• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PEMBAHASAN. A. Sejarah Berdirinya Komunitas Belajar Qaryah Thayyibah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV PEMBAHASAN. A. Sejarah Berdirinya Komunitas Belajar Qaryah Thayyibah"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

11 BAB IV

PEMBAHASAN

A. Sejarah Berdirinya Komunitas Belajar Qaryah Thayyibah

Pada tahun 1999 terbentuklah Serikat Paguyuban Petani Qaryah Thayyibah (SPPQT) di Kelurahan Kalibening Kecamatan Tingkir Kota Salatiga. Serikat Paguyuban Qaryah Thayyibah ini dipimpin oleh Ahmad Bahrudin kata Qaryah Thayyibah yang diambil sebagai mana organisasi ini memiliki arti yaitu “desa berdaya” nama Qaryah Thayyibah di usulan oleh Raymond Toruan. Organisasi Serikat Paguyuban Petani Qaryah Thayyibah (SPPQT) memiliki tujuan yaitu memperdayakan masyarakat secara mandiri dengan cara memanfaatkan potensi lokal yang dimiliki. Konsep desa berdaya ini sama dengan cita-cita presiden pertama Republik Indonesia Soekarno yaitu berdaulat, berdikari, berkepribadian.

Sekolah Alternatif SLTP Qaryah Thayyibah berdiri sejak tahun 2003 yang digagas oleh Bahrudin. Latar belakang dari berdirinya SLTP Qaryah Thayyibah ini karena warga ingin anak-anaknya memperoleh pendidikan setingkat SLTP yang dekat dengan lingkungan mereka sebelum adanya SLTP Qaryah Thayyibah masyarakat menyekolahkan anaknya jauh dari tempat tinggal mereka. Hal tersebut berpengaruh pada pengeluraran uang transportasi, uang saku, dan kebutuhan sekolah lainnya belum lagi untuk memenuhi kebutuhan lain di luar kebutuhan sekolah mengingat banyak masyarakat tergolong menengah kebawah. Hal tersebut yang menarik simpati Bahrudin yang menjabat sebagai pemimpin Serikat Paguyuban Petani Qaryah Thayyibah dan ketua RW setempat banyak masyarakat yang masuk dalam organisasi Serikat Paguyuban Petani Qaryah Thayyibah. Pada saat itu anak sulung Bahrudin yang bernama Hilmi lulus dari sekolah dasar dan akan menempuh jenjang selanjutnya. Pada awalnya Bahrudin mengundang para warga untuk berdiskusi ada 30 warga yang hadir dalam diskusi tersebut.

(2)

12 Dalam diskusi tersebut akan dibahas bagaimana anak-anak di lingkungan Kalibening dapat memperoleh pendidikan tanpa harus ke tengah kota. Lalu bapak Bahrudin mempunyai gagasan untuk mendirikan pendidikan alternatif. Banyak warga yang setuju, 10 warga berminat mendaftarkan anak-anaknya ke SLTP Qaryah Thayyibah. Beberapa waktu kemudian ada 2 siswa yang mendaftar ke SLTP Qaryah Thayyibah, 2 siswa ini berasal dari luar Kalibening. Jadi total siswa perdana di Sekolah Alternatif SLTP Qaryah Tayyibah berjumlah 12 siswa. Pendamping di SLTP Qaryah Thayyibah adalah sukarelawan termasuk orang tua dari siswa-siswa perdana SLTP Qaryah Thayyibah. Berikut nama-nama siswa perdana SLTP Qaryah Thayyibah. No Nama Siswa 1 Hilmi 2 Amri 3 As’at 4 Syamsudin 5 Zulfi 6 Vina 7 Eni 8 Amik 9 Ulfa 10 Kana 11 Iza 12 Emi

SLTP Qaryah Thayyibah tidak menggunakan kurikulum nasional, melainkan mengembangkan kurikulum tersendiri yang disesuakan dengan kebutuhan siswa, pendamping, masyarakat sekitar. Mengembangkan kurikulum yang berbeda ini didasai oleh pemikiran bahwa kurikulum yang baik adalah kurikulum yang dapat mengakomodir semua kebutuhan warga

(3)

13 sekolah. SLTP Qaryah Thayybah menyadari keberasilan kurikulum tidak hanya pada kualitas kurikulumnya saja tetapi orang-orang yang menjalankan kurikulum tersebut. Di sekolah ini kuikulum sangat nampak di target capaian mingguan yang dibuat oleh para siswa secara individu. Siswa yang menentukan ingin belajar apa, ingin mendapat apa dalam proses belajar sepekan.

Setelah lulus dari dari jenjang Pendidikan setingkat SMP itu siswa generasi pertama merencanakan pembentukan sekolah alternatif setingkat SMU di Qaryah Thayyibah. Karena para siswa generasi pertama sudah begitu senangnya dengan pendidikan yang ada di SLTP Qaryah Thayyibah, sehingga ide tersebut muncul. Akhirnya berdirilah SMU Qaryah Thayyibah para siswa perdana adalah generasi pertama dari SLTP Qaryah Thayyibah. Pendidikan setara SMP dan SMA itu digabung di satu tempat yang sama.

Dalam perkembangannya muncullah nama Komunitas Belajar Qaryah Thayyibah karena konsep pembelajarannya seperti komuntas belajar. Peserta didiknya belajar bersama, berbagi pengalaman mengembangkan bakat minat bersama, siswa yang setingkat SMA boleh belajar besama dengan siswa setingkat SMP. Siswa Qaryah Thayyibahlah yang menamai tempat belajar mereka dengan nama Komunitas Belajar Qaryah Thayyibah.

B. Inovasi Pembelajaran yang ada di Komnitas belajar Qaryah Thayyibah

Terdapat beberapa inovasi pembelajaran KBQT. Inovasi-inovasi pembelajaran di KBQT, yaitu:

1. Program Semeter

Pada pendidikan formal ada program tahunan dan program semester, di KBQT juga ada program Semester. program semester yang terdapat di KBQT ini namun berbeda dengan sekolah formal. Jika sekolah formal

(4)

14 program tahunan maupun program semester direncanakan pihak sekolah (guru, yayasan). Berbeda pada KBQT program semester direncanakan oleh siswa di awal semester. Dengan cara mengumpulkan seluruh siswa untuk berdiskusi bersama membuat jadwal semester yang akan berlaku selama 1 semester. Setelah diskusi disepakati bersama, hasil diskusi ditetapkan sebagai patokan yang akan mendasari pembelajaran selama 1 semester. Hal yang tercatat pada jadwal semester seperti: gelar karya, pameran tugas akhir, dan kegiatan lainnya.

2. Target Pencapaian Pembelajaran

Pada pendidikan formal terdapat kompetensi dasar dan standar kompetensi. Standar kompetensi adalah kerangka yang menjelaskan dasar pengembangan pembelajaran yang terstruktur. Standar kompetensi didalamnya ada aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dikuasai/dicapai siswa dalam mempelajari mata pelajaran tertentu dan dalam jenjang tertentu. Sedangkan kompetensi dasar adalah penjabaran dari standar kompetensi (KEMENDIKBUD, 2013: 8).

Komunitas Belajar Qaryah Thayyibah ada "target capaian”. Target capaian adalah suatu target yang dibuat oleh masing-masing siswa di KBQT sebagai acuan belajar. Target capaian ada 2 macam yaitu target capaian jangka pendek dan target capaian jangka panjang. Adanya target capaian dalam proses belajar di KBQT bertujan untuk melatih para siswa merencanakan hal yang ingin dicapai dengan bertanggung jawab di masa depan.

Target capaian jangka pendek di KBQT adalah target yang diinginkan siswa secara individu dalam proses pembelajaran selama 1 minggu. Para siswa membuat target capaian masing-masing pada hari Senin dan dievaluasi pada hari Sabtu. Target capaian ini sebagai acuan siswa dalam belajar. Para pendamping (guru) hanya memantau perkembangan belajar para siswa dan membantu siswa dalam proses belajar jika dibutuhkan.

(5)

15 Evaluasi target capaian dilakukan secara mandiri maupun penilaian dari teman dan pendamping. Hasil capaian sepekan tersebut jika dinilai berhasil, siswa yang bersangkutan boleh menentukan target capaian yang baru di minggu berikutnya. Jika target capaian sepekan tersebut dinilai belum berhasil tercapai siswa yang bersangkutan boleh mengulang target capaian yang sama/membuat target capaian yang baru.

Target capaian jangka panjang/Tugas Akhir (TA) di KBQT adalah target yang direncanakan siswa selama 1 semester. Siswa mempersiapkan target capaian jangka panjang tersebut dengan bertahap, proses komunikasi yang erat antar siswa dan pendamping sangat terasa. Siswa memikirkan target capaian jangka panjang ini dengan bertukar pendapat dengan teman maupun pendamping secara intens sehingga siswa mendapat inspirasi. Tugas Akhir tersebut dikerjakan secara individu.

3. Forum (Pengembangan Bakat Minat KBQT)

Inovasi pembelajaran adalah strategi dalam belajar yang baru. Inovasi pembelajaran ini diterapkan pengajar pada siswa saat proses belajar berlangsung. Harapannya dengan adanya inovasi dalam pembelajaran dapat berdampak pada peningkatan prestasi belajar siswa dan membentuk karakter peserta didik, mengembangkan keterampilan siswa secara maksimal. (Yoyon, Suryono, 2016: 101).

Komunitas Belajar Qaryah Thayyibah termasuk pada kategori pendidikan non formal. Komunitas Belajar Qaryah Thayyibah dalam proses belajar membebaskan siswanya untuk lebih mengembangkan bakat minat masing-masing siswa. Pengembangan bakat minat di komunitas Belajar Qaryah Thayyibah bernama Forum. Forum ini adalah inovasi pembelajaran yang ada di KBQT. Forum adalah wadah tempat berkumpulnya siswa yang memiliki bakat minat yang sama. Forum di Qaryah Thayyibah pada tahun ajaran 2018/2019 ada 7 forum yaitu: Bahasa Inggris, musik, membuat kerajinan, menggambar, film, sanggar, menulis

(6)

16 (puisi, cerita, dll). Siswa diperbolehkan untuk memilih lebih dari 1 forum, yang terpenting dalam forum adalah keaktifan siswa dalam forum tersebut. Dalam forum para siswa sangat mengutamakan diskusi, kerja sama sehingga tercipta komunitas belajar yang sangat kondusif untuk mengembangkan bakat minat yang dimiliki para siswa.

4. Gelar Karya

Pendidikan sekarang ini lebih mengharapkan keaktifan dan kreativitas siswa dalam proses belajar sehingga muncul “student center” dalam bahasa Indonesia berarti siswa sebagai pusat dalam proses pembelajaran. Hal tersebut sangat terasa pada saat ini dengan penerapan Kurikulum 2013 pada sekolah formal. Dalam belajar, guru melakukan evaluasi terhadap siswanya diuji sejauh mana siswa memahami materi pembelajaran yang diajarkan oleh guru, ujian tersebut bisa tertulis, lisan, dan praktek. Ujian tersebut menjadi dasar guru untuk mengetahui sejauh mana siswa memahami materi pembelajaran yang diberikan guru kepada siswa (Abdul Rahmat, 2018:175-176),

Komunitas Belajar Qaryah Thayyibah mempunyai cara yang berbeda dalam mengetahui perkembangan siswa selama mengikuti proses belajar yaitu dengan cara bernama gelar karya. Gelar karya diadakan setiap bulan. Gelar karya ini adalah wadah untuk memperlihatkan perkembangan siswa selama mengikuti forum di KBQT. Dari sini bisa dilihat karya-karya semua siswa dari seluruh tingkatan. Pada saat acara dimulai seluruh peserta yang hadir diberi kesempatan untuk memberikan masukan atau komentar berkaitan dengan hasil karya peserta didik yang lainnya guna mendapatkan tambahan pengetahuan sehingga karyanya dapat diperbaiki di gelar karya bulan berikutnya.

5. Pameran Tugas Akhir

Pameran tugas akhir tersebut dilaksanakan 6 bulan sekali pada akhir semester. Pameran tugas akhir ini bertujuan untuk menampilkan hasil

(7)

17 karya belajar siswa Komunitas Belajar Qaryah Thayyibah.Semua yang datang di acara Gelar Karya tersebut adalah siswa Komunitas Belajar Qaryah Thayyibah, orangtua /wali siswa, pengelola, dan seluruh pendamping Komunitas Belajar Qaryah Thayyibah.

6. Tawasi

Tawasi adalah wadah bagi siswa untuk sharing materi pada siswa lainnya. Tawasi ini siswa memberikan materi yang berguna untuk semua siswa. Siswa yang sharing tersebut berdiri didepan ruangan. Tawasi ini berguna untuk melatih keberanian berbicara didepan umum. Setelah sharing siswa lainnya memberikan pertanyaan, masukan/solusi. Tawasi diadakan setiap hari selasa sampai Kamis pada pukul 08.00 WIB.

Referensi

Dokumen terkait

diinformasikan kepada Tim Teknis dari LPMP.. Pemilihan

Bagi Peserta Lelang yang akan menyampaikan klarifikasi maupun sanggahan wajib disampaikan melalui aplikasi SPSE atau secara tertulis dengan menguraikan isi materi

Buku dengan judul JELAJAH ALAM SEKITAR (JAS) PENDEKATAN PEMBELAJARAN BIOLOGI, yang disusun oleh tim penyususn dari jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan

Untuk Penelitian lebih lanjut: fungsi penelitian lebih lanjut, digunakan oleh peneliti bagi penelitian lanjutan yang merupakan pengembangan dari penelitian sebelumnya....

Sekelompok jaringan yg bekerjasama membentuk fungsi khusus dalam tubuh Contoh: jantung, paru-paru, mata, otak, lambung..

Sur at Kuasa bagi yang diw akilkan, yang namanya ter cantum dalam Akta Pendiri an/ Per ubahan - per usahaan dan ditandatangani oleh k edua bel ah pi hak yang ber

Berkait dengan hal ini, jenis terapi dengan terapi es basah lebih efektif menurunkan suhu dibandingkan es dalam kemasan mengingat pada kondisi ini lebih banyak kalori tubuh

[r]