• Tidak ada hasil yang ditemukan

V. DESKRIPSI DAERAH ASAL DAN DAERAH TUJUAN MIGRAN SEKTOR INFORMAL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "V. DESKRIPSI DAERAH ASAL DAN DAERAH TUJUAN MIGRAN SEKTOR INFORMAL"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

Bab ini dibahas tentang kondisi umum daerah penelitian, meliputi daerah asal (perdesaan) dan daerah tujuan. Aspek-aspek yang dibahas adalah: (1) kondisi alam dan kependudukan daerah asal migran, (2) kegiatan perekonomian secara umum, (3) kondisi perekonomian sektor perdagangan dan prasarana penunjang diwilayah lokasi penelitian.

5.1. Daerah Asal Kecamatan Pucuk

Kecamatan Pucuk terdiri dari 16 desa dan 1 kelurahan dengan luas wilayah 44,84 Km². Kepadatan penduduk 1063,9 Orang/Km², Gambar 6 di bawah menjelaskan distribusi jumlah penduduk dua kecamatan asal migran sirkuler. Jumlah penduduk Kecamatan Pucuk relatif lebih stabil tingkat pertumbuhannya dibandingkan dengan kecamatan tetangganya yaitu Kecamatan Sukodadi. Walaupun luas wilayah relatif tidak terjadi perbedaan yang besar yaitu 44,84 M2 untuk Kecamatan Pucuk dan sebesar 52,32 M2 untuk Kecamatan Sukodadi. Sensus penduduk Tahun 2000 mencatat jumlah penduduk kecamatan Pucuk sebesar 47.171 orang, tahun 2001 mengalami kenaikan sebesar 460 orang. Pada tahun 2002 mengalami kenaikan lagi menjadi 47666 orang, tetapi pada tahun 2003 mengalami penurunan sebesar 0,2 persen (47559 orang). Pada tahun 2004 sebesar 47.535 orang, terjadi penurunan 24 orang dari jumlah penduduk pada tahun sebelumnya. Lebih dari 80 persen penduduk perdesaan di Kecamatan Pucuk bekerja disektor pertanian dengan jenis tanaman utama adalah tanaman pangan berupa Padi dan Palawija. Sistim irigasi yang digunakan oleh penduduk perdesaan kecamatan Pucuk adalah tadah hujan, dan sebagian lainnya mengandalkan aliran sungai Bengawan Solo. Kondisi tersebut memungkinkan banyak penduduk perdesaan yang masih bertahan dengan sektorpertanian. Gambar 6 menunjukkan Grafik jumlah penduduk di dua kecamatan asal (Pucuk dan Sukodadi).

(2)

Secara Geografis kecamatan Pucuk berada di tengah-tengah wilayah kabupaten Lamongan Selatan dan wilayah kabupaten Lamongan Utara. Jarak kota kecamatan ke kota kabupaten 17 Km, dengan kondisi sarana transportasi yang relatif bagus. Jarak menuju ke kota kabupaten berkisar antara 11 sampai 17 km.

Tabel 6 Luas Wilayah, Jarak ke-Kota Kabupaten Serta Kepadatan Penduduk Kecamatan Asal Tahun 2003

Kecamatan Luas Wilayah (Km2)

Jarak ke-Kota

Kabupaten (Km) Penduduk/Km2 (2003)

Pucuk 44,84 17 1063,9

Sukodadi 52,32 11 923,9

Sumber: BPS Kabupaten Lamongan Tahun 2000-2004

Kondisi lahan pertanian kecamatan Pucuk adalah tanah pertanian untuk padi dan tanaman palawija pada umumnya. Lahan pertanian tersebut hampir menyerupai lahan Gambut dan pada musim kemarau cenderung pecah-pecah dengan tingkat keasaman (PH) tanah yang tinggi. Sehingga masyarakat pedesaan di kecamatan Pucuk pada umumnya mengusahakan tanahnya sebagai lahan pertanian (Sawah padi), ternak Bandeng dan ternak Lele (Ikan Tawar).

Gambar 6: Penduduk Di Kecamatan Asal

TAHUN 2004 2003 2002 2001 2000 Value 50000 49000 48000 47000 46000 K_PUCUK K_SKDADI 49803 48802 48336 48397 48334 47535 47559 47666 47631 47171

(3)

Letak ketinggian daratan ± 8 meter dari permukaan air laut dengan batas-batas Wilayah kecamatan sebagai berikut:

- Sebelah Utara : Kecamatan Sekaran. - Sebelah Timur : Kecamatan Sukodadi. - Sebelah Selatan : Kecamatan Babat.

- Sebelah Barat : Kecamatan Montong kabupaten Tuban.

Aktifitas perekonomian utama penduduk di kecamatan Pucuk adalah bekerja disektor Pertanian. Menurut keterangan tokoh kunci, penduduk asli kecamatan ini banyak yang keluar untuk urusan ekonomi maupun nonekonomi seperti melanjutkan pendidikan. Dalam urusan ekonomi banyak yang memilih menjadi migran sirkuler kedaerah terdekat sampai ke luar negeri seperti: Malaysia, Madinah atau Makah.

a. Desa Pucuk

Desa Pucuk adalah salah satu desa di kecamatan Pucuk yang sekaligus sebagai kota kecamatan. Dalam etimologi bahasa Jawa, Pucuk berarti ujung. Desa ini relatif lebih sepi dari desa-desa lain kendati sebagai kota kecamatan. Hal ini disebabkan aktifitas penduduk ini banyak keluar desa. Adapun batas-batas desa pucuk adalah; sebelah Utara: desa Kesambi, sebelah Selatan: desa Wanar, Sebelah Barat: desa Paji, sebelah Timur: desa Warukulon. Luas wilayah Desa Pucuk ± 12,4 Km2 dengan kondisi alam yang umumnya difungsikan sebagai lahan pertanian Sawah padi dan perairan tawar. Letak ketinggian daratan dari permukaan laut ± 8 meter, tetapi pada sebagian dataran banyak terdapat cekungan-cekungan dengan kedalaman yang berbeda, kondisi tersebut karena pada musim-musim tertentu sebagian daratan digunakan sebagai penampun air hujan atau tadah hujan untuk aktifitas pertanian.

Kegiatan utama perekonomian desa Pucuk adalah pertanian Padi dan Palawija, serta ternak ikan air tawar. Tingkat pertumbuhan penduduk di desa Pucuk dari tahun 2000 sampai dengan bulan Agustus 2005 berkurang rata-rata sebesar 0,17 persen, dari 3.126 orang pada tahun 2000 menjadi 3.095 orang, pada bulan Agustus tahun 2005. Letak Geologis desa Pucuk adalah berupa lahan pertanian atau Sawah dengan rawa-rawa, namun dalam hal sumber daya manusia (SDM) tidak berbeda dengan SDM masyarakat diperkotaan. Hasil wawancara informan kunci menyebutkan bahwa masyarakat desa Pucuk selain

(4)

keluar untuk mencari kebutuhan hidup (keperluan ekonomi) banyak juga untuk keperluan pendidikan. Pendidikan yang ditempuh pada umumnya banyak kekota-kota besar seperti Surabaya, Malang, Yogyakarta dan Jakarta.

b. Desa Kesambi

Desa Kesambi mempunyai luas wilayah 15,9 Km2, dengan ± 50 persen pemukiman penduduk dan sisanya merupakan Lahan pertanian dan rawa-rawa. Kondisi Topografi desa adalah dataran tanah Gambut yang banyak ditanami padi oleh pemiliknya. Batas wilayah desa meliputi; sebelah Selatan: Desa Pading, sebelah Utara: Desa Bulutengger, sebelah Timur: Desa Pucuk, sebelah Barat: desa Warukulon.

Kondisi kependudukan desa ini cenderung mengalami fluktuasi dengan rata-rata tingkat pertumbuhan penduduk sekitar 0,32 persen per tahun. Potensi sumber daya manusia desa lebih maju bila dibandingkan dengan desa-desa di kecamatan Pucuk lainnya. Dalam hal pendidikan, masyarakat desa Kesambi relatif lebih maju dari pada desa Pucuk. Masyarakat desa kesambi banyak yang keluar kabupaten bahkan ke negara tetangga untuk bersekolah seperti ke Malaysia, mesir atau Arab Saudi. Kegiatan ekonomi relatif tidak berbeda dengan masyarakat perdesaan lainya yaitu sektor pertanian dan perikanan air tawar.

Jumlah penduduk desa Kesambi pada dua tahun terakhir mengalami kenaikan setelah dua tahun sebelumnya terjadi stagnasi pertumbuhan (pada tahun 2002 dan tahun 2003). Tahun 2004 terjadi kenaikan sebesar 5 orang dan akhirnya pada tahun 2005 menurun lagi hingga berjumlah 1872 jiwa, Tabel 7 menunjukkan jumlah Penduduk dua desa sampel di kecamatan asal migran tahun 2000 sampai tahun 2004. Jumlah penduduk Desa Kesambi relatif sedikit bila dibandingkan dengan jumlah penduduk desa Pucuk, yaitu hampir 50 persen dari total jumlah penduduk desa Pucuk. Desa Kesambi dan Desa Pucuk relatif banyak kesamaan baik dalam ekologi maupun pola masyarakatnya. Walaupun perada diwilayah perdesaan tingkat pendidikan masyarakat di desa ini relatif lebih maju dari pada desa-desa lain dalam kecamatan yang sama (Pucuk).

(5)

Tabel 7 Jumlah Penduduk Dua Desa Sampel di Kecamatan Asal Migran Tahun 2000 Sampai Tahun 2004

Jumlah Penduduk Nama Desa 2000 2001 2002 2003 2004 2005 Pucuk 3126 3119 3116 3106 3101 3095 Kesambi 1867 1868 1870 1870 1875 1872 Jumlah 4993 4987 4986 4976 4976 4967

Sumber: Data Kecamatan Pucuk 2004

Kecamatan Sukodadi

Kecamatan Sukodadi terdiri dari 19 desa dan 1 kelurahan, dengan luas wilayah 52,32 Km2 dan tingkat pertumbuhan penduduk sebesar 0,74 persen per tahun serta rata-rata jumlah anggota rumahtangga 5 orang. Berbeda dari aktifitas perekonomian penduduk di kecamatan Pucuk, kecamatan Sukodadi kegiatan ekonomi selain sektor pertanian yang menonjol adalah sektor perdagangan, tampak terlihat banyak bangunan bertingkat yang menjual barang-barang kebutuhan utama baik untuk pertanian maupun untuk kebutuhan sehari-hari. Letak ketinggian kota kecamatan 6 meter dari ketinggian air laut dan jarak ke kota kabupaten 11 Km. Kondisi infrastruktur transportasi kecamatan Sukodadi relatif baik. Posisi strategis kota kecamatan selalu ramai orang menuju ke kota kabupaten (comutting) dan ke kota surabaya membuat aktifitas ekonomi kota kecamata ini relatif maju dari kota kecamatan di bagian selatan lainnya. Adapun batas-batas wilayah kecamatan Sukodadi adalah:

- Sebelah Utara : Desa Drajat kecamatan Paciran - Sebelah Timur : Kecamatan Glagah

- Sebelah Selatan : Kecamatan Sugio

- Sebelah Barat : Desa Pucuk kecamatan Pucuk.

Jumlah penduduk kecamatan Sukodadi pada lima tahun terakhir relatif mengalami kenikan. Walaupun pada tiga tahun pertama sedikit berfluktuasi terutama pada tahun 2001 ke tahun 2002, tetapi pada tahun 2003 sampai dengan tahun 2004 terjadi lonjakan jumlah penduduk yang relatif tajam, yaitu 48.802 jiwa ke 49.809 jiwa (2,06 %, lihat Gambar 6).

Kondisi bangunan fisik di kecamatan Sukodadi relatif lebih maju dibandinkan dengan di kecamatan bagian selatan yang lain. Hal tersebut nampak

(6)

terlihat banyak rumah-rumah dan pertokoan yang bertingkat ditepi jalan sepanjang kota kecamatan.

a. Desa Siwalanrejo

Desa Siwalanrejo adalah salah satu desa yang berada di bagian utara kecamatan Sukodadi. Pemandangan alam desa ini sangat indah hamparan padi dan rawa-rawa yang penuh ikan tawar dan pohon pisang yang ditanam menjadi ciri utama desa ini. Kegiatan ekonomi utama desa ini adalah pertanian dan peternakan air tawar. Letak dataran desa ini cenderung cekung dan terjadi kemiringan pada sebelah utara, serta berada ± 5 meter dari permukaan air laut.

Tingkat pertumbuhan penduduk desa Siwalanrejo pada tahun 2001 berjumlah 1.066 orang. Walaupun pada tahun 2002 pertumbuhan penduduk nol persen tetapi pada tahun 2003 dan tahun 2004 bertambah sebesar 18 orang sehingga jumlah penduduk sebesar 1.084 orang dan pada tahun 2005 data desa mencatat berjumlah 1.127 orang, terjadi kenaikan sebesar 5,6 % dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk desa ini paling sedikit bila dibanding 19 desa lainnya di kecamatan Sukodadi. Adapun batas-batas wilayah desa adalah:

- Sebelah Utara : Desa Banjarrejo

- Sebelah Timur : Desa Ngimbang kecamatan Panceng Gresik - Sebelah Selatan : Desa Baturono

- Sebelah Barat : Desa Dadapan Kecamatan Paciran

Kegiatan ekonomi utama penduduk desa adalah pertanian dan hasil dagang di daerah sekitar (Migrasi non permanen), dengan kondisi tingkat pendidikan masyarakat yang relatif rendah.

b. Desa Sumberagung

Sumber Informan kunci meceritakan bahwa dahulu desa Sumberagung adalah daerah yang sulit mendapat sumber air, tetapi kemudian mudah mendapatkan air, banyak (Agung) sumber air yang bermunculan di desa. Harapan itu diabadikan menjadi nama desa, dengan tujuan selalu mudah mendapat air yang banyak. Letak desa Sumberagung berada di deretan desa yang paling utara di kecamatan Sukodadi. Letak daratan berada ± 3,5 meter dari permukaan air Laut. Tingkat pertumbuhan penduduknya rata-rata mencapai 14,8

(7)

persen per tahun dari jumlah awal penduduk 1.755 jiwa pada taun 2000. Adapun batas-batas wilayah adalah sebagai berikut: Sebelah Utara; desa Drajad kecamatan Paciran, sebelah Selatan; desa Gedangan, sebelah Timur; desa Panceng kecamatan Panceng, dan sebelah Barat; desa Dadapan kecamatan Paciran.

Kegiatan ekonomi utama penduduk desa adalah Pertanian dan berdagang dengan cara migrasi sirkuler, yang menjadikan desa ini meskipun sepi tetapi pada saat-saat tertentu ramai. Tingkat pendidikan masyarakat desa ini juga relatif rendah dengan persentasi terbanyak adalah setingkat SLTP yaitu sebesar 42 persen.

5.2. Daerah Tujuan

Kecamatan Brondong

Kecamatan Brondong adalah merupakan wilayah kabupaten Lamongan yang berada dibagian utara, jarak ke kota kabupaten ± 57 km, letak sumbu koordinat 6° - 7° Lintang Selatan dan 32° Bujur Timur. Sedangkan letak ketinggian daratan dari permukaan air laut 0,5 – 5 meter. Kecamatan Brodong terdiri dari 1 kelurahan, 9 desa, 23 dusun, 2 lingkungan. Tabel 8 menunjukkan luas desa atau kelurahan, jumlah penduduk, jumlah rumahtangga serta kepadatan penduduk pada tahun 2004.

Tabel 8 Luas Desa/Kelurahan, Jumlah Penduduk, Rumahtangga Serta Kepadatan Penduduk Kecamatan Brondong Tahun 2004

No. Nama Desa Luas (Km2) Jumlah Penduduk Jumlah Rumahtangga Kepadatan Penduduk /Km2 1. Lembor 16,07 2.317 572 144 2. Tlogoretno 3,48 1.211 329 348 3. Sidomukti 6,09 3.693 918 606 4. Lohgung 2,91 2.530 674 869 5. Labuhan 6,43 6.598 1.660 1.026 6. Brengkok 10,57 9.131 2.269 864 7. Sendangharjo 7,44 4.981 1.147 669 8. Sedayulawas 10,64 11.226 2.749 1.055 9. Sumberagung 4,16 2.358 602 567 10. Brondong 2,34 9.863 2.656 4.215 Kec.Brondong 70,13 53.908 13.576 769

(8)

Adapun batas wilayah kecamatan Brondong adalah sebagai berikut: - Sebelah Utara : Laut Jawa

- Sebelah Timur : Kecamatan Paciran - Sebelah Selatan : Kecamatan Laren

- Sebelah Barat : Kecamatan Palang kabupaten Tuban

Luas wilayah kecamatan Brondong mencapai 8.015 Ha (80,15 Km), terdiri dari; Sawah: 1.035 Ha, Tegalan: 2.589,9 Ha, Pekarangan: 319,4 Ha, Hutan: 2.446,8 Ha, lainnya1.632,9 Ha. Kecamatan Brondong terdiri dari 9 desa, 1 kelurahan dan 5 lingkungan, dengan rata-rata tingkat pertumbuhan penduduk sebesar 1,37 persen per tahun. Data BPS kabupaten Lamongan mencatat jumlah penduduk kecamatan Brondong pada tahun 2001 sebesar 52.321 jiwa, jumlah tersebut mengalami penurunan sebesar 3.415 jiwa dari tahun sebelumnya (tahun 2000) sebesar 55.727 jiwa, Gambar 7 menunjukkan distribusi penduduk dua kecamatan tujuan pada lima tahun terakhir.

Sedangkan tingkat kepadatan penduduk sebesar 713,9 per Km² pada tahun 2002, sampai dengan tahun 2004 angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 10,1 persen per tahun. Aktifitas ekonomi utama penduduk di kecamatan Brondong adalah Nelayan dan sektor perdagangan. Namun demikian, Industri

Gambar 7. Penduduk Kecamatan Tujuan Lima Tahun Terakhir

Tahun 2004 2003 2002 2001 2000 V a L u e 90000 80000 70000 60000 50000 40000 Kecamatan Paciran Kecamatan Brondong 53908 53788 53247 52312 55727 76098 75082 74212 73857 81622

(9)

Pariwisata dan Industri Makanan juga tumbuh subur, sebagai penunjang aktifitas perekonomian masyarakatnya.

a. Kelurahan Brondong

Kelurahan Brondong adalah kelurahan yang ditempati kota kecamatan. Letak daratan Kelurahan Brondong berada 0,5 – 1,0 meter diatas permukaan air laut, dengan luas wilayah terkecil se kecamatan Brondong, yaitu 2,34 Km². Sedangkan batas-batas wilayah kelurahan adalah;

- Sebelah Barat : Desa Sedayulawas - Sebelah Utara : Laut Jawa

- Sebelah selatan : Desa Sumberagung

- Sebelah Timur : Kelurahan Blimbing kecamatan Paciran

Kelurahan Brodong berada diatas ketinggian 0,5 m dari ketinggian air laut. Sedangkan luas wilayah kelurahan ini adalah 233, 64 Ha, yang terdiri dari 228,605 Ha dataran rendah dan 5,035 Ha. berupa perbukitan. Kelurahan Brondong hampir seluruh daratan difungsikan sebagai Pemukiman dan lahan usaha, dari seluruh luas daratan dan perbukitan hanya 12,130 Ha untuk pertanian Sawah dan 161,172 Ha untuk Tegalan atau Ladang. Gambar 8 adalah Peta wilayah Kelurahan Brondong yang menjadi daerah tujuan bagi masyarakat perdesaan bagian selatan Kabupaten Lamongan.

(10)

b. Desa Sedayulawas

Secara administratif pemerintahan, desa Sedayulawas masuk dalam kategori perdesaan. Namun dalam hal gaya hidup (life style) desa ini tidak jauh beda dari pola hidum masyarakat perkotaan. Konon, dahulu desa ini pernah di tempati sebuah kerajaan kecil yang bernama “Kerajaan Sugaluh”. Desa Sedayulawas berada diatas ketinggian yang berbeda, bagian utara cenderung rendah diatas ketinggian 0,15 m dari permukaan air laut dan pada bagian selatan agak tinggi, yaitu antara 2 – 3,5 m dari permukaan laut, serta memiliki perbukitan yang indah. Adapun batas-batas wilayah desa Sedayulawas adalah:

- Sebelah Utara : Laut Jawa

- Sebelah Barat : Desa Sendangharjo - Sebelah Selatan : Desa Sumberagung - Sebelah Timur : Kelurahan Brondong

Sedangkan luas wilayah desa Sedayulawas 10,64 Km², yang terdiri dari; 493,682 Ha. dataran dan perbukitan 570,101 Ha. Rincian dataran dan perbukitan desa Sedayulawas terkomposisi dalam: 24,453 Ha Pemukiman penduduk, Pertanian/sawah 67,000 Ha dan Tegalan 370,101 Ha, Hutan Mangrove 20,000 Ha, Tambak 37,400 Ha dan lahan tandus/kritis 3,050 Ha.

Kecamatan Paciran

Kecamatan Paciran adalah kecamatan yang terletak dipesisir pantai utara kabupaten Lamongan. Merupakan satu-satunya kecamatan yang memiliki lembaga pendidikan formal dan non formal terbesar di kabupaten Lamongan. Potensi tersebut menjadi keunggulan comparative (sumber daya manusia) bagi masyarakatnya. Masyarakat kecamatan Paciran jauh lebih memiliki gaya hidup (life style) sederhana dan berorientasi lebih pada bidang pendidikan, walaupun letak geografis dan sumberdaya alam yang relatif sama dengan kecamatan tetangga (Brondong), namun gaya hidup jauh lebih sederhana dan tidak konsumtif jauh lebih disukai oleh masyarakatnya. Tingkat pertumbuhan penduduk kecamatan Paciran tahun 2000 sampai dengan tahun 2004 rata-rata sebesar 1,11 %. Angka ini relatif lebih rendah dibanding tingkat pertumbuhan di kecamatan Brondong (1,37 %). Namun untuk jumlah penduduk dan tingkat kepadatan penduduk pada tahun 2000 sampai dengan tahun 2004 di kecamatan

(11)

ini jauh lebih tinggi dibanding kecamatan Brondong, Gambar 7 menunjukkan jumlah penduduk dua kecamatan tujuan (kecamatan Brondong dan kecamatan Paciran). Data jumlah kepadatan penduduk dari sumber BPS daerah pada tahun 2002 sebesar 1549,6 (Orang/Km²) di kecamatan Paciran.

Jarak ke kota kabupaten dari kota kecamatan ± 42,2 Km, sedangkan letak ketinggian daratan dari permukaan air laut 2 – 5 meter. Suhu maksimum 36 °C dengan bentuk wilayah 66 persen Dataran, Lereng 19 persen dan 15 persen Perbukitan. Kecamatan Paciran mempunyai 16 desa 1 kelurahan, 34 dusun, 88 Rukun Warga dan 351 Rukun Tetangga (lihat Tabel 9).

Adapun batas-batas wilayah kecamatan Paciran adalah sebagai berikut: - Sebelah Utara : Laut Jawa

- Sebelah Timur : Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik - Sebelah Selatan : Kecamatan Solokuro

- Sebelah Barat : Kecamatan Brondong

Luas wilayah kecamatan Paciran 61,303 Km² yang terdiri dari; 4,310.3 Ha Tegalan, 770.0 Ha. Hutan rakyat, 455,0 Ha. Pemukiman penduduk dan 34,0 Ha. digunakan sebagai bangunan Industri serta lahan yang tidak diusahakan sebesar 248 ha.

Tabel 9 Luas Wilayah, Jarak ke-Kota Kabupaten Serta Kepadatan Penduduk Kecamatan Tujuan Tahun 2003

Kecamatan Luas Wilayah (Km2) Jarak ke-Kota Kabupaten (Km) Penduduk/km2 (2003) Paciran 47,89 42,2 1549,6 Brondong 74,59 46,5 713,9

Sumber: BPS Kabupaten Lamongan Tahun 2000-2004

Selain sebagai Nelayan, masyarakat di sebagian besar Kecamatan Paciran masih mengusahakan usaha pertanian (berkebun) sebagai pekerjaan penunjang. Walaupun semakin ramai dengan dibangunnya dua objek wisata (Goa Maharani dan Wisata Bahari Lamongan) di Kecamatan Paciran.

a. Desa Paciran

Desa Paciran adalah desa yang masuk dalam tipologi desa Pesisir/ Pantai yang sekaligus ditempati kota kecamatan. Luas wilayah desa 488,100 Ha yang terdiri dari Dataran 300 Ha, Perbukitan 113,100 Ha dan Pegunungan 75

(12)

Ha. Tingkat kesuburan tanah 12 Ha kategori subur dan 476,100 dikelompokkan dalam tanah tidak subur.

Jumlah dan kepadatan penduduk dalam dua tahun terakhir sebesar 13.671 orang untuk tahun 2003, pada tahun 2004 sebesar 13.888 orang dengan tingkat kepadatan sebesar 3.173 orang/km2 pada tahun 2003 dan tahun 2004 sebesar 3.341 orang/km2. Aktifitas utama ekonomi masyarakat selain sektor perikanan adalah sektor pertanian sebanyak 4.652 orang, pertukangan 1086 orang pada tahun 2004. Tabel 10 menunjukkan tentang aktifitas ekonomi penduduk desa Paciran tahun 2004.

Tabel 10 Distribusi Pekerjaan Penduduk Desa Paciran tahun 2004

No. Jenis Pekerjaan Jumlah (2004) Persentase

1. Pertanian 4.652 54,7 2. Nelayan 1.253 14,7 3. Buruh/Swasta 621 7,3 4. Pegawai Negeri 207 2,43 5. TNI/Polri 11 0,13 6. Pengusaha 13 0,15 7. Penjahit 19 0,22 8. Pertukangan 1086 12,8 9. Pengrajin 172 2,02 10. Pedagang 276 3,24 11. Peternak 193 2,3

Sumber: Podes Tahun 2004, diolah

Karakter sosial masyarakat Desa Paciran terkenal dengan nilai-nilai keagamaan yang memungkinkan tumbuhnya solidaritas yang tinggi. Norma-norma sosial yang kuat dan tradisi kebersamaan yang tinggi di kalangan penduduk asli menjadi modal sosial untuk terciptanya kesejahteraan dan antisipasi menghadapi tekanan ekonomi masyarakat pendatang.

(13)

Gambar 9 Peta wilayah Kecamatan Paciran

b. Kelurahan Blimbing

Kelurahan Blimbing adalah kelurahan yang berada dibagian paling Barat dari jumlah keseluruhan desa di kecamatan Paciran. Bagian Utara adalah laut Jawa, bagian Selatan desa Sumberagung, bagian Barat kelurahan Brondong dan pada bagian Timur adalah desa Kandangsemangkon. Data Podes 2004, jumlah penduduk kelurahan ini pada tahun 2003 sebesar 14.799 orang dan pada tahun 2004 sebesar 15.066 orang. Luas daerah 2.503 Km dengan tingkat kepadatan penduduk sebesar 5.827 jiwa/Km2 pada tahun 2002, pada tahun 2003 sebesar 5.913 jiwa/km2 dan mengalami kenaikan sebesar 1,8 persen pada tahun 2004 (6.019 jiwa/Km2).

Secara Geografis kelurahan Blimbing mempunyai daratan yang berbeda, bagian selatan Perbukitan yang masih terdapat Hutan masyarakat. Bagian selatan adalah dataran rendah yang hampir rata dengan permukaan laut. Aktifitas perekonomian utama masyarakat adalah Nelayan (± 65 %) dan sisanya bekerja disektor Perdagangan. Karena aktifitas ekonomi yang ramai dan bayak dikunjungi migran maka daya beli masyarakat relatif tinggi bila dibandingkan dengan masyarakat kelurahan lainnya.

Gambar

Tabel 6  Luas Wilayah, Jarak ke-Kota Kabupaten Serta Kepadatan  Penduduk Kecamatan Asal Tahun 2003
Tabel 7 Jumlah Penduduk Dua Desa Sampel di Kecamatan Asal Migran  Tahun 2000 Sampai Tahun 2004
Tabel 8  Luas Desa/Kelurahan, Jumlah Penduduk, Rumahtangga Serta  Kepadatan Penduduk Kecamatan Brondong Tahun 2004
Gambar 7. Penduduk Kecamatan Tujuan Lima Tahun Terakhir

Referensi

Dokumen terkait

Guide wawancara yang digunakan dalam penelitian ini disusun berdasarkan ciri-ciri optimisme yang dikemukakan McGinnis (1995) yaitu Jarang terkejut ketika menghadapi

Hasil menunjukkan bahwa dimensi strategi outsourcing IT mempunyai hubungan signifikan terhadap dimensi keberhasilan outsourcing IT yang ditunjukan dengan didukungnya hasil

Kecamatan Karangnunggal secara geografis terletak di sebelah selatan Kabupaten Tasikmalaya, dengan batas wilayah sebelah Utara yaitu Kecamatan Cibalong, sebelah

• Peningkatan akses terhadap pelayanan kesehatan dasar dan rujukan yang berkualitas.. • Penguatan manajemen dan sistem informasi kesehatan

Adapun metode wawancara, peneliti gunakan untuk menggali data dari para pelaku dan penerima (pendidik dan peserta) dalam penerapan pembelajaran berwawasan SETS, yang

Populasi dalam penelitian ini adalah Wajib Pajak yang terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak Makassar Utara. Jumlah populasi dalam penelitian ini yaitu 133.864

Tetapi, kenyataannya hakim memutus perkara dengan perempuan telah ikut menjadi ahli waris dan pembagian warisan dalam bentuk yang sama rata antara anak laki-laki dan

Kegiatan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan cerucuk terhadap daya dukung tanah dengan tanah dasar (subgrade) Jalan Soekarno-Hatta