• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

1

PENDAHULUAN

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1Latar Belakang

1.1 Latar Belakang

Di era globalisasi ini, persaingan dalam dunia bisnis telah mejadi suatu ajang perlombaan yang sangat ketat. Masing-masing perusahaan berusaha untuk mendapatkan pelanggan agar tetap eksis dibidangnya. Berbagai macam cara dilakukan agar masing-masing perusahaan menjadi yang terdepan dalam bidangnya. Salah satu kunci kesuksesan dalam dunia bisnis adalah strategi. Strategi menjadi salah satu komponen terpenting yang harus dijalankan oleh perusahaan agar tujuan yang diinginkan tercapai. Tidak hanya sebagai pelengkap perusahaan untuk mencapai tujuan tetapi juga sebagai suatu alat untuk tetap bertahan dalam menghadapi persaingan di dalam dunia bisnis. Ada berbagai macam strategi seperti bagaimana menjual produk / Jasa yang berkualitas dengan harga yang bersaing, apakah terdapat diferensiasi barang / Jasa yang ditawarkan , bagaimana cara mempromosikan produk / Jasa tersebut agar dapat dikenal konsumen, apakah Jasa yang diberikan sesuai dengan keinginan konsumen dan lain-lain. PT Wung Lucky Perkasa Tour adalah sebuah perusahaan jasa yang bergerak di bidang travel / tour. Jasa yang ditawarkan adalah merupakan jasa tour seperti

1. Hotel Reservation Service

2. Jasa Perantara Penjualan Tiket Penerbangan

3. Jasa Perantara Penjualan Promo Tour

4. Transportation Tour (Keberangkatan/Team) TAHUN 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 China 55 50 45 32 38 45 65 Singapore 32 44 52 47 42 39 35 Thailand 46 52 43 32 28 24 30 Korea 28 21 18 32 45 37 34

(2)

PT Wung Lucky Perkasa Tour berdiri sejak tahun 2005, dalam menjalankan bisnisnya PT Wung Lucky Perkasa Tour berbeda dengan perusahaan travel lainnya seperti harga yang bersaing dengan perusahaan lainnya dan transportasi yang mendukung dalam tour tersebut seperti kendaraan yang sesuai standart dan memberangkatkan Tour nya dalam 1 team minimal sebanyak 18 orang.

Harga yang ditawarkan oleh PT Wung Lucky Perkasa Tour juga relatif terjangkau dan lebih murah dibandingkan paket yang ditawarkan oleh perusahaan lain dengan perjalanan yang sama. Dengan strategi Pengembangan produk dan strategi keunggulan biaya yang ditawarkan, PT Wung Lucky Perkasa Tour ingin membuat sesuatu yang baru dan inovatif dalam usaha tour di bali maupun di luar bali.

Selain itu, hal lain yang mempengaruhi masyarakat adalah keadaan geografis Bali yang sangat indah seperti pantai Kuta, Pantai Dreamland, Pantai Legian, Tanah Lot, Bedugul, dan lain-lainnya.

PT. Wung Lucky Perkasa Tour merupakan perusahaan yang termasuk kedalam usaha Tour and Travel karena bergerak di bidang penjualan berbagai tiket transportasi udara , darat maupun laut serta menyediakan paket Tour ke berbagai tempat, PT. Wung Lucky Perkasa Tour mengalami hambatan untuk dapat bersaing ke pasar yang lebih luas. Dari penelitian yang telah dijalankan sebelumnya, terdapat beberapa indikator, baik pada sisi internal maupun eksternal. PT. Wung Lucky Perkasa Tour menemukan hambatan dalam bersaing dengan bisnis atau usaha Tour and Travel lain yang selanjutnya akan diuraikan dalam penelitian ini.

Berdasarkan dari hasil penelitian yang terdahulu ditemukan bahwa Strategi yang dipakai PT. Wung Lucky Perkasa Tour selama ini adalah Pengembangan Produk, perusahaan mengupayakan peningkatan penjualan dengan cara memperbaiki produk atau jasa yang ada pada saat ini, Strategi ini membutuhkan pengeluaran yang besar untuk penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh perusahaan, oleh kerena itu , Strategi bisnis sangat diperlukan oleh PT. Wung Lucky Perkasa Tour untuk menghadapi persaingan. Disadari dengan berbagai fakta bahwa persaingan di industri Tour and Travel, maka PT. Wung Lucky Perkasa Tour harus memiliki daya saing yang tinggi, Pemilihan Strategi bisnis yang tepat dan efektif merupakan kunci utamanya. Strategi bisnis yang baik akan membawa kemajuan yang baik bagi perusahaan dan begitu pula sebaliknya.

(3)

Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis ingin menganalisis strategi bisnis pada PT Wung Lucky Perkasa Tour yang ada saat ini dan menganalisis strategi bisnis yang tepat untuk diaplikasikan. Untuk itu cara perumusan strategi yang paling tepat dan efektif bagi perusahaan adalah dengan menggunakan analisis SWOT yaitu dengan melakukan analisis lingkungan internal dan eksternal. Setelah melakukan analisis SWOT, maka didapat nilai IFE dan EFE perusahaan Pada penelitian tersebut. Dari penjelasan secara singkat mengenai bisnis PT Wung Lucky Perkasa Tour yang bergerak dalam usaha tour and travel, Maka penulis melakukan penelitian yang berjudul “ ANALISIS STRATEGI BISNIS PADA PT WUNG LUCKY PERKASA TOUR UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING ”

1.2Identifikasi Masalah

1.2 Identifikasi Masalah

Dalam suatu bisnis tidak luput dari masalah serta pesaingan antar rekan bisnis lainnya, Maka strategi bisnis merupakan suatu hal yang dapat memecahkan permasalahan, berdasarkan latar belakang yang telat diuraikan di atas, maka penulis dapat merumuskan permasalahan sebagai berikut:

1. Bagaimana kondisi eksternal dan internal pada PT. Wung Lucky Perkasa Tour yang berasal dari perusahaan ?

2. Bagaimana strategi bisnis yang dapat diterapkan terhadap PT. Wung Lucky Perkasa Tour ?

3. Bagaimana cara PT Wung Lucky Perkasa Tour dalam meningkatkan daya saing perusahaan terhadap pesaing lainnya?

1.3 Tujuan Penelitian 1.3Tujuan Penelitian

Tujuan Penelitian ini adalah :

1. Untuk mengetahui kelemahan dan kekuatan yang dimiliki oleh PT. Wung Lucky Perkasa Tour.

(4)

2. Untuk mengetahui peluang dan ancaman yang dimiliki oleh PT. Wung Lucky Perkasa Tour.

3. Merekomendasikan strategi yang tepat kepada perusahaan untuk mencapai keunggulan daya saing.

1.4 Manfaat Penelitian 1.4Manfaat Penelitian

Adapun manfaat- manfaat yang dapat diperoleh sebagai berikut :

1. Bagi Perusahaan

- Memberikan masukan tentang strategi bisnis yang baik digunakan dan menambah Strategi bisnis yang baru agar dapat bersaing dengan kompetitor lainnya.

2. Bagi Pihak Lain

- Sebagai salah satu bahan informasi bagi peneliti atau mahasiswa lainnya yang ingin mengetahui bagaimana strategi bisnis itu, dan bagi mahasiswa lain yang ingin membuat karya tulis tentang strategi bisnis pada sebuah perusahaan.

1.5 State of the art 1.5State of the art

Menurut Dandira (2011) dalam Jurnal Involvement of Implementers : Missing Element in Strategy Formulation, banyak organisasi saat ini yang memiliki kelemahan dalam memformulasikan strategi karena pihak yang berkepentingan dari perusahaan tidak dilibatkan dalam proses formulasi strategi, sehingga perusahaan tidak mampu mengimplementasikan strategi tersebut karena adanya ketidak sesuaian strategi dengan visi perusahaan akibat tidak adanya keterlibatan dalam proses formulasi strategi.

Menurut Anca dan Ovidian (2008) dalam jurnal Implementation of SWOT Analysis in Romanian Hotel Industry, diketahui bahwa analisis lingkungan internal dan eksternal diperlukan untuk menjadi fondasi dalam analisis SWOT. Dengan menilai faktor utama lingkungan eksternal dan internal, dapat dijadikan sebuah alternatif strategi melalui analisis SWOT, dengan mengubah kelemahan menjadi kekuatan,

(5)

mengambil keuntungan dari peluang yang teridentifikasi dan melindungi diri dari ancaman yang datang.

Menurut Kuncoro (2010) dalam jurnal Analisis Perumusan Strategi Bisnis Pada PT. Samudra Nusantara Logistindo, ditemukan bahwa, PT. Samudra Nusantara Logistindo berdasarkan analisis matriks SWOT, IE, TOWS, SPACE dan GRAND strategy menunjukkan alternatif strategi yang dapat diterapkan yaitu strategi penetrasi pasar dan pengembangan produk, melalui analisis matriks QSPM diputuskan dua alternatif strategi yang sebaiknya diterapkan oleh perusahaan, yang pertama yaitu strategi penetrasi pasar dan yang kedua yaitu strategi pengembangan produk.

Jurnal Formulating Business Strategy in the Knowledge Economy Content, yang ditulis oleh Maria Viedma (2008), disimpulkan bahwa formulasi strategi dengan matriks SWOT merupakan sebuah pendekatan yang baik untuk menganalisis alternatif strategi, tetapi dengan hanya menggunakan matriks SWOT saja sebagai tahap keputusan, hanya akan menghasilkan alternatif strategi yang belum memiliki suatu fokus, apakan sebuah perusahaan harus mengembangkan usaha, mempertahankan atau fokus pada penciutan. Dianjurkan untuk meneliti dengan matriks lainnya untuk melakukan perbandingan alternatif strategi, misalnya saja matriks extended SWOT. Kemudian dalam jurnal A New Model for Strategy Formulation Using Mahalanobis - Taguchi System and Clustering Algorithm oleh Ali Hadighi dan Iraj Mahdavi (2011), diketahui bahwa dalam memformulasikan strategi diperlukannya analisis lingkungan internal dan eksternal perusahaan melalui matriks IFE dan EFE serta matriks CPM yang kemudian dilanjutkan dengan matriks SWOT dan memutuskan strategi yang sebaiknya diterapkan melalui alat penelitian dengan metode Mahalanobis - Taguchi System and Clustering Algorithm.

MODEL STRATEGI PROSPEKTIF KINERJA MANAJEMEN DI PERUSAHAAN TOUR & TRAVEL(2010), Rudy Aryanto, Yuniarty, Penelitian ini bertujuan untuk membangun model pengelolaan calon paket wisata berkelanjutan di PT Golden Rama Express. Mengingat kompleksitas dan faktor-faktor yang saling berhubungan dalam kinerja manajemen paket wisata, perlu pendekatan sistem holistik. Pertama, metode yang digunakan dalam mengembangkan model manajemen kinerja adalah paket wisata yang berkelanjutan; dan kedua, menggunakan analisis prospektif. Penentuan atribut yang mencerminkan kinerja keberlanjutan dari paket wisata

(6)

didasarkan pada studi lapangan. Berdasarkan keempat dimensi keberlanjutan, yaitu dimensi sebelum perjalanan, selama perjalanan dan lain lain serta tour leader ditentukan sebanyak 23 atribut. Atribut dalam 4 dimensi untuk setiap paket wisata Junglelicious Africa, Asia Splendid, Adventurous Australia and New Zealand, Europe Romantical dan Marvelous U.S. and Canada. Setelah memperoleh tingkat nilai indeks keberlanjutan, setiap dimensi yang dapat dikategorikan ke dalam nilai indeks ini dibuat dalam skala tidak berkelanjutan sampai sangat berkelanjutan, kombinasi dari faktor-faktor ini membentuk dasar model-model pengembangan. Berdasarkan skenario yang dibangun dan dalam rangka mencapai skenario yang ideal, maka skenario yang direkomendasikan adalah skenario optimis. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah sebagai berikut : (1) Di PT Golden Rama Express, terdapat paket-paket tur yang diteliti. Paket tur tersebut adalah paket tur Junglelicious Africa, Splendid Asia, Adventurous Australia and New Zealand, Romantical Europe, dan Marvelous US and Canada. Sedangkan atribut-atribut tersebut merupakan cerminan dari 4 dimensi, yaitu dimensi sebelum perjalanan, selama perjalanan, tour leader, dan lain-lain. Nilai indeks status keberlanjutan pengelolaan kinerja paket tur; (2) Hasil uji validasi statistik menunjukkan bahwa metode indeks keberlanjutan relatif baik untuk dipergunakan sebagai alat evaluasi kinerja paket tur PT Golden Rama Express. Dalam pengelolaan kinerja paket tur berkelanjutan, PT Golden Rama Express perlu mengacu pada faktor-faktor penggerak/kunci. Faktor penggerak tersebut merupakan faktor-faktor yang memiliki pengaruh tinggi pada kinerja sistem dengan ketergantungan faktor yang rendah; (3) Faktor-faktor kunci kinerja paket tur Junglelicious Africa PT Golden Rama Express adalah keragaman paket tour yang ditawarkan dan hotel yang digunakan; (4) Faktor-faktor kunci kinerja paket tur Splendid Asia PT Golden Rama Express adalah keragaman paket tour yang ditawarkan dan tour leader yang mengutamakan kepentingan bersama; (5) Faktor-faktor kunci kinerja paket tur Adventurous Australia and New Zealand PT Golden Rama Express adalah keragaman paket tour yang ditawarkan dan hotel yang digunakan; (6) Faktor-faktor kunci kinerja paket tur Romantical Europe PT Golden Rama Express adalah kejelasan/akurasi informasi yang diberikan dan tour leader yang mengutamakan kepentingan bersama; (7) Faktor-faktor kunci kinerja paket tur Marvelous US and Canada PT Golden Rama Express adalah tanggung jawab oleh tour leader dan kejelasan/akurasi informasi yang diberikan; (8) Berdasarkan simulasi perhitungan indeks yang dilakukan pada alternatif skenario (optimis, moderat, dan pesimis) terlihat bahwa terjadi perubahan nilai indeks status

(7)

keberlanjutan untuk setiap dimensi. Skenario yang disarankan adalah skenario optmis; (9) Usulan kebijakan yang diperlukan dalam pengelolaan kinerja paket tur tergantung pada skenario yang terjadi; (10) Tahapan model konseptual pengelolaan kinerja paket tur berkelanjutan adalah identifikasi faktor, stakeholders assessment, penentuan entry point, penyusunan skenario, dan pelaksanaan simulasi model dalam rangka mencapai tujuan strategis, yaitu pengelolaan kinerja paket tur yang berkelanjutan. Model konseptual dijabarkan dalam model operasional sesuai dengan hasil analisis untuk kinerja paket tur PT Golden Rama Express. Sedangkan saran yang diberikan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, kajian secara komprehensiif mengenai valuasi kinerja paket tur PT Golden Rama Express baik dimensi sebelum perjalanan, selama perjalanan, tour leader, dan lain-lain perlu dilakukan agar nilai kinerja paket tur yang sesungguhnya dapat diketahui dan dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan yang berhubungan dengan pengelolaan kinerja paket tur. Kedua, penilaian keberlanjutan kinerja paket tur PT Golden Rama Express sebaiknya dilakukan secara terpisah untuk paket tur Junglelicious Africa, 458 BINUS BUSINESS REVIEW Vol.1 No.2 November 2010: 448-460 Splendid Asia, Adventurous Australia and New Zealand, Romantical Europe, dan Marvelous US and Canada.

(8)

Referensi

Dokumen terkait

Dan yang lebih penting lagi disebutkan bahwa dari dialah sumber ajaran agama Malim yang diturunkan kepada umat manusia melalui manusia yang terpilih yang disebut

Rahyono (2003) menyatakan intonasi sebuah bahasa memiliki keteraturan yang telah dihayati bersama oleh para penuturnya.Penutur sebuah bahasa tidak memiliki kebebasan yang

2. Kongres Pemuda Kedua adalah kongres pergerakan pemuda Indonesia yang melahirkan keputusan yang memuat ikrar untuk mewujudkan cita-cita berdirinya negara Indonesia, yang

Oleh karena itu bagi lembaga pendidikan yang mengembangkan pendidikan vokasi tidak perlu minder dan kemudian mengubah menjadi pendidikan akademik, karena akan

Disahkan dalam rapat Pleno PPS tanggal 26 Februari 2013 PANITIA PEMUNGUTAN SUARA. Nama

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) upaya layanan bimbingan konseling Islam yang dilakukan guru konselor untuk menyadarkan perilaku merokok pada siswa di SMP Negeri 5

Confidence , Sikap yakin dengan kemampuan sendiri dalam upaya hendak mengungkap suatu kasus yang  sedang  diinvestigasi,  sangatlah  membantu  semangat 

Lingkungan internal yang menjadi kekuatan KRB adalah (1) pusat konservasi ex-situ , (2) panorama arsitektur lanskap yang bernuansa alami, (3) KRB memiliki aksesbilitas tinggi