektsi kerusakan pada mobil X-Trail matic adalah sebagai berikut :
1. User harus mencari pakar mekanik mobil X-Trail matic untuk melakukan pemeriksaan sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama.
2. Pakar harus memeriksa secara menyeluruh terhadap kerusakan yang terjadi dan melakukan proses analisa terhadap gejala kerusakan yang tampak pada mobil X-Trail matic pengunjung.
III.1.3. Analisa Output
Keluaran atau output merupakan suatu pernyataan apakah sebuah mobil X-Trail matic mengalami kerusakan serta memberikan solusi secara manual melalui konsultasi yang telah dilakukan.
III.2. Evaluasi Sistem yang Sedang Berjalan
Berdasarkan analisa terhadap input, proses dan output pada sistem yang lama dalam mendeteksi kerusakan pada mobil X-Trail matic yang sedang berjalan, penulis menemukan beberapa kelemahan antara lain sebagai berikut :
1. Membutuhkan waktu yang cukup lama untuk berkonsultasi langsung dengan pakar, karena pada umumnya user yang akan melakukan konsultasi harus membuat janji dan mengantri untuk bertemu dengan pakar.
3. Ahli mekanik yang mengerti mobil matic masih sedikit, sehingga tidak memungkinkan dalam beberapa waktu dapat menangani banyak keluhan dari user.
Untuk menangani kelemahan-kelemahan sistem yang ada, salah satu solusi yang ditawarkan adalah dengan merancang sistem pakar untuk mendeteksi kerusakan pada mobil X-Trail matic. Sistem ini diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi pengguna yang menangani kerusakan pada mobil X-Trail matic. III.3. Representasi Pengetahuan
Representasi pengetahuan (knowladge representation) adalah cara untuk menyajikan pengetahuan yang diperoleh ke dalam suatu skema/diagram tertentu sehingga dapat diketahui relasi antara suatu pengetahuan dengan pengetahuan yang lain dan dapat dipakai untuk menguji kebenaran penalaarannya. Representasi pengetahuan dibutuhkan untuk menagkap sifat-sifat penting dan masalah mempermudah prosedur pemecahan masalah dalam mengakses informasi. Format representasi harus mudah dipahami sehingga seorang progremer mampu mengekspresikan pengetahuan untuk mendapatka solusi suatu masalah (T.Sutojo;2010:124).
Dalam perancangan basis pengetahuan ini digunakan kaidah produksi sebagai sarana untuk representasi pengetahuan. Kaidah produksi dituliskan dalam bentuk pernyataan JIKA [premis] MAKA [konklusi]. Pada perancangan basis pengetahuan sistem pakar ini premis adalah gejala-gejala yang terlihat pada pasien dan konklusi adalah jenis kerusakan Mobil X-Trail Matic yang diderita Pasien,
sehingga bentuk pernyataannya adalah JIKA [gejala] MAKA [kerusakan]. Bagian premis dalam aturan produksi dapat memiliki lebih dari satu proposisi yaitu berarti pada sistem pakar ini dalam satu kaidah dapat memiliki lebih dari satu gejala. Gejala-gejala tersebut dihubungkan dengan menggunakan operator logika DAN. Bentuk pernyatannya adalah:
JIKA [gejala 1]
DAN [gejala 2]
DAN [gejala 3]
MAKA [kerusakan]
Berikut adalah tabel keputusan untuk gejala-gejala yang terjadi adalah seperti ditunjukkan oleh tabel III.1 dibawah ini:
Tabel III.1 Keputusan Gejala – Gejala Kerusakan Mobil X-Trail Matic
Kode_ gejala Gejala Kerusakan K01 (Transmisi) K02 (Rem) K03 (AC) K04 (Control Unit) K05 (Sensor) GK01 Dijalan kencang tiba-tiba
Lost Power (Ngedrop) * GK02 Gigi seperti ngunci digigi
paling atas, kalau masuk dari N ke D. Meski pedal gas diinjak untuk menjalankan mobil (harusnya matic, ketika sudah dimasukkan ke posisi D maju pelan
*
GK03 Tombol OD (Over Drive
tidak jalan) *
GK04 Sudah masuk gigi R,
Mobil tidak mundur * GK05 Mobil bergetar ketika
tinggi
GK06 Bau terbakar diarea
transmisi *
GK07 Susah oper gigi * GK08 Pedal bergetar ketika
diinjak *
GK09 Pedal rem keras dan
kurang pakem *
GK10 Pedal rem dalam dan
kurang pakem *
GK11 Rem pakem tapi
membuang ke satu sisi * GK12 Udara yang dihasilkan
tidak dingin, kurang dingin, atau cenderung panas
*
GK13
Freon cepat habis
*
GK14
Udara yang keluar agak
berbau *
GK15
Terdapat bunyi desis atau
bunyi berisik *
GK16
Membuat mesin tidak
bisa hidup *
GK17
Membuat mesin mobil nyendat * GK18 Menyebabkan tenaga mesin turun * GK19 Menjadi penyebab konsumsi bbm boros * GK20
Membuat lampu cek engine mati tetapi juga ada yang membuat lampu cek engine nyala
*
GK21
Mesin akan menjadi
tidak responsive *
GK22
Mesin akan susah
distarter atau dihidupkan
GK23
Akan terjadi kedipan pada lampu check engine
pada panel indicator *
GK24
Lampu check engine
akan menyala terus *
Tabel kepastian untuk gejala-gejala kerusakan mobil x-trail matic ditunjukkan oleh tabel III.2 berikut ini:
Tabel III.2. Kepastian Gejala-Gejala Kerusakan Mobil X-Trail Matic
Kode
Gejala Nama Gejala
CFg
GK01 Dijalan kencang tiba-tiba Lost Power (Ngedrop) 0.8
GK02 Gigi seperti ngunci digigi paling atas, kalau masuk dari N ke D. Meski pedal gas diinjak untuk menjalankan mobil (harusnya matic, ketika sudah dimasukkan ke posisi D maju pelan
0.9
GK03 Tombol OD (Over Drive tidak jalan) 0.7
GK04 Sudah masuk gigi R, Mobil tidak mundur 0.6
GK05 Mobil bergetar ketika dipacu pada kecepatan tinggi 0.5
GK06 Bau terbakar diarea transmisi 0.4
GK07 Susah oper gigi 0.3
GK08 Pedal bergetar ketika diinjak 0.7
GK10 Pedal rem dalam dan kurang pakem 0.4
GK11 Rem pakem tapi membuang ke satu sisi 0.3
GK12 Udara yang dihasilkan tidak dingin, kurang dingin, atau cenderung panas
0.8
GK13 Freon cepat habis 0.7
GK14 Udara yang keluar agak berbau 0.5
GK15 Terdapat bunyi desis atau bunyi berisik 0.3
GK16 Membuat mesin tidak bisa hidup 0.8
GK17 Membuat mesin mobil nyendat 0.5
GK18 Menyebabkan tenaga mesin turun 0.6
GK19 Menjadi penyebab konsumsi bbm boros 0.7
GK20 Membuat lampu cek engine mati tetapi juga ada yang membuat lampu cek engine nyala
0.3
GK21 Mesin akan menjadi tidak responsive 0.8
GK22 Mesin akan susah distarter atau dihidupkan 0.6
GK23 Akan terjadi kedipan pada lampu check engine pada panel indicator 0.7
Tabel kepastian untuk kerusakan mobil x-trail matic ditunjukkan oleh tabel III.3 berikut ini:
Tabel III.3. Tabel Nilai Kepastian (Certainty Factor) untuk kerusakan mobil X-Trail matic No Urut Kode Kerusakan Nama Kerusakan CFk 1 K01 Kerusakan transmisi 0.6 2 K02 Kerusakan Rem 0.5 3 K03 Kerusakan AC 0.4
4 K04 Kerusakan Kontrol Unit 0.8
5 K05 Kerusakan Sensor 0.7
Tabel penilaian untuk menentukan kerusakan mobil x-trail matic ditunjukkan oleh tabel III.4 berikut ini:
Tabel III.4 Nilai Kepastian (certainty Factor) Kerusakan Mobil X-Trail Matic
Kode Kerusakan Kerusakan CFk MB(CFh) MD(CFh)
K01 Transmisi 0,6 0,54 0,18
K02 Rem 0,5 0,35 0,15
K04 Kontrol Unit 0,8 0,64 0,24
K05 Sensor 0,7 0,56 0,35
III.3.1. Metode Certainty Factor
Ada dua cara dalam mendapatkan tingkat keyakinan dari sebuah rule, yaitu: 1. Metode „Net Belief’ yang diusulkan oleh E.H. Shortliffe dan B.G. Buchanan
CF(Rule) = MB(H,E)-MD(H,E)
[ ( | ) ( )] ( ) [ ] ( )
Keterangan :
a. CF(Rule) = faktor kepastian
b. MB(H,E) =measure of belief (ukuran kepercayaan) terhadap Hipotesis H, jika diberikan evidence E (antara 0 dan 1)
c. MD(H,E) =measureof disbelief (ukuran kepercayaan) terhadap Hipotesis H, jika diberikan evidence E (antara 0 dan 1)
d. P(H) = probabilitas kebenaran hipotesis H
e. P(H|E) = probabilitas bahwa H benar karena fakta E
MB(H,E) =
P(H) = 1 1
=MD(H,E) =
Contoh
Seandainya seorang pakar mekanik mobil x-trail matic menyatakan bahwa probabilitas kerusakan transmisi adalah 0.6. Dari data lapangan menunjukkan bahwa dari 100 mobil x-trail matic mengalamai kerusakan pada transmisi, 80 mobil x-trail matic memiliki gejala jika dijalankan kencang tiba-tiba lost power (ngedrop). Dengan menganggap H = Kerusakan Transmisi dan E = Jika dijalankan kencang tiba-tiba lost power (ngedrop) hitung faktor kepastian bahwa kerusakan transmisi terjadi karena Jika dijalankan kencang tiba-tiba lost power (ngedrop). Penyelesaian:
Dik : P(Transmisi) = 0.6
P(transmisi | Jika dijalankan kencang tiba-tiba lost power (ngedrop)) = 80/100 = 0.8 [ ( | ) ( )] ( ) [ ] ( ) Jawab: [ ] [ ] = [ ] = 0.5 MB(H,E) = P(H) = 1 1 MD(H,E) P(H) = 0P(H) 11
: [ ] [ ] = [ ] = 0 CF = 0.5 – 0 =0.5
Rule : If (Gejala= Jika dijalankan kencang tiba-tiba lost power (ngedrop)) then Kerusakan = Transmisi (CF=0.5)
2.Dengan cara yang mewawancarai seorang pakar
Nilai CF(Rule) didapat dari interprestasi “term” dari pakar, yang diubah menjadi nilai CF tertentu.
Contoh
Uncertain Term CF
Defenitely not (pasti tidak) -1.0
Almost certainty not (hampir pasti tidak)
-0.8
Probably not (kemungkina besar tidak) -0.6
Maybe not (mungkin tidak) -0.4
Unknow (tidak tahu) -0.2 to 0.2
Maybe (mungkin) 0.4
Probably (kemungkinan besar) 0.6
Definitely (pasti) 1.0
Berdasarkan contoh dapat diambil kesimpulan.
Pakar: jika dijalankan kencang tiba-tiba lost power (ngedrop), maka „hampir dipastikan‟ (Almost certainty) Kerusakan adalah Transmisi
Rule: if (dijalankan kencang tiba-tiba lost power (ngedrop) then Kerusakan= Transmisi (CF=0.8)
Metode certainty factor yang akan diterapkan dalam pembuatan sistem pakar ini adalah metode dengan rumus certainty factor sebagai berikut :
CF(H,e) = CF(E,e) * CF(H,E)
Di mana
CF(E,e) : certainty factor evidence E yang dipengaruhi oleh evidence e. CF(H,E) : certainty factor hipotesis dengan asumsi evidence diketahui
dengan pasti, yaitu ketika CF(E,e) = 1.
CF(H,e) : certainty factor hipotesis yang dipengaruhi oleh evidence e. Karena semua evidence pada antecedent diketahui dengan pasti maka rumusnya menjadi :
CF(H,e) = CF(H,E)
JIKA Dijalan kencang tiba-tiba Lost Power (Ngedrop)
AND Tombol OD (Over Drive tidak jalan) AND Sudah masuk gigi R, Mobil tidak mundur
AND Mobil bergetar ketika dipacu pada kecepatan tinggi
MAKA Mengalami Kerusakan id K01, CF: 0.6 Dengan menganggap
E1 : ” Dijalan kencang tiba-tiba Lost Power (Ngedrop)”
E2 : ” Tombol OD (Over Drive tidak jalan)”
E3 : ” Sudah masuk gigi R, Mobil tidak mundur”
E4 : ” Mobil bergetar ketika dipacu pada kecepatan tinggi”
Nilai certainty factor hipotesis pada saat evidence pasti adalah :
CF(H,E) = CF(H,E1 ∩ E2 ∩ E3 ∩ E4)
= 0.6
Dalam kasus ini, kondisi gejala tidak dapat ditentukan dengan pasti. Certainty factor evidence E yang dipengaruhi partial evidence e ditunjukkan dengan nilai sebagai berikut:
CF(E1 , e) = 0.8
CF(E3 , e) = 0.6
CF(E4 , e) = 0.5
Sehingga
CF(E,e) = CF(E1 ∩ E2 ∩ E3 ∩ E4 , e)
= min [CF(E1,e), CF(E2,e), CF(E3,e), CF(E4,e)]
= min [0.8, 0.7, 0.6, 0.5]
= 0.5
Nilai certainty factor hipotesis adalah:
CF(H,e) = CF(E,e) * CF(H,E) = 0.5 * 0.6
= 0.30
Hal ini berarti besarnya kepercayaan pakar terhadap kemungkinan mengalami kerusakan id K01 adalah 0.30 atau bila dipersentasikan nilainya menjadi 30%.
Berikut adalah pohon keputusan untuk menentukan jenis kerusakan berdasarkan gejala - gejala yang telah ditentukan, ditunjukkan oleh gambar III.1 berikut ini :
Gambar. III.1. Pohon Keputusan Sistem Pakar Mendeteksi Kerusakan Mobil X-Trail Matic dengan Menggunakan Metode Certainty Factor
G0 1 G0 2 G0 3 G0 4 G1 9 G1 5 G0 5 G0 6 G0 7 G0 8 G0 9 G1 0 G1 1 G1 2 G1 3 G1 4 G1 6 G1 7 G1 8 G2 0 G2 1 G2 2 G2 3 G2 4 En d K01 K02 K03 K04 K05 Y T Y T Y T T T Y Y
III.4. Desain Sistem
Perancangan desain sistem yang akan dibangun menggunakan pemodelan Unified Modelling System ( UML ). Diagram-diagram yang digunakan use case diagram, activity diagram, class diagram dan squence diagram.
III.4.1. Unified Modeling Languange (UML).
Use Case Diagram menggambarkan fungsionalitas yang diharapkan dari sebuah sistem yang menekankan apa yang dibuat sistem dan merepresentasikan sebuah interaksi antara actor dengan system.
a. Use Case Diagram
Gambar. III.2 User Case Sistem Pakar Mendeteksi Kerusakan Mobil X-Trail Matic dengan Menggunakan Metode Certainty Factor
1. Sequence diagram
Sequence diagram adalah diagram yang merepresentasikan interaksi antar-objek. Bentuk Sequence diagram dari sistem yang dibangun adalah sebagai berikut : User Melihat Info Konsulta si Melihat Laporan Manipul asi Admin Login Admin Manipulasi Aturan Manipulas i LogOut Solusi
a. Sequence diagram Login Ke Sistem
ADMIN
Aplikasi Database
Masukkan User Name dan Password Validasi User Name dan Password
Gagal Messagebox (User Name
dan Password Salah)
Return Gagal
[ Berhasil ]
Gambar III.3 Sequence diagram Login Ke Sistem
b. Untuk sequence diagram Gejala Kerusakan dan Sequence diagram basis aturan dapat diwakili seperti berikut :
ADMIN
Aplikasi Database
Memasukkan data gejala kerusakan
Koreksi dan Ubah data gejala kerusakan
Data gejala kerusakan ditampilkan pada grid
Data gejala kerusakan dimasukkan
Data gejala kerusakan diUpdate
Menampilkan Data gejala kerusakan Hapus Data gejala kerusakan Data gejala kerusakan di Hapus
Gambar III.4 Sequence Diagram Gejala Kerusakan dan Sequence diagram Basis aturan
c. Sequence diagram Konsultasi
USER
Aplikasi Database
Memasukkan Gejala Konsultasi
Data Jenis penyakit ditampilkan pada grid
Data di cari pada basis aturan
Menampilkan Data Jenis penyakit
Gambar III.5 Sequence diagram Konsultasi
2. Class diagram
Diagram yang digunakan untuk menampilkan beberapa kelas serta paket-paket yang ada dalam sistem / perangkat lunak yang sedang kita kembangkan • Diagram kelas (Class Diagram) memberi kita gambaran (diagram statis ) tentang sistem / perangkat lunak dan relasi-relasi yang ada di dalamnya. Bentuk Class Diagram dari system yang dibangun dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
LOGIN + UserName + Password + Simpan() + Batal() Aplikasi ADMINISTRATOR Gejala Kerusakan + Kodegejala= varchar(5) + NamaGejala= varchar(30) + BobotGejala= numeric(3) +Baru() +Simpan() +Batal() +Edit() +Hapus() +Keluar() Detail Kerusakan + KodeKerusakan=Varchar(5) + Kodegejala=Varchar(5) + Rating= Numeric(2) +Baru() +Simpan() +Batal() +Edit() +Hapus() +Keluar() Basis Aturan + KodeKerusakan=Varchar(5) + NamaKerusakan=varchar(40) + Solusi1= varchar(40) + Bobot= Numeric(4) +Baru() +Simpan() +Batal() +Edit() +Hapus() +Keluar() Rekaman + KodeGejala=Varchar(5) + Jawaban=Varchar(50) +Baru() +Simpan() +Batal() +Edit() +Hapus() +Keluar() User + NoUser=Int(5) + NamaUser=Varchar(30) + JenisKelamin=Varchar(9) + Alamat=Varchar(50) + Telepon=Varchar(12) +Baru() +Simpan() +Batal() +Edit() +Hapus() +Keluar()
Gambar III.6 Class Diagram
3. Activity diagram
a. Activity Diagram Data Login
Adapun Activity Diagram form data login dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
Masukkan User Name dan Password Apakah Valid ? Tidak Menu Utama Ya Selesai
Gambar III.7. Diagram Activity Login
b. Activity Diagram Data Gejala dan Diagram Data Basis Aturan
Adapun Activity Diagram form data gejala dan form data basis aturan dapat diwakili dan dilihat pada gambar dibawah ini.
Mulai Tampil Form gejala
Baru
Input Data gejala
Ya Tidak Edit ? Simpan ? Yes Simpan Batal No Ubah Data Yes Hapus ? No Hapus Data yes No
Gambar III.8. Diagram Activity Form Gejala dan Diagram Activity Basis Aturan
c. Activity Diagram Data Konsultasi
Adapun Activity Diagram form data Pembelian dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
Mulai Tampil Form Gejala
No Check List Gejala kerusakan
Lanjutkan
Tampil Hasil Konsultasi
Yes
Keluar
III.5. ERD (Entity Relationship Diagram)
Adapun ERD ( Entity Relationship Diagram ) dari aplikasi yang akan di bangun ditunjukkan pada gambar III.29 berikut ini:
Gambar III.10. ERD (Entity Relationship Diagram)
TKerusakan KodeKerusaka n NamaKerusak an Solusi TGejala KodeGejal NamaGejala NilaiCf TDetail KodeKerusakan KodeGejala Rating TRekaman Kodegejal jawaban Login Username Password Status Memiliki Memiliki Memasukkan Memiliki Direkam
III.6. Desain Sistem Secara Global
III.6.1. Desain Ouput
1. Rancangan Output Antar Muka Homepage
Antar muka ini merupakan antar muka yang berisi sedikit penjelasan tentang informasi mengenai kerusakan mobil matic secara umum. Rancangan Antar muka beranda ditunjukkan pada gambar III.18 berikut ini :
Gambar III.11. Rancangan output antar muka homepage
HEADER LOGIN ADMIN User Name Password LOGIN INFORMASI Home Daftar Kerusakan Konsultasi KALENDER
SELAMAT DATANG DI SISTEM PAKAR MENDETEKSI KERUSAKAN MOBIL X-TRAIL MATIC
Trik Sederhana Deteksi Kerusakan Transmisi Automatic Mobil SP MOBIL MATIC | Tanggal Hosting 28 Juli 2014 | Jam 10:08:36 Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxx
Trik Sederhana Deteksi Kerusakan Transmisi Automatic Mobil SP MOBIL MATIC | Tanggal Hosting 28 Juli 2014 | Jam 10:08:36 xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxx XXXXXXXXXXXX XXXXXXXXXXXX
2. Rancangan Output Antar Muka Hasil Konsultasi
Perancangan ini menampilkan hasil dari konsultasi (deteksi keusakan) yang dilakukan oleh user.Untuk perancangannya dapat dilihat pada gambar III.19. di bawah ini :
Gambar III.12. Rancangan output antar muka hasil konsultasi
LOGIN ADMIN User Name Password LOGIN INFORMASI Home Daftar Kerusakan Konsultasi KALENDER HEADER User Name Password LOGIN INFORMASI
3. Rancangan Output Gejala
Perancangan ini mensampilkan data gejala beserta bobot nilai yang telah ditentukan.Untuk perancangannya dapat dilihat pada gambar III.19. di bawah ini :
:
Gambar III.13. Rancangan output gejala
HEADER LOGIN ADMIN User Name Password LOGIN INFORMASI Home Daftar Kerusakan Konsultasi KALENDER
DAFTAR GEJALA KERUSAKAN MOBIL X-TRAIL MATIC
KODE NAMA GEJALA BOBOT PROSES
1 Dijalan kencang tiba-tiba Lost Power (Ngedrop) 0.30
2
Gigi seperti ngunci digigi paling atas, kalau masuk dari N ke D. Meski pedal gas diinjak untuk menjalankan mobil (harusnya matic, ketika sudah dimasukkan ke posisi D maju pelan
0.40
3 Tombol OD (Over Drive tidak jalan) 0.60
4 Sudah masuk gigi R, Mobil tidak mundur 0.10
5 Mobi bergetar ketika dipacu pada kecepatan tinggi 0.30
6 Bau terbakar diarea transmisi 0.40
7 Susah oper gigi 0.60
8 Pedal bergetar ketika diinjak 0.10
9 Pedal rem keras dan kurang pakem 0.60
10 Rem pakem tapi membuang ke satu sisi 0.60
11 Pedal rem dalam dan kurang pakem 0.60
12 Udara yang dihasilkan tidak dingin, kurang dingin, atau
cenderung panas 0.50
13 Freon cepat habis 0.20
14 Udara yang keluar agak berbau 0.45
15 Terdapat bunyi desis atau bunyi berisik 0.34
16 Membuat mesin tidak bisa hidup 0.20
17 Membuat mesin mobil nyendat 0.50
18 Menyebabkan tenaga mesin turun 0.40
4. Rancangan Output Kerusakan
Perancangan ini menampilkan data kerusakan dan bobot nilai yang telah ditentukan serta solusi dari kerusakan yang terjadi. Untuk perancangannya dapat dilihat pada gambar III.19. di bawah ini :
Gambar III.14. Rancangan output kerusakan
HEADER LOGIN ADMIN User Name Password LOGIN INFORMASI Home Daftar Kerusakan Konsultasi KALENDER
DAFTAR KERUSAKAN MOBIL X-TRAIL MATIC
KODE
NAMA
KERUSAKAN BOBOT SOLUSI PROSES
0001 KERUSAKAN PADA TRANSMISI MOBIL MATIC 0.90 eset ECU jika hasil masih sama saja atau
masih ada problem ditransmisi lanjut ke langkah beriku 0002 KERUSAKAN REM 0.81 enghaluskan piringan rem ( ke tukang bubut ). Dengan proses ini ,
piringan menjadi rata dan tidak ol
0007 KERUSAKAN AC 0.79 emeriksa sikring Memeriksa tekana refrigerant, apakah ada kebocoran atau tidak. Setelah keb
5. Rancangan Output Admin
Perancangan ini menampilkan data daftar admin.Untuk perancangannya dapat dilihat pada gambar III.19. di bawah ini :
Gambar III.15. Rancangan output admin
HEADER LOGIN ADMIN User Name Password LOGIN INFORMASI Home Daftar Kerusakan Konsultasi KALENDER DAFTAR ADMIN
ID NAMA ALAMAT TELEPON USER NAME
PASS WORD
PROSES
1 Lili
Surantini MEDAN 089601939689 Admin Admin
3 Dr. Syafruddin Ginting SE, MP Jl, Bawang X 08137547758 123 123
6. Rancangan Output Artikel
Rancangan ini menampilkan artikel yang sudah tersimpan di database. Rancangan halaman artikel dapat dilihat pada gambar dibawah ini :
Gambar III.16. Rancangan Output Artikel
HEADER LOGIN ADMIN User Name Password LOGIN INFORMASI Home Daftar Kerusakan Konsultasi KALENDER DAFTAR ARTIKEL
ID KATEGORI JUDUL ISI PROSES
32 BERITA 4 Tanda Kerusakan Pada Transmisi Otomatis (matic) Transmisi otomatis merupakan pengembangan dari transmisi manual yang terlebih dulu digunakan pada mo 33 BERITA Potensi Kerusakan Transmisi Matic Akibat Prilaku Salah Pengemudi OTOMOTIFNET - Perilaku salah dapat membuat usia pakai peranti pemindah daya mesin ke roda ini menjad
III.6.2. Disain Input
Terdapat lima antar muka yang menjadi input dari sistem yang akan di bangun yaitu konsultasi, input gejala, input aturan kerusakan dan solusi, input data admin dan input ertikel ataupun informasi.
1. Rancangan konsultasi
Pada form ini pasien dapat menginputkan namanya sebelum melakukan menjawab dari beberapa pertanyaan yang diajukan oleh sistem. Konsultasi dapat ditunjukkan pada gambar III.25 berikut ini :
Gambar III.17. Rancangan Konsultasi
HEADER LOGIN ADMIN User Name Password LOGIN INFORMASI Home Daftar Kerusakan Konsultasi KALENDER
LIST GEJALA KERUSAKAN YANG DIPILIH OLEH USER/PENGGUNA
No PERTANYAAN BOBOT JAWABAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
2. Rancangan Input Gejala
Perancangan ini untuk menambahkan nama gejala beserta bobot nilai gejala tersebut. Untuk Perancangannya dapat dilihat pada gambar III.27 di bawah ini :
Gambar III.18. Rancangan Input Gejala
HEADER LOGIN ADMIN User Name Password LOGIN INFORMASI Home Daftar Kerusakan Konsultasi KALENDER
FORM INPUT GEJALA KERUSAKAN MOBIL X-TRAIL MATIC
3. Rancangan Input Kerusakan
Perancangan ini untuk menambahkan nama kerusakan, bobot nilai kerusakan serta solusi dari kerusakan tersebut. Untuk Perancangannya dapat dilihat pada gambar III.27 di bawah ini :
Gambar III.19. Rancangan Input Kerusakan
HEADER LOGIN ADMIN User Name Password LOGIN INFORMASI Home Daftar Kerusakan Konsultasi KALENDER
4. Rancangan Input Admin
Perancangan ini untuk menambahkan nama admin yang akan tersimpan dalam database. Untuk Perancangannya dapat dilihat pada gambar III.27 di bawah ini :
Gambar III.20. Rancangan Input Admin
HEADER LOGIN ADMIN User Name Password LOGIN INFORMASI Home Daftar Kerusakan Konsultasi KALENDER
5. Rancangan Artikel
merupakan halaman untuk memasukkan data artikel mengenai mobil matic secara umum kedalam database. Rancangan halaman input berita dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
Gambar III.21. Rancangan Input Artikel
HEADER LOGIN ADMIN User Name Password LOGIN INFORMASI Home Daftar Kerusakan Konsultasi KALENDER INPUT ARTIKEL
III.7. Struktur Tabel Database
a. Normalisasi
Normalisasi database biasanya jarang dilakukan dalam database skala kecil dan dianggap tidak diperlukan pada penggunaan personal. Namun seiring dengan berkembangnya informasi yang dikandung dalam sebuah database, proses normalisasi akan sangat membantu dalam menghemat ruang yang digunakan oleh setiap tabel di dalamnya, sekaligus mempercepat proses permintaan data. Pada tahap ini semua data direkam tanpa format tertentu dan data bisa jadi mengalami duplikasi.
1. Tabel Unnormal
Tabel III.5. Unnormal
ode Nama Kerusakan Gejala Solusi 0001 Kerusakan Pada transmisi mobil matic
Dijalan kencang tiba-tiba Lost Power (Ngedrop)
Kuras oli transmisi, dengan tujuan membersihkan
kotoran-kotoran yang sudah mengendap dikomponen transmisi - - Gigi seperti ngunci digigi paling atas,
kalau masuk dari N ke D. Meski pedal gas diinjak untuk menjalankan mobil (harusnya matic, ketika sudah dimasukkan ke posisi D maju pelan
- - Sudah masuk gigi R, Mobil tidak mundur
- - Mobil bergetar ketika dipacu pada kecepatan tinggi
Susah oper gigi
- - Bau terbakar diarea transmisi
0002 Kerusakan Rem
Pedal bergetar ketika diinjak Menghaluskan
piringan rem ( ke tukang bubut ). - - Pedal rem keras dan kurang pakem
- - Pedal rem dalam dan kurang pakem
Rem pakem tapi membuang ke satu sisi
2. Tabel Normal Pertama (1NF)
Tabel III.6. Normal Pertama (1NF)
Kode Nama Kerusakan Gejala Solusi 0001 Kerusakan Pada transmisi mobil matic
Dijalan kencang tiba-tiba Lost Power (Ngedrop)
Kuras oli transmisi, dengan tujuan membersihkan kotoran-kotoran yang sudah mengendap dikomponen transmisi 0001 Kerusakan Pada transmisi
Gigi seperti ngunci digigi paling atas, kalau masuk dari N ke D. Meski pedal gas diinjak untuk menjalankan mobil
mobil matic (harusnya matic, ketika sudah dimasukkan ke posisi D maju pelan
0001 Kerusakan Pada transmisi mobil matic
Tombol OD (Over Drive tidak jalan)
0001 Kerusakan Pada transmisi mobil matic
Sudah masuk gigi R, Mobil tidak mundur
0001 Kerusakan Pada transmisi mobil matic
Mobil bergetar ketika dipacu pada kecepatan tinggi
0001 Kerusakan Pada transmisi mobil matic
Susah oper gigi
0001 Kerusakan Pada transmisi mobil matic
Bau terbakar diarea transmisi
0002 Kerusakan Rem
Pedal bergetar ketika diinjak Menghaluskan
0002 Kerusakan Rem
Pedal rem keras dan kurang pakem tukang bubut ).
0002 Kerusakan Rem
Pedal rem dalam dan kurang pakem
0002 Kerusakan Rem
Rem pakem tapi membuang ke satu sisi
3. Normal Kedua (2NF)
Gambar III.22. Normal Kedua (2NF) Tabel Gejala Kodegejala NamaGejala BobotGejala Tabel Kerusakan KodeKerusakan NamaKerusakan Solusi1
Tabel Detail Kerusakan KodeKerusakan Kodegejala Rating Bobot Tabel Rekaman KodeGejala Jawaban Tabel Login UserName Password Status
4. Normal Ketiga (3NF)
Gambar III.23. Normal Ketiga (3NF)
Tabel Gejala Kodegejala NamaGejala BobotGejala TabelKerusakan KodeKerusakan NamaKerusakan Solusi Bobot Tabel Detail KodeKerusakan Kodegejala Rating Tabel Rekaman KodeGejala Jawaban Tabel Login UserName Password Status
b. Kamu Data
Tabel III.7. Kamus Data
Tgejala Kodegejala + NamaGejala + BobotGejala
Tkerusakan Kodekerusakan + namakerusakan+ Solusi + bobot
Tdetail Kodekerusakan + Kodegejala + Rating
Rekaman KodeGejala + Jawaban
User UserName + Password + nama + jeniskelamin + alamat + telepon + gambar
Tberita Id + kategori + judul + isi + tanggal + jam + gambar
III.7.1. Database
Melalui proses diatas maka dapat dirancang database dari sistem. Database yang dirancang terdiri dari tabel-tabel yang saling berelasi. Struktur tabel-tabel database tersebut, yakni :
1. Tabel tgejala
Tabel tgejala digunakan untuk menyimpan data yang dapat memberikan imformasi mengenai gejala kerusakan Mobil X-Trail Matic. Struktur Tabel tgejala ditunjukkan dalam Tabel III.4.
Tabel III.8. tgejala
Field name Type Size Indexed Description
Kodegejala NamaGejala BobotGejala int Varchar Double 4 200 3 Yes - - Kode Gejala Nama Gejala Bobot Gejala 2. Tabel tkerusakan
Tabel tkerusakan ini berisi informasi tentang semua jenis kerusakan Mobil X-Trail Matic. Tabel tkerusakan ditunjukkan dalam Tabel III.5.
Tabel III.9. tkerusakan
Field name Type Size Indexed Description
kodekerusakan namakerusakan Bobot Solusi Varchar Varchar Double Text 5 30 4 0 Yes - - - Kode kerusakan Nama kerusakan Bobot Solusi
3. Tabel tdetail
Tabel tdetail merupakan tabel untuk menampung gejala-gejala setiap kerusakan Mobil X-Trail Matic. Tabel tdetail ditunjukkan dalam Tabel III.6.
Tabel III.10. tdetail
Field name Type Size Indexed Description
iddetail Kodekerusakan kodegejala ranting int Varchar varchar int 4 10 10 10 Yes - - - Id detail Kode kerusakan Kode gejala ranting 4. Tabel trekaman
Tabel trekaman berisi informasi kerusakan Mobil X-Trail Matic pada saat konsultasi. Jadi setiap hasil konsultasi disimpan pada tabel trekaman. Tabel trekaman ditunjukkan dalam Tabel III.7.
Tabel III.11. trekaman
Field name Type Size Indexed Description
kodegejala Jawaban varchar varchar 10 10 Yes - kode gejala Jawaban Pertanyaan 5. Tabel User
Tabel user berguna untuk keamanan data. Jadi dalam hal ini hanya terdaftar didalam tabel pengembang yang berhak untuk melakukan perubahan terhadap sistem. Tabel user ditunjukkan dalam Tabel III.8.
Tabel III.12. User
Field name Type Size Indexed Description
id username Password Nama Jeniskelamin Alamat int Varchar Varchar Varchar Varchar Varchar 4 8 8 15 9 20 Yes - - - - - id User Name Password Nama Jenis kelamin Alamat
Telepon Gambar Varchar Varchar 12 50 - Telepon Gambar 6. Tabel tberita
Tabel tberita berisi informasi artikel yang berhubungan dengan kerusakan Mobil X-Trail Matic. Tabel tberita ditunjukkan dalam Tabel III.9.
Tabel III.13. tberita
Field name Type Size Indexed Description
Id Kategori Judul Isi Tanggal Jam gambar Int Varchar Text Text Date Time Varchar 5 10 0 0 0 0 50 Yes - - - - - - Id Kategori Judul Isi Tanggal Jam Gambar